Kegiatan luar sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan juga kreativitas para peserta didik SMP Maria Mediatrix. Sehingga para peserta didik SMP Maria Mediatrix dapat berkarya sesuai dengan apa yang mereka minati dan dapat membawa kreativitas itu ke dalam lingkungan masyarakat.Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9-11 Januari 2023. Yang bertepatan pada hari Senin-Rabu. Tempat yang saya kunjungi pada tanggal 9 Januari 2023 adalah Dyriana, Bandeng Juwana Jl. Pamularsih Raya No. 70, Bongsari. Tempat yang dikunjungi pada tanggal 10 Januari 2023 adalah SMK St. Fransiskus Jl. Wolter Monginsidi No. 22, Pedurungan. Tempat yang dikunjungi pada tanggal 11 Januari 2023 adalah Grand Maerokoco Jl. Tawangsari.Sebelum melakukan trip ini saya pernah mengunjungi Maerokoco. Pada saat itu saya berkunjung bersama keluarga. Di sana kita dapat melihat berbagai macam rumah adat, melihat berbagai macam alat-alat sains, dan berkeliling menggunakan kereta/perahu yang disediakan dari pihak Grand Maerokoco.Yang menjadi pemandu di Bandeng Juwana pada sesi pembuatan klepon adalah kak Wawan, kak Vanessa, Bu Isti. Yang menjadi pemandu saat sesi membuat bandeng presto adalah Bu Yun, Bu Eva, mbak Sutipah. Pada lokasi pertama ini kita diajak untuk membuat klepon dan melihat secara langsung bagaimana pembuatan bandeng presto. Ketika membuat klepon kita membutuhkan tepung ketan, air, pewarna makanan, juga gula jawa untuk isiannya. Dalam pembuatan klepon langkah pertama yang harus dilakukan adalah memasukkan tepung pada wadah, campurkan air dengan pewarna makanan (secukupnya), setelah itu campurkan air ke dalam wadah yang berisi tepung dan uleni hingga adonan kalis, jika sudah bentuk adonan menjadi bulat dan beri lubang di tengahnya guna memasukkan gula jawa dan rapatkan sehingga adonan berbentuk bulat kembali, rebus klepon hingga mengapung, jika sudah mengapung angkat klepon dan lumuri dengan kelapa yang telah diparut dan dikukus. Menurut saya klepon tersebut sangat enak, namun sayangnya banyak klepon yang tidak ada isinya. Yang kedua kami juga diajak untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan bandeng presto. Ketika membuat bandeng presto kita membutuhkan ikan bandeng, bawang putih, kunyit, jahe, air (secukupnya). Dalam pembuatan bandeng presto langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat auto clove, belah ikan bandeng menjadi dua bagian namun jangan sampai putus, olesi bagian dalam ikan bandeng dengan bawang putih, garam, air, dan lumuri bagian luar bandeng presto dengan kunyit dan air agar bandeng tidak terlihat pucat, masukkan bandeng yang sudah diolesi ke dalam auto clove dan tata hingga auto clove penuh (jangan lupa diberi sekat tiap layernya), presto bandeng sela 2-3 jam, jika sudah angkat bandeng dari auto clove, ikan bandeng sudah matang namun jika ingin diolah lagi/digoreng boleh saja.Pemandu di SMK St. Fransiskus pada sesi membatik adalah Pak Rubertus, kak Olivia, kak Jeanny, kak Mayrose, kak Eva, kak Jessica. Yang menjadi pemandu saat sesi tata busana adalah Bu Agnes, Bu Diah, Kak Amanda, kak Kanaya. Pada lokasi kedua ini kita di ajak untuk membatik, membuat gantungan kunci sendiri dan itu sangat menyenangkan. Ketika ingin membatik kita membutuhkan cating, malam, pensil,pewarna, kain. Yang harus dilakukan adalah membuat pola terlebih dahulu pada kain (tetapi pada saat field trip kami sudah mendapatkan kain yang berpola), jika sudah selesai membuat pola panaskan malam pada kompor, tebali pola yang dibuat menggunakan malam, jika sudah tunggu hingga malam mengering, lalu diberi warna. Kegiatan yang kedua kami diajak ke kelas tata busana. Di situ kami ajak untuk membuat gantungan kunci dari kain flanel. Dalam membuat gantungan kunci kamu membutuhkan kain flanel, benang, jarum, gunting, dan dakron untuk isiannya. Kakak yang membimbing di kegiatan kedua ini sangat sabar dan seru. Sehingga kegiatan paling menarik pada hari kedua saat sesi menjahit. Selain kakaknya yang baik dan sabar, kami juga dapat menghasilkan gantungan kunci sendiri. Walaupun pada saat membatik lumayan susah, tetapi kegiatan di SMK St. Fransiskus sangat menyenangkan.Pemandu di Grand Maerokoco adalah kak Nicho, kak Clara, kak Elsa, kak Fira, kak Asti, kak Ava, kak Yuli, kak Alda, kak Vincent. Pada lokasi ketiga ini kita di ajak untuk membuat roket air, berkeliling Maerokoco menggunakan kereta, perahu, melihat peralatan sains, dan kita juga diajak untuk menanam tanaman mangrove. Yang menarik menurut saya pada lokasi ketiga ini, kita dapat berkeliling Maerokoco dengan menggunakan perahu dan kereta yang disediakan di sana. Dan juga ada yang mendapatkan ikan bandeng. Karna di pertengahan naik perahu, perahu dibuat berputar sehingga ikan bandeng pada melompat-lompat dan juga ada yang masuk ke dalam perahu. Namun kegiatan membuat roket air tidak sampai situ, pada hari Jumat 13 Januari 2023 kita meluncurkan roket yang telah dibuat di Grand Maerokoco di sekolah. Di Maerokoco kita juga di ajak untuk melakukan berbagai eksperimen.Saran untuk kegiatan ini semoga ke depannya pada saat kegiatan hari pertama dan kedua dapat berangkat bersama dari sekolah menggunakan transportasi bis.
Hai semuanya, perkenal kan aku Violetta Clara Sembiring dipanggil Vio, ini adalah artikel ku, aku akan menceritakan kegiatan ku saat fieldtrip kelas 7.
Pada hari Senin tanggal 9-1-2023, hari pertama kita pergi ke Dyriana yang terletak di Bandeng Juwana, Jln. Pamulrasih Raya No 70, Semarang.
Sampai di sana, kita di dampingi oleh beberapa bapak ibu guru dan pendamping yang ada di Dyriana. Nama-nama pendamping di Dyriana yaitu Kak Wawan, Kak Vanessa, Bu Isti, Bu Eva, dan Bu Yuni.
