Field Trip Bersama Kelas 7 SMP MM

Field Trip Bersama Kelas 7 SMP MM

Kegiatan field trip di sekolah pasti sudah sering didengar dan tidak asing di kalangan banyak orang. Nah.. pada kali ini murid kelas 7 SMP Maria Mediatrix, akan melaksanakan field trip yang dilaksanakan pada hari Senin, 9 Januari 2023 sampai rabu, 11 Januari 2023 yang dilaksanakan di Dyriana/Bandeng Juwana Pamularsih, SMK Fransiskus, dan Grand Maerokoco. Yuk intip keseruan kami selama field trip kali ini..

Tujuan dilaksanakan kegiatan field trip ini, untuk meningkatkan apresiasi peserta didik, Meningkatkan wawasan peserta didik di dunia wirausaha, sosial dan alam.

Pada hari 1 kami dibagi menjadi dua bagian, kelas 7A – 7D (1-14) pergi ke SMK Fransiskus. Kelas 7D (15-28) – 7G pergi ke Dyriana/Bandeng Juwana Pamularsih. Hari 2 kebalikan dari hari 1, kelas 7A – 7D (1-14) pergi ke Dyriana/Bandeng Juwana Pamularsih. Kelas 7D (15-28) – 7G pergi ke SMK Fransiskus. Dan pada hari 3 kami semua pergi ke Grand Maerokoco bersama – sama menggunakan bus. Aku mau ceritaiin pengalamanku dari sudut pandangku yaa…

Field trip hari 1 ini aku dianter papiku ke Dyriana/Bandeng Juwana yang berlokasi di jalan Pamularsih Raya no. 70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148. Kami diberi arahan dan dipandu oleh Kak Vanessa dan Kak wawan. Kami bernyanyi dan menari bersama.

Setelah itu kami diajarkan cara membuat kue tradisional klepon dengan isi gula merah. Gimana kalian penasaran ga cara buatnya?? Kalo yang belom tau simak yuk caranya..

Bahan yang harus disiapkan saat membuat kue klepon : tepung ketan, pewarna makanan (hijau pandan), gula jawa, parutan kelapa dan air hangat secukupnya. Cara membuatnya cukup mudah campurkan tepung ketan, air hangat dan pewarna lalu diuleni sampai kalis. Setelah adonannya sudah jadi, ambil secukupnya lalu diputar – putar sampai membentuk seperti bola, lalu tengahnya diberi sedikit gula jawa dan diputar – putar lagi. Setelah itu rebus di air mendidih tunggu hingga klepon tersebut matang. Setelah matang beri parutan kelapa dan klepon pun siap dimakan.

Kami juga diajarkan cara membuat Bandeng Duri Lunak dengan Bu Era dan Bu Veronica. Ini dia bahan – bahan membuat bandeng, ada bawang putih, garam, kunyit, jahe. Dan alatnya ada autoclave, 3 lengser dan 3 sekat. Memasaknya kurang lebih sekitar 2,5 jam – 3 jam.

Hari 2 saya pergi ke SMK Fransiskus yang berlokasi di jalan Wolter Monginsidi no 22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117. Acara kali ini dimulai dengan kakak – kakak dari ekstra band yang menampilkan bakatnya. Yang kedua juga ada dari ekstra dance. Pembawa acara dari SMK Fransiskus ada Ibu Stefani dan Ibu Yohana.

Setelah itu saya diajak untuk membuat gantungan kunci yang berbahan dasar kain flanel. Pertama – tama kakak – kakak dari SMK Fransiskus mengajari kami menjahit, yaitu ada Kak Tata dan Kak Nahem setelah itu kami boleh mencobanya. Saya membuat gantungan kunci dengan bentuk hati, walaupun hasilnya kurang memuaskan tapi saya tahu bagaimana caranya menjahit. Setelah selesai membuat gantungan kunci kita disuruh untuk datang ke meja ibu Diah dan Ibu Agnes untuk dikasih gantungan kunci dan hiasan. Setelah menjahit selesai kita istirahat sebentar lalu dilanjutkan membatik.

Kami membatik dipandu oleh pak Robertus dan kak olive. Kami membuat batik dengan motif bunga. Kalian tau ga alat apa aja yang dipakai untuk membatik?? Aku kasih tau yaa.

Alat untuk membatik itu ada Kompor kecil, wajan, canting, malam, pewarna dan kain mori. Membatik ternyata ada caranya, dari kiri ke kanan dan bawah ke atas. Saya berkelompok dengan Tannia, Gaby, Brigitta dan Felicia. Setelah selesai kami mewarnainya menggunakan pewarna yang sudah tersedia walaupun agak berantakan tapi hasilnya memuaskan tapi kurang rapi, karena kita semua mengerjakannya dengan cepat – cepat karena kami pikir kami sudah paling terakhir dan belum selesai. Setelah itu kami foto bersama dengan hasil karya kami.

Pada hari 3, kelas 7 pergi bersama menggunakan bus ke Grand Maerokoco (PRPP). Walaupun busnya kecil dan sempit tidak membuat semangat kami luntur. Kami sampai di Maerokoco, lalu berfoto bersama di depan Maerokoco bersama teman sekelas dan wali kelas.

Kami masuk lalu diarahkan ke aula bersama dengan pendamping di sana. Lalu kami diberi pertunjukan sains yang sangat menarik dan seru. Kami semua dibagi menjadi beberapa kelompok ada yang naik perahu, naik kereta kelinci dan membuat roket air. Kelasku kebagian merakit roket air. Aku tidak tau caranya membuat roket air, tapi karena kegiatan ini aku bisa tau bagaimana caranya Membuat roket air.

Bahan untuk membuat roket air ada botol Coca cola 1.500ml x 2, plastisin 150gr (3x3x5cm), isolasi/lakban bening lebar 2cm, cutter besar, penggaris, double tape 1 rol. Setelah selesai membuat roket air kami diajak jalan kaki sebentar mengitari area sekitaran aula.

Setelah capek berjalan, kami naik perahu yang Memutari danau yang memiliki banyak ikan bandeng, di perahu kami ada ikan bandeng yang lompat dan mengenai salah satu temanku tetapi ikannya masuk ke danau lagi. Ada salah satu temanku yang berhasil menangkap ikan bandeng itu.

Setelah selesai naik perahu kita juga naik kereta kelinci, kami diajak berkeliling mengitari berbagai macam daerah.

Selesai naik kereta kelinci kami diberi waktu istirahat. Waktu istirahat bisa digunakan untuk makan, santai, bermain ataupun berkeliling. Aku menghabiskan waktu istirahat dengan makan dan bermain. Disaat kami ingin bermain sepeda listrik, kami semua tiba – tiba dipanggil Oleh Pak Damar untuk masuk ke aula karena kita mau menanam mangrove. Kelas kami disuruh lepas sepatu dan pakai sandal aja tapi yang bawa sendal cuma bertiga. Aku, Felicia dan Brigitta. Yang lain pada nyeker ga pake sendal. Lucu ngeliat temen – temen pada kepanasan dan mereka neduh di sekitaran pendapa sana. Karena kaki mereka pada kepanasan, akhirnya kita pinjami salah satu sendal kita masing – masing. Daripada mereka semua kepanasan, akhirnya kita insiatif membantu menanam mangrovenya. Sampai dikira Pak Frans kita jualan mangrove.

Kami diberi break 30 menit, waktu ini kami gunakan untuk naik sepeda listrik teman – teman. Kita cepat – cepat takut keduluan yang lain. Kami sewa 3 sepedanya, 1 sepeda buat 2 orang biar irit. Kami mengitari berbagai daerah yang ada di Maerokoco, aku ingin coba mengendarai sepeda itu tapi susah. Saya sampai hampir nabrak orang.. hahaha lucu, akhirnya aku bonceng temenku aja daripada nabrak orang lagi. Seru banget muter – muter Maerokoco sama temen – temen. Pas banget waktu mau selesai kita disuruh ke aula buat beres – beres pulang.

Itulah keseruan field trip kelas 7… Menurut kalian seru ga siee field trip kali ini? Kalo aku sih yes lah. Bisa main sama temen, dapat wawasan baru, sekalian healing ya kann.. semoga kita diberi kesehatan biar bisa field trip lagi kaya gini. Sudah dulu ya… Sampai bertemu di lain waktu.

By : Christy 7G/24

 

 

Field Trip With Tannia

Field Trip With Tannia

                                                            ARTIKEL PERJALANAN                             

                                                      (FIELD TRIP WITH TANNIA)

 

Oleh: Felice Tannia VIIG

Field trip sendiri merupakan suatu istilah yang memiliki arti studi lapangan yang dilakukan oleh para peserta didik untuk belajar dan melakukan trip menuju luar lapangan sekolah. Sering kali peserta didik jenuh dengan metode belajar di kelas karena yang didapat hanya teori. Namun, tidak tahu atau paham betul mengenai penerapannya di kehidupan nyata. Dengan adanya field trip, peserta didik diajak untuk mampu berpikir kreatif, memiliki pengalaman baru, serta dapat melihat dan mengetahui permasalahan secara lansung. Tidak itu saja, field trip juga terbukti mampu mengasah kemampuan teknis atau aplikasi di lapangan bagi peserta didik.. Yang sekaligus dapat melatih kemandirian peserta didik. Field trip juga merupakan salah satu proses yang membantu persepsi abstrak siswa menjadi konkrit dengan menggunakan lingkungan sekitar.

                                                                                                       

                                                                                                                                Semarang, Januari 2023

                                                                                                       

 

 

                                              DAY 1, GOES TO BANDENG JUWANA

Bandeng Juwana berdiri sejak: 3 Januari 1981, didirikan oleh Alm. Bapak Dr. Daniel Nugroho Setiabudhi dan istrinya Alm. Ibu Ida Nursanty Dra. Outlet Bandeng Juwana yang saya datangi terletak di: JL. Pamularsih no. 70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148. Sekolah SMP Marsudirini Maria Mediatrix memilih tempat ini untuk di jadikan lokasi fieldtrip di karenakan Bandeng Juwana menyediakan fasilitas untuk kegiatan fieldtrip (tempat yang bisa menampung banyak orang dan memberikan praktik langsung kepada anak-anak). Dari kegiatan ini saya mendapat pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya yaitu membuat klepon. Saya juga menyadari ternyata cara membuat klepon itu sangat simple dan mudah dibuat.

