Pertarungan waktu

Pertarungan waktu

Di suatu rumah hidup seorang anak bernama Hamachi berumur 16 lahir tahun 2006. Ia menonton siaran televisi dan mendengarkan berita anak tersambar petir Hamachi berkata “kasihan sekali anak itu”

Petir yang menyambarnya Bukan petir biasa. Petir itu bernama Yama. Keesokan harinya Hamachi pergi ke sekolahnya SMA 2 Tetsuro tahun 2016. Seusai pelajaran Hamachi melihat anak dipalak oleh kakak kelas. Pemalak itu berkata “serahkan uangmu”.

Anak yang dipalak itu tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak bisa melawan. Lalu Hamachi datang “hei jangan palak anak itu lepaskan dia” kata Hamachi.

Pemalak itu berkata”jika aku tidak mau melepaskankannya apa yang akan kau lakukan?! Jika kau melaporkan ke kantor polisi anak ini akan ku kuculik!!” Kata pemalak itu “tidak ada jalan lain selain melawanmu” kata Hamachi.

Lalu terjadilah baku hantam antara Hamachi dan pemalak dan diakhiri dengan tendangan maut Hamachi “a..ku menyerah tolong lepaskan aku” kata pemalak itu sambil ketakutan kata Hamachi “baiklah akan ku lepaskan”

Pemalak itu kabur entah kemana. Setelah selesai bertarung anak yang dipalak mengucapkan terima kasih dan mengenalkan diri dengan nama Hakuro

Lalu Hakuro menginap di rumah Hamachi dan Hamachi bertanya “bukankah kau anak yang di televisi” Hakuro menjawab “ya benar aku anak yang di televisi”

Hakuro menjelaskan kenapa ia bisa selamat dari petir itu “intinya aku selamat karena ditolong oleh seseorang dengan pakaian full hitam. Lalu aku merasa badan ku aneh dan saat aku tos dengan seseorang orang itu hilang entah kemana.” Hamachi bingung dengan cerita Hakuro.

Hakuro menjelaskan bahwa ia bukan manusia namun manusia setengah dewa”apa!!” Kata Hamachi sambil terkejut. Hakuro memiliki misi untuk membasmi mafia di tahun 2013. Mafia itu bernama mafia Hayamori. Jika tidak dimusnahkan maka dunia akan hancur. Untuk itulah Hakuro diturunkan ke Bumi.

Hamachi bersedia untuk memusnahkan Hayamori. Lalu Hamachi dan Hakuro melakukan tos tinju dan Hamachi terlempar ke tahun 2013. Di masa itu Hamachi masih SMP 2. Di masa itu mafia masih meraja lela salah satunya gang mafia Hayamori. Hamachi lalu bertemu Hakuro versi kecil. Hamachi diberi perintah oleh Hakuro dewasa untuk menemui seseorang bernama Kintaro dan menghentikan gang Touser bertemu dengan Kintaro

Hamachi kebingungan kenapa Hakuro bisa berkomunikasi dengannya sedangkan Hakuro di masa ini masih kecil. Ternyata Hakuro menempelkan semacam cip di bajunya untuk berkomunikasi. Hamachi segera bergegas menuju tempat itu

Hamachi sudah sampai lalu ada segerombolan preman yang dipimpin oleh
Sneaker dengan gangnya yaitu Touser. Hamachi berkata “mau apa kalian?!” Sneaker berkata “kau berani menentangku?! Hei kawan-kawan sepertinya anak ini harus diberi paham”

Lalu wakil Touser yang bernama Kokuto menghajarnya. Hamachi segera menangkis pukulan itu. Hamachi lalu terpental, dengan kekuatan penuh Hamachi melontarkan jurusnya “CAKAR NAGA!!” Kata Hamachi. Serangan Hamachi dengan mudah ditangkis Kokuto “sangat mudah untuk ditangkis” kata Kokuto

Hamachi berkata “bagaimana bisa seranganku bisa ditangkis.” Lalu Kokuto mengeluarkan jurusnya “TENDANGAN BUAS.” Hamachi juga mengeluarkan jurusnya”SERIBU TENDANGAN ANGIN.”
Ledakan dahsyat pun terjadi. Kokuto tidak bisa berdiri lagi

Sneaker yang tidak terima mengeluarkan jurusnya “PUKULAN HITAM.” Karena tidak bisa menangkis dan menghindar dari serangan Sneaker, ia lalu terkena serangan Sneaker yang mengenai dadanya.

