Ada sebuah negeri kucing yang damai dan tenang .Negeri kucing ini mempunyai keindahan alam yang luar biasa.penduduknya hidup rukun dan selalu tolong menolong.tidak ada kejahatan di negri kucing ini.negeri kucing ini mempunyai seorang Raja bernama Hiro. dia sangat kuat dan pemberani juga baik hatinya.selain itu Raja kucing ini sangat bijaksana Dia sangat di sayangi rakyatnya.Raja Hiro berpesan kepada rakyatnya harus bisa hidup rukun dan damai. Suatu ketika salah satu rakyat nya ingin sekali bertemu dengan Raja Hiro, dia ingin menyampaikan bahwa di daerah tempat dia tinggal ada sekelompok penyusup dari negri lain. Sekelompok penyusup itu adalah utusan dari raja bernama Maxim, Raja Maxim adalah raja dari negri anjing. Dia terkenal sangat jahat dan suka berpesta. Raja Maxim mengirimkan penyusup ke negri kucing karena dia sangat iri kenapa raja hiro di negri kucing ini begitu di cintai rakyat nya. Raja Hiro pun akhirnya memberi pesan lewat para penyusup itu bahwa dia mengundang raja Maxim datang ke negri kucing untuk melihat langsung seperti apa negri kucing ini.
Dan pada akhirnya Raja Maxim memenuhi undangan tersebut dan datanglah dia bersama beberapa pengawal nya. “Selamat datang ke negri kami. ” Raja Hiro menyambut nya dengan ramah raja Maxim pun menerima sambutan itu
“Terima kasih Raja Hiro atas waktunya, memperbolehkan kami berkunjung. ”
Kemudian raja Hiro menjamu mereka dengan makanan yang terbaik di negri kucing itu. Dilanjutkan dengan perbincangan yang sangat hangat. Didalam pembicaraan itu raja kucing Hiro bahwa apa yang dia perbuat untuk rakyat nya adalah tulus menyayangi
Liburan ini, Pangeran Sun Fu dari kerjaan Qiang In, mendapat tugas Untuk mengunjungi pamannya yang sedang menjaga benteng pertahanan. Tentu saja Pangeran Sun Fu senang. Ini adalah pertama kalinya dia berlibur ke daerah perbatasan kerajaan.
“Jangan lupa membawa tongkat!” kata Kaisar.
Pangeran Sun Fu mengernyitkan dahi. Tongkat? Untuk apa? Bukankah dia hanya perlu mengendarai kuda ke benteng itu? Meski demikian, Pangeran Sun Fu menaati perintah ayah nya, Dia membawa tongkat dan diikat kan di punggungnya.
Setelah pamit kepada ayah dan ibunya, Pangeran Sun Fu berangkat menuju benteng pertahanan. Rupanya Paman Cha Fu sudah menunggunya.
“Ayo, Sun Fu! Bersiaplah untuk pertunjukan nanti malam.“ ujar Paman.
Pertunjukan? Kaisar tidak mengatakan apa pun tentang itu kepadanya. Pangeran Sun Fu jadi makin penasaran.
Malam harinya, Pangeran Sun Fu melihat para prajurit berdiri rapi di sepanjang benteng. Masing-masing membawa tongkat di tangan. Pangeran Sun Fu ingat dengan tongkatnya.
“Ayo, Sun Fu. Ikutlah bersenang-senang!” ajak Paman Cha Fu.
Pangeran Sun Fu tidak paham. Namun, dia memutuskan untuk ikut bergabung dengan para prajuritnya.
“Siapa yang tongkatnya disentuh oleh naga raksasa, maka naga itu akan patuh padanya,” kata Paman ketika Sun Fu terkejut melihat seekor naga raksasa meliuk-liuk di samping benteng. Rupanya mereka sedang memancing naga!
Ini adalah pertama kalinya Pangeran Sun Fu melihat naga dengan mata kepalanya sendiri. Sejak kecil, dia hanya mendengar dan melihat Ini adalah pertama kalinya Pangeran Sun Fu melihat naga dengan mata kepalanya sendiri. Sejak kecil, dia hanya mendengar dan melihat gambar naga dalam buku dongeng. Dia tidak menyangka bahwa hari ini dia dapat bertemu langsung dengan binatang itu.
“Apakah naga itu buas, Paman?” tanya Pangeran Sun Fu, canggung.
“Ya. Tentu saja! Dan dia hanya akan muncul sepuluh tahun sekali. Dan selama ini belum pernah ada yang berhasil memancingnya!”
Jawaban Paman Cha Fu membuat mata Pangeran Sun Fu mengerjap-ngerjap. Bisa dipastikan, memancing naga akan menjadi pengalaman yang langka dan tak terlupakan baginya. Pangeran Sun Fu pun ikut memancing naga. Sayangnya, naga itu sepertinya tidak tertarik untuk menyentuh tongkat siapa pun. Sang naga meliuk-liuk saja di sepanjang benteng pertahanan. Dan sepertinya naga itu akan segera beranjak pergi kembali ke sarangnya.
