by Marvell | Jan 13, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Laporan Field Trip
Field trip merupakan kegiatan dari sekolah yang di lakukan di luar sekolah.
Field trip ke Dryana
Saya melaksanakan fieldtrip di mulai pada tanggal 9 januari 2023 hari Senin jam 08.00 – 12.00. tempat yang saya kunjungi adalah Dryana yang berada di jalan pamularsih tepatnya di depan pizza hut pamularsih. Yang memandu saya adalah pak Damar, pak Yus, pak Yo, Bu Astuti, ms Niken. Saya merasa senang dan gembira karena dapat memahami cara membuat klepon dan bandeng presto juga membuat klepon bersama. Kemudian dapat memakan klepon dan merasakan rasanya klepon. Kemudian saya diajarkan cara membuat bandeng presto. Hal ini adalah hal yang menarik perhatian saya. Pelajaran yang saya dapat setelah melaksanakan kegiatan field trip ke Dryana adalah saya sekarang mengerti cara membuat klepon dan bandeng presto. Saran saya untuk field trip berikutnya adalah ada permainan agar lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Cara membuat klepon
Alat dan bahan :
Tepung ketan
Air
Pasta pandan
Kelapa sawit
Gelas ukur
Baskom
Kompor
Panci
Sendok kayu
Gula Jawa
Cara membuat klepon :
1. Campur tepung ketan dan air hangat yang sudah dicampur pasta pandan, aduk rata dengan tangan.
2. Hentikan menuang air jika adonan sudah terasa tidak keras.
3. Ambil sedikit adonan bulatkan lalu lubangi dan taruh gula merah lalu bulatkan lagi.
4. Rebus dalam air mendidih, jika sudah mengapung biarkan dulu kira-kira 3 menit agar bagian dalam juga benar-benar matang.
5. Angkat dan langsung gulingkan di kelapa parut yang sidah dikukus
6. Klepon sudah siap untuk di sajikan.
Cara membuat bandeng presto
Alat dan bahan :
Panci presto
Jahe
Bawang putih
Kunyit
Garam
Ikan bandeng
Piring
Ketumbar sangrai
Jeruk nipis
Cara membuat :
1. Bersihkan dan buang kotorannya. Lumuri dengan garam dan air jeruk nipis. Biarkan 10 menit.
2. Cucikan lalu lumuri dengan bumbu halus. Diamkan selama 10 menit.
3. Masukkan ikan bandeng ke dalam panci presto.
4. Tuang air ke dalam panci sampai setinggi ikan yang paling atas.
5. Masak selama 1 hingga 1,5 jam menggunakan api kecil
6. Setelah kurang lebih 1 jam biarkan sampai uap panasnya hilang dan tutup pancinya bisa di buka.
7. Biarkan ikan di dalam panci presto sampai dingin lalu angkat.
8. Panaskan minyak, goreng ikan hingga matang.
9. Taruhlah ikan yang sudah matang di piring.
10. Bandeng presto siap di sajikan.
Field trip ke SMK ST. Fransiskus
Saya melaksanakan field trip di mulai pada tanggal 10 Januari 2023 hari Selasa jam 08.00 – 12.00 SMK Fransiskus berada di jalan Wolter Monginsidi. Yang memandu saya adalah pak Damar, pak Yus, bu Astuti, ms Niken, pak Yo. Saya merasa senang dan gembira karena dapat belajar cara membuat gantungan kunci dan dapat belajar cara menyablon baju. Hal ini yang menarik perhatian saya. Pelajaran yang saya dapatkan setelah melaksanakan kegiatan field trip ke SMK Fransiskus adalah saya sekarang mengerti cara membuat gantungan kunci dan cara menyablon baju. Saran saya untuk field trip berikutnya adalah saya berharap di kedepannya ada game agar lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Cara membuat gantungan kunci
Alat dan bahan :
Kayu yang sudah di pasang ring gantungan kunci dan kertas yang sudah ada gambar/tulisannya.
Air.
Cara membuat :
1. Oleskan sedikit air ke kertas
2. Gosok gosok secara pelan hingga terbentuk tulisan/gambarnya.
3. Gantungan kunci sudah jadi.
Cara menyablon baju
Alat dan bahan :
Kaos yang akan dicetak (Warna Putih atau terang)
Papan tripleks sesuai besar kaos
Rangka/screen dengan gambar yang sudah diafdruk (lihat cara afdruk)
Rakel yang sudah terpasang di pegangan rakel
Tinta sablon tekstil
Beberapa lembar plastik dan lakban
Kain katun perca & air secukupnya untuk lap sisa tinta.
Cara membuat :
1. Siapkan kaos. Masukkan tatakan tripleks ke dalam kaos agar tinta tidak merembes ke bagian belakang kaos dan menstabilkan kaos waktu disablon.
2. Letakkan rangka / screen / kasa sablon di atas kaos. Posisikan gambar sesuai dengan keinginan perancang. Bila warna lebih dari satu, tutupi gambar yang lain dengan selembar plastik dan selotip secukupnya.
3. Posisikan rangka screen sesuai rancangan.
4. Tuang tinta di tepi gambar bagian atas dari anda menghadap obyek. Selanjutnya, tarik cat sablon tersebut ke arah ke bawah menggunakan rakel dengan tekanan yang rata, cukup satu kali tarikan.
5. Sablon kaos telah selesai bila Anda cuma menghendaki satu warna sablon dan lihat hasilnya dengan mengangkat rangka screen perlahan-lahan. Berikutnya keringkan kaos tersebut.
Field trip ke maerokoco
Saya melaksanakan field trip ini di mulai pada tanggal 11 Januari hari Rabu jam 06.50 – 14.00. Tempat yang saya kunjungi adalah Maerokoco yang berada di Grand Marina di Puri. Yang memandu saya adalah pak Yus, bu Astuti, pak Yo, pak Damar, ms Niken, Bu Yudith, pak Wawan, pak Franz, bu Danis. Saya merasa senang dan gembira karena dapat belajar cara membuat roket air dan mempelajari adat istiadat yang berada di Jawa tengah. Hal ini adalah hal yang menarik perhatian saya. Pelajaran yang saya dapat setelah melaksanakan kegiatan field trip ke Maerokoco adalah sekarang saya mengerti cara membuat roket air dan mengetahui adat istiadat yang berada di Jawa tengah. Saran saya untuk field trip berikutnya adalah ada permainan agar lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Cara membuat roket air
Alat dan bahan:
Botol coca-cola 1500 ml x 2
Plastisin 150 gr (3x3x5 cm)
Isolasi/lakban bening lebar 2 cm
Cutter besar
Gunting
Penggaris
Double tape 1 roll
Infraboard
Cara membuat :
1. Potong botol kurang lebih 1/3 nya.
2. Bulat-bulatkan plastisin lalu masukkan ke bagian botol yang ada mulut botolnya dan dirapikan.
3. Belah infraboard secara diagonal, dan menjadi 2 bagian berbentuk segitiga.
4. Taruh kepala botol ke bagian bawah botol yang masih utuh, rekatkan menggunakan lakban.
5. Belah salah satu garis (garis yang ada kotak kotaknya) segitiga infraboard.
6. Tempelkan infraboard tadi di bagian bawah roket.
7. Rekatkan ujung-ujung sirip infraboard dengan lakban.
8. Roket air sudah jadi.
by jopin | Jan 13, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah

Pada Senin tanggal 9 Januari 2023 angkatan kelas 7 melakukan kegiatan field trip ke driayana bandeng juwana.
