Field Trip SMP Maria Mediatrix

Field Trip SMP Maria Mediatrix

Kegiatan Field trip untuk anak kelas VII SMP Maria Mediatrix dilaksanakan hari Senin tanggal 9 Januari 2023 sampai dengan hari Rabu tanggal 11 Januari 2023. Bentuk kegiatan meliputi kunjungan industri, kunjungan sekolah dan kegiatan wisata edukasi. Kunjungan industri bertempat di Dyriana Pamularsih dan Bandeng Juwana di jalan Pamularsih, kunjungan sekolah bertempat SMK St. Fransiskus di jalan Wolter Monginsidi, sedangkan kegiatan wisata edukasi dilaksanakan di Maerokoco, PRPP Semarang.

Tujuan dari kegiatan Field trip tersebut adalah :

1.Meningkatkan apresiasi peserta didik

2.Meningkatkan wawasan peserta didik tentang lingkungan sosial

3.Memenuhi tugas penyusunan laporan.

Berikut laporan Field trip

Hari pertama tanggal 9 Januari 2023 kami melakukan kunjungan industri bertempat di Dyriana Pamularsih dan Bandeng Juwana di jalan Pamularsih. Saat saya sampai ke tempat tersebut saya tidak langsung masuk karena saya belum pernah pergi ke tempat itu. Akhirnya saya menunggu teman saya datang daripada saya tersesat sendirian. Tiba-tiba saya dipanggil, ternyata yang memanggil saya itu teman saya, Leony. Leony mengajakku untuk masuk bersama. Saat mau masuk kami diberitahu satpam yang disana untuk masuk lewat parkir yang di dalam, lalu naik lift lantai 3. Akhirnya kami ikut perkataan satpam itu. Saat sudah sampai di lantai 3, kami diminta Bu Astuti untuk absen terlebih dahulu.

Beberapa menit setelah itu, saya dan teman-teman saya diminta Bu Astuti untuk masuk ke dalam ruangan. Di sana ada yang mendapingi saya yaitu Bu Astuti, Miss Niken, Pak Yohanes, Pak Yus, dan Pak Damar. Setelah itu ada 2 orang pemandu yang bernama Kak Wawan, dan Kak Vanessa.

Kak Wawan, dan Kak Vanessa mengajari kita untuk membuat klepon. Pertama Kak Wawan memperlihatkan bahan-bahannya, yaitu tepung ketan, pewarna makanan, gula jawa, dan parutan kelapa. Lalu setelah itu Kak Wawan meminta setiap kelompok memberikan perwakilan untuk maju. Dan dikelompok saya perwakilannya adalah Viona. Perwakilan kelompok yang maju itu diminta untuk membuat adonannya. Pertama mereka memasukkan tepung ketan ke dalam mangkok, lalu airnya diberi pewarna makanan, kemudian air di masukkan ke mangkok yang berisi tepung ketan, setelah itu diaduk sampai menjadi adonan.

Setelah itu mereka diminta untuk duduk lagi. Kak Wawan, dan Kak Vanessa memberikan kita piring kertas kecil, gula jawa dan adonan tersebut. Lalu kita diajari untuk membentuk adonannya. Pertama kami diminta untuk mengambil sedikit adonan kemudian dibentuk bulat. Setelah itu Kak Wawan meminta kita untuk memasukkan gula jawanya. Kemudian dibentuk bulat lagi. Saat kami sedang membuat adonannya, Kak Wawan memperkenalkan koki yang akan memasak nanti. Nama kokinya adalah Bu Sutipah.

Ketika sudah membuat 4 adonan bulat berisi gula jawa, kami diminta memasukkan adonan tersebut ke dalam panci. Setelah itu kami diminta untuk menunggu selama beberapa menit sambil beristirahat. Sebelum istirahat Kak Wawan, dan Kak Vanessa memberikan kami snack dan minuman. Lalu kamipun istirahat sampai kleponnya matang.

Setelah kleponnya matang, Bu Sutipah menaburi kleponnya dengan parutan kelapa. Karena kleponnya sudah jadi kami diminta untuk mencicipinya. Akhirnya kami diberi tempat kecil, dan tusuk gigi untuk mengambil kleponnya. Lalu kami berbaris untuk mengambil kleponnya. Saat saya mencicipinya, tetapi saya kurang menyukainya. Namun ada salah-satu kleponnya yang enak karena gula jawanya banyak.

Setelah mencicipi klepon, Kak Wawan, dan Kak Vanessa memperkenalkan dua koki, bernama Bu Yuni, dan Bu Eka. Lalu setelah itu Kak Wawan, dan Kak Vanessa pergi karena yang akan memperlihatkan cara membuat makanan selanjutnya adalah Bu Yuni, dan Bu Eka. Ternyata Bu Yuni, dan Bu Eka memperlihatkan cara membuat bandeng presto.

Bu Eka menunjukan cara membuat bandeng presto. Pertama Bu Eka memotong bandeng tetapi tidak sampai putus. Selanjutnya Bu Eka mengoleskan bumbu dibagian yang dipotong tadi. Lalu Bu Eka mengoleskan Bumbu lagi ke bagian luar bandengnya. Setelah itu Bu Eka memprestonya lagi di auto clave. Lalu tunggu selama 2-3jam. Setelah itu Bu Yuni memberi tahukan bahan-bahannya. Yaitu, bandeng, jahe, kunyit, air, bawang putih, dan garam.

Karena lama kami diminta untuk mencicipi yang sudah matang. Saat saya mencicipinya, saya sangat suka dengan bandengnya. Rasanya sangat enak. Setelah itu kami mencatat cara membuat klepon dan bandeng prestonya. Saat sudah selesai mencatat kami difoto perkelompok dan perkelas. Kemuadian kami menunggu pejemputan untuk pulang.

Hari kedua, tanggal 10 Januari 2023 kami melakukan kunjungan ke sekolah bertempat SMK St. Fransiskus di jalan Wolter Monginsidi. Saat saya sampai ke tempat itu saya langsung masuk bersama 2 teman saya. Saat sudah sampai di aulanya, kami di dampingi oleh Bu Astuti, Pak Yus, Pak Yohanes, dan Pak Damar. Dan di aula ada pemandu yang bernama Bu Vani. Bu Vani menjelaskan tentang sekolah SMK Fransiskus salah-satunya tentang jurusan di SMK tersebut. Setelah menjelaskan, kelompok saya akan diajari membuat batik terlebih dahulu.

Di sana dijelaskan cara menggunakan canting. Setelah itu perkelompok diberi gambar untuk dicanting. Lalu, setelah dicanting, kakaknya menawarkan cat. Tetapi kami tidak tahu mau warna apa. Akhirnya kakaknya membawakan warna merah, biru, dan kuning. Saat mengecat adalah bagian yang paling seru, Apalagi saat mencampurkan warnanya. Setelah di cat kami diminta untuk foto berkelompok sambil membawa gambarnya.

Setelah itu kami diberi ayam goreng, dan es teh untuk istirahat. Setelah istirahat kita lanjut ke ruangan lainnya, untuk belajar menjahit. Di sana kami diberi dua saya diajari oleh kakak-kakaknya, kakak-kakak yang ada di sana mengajari dengan sangat sabar. Dan lama-kelamaan aku bisa menjahit walaupun kurang rapi. Setelah menjahit kita bisa menghiasnya, dan bisa diberi gantungan kunci. Setelah selesai membuat gantungan kunci, kami langsung menunggu jemputan untuk pulang.

Hari ketiga, tanggal 11 Januari 2023 kami melakukan kegiatan wisata edukasi dilaksanakan di Maerakaca, PRPP Semarang. Saya tidak langsung ke Maerakaca karena, saya, dan teman-teman lainnya akan naik bus yang sudah disiapkan oleh sekolah. Sejujurnya saya sudah pernah ke sana cuman saya lupa.

Saat sudah sampai di Maerokaca kami di dampingi oleh Bu Astuti, Bu Dannis, Bu Yudith, Pak Yohanes, Pak Yus, Pak Frans, dan Pak Damar. Lalu kami berfoto perkelas dulu. Setelah kami berfoto, kami diberi tiket yang berbentuk gelang. Setelah itu kita masuk ke salah-satu rumah yang lumayan besar.

Di sana ada banyak pemandu yaitu, Kak Niko, Kak Clara, Kak Yeera, Kak Elsa, Kak Fira, Kak Asti, Kak Vincen, Kak Arga, dan Kak Imron. Kak Niko memperlihatkan air, dan garam jika dicampur lalu dimasukkan telur akan mengambang di air. Kak Niko menjelaskan bahwa itu karena kadar garam yang tinggi. Kemudian Kak Niko juga memperlihatkan ada barang yang dimasukkan ke botol air akan tenggelam, tetapi saat botolnya ditekan barang yang di dalam botol akan mengambang. Ternyata hal itu terjadi karena tekanan air. Setelah itu Kak Niko juga menunjukkan bahwa minuman bersoda jika dimasukkan mentos, akan berbusa.