Hamachi kalah dengan sekali pukul. Ia tidak bisa berbuat apa-apa tiba-tiba seseorang muncul dan menyelamatkan Hamachi. Orang itu memukul dada sneaker dan lalu kabur. Hamachi berada di rumah yang dicarinya “dimana aku” kata Hamachi. “Kau berada di rumahku” kata orang misterius itu. “Siapa kamu?” “Namaku Kintaro” kata Kintaro.

Setelah luka-lukanya sembuh ia lalu bertemu dengan wakil Kintaro yaitu Rizard. Kintaro bilang “aku melihat potensi mu yang tinggi. Maukah kau bergabung ke gang kokotsu milikku?” Hamachi bilang “aku akan bergabung.” Hamachi disuruh untuk menunggu di suatu ruangan sembari menunggu Kintaro dan Rizard

Di ruangan itu ada Hakuro kecil. Cip Hamachi berbunyi “Kita harus kembali ke tahun 2016 ada yang harus kita bicarakan.” Hamachi bilang “baiklah.” Ia mengajak tos tinju dengan Hakuro kecil dan kembali ke tahun 2016.

Hakuro menjelaskan pencapaian yang telah dilakukan oleh Hamachi. Hamachi berhasil mengalahkan Kokuto walau belum bisa mengalahkan Sneaker. Tetapi Kokuto lah pemicu agar Kintaro menguasai seluruh dunia. “Kerja bagus dan awal yang bagus. Sekarang misi kita hanya tersisa satu yaitu mengalahkan Sneaker dan gangnya” kata Hakuro. Lalu Hamachi dan Hakuro melakukan tos tinju dan kembali ke tahun 2013.

Hamachi berada di suatu ruangan bersama Hakuro kecil. Hamachi diberi tes oleh Kintaro dan Rizard yaitu melawan 1000 pasukan kokotsu. “Inilah pasukanku kokotsu” kata Kintaro. “Baiklah ayo mulai” kata Hamachi. Hamachi berhasil mengalahkan 800 pasukan hanya tersisa 200 pasukan. Lalu Hamachi ditendang dari belakang. “Siapa itu?!” Aku adalah anggota divisi 4 Fumuri. Fumuri ingin bertarung dengan Hamachi sampai ada yang menyerah. Fumuri menghajar Hamachi berkali-kali Hamachi hanya bisa menangkis.

Dengan tekad yang kuat Hamachi mengeluarkan pukulan mautnya “PUKULAN IBLIS.” Fumuri terpental jauh dan Fumuri mengakui kekalahannya. Munculah divisi 2 yaitu Karuzaki. “Aku adalah anggota divisi 2 Karuzaki” kata Karuzaki. Tiba-tiba Karuzaki ada di samping Hamachi lalu memukul Hamachi. “Jadi begitu kau ingin bertarung serius ya, baiklah aku akan serius.”

Hamachi menggunakan teknik aliran api yang ia pelajari dari Rizard. Hamachi unggul dalam kekuatan tetapi ia kewalahan menghadapi kecepatan Karuzaki. Pada akhirnya Hamachi berhasil mengalahkan 1000 pasukan termasuk divisi 2 dan divisi 4. Kintaro memberikan medali mengalahkan 1000 pasukan. Hamachi kembali ke ruangannya dan ada Hakuro kecil. Cip Hamachi berbunyi yang menandakan ia harus kembali Hamachi mengajak tos tinju dengan Hakuro kecil. Hamachi kembali ke tahun 2016.

Hakuro menjelaskan kemampuan bertarung Hamachi berkembang pesat. “Dengan begini tujuan kita akan tercapai” kata Hakuro. Sebelum kembali ke tahun 2013 Hakuro menjelaskan satu hal “dimasa depan Rizard akan dibunuh maka kau harus menjaga Rizard” kata Hakuro. Hamachi dan Hakuro melakukan tos tinju dan kembali ke tahun 2013.

