by Eldritch | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Pada sebuah desa, tinggal seorang anak bernama Ivory. Ia sudah tidak memiliki kedua orang tuanya, dia hanya hidup berdua dengan neneknya.Meski begitu hidupnya terasa sangat menyenangkan karena neneknya serba bisa. Neneknya pandai memasak,bisa membuatku tertawa, dan bahagia selain itu nenekku bijaksana dan dikagumi oleh warga desa.Setiap ingin tidur neneknya tidak lupa menceritakan dongeng untuknya. Ivory mendengarkan dengan khidmat dan imajinasinya pun menari-nari dengan gembira.
Suatu hari, Ivory bertemu dengan paman Ben. Ia berkata kepada Ivory bahwa neneknya bukan orang biasa. Ia pemegang kunci menuju ke sebuah negeri beda dimensi di mana semua keajaiban bisa terjadi. Ivory tertawa sangat kencang mendengar hal tersebut dan mengatakan neneknya hanya sekedar pendongeng. Paman Ben bersikeras Ivory salah dan semua dongeng yang dikisahkan nenek Ivory padanya adalah hal nyata.Jika Ivory percaya, ia pun bisa masuk ke negeri tersebut. Mendengarkan perkataan Paman Ben, Ivory masih tersenyum mengejeknya.Menurutnya Paman Ben sedikit tidak waras.
Malam pun tiba, Ivory teringat perkataan Paman Ben. Walau tak percaya tetapi ia juga penasaran. Maka ia pun meminta neneknya mendongeng seperti biasa. Nenek mengiyakan lalu dongeng tentang negeri ajaib itu dimulai. Tanpa disadari, Ivory tertidur. Lalu keesokan harinya ia terbangun di tempat berbeda. Ia panik melihat sekitarnya yang tidak ia kenali sama sekali. Ivory melihat orang-orang bersayap, terbang ke sana ke mari. Pepohonan lebat ada dimana-mana, buah-buah segar begitu banyak. Namun segala keindahan itu tidak membuat Ivory senang dan tenang. Ia merasa sendirian dan sedih sebab terjebak di tempat yang tidak ia kenali.
Saat Ivory sedih, tiba-tiba Ivory didatangi seekor kucing raksasa bersayap putih yang bernama Drederick. Ivory tampak terkejut. Ia mengenali kucing tersebut sebab nenek sering menceritakannya. Drederick bertanya dengan heran, mengapa Ivory bisa berada di hutan tersebut? Ivory juga sama herannya, tak menyangka bisa melihat Si Drederick secara langsung. Drederick berkata, “Ini hanya mimpi Ivory. Pulanglah, tempatmu bukan di sini!”
Mendengarkan perkataan Drederick.
Ivory berkata, “Tapi aku tak tahu caranya, bolehkah kamu menolongku?” Drederick pun mengiyakannya. Ia meminta Ivory naik ke punggungnya. Ivory menuruti perkataan Si Drederick. Mereka terbang tinggi lalu Si Drederick menjatuhkan Ivory ke jurang. Ivory kaget dan menggenggam sayap Si kucing dengan sekuat tenaga. Namun Drederick tersebut mengepakkan sayapnya dan membuat Ivory terjatuh ke dalam jurang.
Ivory tidak mati. Ia terbangun dengan terengah-engah dan keringat dingin keluar deras di keningnya dan membasahi tengkuknya. Syukurlah aku hanya bermimpi saja, pikirnya. Ini akibat ia terlalu mendengar omongan tidak masuk akal Paman Ben. Lalu Ivory melanjutkan tidurnya. Keesokan harinya, Ivory bangun lebih pagi. Ia tak sengaja mendapati bulu putih di genggamannya. Ia ingat, saat jatuh ke jurang ia menggenggam sayap Si Drederick. Bulunya masih Ivory genggam. Ia tak bermimpi, negeri aneh itu benar-benar ada.
Napas Ivory kembali terengah-engah dan keringat dinginnya memenuhi tengkuknya.
by Ryukito | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Suatu saat, terdapat seorang gadis bernama Sane. Selama sepanjang hidup Sane. Sane anak yang biasa-biasa saja. Tetapi suatu hari saat Sane ingin berangkat kesekolah, yang tepatnya SMP Magdalene Aria.
“Wah mendung nih,semoga disekolah hujan deh wkwkwk.” kata Sane berharap.
Sesaat setelah 30 menit berangkat, Sane pun sudah sampai disekolah. Tepatnya,ia sampai sekolah jam 07.30 sedangkan jam masuk sekolah itu 08.00. Seharusnya,teman-teman Sane sudah banyak. Tetapi dikelas Sane hanya terdapat 6 anak sedangkan sudah ada banyak tas di bangku. Kelas Sane terdapat di lorong ujung,kelas Sane adalah D807.
“Tumben banget nih masih dikit,main hp dulu deh depan lapangan.” Batin Sane.
Tetapi sebelum itu,teman Sane yaitu Raka memanggilnya.
“Sane! Mau kemana lo? Udh mau bell nih!” kata Raka memanggilnya dengan kencang.
“Mau main hp depan lapangan,biar nyampe gitu sinyal nya. Ee btw ini ngapa sepi banget dikelas?” Kata Sane ke Raka
“Itu pada ngumpul didepan gerbang,soalnya katanya ada yang pingsan gatau kenapa tuh.” kata Raka
“Wah gokil banget nih,gw cabut dulu ya mau liat.” kata Sane bersiap-siap untuk ke depan.
Raka pun menggelengkan kepalanya.
“Ck ck ck.” eluh Raka untuk Sane.
Raka pun melanjutkan menulis agenda nya,karena belum ia tulis dari seminggu yang lalu.
Disisi Sane,ia pun sudah sampai ke depan gerbang. Terlihat pun sebuah wanita pingsan tak berdaya diangkat ke mobil ambulance.
“Yahhh,udah selesai nih acara pingsan nya.” kata Sane mengeluh
Guru guru pun menyaut ke siswa-siswa
“Ayo,pergi ke kelas ayo!” Kata salah satu guru berteriak
Sane pun kecewa dan langsung pergi dari situ pergi kekelas,saat sudah sampai kelas tiba-tiba pun hujan deras disertai petir yang kencang.
“Nahhhh,akhir nya hujan” kata Sane senang.”
Tanpa ia tahu,sesaat sesudah itu akan mati listrik tetapi sebelum itu. Sane melihat sebuah bayangan hitam di jendela kelas.
“Eh siapa itu? Cs kali ya.” batin Sane menyepelekan.
Tetapi anehnya,bayangan hitam itu tidak keluar lagi. Sane pun sedikit heran akan itu. Sesaat sesudah 10 menit. Sekolah pun mati listrik,tetapi kelas pun tetap dilanjutkan walau sangat gelap. Tetapi di pikiran Sane terdapat sebuah ide untuk berpura-pura menjadi makhluk halus dengan rambut panjang nya,ia pun menakut-nakuti sebuah teman nya yang bernama Riko. Saat Riko sedang menulis, Sane pun dibelakang nya siap untuk menakuti nya. Sane pun memegang pundak Riko 2x. Riko pun membalikan badan nya.
“YAALAH!” Riko berteriak kaget.
“AHAHAHHAHAHA.” Sane tertawa terbahak-bahak.
“Setan lu,nakut-nakutin gw merinding gw.” kata Riko marah kepada Sane.
Sane pun pergi meninggalkan Riko, untuk menakuti teman yang lain dengan rambut panjangnya.