Tujuan kegiatan luar sekolah ini adalah pertama untuk mengapresiasi peserta didik, kedua meningkatkan pengetahuan peserta didik di bidang usaha, dan untuk memenuhi isi laporan dalam pembelajaran.
Saat di Dyriana aku merasa sangat senang karena aku belum pernah datang ke Dyriana, di sana kita diajari membuat klepon secara berkelompok, kita di pandu bagaimana cara membuatnya oleh pendamping dan kita bisa memakan klepon yang sudah kita buat bersama.
Yang paling menarik bagi saya di Dyriana adalah saat membuat klepon karena saya sebelumnya belum pernah membuat klepon.
Pembelajaran yang saya dapatkan saat di Dyriana adalah saya mengetahui bagaimana cara membuat klepon dan bandeng presto.
Selanjutnya pada Hari Selasa tanggal 10-1-2023, hari kedua fieldtrip kita pergi ke SMK St. Fransiskus yang terletak di Jln Wolter Monginsidi No 22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Sebelumnya saya juga belum pernah ke tempat ini, tetapi SMK ini tampak besar dan luas.
Di sana juga terdapat pendamping yaitu Bu Stefani, Bu Agnes, Bu Diah, Kak Kelda dan kakak-kakak pendamping lainnya.
Pada awal-awal, kita diminta untuk masuk ke dalam aula dengan barisannya masing-masing dengan rapi. Di aula ada pertunjukan dance dan menyanyi dari kakak-kakak SMK.
Setelah itu kita diajak untuk membatik, kita di pandu oleh kakak-kakak perempuan yang ada di SMK, kita diberi malam untuk memberi garis tepi, setelah selesai memberi garis tepi dengan malam, kita mewarnai dengan cat air yang diberi kan oleh kakak-kakak pemandu.
Setelah membatik kita menjahit, pemandunya saat menjahit ada Bu Agnes, Bu Diah, dan Bu Kelda. Kita diajarkan cara menjahit gantungan kunci dan membuat jepet dari kain flanel, kita bisa membuat sebanyak banyaknya yang kita mau, setelah selesai menjahit kita boleh memberi hiasan pada jahitan yang kita hasilkan.
Yang paling menarik bagi saya di SMK St. Fransiskus adalah saat menjahit, karena hasil yang sudah kita jahit bisa kita bawa pulang dan itu adalah pertama kali saya menjahit, pemandunya juga sangat ramah.
Pembelajaran atau pengalaman yang saya dapat adalah saya lumayan mempelajari bagaimana cara menjahit, dan saat membatik itu juga menyenangkan.
Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 11-1-2023 ini adalah hari terakhir kita fieldtrip, kita pergi ke Maerokoco.
Di Maerokoco ada pendampingnya yaitu Kak Nico, Kak Clara, Kak Elsa, Kak Asti, Kak Vincent, dan Kak Abel.
Awal-awal kita masuk ke sebuah ruangan yang cukup luas, di situ kita melihat pertunjukan sains, setelah pertunjukan sains kita bermain di taman dengan pemandu, lalu kita naik kereta dan keliling-keliling, kita juga naik perahu dan di jelaskan apa saja yang ada di sekitar perairan, kita juga bisa menangkap ikan saat ikannya melompat ke dalam perahu. Setelah selesai, kita di beri waktu untuk istirahat dan lanjut membuat roket air dari botol dengan kelompok pramuka.
Yang paling menarik bagi saya di Maerokoco adalah saat kita menaiki perahu, karena udaranya sejuk dan juga bisa menangkap ikan.
Pembelajaran yang saya dapatkan di Maerokoco adalah saya mengerti bagaimana cara membuat roket air dari botol dan sedikit tau tentang sains.
Untuk kegiatan luar sekolah ini saya tidak menyarankan apa-apa karena sudah baik, tidak merugikan dan sangat menyenangkan.
Pada hari Senin tanggal 9-11 Januari 2023 kelas 7 SMP Maria Mediatrix mengikuti kegiatan luar sekolah ke 3 tempat di semarang yaitu ke Dyriana-Bandeng juwana,SMK St Fransiskus,dan Maerokoco.Tujuan kami mengikuti kegiatan luar sekolah yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan kami.Terkait dengan tempat yang didatangi saat kegiatan luar sekolah, baru pertama kalinya saya mengunjungi ke-3 tempat tersebut.Saat kegiatan luar sekolah ada juga yang memandu untuk kegiatan luar sekolah kelas 7. Saat di Dyriana-Bandeng juwana ada – Kak Wawan – Kak Vanessa – Ibu Eva – Ibu Yuni Saat di SMK St Fransiskus ada – Kak Diah:memandu saat menjahit – Kak Eva:memandu saat membatik – Bu Fanny – Bu Yohana Saat di Maerokoco ada banyak sekali kakak-kakak yang memandu kelas 7 – Kak Mawar – Kak Fira – Kak Elsa – Kak Asti – Kak Vino – Kak Yuni – Kak Alga – Kak Vincent – Kak Nico Dan ada beberapa guru yang mendampingi selama kegiatan luar sekolah Saat di Dyriana,sebelum kami mempelajari cara membuat klepon,kami diajak berlatih fokus,fisik,dan ice breaking.Setelah itu kami diajarkan membuat klepon mulai dari bahan-bahan nya dan alat sampai prosesnya .Saya bertugas mengisi klepon dengan gula jawa,sedangkan perwakilan kelompok sejak awal bertugas mencampur adonan.Saya merasa sangat senang dan bersemangat karena bisa membuat klepon bersama teman – teman sambil bercanda dan saling mengobrol. Keesokan harinya saya ke SMK ST.Fransiskus yang tidak jauh dari rumah saya,jadi saya hanya butuh sedikit waktu untuk sampai ke lokasi.Saat sampai di lokasi,saya langsung masuk ke aula dan disana ada beberapa kakak dan guru sedang menyanyi.Setelah itu kamu melihat penampilan dari kakak-kakak yang dance lagu BLACKPINK.Setelah itu kami berdoa dan memulai kegiatan,laki-laki memulai dengan sablon dan membuat gantungan kunci dengan mengukir kayu,sedangkan perempuan memulai kegiatan dengan menjahit dan membatik.Saya dan beberapa anak yang termasuk kelompok magdalena 4 memulai dengan menjahit dan beberapa yang termasuk kelompok magdalena 3 memulai kegiatan dengan membatik.setelah selesai menjahit,kami berfoto bersama setelah itu waktunya istirahat.Setelah waktu istirahat selesai,kami kelompok magdalena 4 melanjutkan kegiatan dengan membatik.Setelah selesai membatik kami mewarnai nya dengan cat air lalu menjemurnya.Saya merasa senang sekali. Keesokan harinya hari Rabu tanggal 11.seluruh kelas 7 ke Maerokoco dengan menaiki bus. Setelah sampai kami menuju ke aula Maerokoco.Disana kami memulai dengan perkenalan lalu saya dan kelompok saya membuat roket air.Lalu berkeliling menaiki kereta odong dan perahu,saat menaiki perahu kami harus menangkap ikan yang melompat-lompat .selesai naik perahu,sudah waktunya istirahat.Jadi saya cuci tangan lalu makan.Disana sangat panas,jadi kebanyakan membeli minuman es.Saya merasa sangat tenang saat makan sambil melihat danau di depan saya walau di sekeliling saya berisiknya bukan main.Setelah istirahat kami menanam tanaman mangrove. Saat kegiatan luar sekolah,tentu saja ada yang menarik perhatian atau terlihat sangat menakjubkan.saat di Dyriana-Bandeng juwana saya lebih tertarik pada saat cara memasak bandeng presto duri lunak,karena saya baru pertama kali melihat cara memasak bandeng presto.Lalu saat di SMK ST Fransiskus,saya sungguh tertarik dengan menjahit gantungan kunci dan membatik karena saya baru pertama kalinya membatik.Dan hari terakhir di Maerokoco,semua hal yang saya lakukan disana mulai membuat roket air,menaiki kereta odong,menaiki perahu,dan menanam tanaman mangrove. Dalam kegiatan luar sekolah ini saya mendapat pembelajaran cara membuat klepon dan bandeng presto,menjahit dan membatik,kerja sama saat membuat roket air Tidak ada saran buruk dari saya,semua yang saya alami dalam 3 hari ini sangat menyenangkan dan bermanfaat.