Pangeran Sun Fu tidak mau menyerah. Dia tidak ingin naga itu pergi begitu saja. Dengan cekatan dia berbalik arah menuju tenda dan mulai membuka kotak obat-obatan. Di sana, Pangeran Sun Fu mengambil beberapa lembar kain pembalut luka. Dibebatnya kain itu di ujung tongkatnya. Tak lupa dia menuangkan minyak di sekujur kain.
Pangeran Sun Fu segera keluar dari tenda dan menyulut tongkatnya dengan api dari lentera hingga membara. Kini Pangeran Sun Fu memiliki obor panjang di tangannya. Api itu meliuk-liuk menyilaukan seperti sisik naga.
Hap! Naga pun menangkap tongkat Pangeran Sun Fu karena tertarik dengan kilauannya.
Lama sekali dia menjilati tongkat itu hingga api yang berkobar padam. Pangeran Sun Fu senang melihatnya. Begitu juga Paman Cha Fu dan prajurit lainnya.
“Hebat! Dari mana kau tahu bahwa naga menyukai api?” tanya seorang prajurit.
“Naga suka menyemburkan api, karena dia juga memakan api. Aku membacanya di perpustakaan istana, Paman,” jawab Pangeran Sun Fu dengan rendah hati.
Karena ketekunannya membaca, Pangeran Sun Fu pun bisa menangkap dan bersahabat dengan naga yang kini ikut menjaga benteng Kerajaan Qiang In.
Setelah Beni pulang sekolah Beni di ajak ke rumah Tino untuk bermain bola , lalu Beni pulang dahulu untuk ganti baju setelah ganti baju Beni pergi ke rumah Tino, Beni pun sampai ke rumah Tino Beni berteriak “Tino jadi main tidak..” setelah itu Tino berteriak “sebentar mau ambil bola..” ,lalu Beni masuk untuk membantu mencari bola di gudang Beni melihat ada pintu setelah Beni buka pintu itu ia terkejut karena melihat kota yang sangat canggih, lalu Beni memanggil Tino “Tino ke sini”, Tino menjawab “ada apa” setelah Tino ke Beni, Tino pun terkejut “kota apa itu sangat canggih” Beni dan Tino penasaran lalu mereka masuk ke kota itu, setelah Beni dan Tino melihat ke belakang pintu itu hilang dan mulai panik lalu ada kertas jatuh mereka membaca kertas itu kertas itu bertulis “pergilah ke arah timur dan cari nenek nenek menggunakan topi seperti sihir”.
Mereka pun pergi ke arah timur untuk mencari nenek nenek, setelah Berjam jam mereka bertemu dengan rumah yang sangat tua rumah itu mengeluar kan cahaya terang mereka pun masuk dan bertemu nenek nenek tua, nenek tua itu memberikan sebuah kotak kecil setelah mereka buka kotak itu berisi sebuah bola kecil berwarna biru, nenek itu berkata “cepat cari kereta ghoib bernama snel en sterk waktunya hanya dua hari” mereka pun cepat cepat mencari kereta itu, setelah mereka mencari Berjam jam ,mereka pun tidak bertemu nama kereta itu mereka pergi ke stasiun bernama Manggarai Beni dan Tino membeli tiket dengan uang kertas dari Nenek nenek itu mereka masuk dan duduk Beni dan Tino tertidur, saat Tino bangun Tino terkejut karena Tino dan Beni berada di kereta snel en sterk Tino membangunkan Beni, Beni pun bangun setelah Beni membaca nama kereta itu Beni pun senang kereta itu tampak tua sekali saat melewati terowongan.
mereka berpindah di dunia lain dunia itu sangat indah banyak sekali pepohonan dan hewan-hewan unik mereka berkeliling untuk melihat dunia itu mereka kembali di kereta itu lagi setelah menunggu untuk sampai kereta itu melewati terowongan lagi Beni dan Tino berharap untuk kembali di dunia nya setelah kereta itu melewati terowongan ternyata berada di dunia lain lagi dunia itu seperti di luar angkasa dengan cepat Beni dan Tino kembali di kereta yang tadi mereka pun menunggu terowongan selanjutnya Beni dan Tino mulai capek mereka pun tertidur, Beni dan Tino terbangun di sebuah dunia yang gelap mereka panik dan takut, tiba tiba mereka terjatuh mereka melihat semua dunia yang sangat indah setelah Beni dan Tino terjatuh mereka terbangun di kamar rumah masing-masing mereka bingung antara mimpi atau tidak dan sebuah kertas jatuh kertas itu bertulisan “selamat telah kembali”, ternyata mereka hanya di ilusi oleh sebuah manekin,
manekin itu membawa mereka ke sebuah labirin mereka di suruh untuk menekan 10 tombol Mereka pun menyebar setelah menyebar Beni menemukan 1 tombol Beni menekannya, Beni mencari tombol yang lain, Toni menemukan 2 tombol setelah menekan dua dua nya beni pun mencari yang lain mereka pun berpas pasan Beni berkata “labirin ini sangat luas dan ada jebakannya” Tino berkata “iya” mereka pun menyebar lagi ,Tino bertemu sebuah tombol ,Tino pun memencetnya ternyata itu sebuah jebakan panah, Tino hampir terkena panah “hampir saja terkena” kata si Tino, Beni pun berjalan setelah itu Beni menemukan sebuah peta,
Beni pun sangat terkejut karena labirin ini sangat amat luas dan ada titik titik hijau Beni pun mengikuti arah peta itu Beni bertemu tombol dan menekannya, Tino berjalan dan menemukan sebuah kompas, kompas itu berarah Utara Tino pergi ke arah Utara setelah sampai Tino menemukan tombol dan menekannya ,tombol kurang 5 lagi, mereka bertemu lagi mereka memutuskan untuk mencari bersama sama kompas itu ke arah selatan mereka pergi ke arah selatan,
mereka menemukan tombol Beni menekan tombol setelah menekan tombol itu titik peta itu menghilang dan kompas itu ke arah selatan lagi mereka pergi ke arah selatan mereka menemukan dua tombol mereka di suruh memilih salah satu tombol itu, dan si Beni menekan tombol sebelah kiri dan tombol itu benar kompas itu ke arah Utara tapi kompas itu berbalik ke arah Selatan.