Di sana kita belajar cara membuat kelepon dan ikan bandeng duri lunak, dan kita juga mencicipi kelepon dan bandeng tersebut.
Pada Selasa tanggal 10 Januari 2023 kegiatan field trip nya di lakukan di SMK Fransiskus di sana yabg cowo me nyablon baju dan membuat gantungan kunci, dan yang cewe menjahit dan membatik.
pada Rabu tanggal 11 Januari 2023 kegiatan field trip yang terakhir di lakukan di mareokoco di sana kita semua membuat roket air dari 2botol Coca-Cola 1,5Liter dan plastisin dan kita semua pun menaiki kapal untuk menjelajahi laut yang ada di mareokoco dan banyak ikan bandeng yang melompat lompat setelah kita menaiki kapan kita pun menaiki kereta untuk memutari mareokoco pada saat memutari mareokoco kami pun bertemu dengan anak anak pondok mungkin/santri lalu kita lun menyapa nya
by Jager_Wager | Jan 13, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Pada tanggal 9-11 Januari, SMP Marsudirini Maria Mediatrix mengadakan kegiatan luar sekolah. Kelas 7 SMP Marsudirini Maria Mediatrix mengadakan acara fieldtrip dalam rangka kegiatan luar sekolah untuk memperluas wawasan di hal-hal diluar kelas dan sekolah.
Ini adalah pengalaman saya, sang penulis saat fieldtrip. Kami akan melakukan kegiatan-kegiatan di waktu 3 hari l, hari pertama kami ke Dyriana, hari kedua kami ke SMK Fransiskus, dan hari terakhir hari ketiga ke PRPP Maerokoco.
Saat hari pertama kami ke Dyriana yang berada di Jl. Pamularsih Raya No.70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148 untuk belajar cara membuat klepon dan bandeng presto. Acara dimulai pukul 08.00 setelah, kami sampai Dyriana acara berada di sebuah ruangan acara, disana kami diajar oleh Pak Wawan dan Kak Vanessa untuk membuat kue klepon. Lalu kami istirahat, setelah istirahat selesai, kami diajari cara untuk membuat bandeng presto bersama Bu Yuni, Bu Eva, dan Mbak Sutipah. Setelah itu kami pulang pukul 12.00.
Saat hari kedua kami fieltrip ke SMK Fransiskus yang berada di Jl. Wolter Monginsidi No.22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117. Saat kami sampai di lokasi, kami disambut oleh guru-guru dan karyawan sekolah. Pada pukul 08.00 acara dimulai dan saya dan teman-teman pertama mengukir, saat mengukir kita diajarkan keamanan mesin dan alat-alat mengukir dan juga cara menjual ukiran yang kita buat. Lalu kami istirahat. Setelah istirahat, kami menyablon kaos, cara menyablon sangat menarik dan butuh ketelitian. Lalu pukul 12.00 siang kami pulang.
Pada hari ketiga kami berangkat fieldtrip ke PRPP Maerokoco untuk membuat roket air dengan menggunakan bis sebagai alat transportasi. Saat sampai di lokasi saya dan teman-teman regu Kanguru meminum Coca-Cola karena kami lupa mengosongkan botolnya. Setelah itu kami berfoto bersama dan mengambil tiket. Kami lalu berjalan ke sebuah gedung besar dimana acaranya berlangsung, disana kami melihat demonstrasi sains dan banyak percobaan lain, sangat keren. Setelah itu kami membuat roket air dengan botol dan plastisin. Setelah kami membuat roket kami berjalan ke tempat mainan sains dan playground. Sehabis bermain kami naik perahu dan mencoba menangkap ikan tapi kita kurang beruntung dan tidak menangkap ikan satupun. Lalu kami naik kereta kelinci, kereta kami sangat berisik. Setelah itu kami istirahat dan makan bersama. Setelah beristirahat kami berjalan tidak memakai sepatu di sinar matahari yang panas, saat dijalan kami melihat angsa dan angsanya sangat berisik. Lalu kami jalan kembali dan pulang ke sekolah.
Kesimpulannya adalah…. Fieldtrip sangat seru dan kita murid-murid SMP Marsudirini Maria Mediatrix harus melakukannya lagi. Saya dan teman-teman senang melakukan fieldtrip ini dan saya kasih rating 10/10. Saya Rendra, penulis berterimakasih telah membaca artikel ini.
by Xavi1805 | Jan 13, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
HAIII semua,perkenalkan aku Brigita,disini aku akan menceritakan kegiatan apa saja yang aku lakukan selama 3 hari kegiatan di luar sekolah.
Melalui kegiatan FIELD TRIP kelas 7 ini,kita diajarkan untuk bisa meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap nilai kehidupan,wawasan terhadap wirausaha,sosial,dan juga terhadap alam. Peserta didik juga menyelesaikan tugas praktek menyusun laporan dalam pembelajaran.
Field Trip ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Januari s/d Rabu 11 Januari 2023.
Field Trip hari pertama dilaksanakan di Dryana/Bandeng Juana Jl.Pamularsih Raya no 77 Semarang (sebelah kanan Jamkrindo,serta depan Apotek Kimia Farma). Lalu hari ke-2 kami pergi ke SMK Fransiskus Jl. Wolter Monginsidi No 22 Pedurungan Tengah (Genuk) Semarang. Lalu hari ke-3 kami pergi ke Grand Mareakaca Jl. Tawangsari,Semarang.
Sebelum field trip ini,aku pernah berkunjung ke Dryana-Bandeng Juwana Pamularsih,serta Grand Mareakaca Semarang bersama keluargaku.
HARI PERTAMA :DRYANA-BANDENG JUWANA PAMULARSIH
SENIN 09/01/2023
Disini kami belajar bagaimana cara membuat salah satu jajanan khas Indonesia yaitu klepon dan juga melihat proses pembuatan bandeng duri lunak.
Jadwal:
08.00-08.15: Persiapan membuat klepon (Cuci tangan,ice breaking)
08.15-09.20:Membuat klepon
09.20-09.40:Istirahat (kami diberi puding,roti,air minum gelas
09.40-10.30:Melihat proses pembuatan bandeng duri lunak dan mencicipinya
10.30-11.30-:menyicil pembuatan laporan
Membuat klepon (dipandu oleh Pak Vanessa,dan Pak Wawan)
Bahan
-Tepung ketan 1kg
-Pewarna makanan warna hijau seperlunya
-Air 1lt
Toping:
-Kelapa parut
Isian:
-Gula Jawa (bisa diganti yang lain)
Cara Membuat:
-Siapkan alat dan bahan
-Tuangkan 1kg tepung ketan kedalam baskom
-Ambilah air lalu beri pewarna makanan berwarna hijau seperlunya
-Jika sudah,tuangkan air yang sudah diberi warna ke baskom yang berisi tepung tadi
-Setelah itu uleni tepung dan air itu sampai menjadi adonan yang kalis serta bisa dibentuk
-Bentuklah adonan menjadi bulat bulat dengan ukuran sedang (jangan terlalu besar ataupun terlalu kecil)
-Jika sudah,bolongi tengah-tengah adonan,lalu masukan gula merah,lalu bulatkan adonan lagi sampai gula merah tertutup
-Jika sudah semua, masukan kedalam panci perebus yang sudah ada air mendidih sampai semua adonan menjadi matang (adonan naik ke atas)
-Lalu siapkan kelapa parut yang sudah dikukus
-Angkat adonan yang sudah matang (klepon yang belum diberi kelapa) dari panci tadi.