Tetapi sesaat sesudah itu, di sebelah kanan Riko ada gadis berambut panjang berseragam dan berpenampilan seperti Sane.
“Halah udahlah,ga mempan.” kata Riko ke gadis yang berpenampilan seperti Sane.
“Sini-sini gua buka rambut lu,lu diem gitu ngeri,jangan baper ya.” kata Riko sambil membuka rambut nya.
“Rambut lo kusut banget sih.” kata Riko berkata ke gadis berpenampilan Sane mengeluh.
Saat rambut itu pun sudah terbuka,ternyata wajah dari gadis itu adalah mata nya melotot seperti mau keluar,wajah nya hancur lebur,mulut nya yang rusak dan lidah nya yang panjang keluar sampai ke lantai.
Riko sangat syok,ia pun pingsan dan dilarikan kerumah sakit.
“Gokil banget tuh si Riko pingsan,ngeri nih kena apa dia ye?” Kata Sane membisikan ke Raka.
“Ssst,ngawur kamu orang pingsan kok” kata Raka membisikan ke Sane.
“Iya maap dek” Sane menyaut Raka.
Setelah itu,sekolah pun tidak mati listrik lagi. Dan semua kembali ke pelajaran dan semuanya normal sampai pulang. Sane pun pulang dengan naik gorab,tetapi saat di jalan ia kembali bertemu sebuah bayangan hitam di sebuah gang yang gelap.
“Yaampun,itu siapa sih merinding disko nih gua” batin Sane.
Saat sudah sampai rumah, Sane melakukan hal-hal dan sangat normal seperti biasanya.
Esoknya, hari itu Riko sudah masuk sekolah lagi. Tetapi Riko berlaku aneh. Saat kegiatan ibadah,Riko merasa ada sesuatu di belakang nya. Tetapi saat ia melihat belakang nya tidak ada apa-apa, lalu Riko melihat ke depan semua siswa-siswi tidak ada Riko melihat sekeliling. Saat melihat belakang ke 2 kali nya ternyata ada pocong dengan bermuka hancur dan ada belatung dimuka-muka nya. Riko sudah sangat syok. Riko melihat depan dan ada gunderwo membawa palu dan tanpa sadar ia bukan ada di ruangan ibadah,tetapi ia ada atap sekolah. Riko pun ternyata hanya berhalusinasi karna efek dari kutukan nya,karna ia sangat syok dan ia masih berhasulinasi ia pun lari. Dipikiran Riko,ia pun lari dengan cepat di hasulinasi nya. Dikenyataan Riko ternyata lari dan jatuh dari atap sekolah yang tepatnya lantai 3. Riko pun kehilangan nyanya. Satu kelas pun menjenguk Riko ke kamar mayat saat pulang. Tetapi terlihat Raka seperti menulis-nulis sesuatu. Raka pun tersenyum miris melihat Riko kehilangan nyawanya. Sane pun curiga melihat itu. Saat Raka pergi Sane mencoba melihat buku yang sehabis ditulis Raka.
Baru sesaat Sane membuka bukunya Raka tiba-tiba datang dan berkata.
“Mau ngapain?” Kata Raka menanyakan dengan heran ke Sane.
“Engga,cuma penasaran aja kok cover nya bagus hehe..” kata Sane dengan khawatir ia ketahuan.
“Udah liat kan? Pergi sana!” kata Raka mengusir Sane untuk tidak membuka buku itu.
Sane pun pergi, ia sudah tidak melihat bayangan hitam itu lagi. Tetapi jika ada laki-laki lain yang mendekatinya kecuali Raka,pasti akan mati 2 hari. Sane pun curiga. Dan saat 1 laki-laki yang dekat dengan dia ia tidak mati 2 hari,tetapi saat ke3 harinya. Laki-laki itu pun saat ketiga harinya ia kehilangan nyawanya lebih mengenaskan dari pada yang sebelum nya yaitu laki-laki itu meninggal dengan bagian tubuh yang terpisah-pisah. Sane pun sekarang sangat curiga kepada Raka dan Sane ingin membuka buku nya. Suatu hari, Raka lupa membawa buku nya pulang. Sane pun cepat-cepat mengambil buku itu dan ia bawa pulanglah buku itu. Sane pun saat sudah sampai rumah lekas membuka buku itu, ternyata buku itu ada banyak nama-nama laki-laki yang dekat dengannya.
“Sudah tau kamu sekarang?” Kata Raka entah darimana.
“Keluarlah! Tunjukan dirimu!” Kata Sane kaget.
“Padahal aku melakukan ini demi kamu..” kata Raka yang tidak diketahui dimana dia.
“Lo suka sama gue?” Kata Sane menanyakan dengan heran.
“Iya.” Kata Raka dengan suara pelan.
“Terus kenapa kok pake cara gitu, sebenarnya gw juga suka sama lo. Tapi lo kaya gitu.” Kata Sane menyaut Raka dengan sedih.
“Benarkah? Aku tidak ada cara lain untuk mendapatkan mu. Maaf,semua kematian disekolah aku yang sebabkan.” Kata Raka ke Sane
“Jika begitu,ijinkan aku membakar buku ini supaya tidak ada korban lain.” Kata Sane menyaut Raka
“Baiklah” kata Raka muncul dari kegelapan.
Sane dan Raka pun keluar dari rumah dan ke hutan untuk membakar buku itu. Saat sudah sampai Raka ternyata ingin mengkhianati Sane dan membunuhnya,tapi tanpa Raka tahu Sane sudah menyiapkan semuanya.
” Turunlah sebentar dan bawa buku itu, aku mau menyiapkan sesuatu dimobil!” Kata Sane menyuruh Rafa
“Kenapa? Aku tunggu dimobil juga saja.” Kata Raka
“Pokonya keluar,gw mau nyiapin sesuatu!” Kata Sane beralasan ke Raka
Dengan bodoh nya, Raka pun mengiyakan dan keluar dari mobil membawa buku itu. Dan dengan cepat, Sane langsung beralih ke posisi pengemudi dan mengunci mobil itu.
“Gw ga sebodo itu ya!” Kata Sane menyalakan mobil sambil melempar sebuah korek untuk membakar habis Raka dan buku itu.
“TUNGGU!!” kata Raka yang sudah tenggelam dilautan api
Dan Sane pun dengan cepat menggunakan mobil itu untuk pulang. Akhirnya pun semua kejadian itu sudah berakhir, ia pun berdoa agar kejadian seperti itu tidak terulang.
Tamat..
by Reza kecap | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Di sebuah kota terdapat sebuah anak yang beranama Oscar. Di lingkungan rumah, dia tidak memiliki teman. Saat itu sedang libur sekolah. Oscar merasa sangat bosan dirumah karena tidak ada kegiatan. Kedua orang tua nya selalu bekerja. Melihat itu, ayahnya mempunyai sebuah ide. “Bagaimana jika hari ini kita pergi ke toko hewan peliharaan?” kata ayahnya. Oscar pun mengangguk.
Oscar yang awalnya cemberut langsung tersenyum ketika memasuki toko tersebut. Banyak hewan yang Oscar lihat disana. Saat pertama kali ia memasuki toko tersebut, seekor anjing lah yang pertama dia liat. Anjing itu pun langsung menggonggong dan melompat-lompat kegirangan ketika melihat Oscar. Anjing itu bernama Robin. Robin merupakan seekor anjing yang berukuran tidak terlalu besar. Ekor dan kakinya pendek, namun telinganya panjang.