Kegiatan luar sekolah, merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah yang tentunya dilakukan di luar lingkungan sekolah. Kegiatan luar sekolah ini tentunya mempunyai tujuan tertentu. Misalnya, sekolah saya melakukan kegiatan luar sekolah dengan tujuan untuk ; meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap nilai nilai sosial, meningkatkan wawasan terhadap dunia wirausaha lingkungan sosial dan alam, dan memenuhi tugas dan menyusun laporan pembelajaran selama kegiatan di luar sekolah. Nah, apa saja yang akan dilakukan di kegiatan luar sekolah ini? Silahkan simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.
Sekolah saya mengadakan kegiatan ini mulai dari tanggal 9, sampai dengan 13 Januari. Setiap kelas akan mengikuti kegiatan luar sekolah dengan tempat tujuannya masing masing. Contohnya, untuk kelas 7 akan mengikuti kegiatan luar sekolah di ;
Toko roti dyriana/bandeng juwana, yang terletak pada Jalan Pamularsih Raya No.70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.
SMK Santo Fransiskus, yang terletak pada Jalan Wolter Monginsidi No.22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Maerokoco (PRPP) yang berada pada Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Untuk kelas 7 pun dibagi menjadi 2. Kelas 7A sampai dengan separuh dari 7D, akan ke SMK Santo Fransiskus pada tanggal 9 Januari, dan ke toko roti Dyriana pada tanggal 10 Januari. Sedangkan separuh dari kelas 7D sampai kelas 7G, akan ke toko roti Dyriana pada tanggal 10 Januari, dan SMK Santo Fransiskus pada tanggal 10 Januari. Dan setelah itu, kelas 7A sampai 7G akan ke Maerokoco bersama” pada tanggal 11 Januari. Saya sendiri belum pernah mengunjungi toko roti Dyriana dan SMK Santo Fransiskus, namun saya sudah pernah ke Maerokoco. Dulu saya kesitu bersama keluarga saya untuk bermain disana.
Saya merupakan murid dari kelas 7F, maka dari itu pada hari Senin 9 Januari saya pergi ke toko roti Dyriana terlebih dahulu. Disana kita telah dibagi menjadi 12 kelompok yang berisikan 8 sampai 9 anggota. Kelompok saya terdiri dari saya sendiri, Vino, Deva, Axel, Lion, Nathan, Kevin, Rio, dan Evan. Sesudah berkumpul bersama kelompok, kita masuk ke aula dan mendengar pembukaan dari pemandu kita disana. Pemandu kita bernama kak Wawan, kak Stefani, Bu Isti, dan untuk pemandu dari sekolah ada Pak Damar, Pak Yus, Pak Yo, dan Bu Astuti. Sesudah mendengar pembukaan, kita memulai kegiatan dengan sedikit senam. Setelah itu kita mendengarkan materi yang diberikan oleh kak Wawan, tentang cara membuat klepon.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat klepon adalah :
Panci
Piring
Tusuk Gigi/Sendok
Tepung ketan
Tepung tapioca
Parutan Kelapa
Pewarna makanan
Gula jawa
Air
Sesudah mendengarkan materi, kita pun mulai membuat klepon yang akan berisikan gula jawa. Langkah langkah yang dibutuhkan untuk membuat klepon adalah :
Campur tepung ketan, tepung tapioca, dan air lalu aduk sampai menjadi adonan.
Tambahkan pewarna makanan kepada adonan.
Pipihkan adonan.
Taruh gula jawa ditengah adonan.
Tutupi gula jawa dengan adonan dan bentuk adonan menjadi bulat.
Rebus klepon selama 30 menit/ sampai klepon melambung keatas.
Tutupi klepon dengan parutan kelapa.
Klepon sudah jadi.
Sesudah membuat klepon, kita pun memakannya sekaligus istirahat. Seusai istirahat, kita pun senam lagi sebentar, dan dilanjutkan dengan salam dari pemandu kita yang baru, yang bernama bu Eva, bu Yuni, dan bu Sutipah. Mereka mengajarkan kita proses proses dalam pembuatan bandeng.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat bandeng tulang lunak adalah :
Autoclave
Lengser
Garam
Kunyit
Jahe
Bawang putih
Dan, Langkah langkah yang dibutuhkan untuk membuat bandeng tulang lunak adalah :
Buatlah bumbu bandeng terlebih dahulu dengan menghaluskan bawang putih dan garam dengan cara dicampur. Kunyit untuk pewarna dan potongan jahe supaya bau bandeng tidak amis.
Isi autoclave dengan air lalu masukkan potongan jahe.
Masukkan lengser ke dalam autoclave supaya bandeng tidak terkena air.
Belah bandeng menjadi dua bagian .
Masukkan bandeng kedalam autoclave.