Hal yang dikawatirkan benar terjadi Rizard diculik. “Kita harus segera menyelamatkan Rizard!!” Kintaro dan Hamachi bersama gang pergi menyelamatkan Rizard. Ternyata yang menculik adalah gang heaven trident. Terjadilah pertarungan yang tidak akan selesai. Akhirnya pertarungan dimenangkan oleh pasukan kokotsu. Tetapi hal yang tidak terduga terjadi Rizard yang telah diselamatkan ditusuk dari belakang dan tak sadarkan diri. Kintaro yang tidak terima menghajar orang itu tanpa ampun.

Dan ada seseorang yang menembak Kintaro dengan peluru special yang membuat Kintaro hilang ingatan. “Perkenalkan namaku Kazutaki akulah yang menembak Kintaro.” Hamachi yang jengkel memukul Kazutaki. Karuzaki menenangkan Hamachi. Pasukan kokotsu kembali ke markas dengan membawa Kintaro dan Rizard diantarkan ke rumah sakit. Kintaro sudah sadar dan tidak mengingat kejadian kemarin. Lalu ada seseorang yang menceritakan kejadian kemarin tetapi cerita palsu. Kintaro yang mendengar cerita itu mengamuk tidak terkendali.

Dan secara terang-terangan menyatakan bahwa gang kokotsu dibubarkan dan Kintaro menciptakan gang baru yaitu gang Hayamori. “Aku tidak akan mengenal kalian lagi” kata Kintaro. “Mengapa mengapa Kintaro apa yang membuat mu berubah?!” Kata Hamachi. Kintaro tidak menjawab dan meninggalkan mereka. Beberapa anggota ada yang mengikuti Kintaro dan tetap tinggal di markas kokotsu. Lalu Rizard yang sudah sembuh diceritakan Hamachi segalanya. Rizard tidak akan ikut Kintaro walaupun teman dekatnya ia tidak ingin ikut karena tidak ingin menjadi jahat.

Lalu Kintaro mendeklarasikan perang dengan kokotsu dan Hamachi menerimanya. Pertarungan hidup dan mati terjadi. Gang Kokotsu tidak mampu melawan gang Hayamori tetapi karena melihat tekad Hamachi yang tinggi semua bersemangat untuk bertarung.

Kintaro hampir jatuh dari gedung saat hampir jatuh ditangkap oleh Hamachi. “Ulurkan tanganmu” kata Hamachi, kata Kintaro “mengapa kau menolongku? Padahal aku sudah menjahati kalian,” kata Hamachi “aku tidak peduli kau mengkhianati kami tetapi tolonglah jangan mati Kintaro!!!!” Kintaro tersadar dari pengaruh peluru itu. “Aku sudah sadar terimakasih telah menolongku” kata Kintaro. “Tidak masalah aku adalah temanmu dan teman harus membantu teman yang dalam masalah” kata Hamachi. Pertarungan dihentikan dan gang Hayamori di bubarkan. Sekarang menjadi gang Kokotsu.

Hamachi melakukan tos tinju dengan Hakuro kecil dan kembali ke tahun 2013. Hakuro mengatakan salam perpisahan dan Hakuro kembali ke tempat asalnya.

Tamat

Wabah Mengerikan

Wabah Mengerikan

Suatu Hari hiduplah seorang dokter laboratorium bernama screech.ia juga memiliki 3 sahabat bernama alex,zeck,dan noah.mereka berempat sedang membuat beberapa ramuan untuk misinya,Ramuan/suntikan itu digunakan untuk disuntikan ke hewan sebagai kelinci percobaan.Setelah 3 bulan,akhirnya mereka berhasil membuat 4 ramuan.Pada suatu hari,tiba-tiba mereka kehilangan semua bahan-bahan untuk membuatramuan.”Hey,kenapa semua bahan-bahan ramuan kita hilang?” Kata si zeck dengan muka Yang kaget. “Hmm.. sepertinya ada penyusup disini!” Kata si noah,lalu mereka berempat pergi ke rumah tetangga.