“Mari kita memelihara anjing ini yah,” kata Oscar sambil menggendong Robin. Ayah Oscar pun berkata, “Baik lah, tapi kau harus berjanji untuk selalu merawatnya,” Oscar pun mengangguk.
Mereka berdua selalu bermain dan menghabiskan waktu bersama. Robin paling senang bermain lempar tangkap bola dengan Oscar. Setiap kali Oscar melempar bola, Robin pasti akan mengejarnya sampai dapat, meski bola itu sudah melambung sangat jauh.
Suatu hari Oscar mendapat sebuah undangan. “Undangan apa ini?” kata Oscar kebingungan. Ia pun langsung membuka dan membaca undangan tersebut. “WAH, PERLOMBAAN BASEBALL, AKU HARUS IKUT INI!” Oscar pun bergegas untuk mendaftar perlombaan tersebut. Oscar memang merupakan anak yang hebat dalam bermain baseball di sekolahnya. Oscar pun ikut berlatih bersama tim dari sekolahnya. Setiap berlatih, ia juga selalu ditemani oleh Robin.
Harinya perlombaan pun tiba. Oscar datang ke perlombaan tersebut bersama kedua orang tuanya dan Robin. Perlombaan pun berlangsung seperti biasa. Tim Oscar sangat unggul dalam perlombaan tersebut. Tiba lah babak terakhir dalam permainan tersebut. Di babak itu Oscar bertugas menjadi pemukul bola. Bola pun dilempar kan oleh tim lawan. Bola melambung dan kemudian dipukul dengan keras oleh Oscar. Bola yang dipukul Oscar melambung sangat tinggi hingga keluar dari lapangan menuju ke jalan raya. Robin yang melihat bola itu dipukul oleh Oscar pun mengejar bola tersebut hingga ke jalan raya. Oscar yang melihat anjingnya berlari ke jalan raya pun berteriak, “ROBIN, JANGAAANN!!!” kemudian Oscar langsung berlari mengejarnya.
Bola itu pun menggelinding di jalan, dan Robin masih mengejarnya. Tapi tiba tiba mobil yang sedang melaju kencang terlihat dari kejauhan. “ROBIN PERGIII!!!!” teriak Oscar sambil mendatangi Robin. Supir mobil itu pun langsung menginjak rem ketika melihat Robin. Tapi itu sudah terlambat, Robin pun mati tertabrak. “TIDAAAKKK!!!” teriak Oscar sambil menangis dengan kencang. Perlombaan itu pun berakhir. Oscar yang menang tetap sedih karena anjingnya sudah tidak ada bersamanya.
Setelah itu, orang tua Oscar pun mengajaknya untuk mengubur anjingnya di sebuah kuburan. Kebetulan di kuburan tersebut terdapat lahan kosong, sehingga mereka dapat menguburkannya disitu. Setelah kembali ke rumah, Oscar masih sedih. Ia yang dulunya ceria menjadi anak yang pendiam. Orang tua nya selalu mencoba untuk menghiburnya, tetapi Oscar tidak dapat kembali ceria lagi.
Hari libur pun telah usai, maka Oscar kembali bersekolah. Pada suatu hari, ia mendapatkan tugas untuk membawa katak yang mati untuk dijadikan percobaan. Mereka diajarkan bahwa dengan tegangan listrik yang cukup, katak yang mati tersebut dapat dihidupkan kembali. Melihat itu, Oscar pun mendapat sebuah ide, “Tunggu, jika aku bisa mendapatkan tegangan listrik yang cukup, mungkin aku bisa menghidupkan Robin kembali.”
Saat kembali ke rumah ia bergegas untuk ke loteng di rumahnya. Ia mulai mencari cara untuk mendapatkan tegangan listrik yang cukup. Ia berpikir sangat lama, sampai tidak sadar bahwa hari sudah malam. Di malam itu sangat gelap, dan setelah beberapa saat hujan pun tiba. Hujan ini sangat deras dan ditemani oleh petir. Petir itu berbunyi sangat keras, dan menyambar sebuah pohon. Pohon itu pun terbakar. Oscar pun terkejut, tapi ia berpikir, “Jika aku bisa membuat sesuatu benda tersambar oleh petir, lalu mengalirkan tegangan listriknya ke Robin, mungkin ia bisa mendapat tegangan listrik yang cukup.”
Pada siang keesokan harinya, kedua orang tuanya pergi karena ada acara. Oscar pun mulai mempersiapkan percobaannya. Kebutuhan dan alat-alat yang diperlukan sudah disiapkan oleh Oscar. Dia hanya butuh untuk mengambil mayat anjingnya dan menunggu untuk hujan petir datang. Saat malam tiba, Oscar bergegas untuk pergi ke kuburan tempat anjingnya dikubur. Ia menggali kuburnya dan mengambil mayatnya. Saat kembali ke perjalan ke rumah, tetesan air dari langit pun mulai terasa. Oscar pun bergegas untuk kerumah. Sesampainya dirumah, ia langsung naik ke loteng. Di situ ia menancapkan paku di leher anjingnya, lalu mencapitkan tang di paku tersebut. Tang tersebut dihubungkan ke benang yang terhubung ke layang-layang.
Hujan dan angin yang kencang pun datang. Oscar mulai menerbangkan layang-layang tersebut dari atap rumahnya. Petir pun mulai muncul. Dan salah satu dari petir tersebut menyambar layang layang Oscar. Tegangan listrik dari petir tersebut pun mengalir dari layang layang ke tubuh Robin. Awalnya Robin masih terlihat sama. Tapi setelah beberapa saat ekornya mulai bergerak. Oscar yang melihat itu pun sangat senang. “AKU BERHASIIL!!!!” kata Oscar sambil tersenyum.
Setelah beberapa jam, Robin pun mulai sadar. Oscar pun langsung memeluk Robin. Setelah itu Oscar melepas tang di leher Robin. Robin pun mulai berjalan. Meski begitu, Robin masih terlihat lemas. Maka Oscar pun memberi tempat untuk Robin tidur dan beristirahat. “Kau istirahat disini dulu saja.” kata Oscar kepada Robin.
Saat pagi tiba Oscar pun kembali bersekolah. Sebelum ke sekolah, ia berkata kepada Robin, ”Jangan pergi dari sini, dan jangan sampai ada yang melihatmu.” Setelah beberapa saat, Robin merasa bosan. Robin berkeliling di sekitaran loteng itu. Robin mencoba mendorong jendela yang ada disitu dan ternyata dapat terbuka. Robin pun segera keluar dari situ, namun ia terjatuh. Karena itu, ekornya terlepas. Meski begitu Robin tetap dapat berjalan meski sedikit pincang. Ia mulai berkeliling di halaman belakang rumah Oscar. Lalu ia lompat keluar dari pagar, dan menuju jalan raya.