-Lalu balurkan ke kelapa yang sudah disiapkan.
-Klepon pun siap dinikmati~
Setelah membuat klepon kami istirahat skitar 20 menit. Kami memakan klepon yang udah dibuat, bekal mau pun snack yang dikasih oleh para panitia. Setelah selesai istirahat,kita semua membersihkan meja kelompok masing masing.
Sesudah membersihkan meja kelompok masing-masing,kami melanjutkan melihat proses pembuatan bandeng duri lunak. Hampir semua murid maju kedepan untuk melihat prosesnya.
Bandeng Duri Lunak (dipandu oleh Bu Eva dan Bu Yuni,dan salah satu karyawan yang memegang bandeng)
Alat yang digunakan untuk membuat bandeng duri lunak yaitu:
-Autoclave
Autoclave adalah salah satu alat hasil dari modifikasi alat kedokteran. Autoclave ini terdiri dari Penutup autoclave,Manometer untuk suhu,Aret membran,Payungan ,Lengser dan botolan,serta kunci inggris
Autoclave ini bisa diganti dengan panci presto biasa.
Bumbu:
-Jahe(supaya tidak bau amis)
-Kunyit(supaya warna nya lebih cantik)
-Bawang(supaya sedap)
-Garam(supaya berasa)
Langkah membuat:
-Pertama siapkan ikan bandeng serta alat dan bahannya.
-Jika sudah,belah bandeng menjadi 2 bagian
-Bersihkan isi perut bandeng
-Siapkan air bawang putih,lalu oleskan kedalan perut bandeng
-Setelah itu masukan ikan bandeng yang sudah diolesi kedalam autoclave,isi 1 tingkatan sampai penuh
-Jika sudah penuh,siapkan air kunyit,lalu oleskan ke sisik-sisik ikan.
-Lalu beri 3 botolan(diletakan bagian ujung-ujungnya) dan tutupi 1 tingkatanl. Lakukan ini sampai 1 autoclave penuh. Lakukan ini sampai 1 autoclave penuh.
-Setelah penuh,presto sekitar 2,5-3jam,dengan suhu 127 derajat celcius,2ATM
-Jika sudah,bandeng siap disajikan
Setelah selesai membuat bandeng,semua murid disuruh untuk menyicil membuat artikel. Setelah itu kami semua pulang.
Sedikit info tentang Bandeng Juwana
-Bandeng Juwana Erlina berdiri sejak 3 Januari 1981. Bandeng Juwana pertama kali berdiri di Jl. Pandanaran No.57 Semarang.
-Bandeng Juwana ini didirikan oleh Dr. Daniel Nugroho Setiabudi,dan diteruskan oleh BPP Arif Hongga Wijoyo Kusmadi.
-ERLINA,dan DRYANA diambil dari nama ketiga putri nya.
HARI KE-2:SMK FRANSISKUS SEMARANG
Dihari ke-2 ini kami pergi ke SMK Fransiskus Semarang. Kami kumpul di aula SMK Fransiskus sekitar jam setengah 8 lebih. Di aula kami melihat beberapa tampilan kakak kakak SMK Fransiskus yang menampilkan beberapa kegiatan seperti band,dance. Lalu kami juga disambut oleh Ibu ibu fani,dan doa dipimpin oleh Bu Yohana. Setelah doa kami diberi sedikit intruksi oleh Bu Fani lagi. Setelah diberi intruksi kami mengikuti Kak Amanda keruangan untuk menjahit.
Setelah sampai diruangan,kami dibebaskan untuk memilih teman untuk dijadikan kelompok (1 kelompok 4 orang). Sesudah itu kami di ajarkan untuk menjahit gantungan kunci dari kain fanel yang diisi dakron. Saat awal,aku dan teman temanku sempat kesusahan dalam menjahitnya,lalu diajarkan lagi oleh Kak Tata dan Kak Nahem sehingga kami bisa menyelesaikan gantungan kunci nya walaupun kurang rapi. Setelah selesai membuat gantungan kunci,aku ke meja yang dimana kita bisa menghias gantungan kunci yang udah dibuat. Untuk menghiasnya kami dibantu Bu Agnes serta Bu Dyah. Aku membuat 1 gantungan kunci,ada, temanku yang membuat 2-3 gantungan kunci serta jepit.
Setelah selesai membuat jepit kami diberi waktu istirahat sekitar 20 menit. Sebelum mulai makan kami diajak foto bersama satu ruangan dengan membawa hasilnya masing-masing.Lalu kami diberi nasi ayam goreng serta es teh. Saat membuka nasinya awalnya kami shock,kenapa nasinya nempel semua di kertas… tapi gapapa,yang penting bisa dimakan hehehehe…
Setelah istirahat kami menuju ruangan membatik. Disini kami diberi sketsa bunga disebuah kain mori,canting,serta malam yang dicairkan. Kami diajarkan bagaimana cara memegang canting yang benar serta cara membatik oleh Pak Robertus. Kami membatik dengan kegembiraan walau sempet panik karena banyak yang blobor. Tapi kata kakaknya bagus walau hasilnya agak agak… setelah selesai membatik,kami diajak untuk mewarnainya menggukan pewarna baju (mungkin ya). Kelompok kami selesai terakhir… tapi ka Oliv (yang mendampingi kelompoku) baik bangettttt. Kesumukan diambilin tisu buat ngelap keringat,Sukanya muji kerjaan kelompok,suka ngambilin sesuatu yang mungkin dibutuhin,terus saat semua udah selesai kelompoku belum selesai,diambilin kuas lagi biar lebih cepet selesai. Pokoknya baik banget deh!! Makasii kaa!
Selesai ngebatik,kita foto dulu 1 kelompok dengan hasilnya.lalu kita dikasih waktu jamkos untuk muter-muter di SMK nya sekitar 45 menit mungkin(?). setelah jamkos kami kumpul lagi di tempat nge batik untuk foto bersama dan doa pulang. Dan … kegiatan kami di hari ke2 pun selesai!!!
HARI KE-3:GRAND MAREAKACA SEMARANG
Rabu 11/01/2023
Jam 06.50 kami berkumpul di sekolah. Lalu kita melakukan kebiasaan pagi di sekolah seperti biasa. Setelah selesai melakukan kebiasaan pagi, seluruh kelas 7 berkumpul di Selasar Kantin sekolah .kami untuk mendengarkan instruksi dari Pak Frans dan guru lainnya.
Saat waktu menunjukan pukul 07.30,murid muridpun mulai masuk ke bis perkelas dan mulai berangkat ke Grand Mareakaca. Didalam bis kami cerita-cerita,gibah,foto-foto dan lainnya. Saat perjalanan kami melewati Pelabuhan,tempat contener-contener truk,dan juga tempat lainnya. Tak kerasa,kami sudah sampai ke tempat tujuan kami.