Pada hari Senin, 9 Januari 2023,                                                                                                              Pukul 08.00, seluruh peserta didik kelas 7D (15-28), 7E, EF, 7G berkumpul di Juwana, lantai dua.                                                                                                                                                                    Pukul 08.00 – 08.15, siap-siap: mencuci tangan dan melakukan ice breaking.                                  Pukul 08.15 – 09.20, sesi 1 (membuat klepon) bersama kak Wawan dan kak Vanessa.                Masing – masing perwakilan kelompok maju ke depan untuk membuat adonan klepon yang terbuat dari tepung ketan, air secukupnya menyesuaikan kebutuhan, dan pewarna makanan (hijau). Para perwakilan kelompok memakai sarung tangan plastik agar lebih higienis. Langkah 1: campur air dengan pewarna makanan yang ada, kurang lebih sampai air berwarna hijau pandan, langkah 2: masukkan tepung ketan pada wadah kosong disusul dengan air yang tadi sudah di beri pewarna makanan, di tuangkan sedikit demi sedikit sampai adonan tidak lengket. Kemudian para perwakilan kelompok kembali ke tempat duduknya masing – masing dan para kakak pendamping membagikan adonan secara adil untuk setiap kelompok yang ada. Langkah 3: ambil adonan secukupnya lalu bentuk bulat – bulat hingga menjadi seperti bola. Setiap peserta didik membuat 4 bola – bola. Langkah 4: bola – bola yang ada dimasukkan ke dalam panci untuk direbus.                                                                            Pukul 09.20 – 09.40, istirahat: kakak pendamping membagikan sekotak makanan untuk setiap peserta didik.                                                                                                                                Pukul 09.40 – 09.50, mengangkat bola – bola dari dalam panci, kemudian di lapisi parutan kelapa dan jadilah klepon.                                                                                                                            Pukul 09.50 – 10.30, sesi 2 (melihat pembuatan Bandeng Duri Lunak) bersama bu Yuni, bu Eva, dan mbak Sutipah. Langkah 1: membuat adonan kunyit yang terdiri dari bubuk kunyit dan air yang tercampur rata. Langkah 2: membuat adonan bawang putih yang terdiri dari bawang putih yang sudah dihaluskan/diblender ditambah air dan garam. Langkah 3: potong bandeng menjadi dua bagian tidak sampai terputus. Langkah 4: olesi bagian dalam bandeng dengan adonan bawang putih (pada langkah 2). Langkah 5: olesi bagian luar bandeng dengan adonan kunyit (pada langkah 1). Langkah 6: Masukkan bandeng pada alat yang bernama autoclave (yang sudah dimodif). Langkah 7: isi autoclave dengan air ditambah potongan jahe lalu ditutup.                                                                                                                          Pukul 10.30 – 10.35, mengicip Bandeng Duri Lunak                                                                            Pukul 10.35 – 11.30, mencari informasi seputar Bandeng Juwana dengan bertanya pada    kakak – kakak pendamping dan mencatat informasi yang ada.   

                                                    DAY 2, GOES TO SMK. ST FRANSISKUS

SMK Marsudirini St. Fransiskus Semarang pada saat ini membuka 3 jurusan yaitu Kriya Kayu, Tata Busana dan Multimedia. SMK ini terletak di: JL. Wolter Monginsidi No. 22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117. Dengan adanya kegiatan ini saya jadi bisa lebih mahir dalam menjahit juga dapat lebih baik dalam bekerja sama dengan teman.

Pada hari Selasa, 10 Januari 2023                                                                                                              Pukul 08.00, seluruh peserta didik kelas 7D (15-28), 7E, EF, 7G berkumpul di SMK St. Fransiskus, lantai dua.                                                                                                                                    Pukul 08.00 – 08.10, presensi sebelum masuk ruangan                                                                        Pukul 08.10 – 08. 40, bu Stefani & bu Yohana menjelaskan secara singkat tentang SMK St. Fransiskus dan melihat penampilan dance kakak SMK St. Fransiskus. Kelompok dibagi menjadi empat yaitu kelompok perempuan, (Magdalena 3 & 4) dan kelompok laki-laki, (Fransiskus 3 & 4). Dalam pembagiannya saya masuk kelompok Magdalena 4.                              Pukul 08.40 – 09.30, kelompok Magdalena 3 melakukan kegiatan membatik.                        Kelompok Magdalena 4 melakukan kegiatan menjahit (membuat gantungan kunci atau jepitan rambut) dengan di dampingi oleh kak Nahem, kak Tata, bu Agnes, dan bu Diah. Kak Nahem memberikan intruksi cara menjahit kepada kelompok saya, setelah ¾ jalan dalam menjahit saya berhenti dan memasukkan kapuk ke dalam gantungan kunci yang saya jahit. Kemudian saya menuju meja bu Diah untuk ditempelkan hiasan pada gantungan kunci yang saya jahit.                                                                                                                                                kelompok Fransiskus 3 melakukan kegiatan menyablon baju.                                                      kelompok Fransiskus 4 melakukan kegiatan mengukir kayu.                                                        Pukul 09.30 – 10.55, istirahat: dibagikan makanan oleh kakak – kakak pendamping.           Pukul 10.55 – 12.00, kelompok Magdalena 3 melakukan kegiatan menjahit.             kelompok Magdalena 4 melakukan kegiatan membatik (setiap kelompok terdiri dari 5 orang peserta didik). Kegiatan ini dilakukan dengan didampingi oleh kak Olivia, kak Meiross, dan Pak Robertus Wiranka. Pak Robertus menjelaskan secara singkat cara menggunakan cating yang benar yaitu dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Kemudian setiap kelompok diberi kain mori yang sudah disketsa motif batik, dan saya dan kelompok saya mulai menebalkan pola sketsa dengan malam yang sudah dipanaskan menggunakan cating. Setelah selesai menebalkan pola sketsa saya dan kelompok saya melanjutkan dengan mewarnai batik tersebut.                                                                                                                                        kelompok Fransiskus 3 melakukan kegiatan mengukir kayu.                                                        kelompok Fransiskus 4 melakukan kegiatan menyablon baju.

                                                      DAY 3, GOES TO GRAND MAERAKACA

Grand Maerakaca merupakan taman mini Jawa Tengah yang terletak di: JL. Puri Anjasmoro, Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50114. Taman yang dikelola oleh Yayasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah ini sebelumnya terkenal dengan nama Puri Maerakaca atau Puri Maerokoco dalam logat bahasa lokal. Dengan predikat ‘Taman mini Jawa Tengah, Grang Maerakaca menyajikan lebih dari 30 bangunan rumah tradisional dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Selain itu, terdapat replica serta miniature bangunan landmark tiap – tiap daerah. Grand Maerakaca juga menawarkan wahana hiburan menarik lainnya yang cocok untuk berbagai kalangan usia.                                                                                      

Pada hari Rabu, 11 Januari 2023                                                                                                              Pukul 08.00, seluruh peserta didik kelas 7A – 7G berkumpul di area depan kantin                   SMP Maria Mediatrix.                                                                                                                                Pukul 08.00 – 08.30, perjalanan dengan menggunakan bus menuju Grand Mareakaca. Pukul 08.30 – 09.10, kumpul di salah satu area Grand Mareakaca dan dijelaskan secara singkat kegiatan yang akan dilakukan hari ini oleh kakak – kakak pendamping. Dan melihat beberapa eksperimen yang dilakukan oleh kakak pendamping.                                                                    Pukul 09,10 – 10.00, membuat roket air dengan didampingi oleh kak Mawar, kak Fira, kak Elsa, kak Vino, kak Yuni, kak Alga, kak Vincent, kak Asti, dan kak Nico.                 .            Langkah 1: memotong botol coca cola dengan cutter pada bagian atas coca cola sesuai garisnya, (pastikan botol coca cola sudah kosong atau tidak ada isinya).                               

 

 

Langkah 2: mengisi bagian atas yang tadi sudah dipotong dengan plastisin ukuran (3x3x5)cm.                                                                                                      Langkah 3: memotong kertas infraboard menjadi bentuk segitiga ukuran 9,5cm untuk alas dan tingginya (4 buah).                                                                                                                                Langkah 4: melakban bagian atas yang tadi dipotong dengan bagian bawah botol coca cola satu lagi.                                                                                                                                                  Langkah 5: memotong bagian tinggi kertas infraboard ke dalam 3 kali.                                  Langkah 6: menempelkan solasi bolak balik pada 4 bagian berbeda yaitu bagian kanan, kiri, belakang, dan depan. Kemudian menempelkan masing masing segitiga dari kertas infraboard pada 4 bagian (kanan, kiri, belakang, dan depan) tersebut.                                                                  Pukul 10.00 – 10.30, saya dan teman – teman 7G menaiki perahu berkeliling di perairannya.    Pukul 10.30 – 11.10, saya dan teman – teman 7G berkeliling dengan naik kereta kecil di daratannya.                                                                                                                                                        Pukul 11.10 – 12.00, istirahat: dibagikan makanan oleh ibu – bapak guru dan jam kosong. Pukul 12.00 – 13.00, menanam tanaman mangrove di sekitar daerah perairannya, saya dan teman – teman 7G nyeker (tidak pakai alas kaki).                                                                          Pukul 13.00 – 14.00, persiapan pulang dan perjalanan menuju SMP Maria Mediatrix.

TANNIA 7G/11

 

 

MM Ngadain Fieldtrip 3 Hari???

MM Ngadain Fieldtrip 3 Hari???