Masak bandeng selama 2 ½ jam sampai 3 jam.
Olesi bandeng yang sudah dimasak dengan bawang putih dan garam yang sudah dicampur supaya ada rasanya dan olesi dengan kunyit.
Bandeng tulang lunak pun sudah jadi.
Sesudah itu kita makan bandeng yang sudah matang. Seusai makan, kita ditugaskan untuk menyicil laporan oleh guru kita, kita juga berfoto untuk dokumentasi. Kurang lebih jam setengah 12, kita berdoa untuk pulang, dan pulang ke rumah kita masing masing.
Hari kedua, tepatnya pada tanggal 10 Januari, aku melanjutkan kegiatan luar sekolah di SMK Santo Fransiskus. Setelah sampai disana, aku disambut dengan nyanyian dan permainan bass dan kajon dari kakak kelas yang berada disana. Untuk hari ini ada kelompok baru yang digunakan. Kelompok ku berisi 25 orang, dan terdiri dari separuh kelas 7D, kelas 7E, dan aku bersama 1 temanku dari 7F. Setelah berkumpul, kita mendengarkan pembukaan dari guru pemandu yang bernama bu stefani, dan juga doa pembukaan. Sesudah itu, kita mendengarkan lagi penjelasan seputar SMK Santo Fransiskus ini. Lalu kita pun mulai ke tempat kita masing masing untuk melakukan kegiatan. Untuk hari ini akan ada 4 kegiatan totalnya. Kegiatan itu adalah sablon, tata busana, kayu, dan batik. Untuk cowok akan melakukan kegiatan sablon dan kayu, sedangkan cewek akan melakukan kegiatan tata busana dan batik. Kelompok ku melakukan kegiatan sablon terlebih dahulu. Untuk kegiatan ini, nama pemandu kita adalah Pak Lili. Kita diajarkan bagaimana cara untuk menyablon baju. Singkatnya sablon adalah kegiatan mencetak tulisan/gambar yang kita mau dengan menggunakan cat. Setelah diajarkan itu, kita memberi kaos polos kita kepada Pak Lili untuk di sablon. Sesudah itu kita pun istirahat. Istirahat ini cukup lama, dan istirahat ini aku dan teman temanku pergi mengelilingi SMK itu. Seusai istirahat, kita pun melanjutkan kegiatan kita dengan kegiatan kayu. Disini kita dijelaskan tentang usaha usaha dan hasil hasil dari pengolahan kayu, oleh pemandu kita yang bernama pak Arif. Sesudah itu, kita diberi tugas untuk mengusap kertas yang telah ditempelkan ke gantungan kunci, agar tulisan yang berada di kertas tertempel ke gantungan kunci. Kita juga bisa menulis nama kita dibelakangnya. Setelah itu kita kumpul untuk melakukan foto bersama, dan menutup kegiatan kita disana dengan berdoa penutup.
Hari ketiga merupakan hari terakhir aku akan melakukan kegiatan luar sekolah. Di hari ketiga ini atau pada tanggal 11 Januari, aku melakukan kegiatan luar sekolah di Maerokoco. Untuk ke Maerokoco, kita pertama datang ke sekolah terlebih dahulu, dan setelah itu naik bis bersama untuk ke Maerokoco. Setelah kurang lebih 30 menit dalam perjalanan, kita sampai di Maerokoco dan berkumpul bersama kelas kita. Setelah berkumpul, kita pun berjalan untuk ke tempat semacam aula di situ. Disana kita bertemu dengan kakak kakak pemandu yang akan menunjukkan semacam science show. Pemandu kita terdiri dari ; Kak Nico, Kak Clara, Kak Fira, Kak Elsa, Kak Asti, Kak Imron, Kak Vincent, Kak Ava, Kak Yudi, dan Kak Arga. Mereka disitu mempertunjukkan semacam simulasi tentang air laut mati. Setelah itu, kita pun dibagi untuk melakukan kegiatan masing masing. Kelas 7A sampai dengan 7D, akan berkeliling Maerokoco terlebih dahulu. Sedangkan kelas 7E sampai 7G, akan membuat roket air terlebih dahulu. Setelah dibagi kegiatan, kita pun berkumpul bersama kelompok. Kelompok yang digunakan sendiri adalah kelompok dari regu pramuka. Kelompok saya beranggotakan saya sendiri, Gladwin, Abi, Justine, Rafa, dan Marvell. Setelah berkumpul bersama kelompok, kita pun memulai membuat roket air. Kita membuat roket air ini dengan arahan dari kakak kakak pemandu.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat roket air adalah :
Botol coca-cola 1500 ml x 2
Plastisin 150 gr (3x3x5 cm)
Isolasi/lakban bening lebar 2 cm
Cutter besar
Gunting
Penggaris
Double tape 1 roll
Infraboard
Langkah langkah yang dibutuhkan untuk membuat roket air adalah :
Potong botol kurang lebih 1/3 nya.
Bulat-bulatkan plastisin lalu masukkan ke bagian botol yang ada mulut botolnya dan dirapikan.
Belah infraboard secara diagonal, dan menjadi 2 bagian berbentuk segitiga.
Taruh kepala botol ke bagian bawah botol yang masih utuh, rekatkan menggunakan lakban.
Belah salah satu garis (garis yang ada kotak kotaknya) segitiga infraboard.
Tempelkan infraboard tadi di bagian bawah roket.
Rekatkan ujung-ujung sirip infraboard dengan lakban.
Setelah membuat roket air, kita pun keluar untuk berkeliling di maerokoco. Pertama, kita pergi untuk melihat alat peraga sains. Setelah itu, kita punpergi untuk menaiki kereta. Kita menaiki kereta untuk mengelilingi Maerokoco, dan juga melihat lihat rumah adat. Setelah turun dari kereta, kita pun melanjutkan untuk menaiki kapal. Dan sesudah naik kapal, kita pun beristirahat. Seusai stirahat, kita pun berkumpul kembali untuk melanjutkan kegiatan dengan menanam pohon mangrove. Sesudah itu, kita berkumpul kembali ke aula untuk penutupan kegiatan di hari itu.
Pastinya ada hal hal yang menarik di ketiga tempat tersebut. Misalnya ; Dyriana merupakan toko roti, namun sekaligus juga merupakan tempat penjualan bandeng. SMK Santo Fransiskus, mempunyai tempat tempat tersendiri untuk kegiatan tertentu, yang dimana merupakan tempat aku pertama kali melihatnya. Dan yang terakhir di Maerokoco, tempatnya sangat unik karena terdapat berbagai macam tempat yang dapat dikunjungi di dalamnya, seru namun juga dapat menjadi tempat untuk belajar.