Kebetulan saat Robin keluar dari pagar, ia bertemu dengan salah satu teman Oscar yang terlambat ke sekolah. Teman itu bernama Davin. “Bukankah itu anjingnya Oscar? TUNGGU, BUKANKAH DIA TELAH MATI??” kata Davin. Sesampainya di sekolah, Davin memberi tahu Oscar tentang hal yang ia temui. Akhirnya Oscar pun menceritakan semuanya ke Davin. Mendengar hal itu, David meminta tolong Oscar untuk menghidupkan kucingnya yang juga telah mati. Oscar pun berjanji untuk memenuhi permintaan Davin, dengan syarat Davin tidak memberi tahu hal itu kepada orang lain. Davin pun menyetujui persyaratan itu.Pada malam harinya langit kembali terlihat sangat gelap. Maka Oscar menghampiri Davin, lalu ke kuburan kucingnya. Oscar sudah membawa semua peralatan, sehingga sesampainya mereka disana, Oscar langsung mempersiapkan rancangannya. Setelah selesai persiapan, hujan dan angin pun mulai datang. Layang-layang Oscar kembali bertebangan. Lalu petir muncul dan menyambar layang-layang Oscar. Tegangan listrik dari petir itu sangat kuat, bahkan lebih dari yang dibutuhkan. Setelah beberapa saat, kucing itu mulai bergerak. Anehnya, muka kucing itu tidak terlihat normal. Mata kanannya besar dan berwarna kuning. Dan tiba tiba, kucing itu membesar.
“APA YANG TERJADI???” teriak Davin sambil panik. “AKU JUGA TIDAK TAHU, MUNGKIN TEGANGAN LISTRIK YANG DITERIMA KUCINGMU TERLALU BANYAK.” Jawab Oscar.
Setelah itu, kucing itu mulai bangkit. Kucing itu berukuran sangat besar. Awalnya dia hanya terdiam. Maka Davin pun mencoba mendekati kucing itu. Kucing itu pun merasa terancam dan langsung menggeram dengan keras. “LARIIIII!!!!!” teriak Oscar. Davin dan Oscar pun berlari dengan kencang. Kucing itu pun mengejar mereka.
Warga warga pun terbangun untuk melihat apa yang terjadi. “MAHLUK APA ITU!!” teriak salah satu warga. Para warga pun segera melarikan diri dari situ. Oscar berlari menuju rumahnya untuk menyelamatkan Robin terlebih dahulu. Saat di rumah Oscar, Davin bertanya, “APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?”
“TIDAK TAHU, KITA HARUS MENYELAMATKAN DIRI KITA TERLEBIH DAHULU.” jawab Oscar.
Saat sedang berlari, Oscar teringat akan pohon yang terbakar karena tersambar oleh petir. Ia mendapat ide, “KITA HARUS MEMBUNUH KUCING ITU!” “AKU JUGA TAU, TAPI BAGAIMANA CARANYA?” balas Davin. “KITA AKAN MEMBAKAR KUCING ITU. KITA AKAN MENYAMBARKAN PETIR KE SEBUAH POHON LALU MENGGUNAKAN API ITU UNTUK MEMBAKAR KUCING ITU.” Jawab Oscar.
Kemudian mereka pun memutuskan untuk berlari mencari benda untuk disambar petir dan sebuah benang. “GUNAKAN PAYUNG INI SAJA. ” kata Davin. Mereka lalu lanjut untuk mencari benang. Petir yang sebelumnya sudah berhenti kembali bermunculan. “INI LAH WAKTUNYA” teriak Davin. “BAGAIMANA DENGAN BENANGNYA?” balas Oscar. “AKU TIDAK TAHU, TAPI KITA HARUS MENYAMBARKAN PETIR KE POHON INI SEKARANG JUGA. INI ADALAH WAKTU YANG TEPAT, KUCING ITU SUDAH DEKAT DENGAN KITA.” Kata Davin.
Robin mendengarkan semua itu lalu segera menggigit payung tersebut lalu lari membawanya. “KAU MAU KEMANA?” teriak Oscar. Robin berlari menuju kucing itu. Kucing yang melihat Robin itu pun lalu mengejarnya. Robin berlari, kemudian memanjat sebuah pohon. Setelah sampai diatas situ ia kemudian berdiri, lalu mengarahkan payung tersebut ke arah langit. Kucing itu berada persis dibawah pohon itu, dan sedang mencoba untuk memanjat pohon itu. Petir pun datang, kemudian menyambar payung yang digigit Robin. Alhasil, Robin pun terkena sambaran petir itu. Pohon itu langsung terbakar dengan cepat. Kucing itu pun ikut terbakar lalu mati.
“TIDAAAAAKKK!!!!!!” teriak Oscar dengan kencang.
Oscar pun kemudian mulai menangis. Para warga masih terheran heran dengan apa yang terjadi. Setelah beberapa hari, banyak berita yang melaporkan tentang kejadian itu.
Keesokan harinya, Oscar masih sangat sedih hingga ia lupa bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya. Pada siang harinya orang tua Oscar pun pulang. Oscar pun menceritakan tentang semua yang terjadi selama kedua orang tuanya pergi. Yang Oscar tidak tahu adalah bahwa kedua orang tuanya sudah tahu semuanya. Maka ayahnya pun kemudian memberikan Oscar sebuah kardus. Oscar pun membuka kardus itu. Di kardus itu terdapat foto-foto Oscar bersama Robin, dan ekor dari Robin yang ditemukan ayahnya.
“Terimakasih yah, aku sangat merindukan Robin, hadiah ini sangat berarti bagiku.” kata Oscar. “Ya nak, meski anjingmu sudah tidak ada, kami akan selalu disini untukmu.” Balas ayahnya. Tetesan air mata pun mulai keluar dari mata Oscar.
by Airinn | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
- Di sebuah planet bernama Tevyat ditinggali banyak penduduk, seperti planet Bumi, tetapi mereka dipimpin oleh dewa dewa yang tinggal di istana yang terletak di atas awan. Ada 4 dewa yang memimpin planet Tevyat bersama-sama.Yaitu Guizhong, pemimpin dari dewa-dewa, Arlechino, pemimpin negara Arnes, Chloris, pemimpin negara Lerie, dan Istaroth, pemimpin negara Voline. Setiap dewa tentu saja memiliki peran peran yang sangat penting. Chloris yang berarti dewa bunga memiliki peran untuk menjaga tumbuhan-tumbuhan di planet Tevyat tetap sehat dan hijau. Arlechino yang memiliki peran untuk mengurus keuangan Internasional di Tevyat. Istaroth yang memiliki peran untuk menjaga alur waktu di Tevyat dengan lancar. Dan tentu, Guizhong berperan untuk memastikan Tevyat aman dari ancaman dunia luar.
Penduduk Tevyat hidup dengan damai dan tentram dengan perlindungan dari dewa-dewa mereka. Penduduk Tevyat memanfaatkan anugrah dari dewa dewa dengan membuat rumah, pertanian, organisasi, dan lain-lain.
Sekarang para dewa sedang melakukan meeting di Istana.”Pertemuan ini saya mulai.” kata Guizhong yang berarti meeting ini sudah dimulai. Meeting pun berlanjut dengan tumpahan ide dari para dewa. ”Bagaimana jika setiap tahun, selama satu bulan kita berhentikan waktu untuk para penduduk Tevyat supaya kita, para dewa bisa berlibur?” ucap Istaroth, dewa waktu. ”Tidak boleh begitu!” Arlechino menolak dengan tegasnya. ”Kenapa tidak? Kita juga butuh liburan kan?” tanya Istaroth sambil kebingungan. ”Kenapa tidak katamu? pertemuan ini digunakan untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk PENDUDUK Tevyat, bukan apa yang terbaik untuk kita. Itu pun juga ide yang tidak masuk akal dan tidak penting untuk kita.” jawab Arlechino. ”Ayo lah teman-teman jangan bertengkar di tempat suci ini…” kata Chloris yang khawatir dengan mereka berdua. ”DIAM KAMU!” teriak Arlechino yang sedang marah sambil memukul meja. Chloris pun sedih dan hampir meneteskan air mata. ”Lihat apa yang kamu lakukan, kamu membuat Chloris sedih!” Teriak Istaroth.” Kamu membuat saya emosi! tidakkah kau mengerti bahwa yang kau bilang ide itu sangatlah egois?” kata Arlechino. ”Apa? menurut saya itu adalah ide yang sangat bagus. Kita sudah melayani dunia ini selama ribuan tahun tanpa henti, apakah kamu tidak kelelahan?” Kata Istaroth. ”Ya, saya kelelahan. Tetapi kita sudah menandatagani kontrak itu bukan? Itu adalah janji kita. ”Kata Arlechino. ”S-sudahlah teman-teman. . saya khawatir akan terjadinya pertengkaran” Kata Chloris.
