Manusia tentunya tidak bisa hidup tanpa otak. Otak merupakan organ vital yang sangat penting bagi kita karena memiliki peran yang krusial bagi tubuh. Tugas otak yang paling umum adalah untuk berpikir dan mengendalikan tubuh. Selain itu, kita memiliki otak kanan dan otak kiri yang masing-masing memiliki tugas berbeda. Dalam artikel ini, kita akan mengenali otak kanan dan kiri lebih lanjut.
Ditinjau oleh Makarim (2023), “Otak kanan lebih baik dalam menjalankan tugas-tugas ekspresif dan kreatif. Beberapa kemampuan otak kanan adalah: Mengenali wajah, mengekspresikan emosi, membuat musik, membaca emosi, mengidentifikasi warna, menjadi intuitif, dan kreatif. Orang yang kerap disebut memiliki otak kanan yang lebih dominan adalah mereka yang biasanya lebih emosional, intuitif, dan kreatif. Mereka lebih banyak berhasil dalam karier yang melibatkan ekspresi kreatif dan pemikiran bebas, seperti menjadi seniman, psikolog, atau penulis.” Sedangkan “Otak kiri bekerja dalam tugas-tugas yang melibatkan logika, bahasa, dan pemikiran analitis. Otak kiri terbaik ketika mengerjakan hal-hal berikut: Pemahaman bahasa, penggunaan logika, berpikir kritis, analisis angka, dan pemikiran mendalam. Orang-orang yang memiliki otak kiri yang lebih dominan biasanya digambarkan sebagai mereka yang berpikir logis, analitis, dan teratur. Oleh karena itu, mereka yang bekerja dengan otak kiri kerap terasosiasi dengan mereka yang berkarier di bidang matematika, akuntan, ilmuwan, atau pemrogram komputer.” Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa otak kanan bekerja di bidang kreatifitas dan ekspresi. Sedangkan otak kiri bekerja di bidang logika dan analisa.
Apakah kalian merasa memiliki bagian otak yang lebih dominan? Anggraini (2022) menyatakan, bahwa otak kanan dan otak kiri memiliki fungsinya masing-masing, akan tetapi dalam penggunaannya tidak ada sisi otak yang lebih mendominasi dari sisi lainnya. Ditinjau oleh Makarim (2022), studi dari University of Utah mengatakan, seseorang tidak memiliki otak kiri atau otak kanan yang lebih kuat atau dominan. Hasil penelitian ahli di University of Utah tidak menemukan bukti-bukti teori dominan otak kiri atau otak kanan. Dengan kata lain, kedua sisi otak saling berkomunikasi dan terhubung dan bagian otak punya fungsinya masing-masing.
Otak kanan dan otak kiri memiliki tugas dan peran yang berbeda pada tubuh kita. Yaitu otak kanan untuk hal kreativitas dan imajinatif dan otak kiri untuk hal logika dan perhitungan. Namun, tidak ada otak yang mendominasi otak lainnya dikarenakan kedua bagian saling melengkapi dalam menyelesaikan suatu masalah. Jadi, jangan bingung memikirkan otak mana yang paling dominan.
Daftar Pustaka:
Jauhara, Fatin Nur. 2022. Serba-Serbi Otak Kanan dan Otak Kiri yang Perlu Kamu Tahu. Diakses melalui https://www.klikdokter.com/info-sehat/saraf/fungsi-otak-kanan-dan-otak-kiri-yang-perlu-diketahui pada 26 November, 2024.
Makarim, Fadhli Rizal. 2023. Ternyata Ini Beda Otak Kanan dan Kiri yang Perlu Diketahui. Diakses melalui https://www.halodoc.com/artikel/ternyata-ini-beda-otak-kanan-dan-kiri-yang-perlu-diketahui?srsltid=AfmBOor_6LshfiaJizvq8ehN3kzBGiidYk2-5H64uhJ2ntgxBY_iuwEr pada 26 November, 2024.
Makarim, Fadhli Rizal. 2022. Yakin Otak Kiri Lebih Dominan atau Sebaliknya? Ini Kata Sains. Diakses melalui https://www.halodoc.com/artikel/yakin-otak-kiri-lebih-dominan-atau-sebaliknya-ini-kata-sains pada 26 November, 2024.