Dari kegiatan ini juga pastinya aku mendapat banyak pembelajaran dan pengalaman baru. Contohnya seperti ; cara pembuatan klepon, cara membuat bandeng tulang lunak, cara menyablon baju, usaha usaha dari limbah kayu, dan juga tentang laut mati. Diluar dari itu pun, aku juga mendapat pengalaman rasanya bekerja seperti orang orang yang aku temui.
Menurutku kegiatan ini sudah sangat menyenangkan dan mendidik. Namun menurutku yang paling kurang adalah kegiatan untuk hiburannya. Saranku, tetap diadakan pembelajaran, namun juga ada hiburan seperti games atau pun yang lain.
Demikianlah artikel tentang cerita saya dalam kegiatan luar sekolah yang saya lakukan selama satu minggu. Sekian dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan kata atau penulisan, dan terimakasih telah membaca artikel saya ini dari awal hingga akhir.
Pada kepo ga sih sama fieldtrip kelas 7 yang diadakan tanggal 9-11 Januari 2023??sini sini saya bantu jelaskan tentang fieldtrip kelas 7.
Sebelumnya kita yang belajar lebih dalam fieldtrip ini mempunyai latar belakang,latar belakang nya adalah untuk meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap nilai nilai kehidupan,menerapkan wawasan peserta didik terhadap dunia usaha sosial dan alam,untuk memenuhi tugas praktek penyusunan laporan dalam pembelajaran di luar.
Nah udah pada penasaran ya pasti sama fieldtrip kelas 7 apa aja sih fieldtrip nya,ngapain aja yaa fieldtrip nya yaudah hayuk kita simak baik baik yaa!!
Sebelumnya kami membagi 2 kelompok tanggal 9 Januari 2023 kelas 7A,7B,7C,7D(1-14) ke SMK St. Fransiskus sisanya kelas 7D(15-28),7E,7F,7G ke Dyriana Bandeng Juana. Kemudian tanggal 10 Januari 2023 kita bergantian nih kelas 7A,7B,7C,7D(1-14) ke Dyriana dan kelas 7D(15-28),7E,7F,7G ke SMK St. Fransiskus.
Nah karna saya kelas 7F maka pada tanggal 9 Januari 2023 saya pergi ke Dyriana Bandeng Juana bersama teman teman lainnya nya. Dyriana Bandeng Juana terletak di Jl. Pamurlasih Raya no 70.Bongasari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148📍 Kami di Dyriana belajar membuat klepon tetapi pasti nya sebelum melakukan kegiatan kami awali dengan berdoa agar kegiatan dilancarkan sampai selesai akhir pertemuan di sana yang memperkenalkan kami saat membuat klepon adalah kak Wawan,kak Vanessa dan Bu Isti. Setelah berdoa dan murung kami diajak menari seperti anak ayam dan senam otak. Lalu kami sedikit menjelaskan tentang klepon, klepon itu berasal dari makanan khas daerah Jawa.
Nah disitu kami membagi kelompok menjadi 12 kelompok,masing masing kelompok berisi 8 orang,lalu disana kami disuruh memikirkan nama kelompok. Saya dan kelompok saya mempunyai nama kelompok yang sangat random yaitu energy disana banyak nama kelompok yang bikin ngakak.
Setelah bikin nama kelompok kami langsung membuat klepon. Cara membuat klepon adalah step pertama siapkan alat dan bahan. Langkah kedua tuangkan tepung ketan disebuah baskom. Langkah ketiga siapkan air secukupnya sesuai dengan sebanyak nya tepung yang kalian pakai dan jangan lupa air nya diberi warna hijau. Langkah keempat campurkan air yang sudah diberi warna tadi ke dalam tepung. Langkah kelima diaduk sampai rata jika sudah merata beri adonan tadi ke mangkuk kecil lalu dibagikan setiap kelompok. Maksimal setiap orang membuat 4 buah. Langkah ke enam ambil sedikit adonan lalu di bentuk bulat lalu tengah nya kami bolongi dengan jari sampai jangan bolong ke dalam ya cukup ditekan pelan saja,jangan lupa diberi isi ya,setelah diberi isi bisa ditambah kan sedikit adonan saja lalu di bentuk bulat lagi. Langkah ke tujuh masukan adonan tadi ke dalam air yang sudah dipanaskan di atas kompor,tunggu sampai matang. Langkah ke delapan jika sudah matang bisa diangkat lalu dibaluri dengan parutan kelapa. Sudah deh siap disantap. Setelah dibaluri kelapa kami disuruh untuk mengambil klepon sebanyak 4 buah. Saat saya coba nya ternyata ada yang tidak ada isinya maka rasanya hanya asin karena ada kelapa nya. Ternyata ga cuma saya yang dapat yang tidak ada isinya hampir kelompok saya mendapat yang tidak ada isinya,padahal saya sudah berpikir “apakah saya yang salah ngambil ya??” Saat saya coba nya ternyata ada yang tidak ada isinya maka rasanya hanya asin karena ada kelapa nya. Ternyata ga cuma saya yang dapat yang tidak ada isinya hampir kelompok saya mendapat yang tidak ada isinya,padahal saya sudah berpikir “apakah saya yang salah ngambil ya??” Saat saya coba nya ternyata ada yang tidak ada isinya maka rasanya hanya asin karena ada kelapa nya. Ternyata ga cuma saya yang dapat yang tidak ada isinya hampir kelompok saya mendapat yang tidak ada isinya,padahal saya sudah berpikir “apakah saya yang salah ngambil ya??”
Setelah kami makan klepon kami diberi waktu istirahat dan kami juga diberi Snack yang berisi air putih gelas,roti pisang,dan puding.