Setelah Kak Niko menjelaskan hal itu, kakak-kakak di sana mengajak kami semua untuk membuat roket air. Pertama Kak Niko meminta kita untuk menyiapkan bahan-bahannya, yaitu plastisin, gunting, cutter, double tape, penggaris, isolasi, botol coca-cola, dan intra bort. Kedua kami diminta untuk mencampurkan semua warna plastisin. Lalu potong ¼ bagian atas 1 botol coca-cola. Kemudian masukkan plastisin yang sudah dicampur ke bagian atas botol coca-cola yang sudah dipotong. Setelah itu potong intra bort menjadi bentuk segitiga. Kemudian tempelkan ¼ bagian atas botol coca-cola yang sudah diisi plastisin ke bagian bawah botol coca-cola yang masih utuh, menggunakan solasi. Lalu belah satu sisi intra bort yang berbentuk segitiga. Dan yang terakhir tempelkan sisi intra bort yang sudah dibelah menggunakan solasi.

Setelah selesai membuat roket air, kelas saya dipandu oleh Kak Clara untuk melihat benda-benda yang unik. Di sana ada banyak sekali benda yang jarang ditemui. Setelah melihat-lihat benda-benda yang unik kami langsung kembali ke tempat sebelumnya, untuk naik bis kecil. Saat naik bis kecil kami bisa melihat bangunan-bangunan dari berbagai kota yang ada di Indonesia. Kemudian kami naik sebuah kapal kecil. Saat naik kapal kecil itu, kami melihat banyak sekali ikan-ikan yang lompat. Bahkan ada ikan yang sampai lompat ke kapalnya.

Kemudian setelah itu kami beristirahat. Saya, dan teman-teman saya mengantri untuk mendapat makanan dan minuman. Setelah beristirahat, kita diminta pergi. Tetapi saya tidak tau saat itu mau ke mana, ternyata kita diminta untuk menanam. Tetapi di sana panas sekali padahal saat itu saya sudah memakai topi tetapi tetap panas. Karena hal itu aku cepat-cepat ingin kembali. Akhirnya setelah panas-panasan saya bisa selesai menanam. Setelah selesai menanam, kami ada acara bebas. Setelah ada acara bebas kami pun langsung pulang menggunakan bis lagi.

Demikian hasil laporan Field Trip saya terima kasih.

-Violetta G.G. / VII E / 27

Kegiatan Luar Sekolah Kelas 7 Gabriel 7G/15

Kegiatan Luar Sekolah Kelas 7 Gabriel 7G/15

Gabriel Marcello 7G/15

            Tanggal 9 Januari 2023-11 Januari 2023, kelas 7 mengadakan Field Trip yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan wawasan terhadap nilai kehidupan, wirausaha, sosial, dan alam.

            Pada 9 Januari 2023, kelas 7D (15-28) – 7G pergi ke Dyriana, Jl. Pamularsih Raya No.70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148. Kegiatan diawali dengan pengenalan dengan pemandu Dyriana tim Bakery yaitu Kak Wawan dan Kak Vanessa. Selanjutnya, kami membuat klepon dari awal proses pembuatan adonan hingga direbus sampai matang dan berikutnya dibaluri dengan parutan kelapa. Rasanya pun enak manis dari gula jawa dan gurih dari parutan kelapa tercampur menjadi satu dan dimakan selagi hangat-hangatnya.

            Setelah mencoba klepon dilanjutkan oleh Bu Era dan Bu Verronica sebagai pemandu tim Bandeng Juwana. Kita dilihatkan proses masaknya ikan bandeng duri lunak. Untuk membuat bandeng duri lunak atau bandeng presto ini dibutuhkan alat bernama autoclave untuk memasaknya. Bandeng tersebut memakai bumbu yang terbuat dari bawang putih, garam, kunyit, dan jahe.

            Di Dyriana saya belajar pembuatan klepon dari awal sampai akhir. Saya juga belajar pembuatan bandeng duri lunak yang sering dimakan namun tidak pernah diliat proses pembuatannya,

            Pada 10 Januari 2023, siswa kelas 7D (15-28) – 7G pergi ke SMK St. Fransiskus Jl. Wolter Monginsidi No.22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117. Kegiatan pengenalan kita ditampilkan pentas dari ekstra band milik SMK St. Fransiskus. Pentas selanjutnya dari ekstra dance yang penampilannya sangat kece dan keren sekali. Saya juga kagum karena pembuatan kostum yang dibuat murid-murid SMK St. Fransiskus.

            Untuk pembagian kelompok saya ada di Fransiskus 4 yang kegiatan pertama ada sesi Kriya Kayu. Kita belajar teknik transfer picture di sebuah kayu kecil yang hasilnya menjadi gantungan kunci. Disini pengalaman ada ilmu yang saya pelajari adalah Teknik transfer picture tadi dan belajar untuk mencoba sabar dalam melaksanakan Teknik tadi. Setelah kegiatan ini, dilanjutkan istirahat terlebih dahulu untuk para siswa-siswi SMP MM untuk makan atau beristirahat terlebih dahulu.

            Kegiatan kedua, kelompok Fransiskus 4 pergi ke sesi membuat sablon baju. Kita mencoba menyablon baju satu per satu dengan bantuan dari pemandu-pemandu kita saat itu. Hasil dari sablonnya pun bagus walaupun ada beberapa titik yang kurang rapi tapi tidak apa-apa.

Di Kelompok perempuan Magdalena 3-4, mereka membuat gantungan kunci dengan cara menjahit yang hasilnya dapat dibawa pulang sendiri. Kegiatan lain dari Magdalena 3-4 adalah membatik. Saya tidak melihat proses kegiatan kelompok mereka, jadi tidak tau pasti ada kendala atau masalah apapun.

            Nah pada 11 Januari 2023, dari 7A-7G kita kumpul dulu di sekolah dan berangkat naik bis ke tempat terakhir Field Trip terakhir yaitu di Maerokoco, Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50144. Sesampainya disana kita pergi ke tempat seperti aulanya dulu sebagai pembukaan dari tim Maerokoco sendiri.

            Di aula tersebut kita ditampilkan percobaan seperti perbedaan telur rebus dan mentah saat diputar dan masih banyak lagi. Kemudian, di aula tersebut kelompok saya dan kelompok-kelompok lain membuat roket air menggunakan botol Coca Cola, plastisin, impraboard, solasi bening, double tip, gunting, cutter besar.

            Selanjutnya, siswa 7G naik kapal yang dipisah perempuan dan laki-laki. Sambil naik kapal, saya juga melihat pemandangan indah dari Maerokoco dan melihat ikan-ikan yang melompat seperti sedang menyambut kita saat di kapal tersebut. Sangat seru sekali melihat pemandangan indah walau di siang hari, sungguh pengalaman yang menarik bagi saya.

            Kita juga naik kereta mini yang keliling membawa kita ke sekitar Maerokoco yang terdapat tempat foto yang banyak. Selanjutnya, kita diberikan waktu untuk istirahat dan foto-foto. Banyak kelas lain ataupun kelas 7G sendiri yang meminjam sepeda listrik untuk keliling saat waktu tersebut.

            Setelah itu kita menanam bakau di sekitar perairan yang ada di Maerokoco. Karena masalahnya komunikasi, hampir satu kelas tidak memakai alas kaki karena dikira bakalan nyebur ke air saat itu untuk menanam bakau. Walaupun terlihat konyol tapi itu hal yang menarik dan pengalaman terngakak sejauh Field Trip kelas 7 ini.

            Dari Field Trip kelas 7 ini saya belajar banyak sekali. Dari yang mungkin belum tau sama sekali hingga tau satu persatu. Banyak pengalaman juga yang ada di Field Trip ini. Sarannya, saya harap bisa berangkat Bersama dengan bis dan pembagian bis yang rata dan bis yang lebih berkualitas.

Segitu aja sih

Bye!!!

Field Trip yang Sangat Menarik

Field Trip yang Sangat Menarik

Displaying IMG_20230111_083545.jpg

Halo! Perkenalkan nama saya adalah Peter. Saya berasal dari kelas 7G nomor 10. Saya dan teman-teman saya melakukan field trip ke empat tempat yang akan dijelaskan di artikel ini. Tujuannya adalah mempelajari berbagai hal yang ada di sana. Pasti kamu tertarik nih untuk mengunjungi empat tempat tersebut. Maka, simaklah pengalaman saya di bawah ini.

Senin, 9 Januari 2023, kami pergi ke Dyriana dan Bandeng Juwana. Mereka memiliki alamat yang sama, yaitu di Jl. Pamularsih Raya No.70. Jika dari Jalan Jend. Sudirman, ambil lajur kiri saat di awal flyover, lalu belok kiri, lalu lurus terus hingga di depan bangunan Sarana Pembangunan Jawa Tengah, lalu putar balik di situ, lalu maju sedikit. Kamu akan menemukan bangunannya.

Kami masuk melalui lift, karena kegiatannya berada di lantai tiga. Kami bermain di sana lalu berdoa. Kami harus membuat klepon. Klepon adalah jajanan pasar tradisional. Cara membuatnya adalah kita harus membuat adonan dari tepung ketan,  pewarna makanan pandan, dan air. Setelah itu, masukkan gula jawa ke dalam adonan, lalu buat adonan menjadi bola. Setelah itu, kami merebusnya dengan air hangat hingga mengapung, dan taburi klepon dengan parutan kelapa. Jadi deh, klepon yang asin ditambah manis yang sangat enak.