mereka bingung mereka memutus kan ke arah Utara setelah Berjam jam mereka tidak menemukan tombol dan tiba-tiba ada sebuah tombol muncul tiba-tiba Toni memencet tombol itu, tombol tersisa 2 suara dari kompas mereka terkejut Kompas itu berkata “di arah Timur ada tombol hati hati di situ ada jebakan” mereka pun lari menuju ke arah Timur setelah mereka melihat tombol Beni pun hampir jatuh karena ada jurang Tino melihat kayu Tino mengambil kayu itu dan menaruh kayu itu mereka berjalan satu-satu supaya tidak jatuh Beni yang berjalan pertama Beni menekan tombol itu Beni kembali dan mencari Dan tiba-tiba ada tombol muncul dan Beni menekannya dan ada sebuah pintu terbuka mereka masuk dan ada sebuah pintu terbuka mereka masuk
Mereka kira, mereka telah kembali ternyata mereka ke tempat lain dindingnya berwarna kuning, suara lampu pedar yang berdengung kencang, dan bau karpet basah seperti kantor tapi labirin mereka berjalan mereka berjalan jalan hingga Berjam jam mereka sadar kalau labirin ini tidak berujung, mereka kebingungan dan berjalan untuk mencari jalan keluar, tiba tiba kompas itu berbicara “labirin ini tidak ada ujungnya kalian harus mencari lubang dan masuk”, mereka mencari lubang itu setelah Berjam jam di Tino menemukan lubang dan mereka masuk setelah masuk mereka berada di sebuah pipa air. Hanya ada jalan lurus mereka berjalan lurus mereka pun menemukan pintu.
Mereka buka ternyata mereka berada di Sebuah di tempat kantor dan loker lokernya berantakan, di situ ada monster berwarna hitam berjalan merangkak monster itu tidak bisa melihat hanya bisa mendengar mereka berjalan pelan-pelan supaya tidak terdengar suara mereka di suruh mencari 3 kunci dan membuka 3 gembok pagar, mereka mencari dan membuka satu-satu loker secara pelan-pelan, Beni menemukan satu kunci, Toni melihat monster itu Toni berjalan dengan pelan pelan supaya tidak bersuara dan membuka loker Toni menemukan satu kunci setelah itu membuka gembok dan Beni juga tinggal satu kunci lagi, mereka menyebar lagi setelah Berjam jam mereka tidak menemukan satu pun kunci ternyata berada di atas loker mereka naik pelan-pelan supaya tidak bersuara dan mengambil kunci mereka buka semua gembok dan mereka masuk ruangan itu tiba-tiba mereka kembali di rumah Tino, mereka memastikan mereka kembali dan melihat jam mereka terkejut masih jam 12
Pada suatu hari di sebuah desa ada sebuah gubuk kecil di hutan. Hutan itu bernama MagicForest.Ada Remaja yang tinggal di Gubuk itu Bersama neneknya Anak itu bernama Elen. Dia adalah gadis yang sangat ceria dan suka berpetualang. Elen bermimpi ingin menjadi Petualang yang mengelilingi Seluruh Dunia Suatu hari. Nenek tiba-tiba menghampiri Elen dan menegur Elen “El jangan melamun terus “.Lalu Elen sadar dan berkata “Maaf nek” kata Elen sambil menyengir. Nenek berkata lagi kepada Elen “Elen apa kamu ingin dengar cerita? “Elen mengangguk “Cerita Apa nek?”. Nenek Lalu bercerita” Dulu banyak yang bilang bahwa Hutan ini ada Perinya Loh. “Elen terkejut. Sambil berkata “Hah? Benarkah ada Peri disini?.”Nenek tertawa melihat tingkah laku Elen yang Ceria seperti itu.
