Sejarah Perjalanan
SMP Maria Mediatrix

Mencerdaskan masyarakat melalui karya pendidikan sejak 1909

🌱
21 Juni 1909

Awal Mula di Bojong

Didorong keprihatinan atas keterbelakangan pendidikan perempuan pribumi, para suster OSF mendirikan Frobelscholl dan MULO (sekarang SMP Maria Mediatrix) di Bojong (kini Jl. Pemuda).

🧱
1910 - 1911

Pindah ke Bangkong

  • 3 Jun 1910: Peletakan batu pertama di Bangkong oleh arsitek Tuan Plaggen.
  • 1-2 Jun 1911: Suster OSF pindah & pemberkatan gedung oleh Pastur Hoevenaars SJ.
  • 15 Sep 1911: MULO mendapat pengakuan & subsidi pemerintah pusat Hindia Belanda.
🕊️
1 Agustus 1927

Identitas "Maria Mediatrix"

MULO resmi diberi nama Maria Mediatrix sebagai pelindung sekolah, memohon rahmat Allah melalui perantaraan Bunda Maria. Pesta nama dirayakan setiap tanggal 8 Mei.

⚔️
1942 - 1951

Masa Perang & Kemerdekaan

27 Feb 1942: Sekolah ditutup akibat pendudukan Jepang. Sempat dibuka kembali paska penjajahan, namun ditutup lagi pada masa perang kemerdekaan (1949). Sekolah resmi beroperasi kembali secara penuh pada tahun 1951.

⚖️
1952 - 1954

Yayasan Marsudirini

Mendapat subsidi dari Pemerintah RI (1952). Pada 5 Juli 1954, SMP Marsudirini Maria Mediatrix resmi dibadanhukumkan di bawah naungan Yayasan Marsudirini Pusat (terbentuk 4 Juli 1954).

🎓
1978 - 1989

Perkembangan Status & Siswa Putra

Mendapat izin menyelenggarakan ujian sendiri (1978) dan meraih status Disamakan (1986). Awalnya dikhususkan bagi perempuan, sejak 1989 sekolah mulai menerima siswa putra.

🏫
2007 - 2008

Gedung Baru Tiga Lantai

19 Nov 2007: Peletakan batu pertama oleh Rm. Mikael Walidi MSF.
8 Okt 2008: Gedung diberkati oleh Rm. Fransiskus Asisi Eka Yuantara MSF dan mulai digunakan sehari setelahnya.

🏆
2009 - 2011

Pengembangan Fasilitas

Renovasi biara selesai diberkati pada 14 Feb 2009. 10 Mei 2011, Gedung Aula diresmikan oleh Mgr. Johanes Pujasumarto Pr, seiring dengan pembangunan lapangan olahraga di Jl. Kompol Maksum.

Sejarah SMP Maria Mediatrix

Berdirinya SMP Marsudirini Maria Mediatrix Semarang berawal dari keprihatinan akan keterbelakangan pendidikan kaum perempuan pribumi. Para suster Franziscan van Heythusyen (OSF) memprakarsai sekolah-sekolah untuk mencerdaskan kaum perempuan pribumi.
Tanggal 21 Juni 1909 dibangunlah Frobelscholl dan Meer Uitgebre Lagere Onndwijs ( MULO) yang berlokasi di Bojong yang sekarang menjadi Jalan Pemuda Semarang. Frobelscholl sekarang ini menjadi TK Cor Jesu dan Meer Uitgebre Lagere Onndwijs (MULO) menjadi SMP Marsudirini Maria Mediatrix.
Perkembangan karya pendidikan menuntut terpenuhinya fasilitas penunjang. Maka dibelilah sebidang tanah di Bangkong yang sekarang menjadi Jalan Mataram 908. Kompleks Bojong dijadikan asrama bagi peserta didik. Tanggal 3 Juni 1910 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung di Bangkong. Gedung biara dansekolah dirancang oleh seorang arsitek Belanda Tuan Plaggen.
Tanggal 1 Juni 1911 para suster OSF pindah ke kompleks Bangkong. Sehari kemudian, 2 Juni 1911 gedung biara dan sekolah diberkati oleh Pastur Hoevenaars SJ. 15 September 1911 MULO asuhan para suster OSF mendapat pengakuan dan subsidi dari pemerintah pusat Hindia
Belanda di Batavia. Untuk memberi identitas sekolah maka pada 1 Agustus 1927 MULO tersebut diberi nama Maria Mediatrix.
Maria Mediatrix dipilih sebagai pelindung sekolah agar rahmat Allah dapat tercurah melalui perantaraan Bunda Maria kepada seluruh anggotanya. Pendudukan Jepang atas Hindia Belanda berdampak pada penutupan dan penyitaan aset milik pemerintah Belanda.
MULO Maria Mediatrix tidak lepas dari efek tersebut. 27 Februari 1942, MULO Maria Mediatrix Bangkong ditutup. Ketika pendudukan Jepang di Hindia Belanda berakhir MULO Maria Mediatrix kembali dibuka. Namun penutupan sekolah, kembali terjadi pada saat perang kemerdekaan pada tahun 1949 dan dibuka kembali pada tahun 1951. Pada tahun 1952 Pemerintah Republik Indonesia memberi subsidi kemudian tanggal 5 Juli 1954 SMP Marsudirini Maria Mediatrix dibadanhukumkan.
Pelaksanaan pemberian status hukum berlangsung setelah Yayasan Marsudirini Pusat terbentuk, yaitu 4 Juli 1954. SMP Marsudirini Maria Mediatrix mulai mendapat izin untuk menyelenggarakan ujian sendiri pada tahun 1978.
Tahun 1986 sekolah mendapat status disamakan. MULO Maria Mediatrix yang pada awal pendiriannya hanya dikhususkan untuk siswi perempuan, namun pada tahun 1989 menerima siswa putra.
Dalam upaya meningkatkan mutu sekolah, Yayasan Marsudirini membangun gedung baru. 19 November 2007 dimulailah peletakan batu pertama oleh Rm. Mikael Walidi MSF. Gedung baru terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama dan kedua digunakan untuk ruang kelas, sedangkan lantai tiga sebagai ruang laboratorium. Gedung baru tersebut diberkati oleh Rm. Fransiskus Asisi Eka Yuantara MSF pada tanggal 8 Oktober 2008 dan tanggal 9 Oktober 2008 mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Tanggal 14 Februari 2009, gedung biara yang telah direnovasi diberkati oleh Rm. Petrus Santoso Panca Prasetyo MSF.
Untuk menunjang proses belajar mengajar, dibangunlah Gedung Aula kompleks Bangkong, yang diberkati dan diresmikan oleh Mgr. Johanes Pujasumarto Pr. pada hari Selasa, 10 Mei 2011. Selain itu dibangun juga lapangan Olah raga dan sarananya yang berlokasi di Jalan Kompol Maksum.
Untuk pesta nama sekolah diperingati setiap tanggal 8 Mei yang dalam kalender liturgi merupakan pesta nama Maria Pengantara segala rahmat (Maria Mediatrix). SMP Marsudirini Maria Mediatrix di bawah Yayasan Marsudirini terus berupaya mencerdaskan masyarakat melalui karya pendidikan sehingga melahirkan generasi yang diharapkan akan menjadi agen pembaharu di tengah masyarakat.