Setelah itu, ada makanan lagi nih. Tetapi sebelumnya, kami istirahat dan memakan bekal kami. Makanan kali ini adalah Bandeng Presto. Cara memasaknya adalah bandeng dioles dengan bumbu, kemudian dipotong. Setelah itu, goreng bandeng itu dengan waktu 1 hingga 3 jam. Setelah itu, bandeng itu diolesi dengan bumbu kuning dan jadilah bandeng presto yang menggiyurkan. Alasan mengapa kita mengunjungi tempat ini mungkin adalah mengenal makanan tradisional dan cara membuatnya

Selasa, 10 Januari 2023, kami pergi ke SMK St. Fransiskus di Jl. Wolter Mongonsidi no. 22. SMK ini masih di bawah naungan Yayasan Marsudirini, yayasan sekolah kita SMP Maria Mediatrix. Jika dari arah jalan arteri,  maka sekolah ini di sisi kanan jalan.

Kami berkumpul pada ruangan aula pada sekolah tersebut, berdoa, dan kami berkumpul ke ruangan K3R (Kriya Karya Kayu dan Rotan). Wah! Sungguh banyak kerajinan kayu dan mesin-mesin yang ada. Kami harus membasahi kertas yang telah ada teks bertuliskan “SMK ST Fransiskus Semarang” dengan hati di atas teksnya. Kami harus menghilangkannya dengan jari yang kita celupkan ke air. Lalu dielus-eluskan dengan jari kiri. Setelah itu teman saya mau dibuatkan huruf oleh kakak SMK.

Setelah itu, kami istirahat di depan ruangan K3R. Makanan yang telah disiapkan berupa ayam goreng. Saya sangat menyukainya. Karena istirahat yang terlalu panjang, saya pun mengelilingi sekolah.  Setelah istirahat selesai, kami melanjutkan pembelajaran kami.

Kali ini adalah menyablon baju. Kami dilihatkan proses sablon, dan sablon yang telah disiapkan disablon ke baju polos yang saya telah siapkan dan sablon itu bertuliskan “Fieldtrip Matrix 2023”. Setelah menyablon, kami dan teman-teman dipotret oleh Pak Damar, guru Bahasa Indonesia saya. Setelah itu, kami berdoa dan pulang.

Rabu, 11 Januari 2023, fiedtrip kali ini adalah yang paling seru. Mengapa? Karena kami pergi ke Grand Maerakaca. Grand Maerakaca merupakan tempat wisata edukasi yang  sangatlah besar. Isi dari tempat ini adalah anjungan dari daerah-daerah di Jawa Tengah dan ada juga kegiatan rekreasi. Grand Maerakaca terletak di Jl. Puri Anjasmoro. Kita dapat mengaksesnya dengan lewat Jalan Arteri Utara. Kami pergi ke sana dengan menaiki bis.

Setibanya di sana, kami berbaris dan masuk ke tamannya. Kami melihat Anjungan Blora sekilas, berjalan ke aula yang berada di Anjungan Kota Semarang. Kami berdoa, lalu melihat-lihat eksperimen- eksperimen yang ada. Setelah melihat eksperimennya, kelas-kelas dibagi apa yang mereka akan dilakukan. Kelas 7A dan 7B menaiki perahu daun, 7C dan 7D mengelilingi Grand Maerakaca, dan 7E, 7F, dan 7G membuat roket dengan regu pramuka. Karena saya dari kelas 7G, saya membuat roket bersama regu kami.

Momen ini adalah yang kami tunggui. Kami akan mengelilingi Grand Maerakaca. Mulai dari Anjungan Kendal, Anjungan Batang, Anjungan Pekalongan, miniatur Kali Comal, Anjungan Pemalang, Anjungan Tegal, Anjungan Brebes, Anjungan Banyumas, dan Anjungan Cilacap.

Di Anjungan Cilacap, terdapat banyak sekali mainan-mainan fisika. Saya pernah mencobanya saat di PRPP pada tahun 2017. Mulai dari katrol, generator listrik dengan gaya, sampai ruangan tak terhingga. Ruangan tak terhingga adalah yang paling menarik menurut saya. Sebenarnya itu menggunakan dua cermin yang saling berhadapan.

Setelah itu, kami melihat Anjungan Purbalingga, Anjungan Banjarnegara, Anjungan Wonosobo, Anjungan Magelang, Anjungan Salatiga, dan kembali.

Cuaca sangat cerah dam panas sekali; kami berkeliling di miniatur Laut Jawa dengan perahu daun. Banyak ikan yang melompat-lompat keluar dari air. Kata Pak Yo, wali kelas kami, kita bisa menangkap ikan tersebut, tetapi tidak ada satupun yang melakukannya.

Setelah mengarungi miniatur Laut Jawa dengan perahu daun, kami menaiki kereta untuk mengelilingi seluruh Grand Maerakaca. Banyak anjungan kabupaten yang saya jumpai.

Setelah itu, kami beristirahat di depan Anjungan Kendal dan memakan makanan yang telah disiapkan. Makanan dari sekolah berupa nasi goreng dengan telur dan naget di dalam rice bowl dengan sambal di dalamnya. Saya juga bawa Sari Roti, susu, dan pisang. Semuanya saya konsumsi.

Setelah istirahat, kami memiliki waktu luang. Seteah itu, kami menanam pohon bakau di pinggir miniatur Laut Jawa. Setelah itu, kami beli air putih di kantin, lalu kami pulang dengan bis.

21Sungguh menarik tempat-tempat yang kami kunjungi, terutama Grand Maerakaca. Saran saya adalah tempat-tempat harus menarik untuk dikunjungi. Sekian dan terima kasih dan mohon maaf kalau ada kesalahan tanda baca dan ejaan.

Cerita Fieldtripku

Cerita Fieldtripku

Selamat pagi/siang/sore/malam teman teman, selamat datang di artikel saya! Disini saya akan menceritakan tentang kegiatan luar sekolah kelas VII atau singkatnya fieldtrip yang diadakan tanggal 9-11 Januari 2023. Sebelum saya lanjutin, kalian penasaran ga sih tujuan fieldtrip ini diadakan? Aku kasih tau ya, tujuan fieldtrip ini diadakan adalah untuk meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap nilai-nilai sosial, meningkatkan wawasan terhadap dunia wirausaha, lingkungan sosial dan alam, dan memenuhi tugas dan menyusun laporan pembelajaran selama kegiatan di luar sekolah. Selama 3 hari ini kami berkunjung ke tiga lokasi berbeda, mau tau apa saja? Lokasi-lokasi yang kami kunjungi adalah Dyriana/Bandeng Juwana yang dikunjungi pada hari pertama oleh rombongan 2 dan dikunjungi pada hari kedua oleh rombongan 1, SMK St. Fransiskus yang dikunjungi oleh rombongan 1 pada hari pertama dan dikunjungi oleh rombongan 2 pada hari kedua, dan yang terakhir PRPP/Maerokoco yang akan dikunjungi secara bersamaan pada hari yang sama oleh seluruh anak kelas 7A – 7D. For your information aja, rombongan 1 isinya kelas 7A – 7D (Setengahnya) dan rombongan 2 isinya kelas 7D(setengahnya) – 7G. Aku sih baru pernah pergi ke PRPP ya.

Nah, aku ini adalah penduduk kelas 7F jadinya saya otomatis rombongan 2, jadi hari pertama rombongan 2 ke Dyriana/Bandeng Juwana (tempatnya jadi satu). Lokasi Dyriana/Bandeng Juwana ada di Jl. Pamularsih Raya no.70. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 9 Januari 2023. Kegiatan utama di Dyriana/Bandeng Juwana adalah membuat klepon dan melihat proses pembuatan bandeng. Disana kita bertemu oleh kakak kakak dan ibu ibu yang akan memandu kita dalam membuat klepon dan bandeng. Kakak – kakak dan ibu – ibu yang menjadi pemandu kita dalam mebuat klepon adalah kak Wawan, kak Vanessa, dan bu Isti. Yang menjadi pemandu kita saat melihat proses pembuatan bandeng adalah bu Eva, bu Yuni dan mbak Sutipah. Dari informasi yang kita dapatkan dari kakak – kakak dan ibu – ibu pemandu saat membuat klepon, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat klepon adalah:

– Panci

– Piring

-Tusuk Gigi/Sendok

-Tepung ketan

-Tepung tapioca

-Parutan Kelapa

-Pewarna makanan

-Gula jawa

-Air

Setelah pemandu menyebutkan alat dan bahan, kita akan disuruh untuk cuci tangan sebelum memulai membuat klepon supaya tetap higienis. Setiap kelompok diberi adonan dan gula jawa untuk mebuat klepon nya. Berikut cara membuat klepon :

1. Campur tepung ketan, tepung tapioca, dan air lalu aduk sampai menjadi adonan

2. Tambahkan pewarna makanan kepada adonan

3. Pipihkan adonan

4. Taruh gula jawa ditengah adonan

5. Tutupi gula jawa dengan adonan dan bentuk adonan menjadi bulat

6. Rebus klepon selama 30 menit/ sampai klepon melambung keatas

7. Tutupi klepon dengan parutan kelapa

8. Klepon sudah jadi!!

Saat sambil menunggu klepon selesai di rebus, kita akan istirahat. Saat klepon sudah selesai direbus dan sudah dilapisi parutan kelapa, kita boleh langsung memakan klepon. Nah, saat kita sudah selesai memakan klepon, kita akan dipandu oleh pemandu yang beda dari pemandu saat membuat klepon. Yang jadi pemandu saat melihat proses pembuatan bandeng adalah bu Eva, bu Yuni, dan mbak Sutipah. Kita diajak oleh pemandu untuk maju kedepan untuk melihat proses pembuatan bandeng. Alat dan bahan untuk membuat bandeng menurut bu Eva, bu Yuni, dan mbak Sutipah adalah:

-Autoclave

-Lengser

-Garam

-Kunyit

-Jahe

-Bawang putih

 Apakah kalian tau? Autoclave yang digunakan sebagai alat pemasakkan bandeng ini merupakan alat medis yang dimodifikasi menjadi alat masak lho! Nah sekarang sudah tahu kan alat dan bahan yang digunakan? Sekarang untuk cara membuat bandeng seperti berikut:

1. Buatlah bumbu bandeng terlebih dahulu dengan menghaluskan bawang putih dan garam dengan cara dicampur. Kunyit untuk pewarna dan potongan jahe supaya bau bandeng tidak amis.