Elen sangat kebingungan dan ingin mencari tau saja rasanya karena la ingin sekali melihat Peri. Tiba-tiba nenek berkata “Elen ayo kita makan dulu, nenek memasak menu yang enak” .Elen pun mengangguk. Setelah selesai makan Elen bermain di Hutan. dia melihat kupu-kupu lalu mengejarnya, Lalu Elen terjatuh “Aww sakit!!”. Lalu Elen melihat ada yang terkelap-kelip didepan nya. Elen mengusap matanya tapi didepanya tidak ada apa-apa lagi. Elen meremehkan apa yang dilihatnya tadi. Elen Pun kembali ke Gubuknya Elen sangat lelah setelah itu dia terlelap dalam tidurnya.
Aku sedang terjatuh dan terluka. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Ku. Aku terkejut dan berusaha mundur ke belakang .Tapi Elen tidak bisa bergerak. Seseorang itu terbang bukan berjalan Aku sangat ketakutan. Dia menyentuh dengan lembut kakiku itu dan ajaibnya Luka Elen sembuh. Elen tidak bisa melihat orang itu hanya buram saja yang dia lihat.
Dan…
Elen pun terbangun dari mimpi itu. Jantung Elen berdetak kencang. Ia pun menarik napas “OHH cuman mimpi”. Elen Pun keluar dari kamarnya. dia merasa rumahnya Sangat sunyi tidak seperti biasanya.
Lalu Elen membaca surat yang tergeletak di meja. Tulisan Nenek bertuliskan “Nenek sedang pergi, berhati-hatilah di rumah jangan lupa makan”. Elen Pun memakan makanan di meja tersebut. Elen sudah kenyang. Lalu Elen mendengar sesuatu. Seperti ada barang yang jatuh diluar. Lalu Elen memeriksa nya.Ternyata pot yang jatuh Elen mengalihkan pandangan dari bawah ke depan.Tiba² Elen terkejut . Sebab dia melihat orang yang bersayap bukan berjalan sama seperti di mimpi Elen. Jantung Elen berdebar debar.
Peri ya itu adalah Peri. Peri itu menyapa Elen “Hai jangan takut Elen”. Elen lalu menarik napas Panjang dan berkata “Bagaimana kau tau namaku dan Kau Siapa”. Peri itu menjawab “Tentu Aku tau, namaku Ella, aku adalah Penjaga Hutan ini”. Kata peri sambil tersenyum. Elen menjawab “Apakah Kau peri yang dimimpiku itu? “.Peri mengiyakan dan menjawab. “Aku memberi Mu mimpi itu agar Kau tahu keberadaan Ku di Hutan ini. Aku menampakkan diri di Hutan selama 1 Tahun sekali, dan ini sudah akhir Tahun. Jangan beritahu siapa-siapa ya..”.Elen mengangguk “Iya tenang saja Aku tidak akan beritahu siapa-siapa”. Nenek tiba-tiba datang. Peri tiba-tiba menghilang. Nenek berkata “Elen? Ayo masuk..”.Elen mengangguk dia tersenyum puas karena Elen bisa melihat peri.
Bertahun-tahun lalu aku, Aliana, mendengar cerita tentang Kerajaaan Kelinci. Saat kecil aku selalu menginginkan untuk pergi kesana.
Di satu hari saat mendung gelap menggantung di langit, aku mendengar ayah memanggil “Ali, ada surat untukmu!”. Aku menghampiri. “Mana yah?”,tanya ku. “Ini” jawab ayah. Saat aku membuka suratnya tertulis “Hai Aliana, Saya adalah Raja Frikstone, pemimpin Kerajaan Kelinci. Saya ingin meminta tolong, Kerajaan ku telah dikutuk, dan aku yakin kau dapat membantu ku Aliana. Kalau kau ingin memasuki kerajaanku aku sudah membawakan kuncinya. Dan satu hal lagi, tolong gunakan nama samaran, Salam Raja Frikstone”. “Kerajaan Kelinci?, Terkutuk?, nama samaran?, dan dimana kuncinya?, Oh ini dia, baiklah, Ayo!”, kataku.
Setelah beberapa menit aku pun sampai, “Aku dimana?, inikah tempatnya?,bagus banget tempatnya padahal terkutuk”, kataku. Lalu aku teringat sesuatu “oh iya, aku harus menemukan nama samaran dulu. Bagaimana dengan Ali? Eee Lia?, oh Lia aja bagus oke”, kataku.
Tiba-tiba aku mendengar sesuatu, “Psst psst hei”. Dengan ragu aku menjawab “Siapa kamu?”. Lalu keluarlah seekor kelinci berwarna biru, “Kamu bisa ngomong?”. Kataku, lalu kelinci itu berdiri dan berkata “ ya, aku bisa berdiri, berbicara, dan berjalan seperti kamu manusia”. Hai aku adalah salah satu warga di kerajaan kelinci ini, nama ku Marget”, dengan terkejut aku menjawab “eee hei… aku ali- maksudku Lia, aku diundang oleh raja untuk datang kesini”. Lalu Marget menjawab “oh jadi kaulah yang ku undang- maksudku raja undang. Selamat datang di Kerajaan Kelinci. Aku pun menjawab “Bisakah kau memberitahu ku, kenapa aku disini?”. Marget menjawab “Setiap 10 tahun sekali, aku- maksudku Raja Frikstone akan mengundang seorang anak untuk menyelesaikan masalah yang ada disini. Tahun ini kaulah yang kupilih- maksudku terpilih”. “Oke? Sekarang apa yang harus ku lakukan?, tanyaku. “Temui aku- maksudku Raja di Istana Maya”, Katanya, “Oke”, jawab ku.