MM ngadain fieldtrip.. tapi 3 hari???? Gimana tuh?.. kamu nanyeaa, ya udh kamu simak aja yeaaa

 

Kegiatan fieldtrip ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi, meningkatkan wawasan peserta didik di lingkungan sosial dan alam, serta praktek dalam membuat artikel. Fieldtrip ini juga dapat menambah pengalaman bagi peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari. Mulai pada tanggal 9 Januari 2023 sampai dengan tanggal 11 Januari 2023.

 

Pada kegiatan fieldtrip ini kita berkunjung ke 3 tempat. Pada tanggal 9 Januari 2023 kita berkunjung ke Dyriana, Bandeng Juwana Jl. Pamularsih Raya no. 70,Bongsari, kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pada hari ke 2 tanggal 10 Januari 2023,kita berkunjung ke SMK St. Fransiskus Jl. Wolter monginsidi no. 22, Pedurungan Tengah, kecamatan Genuk , Kota Semarang, Jawa Tengah. Lalu, pada hari ke 3 , kita berkunjung ke Grand Maerakaca Jl. Yos Sudarso, Tawangsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Saya tidak pernah berkunjung ke tempat – tempat ini.

 

Pada hari pertama kita membuat klepon dan dipandu oleh kakak – kakak yang ada di Dyriana. Kita dibantu oleh Kak Wawan, Kak Vanessa, dan Kak Isti. Kita juga melihat proses membuat Bandeng Presto yang dibantu oleh Ibu Yuni, Ibu Eva dan Mbak Sutipah. Di Lokasi ke 2 pada saat membatik kita dibimbing oleh Kak Oliv, Kak Jeanny, Kak Mayrose, Kak Eva, Kak Jessica dan Pak Rubertus. Pada saat membuat hiasan tata busana kita dibimbing oleh Kak Diah, Bu Agnes, Kak Amanda dan Kak Kanaya. Di lokasi terakhir kita dibimbing oleh Kak Nico, Kak Vincent, Kak Yeera, Kak Clara, Kak Elsa, Kak Arga, dan Kak Asti.

 

Pengalaman yang saya dapatkan di lokasi pertama yang saya bisa mengerti cara dan proses pembuatan klepon dari awal hingga akhir. Ini adalah kali pertama saya membuat klepon. Saya juga pertama kali mencoba pada saat makan klepon, saya merasakan bahwa klepon itu tidak ada isinya. Baru waktu itu saya merasakan klepon yang kopong dan hanya memiliki rasa gurih. Di hari pertama saya juga pertama kali melihat proses pembuatan Bandeng Presto dan juga saya dapat mencicipi bandeng presto yang sudah digoreng.

 

Langkah-langkah membuat klepon adalah menyiapkan alat dan bahan. Bahan dasar utamanya adalah tepung ketan. Isi dalam klepon tersebut adalah gula jawa. Itu juga merupakan bahan dasar untuk menciptakan rasa manis klepon. Setelah membuat adonan dari tepung ketan ,masukkan gula jawa dan bentuk menjadi bulat. Lalu, rebus hingga matang dan klepon bisa dinikmati.

 

Cara membuat bandeng presto adalah, tentu saja menyiapkan ikan bandeng, alat, dan bahan lainnya. Pertama belah ikan menjadi 2 , oles bagian dalamnya menggunakan parutan bawang putih. Tata ikan pada panci yang akan digunakan untuk mempresto ikan. Setelah itu lumuri ikan dengan larutan kunyit untuk menambah warna. Setelah ikan masuk, beri jahe pada air presto agar mengurangi bau amis. Presto selama 2-3 jam.

 

Di hari ke-2 saya memiliki pengalaman membatik. Saya sudah pernah membatik sebelumnya pada saat saya kelas 1.Itu adalah kegiatan paling seru pada saat fieldtrip di hari ke-2. Ada teman saya yang kecipratan lilin karena canting yang digunakan tersenggol oleh teman yang lain. Namun, hal itu tidak mengurangi keseruan kita pada saat membatik. Setelah membatik saya berpindah di bagian tata busana. Disin7 kita diajarkan untuk menjahit dan membuat gantungan kunci. Ini adalah pengalaman menjahit paling seru, dimana saya bisa menjahit sambil mengobrol dengan teman – teman.

 

Saat membatik, siapkan lilin, canting, dan juga kain. Beri pola pada kain sesuai yang diinginkan. Setelah itu tebalkan pola menggunakan lilin. Hati -hati ya guys saat menebalkan. Setelah semua selesai, beri warna pada kain yang sudah dibatik. Tunggu hingga kering, dan batik pun jadiii.

 

Pada saat belajar menjahit, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah jarum jahit, benang, kain flanel, dakron (kapas). Pertama masukkan benang kedalam lubang jarum, ini harus sabar banget guys. Lalu, saat jahitan akan habis (tertutup), masukkan dakron secukupnya. Jangan terlalu sedikit, nanti kempes. Tinggal diberi gantungan, DAN JADIKAH GANTUNGAN KUNCIII.

 

Di hari ke-3 saya pertama kali pergi ke Grand Maerakaca, itu adalah pengalaman pertama saya waktu ke tempat itu. Disana kita mempelajari tentang cara membuat roket air, menanam hutan mangrove serta mengenal daerah di Jawa Tengah. Disitu kita juga menaiki kapal , berkeliling di singai yang dikelilingi pohon mangrove. Disini meskipun panas namun tetap saja menyenangkan. Ada juga teman teman yang bermain motor listrik. Hari ke 3 ini adalah hari terseru dan juga terpanas sepanjang pengalaman saya.

 

Pada saat penanaman mangrove, udara sangat panas guys. Sampai kita berbagi payung hahahahaha. Tapi itu tidak mengurangi keseruan kita. Setelah kita mendapatkan bibit mangrove, kita taruh di lubang yang sudah disediakan. Mungkin kedengaranya mudah, tapi ternyata cukup sulit untuk membuka gelas yang sebagai wadah tanah mangrove. Disitu benar benar tidak ada angi  yang lewat, jadi bisa lah ya membayangkan seberapa panasnya disitu.

 

Sebelum menanam mangrove, kita membuat roket air. Kedengaranya sulit tapi ternyata sangat mudah. Kalian cukup menyiapkan 2 buah botol bekas cocacola, kita menggunakan botol bekas soda karena cenderung lebih tebal. Setelah itu potong salah satu botol. Untuk ootongannya kita menggunakan patokan bagian label, jadi potong digaris atas label guys. Setelah itu masukan plastisin pada ujung tutup botol yang telah dipotong tadi. Lalu, rekatkan tutup botol yang ada plastisinya dengan bagian bawah botol yang utuh. Setelah itu kita buat sayap roketnya menggunakan impra board. Potong menjadi segitiga, tempelkan. JADI DEH ROKET AIR, tinggal dilontarkan menggunakan pelontar.

Kesan saya: fieldtrip kali ini sangat lah seru, menambah wawasan, ketrampilan serta menambah pengalaman. 

TERIMAKASIH SUDAH MENYIMAK . gimana… seru ga nih???? Ya suka duka sih ya, tapi bisa tambah pengalaman baru.

Wah, Fieldtrip 3 Hari Bersama SMP MM! Gimana Ni?

Wah, Fieldtrip 3 Hari Bersama SMP MM! Gimana Ni?

Selamat pagi/siang/sore/malam semuanya, teman-teman matrix, bapak ibu guru dan karyawan sekalian. Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semoga Tuhan Yesus Allah kita selalu melindungi kita semua. Pada hari ini, saya telah membuat laporan yang berisi tentang informasi dan proses selama kegiatan di luar sekolahan atau yang biasa disebut fieldtrip/studytour. Maka itu, mari disimak teman-teman, bapak ibu guru dan karyawan sekalian. 

 

Pasti kalian ingin tahu pembahasan artikel ini apa sebelum membaca kan? Jadi, artikel ini akan berisi dengan pengalaman dan pembelajaran saya selama fieldtrip/studytour atau kegiatan di luar sekolahan. Tapi apa sih tujuannya dilaksanakannya fieldtrip/studytour atau kegiatan luar sekolah? Tujuannya adalah, 

1. Meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap nilai-nilai sosial.

2. Meningkatkan wawasan terhadap dunia wirausaha, lingkungan sosial dan alam.

3. Memenuhi tugas dan menyusun laporan pembelajaran selama kegiatan di luar sekolah yang berada di lokasi berikut=

1. Dyriana/Bandeng Juwana (9 Januari 2023, mulai jam 08.00 hingga jam 12.00)

📍Jl. Pamularsih Raya No.70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148

2. SMK st. Fransiskus (10 Januari 2023, mulai jam 08.00 hingga 12.00)

📍Jl. Wolter Monginsidi No. 22, Pedurungan Tengah, Kec. Gemuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117

3. PRPP (Maerokoco) (11 Januari 2023, mulai jam 08.00 hingga 11.14 {14.00 dijemput di sekolahan})

📍Jl. Anjasmoro Raya, Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50144

 

Sebelum itu, saya perkenalkan diri saya dulu. Karena jika tak kenal maka tak sayang. Perkenalan diri saya Jessyca dari kelas 7F absen 12. Untuk awal-awal, pada tanggal 9-10 Januari 2023 angkatan kelas 7 dipecahkan menjadi 2 kelompok. Untuk peserta didik 7A hingga 7D (1-15), mereka pergi ke SMK st. Fransiskus. Sedangkan peserta didik 7D (15-28) hingga 7G pergi ke Dyriana/Bandeng Juwana, dan begitu sebaliknya pada hari kedua (10 Januari 2023). Karena saya merupakan peserta didik dari kelas 7F. Maka pada hari pertama saya (9 Januari 2023), saya pergi ke Dyriana/Bandeng Juwana yang berada di Jl. Pamularsih Raya No.70. 

 

Kalian pasti ingin tahu, apa sih yang kita lakukan di sana? Emangnya ada yang bisa dilakukan di sana selain belanja? Ada donk, tidak ada kata tidak mungkin. Jadi, selama kita di sana, kita diberitahu alat bahan serta dengan cara-cara pembuatan klepon dan bandeng presto dengan cara masak mereka sendiri. Pertama-tama, sebelum kita berangkat ke lokasi fieldtrip/studytour, kita jelas perlu membawa beberapa hal yang penting, antara lain (untuk tgl. 9 Januari 2023)=

    – Name tag

    – Celemek

    – Alat tulis

    – Buku catatan

    – Botol Minum

    – Bekal

Dengan dresscode, Seragam putih biru hari Senin (untuk tgl. 9 Januari 2023).