2. Isi autoclave dengan air lalu masukkan potongan jahe.

3. Masukkan lengser ke dalam autoclave supaya bandeng tidak terkena air.

4. Belah bandeng menjadi dua bagian .

5. Masukkan bandeng kedalam autoclave.

6. Masak bandeng selama 2 ½ jam sampai 3 jam.

7. Olesi bandeng yang sudah dimasak dengan bawang putih dan garam yang sudah dicampur supaya ada rasanya dan olesi dengan kunyit.

8. Bandeng presto sudah jadi!!

Kegiatan di Dyriana/Bandeng Juwana sudah selesai nih, seru banget sih kegiatannya. Salah satu objek yang menarik perhatian ku adalah alat autoclavenya, karena alatnya dimodifikasi oleh Dyriana/Bandeng Juwana sendiri! Mau aku ceritain gak pengalaman ku pas di SMK St. Fransiskus ?? Yuk lanjut baca artikel nya!

Nah, udah pada tahu kan rombongan 2 hari keduanya mau kemana? Benar! Kita akan pergi ke SMK St. Fransiskus pada tanggal 10 Januari 2023 yang ada di Jl. Wolter Monginsidi no.22 dimana kita disana akan melakukan praktek membuat hiasan tata busana dan membatik untuk putri dan untuk putra menyablon dan mengukir kayu. Kelompok putra dan putri dibagi menjadi 2 lagi, kelompok putra ada 2 kelompok, yaitu Fransiskus 3 dan Fransiskus 4. Untuk putri ada 2 kelompok, yaitu Magdalena Daemen 3 dan Magdalena Daemen 4. Untuk rombongan 2 kelompoknya angka 3 dan 4 karena 1 dan 2 ada di rombongan 1. Karena aku perempuan, aku mengikuti kegiatan membatik dan membuat hiasan tata busana. Kelompok Magdalena Daemen 3 akan membatik terlebih dahulu dan kelompok Magdalena Daemen 4 membuat hiasan tata busana. Aku adalah anggota kelompokk Magdalena Daemen 4

Sebelum kita memulai kegiatan, kita disambut oleh Bu Stefanie dan kakak kakak dari extra dance SMK St. Fransiskus dengan tarian yang meriah yang dilanjut oleh Bu Yohanna memimpin doa pagi. Saat sudah selesai doa pagi, kita akan pergi ke ruangan untuk prakteknya. Kegiatan pertama untuk Magdalena Daemen 4 akan membuat hiasan tata busana nih, hiasan yang akan dibuat adalah gantungan kunci dan jepitan rambut yang dijahit dan diisi dengan dakron. Ibu pemandu saat membuat hiasan tata busana adalah bu Agnes dan kakak kakak dari SMK St. Fransiskus. Kita boleh membuat lebih dari satu gantungan kunci/jepitan rambut lho! Kita juga boleh menghias gantungan/jepitan sesuka kita misalnya dengan inisial dan mata boneka lho! Setelah kita selesai membuat gantungan kunci/jepitan rambut, kita akan istirahat terlebih dahulu.

Setelah kita selesai istirahat, kita akan lanjut membatik, kita dipandu oleh kakak kakak SMK St. Fransiskus yang cantik cantik dan baik banget!! Disana kita disuruh untuk membentuk kelompok yang isinya ada 5 orang, setelah itu kita diajari cara membatik dengan pak Robertus. Saat menggarisin gambar yang sudah dibuat oleh kakak kakaknya susah banget karena malamnya terus netes dan susah buat ngegarisi dengan rapi dengan canting. Tapi saat proses mewarnai nya sangat seru!!! Setelah kita selesai membatik kita akan foto bersama dan foto secara kelompok. Yahhh selesai sudah deh kegiatan di SMK St. Fransiskus, padahal seru banget! Sekarang yuk baca ceritaku di Maerokoco PRPP!

Nah, kita ke Maerokoconya beda dari 2 hari sebelumnya, kita akan berangkat pakai bis secara bersamaan dari sekolah. Kita mulai berangkat dari sekolah jam 7:30 dan sampai di Maerokoco sekitar jam 8:15. Saat kita sudah sampai di Maerokoco, kita bertemu dengan kakak kakak pemandu yang menunjukkan Science show. Science show yang ditunjukkan adalah simulasi air laut mati dimana air garam dengan kandungan garam yang tinggi bisa mengapungkan objek yang ditaruh di air garamnya, Cartesian diver yang digunakan kapal selam untuk naik dan turun dengan tekanan air, meniup balon menggunakan cuka dan soda yang dicampur yang menghasilkan gas karbon dioksida, lalu yang terakhir coca cola + mentos yang akan mengeluarkan air dengan tekanan yang tinggi karena tekanan yang terkumpul di botol coca-cola yang tertutup.

 Setelah science show dari kakak-kakak pemandu selesai, kelas 7 dibagi menjadi 2 bagian lagi, kelas 7A-7D akan pergi jalan jalan ke kunjungan cilacap melihat alat peraga sains, menaiki kereta, dan menaiki perahu. Selagi kelas 7A-7D jalan-jalan, kelas 7E-7G akan membuat roket air. Menurut kakak pemandu inilah alat dan bahan dan cara membuat roket air:

-Botol coca-cola 1500 ml x 2

-plastisin 150 gr (3x3x5 cm)

-isolasi/lakban bening lebar 2 cm

-cutter besar

-gunting

-penggaris

-Double tape 1 roll

-Impraboard

Cara membuat roket air:

1. Potong botol 1/3

2. Bulat-bulatkan plastisin lalu masukkan ke bagian botol yang ada mulut botolnya dan rapikan

3. Belah impraboard secara diagonal, dan menjadi 2 bagian berbentuk segitiga

4. Taruh kepala botol ke bagian bawah botol yang masih utuh, rekatkan menggunakan lakban

5. Belah salah satu garis (garis yang ada kotak kotaknya) segitiga intraboard

6. Tempelkan impraboard tadi di bagian bawah roket

7. Rekatkan ujung-ujung sirip impraboard dengan lakban

Setelah kita membuat roket air, ketua kelompok pramuka akan maju kedepan untuk mengumpulkan roket airnya. Sebelum dikumpulkan roket air diberi nama kelompok. Setelah kita membuat roket air, kita pergi keluar keliling Maerokoco. Salah satunya pergi ke kunjungan Cilacap melihat alat peraga sains. Setelah melihat alat peraga sains kita pun pergi menaiki kereta mengelilingi Maerokoco. Dalam mengelilingi Maerokoco dengan kereta kita bisa melihat banyak rumah adat lho! Nah, setelah kita selesai menaiki kereta, kita akan pergi menaiki kapal dimana kita bisa melihat ikan bandeng yang lompat! Ada ikan bandeng yang lompat ke bahu ku dan bikin aku kaget, sayangnya aku gak sempat nangkep bandengnya. Setelah kita selesai menaiki perahu, kita akan istirahat dan setelah kita istirahat kita akan kumpul untuk menanam pohon mangrove. Setelah kita selesai menanam pohon mangrove kita bisa free time dimana kita bisa bebas melakukan kegiatan yang kita mau di Maerokoco seperti menyewa motor mini untuk keliling Maerokoco. Setelah kita selesai free time kita akan kumpul di aula untuk doa pulang.

Tentunya banyak hal yang menarik di kegiatan fieldtrip ini, misalnya: Dyriana, membuat klepon, SMK St. Fransiskus, membatik, dan Maerokoco menaiki perahu dan melihat ikan bandeng yang melompat.

Dan tentu akan ada pembelajaran yang kita dapatkan, seperti cara membuat klepon, cara membuat bandeng, cara membatik, cara membuat hiasan, dan science show.

Saranku untuk kegiatan luar sekolah ini adalah alat transportasi di hari ketiga ditingkatkan lagi kualitas nya karena saat pulang murid² kepanasan

Demikian artikel ini sudah selesai, terima kasih sudah mau membaca artikel ku!! Saya Evelyne Mirra Audriana VII F/10 selaku penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika ada kata kata yang tidak berkenan.