Setelah selesai istirahat kami menuju kegiatan ke 2 yaitu cara membuat bandeng presto. Disana kami berselisih juga dengan Bu Yuni,Bu Eva,dan Mbak Sutipah. Kami jelaskan juga tentang bandeng presto dan ternyata bandeng presto oleh oleh khas Semarang yang terdiri dari 3 Januari 1981. Tak lama saat dijelaskan kami langsung melihat cara membuat bandeng presto. Oiya kami juga dikenalkan dengan alatnya yaitu Autoclave(untuk mempresto bandeng nya),sekat,kuas dan botolan/penyangga. Cara membuat bandeng presto adalah langkah pertama kita perlu mengolah bumbu dulu dengan menghaluskan bawang putih dan garam dengan cara dicampur, kunyit sebagai pewarna dan agar tidak amis seperti jahe. Langkah ke dua Gunakan autoclave dan isi dengan air, jangan lupa masukan potongan jahe nya ya teman-teman. Langkah ke tiga baluri bandeng dengan bumbu yang sudah dibuat. Langkah empat masukan lebih panjang ke dalam Autoclave. Langkah kelima potong menjadi dua bandengnya. Langkah ke enam bandeng yang sudah terpotong menjadi dua dan sudah dipresto tersebut sekarang bisa dioles dengan bawang putih dan garam yang sebelumnya telah dihaluskan dan juga dioleh dengan tepung kunyit agar lebih terasa lagi rasanya. Langkah ketujuh presto bandengnya selama 2,5 jam hingga 3 jam. Langkah kedelapan jika sudah matang bandeng kalian bisa disajikan!! Kami juga dicobain loh bandeng presto nya enak sekali tapi kalau ada nasi hangat bisa lebih enakkk. Kami juga berfoto bersama disana untuk kenangan. Dan akhirnya kegiatan kami hari ini sudah selesai dan kami sebelum pulang jangan lupa berdoa agar kami terselamatkan dalam perjalanan pulang. Langkah ke enam bandeng yang sudah terpotong menjadi dua dan sudah dipresto tersebut sekarang bisa dioles dengan bawang putih dan garam yang sebelumnya telah dihaluskan dan juga dioleh dengan tepung kunyit agar lebih terasa lagi rasanya. Langkah ketujuh presto bandengnya selama 2,5 jam hingga 3 jam. Langkah kedelapan jika sudah matang bandeng kalian bisa disajikan!! Kami juga dicobain loh bandeng presto nya enak sekali tapi kalau ada nasi hangat bisa lebih enakkk. Kami juga berfoto bersama disana untuk kenangan. Dan akhirnya kegiatan kami hari ini sudah selesai dan kami sebelum pulang jangan lupa berdoa agar kami terselamatkan dalam perjalanan pulang. Langkah ke enam bandeng yang sudah terpotong menjadi dua dan sudah dipresto tersebut sekarang bisa dioles dengan bawang putih dan garam yang sebelumnya telah dihaluskan dan juga dioleh dengan tepung kunyit agar lebih terasa lagi rasanya. Langkah ketujuh presto bandengnya selama 2,5 jam hingga 3 jam. Langkah kedelapan jika sudah matang bandeng kalian bisa disajikan!! Kami juga dicobain loh bandeng presto nya enak sekali tapi kalau ada nasi hangat bisa lebih enakkk. Kami juga berfoto bersama disana untuk kenangan. Dan akhirnya kegiatan kami hari ini sudah selesai dan kami sebelum pulang jangan lupa berdoa agar kami terselamatkan dalam perjalanan pulang.
HARI KE-2
Nah hari kedua waktunya bergantian nih dengan kelas lain, kelas 7F ke SMK St. Fransiskus nih. SMK St. Fransiskus terletak di Jl. Wolter Monginsidi no. 22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117 📍Kita disana sebelum melakukan kegiatan kami disambut oleh kakak kakak, Bapak/Ibu guru dan Suster dengan dinyanyikan beberapa lagu yang diiringi alat masik. Di SMK St. Fransiskus ada Bu Stefanie yang mulai buka. Kami juga tidak lupa untuk bersosialisasi dengan kakak kakak, Bapak/Ibu guru dan Suster Setelah sesi kami diajak untuk berdoa yang dipimpin Bu Yohanna, setelah berdoa kami melihat petunjukan dance kakak kakak yang disana keren banget sih kakak kakak yang dance juga cantik cantik. Tak lama setelah kami melihat pentunjukan dance kami membagi kelompok lagi. Kelompok Magdalena 3 didahului dengan membatik, dilanjut Magdalena 4 diawali dengan membuat hiasan busana. Nah saya termasuk kelompok Magdalena 3. Saat kita sampai ke ruangan untuk membatik disana sudah disiapkan alat dan bahan nya. Alat dan bahan untuk membatik adalah canting,kanvas,malam yang sudah dipanaskan,cat,kuas. Pastinya sebelum memulai membatik kami jelaskan oleh Pak Rubertus terlebih dahulu tentang bagaimana cara membatik dengan benar. Tak lama kami sudah diberi kanvas yang sudah digambari pola yaitu bunga, saya dan kelompok saya sudah memulai membatik,ternyata membatik tidak segampang yang saya pikirkan,tenang kami juga dibantu dengan kakak kakak disana yaitu kak Olivia,kak Jeanny,kak Mayrose,kak Eva, dan kak Jessica, tapi jujur saja membatik itu hal yang menyenangkan. Wahhh ternyata kelompok saya dulu nih yang sudah selesai membatik, nah selanjutnya kami beri warna disini kami disuruh untuk mewarna bebas sekreatif mungkin, saya dan kelompok saya membuat warna gradasi, setelah selesai mewarnai batik. Saya dan kelompok saya senang karena menurut kita batik yang kita warnai itu bagus hehehe… Tak lupa kami berfoto foto untuk hasil fotografi.
Setelah selesai sesi foto’ kami diberi istirahat kami juga diberi makanan berupa nasi,ayam dan es teh lalu kita makan bersama di tempat itu. Seru sihh makan bersama dengan kelas lain juga.
Setelah selesai istirahat kami bergantian nih Magdalena 3 ke tempat membuat hiasan busana. Magdalena 4 ke tempat membatik. Nah saat kita sudah berada di tempat membuat hiasan busana kita diperkenalkan nih ada Bu Agnes,kak Amanda,kak Kanaya,kak Diah dan masih banyak lagi karna kemarin kita belum sempat bersosialisasi dengan semua kakak kakak disana. Nah disini kami disuruh membuat kelompok beranggota 4 orang lalu kelompok saya didampingi oleh kak Diah. Setelah sudah membentuk kelompok kita dibagian kain flanel yang sudah di potong bentuk love,kami juga diberi benang,jarum dan kapas untuk mengisi dalam nya. Karna kita kesulitan untuk memasukan benang ke dalam jarum kami meminta tolong kepada kak Diah. Lalu kami lanjut menjahit setelah selesai kami ke Bu Agnes untuk meminta gantungan kuncinya. Karna waktunya masih panjang saya buat lagi dengan bentuk love. Saya membuat hiasan sebanyak 2 dan pas sekali saya sudah selesai untuk membuat waktunya sudah habis juga. Saat nya kita untuk berpamitan dan pulang.