“Ide bagus Chloris, mari kita pertarungkan hak kita atau hak penduduk Tevyat” kata Arlechino. ”H-hah? Tidak! Bukan itu maksudku!” Kata Chloris yang kebingungan. Arlechino pun menghela nafas dan dengan enteng menerima tantangan itu. Guizhong hanya bisa melihat dengan putus asa dan menunggu mereka untuk menyadarkan diri mereka.
“Pertempuran akan dimulai jam 10:30 di seluruh area istana, kamu mempunyai waktu 4 jam untuk bersiap. ”Kata Arlechino. ”Baiklah. ”jawab Istaroth.
Setelah meeting
“Apaan sih Istaroth itu? dia tidak pantas dipanggil dewa!” Kemarahan Arlechino keluar dari mulutnya dengan lancar. ”T-tuanku, tenanglah… ” kata Velis, penasehat Arlechino. ”Bagaimana saya bisa tenang? kelakuan dia, Istaroth membuatku sangat jengkel! Dia tidak bisa menyalah gunakan kekuatannya hanya untuk bersenang senang!” “Tuan…mungkin anda ingin melihat ini…” Kata Velis yang khawatir. Muka Arlechino mulai berganti dari raut wajah marah menjadi raut wajah yang khawatir. ”Pepohonan sudah mati, rumput kering, pertanian busuk, hujan angin badai tak terkendalikan, menurut tuan apa penyebab ini..?” kata Velis. ”Chloris…apa yang telah aku perbuat?” kata Arlechino yang menyesal.
Keadaan Chloris
“Tenanglah Chloris, tenanglah… Jangan pikirkan perkataan mereka tadi.. Kendalikan lah dirimu..” kata Chloris yang sedang menangis di kamarnya berusaha menenangkan diri. Chloris memutuskan untuk pergi keluar untuk menghirup udara segar. ”H-hah!? Apa yang terjadi disini!?!?! Mengapa semua terlihat sangat.. kacau?” Kata Chloris yang kebingungan. ”Oh tidak…apakah ini semua salahku?” Kata Chloris yang menyalahkan dirinya.” Anakku, tenanglah, ini semua bukan salahmu, ”kata Guizhong yang muncul entah dari mana. ”A-apakah itu benar?” tanya Chloris. ”Ya, itu benar. Jadi, tolong kendalikan dirimu agar kekacauan ini bisa hilang. ”kata Guizhong.
Pohon-pohon sudah kembali hidup dan rumput rumput sudah menghijau lagi, bunga bermekaran dimana-mana, dan cuaca cerah dengan angin yang sejuk. Artinya, keadaan sudah kembali seperti semula. ”Kerja bagus, Chloris. ”kata Guizhong. ”Terimakasih, Guizhong. Saya tidak akan bisa melakukan ini tanpa bantuan mu. ”Kata Chloris. “CHLORIS!” (more…)
by Gerardus | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Pada zaman Dinasti Yuan, setelah akhirnya kota Siangyang jatuh ke tangan bangsa Mongol. Cerita berawal dari dunia persilatan. Di saat itu ada 2 buah senjata yang ketika digabungkan akan menghasilkan kekuatan yang tidak terkalahkan. Senjata itu adalah “Golok Pembunuh Naga dan Pedang Langit”. Tetapi, senjata itu terletak di 2 tempat yang berbeda, Golok Pembunuh Naga jatuh ke tangan Xie Xun yang berjulukan “Singa emas aliran sesat Ming”.Sedangkan, Pedang Langit jatuh ke klan Gobi. Pendiri klan Gobi adalah putri pendekar Guo Jing dan Huang Rong yaitu Guo Xiang. Singkat cerita, ada seorang anak yang bernama Zhang Wuji , ia adalah anak dari pendekar aliran lurus klan Wutong yang bernama Zhang Cuisan,ia adalah murid dari Zhang Sanfeng. Sementara ibunya, Yin Su Su, berasal dari aliran sesat Ming klan Elang Langit. Wuji lahir di pulau terpencil di bagian utara Tiongkok, ia lahir di pulau Api dan Es bersama ayah angkatnya (Xie Xun). Xie Xun adalah orang yang paling dicari di dunia persilatan karena ia memiliki golok tersebut dan juga membunuh master klan.
Saat kembali ke Tiongkok Daratan, orang tua Wuji dibunuh karena menolak memberi tahu kepada 6 klan tentang keberadaan Xie Xun. Sementara itu, Wuji terkena tapak es yang menyebabkan dirinya selalu merasa kedinginan. Zhang Sanfeng sebagai guru ayah Wuji berusaha menemukannya, setelah pulih kembali Wuji ke Pulau Api dan Es. Ia belajar beberapa jurus bersama Xie Xun selama +/- 12 tahun. Saat ia kembali ke Tiongkak Daratan, ia telah berumur 23 tahun. Saat ia makan di salah satu tempat makan, terjadi kegaduhan karena ada seorang perempuan yang melempari salah satu geng yang ada di situ. Perempuan itu hampir tewas namun Wuji dengan cepat menolongnya. Ternyata perempuan itu bernama Xiao Zhao. Xiao Zhao datang dari sekte Ming untuk memata matai apa rencana sekte sekte. Xiao Zhao adalah pembantu dari Utusan Kiri Yang. Pada saat Wuji ditanya nama oleh Xiao Zhao, “Hai Kaka, siapa namamu?” Wuji menjawab bahwa namanya adalah Zheng Ah Niu. Wuji dan Xiao Zhao pergi ke kerajaan mongol, disitu memata matai putri mogolia yang bernama Zhao Min, yang sedang berencana untuk membuat pertemanan antar sekte di dunia persilatan.