Berikut dokumentasi saat fieldtrip:

    

Fieldtrip Kelas 7

Fieldtrip Kelas 7

Hai semua, pada hari Senin, 9 Januari 2023 – Rabu, 11 Januari 2023, siswa-siswi kelas 7 mengadakan kegiatan diluar sekolah.
          Tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah meningkatkan rasa apresiasi, meningkatkan wawasan peserta didik dalam dunia usaha, memenuhi tugas penyusunan laporan dalam tugas.
Pada hari pertama, yaitu Senin, 9 Januari 2023. Aku di Dyriana atau Bandeng Juana. Disana kita anak kelas 7 diajarkan bagaimana cara membuat klepon yang benar dan baik yang dipandu oleh Kak Vanessa dan Kak Wawan. Kemudian, melihat cara membuat bandeng presto yang dipandu oleh Bu Yuni, Bu Eva, dan Mbak Sutipah. Pendirinya Bandeng Juana adalah Dr. Daniel Nugroho Setiabudhi. Pendamping kita ada Pak Yo, Pak Yus, Bu Astuti, Pak Damar, dan Miss Niken. Bahan-bahan membuat klepon adalah air, tepung ketan, pewarna, gula jawa, dan parutan kelapa. Cara membuatnya adalah masukan tepung ketan, lalu masukan pewarna kedalam air. Setelah itu masukan air yang sudah diberi pewarna ke dalam wadah yang sudah berisi tepung ketan. Aduk hingga merata. Setelah adonan tercampur dengan rata bentuk bulat-bulat kemudian ditengahnya diberi gula jawa yang sudah disiapkan. Setelah dibentuk bulat-bulat. Siapkan panci berisi air, dan tunggu hingga mendidih. Jika sudah mendidih, klepon bisa dimasukkan kedalam panci. Masak hingga klepon mengapung, kemudian angkat dan diberi parutan kelapa.
Pada sesi kedua, kita belajar cara pembuatan bandeng duri lunak. Hal-hal yang perlu kita siapkan untuk membuat bandeng presto adalah bumbu dan alat. Bumbu-bumbu yang perlu kita siapkan adalah bawang putih, garam, kunyit, dan jahe. Sedangkan alat yang perlu kita butuhkan adalah autoclave. Cara memasaknya adalah bandeng dicuci terlebih dahulu. Setelah dicuci, bandeng dipotong di tengah-tengah. Kemudian buka bandeng yang sudah dipotong tadi, oleskan bumbu bawang putih, garam, dan air kunyit sedikit yang sudah dicampur. Setelah di oleskan, masukan bandeng tadi kedalam autoclave dan diberikan kunyit dan air sedikit agar tidak terlihat pucat. Kemudian tunggu sampai 2,5-3 jam. Setelah itu, bisa dibuka. Mau dimakan setelah itu juga bisa, tetapi jika mau digoreng juga bisa.

 

 

Dihari kedua, aku ke SMK Fransiskus, yang berada di Jl. Wolter Monginsidi No.22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117. Pada saat aku sampai, aku diarahkan ke aula SMK Fransiskus. Disana ada penampilan dari kakak-kakak yang mengikuti ekstra band dan akustik, kemudian ada sambutan dan kita berdoa terlebih dahulu. Setelah itu, kita menyaksikan penampilan dance dari kakak-kakak SMK. Disana, kita dibagi menjadi 4 kelompok. Yaitu Fransiskus 3 dan Fransiskus 4 untuk yang cowok. Sedangkan yang cewek yaitu kelompok Magdalena Daemen 3 dan Magdalena Daemen 4. Kegiatan pertamaku yaitu diajarkan cara menjahit. Awalnya susah haha, karena benar-benar harus teliti. Tapi lama-kelamaan jadi biasa. Aku membuat love dan jepitan rambut. Setelah itu kita diberi waktu istirahat. Kita dikasih ayam goreng dan es teh manis. Enak. Setelah selesai makan, jangan lupa cuci tangan. Kemudian kita mengambil tas, dan berpindah tempat untuk belajar cara membatik. Disana kita diajarkan bagaimana memegang canting yang benar, kemudian cara membatik yang benar. Dari kiri ke kanan, dari bawah ke atas. Awalnya sedikit kaku, karena tidak terbiasa. Setelah selesai, kita lanjut mewarnai. Kalau sudah selesai semuanya, kita diberi waktu luang. Aku dan teman-temanku berjalan mengelilingi SMK Fransiskus. Sedangkan yang cowok, diajarkan cara mengukir kayu dan menyablon baju.

 

 

Dihari ketiga, Aku ke Maerokoco, kali ini berbeda, karena kita bersama-sama naik bis dari sekolah. Sampai disana, panas pol rek. Sebelum dimulai, kita foto-foto dulu dong hahaha, kenang-kenangan. Kemudian, aku ambil tiket dan masuk. Setelah masuk, kita diarahkan ke aula Maerokoco, disitu kita diajarkan tentang sains. Yang memasukan permen mentos kedalam coca cola, lalu baking soda yang bisa membuat balon mengembang, kemudian botol yang didalamnya terdapat benda dan diisi air, kemudian jika botolnya dipencet maka bedanya akan turun, dan jika tidak, maka bendanya akan naik kembali. Kemudian, kita berkumpul diregu masing-masing untuk membuat roket air. Setelah itu, kita diajak keliling Maerokoco, melihat beberapa kota/kabupaten yang berada di Jateng (Jawa Tengah). Panas, karena kita jalan kaki. Ada mainannya disana. Seru pol. Kita juga disana naik perahu dan kereta. Waktu naik perahu, ikannya melompat sampai ke kapalku wow. Setelah selesai naik perahu, kita kembali ke daratan. Kita dapet makan disana. Makannya itu nasi goreng, telur, nugget, dan ada timun. Dikasih roti sama air juga. Abis makan, kita kembali ke aula untung menanam tumbuhan, tapi kelasku nyeker hahaha kepanasan, kl kata Gwen kayak ikan soalnya kita lompat-lompat nggak jelas. 
Setelah itu, kita dikasi waktu luang sampe jam 1 an. Aku sama temen-temenku naik sepeda listrik disana, 25k cuman 15 menit. Aku naik sama Gwen, tapi Gwen malah nyesatin. Akhirnya kepisah dari temen-temenku yang lain. Tapi akhirnya ketemu lagi.
Setelah itu kita disuruh kumpul lagi di aula untuk penutupan. Setelah selesai penutupan, kita balik untuk kembali ke bis masing-masing. Diperjalanan ke parkiran bis, panas banget. Setelah sampai di bis, masih panas haha, tapi nggak papa. Diperjalanan dari Maerokoco kembali ke sekolah panas banget.
Kita sampai di sekolah sekitar jam 2-an. Setelah itu, kita pulang ke rumah masing-masing.

 

 

 

 

 

Kesan kesan saya selama Field Trip adalah seru, tapi panas. Tapi asik, karena menambah pengalaman dan juga bisa menambah pengetahuan. Tempat favoritku di Maerokoco, karena ada sepeda listriknya, walaupun panas tapi seru.

Aku dan Field Trip Kala Itu

Aku dan Field Trip Kala Itu

  Seperti yang kita ketahui dari kegiatan pembelajaran di sekolah, selain melakukan aktivitas belajar di kelas, terdapat juga beberapa sekolah yang menerapkan konsep studi lapangan atau yang biasa disebut dengan Field Trip ini. Field trip merupakan suatu istilah yang memiliki arti studi lapangan yang dilakukan oleh para peserta didik untuk belajar dan melakukan trip menuju luar lapangan sekolah. Nah pada 9 Januari – 11 Januari 2023 peserta didik SMP Maria Mediatrix kelas 7 mendapat kesempatan untuk melaksanakan program luar sekolah, dalam bentuk fieldtrip. Fieldtrip kali ini akan mengunjungi 3 tempat, yaitu ada Dyriana Bakery, Bandeng Juwana, SMK St. Fransiskus dan Maerokoco.

  Eh eh.., kegiatan field trip kali ini juga memiliki latar belakang dan tujuan yang nggak kalah penting loh. Jadi bukan hanya untuk refreshing atau kata anak jaman sekarang sih ”healing” semata lohh! Berikut adalah latar belakang dari fieldtrip kali ini: 

1. Meningkatkan apresiasi Peserta didik terhadap nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

2. Meningkatkan kecintaan Peserta didik terhadap nilai-nilai budaya Indonesia.

3. Meningkatkan wawasan Peserta didik terhadap dunia usaha, lingkungan sosial dan alam.

4. Memenuhi tugas praktik penyusunan laporan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan ekstra kurikuler jurnalistik.

  Nah.. gak mungkin juga kan kalau 199 peserta didik kelas 7 berkunjung ke 1 tempat wisata secara bersamaan. Jadi pada kegiatan kali ini kelas 7 dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 terdiri dari peserta didik kelas 7A, 7B, 7C dan 7D nomer absen 1-14, lalu kelompok 2 terdiri dari peserta didik kelas 7D nomer absen 15-28, 7E, 7F dan 7G. Tentunya agar tidak terlalu berkerumun pada tempat yang akan dikunjungi, para bapak ibu guru sudah menentukan bahwa kelompok 1 pada tanggal 9 Januari 2023 berkunjung terlebih dahulu ke SMK St. Fransiskus dan Kelompok 2 pada tangga 9 Januari 2023 berkunjung terlebih dahulu ke Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana. Begitupun dengan tanggal 10 Januari 2023, kelompok 1 berkunjung ke Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana, lalu kelompok 2 berkunjung ke SMK St. Fransiskus. Barulah pada tanggal 11 Januari 2023 seluruh peserta didik kelas 7 bersama-sama berkunjung ke Maerokoco.