Aku pun pergi ke Istana seperti yang Marget katakan. Saat aku sampai aku mengetuk pintu. Lalu Raja Frikstone keluar dan berkata “Ah Aliana kau sudah datang!, aku sudah menunggumu disini dengan sabar”, sambil tersenyum. Aku pun menjawab “Ya, aku sudah datang, apa yang harus kulakukan sekarang?”. Raja Frikstone menjawab “Akhir-akhir ini warga-warga ku sedang merasa sedih, karena kerajaan kita terkutuk. Bisakah kau membantu mereka?. Kalau kau bisa membantu warga ku, kau dapat Kembali kerumah. Tetapi jika kau tidak bisa membantu mereka kau tidak akan bisa Kembali ke rumah”. Aku menjawab “Baiklah, aku akan membantu mereka”.
Aku pun memulai untuk membantu para warga. Aku bertemu dengan anak kelinci kecil berwarna kuning datang kepada ku sambil menangis, anak kelinci itu berkata “Hiks hiks, hai kakak manusia bisakah kau membantu ku?, Nama ku Ian”. Aku pun menjawab “Tentu aku akan membantu mu, ada apa?”. Ian berkata “Bisakah kau temukan boneke kelinci ku?, aku menjatuhkannya dihutan tadi saat aku kesana Bersama orang tuaku . Aku ingin mengambil nya sendiri tetapi orang tua ku tidak mengijinkan ku untuk ke hutan sendirian”. Aku menjawab “Baiklah aku akan mengambilkan boneka itu untukmu, tunggu aku disini”. Ian pun mengangguk. Aku pun ke hutan untuk mengambil boneka itu.
Ditengah jalan aku melihat Marget yang sedang mencari sesuatu aku pun menghampirinya dan berkata “ hai Marget!, kamu lagi apa?” Dia menjawab “Gak ada apa-apa kok Cuma ini aku nemu boneka kelinci kuning”. Aku pun teringat akan boneka milik Ian tadi. Aku bertanya pada Marget “Bisakah aku mengambil boneka itu? karena seperti nya itu milik salah satu warga disini”. Marget pun mengangguk dengan tersenyum. Aku pun Kembali pada anak kelinci itu dan berkata “Apakah ini boneka mu Ian?”. “Iya itu milik ku terima kasih kakak manusia” jawabnya. Setelah itu dia pun pergi.
Setelah Ian pergi aku melihat kelinci berwarna oranye. Dia melihat ku lalu menghampiri ku dan berkata “Hai, manusia, nama ku Tail, rumahku sedang sakit bisakah kau membelikan kue wortelian untuk rumah ku?, hanya itu yang bisa menyembuhkan rumah ku”. Aku menjawab “Baiklah, tetapi dimana aku bisa mendapatkan kue wortelian itu?”. Tail pun menjawab “oh kamu bisa tidak bisa membelinya tapi kamu bisa pergi ke kelinci Bernama Marget. Kue Wortelian adalah buatan nya jadi hanya dia yang tau cara membuatnya dan dia tidak pernah memberitahu resep nya pada siapa pun. Tetapi kau perlu membayar untuk itu”. “Membayar?” kataku. Tail menjawab “Iya, tapi jangan khawatir harga nya tidak mahal kok”. Dengan ragu aku pun menjawab “Baiklah, tunggu ya”. Tail pun tersenyum dan mengangguk. Aku pun pergi untuk mencari Marget.
Di perjalanan aku melihat Marget sedang memanggang sesuatu, aku pun bertanya “Hei Marget kamu sedang memanggang apa?”. Marget menoleh dan menjawab “Oh hai Lia, kau sudah datang sebentar ya kue wortelian nya sebentar lagi matang”. “kue wortelian? Dari mana dia tau itu?” gumam ku. “Ting” “Oh seperti nya sudah matang ini untuk mu”. Walaupun aku bingung aku tetap menerimanya sambil berkata “Oke terima kasih, berapa banyak yang harus ku bayar?”. Marget menjawab “Oh… kau cukup membayarnya dengan nyawa mu- maksudku kau tidak perlu membayar nya. Kue ini aku buatkan khusus untuk mu, Lia…”. “Baiklah, terima kasih…”.
Aku pun kembali ke kelinci oranye itu sambil membawa kan kue wortelian. “Tail, aku Kembali! Dan aku juga membawa kan kue Wortelian untuk mu- maksudku rumah mu” teriak ku. Tail pun menghampiri ku dan menjawab “Terima kasih banyak manusia, aku akan memberikan kue wortelian ini untuk rumah ku. Tunggu aku disini!”. Setelah beberapa menit Tail keluar sambil membawa kan koin. “Hei manusia terima kasih ya sekali lagi. Aku membawa kan koin kelinci untuk mu sebagai bayarannya” , katanya. Aku pun menjawab “Wow terimakasih Tail. Aku harus pergi sekarang. Sampai Jumpa”.