 

Setelah sampai di lokasi fieldtrip/studytour, kita semua berkumpul di sebuah ruangan dan duduk bersama kelompok masing-masing. Anggota kelompok saya adalah (kelompok 24)=

🔍. Evelyne Mirra Audriana/10

🔍. Frederica Charissa Ferdinda/11 {wakil ketua}

🔍. Gabriella Jessyca Clarissa Sutanto/12

🔍. Janessa Tamara/14 {ketua}

🔍. Jeanette Nathania Siswanto/15

🔍. Jessica Manuella Gendis Br. Tampubolon/16

🔍. Kezia Raissa Santoso/18

🔍. Livia Auralee Handoko/20

 

Setelah kita duduk bersama (melingkar), kita mendengarkan perintah-perintah dan cara-cara yang perlu kita ketahui untuk membuat klepon. Tetapi, sebelum itu MC kita di Dyriana/Bandeng Juwana mengajak kita untuk menari “Chicken dance”, Cukup lucu untuk mengawali fieldtrip/studytour ya, teman-teman. Jadi, beberapa narasumber membantu untuk menjelaskan pada kita alat bahan dan cara membuat klepon, narasumber yang mendampingi kita tersebut bernama=

-Kak Wawan [MC]

-Kak Vanessa

-Bu Isti

-Bu Eva

-Bu Yuni

-Mbak Sutipah

Dengan guru pendamping kita dari sekolah SMP Maria Mediatrix=

-Ms Niken

-Pak Yus

-Pak Damar

-Bu Astuti

-Pak Yo

Selanjutnya, Bahan dan alat yang kita perlukan untuk membuat Klepon adalah, (Sesuai penjelasan narasumber)= 

    – Tepung ketan

    – Tepung Tapioka

    – Parutan kelapa

    – Pewarna makanan (sesuai selera)

    – Gula Jawa

    – Air

    – Panci

    – Piring 

    – Tusuk gigi/sendok

 

Setelah narasumber memberi tahu bahan dan alat yang kita perlukan untuk membuat klepon, narasumber memanggil beberapa perwakilan kelompok untuk melihat sekilas bahan yang diperlukan. Setelah itu, kita mulai membuat klepon. 

📌. Proses membuat klepon= (Jangan lupa siapkan alat dan bahan dulu ya teman-teman, kalau tidak nanti langsung gagal.)

 

1. Pertama, kita bikin dulu adonannya dengan tepung tapioka, tepung ketan yang dicampur air dan diberi pewarna makanan sesuai selera/keinginan masing-masing.

2. Ambil adonan setelah adonan diaduk rata menjadi tekstur yang kenyal dan sedikit lengket/mudah menempel.

3. Setelah itu, adonan dibuat menjadi bentuk bulat dan silahkan ditekan membentuk lingkaran 2D.

4. Silahkan taruh gula jawa di tengah adonan yang sudah ditekan sebelumnya.

5. Setelah ditaruhnya gula jawa di tengah adonan sebelumnya, silahkan membuat adonan menjadi bentuk bulat lagi. Maka itu gula jawa akan tetap di tengah, tetapi jangan sampai tumpah atau keluar dari adonannya.

6. Setelah adonan berisi gula jawa dan telah dibentuk bulat-bulat, silahkan dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus selama 30 menit.

7. Setelah 30 menit, adonan klepon akan mulai mengambang di atas air. Jika sudah mengambang, silahkan dikeluarkan dan diletakkan di piring.

8. Setelah itu, taburkan parutan kelapa pada klepon yang sudah jadi.

9. Klepon kalian sudah dapat disajikan, silahkan dinikmati!

 

Selanjutnya, kita juga dijelaskan bagaimana cara ngepresto bandeng. Tetapi, sebelumnya kita diberikan sebuah yel-yel oleh MC kita yakni “Kak Wawan”. Narasumber lanjut menjelaskan bagaimana cara ngepresto bandeng, dan beberapa perwakilan dipersilahkan maju ke depan untuk menyaksikannya. Alat dan bahan yang diberitahu oleh Narasumber adalah, =

    – Garam

    – Bawang putih

    – Kunyit

    – Jahe

    – Autoclave

    – Lengser

 

Maka itu mari kita lanjut dengan penjelasan proses ngepresto bandeng khas pusat oleh-oleh ini (Dyriana/Bandeng Juwana) Bersama-sama! 

📌. Proses ngepresto bandeng=(Jangan lupa siapkan alat dan bahan dulu ya teman-teman, kalau tidak nanti langsung gagal.)

 

1. Pertama-tama, kita perlu mengolah bumbu dulu dengan menghaluskan bawang putih dan garam dengan cara dicampur, kunyit sebagai pewarna dan agar tidak amis seperti jahe.

2. Gunakan autoclave dan diisi dengan air, jangan lupa masukan potongan jahe nya ya teman-teman.

3. Buat yang kalian belum tahu, alat autoclave Dyriana/Bandeng Juwana ini di modifikasi sendiri lho! Ternyata, autoclave yang digunakan untuk ngepresto bandeng ini awalnya untuk penggunaan medis, tetapi dimodifikasi agar aman untuk dipakai sebagai sarana memasak.

4. Masukan lengser ke dalam autoclave.

5. Bandengnya jangan dilupa dibelah jadi dua dulu ya teman-teman!

6. Silahkan presto bandengnya selama 2,5 jam hingga 3 jam.

7. Bandeng yang sudah terpotong menjadi dua dan sudah dipresto tersebut sekarang bisa dioles dengan bawang putih dan garam yang sebelumnya telah dihaluskan dan juga dioleh dengan tepung kunyit agar lebih terasa lagi rasanya.

8. Bandeng presto kalian sudah dapat disajikan deh!

 

Nah, setelah narasumber memberi contoh cara ngepresto bandeng, kita diberi sample bandengnya lho! Rasanya enak banget, apa lagi dimakan sama nasi.

 

Karena saya sudah cerita tentang fieldtrip sebelumnya, mari saya cerita sedikit saja. Jadi, saya sebelumnya belum pernah ke Dyriana/Bandeng Juwana lho, makanya saya merasa tertarik waktu ke Dyriana/Bandeng Juwana, soalnya belum tahu gimana tempatnya mau pun isinya. Tapi sih, kalau saran ada lah ya. Saran saya, lain kali kalau ada rombongan fieldtrip lagi, semoga sudah disiapkan LCD dan ppt untuk ditampilkan, terkadang murid tidak dapat mendengar dengan jelas dengan apa yang diucapkan oleh narasumber, tetapi pengalaman di Dyriana/Bandeng Juwana ini sudah cukup menyenangkan, sudah ga sabar deh untuk hari ke dua (10 Januari 2023 di SMK st. Fransiskus). 

 

Total murid hari ini di lokasi Dyriana/Bandeng Juwana=

📌. 101 peserta didik dari kelas 7D (15-28) hingga 7G

Total guru pendamping + pemandu=

📌. 11 (5 guru pendamping + 6 pemandu dari Dyriana/Bandeng Juwana)

 

Sekarang, kita ke hari ke-2 yuk teman-teman !

Nah, pada hari ke-2 ini (10 Januari 2023), kita bermain di SMK st. Fransiskus. Sebelum mengawali fieldtrip/studytour, kita didudukan per kelompok yaitu kelompok Fransiskus 3 (laki-laki), kelompok Fransiskus 4 (laki-laki), kelompok Magdalena Daemen 3 (perempuan), kelompok Magdalena Daemen 4 (perempuan). Sedangkan saya masuk Magdalena Daemen 4, maka saya duduk di bagian tengah sebelah kanan (Kalau kalian nanya, kelompok Fransiskus 1-2 mana? Kelompok Magdalena 1-2 mana? Mereka jadwalnya beda ya teman-teman, mereka jadwalnya pergi ke Dyriana/Bandeng Juwana pada tgl. 10 Januari 2023, sedangkan mereka sudah ke SMK st. Fransiskus sehari sebelumnya, tetapi nanti tgl 11 Januari 2023 kita akan berangkat dan melakukan aktivitas bersama.). Kita mengawali fieldtrip/studytour ini dengan iringan lagu yang dibawa oleh kakak-kakak kelas atas dari SMK st. Fransiskus. Setelah iringan lagu tersebut selesai, kita doa pagi terlebih dahulu yang dipimpin oleh Bu Yohanna. Setelah kita selesai berdoa, kita disambut hangat oleh Bu Stefani. Bu Stefani juga memberi tahu kita berbagai hal tentang SMK dsb, bagi yang belum tahu perbedaannya=

 

📌. SMK memiliki singkatan dari “Sekolah menengah kejuruan”. Sedangkan SMA memiliki singkatan ” Sekolah menengah atas”.

📌. SMK lebih menuju untuk peserta didik yang ingin langsung kerja atau ingin mengembangkan bakat/talenta seninya agar dapat dijadikan modal hidupnya bagi mereka dan keluarganya. Sedangkan SMA lebih menunju kepada murid yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi.

📌. SMK lebih menuju ke presentasi seperti layaknya orang yang sudah kerja, jadi 70% nya presentasi dan 30% nya essay dan ilmu pengetahuan. Tahu kah kalian kalau? Jika kalian memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan di SMK, Maka kalian bisa saja seharian di sekolahan hanya presentasi dan tidak belajar lho! Beda dengan SMA yang 70% nya essay dan ilmu pengetahuan dan 30% nya presentasi. Karena SMA lebih menuju untuk ilmu pengetahuan dibandingkan yang lain.

Nah, sekarang kalian sudah tahu kan bedanya SMK dan SMA. 