   Sekarang, ayo dengarkan cerita-cerita ku selama 3 hari mengikuti fieldtrip kelas 7 SMP Maria Mediatrix! Dikarenakan aku duduk dibangku kelas 7F, maka aku tergabung pada kelompok 2. Hari Senin tanggal 9 Januari 2023 adalah hari pertama fieldtrip, nah karena aku tergabung pada kelompok 2. Maka pada hari pertama ini aku berkunjung ke salah satu pusat oleh oleh di Semarang, yaitu Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana. Tempat ini bisa dibilang cukup jauh dari lokasi aku tinggal, sekitar 14 km dari rumah ku untuk bisa sampai ke Dyriana Bakery. Sebelum nya aku belum pernah ke sana, melewati jalan menuju lokasi itu saja jarang. Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana ini terletak di satu gedung yang luas dan memiliki 3 lantai, lokasi nya ada di Jl. Pamularsih Raya No 70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tenggah 50148. Bersebrangan dengan Pizza Hut, Indomaret dan juga Apotek lohh!

  Kegiatan kami dimulai pk. 08.00 WIB. Begitu jam menunjukan pk. 08.00 WIB, kami semua dipersilahkan masuk ke suatu ruangan yang cukup luas dengan tembok berwarna putih. Di sana kami juga sudah disediakan meja bulat yang dikelilingi oleh 7-9 kursi. Kami duduk sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan, kelompok ku terdiri dari 9 orang yaitu ada Nathania, aku, Anne, Netty, Caca, Cindy, Magno, Abigail dan Tannia. Walaupun mayoritas dari kami bersembilan itu 7G dan hanya aku dan Nathania yang dari 7F, tetapi itu tidak menghalangi kami untuk bisa bekerjasama dengan baik.Oh iya, dalam fieldtrip kelompok 2 pada hari Senin, 9 Januari 2023 ini juga memiliki guru pendamping yang baik hati dan juga asik lohh, ada Pak Damar, Bu Astuti, Pak Yus, Pak Yo dan juga Miss Niken.

  Kegiatan kami dalam sesi 1 diawali dengan doa yang dipimpin oleh waketos kami yaitu Dhoni dari 7D lalu dilanjutkan dengan ice breaking yang berupa senam ayam dan juga keseimbangan otak kanan dan kiri. Pembuatan klepon pada sesi 1 ini kami dipandu oleh kakak-kakak dari Dyriana yaitu ada Kak Wawan dan Kak Vanessa. Sebelum masuk dalam pembuatan klepon kami diberi waktu 1 menit oleh Kak Wawan untuk membuat nama kelompok lalu memilih 1 anak untuk menjadi perwakilan kelompok, nama dari kelompok ku adalah daisy dan yang menjadi perwakilan kelompok adalah aku.

  Setelah satu demi satu kelompok memberitahukan nama dari kelompok nya, kami secara bergantian pergi ke wastafel untuk mencuci tangan. Setelah semua sudah mencuci tangan, kak Wawan memanggil perwakilan kelompok untuk maju ke depan untuk membuat adonan klepon. Aku mendapatkan bagian untuk menuangkan tepung dan air ke dalam baskom. Sebenarnya masih banyak step nya, kalian penasaran nggak? Ayo aku beri tahu! Sebelum membuat sesuatu pastilah kita membutuhkan bahan-bahan untuk membuat produk yang akan dibuat, jadi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat klepon adalah

• Tepung ketan

• Pewarna makanan warna hijau

• Air panas atau air biasa (bedanya jika kita menggunakan air panas maka proses merebus akan lebih cepat, dan jika menggunakan air biasa maka proses akan lebih lama)

• Gula jawa (isian dari klepon bebas)

• Kelapa parut

Bahan-bahan nya sangat simpel dan mudah dicari bukan? Nah, setelah kita menyiapkan bahan-bahan nya ayo kita langsung masuk dalam cara membuatnya! Pertama-tama cuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu masukan tepung ketan ke dalam baskom atau wadah. Sisihkan terlebih dahulu tepung yang sudah dituang ke dalam wadah, siapkan air dan campurkan dengan pewarna makanan hijau sampai warna air terlihat hijau pekat. Lalu tuangkan air yang sudah berwarna hijau ke dalam baskom berisikan tepung ketan, masukan air ke dalam tepung sedikit demi sedikit dan aduk sampai menjadi kalis. Lalu mulailah membulat-bulatkan adonan, jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil juga. Setelah menjadi bulat seperti bola, tekan bagian tenggah adonan untuk tempat isian gula jawanya, sebelumya iris gula jawa menjadi kecil-kecil. Lalu kembali bentuk adonan menjadi bulat. Setelah jadi, rebus klepon di air mendidih, tanda bahwa klepon sudah matang adalah dia akan mengapung ke atas. Step terakhir baluri klepon yang suda direbus tadi dengan parutan kelapa. Klepon siap untuk dimakan! Bagaimana? Mudah bukan cara membuat klepon?

  Setelah klepon sudah siap untuk dimakan, kak Wawan dan kak Vaness mempersilahkan seluruh peserta didik untuk mengambil klepon yang sudah kami buat, masing-masing anak mendapatkan 4 biji klepon. Sesi 1 berakhir, kami diberi sedikit waktu untuk beristirahat, kami juga dibagikan tas berwarna jingga yang berisikan air mineral gelas, puding dan juga roti pisang coklat.

  Sebelum aku lanjut untuk bercerita tentang sesi 2, aku juga ingin menceritakan pengalamanku di sesi 1 ini. Yaitu membuat dan memakan klepon bersama kakak-kakak dari Dyriana Bakery di Dyriana Bakery. Pengalaman yang saya dapatkan di Dyriana bakery adalah saya bisa mengetahui cara dan proses pembuatan klepon. Juga itu adalah pertama kali saya membuat klepon, kalau hanya memakan sih sering. Juga tadi pada saat sesi icip-icip saya mengambil 4 klepon, 3 klepon ukuran sedang dan I klepon ukuran besar. Pada saat saya mencicipi klepon ukuran sedang ada I klepon yang tidak berisikan gula jawa, dan 2 klepon yang gula jawanya hanya sedikit dan hampir tidak berasa gula jawanya. Ets… tetapi berbeda dengan I klepon dengan ukuran jumbo yang saya ambil, tidak hanya menang di ukuran tetapi isian dari klepon yaitu gula jawanya tidak kalah royal, loh….. Padahal pada saat aku membuat, aku membuat 4 klepon dengan ukuran besar dan gula jawa yang banyak.

  Istirahat berakhir, kami melanjutkan kegiatan kami di sesi kedua ini. Sebelum sesi kedua dimulai, tentunya kami melakukan ice breaking terlebih dahulu. Ice breaking yang kami lakukan adalah ice breaking hentak kaki kanan, hentak kaki kiri, hentak tangan kanan dan hentak tangan kiri. Kami melakukan hal ini secara bertahap, mulai dari gerakan lambat hingga ke gerakan sangat cepat. Nah.. pada sesi kedua kali ini kami dipandu oleh ibu ibu dari Bandeng Juwana Erlina, diantaranya ada bu Yuni, bu Eka dan bu Sutipah. Oh ya.. pada sesi kali ini kami akan melihat proses pembuatan bandeng duri lunak, sebelum masuk ke dalam proses pembuatan, bu Yuni menunjukan dan menjelaskan tentang alat untuk pembuatan bandeng duri lunak, alat yang digunakan adalah autoclave. Sebenarnya alat ini adalah alat medis untuk mensterilkan barang, tetapi di bandeng juwana erlina ini mereka memodifikasi nya menjadi alat untuk mempresto.

  Setelah bu Yuni menjelaskan tentang autoclave, langsung kami melihat cara pembuatan bandeng duri lunak ini. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat bumbu bandeng duri lunak sangatlah sederhana dan mudah dicari, bahan-bahan nya ada jahe, bawang putih, kunyit dan garam. Proses pembuatannya, pertama-tama siapkan terlebih dahulu panci autoclave dan isi dengan secukupnya air yang sudah dicampurkan dengan jahe, lalu baru lapisi dengan besi pemisah. Tujuan adanya air jahe di dasar panci adalah agar uap yang dihasilkan beraroma jahe dan bisa mengurangi bau amis. Yang kedua, bandeng dibelah menjadi 2 diusahakan jangan sampai putus. Lalu sisi dalam bandeng diberi bumbu perasa, setelah itu di tata bandeng yang sudah diberi bumbu perasa di dalam autoclave. Cara menata bandeng di dalam autoclave adalah dengan cara berlapis, jadi autoclave mempunyai besi pemisah dan pipa yang berbentuk tabung dan kecil. Jadi kita tata terlebih dahulu bandeng-bandeng nya lalu berikan sedikit ruang untuk meletakan pipa tabung, nah baru kita letakan besi pemisah nya, lakukan hal tersebut sampai autoclave penuh. Tujuan dari cara berlapis ini adalah supaya autoclave bisa memuat banyak bandeng dalam sekali masak dan bandeng tidak saling tindih-menindih. Nah.. ayo kita lanjutkan lagi ke tahap berikutnya. Setelah di masukan ke dalam autoclave bagian luar atau kulit bandeng diolesi dengar bumbu pewarna secara merata. Setelah autoclave sudah penuh dengan bandeng yang sudah ditata dan dibumbui tutup autoklave dengan penutup dan kunci supaya tidak meledak. Tunggu hingga matang dan bandeng duri lunak siap untuk dimakan! 