Setelah sampai kami mulai turun dari bis 1 per 1. Lalu semua murid beserta guru kumpul di parkiran. Ada yang ngobrol dengan temannya,ada yang foto-foto,ada yang lagi party cola jugakk (7G SII). Setelah rombongan MM udah kumpul semua,rombongan pun mulai memasuki gerbang pintu masuk. Tetapi sebelum masuk,kita semua foto dulu per kelas di depan gerbang pintu masuk bersama wali kelas.
Setelah selesai foto,kami mulai masuk gerbang perkelas. Lalu pertama kali masuk,kita pergi menuju tempat acara yang disediakan disana. Walaupun ngga terlalu besar,cuman ngga apa walau panas. Lalu ada sambutan dan perkenalan dari pemandu disana,ada Kak Vina,Kak Vincent,Kak Nico,Kak Elsa, Kak Carla dan siapa lagi lupa hehehhe…
Setelah pembuka,semua murid dibagi-bagi menjadi beberapa bagian F dan G tetap di tempat untuk membuat roket air. Sedangkan kelas lain,dibagi juga,ada yang naik kapal,kereta ataupun lainnya.
Sebelum mebuat roket air,kami melihat pertunjukan sains. Beberapa dari kami mencoba melakukannya. Setelah itu kami membuat roket air bersama dengan kelompok pramuka. Aku sekelompok dengan Caca, Magno, Gwen, Laura, Gaby,Keiko,Anne. Kami membuat sementara Keiko mendokumentasikannya. Lalu roket kami pun selesai.
Setelah membuat roket air,kami jalan-jalan serta melihat beberapa alat peraga sains. Disana banyak hal baru yang belum pernah aku temui. Ada halilintar,ada tebak tanggal lahir,dan lainnya. Aku paling suka yaitu alat yang bisa menebak tanggal lahir orang,aku serasa menjadi kerennn walaupun cuman bisa nebak tanggal nya doang,eheq…Setelah melihat-lihat kami sempat bermain haling lintang gitu..Aku,Gaby,Caca,Magno,Gwen,Abigail,Cindy dan beberapa lainnya pun ikut bermain. Seru tapi agak nakutin yhh…Setelah itu kami dipanggil Pak Yo suruh kumpul dan kita pun balik ketempat awal.
Setelah jalan-jalan kelas 7G naik perahu. Di perahu,kita ngelilingin laut (laut ato apaya?). Pas di tengah-tengah,perahu yang kita naikin itu muter-muter 3-4 puteran. Awalnya bingung buat apa kok muter muter. Eh tiba tiba aja ada ikan loncat loncat di depan. Tak lama kemudian ada 1 ikan yang loncat ke punggung Jopin, Jopin kaget wkwkk. Bapak yang mengendalikan perahu pun menginjak ikan itu. Terus ikan nya pun keluar darah pas di tempat Laura. Laura langsung angkat kaki karena kaget nya. Ikan itu dikejar sama Abigail,eh ikannya nyemplung lagi, Abigail juga kejedug pas ngejar ikannya :). Lalu ada 1 ikan lagi yang masuk dan berhasil ditangkap. Ikan itu dibawa pulang Abigail. Setelah mendapatkan ikan kami Kembali ke daratan.
Setelah selesai naik perahu,aku dan teman-teman 7G naik kereta. Kami muter-muter naik kereta sambil melihat-lihat. Sampai pada akhirnya kami Kembali ketempat awal.
Setelah semua kegiatan di sesi pertama selesai, seluruh murid diberikan waktu bebas,dan juga diberi nasi goreng dan air putih. Aku dan temanku istirahat dulu karena laper dan haus. Setelah selesai istirahatnya kami berniat untuk naik motor listrik bersama Gwen, Caca, Magno, Gaby, Christy. Eh tapi disuruh Pak Damar kumpul, dan kitapun tidak jadi naik motor listrik. Kita dijelasksan akan melakukan apa.
Setelah dijelaskan,kami pun mulai baris. Teman-teman 7G pada nyeker. Kami pun pergi ke tujuan kami yaitu menanam mangrove. Karena perjalanannya lumayan jauh,dan temen-temen nyeker apalagi kondisi panas banget cuacanya, jadinya temen-temen pada heboh sendiri… dari kelas 7A-G 7G paling heboh karena kepanasan…Sedangkan yang bawa sandal cuman aku, Christy, Sefa jadi gantian gantian sandal sama yang nyeker itu hehehehhe…..Setelah sampai di tempat mangrove,mereka berteduh bentar sambil dinginin kaki. Setelah itu suruh baris sama Pak Yo untuk diberi mangrove. Kami pun bergantian untuk menanam. Tapi karena kami paling akhir, kami menunggu paling lama, dan menanamnya itu di rumput rumput yang banyak kotoran angsa…Si Anne hoak hoek terus,temen temen kepanasan dan mangrove nya dititipin ke kami ber3 sampe Pak Frans bilang “jualan mangrove ya?”….Karena kelas lain udah pada balik,pada akhirnya kelas kami ditanamkan oleh petugasnya. Kami pun balik ke tempat semula kumpul. Sama seperti saat berangkat,kelas 7G tetap heboh dan jam bebas.
Saat udah sampai di tempat utama,aku beli minum terlebih dahulu karena semua minumku sudah habis dan juga cape habis panas panasan. Setelah selesai istirahat bentar,aku langsung bergegas menemui caca dan teman-teman karena udah ditunggu untuk naik motor listrik. Pada akhirnya,aku,Caca, Magno, Gwen, Christy,Gaby pun jadi naik motor listrik. Aku dan Kristi awalnya hampir nabrak pembatas jalan karena Christy belum bisa nge rem nya. Terus aku dan Christy juga hampir tertabrak oleh anak 7C yang berlomba naik motor listriknya. Lalu kita muter muter bersama. Aku dan Gaby bertukar posisi. Gaby dengan Christy,Aku dengan Caca. Kalau aku yang nyetir selalu ketinggalan mereka hiks…lalu waktu bermain kita pun habis…
Ya setelah muter muter kita disuruh kumpul lagi untuk doa pulang. Lalu kita keluar jalan ke bis,asli panas banget…sampai di bis masih tetep panas rasanya heheheh…kami pun melakukan perjalanan pulang ke sekolah. Dan saat sampai sekolah kami turun 1 per 1,dan aku langsung pulang karena udah dijemput.
PERJALANAN FIELD TRIP PUN SELESAI!!!!
TRIMAKASIH 3 HARINYA!
Selama field trip ini aku mempelajari banyak hal,mulai dari membuat klepon,bandeng duri lunak,membuat roket air,menjahit,kerja tim,sains,dan masih banyak lagi.
Kesanku untuk 3 hari ini yaitu:
Kegiatan field trip ini Lumayan seru dan mengasyikan,serta bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Sekian yang bisa saya critakan,trimakasii.
Brigita 7G/28
by 240am | Jan 13, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam seluruh warga matrix. Di sini saya akan membahas tentang kegiatan field trip kelas 7 yang diadakan pada tanggal 9 Januari 2023-11Januari 2023. Kegiatan tersebut diadakan di Dyriana/Bandeng Juwana yang terletak di Jln. Pamularsih Raya No.70, Bongsari, kecamatan Semarang Barat saat tanggal 9 Januari 2023. Dan pada tanggal 10 Januari 2023, ada juga SMK St. Fransiskus yang terletak di Jl. Wolter Monginsidi No.22, Pedurungan Tengah, Kecamatan Genuk. Pada hari terakhir alias tanggal 11 Januari 2023, para murid kelas 7 mengunjungi Grand Maerokoco, Tawangsari.