Hubungan Tidur Malam dengan Kualitas Belajar pada Siswa
Yang melatar belakangi pembuatan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur malam dengan kualitas belajar pada siswa.
Seperti yang kita tahu bahwa tidur merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia. Dengan kualitas tidur yang baik maka akan berdampak terhadap kemampuan dalam beraktifitas, sebaliknya jika kita tidak memiliki kualitas tidur yang baik maka akan mengakibatkan penurunan konsentrasi. Penurunan konsentrasi belajar merupakan masalah bagi kalangan pelajar, yang menunjukkan kedaan mengantuk saat belajar, kurang antusias atau kurang perhatian.
Artikel ilmiah ini memberikan himabuan untuk memastikan kebiasaan tidur yang baik dan sehat bagi siswa guna meningkatkan hasil belajar siswa.
Tidur merupakan kebutuhan setiap orang yang dibutuhkan oleh tubuh. Tidur sendiri memiliki peranan penting bagi otak. Pada saat seseorang tidur, selama tidur tersebut otak bekerja untuk memulihkan kembali sistem kerja otak, tidur juga dapat dapat memulihkan kembali memori memori dan memperkuat informasi yang telah dipelajari atau yang telah ada sehingga otak dapat berfungsi kembali secara efektif. Pada remaja usia 12-18 tahun membutuhkan waktu untuk tidur selama 8-9 jam setiap hari dan untuk dewasa membutuhkan waktu untuk tidur selama 7-8 jam setiap hari.
Kebutuhan tidur pada setiap orang memiliki kebutuhan tidur dan pola tidur yang berbeda- beda. Pada remaja memiliki kebutuhan tidur yang sangat berbeda dibandingkan dengan usia lainnya, hal ini disebabkan pada masa pubertas remaja mengalami sejumlah perubahan yang seringkali mengurangi waktu tidur. Akibat dari kurangnya tidur dapat menurunkan tingkat konsentrasi seseorang dan tingkat emosionalnya tidak dapat terkontrol dengan baik sehingga mudah marah dan susah untuk mengambil serta membuat keputusan.
Tidur juga dapat memengaruhi produktivitas dan aktivitas. Menurunnya kemampuan seseorang untuk berpikir dan sulit untuk berkonsentrasi bisa disebabkan oleh kurangnya tidur. Pada saat tidur otak bekerja untuk membersihkan toksin yang dihasilkan otak untuk berfikir selama seharian bekerja, sehingga tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik dapat menyegarkan kembali sistem kerja otak.
Tidur seringkali dianggap sebagai kegiatan yang tidak produktif dan membuang-buang waktu. Padahal jika dalam porsi yang cukup, tidur dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebagian besar anak remaja seringkali mengabaikan pentingnya durasi tidur malam. Mereka sering tidur larut malam karena mengerjakan tugas ataupun karena terlalu asik bermain game sampai lupa waktu.
Tidur yang buruk akan berdampak pada kemampuan kita dalam beraktifitas sehari-hari. Selain itu tidur juga dapat mempengaruhi konsentrasi seseorang, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan menurunkan daya ingat atau konsentrasi seseorang baik dalam hal belajar atau mengingat sesuatu, sehingga untuk mendapatkan konsentrasi yang baik harus memperhatikan pola tidur dan kualitas tidur supaya dapat berkonsentrasi dengan baik.
Akibat dari kurangnya jam tidur malam, pada saat proses pembelajaran di kelas sering mengantuk sehingga konsentrasinya berkurang, selain itu siswa kurang mengerti apa yang sudah dijelaskan, siswa masih bingung ketika ditanya oleh guru tentang materi apa yang dijelaskan, siswa masih banyak bertanya ketika disuruh mengerjakan soal, sehingga guru yang mengajar harus menjelaskan kembali materi apa yang sudah diberikan.