Singkat cerita, mereka ketahuan karena memata matai, anak buah Zhao Min menyerang mereka berdua. Ternyata anak buah Zhao Min adalah orang yang menapak Wuji pada waktu itu. Xiao Zhao terkena tapak Es pada waktu mereka bertarung. Lalu, Wuji dan Xiao Zhao kabur dari istana tersebut. Mereka ingin pergi kembali ke Kuil Ming, ketika mereka naik kapal, bertemu dengan murid Emei yang juga ingin ke arah perbukitan Ming. Salah satu murid emei terluka karena terserang di Tiongkok Daratan. Diantaranya ada murid Emei yang bernama Zhou Zhiruo, Wuji ingat bahwa Zhou Zhiruo pernah bertemu dia saat ia pergi ke Tiongkok Daratan untuk pertama kali kali. Wuji ingat karena sebuah batu yang di gantung di sabuk Zhou Zhiruo, dimana itu adalah mempersembahkan Wuji pada saat itu. Setelah mereka sampai, Zhou Zhiruo menawarkan tumpangan ke kereta kuda mereka. Pemberhentian mereka ternyata di kamp sekte yang tidak jauh dari kuil Ming. Pada saat itu datanglah Kelelawar Hijau yang dimana adalah anggota Ming, Kelelawar Hijau mendengar bahwa ada yang ingin menjadi Wuji. Sekte lain ingin menjadi Wuji karena Wuji adalah cucu Elang Putih sekte Ming yang dimana Elang Putih adalah ayah Yin Su su, ibu Wuji. Mereka merencanakan agar mereka lebih gampang dalam membantai sekte Ming yang dianggap aliran sesat. Karena kelelawar hijau mendengar hal tersebut terjadilah pertarungan singkat diantara mereka. Kelelawar Hijau menyandra salah satu murid Emei yakni Zhou Zhiruo. Wuji tidak tahu bahwa Kelelawar Hijau adalah pamannya. Jadi, Wuji menyelamatkan Zhou Zhiruo yang hampir dihisap darahnya. Setelah menyelamatkan Wuji kabur menggunakan kereta kuda Emei. Kelelawar Hijau terbang terlebih dahulu dan sudah sampai di Kuil Ming. Ia mengingkatkan untuk membunuh semua yang mengaku sebagai Wuji. Setelah sampai di Kuil Ming, Wuji mengaku sebagai cucu Elang Putih. Tetapi tidak ada yang mempercayai, lalu Xiao Zhao membawa Wuji ke tempat rahasia disitu Wuji mempelajari Jurus Memindahkan Langit dan Bumi.
Pada umunya untuk mempelajari 1 bab membutuhkan 15 tahun bagi senior. Sementara Wuji hanya butuh 15 menit untuk belajar hingga bab 7.Tetapi di luar ruang Rahasia sekte berhasil masuk ke Kuil Ming, dan ada salah satu dari sekte Shao Lin yang bernama Cheng Kun yang mengancam Ming untuk dibunuh. Pada saat Cheng Kun memerintahkan untuk menyerang, Wuji keluar dari ruang rahasia dan membantu mereka. Singkat cerita pertempuran antara mereka dimulai. Namun kalah kalah melawan Wuji, yang terakhir Wuji tertancap pedang Emei. Disaat lain sekte sudah kembali, sekte Wutong belum pergi dan Wuji berkata “Paman”.Seketika senior di sekte Wutong terkejut bahwa Wuji masih hidup. Pamannya di sekte Wutong menitipkan Wuji untuk sementara di Kuil Ming. Wuji koma selama 3 hari, setelah sadar menjadi Ketua di sekte Ming. cerita singkat, setelah pulih kembali ke Kuil klan Wudang. Saat bertemu dengan guru, Zhang Sanfeng, ia memberitahu bahwa dirinya adalah Wuji yang selama ini dianggap sudah meninggal. Pada saat itu Zhao Min dan pasukannya datang menyerbu Kuil Wudang. Zhao Min kaget karena Wuji ada di situ. Zhao Min mengarahkan 2 anak buahnya untuk membunuh Wuji, ternyata orang yang ingin membunuh Wuji sama dengan orang yang memberikan racun tapak Es kepada Wuji pada saat ia bersama orang tuanya. Ia memunta Zhang Sanfeng untuk memberikan beberapa jurus secara cepat. Zhao Min mengarahkan 2 anak buahnya untuk membunuh Wuji, ternyata orang yang ingin membunuh Wuji sama dengan orang yang memberikan racun tapak Es kepada Wuji pada saat ia bersama orang tuanya. Ia memunta Zhang Sanfeng untuk memberikan beberapa jurus secara cepat. Zhao Min mengarahkan 2 anak buahnya untuk membunuh Wuji, ternyata orang yang ingin membunuh Wuji sama dengan orang yang memberikan racun tapak Es kepada Wuji pada saat ia bersama orang tuanya. Ia memunta Zhang Sanfeng untuk memberikan beberapa jurus secara cepat.
Pada waktu itu Wuji dengan cepat menguasai jurus yang diberikan dan dapat mengalahkan anak buah Zhao Min. Sementara itu, Ayah angkat Wuji, Xie Xun ditangkap oleh klan Emei. Ketua klan Emei adalah Zhou Zhiruo karena ketua yang sebelumnya telah meninggal. Zhou Zhiruo lima kali kejam dari pada ketua sebelumnya. Saat Wuji mengetahui bahwa ayah angkatnya telah tertangkap, Wuji langsung menuju ke Kuil klan Emei. Disitu para klan berkumpul, ketua Emei, Zhou Zhiruo mengatakan bahwa jika ada orang yang bisa mengalahkan dia maka boleh membawa pergi Xie Xun. Dipertengahan pertarungan, belum ada yang bisa mengalahkan Zhou Zhiruo. Tuba-tiba ada penyusup yang datang dari pintu belakang dan membuat perbatasan. Ternryata Cheng Kun datang dan memakan biaya disana. Zhou Zhiruo kalah dalam melawan Cheng Kun karena Cheng Kun telah belajar jurus yang dimana ia tidak akan bisa jurus apapun. Wuji datang dan membantu Zhou Zhiruo, tidak hanya itu Wuji melawannya untuk membalaskan dendam ayahnya. Setelah pertarungan Cheng Kun meninggal.
Lalu, Wuji awalnya akan menikahi Zhou Zhiruo sedang upacara pernikahan. Tiba-tiba Zhao Min datang dan berkata bahwa mereka tidak boleh menikah. Wuji harus menuruti karena ia telah dan ia berkata “Baiklah.. karena aku telah meminjamkan benda itu”. Zhou Zhiruo sangat marah dan kesal karena Zhao Min. Ia berkata “Aku bersumpah kepada seluruh dewa.. aku akan membunuhmu”.Beberapa kali Zhou Zhiruo mencoba menangkap Zhao Min.
Tetapi Wuji selalu menyelamatkan. Suatu ketika Zhou Zhiruo berkata “Jika kamu ingin bahagia dan tidak ada yang mengganggu… serahkan Zhao Min kepadaku!! “. Wuji hanya terdiam dan menginggalkannya.
Wuji dan Zhao Min sembunyi di sebuah pulau.Mereka hidup bersama dengan aman dan damai. Mereka juga menjadi Raja dan Ratu. Semua keluarga Wuji dan Zhao Min berada di situ.