Setelah berkeliling selama 30 menit mereka akhirnya mencurigai 1 rumah yang berwarna merah kehitaman dengan pagar kayu.Mereka mencurigai rumah tersebut, karena rumah penuh dengan preman-preman yang ganas dan mengerikan.akhirnya mereka memutuskan untuk pergi kesana dan bertanya.”Permisi apakah ada orang di sini?” Kata si screech.

Lalu ada yang menjawab dengan suara yang keras dan kasar, “apakah kau buta?! Atau tak bisa melihat? Kata salah satu preman di sana. “Sopan dikit dong! Kita kan juga bertanya dengan baik-baik” kata si screech dengan suara yang cukup keras dan tegas.Lalu preman itu kembali menjawab dengan kasar”Oh jadi kau ingin mati?! Ha..! Jawab dasar Lemah” lalu saat si screech ingin menjawab,tiba-tiba ke 3 temannya langsung menahan emosi si screech yang ingin membalas karna ia tak terima di bilang lemah.Akhirnya mereka pergi dari rumah itu dengan muka yang sedih dan kesal.Beberapa tahun kemudian mereka sudah mempunyai lebih dari 50

 ramuan,Tiba tiba ada gempa yang kekuatannya cukup besar.Tiba-tiba saat si alex ingin menuangkan resep ramuan pun tiba tiba jatuh dan kepalanya terbentur meja dan lantai.”Hei! Tolong-Tolong Si alex pingsan Loh!”kata si noah dengan muka yang kaget” Lalu mereka ber 3 membuka pintu tersebut dan langsung menolong alex. Tapi.. saat mereka keluar rumah,tiba-tiba mereka tercengang melihat keadaan diluar rumah yang kacau,Karena mereka melihat banyak monster-monster mengerikan berkeliaran.Akhirnya mereka memutuskan untuk berdiam diri di dalam rumah,Beberapa jam kemudian akhirnya si alex sadar dari pingsan nya.akhirnya mereka berempat segera memakai baju pelindung yang dimana disitu terdapat shield/perisai yang tak dapat dihancurkan oleh apapun,Mereka keluar rumah karna ingin pergi ke tempat dimana Disitu banyak monster-monster mengerikan.

Tanpa pikir panjang,Mereka langsung mencampurkan semua air ramuan ke dalam tempat pengisian minum para monster agar mereka meminum tersebut dan kembali normal,Tetapi mereka salah menduga karna monster monster itu pintar.

Monster monster itu Sudah dikontrol penuh oleh seseorang Yang tidak lain adalah Preman yang mencuri bahan-bahan mereka tersebut. Akhirnya mereka mengambil beberapa senjata untuk menghabisi Para monster.Tibalah saat-saat dimana mereka harus melawan bos monster tersebut yang tidak lain preman tersebut.Tetapi preman itu licik,ia membuat bayangan yang dapat menipu mereka semua Tapi mereka ber 4 juga Pintar dan cerdas. Mereka juga menuangkan beberapa ramuan untuk membuat sang preman buta,dengan begitu mereka dapat mudah mengalahkan preman tersebut setelah mereka mengalahkan bos preman tersebut, akhirnya mereka dapat memulihkan dunia menjadi normal kembali Meskipun Si alex harus meninggal dikarenakan terkena serangan dari bos tersebut.TAMAT

A Magic Pencil

A Magic Pencil

Clara adalah seorang gadis miskin yang pandai.  ia menggunakan waktu luangnya untuk belajar dan membantu orang tuanya. Selain itu, Clara juga suka menghabiskan waktunya untuk menggambar.

Sayangnya, kini ia tidak dapat menggambar lagi karena pensil yang dimilikinya sudah hampir habis dan sangat pendek sehingga tidak dapat digunakan lagi. Clara juga tidak bisa membeli pensil baru karena tidak memiliki uang yang cukup.

Dalam kesehariannya, Clara membantu orang tuanya memunguti plastik yang ada di jalan. Saat mengambil plastik, Clara menemukan  sebuah pensil yang tergeletak di jalan. Clara mengambilnya dengan senang karena ia akan dapat menggambar lagi sepulang mencari plastik.

Saat di rumah, Clara mulai mengeluarkan pensil yang ia temukan tadi di jalan. Clara mencoba menggambar bunga di kertas. Alangkah kagetnya ketika selesai menggambar, bunga yang digambar Clara tiba-tiba menjadi bunga sesungguhnya dan tergeletak di atas kertas tempat ia menggambar.