Setelah semua kejadian yang terjadi, aku mulai merasakan bahwa ada yang aneh pada diri Marget. Tetapi aku tetap berusaha untuk tidak curiga dan berpikir positif. Ditengah perjalanan Tiba-tiba muncul kelinci berwarna hijau menghampiri ku dengan raut wajah sedih. Aku pun menghampirinya bertanya padanya “Hei kelinci hijau kenapa kau terlihat sedih”. Kelinci hijau itu menjawab “Hei manusia, nama ku Bob. Aku sedih karena aku kehilangan saudara ku. Saudara ku Bernama Tom, dia adalah seekor kelinci berwarna merah. Terakhir kali aku melihat nya adalah saat kita sedang membersihkan rumah Bersama, lalu aku masuk kerumah untuk mengambil minum tapi saat aku Kembali keluar Tom telah hilang. Tolong bantu lah aku untuk mencari nya”. Aku menjawab “Tentu saja aku akan membantu mu, tunggu lah aku disini aku akan kembali Ketika sudah menemukannya”. Lalu aku pun pergi untuk mencari Tom.
Ditengah jalan aku bertemu dengan kelinci merah yang sedang memegang sapu. “Apakah itu Tom?”, gumam ku. Lalu aku melihat Tom menunjuk ke atas sambal tersenyum, aku pun melihat ke atas. Ternyata ada kotak besar yang terlihat seperti akan jatuh dan menimpa Tom. Aku pun langsung berteriak “TOM, AWAS!”. Tetapi segera setelah aku berteriak, kotak besar itu jatuh tepat di atas kepala Tom. Dan tiba-tiba pengelihatan ku kabur dan aku terjatuh. Saat pengelihatan ku tidak kabur lagi aku melihat Tom menghilang. Aku yang melihat Tom menghilang di depan mata ku pun terdiam dan berusaha untuk tenang dan memikirkan apa yang harus aku katakan pada Bob. Akhirnya aku pun Kembali ke tempat Bob dan mengatakan yang sebenarnya. Aku pun berkata “Bob.. aku minta maaf tetapi aku melihat bahwa Tom menghilang tepat di depan mata ku dan aku tdak tau kemana dia pergi. Tolong maaf kan aku”. Tetapi saat aku mengatakan itu aku melihat bahwa Bob tersenyum dan berkata “Tidak papa Manusia, itu tidak masalah untuk ku”. Lalu Bob pergi tanpa terlihat sedih sedikit pun. Aku yang mendengar itu pun sangat terkejut dan berpikir “Apakah menghilang nya Tom benar-benar tidak masalah untuk nya?”.
Setelah semua yang terjadi aku mulai merasa curiga, takut, dan merasa bahwa ada yang aneh pada Kerajaan ini. Lalu ditengah aku sedang berpikir datang kelinci berwarna pink dan berkata “Hai manusia, nama ku Stella bisakah kau membantu ku?”. Aku pun mengangguk. “Aku ingin membuat sebuah makanan yang memerlukan wortel. Tetapi aku tidak punya wortel. Bisakah kamu menemukan wortel untuk ku?, katanya. Aku pun menjawab “Iya…”. Lalu aku pun pergi.
Ditengah jalan aku melihat Marget. “Hei Marget, apakah kamu tau dimana tempat yang menjual wortel?. Marget pun mengangguk “dimana?” Lalu Marget menjawab “Aku baru saja Kembali dari toko sayuran dan aku juga membeli wortel kalau kau mau, aku bisa memberi kau satu wortel dengan harga satu koin kelinci”. Lalu aku teringat koin kelinci yang diberikan oleh Tail. Aku pun menerima tawaran Marget. “Baiklah aku akan membelinya ini koinnya”,kata ku. Marget pun menjawab “Oke!”.
Setelah mendapat kan wortel itu aku Kembali ke rumah Stella dan berkata “Hei, Stella ini wortel yang ku dapat” “Terima kasih Manusia!”. Aku bertanya “Masakan apa yang akan kau masak?”. Stella menjawab “eee Cuma masakan biasa kok…gak ada yang special hehe.. Aku pergi dulu ya. Bye!”.
Lalu setelah Stella pergi, aku mendengar Raja Frikstone berkata dengan menggunakan pengeras suara kota. Dia berkata “Selamat Aliana kau telah berhasil untuk membantu warga-warga ku. Datang lah ke Istana ku jika kau ingin Kembali ke rumah. Aku akan menunggu mu dengan sabar…”. Setelah aku mendengar itu aku bergegas ke Istana. Tapi ditengah jalan ada kelinci putih Bernama Jerry yang terlihat panik menghampiri ku dan berkata “Hei manusia, kerajaan ini bukan lah seperti yang kau kira. Raja Frikstone lah yang telah mengutuk kerajaan ini setiap 10 tahun sekali hanya untuk menjebak setiap anak yang diundangnya kesini. Aku tidak bisa berbicara lama disini karena Raja Frikstone selalu mengawasi kita untuk tidak membocorkan rahasia ini pada setiap anak yang diundang nya kesini. Aku telah menyiapkan Kapal terbang untuk kau kabur dibelakang rumah Tom. Pergilah kesana untuk Kembali ke rumah”. Aku tidak terkejut untuk mendengar hal itu karena aku telah merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi di Kerajaan ini. Tetapi aku tetap pergi ke Istana Raja.