TAMAT
by Kay | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Ane dan Ana adalah sepasang sahabat. Mereka sudah bersahabat sejak SD kelas 1. Sekarang keduanya sudah SMP kelas 7. Pada hari Minggu, Ane dan Ana jalan-jalan di Taman Bunga Celosia. Mereka menikmati keindahan taman tersebut. Ane melihat ada bunga yang sangat cantik. Bunga itu berwarna ungu. Ane dan Ana ingin berfoto bersama di depan bunga tersebut. Saat akan berfoto tiba-tiba Ana menemukan kotak berwarna merah. Ana mengambilnya bersama Ane dan membuka isi kotak. Setelah kotak itu dibuka, tiba tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan mata dan membuat Ana dan Ane menutup makanya. Ketika membuka mata mereka berdua kaget karena berada di sebuah Kerajaan atau Istana. Tempatnya sangat megah dan besar. Di Istana itu Ana dan Ane disambut oleh gadis-gadis cantik yang berselendang. Ana dan Ane di antar ke sebuah ruangan yang besar. Di ruang itu ada meja makan dengan banyak sekali makanan “Silahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan,” kata salah satu Dayang “Terimakasih.” kata Ana dan Ane. Mereka berdua makan dengan sangat lahap, hingga tak terasa Matahari sudah mulai tenggalam. “Ana, lihatlah matahari sudah mulai tenggelam, kita harus segera pulang kata Ane “Betul, Ane. Kita harus segera keluar dari tempat ini.” Kata Ana “Benar, Ana. Ayo kita tanya dimana jalan keluarnya!” kata Ane. Tetapi ketika mereka ingin bertanya jalan keluarnya, istana yang megah itu sepi, seperti tak berpenghuni. Ana dan Ane panik, kesana kemari. Tiba-tiba di sebuah ruang, mereka melihat pintu yang pelan-pelan akan menutup Pintu itu adalah pintu keluar. “Ane, ayo cepat kita lari” kata Ana. Saat berlari, Ane sempat jatuh, dan di tengah rasa panik tersebut. Ana tetap menolong Ane. Tetapi karena Ane terjatuh, mereka terlambat mencapai pintu keluar tersebut dan terkunci didalam istana yang megah itu. Mereka pun semakin merasa takut. Tetapi mau tidak mau mereka harus tinggal di istana itu. Mereka pun mencari kamar yang bisa ditempati berdua. Mereka naik ke lantai 2 dan bertemu dengan pembantu istana. “Siapa kalian? Bagaimana bisa kalian berada disini?” tanya pembantu. “Kami pun tidak tahu mengapa kami bisa berada disini, awalnya kami hanya berjalan jalan di taman, lalu kami menemukan kotak berwarna merah dan kami membukanya, saat kami membuka kotak tersebut, tiba tiba ada cahaya yang sangat menyilaukan hingga kami menutup mata, tiba tiba kami sudah disini” jawab Ana. “Kami menemukan pintu keluar, tetapi kami terlambat mencapai pintu tersebut sehingga pintu itu menutup” tambah Ane. “Ooh, kalian jangan panik, banyak yang mencoba keluar dari istana ini melalui pintu tersebut, tetapi pintu tersebut akan langsung menutup jika ada orang baru yang akan keluar melalui pintu tersebut” kata pembantu. “Lalu bagaimana cari kami keluar dari sini?” tanya Ane. “Kalian harus menghadap ratu untuk bisa keluar dari sini, kalian harus melakukan itu besok. Lebih baik sekarang kalian tidur terlebih dahulu, saya akan mengantar kalian ke kamar” jawab pembantu. “baiklah, terimakasih” kata Ana dan Ane. Keesokkan harinya Ana dan Ane terbangun. Mereka pun langsung keluar kamar dan mencari pembantu yang kemarin malam mereka temui. Mereka tidak menemukan pembantu tersebut karena istana itu terlalu besar. Ana dan Ane malah bertemu Dayang yang kemarin mereka temui. Mereka bertanya kepada Dayang tersebut “Mengapa kita berada disini”, tetapi Dayang tersebut hanya terdiam dan tidak menjawab. Dayang tersebut mengantar Ana dan Ane ke meja makan, sama halnya seperti kemarin. Ana dan Ane pun makan dengan tenang. Selesai makan mereka mencoba berkeliling istana. Istana tersebut sudah mulai ramai semenjak mereka selesai makan. Mereka mencoba bertanya kepada orang, tetapi tidak ada satu pun yang menjawab. Mereka pun kembali ke kamar yang mereka tempati kemarin untuk mencari jalan keluar. Tetapi di kamar tersebut tidak ada ventilasi sama sekali. Usaha yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil dan hanya membuat mereka semakin panik. Karena Ana dan Ane adalah anak yang pantang menyerah, mereka pun mencoba untuk bertanya kepada orang lagi. Setelah hampir 1 jam mereka bertanya kepada orang, akhirnya ada yang menjawab. “Tahukah kamu dimana ratu?” tanya Ane. “Di lantai 5, kamu hanya perlu naik ke lantai 5 disana ada 1 ruangan, itu adalah ruangan ratu” jawab orang itu. “Terimakasih banyak” jawab Ane. Lalu tanpa berpikir panjang mereka langsung ke lantai 5 untuk menemui ratu. Setibanya di lantai 5, seperti yang dikatakan orang tadi bahwa hanya ada 1 ruangan. Mereka pun mengetuk pintu ruangan tersebut, tetapi tidak ada respon. Mereka mencoba mengetuk untuk kedua kalinya dan tidak ada respon juga. Akhirnya mereka mengetuk pintu itu dan langsung membuka pintunya. Mereka berdua langsung masuk ke ruangan tersebut. Tiba tiba ada orang didepan mereka. Mereka sangat kaget. Ternyata itu adalah ratu yang dari tadi mereka cari. “Ada perlu apa kalian kesini?” tanya ratu. “Kami hanya ingin keluar dari sini” jawab Ana. Ratu itu hanya tersenyum dan berjalan kebelakang untuk duduk. Ana dan Ane merasa bingung. Ana dan Ane hanya mengikuti ratu tersebut berjalan ke belakang. “Jika kalian berada disini, itu berarti kalian adalah orang terpilih yang bisa merasakan tinggal di istana ini walau hanya sebentar” jawab ratu itu. Ana dan Ane semakin bingung. “Kalian tidak perlu merasa takut, nikmati saja karena ini hanya sementara” tambah ratu. Ana dan Ane pun menjawab “kapan kami bisa pulang?”. “Sekitar 3-4 hari kedepan” jawab ratu. “baiklah, terimakasih ratu” jawab Ana dan Ane. Mereka pun menikmati kehidupan mereka di istana seperti apa yang telah dikatakan oleh ratu. Mereka mencoba berkeliling dari lantai 1 untuk melihat isi istana. Di lantai 1 ada kamar pembantu, kursi untuk raja dan ratu, dapur, dan masih banyak lagi. Setelah selesai berkeliling di lantai 1 mereka pun naik ke lantai 2. Saat Ana dan Ane berkeliling di lantai 2, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang anak yang seumuran dengan mereka. “Haii” sapa Ana kepada anak itu. Anak itu merasa bingung dan menjawab “hai, siapa kalian?”