Clara merasa kaget dan tidak percaya. Ia mulai menggambar ayam untuk memastikan apakah yang ia lihat memang nyata. Sesaat setelah ia menggambar ayam, alangkah kagetnya tiba-tiba di hadapannya  ada seekor ayam hidup yang berkokok sangat kencang.

Kini ia menyadari bahwa ia memiliki sebuah pensil ajaib. Dengan sigap ia segera menggambar berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya. Ia menggambar beras, makanan, lauk-pauk, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Saat orang tua Clara datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah yang dipenuhi banyak benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia kebutuhan mereka dapat tercukupi.

Meski begitu, Clara menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan menciptakan benda dengan pensil ajaibnya. Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya

Petualangan di Negeri Ajaib

Petualangan di Negeri Ajaib

 

Di dimensi lain, ada portal yang menghubungkan dunia manusia dan dunia magis. Negeri Ajaib terbentuk karena kepercayaan manusia terhadap dunia fantasi. Ada banyak keajaiban, dan energi positif mengelilingi nya.

Tapi ada juga penyihir jahat, dia ingin menguasai negeri ajaib. Raja Reimos dan Ratu Elina panik. Jika kerajaan mereka diperintah oleh penyihir itu, maka kerajaan itu akan hancur. Kemudian salah satu putri mereka, Kirana, dia tidak setuju jika kerajaan mereka diperintah oleh penyihir jahat. Dia memberi tahu adik nya, Kesya, bahwa kerajaan akan hancur jika berada di tangan penyihir itu. Penyihir itu mengincar kristal ajaib yang sangat kuat. Dia ingin menggunakan kristal itu untuk menguasai negeri ajaib. Kirana dan Kesya tidak bisa diam saja. Kemudian, mereka membuat rencana untuk mengalahkan si penyihir jahat.

Sementara itu, penyihir itu sedang menuju ruang penyimpanan senjata. Dia dihalang oleh prajurit yang berjaga di sana. “Jangan halangi aku!” seru si penyihir. “Kau tidak bisa lewat! Ini ruangan khusus saat keadaan darurat.” Kata salah satu prajurit itu. “MENYINGKIR DARIKU!” teriak si penyihir sembari menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan kedua prajurit itu. Bruk! Kedua prajurit itu pingsan seketika. “Cih, kalian bukan apa-apa buatku.” Lalu dia masuk ke sana. Kemudian, Kesya dan Kirana muncul. “HEI PERI JAHAT!! HENTIKAN!! JANGAN KAU AMBIL KRISTAL ITU!!” kata Kirana. “Mau apa kau anak kecil? Ingin bermain-main denganku?” kata penyihir itu. “Sekali kau berjalan ke belakang, kau akan ku bekukan!” kata Kesya. “Ck, silakan saja! Aku tidak takut!”

lalu di depan pintu ruang penyimpanan senjata, mereka bertarung. Kesya mengeluarkan kekuatan es untuk menyerang dia, dan Kirana mengeluarkan kekuatan api. Dengan berseru, “RASAKAN INI, HIYAAAA!” lalu Kesya menyerang penyihir itu dengan serangan es, dan penyihir itu dengan mudah memantulkan serangan Kesya, langsung saja Kesya membeku karena serangannya. “grrrr, kau bisa bisanya melukai adikku hanya dengan memantulkan serangan!” kata Kirana geram. “hohohoho, makannya jangan menantangku anak kecil! Kau bukan apa apa buatku. Selamat tinggal!” penyihir itu masuk ke dalam ruang itu. “TIDAAAK!!!”

“Kita terlambat,” kata Kesya.

“Tidak ada kata terlambat!” tegas Kirana. Lalu Kirana mengeluarkan sihir untuk membuka pintu yang dikunci oleh penyihir itu. Tapi, penyihir itu memberi sihir agar tidak ada yang bisa membukanya. “Ukh, tidak bisa terbuka!” Kirana mengeluarkan setengah dari tenaganya untuk membukanya. “Uhh… Sihir ini terlalu kuat! Aku tidak bisa membukanya,” Kirana mengeluh.