Siswa yang tidur dengan kualitas baik (yaitu tidur tanpa gangguan) juga menunjukkan konsentrasi yang lebih baik saat belajar. Sebaliknya, siswa yang tidur kurang dari 6 jam cenderung lebih sering mengeluhkan rasa lelah dan kurang fokus saat mengikuti pelajaran.
Durasi tidur malam memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas belajar siswa. Oleh karena itu, disarankan agar siswa memperhatikan kebiasaan tidur mereka untuk mendukung peningkatan prestasi akademik. Selain itu, orang tua dan guru diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pentingnya tidur yang cukup dalam mendukung proses belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA:
Kemenkes. Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan oleh Tubuh. Diakses melalui:
Semarang, 24 Mei 2024 – Menentukan kesuksesan anak dalam dunia pendidikan bukanlah tugas yang mudah. Namun, kunci utamanya terletak pada kecerdasan intrapersonal dan interpersonal yang baik. Dalam seminar bertajuk “Komunikasi Jitu: Membuka Pintu Kesuksesan Anak di Sekolah Baru,” para orang tua diajak untuk memahami betapa pentingnya peran mereka dalam membantu anak-anak mengembangkan kedua kecerdasan tersebut.
Menurut Dr. Christin Wibhowo, M.Psi, Psikolog. tanggung jawab utama untuk mendongkrak kecerdasan intra dan interpersonal anak berada di tangan orang tua. “Orang tua harus bahagia dan mampu melaksanakan komunikasi yang baik dengan anak,” tegas Dr. Christine, salah satu pembicara dalam acara tersebut.
Acara dibuka dengan sesi ice-breaking yang menekankan pada fokus, kesiapan, dan tindakan. Dr. Christin kemudian menjelaskan konsep komunikasi yang efektif sebagai pesan yang dapat dipahami antara dua orang atau lebih. “Jika anak tidak memahami pesan kita, itu berarti komunikasi belum terjadi,” ujarnya.
Sebagai contoh komunikasi, Dr. Christin menyoroti percakapan sehari-hari seperti ketika anak bertanya, “Aku boleh pacaran gak, Mi?” Ia memberikan tiga definisi tentang pertemanan yang bisa diberikan oleh orang tua, salah satunya adalah “warna-warni” yang berarti anak boleh berteman dengan banyak orang. Hal ini menegaskan bahwa komunikasi harus jelas dan tepat sasaran.
Dalam tahap perkembangan anak, peran orang tua berubah. “Jika anak kita di SMP, posisi orang tua harus seperti teman sejajar. Beda dengan ketika anak masih SD, di mana kita berada di depan untuk membimbing. Ketika anak siap mandiri, kita dorong keinginannya dari belakang,” jelas Dr. Christin. Namun, ia mengingatkan bahwa banyak orang tua yang justru terbalik dalam peran ini, seperti dalam pemilihan kegiatan ekstrakurikuler.
Selain itu, Dr. Christin menekankan pentingnya peran ayah dalam perkembangan anak terutama di usia SD ke bawah. “Ayah-ayah, jangan lukai hati anakmu. Kehadiran dan peran ayah sangat penting di usia dini.”
Pertengkaran antara suami istri di depan anak juga dibahas dalam seminar ini. “Boleh bertengkar di depan anak-anak, tapi dengan syarat sudah selesai dengan masalah finansial, seksual, dan spiritual. Pertengkaran yang sehat bisa mengajarkan anak tentang dinamika dan resolusi konflik.”
Anak-anak juga belajar dari perilaku orang tua dalam menggunakan teknologi seperti handphone. Orang tua harus selalu update dan upgrade pengetahuan mereka agar bisa memberikan contoh yang baik.
Lingkungan sekolah yang tepat juga sangat berpengaruh pada perkembangan anak remaja. Orang tua harus memilih sekolah yang tepat dan mendorong anak untuk memiliki teman-teman yang baik serta mengikuti kegiatan yang sesuai.
Seminar parenting ini juga membahas bagaimana menghadapi bullying dengan sikap yang asertif. “Jangan pasif, jangan agresif, tapi asertif. Ajarkan anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan tepat,” ujar Dr. Christin. Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak sangat penting untuk mengatasi berbagai masalah, termasuk bullying.