. “Saya Ana dan ini sahabat saya namanya Ane” jawab Ana dengan ramah. “Nama saya kay”jawab anak yang mereka temui di istana. “Bagaimana kamu bisa disini?” tanya Ane. “Saya sedang liburan bersama keluarga saya di hutan yang indah, kemudian saya tersesat dan saya menemuka istana ini”. “Hutan?” tanya Ane dengan wajah yang kebingungan. “Iya, saya menemukan istana ini di hutan, kemudian saya mencoba untuk masuk ke istana ini, sekarang saya kebingungan bagaimana cara untuk keluar dari istana ini, karena saat saya mencoba untuk keluar dari pintu yang terbuka, tiba-tiba pintu itu langsung menutup” jawab Kay. “Oohh, kamu tidak usah bingung, barusan kami menemui ratu dan katanya kita akan keluar 3-4 hari kedepan, kita hanya perlu menikmati kehidupan kita di istana ini karna ini hanya sementara” jawab Ane. “Tetapi orang tua saya pasti mencari dan mengkhawatirkan saya” jawab Kay. “Iya kami paham, orang tua kami pasti juga sedang mencari dan mengkhawatirkan kami, tapi apa yang bisa kami lakukan? kami saja tidak bisa keluar dari istana ini 3-4 hari kedepan” jawab Ane. “Benar kata Ane” tambah Ana. “Apa yang kalian katakan ada benarnya, baiklah saya akan mengikuti kata kalian” jawab Kay. “Sekarang apa yang akan kamu lakukan di istana ini 3-4 hari kedepan?” tanya Ana. “Saya juga tidak tahu” jawab Kay. “Bagaimana kalau kamu ikut dengan kami? Kami sedang berkeliling istana untuk lebih mengetahui istana ini” tanya Ane. “Baiklah” jawab Kay. Mereka bertiga pun berkeliling istana dari lantai 2. Mereka berkeliling istana sampai hari mulai sore, itupun mereka baru berkeliling sampai lantai 3. Tiba – tiba ada Dayang yang menghampiri mereka. Dayang itu mengantarkan mereka ke meja makan lagi, sama seperti kemarin. Mereka bertiga pun makan dengan lahap, karena mereka sangat kelelahan setelah mengelilingi istana itu. Setelah selesai makan, Ana bertanya kepada Kay “apakah kamu sudah mendapatkan kamar di istana ini?”. “Belum” jawab Kay. “Bagaimana kalau kamu beristirahat di kamar kami saja?” tanya Ana. “Boleh jika kalian tidak keberatan” jawab Kay. “Tidak, kami tidak keberatan, santai saja Kay” jawab Ana. “Baiklah, terimakasih” jawab Kay. Setelah itu mereka memutuskan untuk langsung kembali ke kamar untuk beristirahat. Tidak lama setelah itu, mereka bertiga pun tertidur dengan nyenyak. Keesokkan harinya mereka terbangun. “Ayo ke meja makan, kita harus makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan berkeliling istana ini” kata Ane. “Ayoo” jawab Ana dan Kay. Mereka pun langsung berlari ke meja makan. Selesai makan mereka langsung melanjutkan berkeliling istana. “Kemarin kita sudah berkeliling sampai lantai 3, ayo kita langsung berkeliling ke lantai 4” kata Ane. Mereka langsung berlari naik tangga untuk naik ke lantai 4. Setelah sampai di lantai 4 “hufftt, baru naik tangga saja sudah sangat lelah” kata Ana. “Hahaha siapa suruh kau berlari” kata Kay. “Hahaha, langsung saja kita berkeliling” kata Ane. Mereka pun langsung berkeliling hingga akhirnya mereka mencapai lantai 5. “Kenapa di lantai 5 hanya ada 1 ruangan?” tanya Kay. “Itu adalah ruangan ratu” jawab Ane. “Oohh okeyy, berarti kita sudah selesai berkeliling istana ini?” tanya Kay. “Iya kita sudah selesai berkeliling” jawab Ane. “Akhirnyaa, istana ini sangat besar” kata Ana. “Benar, aku baru pertama kali menemui tempat sebesar ini” kata Kay. “Aku juga” jawab Ane. “Mari kita kembali ke kamar untuk beristirahat sebentar” kata Kay. “Ayooo” jawab Ana dan Ane. Mereka bertiga pun langsung menuju ke lantai 2 untuk kembali ke kamar. “Hufftt sangat melelahkan” kata Ane. “Benar ini sangat melelahkan, tetapi menyenangkan juga” jawab Kay. “Aku setuju dengan Kay, istana ini sangat bagus dan megah” tambah Ana. Sambil menunggu waktu untuk makan malam, mereka pun berbicara kehidupan mereka sebelum bertemu di istana tersebut. Tidak terasa waku berjalan sangat cepat. Sudah jam 18.00. Mereka pun keluar kamar untuk makan malam. Selesai makan malam mereka melanjutkan pembicaraan mereka. “Ahahaha sangat seru” kata Kay. “Hahaha iya benar Kay” jawab Ane. “Hahhahaha iya benar sangat seru, lebih baik sekarang kita tidur, sudah jam 21.00” tambah Ana. “Benar, ayo kita tidur” jawab Kay dan Ane. Mereka pun tertidur. Keesokan harinya, “hoammm, bangun Kay, Ana” kata Ane. “Hoamm” Kay dan Ana menguap. “Sudah pagi ayo bangun” kata Ane yang menceramahi mereka seakan – akan ibu mereka. “Iya Ane, kamu seperti ibu saya saja” kata Kay. “iya nih, Ane sudah seperti ibuku juga” Ane hanya tersenyum dan menatap sinis Ana dan Kay. “Hahaha bercanda Ane, ah kamu ini menakutkan aku saja” kata Ana. “Ahahaha, iya Ane kami hanya bercanda” tambah Kay. “Ahahaha baiklah, sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Ane. “Bagaimana kalau kita bermain petak umpet?” jawab Kay. “Ide yang bagus Kay, ayo bermain petak umpet” tambah Ana. “Baiklah ayo bermain petak umpet, siapa yang berhitung?” kata Ane. “Akuu” jawab Ana. “Oke, Ana yang berhitung, Aku dan Kay bersembunyi” kata Ane. “Okee, aku akan berhitung sampai 10, aku akan berhitung mulai dari sekarang” kata Ana. “Ayo bersembunyi Ane” kata Kay. Mereka berdua pun langsung bersembunyi. “6, 7, 8, 9, 10”. Ana sudah selesai berhitung lalu mencari Ane dan Kay. “Dimana kalian?” kata Beberapa menit kemudian, Ana menemukan Kay. “Ketemu” kata Ana. “Yahh aku ketahuan” jawab Kay. Ana pun tertawa sebentar, lalu ia berkata “Ayo mencari Ane bersama – sama” kata Ana. “Ayoo” jawab Kay. Mereka pun langsung bergegas untuk mencari Ane. Sekitar 10 menit kemudian, mereka pun tak kunjung menemukan Ane. “Ane dimana kamu? Aku sudah menyerah, keluarlah” teriak Ana. Ane pun keluar dari tempat persembunyiannya. “Astaga, kamu bersembunyi dimana?” tanya Ana. “Aku bersembunyi di toilet” jawab Ane. “Astaga, aku tidak bisa menemukanmu” kata Ana. “HAHAHA” tawa Ane yang menertawakan Ana. Mereka akhirnya menuju ke kamar untuk beristirahat karena mereka kelelahan setelah bermain petak umpet. “Tadi sangat seru ya” kata Kay. “Iya” jawab Ana dan Ane. Tidak lama kemudian mereka pun tertidur. Ketika Kay terbangun, ternyata hari sudah pagi. Ternyata Ana dan Ane belum bangun. Kay pun langsung membangunkan Ana dan Ane dengan lembut. “Ana, Ane ayo bangun, hari sudah pagi” Kay berkata dengan lembut. Ana dan Ane pun langsung terbangun dan menggosok mata. “Astaga, sudah pagi saja” kata Ana. Tiba – tiba ada Dayang yang menghampiri kamar mereka dan menyuruh mereka untuk makan. Mereka pun langsung turun menuju meja makan. Setalah selesai makan, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar dan bercerita tentang pengalaman hidup masing – masing. Setelah mereka selesai bercerita, tidak terasa hari sudah sore. “Sebentar lagi kita sudah kembali ke rumah masing – masing ya?” tanya Kay. “Iya Kay” jawab Ana dan Ane kompak. “Terimakasih ya Ana dan Ane sudah menemaniku sampai hari ini, kalian sangat seru dan baik” kata Kay. “Hahaha sama – sama Kay, kami sudah menganggapmu seperti adik kami” jawab Ane. Kay pun tersenyum. Mereka pun tertidur dan ketika mereka terbangun, tiba – tiba mereka sudah berada di rumah mereka masing – masing.