“Biar aku saja yang masuk.” kata Kesya. Kemudian Kesya mengeluarkan sihir untuk menembus, agar bisa masuk. “Grrrrhhh!” lalu Kirana berkata, “Dik, ayo aku bantu.” Kirana membantu Kesya melumpuhkan sihir si penyihir. “HIYAAAAAAAA!!!!” sontak, sihir pun bisa dipatahkan, lalu mereka bisa masuk. “Hah?! Kristalnya hilang!!” keduanya berteriak. “Tch, lagi-lagi gagal!!” Kesya kesal. Lalu mereka keluar, memberitahu semua penghuni bahwa kristalnya hilang. “Apa?! Kristalnya hilang?! Bagaimana itu bisa terjadi?! Tanpa kristal itu, kerajaan akan melemah!” Raja Reimos terkejut. “Kami sudah berusaha untuk menghentikan penyihir itu tapi gagal, maafkan kami Ayah, Ibu…” Kata Kirana. “Tidak apa apa nak, kalian sudah berusaha. Sekarang kita harus mencari cara untuk mengambil kembali kristal itu.” Kata Ratu Elina. “Bagaimana caranya?” tanya Kesya. “Kalian harus masuk ke istana penyihir, tapi sangat mustahil untuk bisa masuk, karena banyak penjaga yang berjaga disana, Dan disana, akan berbahaya jika kalian ke sana, akan ada ksatria yang akan melawan kalian,” nasihat Ibunya. “hmm… Ah! Kamu tahu tongkat sakti dan sabit milik penyihir?” Tanya Kesya bersemangat. “Ya, memang kenapa?” Kata Kirana. “Kita harus mendapatkan keduanya agar istana kita makin kuat, agar bisa melindungi istana kita.” Usul Kesya. Kirana terdiam sejenak. “Hmm, ada benarnya, kalau kita mengambil tongkat sakti dan sabit, maka kerajaan akan lebih kuat.” Gumam Kirana.

Bersambung

Kejadian Aneh di Hutan Berkabut

Kejadian Aneh di Hutan Berkabut

Pada suatu malam, anak bernama Koromi terbangun dari tidurnya dan menangis sambil berkata “Ini semua salahku,” hampir setiap malam ia terbangun dari tidurnya dan menangis. Dia tinggal di desa yang bernama Mort.

Ada alasan kenapa ia menangis setiap malam. Ia merasa bersalah karena kejadian 8 tahun Lalu, tepat saat hari ulang tahunnya yang ke empat, ayahnya ingin mengambil batu permata, yang kabarnya memiliki kekuatan gaib. Batu tersebut berada di hutan sebelah desa yang selalu berkabut. Sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi.

Paginya setelah sarapan, Koromi latihan memanah di halaman belakangnya. Koromi memang memiliki bakat memanah menurun dari ayahnya. Pada saat itu ibunya memanggil “ makanan sudah siap!” Koromi lalu cepat-cepat masuk ke rumah dan makan makanan yang sudah disiapkan ibunya. Setelah makan Koromi akhirnya mengatakan pada ibunya keinginan yang sangat ia inginkan sejak lama “ Bu… Aku ingin pergi ke hutan…” Yang dijawab dengan bentakan dari ibunya “ Koromi !! Kamu ingat apa yang terjadi 8 tahun lalu pada ayahmu ?! Kau dilarang keluar kamar sebelum kau memikirkan hal itu dengan baik !!”

Koromi masuk kamar dengan dua perasaan yang bercampur ‘benci’ dan ‘sedih’. Pada tengah malam Koromi merasakan sesuatu yang aneh, hutan yang terdapat di sebelah desa. Banyak kabut berkeluaran dari hutan dan menuju desa. Pada pagi harinya Hal yang aneh berlanjut, para penjaga desa yang pergi untuk menginvestigasi hutan tidak kunjung kembali.

Koromi mulai penasaran dengan hal yang terjadi, tentu ia tidak dapat keluar dari kamar dan kabur lewat pintu depan karena ia akan ketahuan oleh ibunya. Melainkan ia kabur lewat jendela kamar dan pergi ke arah hutan, tepat sebelum ibunya masuk dan terkejut “Aku akan menghukum Koromi dengan berat saat dia pulang lihat saja nanti” dalam hati ibunya.