 

Tetapi, kita juga disambut hangat oleh kakak-kakak kelas atas kita dari SMK st. Fransiskus. Mereka menyamput kita dengan sebuah dance yang berisi dengan 4 anggota. Semua baju mereka menarik perhatian, dan kakak kelasnya cantik semua. Selanjutnya, kita dipisah kegiatannya per kelompok, seperti ini=

📌. Kelompok Fransiskus 3=

– Jam pertama (08.00-10.00)= Nyablon

– Jam kedua (10.00-12.00)= Kerajinan kayu

📌. Kelompok Fransiskus 4=

– Jam pertama (08.00-10.00)= Kerajinan kayu

– Jam kedua (10.00-12.00)= Nyablon

📌. Kelompok Magdalena Daemen 3=

– Jam pertama (08.00-10.00)= Membatik

– Jam kedua (10.00-12.00)= Membuat tata busana

📌. Kelompok Magdalena Daemen 4=

– Jam pertama (08.00-10.00)= Membuat tata busana

– Jam kedua (10.00-12.00)= Membatik

 

Jadi, perempuan dan laki-laki emang beda ya teman-teman. Karena jamnya tidak cukup, maka dipisah aktivitasnya. Saat jam pertama, kelompok Magdalena Daemen 4 membuat tata busana. Tetapi, sebelum saya jelaskan lebih lanjut, kenalan sama pemandu kita dulu yuk! Pemandu kita di SMK st. Fransiskus adalah=

 

(Pemandu Tata Busana)=

📌. Bu Agnes

📌. Kak Diah

📌. Kak Amanda

📌. Kak Kanaya

 

(Pemandu membatik)=

📌. Pak Rubertus

📌. Kak Olivia

📌. Kak Jeanny

📌. Kak Mayrose

📌. Kak Eva

📌. Kak Jessica

 

Nah, sekarang kita semua sudah kenal dengan kakak-kakak atasan kita dan para guru yang memandu kita selama fieldtrip. Karena itu, mari kita mulai penjelasan dan juga alat dan bahan untuk membuat tata busana. Alat dan bahan membuat tata busana adalah,=

📌. Dakron

📌. Benang

📌. Jarum jahit

📌. Gunting

📌. Gantungan kunci

📌. Lem tembak

📌. Jepit rambut

📌. Hiasan kecil sesuka hati

📌. Kain berbentuk sama 2 lapis (bebas)

 

Sekarang kita sudah tahu alat dan bahan yang telah di sampaikan oleh pemandu kita, kita langsung ke penjelasan cara membuat tata busana saja ya, teman-teman. Penjelasan cara membuat tata busana=

1. Siapkan alat dan bahan.

2. Masukkan benang ke dalam lubang kecil yang berada di bagian atas jarum jahit.

3. Ikat ujung benang, satu sisi saja yang diikat.

4. Mulai menjahit dari bawah kain yang berbentuk sama 2 lapis.

5. Saat benang yang teriikat sebelumnya sampai diujung kain, silahkan masukkan jarum jahit dari atas (secara terus menerus)

6. Menjahitnya dengan teknik U ya teman-teman, jadi saat menjahit jarum ditarik diantara tengah benang agar terbentuk U.

7. Lanjut menjahit dengan teknik U sampai tersisa lubang kecil diantara 2 lapis kain.

8. Masukkan dakron ke dalam antara 2 lapis kain tersebut.

9. Mulai menjahit dengan teknik U lagi untuk menutup lubang sebelumnya.

10. Jika sudah jadi, silahkan hasil jahitan tersebut dibawa ke pemandu agar dijahitkan gantungan kunci/dilem jepit rambut.

11. Setelah itu, silahkan pilih hiasan yang diinginkan yang dapat berupa, inisial nama, manik-manik, daun kertas, mata dan bibir, atau pun sebagainya.

12. Silahkan dilem hiasan pilihan tersebut dengan menggunakan lem tembak.

13. Sekarang jepit rambut/gantungan kunci kalian sudah jadi deh!

 

Nah, setelah kita selesai membuat tata busana, kelompok lain juga sudah menyelesaikan aktivitas mereka, dsb. Kita pada jam 10.00 dihentikan dulu karena ada istirahat, maka itu kita dibagikan es teh dan ayam 1 box per murid. Kita juga diperbolehkan jalan-jalan di sekeliling sekolahan. Maka saya dan teman saya pergi ke kantin untuk membeli sosis digulung telur deh. 

 

Akhirnya jam istirahat pun selesai, kita semua mulai mengemas tas dan barang-barang yang kita bawa sebelumnya untuk mmelanjutkan aktivitas kita ke aktivitas yang kedua teman-teman. Nah, sesuai jam kita, kita pada jam kedua ada membatik nih. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita dijelaskan dan diberi tahu alat dan bahan oleh pak Rubertus dan dibantu oleh kakak-kakak kelas atas yang juga membantu untuk memandu kita. Jadi, ini deh alat dan bahan yang disebutkan oleh pak Rubertus. Alat dan bahan untuk membatik=

📌. Kuas

📌. Cat air

📌. Malam

📌. Canting

📌. Kompor portable + wajannya untuk membatik

📌. Canva yang sudah tercetak gambaran yang diinginkan untuk membatik

 

Setelah diberi tahu alat dan bahannya, kita pasti dijelaskan cara membatiknya ya teman-teman, Maka kita langsung jelaskan saja cara membatiknya. Caranya membatik adalah,=

 

1. Siapkan alat dan bahan terlebih dulu.

2. Siapkan wajan dan nyalakan kompor portable yang digunakan khusus untuk membatik.

3. Taruh malam yang keras di dalam wajan yang sudah mulai panas.

4. Tunggu malam meleleh. Caranya tahu jika sudah dapat dipakai, dapat dilihat saat malam sudah menjadi cairan dan mulai mengeluarkan asap.

5. Sembari menunggu malamnya untuk meleleh, silahkan siapkan canva yang sudah tercetak tipis dengan gambaran yang ingin dibatik.

6. Saat malam sudah siap dipakai, silahkan ambil canting dan aduk-aduk malam terlebih dahulu untuk memastikan jika sudah siap atau belum.

7. Jika sudah memastikan malamnya sudah siap untuk digunakan atau tidak, silahkan diciduk/digayung malamnya agar masuk ke dalam canting. Tetapi jangan banyak-banyak menciduk/menggayung malamnya.

8. Setelah menciduk/menggayung malam kedalam canting, silahkan sapukan ujung canting di piring wajan sampai malam tidak menetes keluar. (Hati-hati ya teman-teman, biar tidak meneteskan malam ke diri sendiri maupun ke teman)

9. Mulai menebalkan gambaran yang terlihat sedikit pudar dengan canting. Ingat ya teman-teman, jari kelingking di keluarkan (alias tidak memegang canting agar lebih mudah untuk mengarahkan canting), dan jangan lupa arah canting adalah bawah ke atas dan kiri ke kanan agar malam dapat keluar dari canting.

10. Jika malam tidak keluar dari canting dan canting sudah dimiringkan ke atas, maka malam sudah habis. Jadi diisi ulang ya teman-teman.

11. Silahkan lanjutkan menebalkan gambaran yang sedikit pudar di canva hingga selesai.

12. Jika sudah selesai, silahkan ambil kuas dan cat air, dan mulai mewarnai gambaran yang sudah kalian batik dengan keinginan masing-masing/sesuai selera masing-masing.

13. Jika sudah selesai, silahkan dikeringkan.

14. Kalau sudah kering, sudah jadi deh hasil membatik kalian.

 

Sekarang kita sudah tahu kan caranya membuat tata busana dan caranya membatik, teman-teman. 

 

Tapi, kalian tahu tidak? Kalau saya juga tidak pernah pergi ke SMK st. Fransiskus. Karena jaraknya dari rumah saja jauh banget, jadi saya tidak pernah main-main ke sana. Jadi saat fieldtrip, rasanya seperti cuci mata karena belum pernah ke SMK st. Fransiskus ya, teman-teman. Kapan-kapan dateng ke SMK st. Fransiskus yaa, siapa tahu seru juga untuk kalian. 

 

Teman-teman, aslinya apa sih tujuan dari ini? Ya, kita melakukan aktivitas seperti ini untuk lebih mengenal dengan dunia seni, budaya dan dunia wirausaha. Banyak banget hal yang tidak kita ketahui, maka melakukan aktivitas seperti ini dapat menambah ilmu pengetahuan murid, teman-teman. Untuk kritik saran, sepertinya tidak ada. Sudah bagus, dan menyenangkan. Semuanya berjalan dengan mulus dan tidak ada sela yang membosankan saat di SMK st. Fransiskus. Rekomen banget sih kalau mau fieldtrip, karena seru semua aktivitas nya. Nah, untuk sekarang sudah cukup untuk hari ke-2 ya teman-teman! 

 

Total murid hari ini di SMK st. Fransiskus=

📌. 101 peserta didik (7D absen 15-28) hingga 7G.

Total guru pendamping + pemandu di SMK st. Fransiskus=

📌. 17 (5 guru pendamping + 12 pemandu dari SMK st Fransiskus)

 

Sekarang, kita langsung saja ke hari ketiga (11 Januari 2023) ya teman-teman! Sebelum kita mulai, kita lihat dulu apa saja yang perlu kita bawa dan ketentuannya ya teman-teman, karena hari ini (11 Januari 2023) kita pergi ke PRPP Maerokoco, teman-teman! Yang perlu kita ketahui (yang perlu kita bawa, dsb) adalah,=

 

1. Lokasi fieldtrip= PRPP (Maerokoco)

2. Mulai dan berakhir jam= 08.00 – 14.00

3. Dresscode= Kaos ekstra Matrix dan celana Pramuka.

4. Transportasi= Bus yang disediakan oleh sekolahan.

5. Kelompok= kelompok Pramuka (Kelompok saya kelompok bunga matahari putri teman-teman.)

📌. Apa saja yg disiapkan dan dibawa=

     • Name tag.

     • Jas hujan/Payung.

     • Buku dan alat tulis.

     • Bekal minum dan makan

     • Baju ganti (jaga-jaga jika saat bermain air).

     • Sandal.