Dikarenakan waktu yang terbatas, para panitia kegiatan field trip membentuk kelompok inti. Kelompok 1 beranggotakan murid 7A, 7B, 7C, dan 7D nomor absen 1-14. Kelompok 2 beranggotakan murid kelas 7D absen 15-28, 7E,7F, dan 7G. Para guru wali kelas akan mendampingi anak muridnya. Lalu 2 kelompok inti itu dibagi lagi menjadi 13 kelompok untuk kelompok di Dyriana dan 4 kelompok untuk di SMK St. Fransiskus, lalu 32 kelompok untuk di Maerokoco.
Pastinya kalian bingung mengapa kegiatan ini diadakan bukan? Pada saat hari pertama kegiatan field trip diadakan, Pak Yus menjelaskan apa tujuan dari diadakannya kegiatan field trip kelas 7. Tujuan dari diadakannya kegiatan field trip kelas 7 adalah untuk meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap nilai kehidupan, untuk meningkatkan kemampuan peserta didik terhadap kehidupan usaha, sosial, dan alam, serta memenuhi tugas praktek penyusunan laporan dalam pembelajaran.
Tentunya para murid kelas 7 mendapatkan banyak pengalaman di 3 tempat yang sudah disebutkan. Mereka juga menemui kakak-kakak Pembina yang berbeda-beda di setiap tempat pastinya. Sementara dari guru MM sendiri ada Bu Yudith, Pak Frans, Pak Wawan, Pak Damar, Bu Astuti, Pak Yus, Pak Yo, dan Miss Niken. Dari MM sendiri sudah, bagaimana dengan yang dari Dyriana, SMK St. Fransiskus, dan Maerokoco sendiri?? Mari saya beritahu pengalaman apa saja yang mereka dapat dan siapa pendamping yang mereka temui di Dyriana, SMK St. Fransiskus, dan Maerokoco.
Saat berada di Dyriana, mereka dibimbing oleh Kak Wawan,Kak Vanessa, dan dibantu oleh Bu Isti untuk pembuatan Kue Klepon. Saat akan mulai, setiap kelompok diminta untuk menentukan nama kelompok dan perwakilan kelompok. Setelah menentukan, setiap perwakilan kelompok diminta untuk maju ke depan untuk membuat adonan klepon. Setelah itu, mereka dibagi menjadi 3 kelompok kecil. Berikut adalah alat dan bahan yang digunakan untuk membuat klepon.
ALAT:
Mangkuk
Pengaduk
Panci
Kompor
BAHAN:
Pewarna Makanan
Tepung terigu
Air secukupnya
Kelapa Parut
Gula Jawa
LANGKAH-LANGKAH:
Siapkan mangkuk, pengaduk, tepung terigu,air, gunting, dan pewarna makanan.
Gunting bungkus tepung terigu,lalu tuang ke dalam mangkuk. Tuangkan tepung terigu secukupnya.
Tuangkan air sedikit terlebih dahulu. Aduklah hingga rata. Jika adonan masih belum kalis (Tidak lengket), tambahkan air lagi. Jangan lupa aduk adonan klepon tadi.
Setelah adonan klepon sudah kalis (tidak menempel di mangkuk), tuangkan pewarna makanan sebanyak yang kamu mau.
Aduklah adonan klepon tadi.
Ambil sedikit, lalu bulatkanlah adonan yang sudah diambil.
Tekan bagian atas klepon sehingga membentuk g
Lubang yang tidak terlalu dalam.
Masukkan gula jaawa yang sudah disiapkan lalu bulatkan lagi.
Ulangi hal yang sama untuk membuat klepon lain.
Setelah adonannya habis,masaklah air secukupnya untuk merebus klepon.
Jika air sudah mendidih, masukkanlah klepon yang belum matang.
Tunggu sampai klepon yang direbus naik ke dasar panci.
Begitulah cara membuat klepon. Tentunya, kami tidak hanya membuat klepon di Dyriana/Bandeng Juwana kemarin. Kami juga melihat cara membuat bandeng presto. Mari saya jelaskan bagaimana cara untuk membuat bandeng presto. Mari kita mulai dari alat dam bahan yang dibutuhkan.
Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah ikan bandeng, pisau, talenan, autoclave, bawang putih, garam, jahe, kunyit, dan air (2 Liter). Berikut adalah langkah-langkahnya.
LANGKAH-LANGKAH:
Siapkan seluruh alat dan bahan.
Ambil talenan, pisau, dan ikan Bandeng.
Belah bagian bawah ikan bandeng.
Letakkan Ikan bandeng beserta talenan ke tempat lain.
Ambil bawang, lalu haluskan.
Setelah itu, masukkan bawang, garam dan jahe.
Oleskan kunyit bubuk ke ikan bandeng secara menyeluruh.
Siapkan autoclave, lalu letakkan di atas kompor.
Tuangkan air, tunggu hingga mendidih.
Setelah mendidih, lalu kukuslah ikan bandeng.
Jika sudah selesai, bandeng presto sudah siap dimasak.
Begitulah cara membuat bandeng presto. Setelah seluruh kegiatan pembuatan kue klepon dan penjelasan tentang cara membuat bandeng presto, kami pulang ke rumah.
Keesokan harinya, kami berangkat dari rumah masing-masing menuju SMK St. Fransiskus. Ada beberapa yang ikut temannya, sehingga mungkin ada keterlambatan karena menunggu teman. Para murid kelas 7 berkumpul di aula SMK St. Fransiskus. Di sana para murid kelas 7 disambut oleh Bu Stefanie bersama kakak-kakak yang mengikuti extra Ansambel music. Setelah itu, mereka dijelaskan tentang apa perbedaan dari SMA dan SMK. Setelah seluruh penjelasan sudah selesai, kakak-kakak yang mengikuti extra dance menampilkan dance dari lagu yang dipopulerkan grup K-POP, Blackpink yaitu Pink Venom dan Shut Down.
Bisa kalian bayangkan betapa kerennya sambutan dari SMK St. Fransiskus. Jika sambutannya sudah keren,bagaimana dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh murid-murid kelas 7? Tentunya lebih keren. Mari saya beritahu tentang kegiatan apa saja yang mereka laksanakan!
Sebelumnya, panitia kegiatan field trip kali ini meembagi 4 kegiatan yang akan dilaksanakan. Bagi kelompok Fransiskus 3, mereka akan melaksanakan kegiatan menyablon. Sementara kelompok Fransiskus 4 membuat gantungan kunci. Bagi Magdalena 3 mereka akan melaksanakan kegiatan membatik. Sementara Magdalena 4, mereka akan membuat aksesoris seperti gantungan kunci atau jepit.