HARI KE-3
Nahh sudah hari terakhir saja nih pada tanggal 11 Januari 2023 kami berkumpul terlebih dahulu di SMP Maria Mediatrix untuk berangkat bersama menaiki bus ke Maerokoco Jl. Anjasmoro Raya, Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50144. Jam menunjukan pukul 06.50 memungkinkan kita berdoa untuk memulai perjalanan, setelah berdoa kami sudah mulai menaiki Bus sesuai dengan arahan Bapak/Ibu Guru. Di perjalanan kami dibolehkan untuk memainkan hp dan kita pun tidak lupa untuk berfoto foto di Bus. Kami sempat mendengarkan lagu dangdut di Bus karena lagu yang ada di Bus hanya lagu dangdut saja. Tak lama kita sudah sampai di Maerokoco kami pun turun dari Bus langsung berfoto foto juga.
Setelah berfoto foto kami disuruh untuk baris perkelas lalu langsung menuju ke Maerokoco, kami pun juga berfoto di depan tulisan Maerokoco agar kami punya kenangan kenangan.
Setelah berfoto foto di depan tulisan Maerokoco bersama teman dan wali kelas. Kami langsung diarahkan ke dalam Maerokoco dan diberi gelang lalu kami diarahkan ke Anjungan Semarang dengan kak Imron. Kak Imron itu humble dan juga jelas dalam menjelaskan setiap objek disana. Nah sudah sampai saja nih di Anjungan Semarang, kami langsung mencari tempat duduk lalu kami merhatikan kakak kakak disana yang menjelaskan. Kami juga memulai kegiatan dengan berdoa dan ternyata saya yang ditunjuk untuk berdoa 🙂 setelah berdoa saya diberi gantungan kunci Maerokoco. Kami juga dikenalkan dengan kakak kakak disana ada kak Imron, kak Nico, kak Clara, kak Elsa, kak Vira, kak Ara, kak Yudhi, kak Asti, kak Vincent, dan kak Angga. Nah setelah bingung kami selesaikan tentang Sainshow seperti simulasi air mati ke dalam botol, benda yang sudah dimasukan akan mengambang. Lalu tiup balon menggunakan soda kue dan cuka. Dan ada satu lagi nih yaitu soda Coca-Cola dicampur dengan permen mentos dan jadilah air mancur hehehe. Keren sihh menurut saya.
Kami di bagi kelompok kelas 7E,7F,7G membuat roket air dan lainnya mengelilingi Maerokoco dengan naik perahu dan kereta.
Nah Karna 7F membuat roket air kami pun mengeluarkan alat dan bahan membuat roket air yaitu :
Alat dan bahan membuat roket air
Botol Coca-Cola 1500 ml x 2
Ketuk dua kali
Lakban
Gunting
Pemotong
Penggaris
Plastisin
Cara membuat roket air :
Potong botol (⅓)
Bulat bulat kan plastisin dan masukan ke bagian botol yang ada mulut botolnya, lalu rapikan.
Belah impraboard secara diagonal, dan menjadi 2 bagian berbentuk segitiga.
Taruh kepala botol ke bagian bawah yang masih utuh, rekatkan menggunakan lakban.
Belah salah satu garis garis segitiga yang ada jaring kotak kotaknya(impraboard)
Tempelkan impraboard tadi di bagian bawah badan roket.
Rekatkan ujung sirip (impraboard) dengan lakban.
ini adalah cara membuat roket air ges, setelah membuat roket air kita langsung bergantian dengan kelas lain nihh. Jadi kelas yang tadi mengelilingi Maerokoco membuat roket air, lalu kelas yang sudah membuat roket air bisa mengelilingi Maerokoco dengan menggunakan kereta dan perahu.
Kita sudah menaikkan bahwa mau naik kereta terlebih dahulu baru deh kita naik perahu. Nah kita sudah ada di kereta nih kita mengelilingi Maerokoco sambil dijelaskan dengan kak Imron.
Setelah menaiki kereta kita tidak langsung menaiki perahu tapi kita diajak dengan kak Imron untuk melihat benda sains nihh seru banget sih kita juga bisa nyobain langsung.
Habis nyobain benda sains kita langsung menuju ke tempat perahu nihh. Kita langsung naik perahu dan ternyata ada kakak kakak yang ikut fieldtrip di Maerokoco jadi kita bisa say hi dengan kakak kakak disana. Kita selama mengelilingi Maerokoco dengan melihat ada bandeng yang melompat tapi sayang nya tidak ada yang bisa hahaha karna bandeng nya langsung turun ke air. Kita melihat bandeng yang melompat seperti melihat lumba lumba hahahaha.
Habis mengelilingi Maerokoco dengan perahu kita diarahkan untuk mengambil konsumsi kita mendapatkan rice bowl yang berisi nasi goreng telur,nugget dan air putih Le mineral. Kita langsung makan bersama nih seru juga ternyata.
Setelah selesai makan kami buang sampah nya ke dalam tempat sampah yaa. Tak lama kita sudah mau menanam tanaman yang bernama mangruve bersama sama. Kita hampir di prank sama kak Clara nih. Di prank kenapa??jadi kita itu nanya dengan kak Clara “Kak nanti kita nanam nya basah basahan ga?” Karena ada temen kita yang tidak bawa baju ganti kan jadi kasian ya ges,kak Clara jawab “iya” temen kita udah panik dan ternyata sampai sana kita nanam nya tidak basah basah, hanya tangan kita saja yang kena dengan tanah tanamannya.
Udah selesai nanam semua nih kita balik ke Anjungan Semarang lalu kita dikasih waktu bebas jadi kota bisa foto foto disana, pinjam sepeda motor listrik disana juga boleh, tapi bayar sendiri ya hehehe.
Jam sudah menunjukan pukul 12.00 saatnya kita untuk pulanggg. Seru banget sihh di Maerokoco. Kayak berasa liburan sama temen temen.
Nah udah keliatan banget kan kegiatan fieldtrip kelas 7 SMP Maria Mediatrix ini seru seru. Terimakasih ya yang sudah membaca artikel saya sampai selesai dan saya juga ingin berterima kasih kepada panitia fieldtrip kelas 7 ini karena sudah menunjuk tempat yang seru,yang membuat kita senang juga, tak lupa saya juga meminta maaf jika ada kesalah kata dalam mengetik artikel ini, karna yang sempurna adalah lagu Rizky Febian. So see u di artikel saya lain nya yaa papayy👋🏻👋🏻👋🏻
Tujuan dari diadakannya field trip untuk kelas 7 SMP Maria Mediatrix ini adalah untuk menambah pengetahuan serta pengalaman para peserta didik yang jarang ada di sekolah. Selain itu saat field trip ada banyak kerja sama yang terlaksanakan dalam beberapa kegiatan-kegiatan.
