Sejarah SMP Maria Mediatrix

Berdirinya SMP Marsudirini Maria Mediatrix Semarang berawal dari keprihatinan akan keterbelakangan pendidikan kaum perempuan pribumi. Para suster Franziscan van Heythusyen (OSF) memprakarsai sekolah-sekolah untuk mencerdaskan kaum perempuan pribumi.
Tanggal 21 Juni 1909 dibangunlah Frobelscholl dan Meer Uitgebre Lagere Onndwijs ( MULO) yang berlokasi di Bojong yang sekarang menjadi Jalan Pemuda Semarang. Frobelscholl sekarang ini menjadi TK Cor Jesu dan Meer Uitgebre Lagere Onndwijs (MULO) menjadi SMP Marsudirini Maria Mediatrix.
Perkembangan karya pendidikan menuntut terpenuhinya fasilitas penunjang. Maka dibelilah sebidang tanah di Bangkong yang sekarang menjadi Jalan Mataram 908. Kompleks Bojong dijadikan asrama bagi peserta didik. Tanggal 3 Juni 1910 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung di Bangkong. Gedung biara dansekolah dirancang oleh seorang arsitek Belanda Tuan Plaggen.
Tanggal 1 Juni 1911 para suster OSF pindah ke kompleks Bangkong. Sehari kemudian, 2 Juni 1911 gedung biara dan sekolah diberkati oleh Pastur Hoevenaars SJ. 15 September 1911 MULO asuhan para suster OSF mendapat pengakuan dan subsidi dari pemerintah pusat Hindia
Belanda di Batavia. Untuk memberi identitas sekolah maka pada 1 Agustus 1927 MULO tersebut diberi nama Maria Mediatrix.
Maria Mediatrix dipilih sebagai pelindung sekolah agar rahmat Allah dapat tercurah melalui perantaraan Bunda Maria kepada seluruh anggotanya. Pendudukan Jepang atas Hindia Belanda berdampak pada penutupan dan penyitaan aset milik pemerintah Belanda.
MULO Maria Mediatrix tidak lepas dari efek tersebut. 27 Februari 1942, MULO Maria Mediatrix Bangkong ditutup. Ketika pendudukan Jepang di Hindia Belanda berakhir MULO Maria Mediatrix kembali dibuka. Namun penutupan sekolah, kembali terjadi pada saat perang kemerdekaan pada tahun 1949 dan dibuka kembali pada tahun 1951. Pada tahun 1952 Pemerintah Republik Indonesia memberi subsidi kemudian tanggal 5 Juli 1954 SMP Marsudirini Maria Mediatrix dibadanhukumkan.
Pelaksanaan pemberian status hukum berlangsung setelah Yayasan Marsudirini Pusat terbentuk, yaitu 4 Juli 1954. SMP Marsudirini Maria Mediatrix mulai mendapat izin untuk menyelenggarakan ujian sendiri pada tahun 1978.
Tahun 1986 sekolah mendapat status disamakan. MULO Maria Mediatrix yang pada awal pendiriannya hanya dikhususkan untuk siswi perempuan, namun pada tahun 1989 menerima siswa putra.
Dalam upaya meningkatkan mutu sekolah, Yayasan Marsudirini membangun gedung baru. 19 November 2007 dimulailah peletakan batu pertama oleh Rm. Mikael Walidi MSF. Gedung baru terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama dan kedua digunakan untuk ruang kelas, sedangkan lantai tiga sebagai ruang laboratorium. Gedung baru tersebut diberkati oleh Rm. Fransiskus Asisi Eka Yuantara MSF pada tanggal 8 Oktober 2008 dan tanggal 9 Oktober 2008 mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Tanggal 14 Februari 2009, gedung biara yang telah direnovasi diberkati oleh Rm. Petrus Santoso Panca Prasetyo MSF.
Untuk menunjang proses belajar mengajar, dibangunlah Gedung Aula kompleks Bangkong, yang diberkati dan diresmikan oleh Mgr. Johanes Pujasumarto Pr. pada hari Selasa, 10 Mei 2011. Selain itu dibangun juga lapangan Olah raga dan sarananya yang berlokasi di Jalan Kompol Maksum.
Untuk pesta nama sekolah diperingati setiap tanggal 8 Mei yang dalam kalender liturgi merupakan pesta nama Maria Pengantara segala rahmat (Maria Mediatrix). SMP Marsudirini Maria Mediatrix di bawah Yayasan Marsudirini terus berupaya mencerdaskan masyarakat melalui karya pendidikan sehingga melahirkan generasi yang diharapkan akan menjadi agen pembaharu di tengah masyarakat.