Kelihatannya seru kan? Mari saya jelaskan tentang kegiatan kelompok putri saja. Untuk membatik, kami dibantu oleh Pak Rubertus, Kak Eva, Kak Jessica, Kak Mayrose, Kak Jeanny, dan Kak Olivia. Yang kita butuhkan adalah kompor kecil, wajan kecil, kain yang sudah digambari apa yang mau dibuat, canting, cat air, kuas, pallet/gelas, dan malam khusus membatik. Nah inilah langkah-langkahnya. Pertama, nyalakan kompor lalu taruh wajan kecil di atasnya. Letakkan malam khusus membatik di wajan kecil tersebut. Tunggu hingga meleleh dan mengeluarkan asap. Jika sudah, ambil malam cair menggunakan canting. Mulailah membatik dari kiri ke kanan atau atas ke bawah. Ulangi langkah mengambil malam cair dan membatik untuk menyelesaikan batik yang kalian buat. Setelah selesai, warnailah batik tersebut menggunakan cat dan kuas yang telah disiapkan.
Nahh, begitulah cara membatik. Kalian bisa mengradasi batik yang kalian buat. Tentang pembuatan batik yang dilakukan sudah. Apalagi ya yang kurang? Tentunya cara membuat aksesoris seperti jepit atau gantung kunci! Siswi kelas 7 dibantu oleh Bu Agnes, Kak Kanaya, Kak Amanda, dan Kak Diah! Nahh, berdasarkan penjelasan kakak-kakak pembina, berikut ini cara untuk membuat aksesoris.
ALAT:
Jarum jahit
Gunting
BAHAN:
Benang
Kain Flanel
Kapas
LANGKAH-LANGKAH:
Siapkan benang, jarum jahit, dan gunting.
Gunting benang, lalu masukkan ke dalam lubang jarum jahit.
Setelah benang masuk, tariklah benang supaya tidak lepas dari jarum jahit.
Setelah sudah lumayan panjang, potonglah benang b menggunakan gunting dengan hati-hati.
Ikatlah salah satu benang guna menjadi penyangga supaya saat menjahit benang tidak melewati lubang yang dibuat oleh jarum.
Ambil kain flanel, lalu bentuklah love. Potonglah kain flanel yang sudah dibentuk love tadi.
Jahitlah dua kain flanel berbentuk love tadi.
Setelah hampir selesai menjahit, ambillah kapas lalu masukkan ke dalam kain flanel yang sudah hampir dijahit semua.
Jahitlah kembali sampai seluruh ujung kain flanel tertutup, kunci jahitan tadi supaya jahitannya tidak terlepas dan kain flanelnya tidak terbuka.
Ambil sisa kain flanel tadi, lalu gambarlah huruf yang kamu inginkan.
Setelah digambar, potonglah kain flanel tadi.
Tempelkan huruf dari kain flanel tadi ke kain flanel berbentuk love menggunakan lem tembak.
Jahitlah gantungan untuk menggantung aksesoris tadi.
Gantungan kunci yang kalian sudah jadi. Gantungan kunci tersebut bisa dipakai di resleting tas, di kunci rumah/motor/mobil, bahkan di resleting dompet.
Setelah seluruh kegiatan sudah dilaksanakan, para murid kelas 7 pulang ke rumah masing-masing.
Kegiatan di Dyriana sudah saya jelasin, begitu juga dengan kegiatan di SMK St. Fransiskus. Bagaimana dengan Maerokoco yaa? Mari kita menyelam ke dalam penjelasan tentang kegiatan yang dilakukan di Maerokoco.
Di Maerokoco, siswa siswi kelas 7 melakukan berbagai macam kegiatan. Setiap kelas diberi satu pendamping. Kami dibantu oleh Kak Nicho, Kak Clara, Kak Imron, Kak Asti, Kak Ara, Kak Angga, Kak Ava, Kak Yudhi, Kak Vincent, Kak Elsa, dan juga Kak Vira. Dengan bantuan seluruh kakak-kakak pembina, kami, siswa-siswi kelas 7 berhasil melaksanakan kegiatan field trip dengan baik. Kita berterimakasih banget kakak-kakak pembinaa <3. Back to the topic ya kak. Di sana, kami melaksanakan macam-macam kegiatan, ada pembuatan roket air, science show, keliling untuk melihat berbagai rumah adat menggunakan kereta, menanam pohon mangrove, melihat berbagai alat keren di anjungan Cilacap, dan menaiki perahu sekaligus menangkap ikan bandeng yang melompat. Keren bukan? Mau liat keseruannya selama pelaksanaan kegiatan?? Ayo simak penjelasannya ini.
Saat pertama kali datang, kami berfoto bersama dengan wali kelas masing-masing. Setelah selesai berfoto, kami langsung masuk ke Maerokoco. Ada yang lupa mengambil tiket ke kakak perempuan yang bertugas untuk membagi tiket. Setelah itu kami berbaris dan berhitung. Setelah itu, kami menuju anjungan yang digunakan untuk menyambut kami, murid kelas 7 SMP Maria Mediatrix. Kami disambut oleh Kak Clara dan juga Kak Nicho. Tentunya diawali dengan sapaan hangat.
Setelah kak Nicho dan Kak Clara menyambut kami, kak Nicho mengadakan Science Show. Salah satu pertunjukan yang paling disukai oleh anak-anak kelas 7 adalah saat soda diberi mentos. Kata mereka. “Karna ada air mancurnya.” Menurut saya, pertunjukkan itu memang menarik.
Setelah itu, kami membuat rocket air per regu pramuka. Kami dibimbing Kak Nicho. Setiap regu pramuka diminta untuk duduk melingkar. Sayangnya, saat roket airnya sudah jadi, kami tidak bisa meluncurkannya dikarenakan waktu yang terbatas. Sungguh menyenangkan saat membuat roket air tersebut. Pastinya kalian penasaran bagaimana cara membuatnya kan??? Mari simak penjelasan berikut ini!
ALAT:
Gunting
Cutter Besar
Isolasi lebar 2cm
Penggaris 30cm
Double tape 1 rol
Spidol Permanent
BAHAN:
Botol Coca Cola 1500ml (2 Buah)
Plastisin 150gr
LANGKAH-LANGKAH:
Guntinglah bagian botol Coca-Cola. Sisakan satu botol yang masih utuh.
Ambillah plastisin, lalu bentuklah menjadi bulat.
Jika sudah berbentuk bulat, ambillah ¼ dari plastisin tadi.
Lalu bentuklah menjadi bulat lagi.
Masukkanlah plastisin tadi ke ujung mulut botol Coca Cola tadi.
Tekan-tekan hingga berada di dasar.
Ambillah botol yang masih utuh, lalu letakkan diatas ⅓ bagian botol Coca-Cola tadi.
Lakban botol Coca-Cola yang tadi sudah disatukan.
Ambillah gunting, penggaris, cutter, dan 2 Impraboard.
Gunting secara diagonal kedua impraboard tadi menjadi dua buah segitiga.
Guntinglah 3 garis di bagian samping Impraboard. (Yang ada bentuk kotak-kotaknya.)
Tempelkan keempat Impraboard tadi ke keempat sisi dari roket air tadi.
Ambillah spidol permanent untuk memberi nama roket air yang sudah jadi.
Roket air yang kamu mau, sudah jadii. Nahh, kalian bisa mencoba meluncurkannya. Yang pasti, saya sendiri gatau gimana cara ngeluncurinnya xixixix. Seru kan bikin roket air? Seru dongg. Saya mewakili kalian banget yang pasti :D.