Menutup sesi, Dr. Christin menekankan bahwa solusi bagi masalah anak bukan berarti menyelesaikan masalah tersebut untuk anak, tetapi membantu anak menemukan solusinya sendiri. “Ketika kita mau memperhatikan anak, kita harus memberikan hati kita. Kebersamaan yang berkualitas sangat penting agar anak mau terbuka dan kita bisa mendampingi mereka dengan baik.”
Seminar parenting ini menjadi pengingat pentingnya peran komunikasi dalam membentuk kesuksesan anak di sekolah baru. Orang tua diharapkan untuk terus mendukung dan mendampingi anak-anak mereka dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
Komunitas Belajar Marsudirini di Kompleks Bangkong mengadakan workshop pembelajaran menyenangkan hari ini, dihadiri oleh guru-guru SMP Maria Mediatrix. Narasumber utama, Bapak Slamet Hari Pambudi, seorang Guru Inovatif tingkat Nasional 2023, mengajukan pertanyaan reflektif kepada para guru untuk mengeksplorasi perasaan mereka. Workshop menekankan konsep “Student Wellbeing,” dengan menggarisbawahi pentingnya kebahagiaan guru sebagai fondasi utama dalam pembelajaran. Peserta diajak untuk menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi, mendidik, dan menghibur siswa.
Strategi untuk meningkatkan “Student Wellbeing” dibahas, termasuk eksplorasi kegiatan di luar kelas dan integrasi permainan dalam pembelajaran. Bapak Slamet menekankan perlunya menciptakan lingkungan kelas yang menarik melalui desain ruang belajar, penggunaan teknologi, dan atmosfer positif. Workshop mencakup strategi pembelajaran menyenangkan, mendorong pemilihan materi menarik, partisipasi aktif siswa, dan variasi metode pembelajaran.
Studi kasus tentang inisiatif pembelajaran sukses dan proyek kolaboratif di luar ruangan memberikan inspirasi bagi peserta. Tantangan dalam menerapkan pembelajaran menyenangkan diatasi dengan persiapan kurikulum, retensi informasi, dan penyesuaian materi. Evaluasi dilakukan melalui refleksi dan umpan balik, sementara puncak acara melibatkan peserta dalam praktik membuat “Lesson Plan” melalui metode gallery walk. Keseluruhannya, workshop ini memberikan wawasan mendalam bagi para guru dalam menerapkan pembelajaran menyenangkan di konteks pendidikan modern.
07 September 2023 – Tim Esport SMP Maria Mediatrix, dengan nama Tim ASTR, terus menorehkan prestasi gemilang dalam kejuaran E-sport tingkat SMP. Mereka baru-baru ini berhasil peringkat 3 dalam turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di SMA Masehi 2.
Juara 3 Masehi MLBB Turnamen TIngkat SMP Semarang
Selain itu, dalam kompetisi yang berlangsung sangat sengit, Tim ASTR dari SMP Maria Mediatrix berhasil menunjukkan kepiawaian dan koordinasi yang luar biasa. Mereka berhasil meraih peringkat 3 dengan penampilan yang mengesankan.
Tidak hanya sampai di situ, Tim ASTR terus mengejar keunggulan. Dalam turnamen E-Sport Griya Karangturi 2023 yang berlangsung pada tanggal 08-09 September 2023, mereka berhasil meraih peringkat pertama dengan gemilang.
Tim ASTR SMP Maria Mediatrix terdiri dari lima anggota yang berbakat, yaitu: Arrow (Ketua Tim), Ralp, Marvel, Nara, Marcel.
Ketua Tim, Arrow, menyatakan, “Kami sangat bersyukur atas dukungan yang luar biasa dari sekolah, guru-guru, dan orang tua kami. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras kami dan komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan kami dalam dunia e-sport.”
Sekolah SMP Maria Mediatrix juga turut bangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh Tim ASTR. Mereka telah menunjukkan bahwa usia bukanlah batasan untuk meraih kejayaan dalam E-Sport.