  Setelah kami melihat proses pembuatan bandeng duri lunak, kami dipersilahkan untuk mencicipi bandeng duri lunak dari Bandeng Juwana Erlina. Begitulah kegiatan fieldtrip SMP Maria Mediatrix hari pertama kami di Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana Erlina. Oh ya.. aku juga ingin bercerita tentang pengalamanku selama mengikuti sesi kedua ini. Pengalaman yang saya dapatkan di Bandeng Juana adalah saya bisa menyaksikan dan mengetahui secara langsung cara pembuatan bandeng duri lunak, juga pada saat di sana saya sempat mencicipi bandeng yang jadi. Menurut saya itu enak tetapi agak sedikit amis dan agak keasinan.

  Sebenarnya Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana Erlina itu masih satu pabrik yang sama, juga pendiri yang sama. Pendiri dari Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana Erlina adalah Alm. Dr. Daniel Nugroho Setiabudhi dan istri nya Alm. Ida Nursanty Dra, Apth.

  Hal yang menarik perhatian saya saat berkunjung ke Dyrina Bakery dan Bandeng Juwana Erlina adalah waktu saya saya pergi ke wastafel untuk mencuci tangan saya melewati suatu ruangan yang mungkin itu adalah salah satu tempat produksi. Di situ saya melihat mereka memasaknya masih menggunakan kayu. Aroma yang tercium dari ruangan sungguh sedap. Saya rasa mereka sedang memasak makanan yang asin dan gurih. Dyriana bakery dan Bandeng Juwana Erlina ini memiliki gedung dengan 3 lantai yang berukuran luas. Pantas saja kalau mereka memiliki gedung dengan kapasitas yang bisa menampung orang banyak. Karena Dyriana bakery dan Bandeng Juwana Erlina merupakan salah satu pusat oleh-oleh di kota Semarang yang cukup terkenal. Di sana juga ada beraneka macam jajanan, roti, dan pastinya makanan khas kota Semarang juga Bandeng duri lunak. Mereka memiliki 2 akses untuk turun naik dari lantai I ke lantai 2 dan sebaliknya, akses berupa tangga dan juga lift. Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana Erlina ini juga memiliki beberapa outlet yang tersebar di wilayah Semarang.

  Ayo kita lanjutkan untuk hari kedua field trip kali ini! Pada hari kedua, kelompok 2 bergantian dengan kelompok 1. Jadi pada hari kedua ini kelompok 2 berkunjung ke SMK St. Fransiskus dan kelompok 1 berkunjung ke Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana Erlina.

  Sekolah Menengah Kejuruan ini berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi No.22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117. Lokasi ini bisa dibilang sangatlah dekat dari lokasi tempat tinggal ku, hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk aku bisa sampai ke SMK St. Fransiskus dan aku hanya menempuh jarak 5,2 km untuk sampai ke SMK St. Fransiskus. Sebelumnya saya sudah pernah ke SMK St. Fransiskus untuk mengikuti lomba mewarnai, sekitar tahun 2016 dan pada waktu itu saya mendapat juara harapan 3. Jadinya saya juga tidak terlalu asing dengan sekolah ini.

  Saat saya sampai ke SMK St. Fransiskus, saya disambut oleh kakak-kakak dari SMK St. Fransiskus. Saya juga diarahkan untuk menuju ke ruangan untuk kami apel, ruangan apel kami berada di lantai 2, ruangan apel kami memiliki ukuran yang sangat luas dan terdapat mimbar di dalam nya. Pk. 07.45 kegiatan kamipun dimulai, tentunya kegiatan kami diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan menyaksikan tampilan dari ekstrakurikuler band dari SMK St. Fransiskus. Lalu salah satu dari ibu guru di SMK St. Fransiskus menjelaskan tentang jurusan-jurusan yang ada di SMK St. Fransiskus, juga menjelaskan tentang segala ekstrakurikuler yang ada di SMK St. Fransiskus. Apel pagi kamipun diakhiri dengan penampilan dari ekstrakurikuler dance SMK St. Fransiskus.

  Lalu kami berkumpul dengan kelompok yang sudah ditentukan oleh bapak/ibu guru. Kami dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu ada kelompok Fransiskus 3, Fransiskus 4, Magdalena Daemen 3 dan Magdalena Daemen 4. Aku tergabung dalam kelompok Magdalena Daemen 4. Antara anak laki-laki dan perempuan juga memiliki kegiatan yang berbeda, anak laki-laki melakukan kegiatan berupa menyablon baju dan juga mengukir kayu dan yang perempuan melakukan kegiatan berupa menjahit dan juga membatik. Di sini kami per kelompok bergantian dalam melakukan kegiatan, kelompok Magdalena Daemen 3 di sesi 1 melakukan kegiatan membatik berbeda dengan kelompok Magdalena Daemen 4 yang sesi 1 melakukan kegiatan menjahit.

  Pada sesi 1 saya sebagai kelompok Magdalena Daemen 4 melakukan kegiatan berupa menjahit. Di sana kami didampingi oleh ibu guru dan kakak-kakak dari SMK St. Fransiskus, diantarnya ada ibu Agnes, Bu Diah, kak Amanda, kak Kanaya dan masih banyak lagi. Kami diajari bagaimana cara menjahit yang benar, walaupun kali ini kami hanya menjahit untuk produk kecil yaitu jepit dan gantungan kunci, tetapi itu sudah sangat melatih kesabaran saya ini. Saya sangat senang pada sesi ini karena saya bisa mendapatkan pengalaman baru dan berkreativitas dalam menghias jepitan dan gantungan kunci.

  Setelah sesi 1 berakhir, kami diberi waktu untuk beristirahat. Kami juga diberi konsumsi berupa ayam, nasi dan es teh, aku pun langsung memakannya bersama dengan teman-temanku. Setelah makanan kami habis, ternyata waktu untuk istirahat masih terisa cukup banyak. Jadilah aku, Nessa, Chika, Nathania dan juga Charissa jalan-jalan sebentar untuk mengelilingi SMK St. Fransiskus.

  Waktu utuk beristirahat habis, kami kembali ke ruangan saat menjahit untuk mengambil tas dan setelah itu pergi menuju ruangan untuk membatik. Ya.. kami tiba di sesi 2, yaitu membatik. Di sini kami didampingi oleh bapak Rubertus, kak Eva, kak Jesica, kak Mayrose, kak Jeanny dan juga kak Olivia. Sebelum memulai untuk membatik kami dijelaskan terlebih dahulu oleh pak Robertus mengenai cara memegang dan menggunakan canting yang benar dan juga cara membatik. Di sini pak Robertus berkata bahwa cara membatik yang benar adalah dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Setelah pak Robertus selesai menjelaskan, kamipun perkelompok diberi 1 kompor yang berisi lilin dan canting, juga kanvas yang sudah diberi gambar bunga. Kelompok ku terdiri dari aku, Nessa, Chika, Nathania dan juga Charissa, di sini tidak ada satupun dari kami yang berpengalaman membatik menggunakan lilin. Jadi kami membuat sebisa kami, walaupun banyak lilin yang tumpah di kanvas yang tidak berpola. Setelah kami selesai untuk menutupi pola dengan lilin, kami masuk ke dalam tahap pewarnaan. Kami diberi cat warna biru, ungu, hijau dan kuning, kami juga diberi 2 kuas. Karena kelamaan menggunakan kuas secara bergantian kami memutuskan untuk beberapa dari kami mengecat menggunakan tangan, dan akhirnya punya kelompok ku selesai. Kami selesai paling awal lohh, keren kan! Ya walaupun hasilnya kurang memuaskan, tetapi tidak apa-apa nama nya juga belajar. Kami tetap senang karena pada saat pembuatan batik tersebut kami mengerjakannya secara bersama-sama, juga saling bercanda dan ketawa-ketawa.

  Karena kami sudah selesai melakukan kegiatan sesi 2, dan ternyata masih banyak sisa waktu yang kami miliki. Akhirnya kakak-kakak yang mendampingi kami selama membatik pun mengajak kami untuk berkeliling dan melihat suasana kelas di SMK St. Fransiskus. Salah satu ruangan yang kami kunjungi adalah laboratorium komputer, dan ternyata lab. Komputer itu sedang dipakai oleh kakak-kakak dari jurusan multimedia untuk praktek membuat gambar 3D. Kami diberi ijin untuk masuk ke laboratorium Komputer oleh guru penjaga yang sedang menjaga kelas tersebut. Saya melihat sekilas hasil karya dari kakak-kakak yang sedang praktek, dan saya sedikit terkejut. Karena hasil karya yang mereka buat sangatlah bagus-bagus, aplikasi yang mereka gunakan sepertinya juga asing bagi saya.

  Waktu sudah menunjukan Pk. 11.55, kami dipanggil oleh pak Rubertus untuk foto bersama dengan hasil karya per kelompok. Sesudah itu kami semua pulang ke rumah masing-masing.