Selanjutnya ada kegiatan yang ga kalah seru. Betull, 100 buat kamu. Kita bakalan berkunjung ke Anjungan Cilacap beserta alat science yang pastinya keren dan menarik. Buat kalian yang belum pernah ketemu alat science kayak yang ada di Grand Maerokoco pasti terkesima, terkejut, tertarik, tergila-gila, jk. Gabakal tergila-gila yang pasti. Nahh, ada berbagai macam alat science yang keren. Salah satunya kalian bisa menyalakan lampu menggunakan alat semacam setir mobil. Ada juga semacam jembatan yang semakin diinjak, semakin kuat. Banyak yang coba dan tentunya itu semua rill 100% no fek fek ya adik-adik, kakak-kakak.
Kita sudah selesai liat-liat di Anjungan Cilacap nih. Selanjutnya kita akan berkeliling dan melihat berbagai macam rumah adat menggunakan kereta kecil. Yaa siswa/i banyak yang bilang mirip odong-odong sih. Back to the topic, setiap kelas dibagi menjadi dua kereta kecil. Nah saat berkeliling, kita bakalan ngeliat rumah adat khas Tegal, Semarang, Pekalongan, dan pastinya Cilacap.
Nahh, kita sudah selesai mengelilingi rumah adat yang ada di Maerokoco. Mari kita berpindah pada kegiatan yang paling menyenangkan bagi murid kelas 7 SMP Maria Mediatrix. Tentunya berkeliling danau sembari menangkap Ikan Bandeng yang tentunya lejat dan bergiji setelah dimasak :P. Nah, kita mengelilingi danau tentunua pake perahu. Perkelas dua perahu. Tentunya perkelas punya sesinya sendiri-sendiri. Ga muat perahunya semisal satu perahu langsung 3 atau 4 kelas. Perbaris muat 4 orang. Jadi yaa begitulah, tentunya sesuai ekspetasi viewnya. Murid kelas 7 naik perahu yang sudah disediakan dengan hati-hati. Takut kecemplung di danaunya terus tenggelem kan berabe. Kita mulai keliling. Sialnya kelas saya, kelas 7F ikan bandengnya jual mahal :(. Munculnya dikit, udah gitu ngagetin. Tapi yang cowo semangat banget tuh. Sampe yang belakang ada lehernya yang kena kibasan ekor ikan Bandeng. Sempet kejar-kejaran sama ikan bandengnya juga. Nah ada juga yang ngelepas ikannya gara-gara kasihan. Ini contoh anak yang peduli terhadap sesama makhluk hidup yaa. Patut ditiru yw.
Sesi keliling danau sudah selesai. Sesi selanjutnya adalah sesi yang membuat seluruh murid kelas 7 kepanasan. BETULLL, murid kelas 7 bakalan menanam pohon mangrove. Di awal, bagi yang memiliki gunting diminta untuk membawa gunting guna untuk memotong pot tanaman tempat bibit mangrove yang akan dibagikan. Setelah itu kita menuju ke tempat penanaman mangrove. Setelah sampai, kita akan dibagikan bibit mangrove yang diletakkan di pot tanaman dengan cara yang mirip dengan estafet bola. Supaya tidak kotor, kami memegang batang bibit mangrove yang bisa dibilang lumayan tinggi. Setelah itu, kami mulai memotong pot tanaman tadi, lalu menaruh bibit mangrovenya di lubang yang sudah disediakan. Setelah itu kami menancapkan sebuah penyangga supaya bibit mangrovenya itu tetap berdiri. Setelah kami menancapkan penyangga tadi, kami segera mengikatnya menggunakan tali rafia yang sudah disediakan oleh kakak-kakak pembina. Penanaman bibit mangrove berjalan dengan lancar, setelah selesai menanam, kami segera mencuci tangan kami.
Di dekat anjungan yang kami tempati, ada warung yang menjual makanan ringan, permen, mie instan, dan juga minuman sachetan. Banyak yang mengantri, tentunya teman saya mengantri. Saya menitipkan pesanan saya ke teman saya dikarenakan terlalu ramai. Walau pada akhirnya saya ikut mengantri. Dan yang saya dapatkan adalah zonk. Dikarenakan es batunya sudah habis, minuman dingin yang disediakan sudah habis. Setelah itu, kita balik lagi ke anjungan. Saya sama temen saya yang lain istirahat di anjungan. Saya tiduran dan dia duduk. Saya sih sambil galau, lagi enak loh. Udaranya adem, karena kipas angin sih. Tapi gapapa, udaranya adem ayem, suasananya sepi, capek-capek, ya pasti enaknya galau. Duh jadi keinget si dia yang ga peka-peka :(. Siapa sih yang jaman sekarang yang nt? Ya saya pastinya. Maaf ya, malah curhat.
Back to the topic, jam 1 kurang ¼ kita diajak kumpul di Anjungan. Kita mau mengucapkan terimakasih ke kakak-kakak pembina sekaligus berdoa biar selamat waktu pulang.
Tentunya kita berdoa dengan khidmat. Jam 1 kurang 5 kita masuk ke Bis. Ada yang beli lato-lato juga. Kelas saya, kelas 7F waktu di bis ramenya minta ampun. Tobat saya sampean. Ada juga yang jualan es teh sama es jeruk. Harganya Rp. 5.000,00 ya Kak. Saya niatannya mau tidur di Bis, tapi terlalu rame, jadinya niatan buat turu dicancel.
Kita udah sampe di sekolah. Semua turun dan pastinya nyamperin ortu/yang jemput.
Jujur aja field trip kelas 7 itu seruuu banget. Karena selain kita quality time sama temen, kita juga dapet ilmu yang sebelumnya kita belum tahu, dan kita juga nambah pengalaman. Mungkin ada beberapa yang tahun, tapi kan ga semua yw. Saya sendiri seneng banget. Walaupun capek, tapi tetep aja seru. Hehehehe intinya gitu. Seru banget deh field trip kali ini.
Pengalamanku selama ikut field trip itu seru banget. You should try it dha, recommend banget buat kalian :D.
Banyak hal menarik yang aku suka secara pribadi. Ada science show, alat-alat science, terus waktu keliling danau pake perahu. Serunya itu waktu temen sekelas heboh buat nangkep ikan. Ga serunya itu ketika waktu kita udah abis buat naik kapal :((.
Saranku buat kegiatan luar sekolah yang lain, diperpanjang ya Bapak/Ibu Panitiaa, biar muridnya seneng. Kalo bisa sampe sore mwehehehe :3.
Segitu aja si, sekian dari saya, maaf jika ada salah kata yaa. See u next time di artikelku yang lain (kalo buat artikel lagi ygy.) Makasi udah baca artikel ku :3 Sekian terima nilai, dari Aileen Jesse Prasetyo, kelas 7F, nomor absen 2. Dadahh 👋🏼, see u next time yaa :3
by Ame | Jan 13, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Haloo gaiss, kenalin namaku Beatrice di panggil bebek aja gapapa kok. Jadi kali ini aku bakal ceritain kesan-ku selama fieldtip 3 hari. Mau dengar keseruan field-trip kelas 7? Yuk scroll ke bawah sebagai berikut!
Hari ke-1 : SMK Santo Fransiskus

Hari pertama field-trip berlangsung pada tanggal 9 Januari, 2023. Tujuan dari fieldtrip ke SMK Santo Fransiskus adalah kita sebagai siswa siswi kelas 7 dapat mengenal sekolah yang satu yayasan dengan SMP Maria Mediatrix.