Saat Koromi masuk ke dalam hutan, ia mendengar suara aneh “suara apa itu?” pikir Koromi. Suara yang Koromi dengar seperti suara dentuman batu dicampur dengan suara jeritan manusia. Hawa dalam hutan sangat dingin mendadak, lalu semakin ia masuk ke dalam hutan, semakin keras suara yang dia dengar, sampai ia mendengar suatu jeritan “TOLONG AKU”. Suara itu bergema di telinganya dan terus ada di dalam kepalanya sampai ia melihat sesuatu… Bayangan besar pada area pohon-pohon.

Batu raksasa berbentuk manusia kurang lebih 5 Jmeter terbungkus di api berwarna hitam. Sangat panas, namun tidak membakar pohon-pohon di sekitarnya. Namun hal yang lebih aneh lagi, muka pada patung batu tersebut adalah muka ayahnya…

Hal yang ia ingat setelah itu adalah ia berada di pondok kecil. Dengan seorang kakek berdiri di pinggir jendela “Jadi… Apa hal yang membawa kau kesini anak muda?” Dengan suara yang halus. “dengan suara yang bergetar, Koromi menjawab “a..aku ingin mencari ayahku” “Hmm…” gumam kakek itu. Lalu kakek itu bercerita kepada Koromi “Pada zaman dulu hutan ini adalah hutan yang damai, para binatang tinggal disini dan manusia juga mendapat bahan makanan dari sini. Namun pada suatu malam bulan di atas berwarna merah darah, pancaran sinar merah dari bulan tersebut membuat hewan di dalam hutan tersebut berperilaku aneh dan meraung-raung seperti kesakitan.”

Kakek itu melanjutkan “pada pagi harinya saya melihat hewan-hewan yang tinggal disini sudah tinggal tulang… Dan tulang itu pun meleleh menjadi cairan merah darah yang akhirnya membanjiri hutan ini selama 8 hari 7 malam. Dalam proses ada batu permata yang terletak di tengah hutan terbanjiri cairan tersebut dan memengaruhinya… Batu permata ini harusnya memberi efek perlindungan bagi pemilik nya. Namun cairan tersebut mengubah permata itu untuk mengutuk orang yang menyentuhnya batu itu… Adalah batu yang ayahmu cari”.

Tersadarkan oleh kenyataan bahwa batu yang ia lihat adalah roh ayahnya yang masih bergentayangan di hutan. Setelah itu Koromi bertanya “siapa kakek?” kakek itu Cuma tersenyum lalu menghilang seperti kakek itu tidak pernah ada.

Namun kakek itu meninggalkan sesuatu, sebuah panah dan anak panah berkilaukan cahaya emas. Koromi tahu inilah saatnya untuk membebaskan roh ayahnya, Koromi menunggu di pondok itu sampai pada malam dimana bulan berwarna merah darah. Lalu melihat makhluk ‘itu’ terus mendobrak pintu pondok dengan badan kerasnya.

Koromi pergi lewat pintu belakang lalu langsung memanah batu permata di punggungnya, hal itu melemahkan dan melambatkan pergerakan monster itu, ada tiga permata di badan makhluk ini, satu sudah Koromi panah, satu lagi ada di belakang kepalanya.

Koromi memanjat tubuh monster itu, lompat, lalu memanahnya tepat di belakang kepala. Batu yang terakhir adalah yang paling susah dipanah, bukan karena tidak bisa Koromi tidak mau karena batu tersebut berada di wajah ayahnya yang kaku menjadi batu, Koromi meneteskan air mata terakhir, dan dengan berat hati melepaskan anak panah tersebut.

Badan makhluk itu hancur lebur, kabut di hutan itu menghilang, matahari terbit bersamaan dengan teriakan tangis Koromi. Setelah itu Koromi pulang ke desa dan menjadi kepala penjaga di desa itu. Dan saat Koromi meninggal, dia menjadi legenda dan dikuburkan di hutan berkabut.

Tamat…

Cerita ini dibuat oleh

Sean Nino Susanto

SMP Maria Mediatrix

7D/24