Selamat kepada Tim ASTR SMP Maria Mediatrix atas prestasi gemilang mereka dalam turnamen MLBB tingkat SMP di SMA Masehi dan E-Sport Griya Karangturi 2023. Semoga keberhasilan ini akan terus menginspirasi dan memotivasi teman-teman untuk mengejar cita-cita mereka dalam dunia e-sport.
SMP Maria Mediatrix mengadakan acara sosialisasi untuk peserta didik baru dan PraMPLS untuk siswa pada Sabtu, 15 Juli 2023. Acara sosialisasi diikuti oleh orang tua peserta didik baru, sedangkan kegiatan PraMPLS diikuti oleh siswa.
Sr. M. Susana OSF, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua kepada SMP Maria Mediatrix. Ia mengakui bahwa pendidikan yang baik membutuhkan kerja sama yang kuat antara sekolah dan orang tua. Ia berharap kerja sama ini akan terus terjalin demi kebaikan bersama dan kesuksesan putra-putri mereka di masa depan.
Simbolisasi Penyerahan Peserta Didik kepada SMP Maria Mediatrix
Selanjutnya, Bapak Vs. Ariyanto, S.Pd., M.M, menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan sekolah. Ia mengajak orang tua untuk terbuka memberikan kritik, saran, atau masukan melalui surat atau secara langsung. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka adalah kunci untuk mencapai kebaikan bersama dalam pendidikan.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan visi sekolah oleh perwakilan SMP Maria Mediatrix. Ibu M. Th. Rosari Niken P., S.S. Ia menjelaskan tentang peraturan umum SMP Maria Mediatrix dan mengenalkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum tersebut mencakup salah satunya peraturan penilaian yang meliputi asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif. Ia juga memaparkan kriteria kenaikan kelas dan jadwal belajar siswa.
Acara dilanjutkan oleh, Bapak J. Taufan Febriyanto, M.Pd., dengan agenda penyampaian sosialisasi tata tertib dan kesiswaan. Ia memperkenalkan profil peserta didik SMP Maria Mediatrix serta mengajak mereka untuk memiliki semangat berbela rasa dan budaya peduli lingkungan. Bapak Taufan juga menjelaskan mengenai seragam dan identitas sekolah, pelanggaran, dan konsekuensi yang berlaku di sekolah. Budaya hidup bersih dan sehat juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi ini.
Penyampaian kegiatan ekstrakurikuler dilakukan oleh Ibu E. Estu Pramulatsih, S.Pd. Ia menjelaskan tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler, jenis kegiatan yang tersedia di SMP Maria Mediatrix, serta mekanisme penilaian dan presensi untuk kegiatan tersebut.
Dalam sesi tanya jawab yang dipimpin oleh Bapak Yoseph Mario Pradana, S.Pd., banyak pertanyaan yang diajukan oleh orang tua. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai ketersediaan kuota internet dan konsep hukuman bagi siswa. Pada intinya, meskipun sekolah menyediakan wifi, siswa tetap diharapkan memiliki kuota internet sendiri. Mengenai hukuman, dalam Kurikulum Merdeka, pendekatan yang lebih seimbang antara hukuman dan hadiah diterapkan agar sesuai dengan paradigma baru pendidikan.
Sebuah pertanyaan menarik muncul dari Bapak Andreas mengenai kegiatan misa, rekoleksi, dan pembelajaran di SMP Maria Mediatrix. Pertanyaan ini dijawab dengan menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut termasuk dalam jadwal sekolah, seperti rekoleksi yang dilaksanakan oleh kelas 7 pada akhir tahun ajaran dan kegiatan luar kelas berupa field trip.
Acara penyerahan peserta didik ini ditutup dengan perkenalan wali kelas dan pertemuan wali kelas dengan orang tua murid. Orang tua diberikan kesempatan untuk melanjutkan kegiatan di kelas masing-masing bersama dengan wali kelas.
SMP Maria Mediatrix menunjukkan komitmennya untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dengan melibatkan orang tua dalam proses pendidikan. Diharapkan kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua akan memperkuat pendidikan karakter dan prestasi putra-putri mereka di SMP Maria Mediatrix.