Saat aku sampai Aku melihat Raja Frikstone telah menungguku di depan. Raja Frikstone berkata “Selamat Aliana dan terima kasih karena telah berhasil untuk menghibur warga ku. Sayang nya…. Kau tak akan Kembali..” “Apa!?” kata ku. “Aku tau bahwa kau sudah tau tentang Kerajaan ini. Rasa penasaran mu telah mengutuk mu”. Lalu Raja Frikstone Tersenyum dan tiba-tiba berubah menjadi Marget. Aku yang terkejut berkata “Marget?”. Marget pun berkata “Lari lah kelinci kecil”. Aku pun berlari menuju kapal terbang yang dikatakan oleh Jerry, si kelinci putih itu. Saat aku menemukannya aku langsung menaiki nya.
Seketika aku Kembali ke rumah, dan apa yang terjadi di Kerajaan Kelinci itu hanya terasa seperti mimpi buruk saja. Tetapi aku merasa lega bisa Kembali ke rumah. Aku yang merasa bahwa semua itu sudah berakhir langsung pergi ke kamar dan tidur.
Besok nya saat aku terbangun aku mendengar ayah memanggil ku. “Ali ada surat untuk mu lagi!’. Tanpa rasa ragu aku turun dan membuka surat tersebut. Tapi aku terkejut saat membuka surat tersebut. Surat tersebut tertulis “Hai Aliana, Saya Raja Frikstone, pemimpin Kerajaan Kelinci. Kau pikir ini semua sudah berakhir hah?. Tidak semudah itu…Lia. Jerry telah memperingatkan mu, bahwa Raja Frikstone lah yang mengutuk Kerajaan Kelinci itu dan kau masih ingin bermain-main denganku?. Oh dan aku lupa untuk memberitahu mu sesuatu. Bahwa sebenarnya orang-orang di Kerajaan Kelinci itu sebenarnya tidak nyata. Mulai dari Ian, Tail, Tom, dan Bob Itu semua hanya lah permainan ku, mereka semua adalah diri ku, Marget yang menyamar menjadi mereka semua, kecuali untuk Jerry. Walaupun kau sudah Kembali kerumah bukan berarti aku tidak bisa menghubungi mu lagi. Jadi jangan lah bermain-main pada ku, Raja Frikstone, Pemimpin Kerajaan Kelinci.”.
Setelah aku membaca surat tersebut aku merasa khawatir dan takut, memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tiba-tiba aku mendengar ayah ku memanggil ku lagi “Aliana, kemarilah ada seekor kelinci yang ingin bertemu pada mu”. Dengan ragu aku pun menghampiri. Saat aku sampai, aku merasa lega karena kelinci itu adalah Jerry. Saat dia melihat ku dia tersenyum dan berkata “Hei Aliana, senang bisa bertemu dengan mu disini. Sudah kah kau membaca surat yang diberikan oleh Marget?”. “Sudah..”, jawab ku. “Bagus lah, aku disini karena aku ingin menjelaskan kenapa akulah salah satunya warga di Kerajaan Kelinci. Jadi sebenarnya aku sama sepertimu, Aliana. Aku adalah salah satu anak yang diundang ke Kerajaan Kelinci. Tetapi aku berhasil membantu dan menyelesaikan keinginan para warga disana. Tetapi aku tetap berakhir sama seperti mu, aku tetap tidak Kembali ke rumah tetapi Marget memberi ku pilihan, menjadi salah satu mainannya atau menjadi salah satu warga di Kerajaan Kelinci. Dan ya aku memilih untuk menjadi salah satu warga Kerajaan Kelinci saja jadi beginilah aku.
Dan aku disini untuk memberitahu mu sesuatu lagi yaitu sebenarnya… selain menjadi salah satu warga di Kerajaan Kelinci. Aku juga merupakan salah satu pesuruh dari Marget… Dan Marget meminta ku untuk membawa mu Kembali, jadi ya marilah Kembali Bersama. Tutuplah mata mu dan kita akan segera sampai”. Segera setelah dia mengatakan itu, mata ku tertutup. Saat aku bisa membuka mata ku Kembali, aku telah sampai di Kerajaan Kelinci. Aku langsung berada di depan pintu gerbang, dan Raja Frikstone menyambut ku dengan hangat seperti tidak ada yang terjadi….dia juga mengatakan hal yang sama seperti yang ia katakan saat pertama kali bertemu dengan ku….