📌. Untuk membuat roket air= (murid membawa sesuai dengan ketentuan kelompoknya masing-masing)

– Botol cocacola 1500ml x 2.

– Plastisin 150gr (3x3x5cm).

– Isolasi/lakban bening lebar 2cm.

– Cutter besar.

– Gunting.

– Penggaris.

– Double tape 1 rol.

6. Tambahan jika ada/perlu : Obat pribadi jika ada yang memerlukannya.

 

Nah, sekarang sudah pada tahu kan informasinya teman-teman. Walau diinformasikan jam 08.00, kita tetap masuk seperti biasa yaitu 06.50, dan berangkat pada jam 07.30. Pasti kalian menanyakan, kenapa masuk jam 06.50 tetapi berangkatnya jam 07.30? Nah gini teman-teman, kita jam 06.50 harus sudah sampai sekolahan (SMP Marsudirini Maria Mediatrix jl. MT Haryono). Jadi, saat jam 07.30 kita dapat berangkat ke PRPP Maerokoco bersama dengan satu kelas menaiki transportasi bus yang sudah disiapkan oleh sekolahan. 

 

Setelah sampai di PRPP Maerokoco pada jam 08.00 tepat, kita perlu menunggu sebentar karena guru sedang membeli tiket masuk. 

 

Saat menunggu, kita berbaris dulu ya teman-teman. Setelah guru pendamping kita membeli tiket, kita langsung jalan deh ke sana. Buat kalian yang tidak tahu, di Maerokoco panas banget ya teman-teman. 

 

Setelah kita sampai, kita foto dulu di depan Maerokoco. Kita fotonya per kelas ya teman-teman, bukan satu angkatan langsung foto bersama ya. 

 

Nah, habis foto-foto, kita langsung masuk ke dalam dan dipasang gelang (tiket) oleh kakak-kakak pemandu kita. Dari pada basa basi, kita langsung kenalkan saja kakak-kakak pemandu kita! Kakak pemandu kita adalah, =

 📌. Kak Nico

📌. Kak Clara

📌. Kak Fira

📌. Kak Elsa

📌. Kak Asti

📌. Kak Imron

📌. Kak Vincent

📌. Kak Ava

📌. Kak Yudi

📌. Kak Arga

Sekarang sudah kenal kan sama kakak-kakak pemandu kami. Kita langsung saja ke saat fieldtrip/studytour nya sudah dimulai! 

 

Waktu kita masuk di Maerokoco, kita dipandu untuk pergi ke aula untuk doa pembukaan, informasi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dan juga sciences show yang dipandu oleh Kak Nico. 

 

Nah, apa saja sih yang dilihat saat sciences show? Kita langsung saja lihat ya teman-teman! 

📌. Yang pertama, kita dilihatkan sebuah gelas ukur yang berisi air. Tetapi, ada juga 2 telur di sebelah gelas ukur tersebut. Kak Nico pun mencontohkan kepada kita cara membedakan telur yang sudah matang dengan telur yang masih mentah. Caranya adalah dengan cara diputar, jika telur tersebut masih mentah, maka telur akan berputar perlahan-lahan atau pun berhenti. Jika telur tersebut telur yang sudah matang (telur rebus), maka telur akan berputar dengan cepat, karena bagian dalamnya sudah menjadi bentuk yang padat. 

📌. Sekarang kita sudah tahu kan mana telur yang mentah, maka telur yang mentah pun di masukkan ke dalam gelas ukur yang sudah berisi dengan air. Diawal, telur perlahan jatuh ke dasar air. Tetapi, saat ditambahkan garam, telur pun mulai mengambang. Pasti bingung, kok bisa ya telur mengambang di atas air? Jadi, yang menyebabkan telur mengambang di atas air adalah massa dan banyaknya kadar garam. Jika kadar garam di dalam air banyak, maka massa yang lebih ringan/rendah akan mengambang di atasnya. 

📌. Selanjutnya kita ada percobaan “Cartesian diver” yang di awal ditemukan oleh seorang penyelam yang ingin melakukan penelitian. Penelitiannya adalah, jika sebuah botol/tabung diisi dengan udara dan air. Tetapi, apa sih yang mengejutkan dari itu? Kan hanya botol berisi udara dan air. Oh jelas ada donk yang mengejutkan! Yang mengejutkan adalah, Jika kita menekan botol tersebut dengan pipet di dalam, maka air tambahan memasuki tipet, sehingga meningkatkan densitas rata-rata sistem tabung>air>udara, menghasilkan daya apung negatif dan tipet akan tenggelam ke dasar botol. 

📌. Selain adanya “Cartesian diver”, kita juga melakukan percobaan dengan cuka dan dosa. Jadi, untuk melakukan percobaan ini, kita memerlukan botol air, cuka, soda kue, dan balon. Nah, caranya adalah dengan mencampurkan cuka dan air yang berada di dalam botol, dan memasukkan soda kue ke dalam balon. Setelah balon diisi dengan soda kue, silahkan balon di balik dan di pasang ke ujung botol. Saat soda kue berjatuhan ke dalam campuran cuka dan air, maka terlihat bahwa balon mulai berisi dengan gas, karena disebabkan dari campuran soda kue dan cuka yang menghasilkan gas karbon dioksida. 

📌. Uji coba terakhir kita adalah botol dengan isi coca cola yang di dapur dengan mentos. Pasti kalian sudah pernah dengar atau melihat di media sosial kan, Teman-teman? Iya sama, saya juga pernah melihat uji coba tersebut, hanya saja saya tidak pernah mencobanya. Jadi, siapkan botol coca cola beserta dengan coca cola nya! Jangan hanya botolnya. Setelah itu, siapkan tutup botol coca cola yang sudah dilubangi. Jika sudah menyiapkan tutup coca cola yang berlubang, silahkan ikat beberapa mentos kepada benang tali dan masukan kepada lubang tutup botol coca cola tersebut. Jika sudah, silahkan pegang ujung benangnya agar benang yang terikat dengan benang tidak jatuh ke dalam coca cola. Selanjutnya, silahkan benang dilepaskan agar mentos dapat terjatuh. Terus, apa sih yang terjadi? Yang terjadi adalah, coca cola akan mulai keluar dari lubang tersebut seperti air mancur. Tapi mengapa sih coca cola bereaksi seperti ini kepada mentos? Reaksi tersebut diakibatkan oleh soda yang memiliki gelembung gas karbon dioksida, maka jika dicampur dengan mentos, soda akan mengalami nuklueasi gas karbon dioksida. 

 

Setelah kita melihat percobaan sciences tersebut, setiap kelas memiliki aktivitas masing-masing. Untuk kelas saya (7F) bersama dengan kelas 7E dan 7G, aktivitas pertamanya adalah membuat roket air. Jadi, kita dijelaskan alat dan caranya untuk membuat roket air. Ini alatnya untuk membuat roket air,=

 

– Botol cocacola 1500ml x 2.

– Plastisin 150gr (3x3x5cm).

– Isolasi/lakban bening lebar 2cm.

– Cutter besar.

– Gunting.

– Penggaris.

– Double tape 1 rol.

 

Ternyata banyak juga ya alatnya, teman-teman. Kita langsung saja ke proses pembuatannya, tanpa basa-basi ya teman-teman! Prosesnya untuk membuat roket air adalah, =

 

1. Siapkan 2 botol coca cola 1500ml × 2.

2. Jika sudah disiapkan, silahkan belah botol menjadi dua, satu botol saja ya teman-teman, yang satunya tidak perlu dibelah. 

3. Gunakan bagian atas botol (bagian yang ada tutup botolnya) yang sudah dibelah, yang bagian bawah tidak perlu digunakan.

4. Masukkan plastisin ke dalam botol yang hanya ada bagian atasnya (bagian yang ada tutup botolnya), jangan terlalu banyak ya teman-teman. 

5. Siapkan intrabox dan dibelah menjadi 2 dengan bentuk/sudut diagonal. 

6. Jika kalian melihat bagian dalam Intrabox (setelah dibelah), pasti kalian akan lihat ada beberapa baris yang menyerupai kotak kan? Nah, itu dipotong tiga barisnya. 

7. Setelah dipotong, silahkan ditekuk kedua sisinya (yang bekas dipotong) dan pasanglah selotip bolak balik kebagian bawah intrabox yang sudah dipotong. 

8. Setelah itu, dilepas saja bagian selotip bolak balik yang tertutupi, dan ditempelkan ke botol kedua (yang belum dibelah) dengan sirip menghadap ke bawah botol (setidaknya ditempel di tengah-tengah botol). 

9. Ulangi proses tersebut hingga sudah ada 4 intrabox yang tertempel dibotol (disetiap sudutnya). Silahkan di tambahkan lakban bening agar tidak intrabox tidak copot. 

10. Nah, jika sudah jadi, silahkan kedua botol dijadikan menjadi satu dengan cara dilakban agar bentuknya menyerupai sebuah roket. (Botol yang masih utuh dimasukkan ke dalam botol yang sudah dimasukkan plastisin sebelumnya). 

11. Sudah jadi teman-teman, ternyata tidak begitu susah untuk membuat roket air kan?

 

Nah, setelah kita membuat roket air, setiap kelas berpisah dan melakukan aktivitas setiap kelas masing-masing yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

 

Setelah berpisah dari kelas lain, aktivitas selanjutnya untuk kelas 7F adalah jalan-jalan ke Cilacap, bukan kabupaten Cilacap yang sebenarnya ya teman-teman. 

 

Pasti kalian bingung, apa sih yang dilihat di sana? Ya, banyak sih. Jadi saya langsung saja list apa saja yang kita lihat di sana beserta dengan penjelasannya ya teman-teman. Jadi, di Kab. Cilacap ada, =

📌. Pertama, di dekat arah masuk ada “katrol”. Katrol merupakan penggerak roda yang tersambung dengan kabel untuk mempermudah mengangkat suatu benda yang memiliki massa yang berat. Semakin banyak katrol, maka semakin ringan untuk mengangkat benda tersebut dengan kabel yang sudah terpasang dengan roda. 