Kegiatan field trip ini dilaksanakan selama 3 hari lamanya. Kegiatan field trip ini dilaksanakan dari hari Senin hingga Rabu, tanggal 9 sampai 11 Januari 2023.
Selama field trip 3 hari ini, kami peserta didik berkunjung ke 3 lokasi. Diantaranya Dyriana/bandeng juwana Pamularsih., SMK St. Fransiskus, dan Grand Maerakaca. Pada hari pertama, kelas 7A,B,C,D (no. absen 1-14) berkegiatan di SMK St. Fransiskus dan kelas 7D (no. absen 15-28), E, F, G berkegiatan di Dyriana. Pada hari kedua, kami nertukar rute dengan kelompok yang lain. 7A-D (no. absen 1-1-14) ke Dyriana, 7D(no. absenm 15-28) ke SMK St. Fransiskus. Pada hari ketiga, kami para peserta didik kelas 7 memiliki rute ke PRPP/Grand Maerakaca menaiki bis yang disediakan oleh sekolah.
Pada hari pertama, saya memiliki rute ke Dyriana Pamularsih. Di situ saya berkegiatan untuk membuat klepon. Saya pada hari itu juga dapat mengicipi bandeng presto. Di sana saya merasa sangat senang karena saya dapat meluangkan waktu bersama teman-teman saya.
Pada hari kedua, saya memiliki rute untuk ke SMK St. Fransiskus. Pada hari itu saya berangkat terlalu awal sehingga saya memiliki waktu untuk berkeliling di SMK St. Fransiskus. Selama saya berkeliling, saya tidak sendirian namun saya bersama teman saya yang juga berangkat terlalu awal.
Saat di SMK St. Fransiskus, saya membatik dan juga menjahit. Sedangkan kelompok laki-laki membuat gantungan dari kayu dan sablon.
Pada pagi hari kami peserta didik kelas 7 berkumpul di aula dan kami mendapat sambutan kecil dari Bu Stefanie. Sebelum Bu Stefanie memberi sambutan kecil, kami menyaksikan pentas seni kecil-kecilan yang dilakukan oleh kakak-kakak dari SMK St. Fransiskus.
Pada hari ketiga, kami seluruh peserta didik kelas 7 memiliki rute untuk ke Grand Maerakaca. Kami berkumpul disekolah seperti saat sekolah pada umumnya. Kami akhirnya melakukan pembiasaan pagi setelah dua hari. Setelah pembiasaan pagi kami berkumpul di selasar kantin bersama dan mendapatkan sambutan dari bapak/ibu guru.
Setelah kami memasuki bis masing-masing kelas, kami berangkat ke Grand Maerakaca bersama-sama. Suasana saat berada di bis sangat menyenangkan karena kita akhirnya dapat meluangkan waktu bersama setelah berpisah setengah kelas selama dua hari.
Saat sampai di sana, kami berkumpul/berbaris sesuai kelas masing-masing dan berjalan ke tempat untuk berfoto. Kami mendapat giliran kedua setelah 7F berfoto.
Setelah berfoto kita masuk ke gerbang loket untuk dipakaikan gelang. Setelah itu kami berbaris sesuai kelas dan langsung menuju ke aula Grand Maerakaca. Saat sedang berjalan kami bernyanyi bersama.
Sesampainya di aula kami duduk dibelakang 7F, setelah menunggu beberapa menit, akhirnya sudah lengkap seluruh peserta didik kelas 7. Kita mendapatkan sambutan dari kakak-kakak pemandu Grand Maerakaca yang akan menemani kita selama kegiatan hari tersebut.
Setelah sambutan tersebut, kami menyaksikan beberapa eksperiment science yang dilakukan oleh kakak-kakak pemandu dan perwakilan beberapa murid.
Setelah sambutan dan eksperiment tersebut, beberapa dari kami berkeliling di Grand Maerakaca bersama kelas. Pada rute pertama, kelas 7D menuju taman kecil untuk bermain-main. Suasananya sangat menyenangkan karena kita dapat bermain bersama-sama. Setelah dari taman kecil tersebut kita diarahkan ke sebuah kanopi yang berisikan beberapa benda-benda yang berhubungan dengan IPA.
Setelah dari kanopi tersebut, kami kelas 7D menaiki kereta kelinci. Suasana saat menaiki kereta kelinci tersebut sedikit rusuh dan panas, namun juga menyenangkan.
Setelah berkeliling menggunakan kereta kelinci tersebut, kita menaiki perahu daun. Kita mendapatkan semacam presentasi dari pemandu Grand Maerakaca. Selama berkeliling menyusuri danau, kita dapat melihat suasana yang damai di sana. Selain itu kita juga dapat menangkap ikan yang lompat menaiki perahu.
Setelah berkeliling di Grand Maerakaca, kami berkumpul kembali di aula untuk membuat roket air. Kami berkumpul sesuai dengan regu pramuka masing-masing. Saat pembuatan, ternyata lebih mudah dari yang dibayangkan. Terutama karena semua alat dan bahas sudah dipersiapkan beberapa hari sebelum field trip. Tahap-tahapannya juga tidak sulit karena kami sudah mendapat panduan dari kakak-kakak pemandu.
Dan ya.. begitulah kegiatan field trip kelas 7 selama 3 hari ini. Namun, pada tanggal 13 Januari 2023 kami akhirnya meluncurkan roket air yang sudah kami buat di Grand Maerakaca kemarin Rabu.
Pada hari Jumat, 13 Januari 2023 kami melakukan dua kegiatan. Yaitu pengecekan darah dan juga peluncuran roket air. Pada pagi hari setelah melakukan pembiasaan pagi kami dikumpulkan di lapangan bersama peserta didik kelas 7 lainnya. Kami diberi penjelasan mengenai kegiatan hari ini dan juga informasi beberapa barang yang hilang/ditemukan di lokasi field trip.
Setelah penjelasan tersebut, bapak/ibu guru menjelaskan bagaimana cara untuk meluncurkan roket air. Setelah mendengarkan penjelasan dari bapak/ibu guru kita mulai mempraktekan selagi kelas 7A dan 7B(yang putri) melakukan pengecekan darah. Kami memulai giliran dari kelas 7G regu laki-laki untuk meluncurkan roket air tersebut dan terus bergiliran dengan kelas lainnya.
Mungkin segitu saja sedikit ringkasan/rangkuman kegiatan field trip kelas 7 pada tanggal 9-11 Januari 2023. Mohon maaf jika ada kesalahan dan terima kasih sudah membaca ( ◜‿◝ )♡