Disuatu Negara yang indah yang bernama Arab.Disana ada dua Sahabat yang saling Menolong ,dan Bermain,dengan Gembira dan Senang.Tiba tiba ada Penjajah yang bernama Dark Shadow yang diketuai oleh Shadow Master.Mereka menghancur kan Rumah rumah orang,Menyiksa Orang orang,dan Menginvasi Arab,Berawal dari Negara yang Damai dan Makmur Tiba tiba menjadi Negara yang Hancur dan Tertindas.Kedua Sahabat itu yang bernama Khaled dan Abdul yang Sedang dikejar oleh Dark Shadow dan Khaled bersembunyi,tapi Abdul Tertangkap.Khaled pun menutup mulut nya agar tidak diketahui oleh para Dark Shadow.Didalam hati Khaled Berkata”Abdul Semoga kita dapat bertemu lagi ,dan Aku akan selalu mencari mu.”.Dan Abdul pun di bawa Para pasukan Dark Shadow,Abdul pun pergi sambil melambaikan Tangan.Khaled pun Lari dengan Rasa berat Hati dan Menahan Tangisan agar tidak dapat Tertangkap Para pasukan Dark Shadow.Dan Khaled pun dapat lolos dari Para kejaran Dark Shadow (Dua puluh Lima tahun Kemudian) Khaled pun Sudah berumur Tiga puluh tahun dan Sudah menjadi Ayah yang memiliki Dua anak.Khaled pun Bekerja sebagai Petani dan Peternak,Saat Sore hari setelah Berkerja Khaled pun ke Masjid untuk Beribadah.Tiba tiba Khaled melihat Orang yang muka nya dia Kenal,Ternyata itu adalah Abdul,Tetapi Perilaku Abdul sangat lah Dingin dan Kaku.Tanpa Basa basi pun Khaled langsung memeluk Abdul dan Berkata”Akhir nya Abdul aku menemukan mu setelah Dua puluh tahun(Khaled sambil menangis Gembira),”Abdul pun menjawab’Iya sudah lamanya.”.Khaled pun mengajak Abdul ke rumah nya dan sudah sampai rumah nya, Khaled pun mengajak Abdul berbincang bincang,Khaled berkata “Abdul aku menemukan Informasi agar kita dapat mengalahkan Para Penjajah itu yaitu Pedang Naga Hijau yang sangat Kuat,yaitu yang berletak Di sebuah Gua yang memiliki Kekuatan yang luar biasa,” Abdul pun menjawab”Besok kita harus kesana,agar kita dapat mengambil Pedang itu.” (Keesokan Hari nya) Khaled dan Abdul pun berangkat Saat langit masih gelap,mereka berangkat menggunakan Hewan Buraq/Pegasus,mereka pun melewati Daratan,Udara dan Lautan.Dan mereka pun menemukan Goa yang sangat besar,Mereka masuk dan Menemukan Benda yang Bercahaya yang dijaga Naga Hijau dan Orang yang sedang bertapa.Khaled dan Abdul pun merancang sebuah rencana,Khaled pun berkata”Kau disini saja Abdul dan mengamati si Naga dan Orang itu,dan Aku akan maju dan mengambil nya.Tiba tiba Orang itu bangun dan menyerang,dan Khaled pun terjatuh.Kemudian orang itu mengajak berduel agar Khaled mendapat kan Pedang itu.Dengan sengit mereka pun berduel dengan sengit dan ada disebuah momen Terdapat peluang dan Khaled pun berhasil dapat mengalah kan Orang itu,Orang itu berkata”Aku sudah menyerah kau sangat hebat anak muda,aku adalah Habib Yusuf dan kamu dapat mengambil pedang itu.”Habib itupun menyuruh juga Naga itu untuk masuk ke Pedang itu.Dan Khaled dan Abdul pun pergi dan mengucap kan Terimakasih.Sampai di Arab mereka pun menyuruh Buraq untuk menabrak istana Shadow master.Tembok hancur dan Shadow master pun Terkena runtuhan tembok itu,Tiba tiba ada cahaya yang berada di runtuhan itu dan Shadow master pun Muncul kembali.Shadow master pun mengajak mereka Bertarung Khaled pun menggunakan Pedang Naga itu dan nereka bertarung Abdul pun ikut membantu dengan pedang nya.Tiba tiba Abdul menyerang Khaled ternyata Abdul berubah menjadi Robot/Android dan Mereka bertarung dengan tidak Seimbang,Ada yang datang dan membantu Khaled yaitu Habib Yusuf.Mereka pun bertarung dengan seimbang,Khaled melawan Shadow master dengan Lincah dan Habib melawan Abdul(Android/Robot).Mereka pun bertarung dengan sengit,Shadow master dan Abdul(Robot/Android) pun terpojok dan Khaled mengeluarkan Serangan Terakhir Pedang itu yaitu Kekuatan “Dragon Double Gold” dengan dibantu energi oleh Habib Yusuf dan Shadow master pun dapat dimusnah kan bersama Dark Shadow dan Abdul pun hancur berkeping keping.Negara Arab pun kembali Damai dan Makmur dan Pedang itu pun disembunyikan disuatu Tempat oleh Habib agar tidak dapat disalah Gunakan.