  Hari Rabu, tanggal 11 Januari 20223 tiba. Hari ini adalah hari terakhir field trip untuk kelas 7, sekaligus juga puncak dari field trip kami. Entah mengapa pada hari itu perasaanku sangat senang dan bersemangat, karena pikiranku membayangkan betapa serunya kegiatan hari itu nanti. Hari ini kami berkunjung ke Grand Maerokoco yang berlokasi di BRT PRRP Semarang, Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50144. Aku yakin kalian pasti sudah tidak terlalu asing dengan tempat ini, karena tempat ini adalah salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di kota Semarang. Khusus untuk hari ini, sekolah menyediakan bus untuk kami berangkat bersama-sama ke Maerokoco. Jadi pada Pk. 06.50 kami sudah harus sampai dan berkumpul di sekolah, setelah pembiasaan pagi kamipun berkumpul di selasar kantin. Untuk field trip hari ini berbeda dengan kemarin, karena kami tidak lagi dibagi menjadi kelompok 1 maupun kelompok 2, kami dari 7A-7G bersama-sama berangkat dan berkunjung ke tempat yang sama. Setelah kami semua berkumpul di selasar kantin, bapak dan ibu guru menyampaikan beberapa informasi tentang kegiatan kami pada hari itu, dan dilanjutkan dengan doa. Setelah doa kami dipersilahkan untuk masuk ke bis yang sudah ditentukan, 1 bis untuk 1 kelas. Nah,, saya sangatlah merasa bersyukur karena menurut saya bis yang dinaiki oleh 7F adalah bis yang paling bagus dan memiliki ac yang sejuk. Walaupun di bis kami itu tidak bisa request lagu dan hanya lagu dangdut yang ada, jadi dengan sedikit terpaksa kami mendengarkan lagu dangdut.

  Setelah sampai di grand Maerokoco, kami baris terlebih dahulu di depan bus kami parkir. Lalu kami diarahkan oleh Bu Dannis untuk masuk ke pintu masuk, tetapi sebelum masuk kami terlebih dahulu berfoto bersama. Setelah berfoto-foto kami masuk dan menuju ke anjungan Jawa Tengah yang dipandu oleh kak Imron. Kami mengawali kegiatan kami dengan berdoa yang dipimpin oleh kak Niko. Setelah doa, kak Niko mulai memperkenalkan kakak-kakak dari grand Maerokoco yang akan mendampingi kami selama berkegiatan di sana. Ada kurang lebih 8 kakak-kakak yang mendampingi kami selama berkegiatan di grand Maerokoco, ada kak Niko, Kak Imron, kak Clara, kak Veera, kak Elsa, kak Esti, kak Vincent dan kak Arga.

  Kegiatan awal kami adalah menyaksikan sciences show yang dipandu oleh kak Niko. Kak Niko menunjukkan cara tentang membedakan telur rebus dan telur mentah dengan cara diputar, lalu menunjukkan bahwa dengan menambahkan garam ke air maka massa jenis air akan meningkat, lalu kak Niko juga menunjukkan tentang percobaan atesian yaitu percobaan untuk mengetahui tekanan air. Kak Niko juga menunjukkan cara meniup balon tanpa menggunakan mulut, yaitu dengan cara menggunakan mulut botol dan menggunakan pencampuran cuka dan soda kue, hal itu bisa terjadi karena cuka memiliki sifat asam dan soda kue memiliki sifat basa. Yang terakhir, yang paling seru nih.. yaitu kak Niko memasukan mentos ke dalam minuman soda dan botol tidak ditutup dan tutup botol hanya dilubangi, alhasil air yang keluar lewat lubang tersebut sangatlah kencang dan tinggi sampai-sampai air nya tersembur kemana-mana. Setelah kak Niko selesai menunjukan sciences show nya, kami dibagi menjadi 3 kelompok. Yaitu kelompok 1 terdiri dari kelas 7A dan 7B, lalu kelompok 2 yang terdiri dari kelas 7C dan 7D, lalu yang terakhir kelompok 3 terdiri dari kelas 7E, 7F dan 7G.

  Nah.. aku tergabung di kelompok 3 dan kegiatan awal kami adalah membuat roket air, tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuatnya. Karena menurut saya cara membuatnya lumayan mudah, caranya adalah 

1. Potong 1/3 bagian botol.

2. Bulat-bulatkan plastisin dan masukkan ke bagian botol yang ada mulutnya. Lalu rapikan dan padatkan.

3. Belah impraboard secara diagonal sehingga menjadi 2 bagian berbentuk segitiga.

4. Taruh kepala botol ke bagian bawah botol yang masih utuh, rekatkan menggunakan lakban.

5. Belah salah satu sisi dari impraboard yang sudah berbentuk segitiga. Belah sisi yang terdapat jaring-jaring kotak nya.

6. Tempelkan impraboard tadi di bagian bawah badan roket.

7. Rekatkan ujung-ujung sirip (impraboard) dengan lakban.

Setelah roket air ini jadi dan jika ingin dicoba isi botol bagian bawah yang tidak ada plastisinnya dengan air.

   Setelah membuat roket air kami diajak oleh kak Imron untuk pergi ke anjungan Cilacap, jarak antara anjungan Semarang ke anjungan Cilacap cukup jauh apa lagi kami berjalan kaki. Ternyata terdapat alat peraga yang cukup banyak dan bervariasi di anjungan Cilacap itu, diantaranya ada katrol, ruang tanpa batas, harpa atap, bola listrik, halilintar, menara honai dan masih banyak lagi. Tentunya berbeda alat peraga juga berbeda cara kerjanya, banyak sekali alat peraga yang mungkin tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

  Setelah meninggalkan anjungan Cilacap kami melanjutkan ke kegiatan kami yang berikutnya. Yaitu ada berkeliling Taman Mini Jawa Tenggah menggunakan kereta, kelas 7F berangkat menggunakan kereta secara bersamaan. Tentunya kami masih dalam awasan dan dipandu oleh kak Imron. Sambil berkeliling, kami melihat-lihat sekitar jalan yang kami lewati. Kami banyak sekali melihat anjungan-anjungan daerah di Jawa Tenggah, mulai dari Anjungan Kabupaten Pati, Anjungan Kabupaten Batang, Anjungan Kabupaten Banjarnegara, Anjungan Kabupaten Banyumas, Anjungan Kabupaten Pemalang dan masih banyak lagi.

  Setelah kami berkeliling satu putaran di Taman Mini Jawa Tenggah menggunakan kereta, sekarang kami akan menaiki perahu untuk mengelilingi danau yang ada di Maerokoco. Saat kami menunggu giliran untuk menaiki perahu, tiba-tiba ada anak 7G yang keluar dari kapal sambil membawa bandeng yang berukuran besar. Ternyata pada saat kita naik kapal dan sudah berada di tenggah, akan banyak ikan bandeng yang meloncat-loncat dan jika bandeng itu masuk ke dalam kapal siapapun yang berani menangkap boleh mengambil dan membawa pulang bandeng itu. Giliran kami untuk menaiki kapal, saya sengaja duduk di paling depan untuk bisa mendapatkan view yang bagus, kami berkeliling sambil melihat pemandangan sekitar, sangatlah seru. Saat kami menaiki kapal kami juga melihat pengunjung Grand Maerokoco yang lain, ada juga loh yang berpacaran hehhehe. Kapal kamipun sudah menempuh 1 putaran, akan tetapi kami belum mendapati ikan yang meloncat. Jadi kak Imron meminta kepada bapak supir kapal untuk berputar 1 kali lagi, saat sudah di tengah danau mulailah 1 ikan meloncat, lalu disusul oleh ikan-ikan yang kain. Sebenarnya ada 1 ikan yang meloncat di depan ku, karena aku tidak berani menangkapnya jadi ikan itu kembali sendiri ke air. Sudah 2 kali putaran dan kamipun turun, sesaat kami turun dari kapal kami diberi makanan berat berupa nasi goreng, telur, nugget dan tidak lupa air mineral gelas. Setelah mendapatkan makanan tersebut kamipun duduk di salah satu anjungan yang ada di dekat anjungan Semarang, aku sudah lupa nama anjungan itu. Karena istirahat juga sudah dimulai kamipun makan.

  Waktu untuk beristirahat sudah habis, kamipun kembali melanjutkan kegiatan kami. Kegiatan kami yang terakhir adalah menanam mangrove, saat perjalanan menuju ke lahan untuk menanam mangrove sangatlah panas, karena matahari yang terik berada di atas kami. Saat menanam mangrove aku tidak berlama-lama di lahan itu karena aku sudah tidak kuat karena panas. Sesudah menanam saya bersama teman-teman yang lain segera kembali ke tempat di mana bapak dan ibu guru berada.

  Kegiatan sesudah menanam mangrove adalah acar bebas, jadi kami dipersilahkan untuk membuka hp dan foto-foto di sana. Banyak anak yang menyewa otoped untuk mengelilingi Maerokoco. Tetapi saya tidak seperti itu, saya lebih memilih untuk berjalan di area tracking hutan mangrove bersama sahabat saya sejak TK yaitu Helsaa. Di sana kami juga sempat berfoto-foto sampai-sampai tidak terasa waktu untuk jam bebas berakhir.

  Kamipun kembali ke anjungan kota Semarang, sebelum pulang kami mengucapkan terimakasih kepada kakak-kakak yang sudah mendampingi kami selama berkegiatan yang diwakilkan oleh Pak Damar. Kami menutup kegiatan kami pada hari itu dengan doa penutup. Setelah itu kami langsung menuju ke parkiran bus dan memasuki bus yang sama seperti saat berangkat tadi pagi untuk perjalanan pulang dan kembali ke SMP Maria Mediatrix. Untung saja pada saat perjalanan pulang kami tidak didengarkan lagi lagu dangdut. Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya kami sampai di SMP Maria Mediatrix dengan selamat.

Berakhir sudah field trip kami selama 3 hari ini. Terimakasih sudah membaca artikel saya ini sampai selesai, sampai jumpa 👋