📌. Selanjutnya, kita ada ” Ruang tanpa batas”. Jadi, jika dilihat dari luarnya saja, kita dapat melihat ada dua cermin yang saling berhadapan. Jika kita letakkan sebuah benda di antara kedua cermin tersebut, maka jika kita melihatnya dari sebuah sudut, benda akan terlihat banyak karena adanya pandulan cermin dan cahaya/bayangan yang sudah diperhitungkan sudutnya agar dapat terlihat banyak. 

📌. Selanjutnya lagi, ada sebuah kerucut beserta dengan sebuah benda yang menyerupai barbel. Penemuan ini memiliki nama “Menurun ke atas”. Namun, mengapa diberi nama demikian? Karena, jika kita meletakkan barbel di ujung kerucut yang terendah, maka barbel tidak akan turun, tetapi malah naik. Tetapi, kenapa sih bisa begitu? Hal tersebut dapat terjadi karena design kerucut sendiri yang memiliki arus gravitasi yang cukup kuat untuk menarik barbel ke atas melainkan ke bawah. 

📌. Nah, yang satu ini cukup mengejutkan jika kalian belum pernah melihatnya. Nama penemuan ini bernama ” Lengkungan kokoh”. Jadi, akan ada beberapa balok yang terbuat dari besi/batu dan sebuah lengkungan sebagai dasaran/tumpuan untuk menata balok tersebut. Jika kita sudah menata balok-balok besi/batu tersebut, maka kita sudah dapat menarik tumpuannya/dasarannya. Saat ditarik, maka balok-balok besi/batu tersebut tidak akan terjatuh. Jika kita injak-injak, atau pun kita jalan melewati bagian atas balok-balok besi/batu tersebut, maka balok-balok pun tidak akan jatuh. Melainkan balok-balok tersebut akan semakin kokoh karena adanya pergesekan diantara balok-balok tersebut yang dapat membuat tekanan yang cukup kuat terhadap satu dengan yang lain seperti bangunan romawi lama yang digunakan sebagai fondasi bangunan (atap/lorong).

📌. Ternyata banyak juga ya, tapi masih ada banyak lagi, jadi dibaca perlahan-lahan ya, agar tidak salah paham atau bingung. Selanjutnya, kita ada “Harpa atap”. Jujur, saya juga tidak begitu paham, malah saat ngelihatnya bingung dan mau ketawa. Ternyata, harpa atap ini merupakan struktur dari alat musik yang bernama harpa, alat musik harpa merupakan alat musik yang cukup lama. Harpa ditemukan di Mesir kuno pada tahun 2500 SM. Bedanya dengan yang ditampilkan, harpa tersebut tidak memiliki benang yang seharusnya digunakan untuk memainkan harpa tersebut, jadi dinamakan ” Harpa atap”. Karena emang hanya atapnya doank teman-teman. 

📌. Selanjutnya, ada “Bola listrik”. Benda ini berbentuk seperti bola ya teman-teman, sesuai dengan namanya. Jika kita menyentuh bola listrik, maka listrik akan perlahan mendekat ke kita. Karena listrik akan datang kepada potensi yang lebih besar seperti manusia. 

📌. Nah, yang ini juga cukup menarik lho teman-teman. Nama penemuan ini adalah ” Halilintar “, keren juga ya namanya. Jadi, jika kita pencet tombol start, maka ketegangan listrik akan semakin tinggi. Jika tegangan listrik semakin tinggi, maka akan semakin mudah bagi listrik untuk meloncat kesana kemari. 

📌. Selanjutnya, jika kalian sudah kelas 4, 5 atau 6+, pasti kalian pernah mendengar tentang energi manusia yang dapat dirubah menjadi daya listrik di pelajaran IPA kalian. Penemuan ini bernama ” Energi & daya”. Seperti namanya, benda ini dapat mengubah energi manusia menjadi daya listrik dan digunakan sebagai alat sehari-hari. Tetapi pada zaman modern, hal ini sudah jarang digunakan dan ditemukan ya teman-teman, karena pada zaman modern ini, kita lebih sering menggunakan daya mesin untuk mendapatkan energi listrik. 

📌. Pasti kalian pernah dengar nama permainan ini. Nama permainan ini adalah ” Menara Honai”, pasti kalian saat kecil pernah memainkan ini. Jadi, “Menara Honai” memiliki tiga tiang yaitu tiang asal, tiang bantu dan tiang tujuan. Permainan ini juga disediakan sebuah lingkaran yang menyerupai donat dengan ukuran yang berbeda-beda yang bisa dimasukkan ke tiang mana saja. Game ini juga merupakan game matematis atau game teka teki. Kapan-kapan boleh nih dicoba, teman-teman. 

📌. Mungkin kalian belum pernah dengar permainan ini, tapi permainan ini sudah cukup lama keberadaannya lho teman-teman. Nama permainan ini adalah “Tebak tanggal lahir”. Permainan ini menggunakan angka biner dan juga memerlukan ilmu matematika untuk memainkannya. Permainan ini biasa digunakan dalam bentuk kartu. Permainan ini memiliki lima kartu yang berbeda. Kartu pertama berisi dengan angka= 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19, 21, 23, 25, 27, 29, 31. Kartu kedua berisi dengan angka= 2, 3, 6, 7, 10, 11, 14, 15, 18, 19, 22, 23, 26, 27, 30, 31. Kartu ketiga berisi dengan angka= 4, 5, 6, 7, 12, 13, 14, 15, 20, 21, 22, 23, 28, 29, 30, 31. Kartu keempat berisi dengan angka= 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31. Kartu terakhir (kelima) berisi dengan angka= 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31.

📌. Dan yang terakhir, kita ada “Cermin pembeda”. Jika dilihat, hanya ada satu cermin tipis di tengah-tengah sebuah kayu. Jika kita melihat dari tengah cermin dengan menggunakan satu mata dan perlahan-lahan menggerakkan benda di sisi kanan dan kiri, maka jika dilihat dari sudut biasa, jarak kedua benda tidak akan begitu berbeda. Hal tersebut disebabkan oleh ilusi otak kita. 

 

Setelah kita selesai jalan-jalan di kab. Cilacap, kita kembali ke aula dan menaiki kereta untuk memutari Maerokoco. Kita juga menyapa beberapa teman kita dari sekolah negri bersama dengan para tourist lho, teman-teman.

 

Saat kita selesai menaiki kereta, kita mengambil tas dan menaruhnya di luar aula. Karena, kita akan menaiki perahu. Sebelum itu, kita melihat beberapa murid kelas lain yang turun, dan ternyata salah satu dari mereka berhasil menangkap ikan teman-teman, keren kan? 

 

Nah, setelah mereka semua turun, gantian kita deh yang naik perahu. Kita juga berusaha menangkap ikan, tetapi malah diganggu balik sama ikannya donk. Diakhirnya, kita tidak dapat ikan, tapi tidak masalah deh. Setidaknya sudah dapat merasakan sensasi menaiki perahu ya, teman-teman. 

 

Setelah menaiki perahu, kita mengambil minum dan makanan kita dan akhirnya istirahat sembari menunggu kelas lain kembali setelah melakukan aktivitas mereka masing-masing. 

 

Waktu istirahat, banyak yang jajan dan nyewa menaiki motor listrik. Sampai ada yang nrobos tangga menggunakan motor listrik lho teman-teman, mungkin bosan nunggu jam istirahat selesai ya? Siapa tahu kan ya. 

 

Akhirnya jam istirahat selesai, dan kita langsung menanam pohon di pinggir sungai (jembatan). Saat perjalanan ke jembatan tersebut, ternyata Maerokoco panas banget, rasanya seperti digoreng di wajan ya teman-teman. Jadi, kalau mau pergi ke Maerokoco jangan lupa bawa payung/topi ya! Biar tidak kepanasan. 

 

Saat kita sampai, kita tidak begitu lama di sana kok. Lagian, kita semua pasti pernah menanam sesuatu. Maka kita tidak perlu dijelaskan begitu lama atau pun detail. 

 

Setelah kita selesai, kita diberi waktu bebas dan boleh makan/minum/main HP atau pun nyewa motor listrik lagi.

 

Saat jam pukul 13.00 lebih sedikit, kita semua ambil tas dan kembali masuk ke aula untuk doa penutup dan mengakhiri fieldtrip kita. 

 

Setelah doa penutup, kita kembali ke bus dan melakukan perjalanan untuk pulang ke sekolah (SMP Marsudirini Maria Mediatrix) dan dijemput oleh orang tua. Nah, sebelum itu, saya juga belum pernah ke Maerokoco, jadi 3 destinasi untuk fieldtrip ini saya tidak pernah sama sekali pergi ke salah satu destinasi nya ya, teman-teman sekalian. Saran untuk fieldtrip terakhir ini, saya berharap disediakan payung ya hehe, soalnya panas banget. Tapi tidak masalah, selama tujuan kita selama fieldtrip ini sudah tercapai kan? Kita semua juga sudah mendapatkan pengetahuan baru selama fieldtrip/kegiatan luar sekolah ini. 

 

Nah, untuk bonus karena sudah baca sepanjang ini kan? Roket air yang kita bikin di Maerokoco tersebut akhirnya diluncurkan hari ini pada tanggal Jumat, 13 Januari 2023. 

 

Kita semua menggunakan seragam OR dan berkumpul di lapangan untuk mendengarkan penjelasan dari guru. Di depan, disediakan sebuah launcher dan pompa untuk meluncurkan roket air kita. 

 

Sebelum diluncurkan, roket air diisi dengan air terlebih dahulu. Jika sudah dipanggil, maka roket air akan dipasang penutup botol di ujung botol yang tidak ada plastisin-nya. 

 

Saat roket air sudah dipasang di launcher, maka seseorang akan memompa launcher minimal 10 kali. Jika sudah dipompa 10 kali atau lebih, maka sudut launcher akan dimodifikasi sesuka regunya. 

 

Jika roket air sudah diluncurkan, maka akan diberi tanda oleh para OSIS dan roket airnya yang memasuki 10 besar akan diikut kan lomba roket air lagi, hingga hanya tersisa 3 roket air yang akan di juara kan sebagai juara 3, juara 2 dan juara 1. Setelah itu, pada tanggal Senin, 16 Januari 2023 akan kembali pada pembelajaran normal ya teman-teman. 

 

Sepertinya sudah cukup dari saya untuk artikel fieldtrip 3 hari ini, maka terimakasih kepada kalian semua yang sudah membaca artikel ini hingga selesai! Semoga kalian semua dapat menjalani hari ini dengan baik ya, selamat pagi/siang/sore/malam semuanya.

Beberapa foto yang diambil selama fieldtrip=

 

Dyriana/Bandeng Juwana

 

SMK st. Fransiskus

 

PRPP Maerokoco

Sekian terimakasih. 

KEGIATAN LUAR SEKOLAH

KEGIATAN LUAR SEKOLAH

Hai para manusia manusia NT, hari ini kita akan melakukan field trip di sesuatu tempat yaitu ke Dyriana/Bandeng juwana pada tanggal 9, SMK St. Fransiskus pada tanggal 10, dan PRPP(Maerokoco) pada tanggal 11.

Alasan kami field trip adalah untuk memperluas wawasan, informasi yang meningkatkan kemampuan hidup bermasyarakat, dan memberikan pengalaman yang nyata terhadap siswa.

Hari pertama murid MM pergi ke Dyiana/Bandeng juwana, alasan kami ke sana adalah agar kami dapat mempelajari cara membuat klepon yang enak dan cara membuat bandeng tulang lunak atau yang biasa di sebut bandeng presto.
Cara membuat klepon sangat mudah loh, yang pertama kita harus siapkan tepung ketan, pewarna makanan yang bewarna hijau pandan, air secukupnya, dan kalapa parut.
Yang kedua:
– masukan tepung ketan ke dalam mangkuk lalu masukan pewarna makanan kedalam air,
– masukan air yang sudah di beri warna kedalam mangkuk dan campurkan dengan tepung ketan,
– uleni adonan sampai khalis,
– ambil sedikit bagian lalu bentuk menjadi bola,
– lalu di tekan dan masukan gula jawa secukupnya, bentuk menjadi bola lagi,
– siapkan air sampai mendidih, masukan klepon ke dalam air yang sudah mendidih,
– lalu tunggu sampai mengapung,
– angkat lalu campurkan dengan kelapa yang sudah di parut,
– klepon siap disajikan.

Cara membuat bandeng presto juga gak kalah mudah loh, yang pertama kita siapkan ikan bandeng, garam, bawang, jahe, kunyit yang sudah di campur air.
Yang kedua:
– cuci bandeng hingga bersih,
– belah bandeng menjadi menjadi dua bagian tetapi jangan sampai terputus,
– Lumuri bandeng dengan bumbu (garam, bawang, jahe),
– Oleskan kunyit yang sudah di campur air,
– Masukan bandeng ke autoclave sekitar 2-3 jam,
– Setelah sudah 2-3 jam keluarkan dari autoclave,
– Setelah itu goreng bandeng sampai matang
– Bandeng siap di sajikan.

Hari kedua murid MM pergi ke SMK St. Fransiskus, alasan kami kesana adalah untuk belajar cara membatik dan cara untuk menjahit.
Cara membatik lumayan mudah loh, yang pertama kita siapkan canting, pewarna kain, kain dengan gambar, dan malam yang sudah di cairkan
Yang kedua:
– Siapkan malam yang sudah di cairkan,
– Lalu ambil malam menggunakan canting,
– Oleskan ke kain yang sudah di gambar,
– Arahnya dari kiri ke kanan atau bawah ke atas,
– Jika sudah jadi warnai dengan pewarna kain mengikuti gambar,
– Jadi deh, kalian bisa menggunakan ini sebagai hiasan.

Cara menjahit juga lumayan mudah loh, yang pertama kita siapkan jarum, benang, kain flanel, dakron, dan gantungan kunci.
– Potong dua kain flanel sesuai dengan yang kalian mau,
– Lalu jahit pada semua bagian,
– Sisakan sedikit bagian,
– Lalu masukan dakron secukupnya,
– Lanjutkan menjahit sampai semua bagian tertutup,
– Jahit gantungan kunci di bagian atas sisi,
– Kalian dapat menghiasnya agar lebih cantik.

 

Hari ketiga atau hari terakhir murid MM pergi ke PRPP (Maerokoco), alasan kami kesana untuk melihat sains, membuat roket air, naik kapal dan kereta, serta menanam tumbuhan

Membuat roket air ini sangan mudah loh, yang pertama kita siapkan plastisin, gunting, cutter besar, double tip, solasi bening, 2 botol kosong coca cola, pengharis dan intraboard
Yang kedua:
– Campurkan semua plastisin menjadi Satu,
– Potong 1/4 bagian atas 1 coca cola,
– Masukan plastisin yang sudah dicampur ke bagian atas botol coca cola yang sudah di potong,
– Potong intraboard menjadi 4 bagian dengan bentuk segitiga,
– Tempelkan 1/4 bagian atas botol coca cola yang sudah diisi plastisin ke bagian bawah botol coca cola yang masih utuh, menggunakan solasi,
– Belah salah satu sisi intraboard yang berebentuk segitiga,
– Tempelkan sisi intraboard yang sudah di belah menggunakan solasi pada bagian sisi botol,
– Roket air sudah jadii.
Yang menjadi tempat favorit ku itu saat pergi ke SMK St. Fransiskus, karena aku bisa belajar cara membatik dan cara menjahit dengan benar, yang menarik dari SMK St. Fransiskus itu terletak pada jurusannya yang bervariasi.
Usulanku untuk kegiatan luar sekolah selanjutnya adalah pergi ke Bali.

Sekian laporan dari saya, maaf jika belum sempurna karna yang sempurna itu saat aku dan kamu dipersatukan dan berubah menjadi kita.

-TERIMAKASIH-

Field Trip Kelas 7 SMP Maria Mediatrix

Field Trip Kelas 7 SMP Maria Mediatrix

Pada tahun 2023 ini, seluruh kelas 7 SMP Maria Mediatrix melakukan fildtrip / kegiatan luar sekolah ke tiga tempat yang ada di Semarang. Tujuan melakukan kegiatan luar sekolah adalah :

  • Meningkatkan apreasi terhadap lingkungan hidup
  • Meningkatkan wawasan peserta didik , wirausaha , social dana lam
  • Memenuhi tugas praktek penyusunan laporan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9,10 dan 11 Januari 2023.

Kami mengunjungi tiga tempat yaitu :

  • Dyriana Bandeng Juana
  • SMK St. Fransiskus (SMIK)
  • PRPP (Maerokoco)

Sebelumnya saya hanya pernah berkunjung ke PRPP untuk menemani mama saya memilih area untuk outbond.

 

            Siapa sih pemandu kita selama fildtrip? Karna 3 tempat berbeda pasti pemandu nya juga berbeda, mau tau? Sini aku kasih tau, waktu berkunjung ke Dyriana dipdandu oleh kak wawan dan kak vanes, kalau yang di SMK St. Fransiskus ada bu Fani, Kak olive dan teman temannya, yang terahkir di Maerokoco bersam dengan kak Elsa let it gooo.

 

            Di hari pertama kami mengunjungi Dyriana Bandeng Juana yang ada di Jl.Pamularsih disana kita diajari untuk membuat klepon dan melihat proses pembuatan bandeng duri lunak, aku mau cerita nihh tentang hari pertama, aku berangkat dari sekolah menuju dyriana bersama teman teman, sampai di sana kami diarahkan untuk masuk ke ruangan dan duduk berkelompok, kalian tau ga sihh nama kelompok aku? Namanya buto ijo wkwkw keren kan. Lalu setelah di adoni, adonan yang sudah kalis di bagikan perkelompok dan setiap orang membuat 4 klepon. Aku senang karna dapat membuat klepon tapi aku juga sedih ada beberapa klepon yang tidak ada isi nya.

 

            Lanjut yuk, masih di hari pertama ya, setelah membuat klepon, kita di lihatkan proses pembuatan bandeng duri lunak, pembuatan nya cukup simple, bahan nya pun hanya menggunakan garam,kunyit,jahe dan bawang yang sudah di haluskan. Simple kan? Yuk ke hari kedua

 

            Di hari kedua kami mengunjungi SMK St. Fransiskus yang berada di Jl. Waltermongensidi, Genuk. Disana kami diajak untuk menjahit dan membatik. Aku paling suka di hari kedua karna seru bangetttt!!!. Kakak kakaknya baik baik jugaaa, nyaman banget kalo disituu, jadi pengen kesitu lagi dehh!!

 

            Okee, kita ke hari ke tiga, kami mengunjungi PRPP Maerokoco, disana kami diajak membuat roket air, menanam bakau, menaiki perahu dan menaiki bis keliling keliling prpp. Saat menaiki perahu ada ikan ikan bandeng yang melompat lompat ke permukaan, semua teman teman ku kaget, pada teriak semua, seru bangett!! Aku sama teman teman juga naik motor/sepeda listrik, aku pengen deh kesana lagi.

 

            Di hari pertama yang menarik perhatian ku pada saat membuat klepon, kalau di hari kedua yang menarik perhatian ku adalah membatik karna aku suka seni yang seperti ituuu (juga sama kakak yg cowo sih hehe), di hari ketiga yang menarik perhatian ku adalah saat menaiki perahu dan menaiki sepeda listrik, pastinya kalau menarik perhatian ada sesuatu objek nya, hmm tapi apa ya? mungkin karna seru dan menarik, dan juga tempat nya nyaman bngtt

 

            Kita dapat mengetahui proses proses pembuatan klepon, bandeng , membatik, menjahit, menanam bakau dan membuat roket air

 

            Saran ku untuk kegiatan luar sekolah ini adalah melakukan kegiatan di luar kota sepertu di solo, jogja dll supaya mendapat pengalaman baru di luar kota.

Sekian dari saya, terima kasih dan sampai jumpa