Awal – awal masuk ruangan acara di SMK Fransiskus, aku dan yang lain langsung di sambut oleh kakak – kakak OSIS. Lalu aku diminta menulis tanda tanganku di kertas yang di sediakan. Oh ya hari sebelum field-trip dimulai, guru wali sudah membagikan kelompok untuk setiap kelas, jadi waktu aku dan yang lain diminta untuk menulis tanda tangan itu untuk mengetahui apakah peserta didik itu hadir atau tidak, hehe.
Nah setelah tulis tanda tanganku, aku dan yang lain masuk ke ruangan acara yang di hiasi dengan hiasan acara natal. Kita dipersilahkan duduk dan menaruh barang di depan kita. Sebelum pembukaan, guru – guru dari SMK Santo Fransiskus mengabsen kita dari setiap kelompok.
Setelah absensi selesai, acara dimulai dan diberi sambutan hangat sama guru – guru dari SMK Santo Fransiskus. Lalu kakak – kakak dari SMK Santo Fransiskus bernyanyi dan menampilkan tarian mereka di depan kita, menurutku tarian-nya bagus tapi karena ruangan terlalu kecil jadi sedikit kurang akan tetapi untuk nyanyian sudah bagus dan aku suka nyanyiannya.
Lalu kita di beri tau rundown dan kegiatan setiap kelompok, dan akhirnya kelompokku langsung di ajak ke ruangan pertama yaitu ruang menjahit.
Kegiatan 1 : Menjahit

Kita di ajari menjahit dan membuat gantungan kunci dari kain flannel yang sudah di sediakan. Aslinya aku ga bisa jahit tapi menjahit itu seru walaupun punyaku sering mbulat, tapi pasti ditolong oleh guru pendamping dari SMK. Ada banyak bentuk kain yang di sediakan seperti bundar, hati, dan kelopak bunga. Tidak hanya bentuknya yang beragam akan tetapi warnanya juga beragam, ada warna merah, pink, putih, dll.
Tidak hanya membuat gantungan kunci, kita juga dapat membuat jepit walaupun aku waktu itu gak sempet buat jepit karena rame….. Tapi aku have fun buat gantungan kunci bareng temen – temenku!
Setelah menjahit, kita pun istirahat dan diberi makan dari sekolah tapi aku tetep makan bekalku, ehehe.
Kegiatan kedua dan terakhir : Membuat batik

Setelah istirahat, kita di ajak ke ruangan lain untuk membuat batik. Ketika sudah sampai, kita di minta untuk membuat kelompok yang terdiri dari 5 orang.
Setelah aku mendapatkan kelompok, aku dan yang lain harus nunggu lama karena kanvasnya masih di siapkan. Saran-ku tolong semua hal yang diperlukan di siapkan lebih awal.
Sambil menunggu kanvas di siapkan setiap kelompok di siapkan kompor kecil, wajan kecil yang di isi malam yang mengeras, dan alat untuk membatik.
Setelah menunggu, akhirnya kanvas sudah di siapkan dan kelompokku langsung membatik dengan tegang dan tawa. Walaupun kita semua tegang sama tremor pas pegang alatnya tapi kita enjoy menggarisi sketsa di kanvas.
Kemudian, aku dan kelompokku di beri cat pewarna dan kita pun mulai mengecat dengan 2 kuas dan tangan. Kita memberi warna gradasi di setiap bagian dari batiknya.
Dan akhirnya, sudah selesai juga kegiatan di SMK Santo Fransiskus! Rasanya memang capek tapi aku enjoy banget mengikuti kegiatan yang diberikan!
Aku memiliki beberapa saran yang mungkin bisa berguna nantinya, berikut adalah saranku! :
- Menyediakan beberapa orang untuk membantu dalam hal menjahit, karena ketika menjahit beberapa guru ke bingungan dalam memasang gantungan, dll.
- Menyediakan beberapa hal lebih awal agar tidak perlu menunggu lama.
Sekian saranku untuk hari pertama!
Hari ke-2 : Ku kira masak bandeng ternyata kagak

Kamu nanya ini kita hari kedua mau kemana? Ya udah aku kasih tau ya, kita tuh ke bandeng juwana! Tujuan dari pergi ke bandeng juwana itu sendiri adalah untuk mengenal sejarah bandeng juwana dan mempelajari proses memasak bandeng duri lunak atau biasanya di sebut bandeng presto!
Pada awal masuk ruangan acara, aku dan yang lain di sambut dengan…. Dinginnya ruangan. Ruangannya dingin banget, mungkin karena aku memang ga tahan dingin aja kali ya? Tapi untungnya aku bawa jaket jadi bisa ku pakai selama di dalam ruangan.
Kegiatan 1 : Bikin klepon dengan “baik” dan “benar”

Kita di pandu oleh kak Wawan dan beberapa staff dari Bandeng Juwana, Kak Wawan mengajari kita cara membuat klepon dengan baik dan benar. Jujur aku kira kita bakal buat bandeng tapi ternyata kagak😶
Kalo kamu nanya gimana cara buat kleponnya, berikut adalah cara membuat klepon sesuai ingatanku! Jadi kalo salah ya….. Sori… :
- Siapkan tepung ketan dan air yang sudah di campur dengan pewarna makanan
- Campur kedua bahan yang disebutkan hingga tercampur rata
- Lalu ambil adonan secukupnya, kemudian di buat bundar dengan tangan
- Jangan lupa isi dalamnya dengan potongan gula jawa, potongannya tidak usah besar – besar
- Jika sudah selesai, tinggal direbus deh!
- Kalo udah di rebus, tinggal di taburi dengan kelapa parut
Sambil menunggu di rebus, kita istirahat dan diberi snack yang menurutku…. agak sedikit..? Tapi kayaknya aku aja sih yang makannya banyak….
Kegiatan 2 dan terakhir : Dijelaskannya sejarah Bandeng Juwana
Setelah istirahat, akhirnya kita mulai di jelaskan tentang sejarah bandeng juwana oleh 2 kakak dari staff bandeng juwana. Ada banyak banget hal – hal yang di jelaskan oleh kakaknya, emang ada apa aja sih?
1. Produk yang dibuat sama bandeng Juwana
Ya! Hal ini juga di jelaskan oleh kakaknya, kalau kamu bertanya ada berapa banyak produk yang dibuat bandeng Juwana, bandeng Juwana membuat 80 produk asli dari bandeng Juwana!
2. Asal usul nama bandeng Juwana
Kayaknya dari semuanya, ini paling penting ga sih…? Ga tau juga sih… Oh ya, nama lengkapnya itu Bandeng Juwana Elrina.
Kata ‘Juwana’ merupakan nama dari kota kelahiran istri mertua sangat penemu. Lalu untuk kata ‘Elrina’ merupakan singkatan dari nama 3 anak dari sang mertua, yaitu El dari nama Elizabeth yang menjadi istri sang penemu, Ri dari nama Maria, dan Na dari Johana.
3. Asal mula Bandeng Juwana
Katanya dulu sebelum jualan bandeng, sang penemu dulu jualan roti lho! Sang penemu, dr. Daniel Nugroho .S dan istrinya Alm. Ibu Ida .N merupakan penemu dari bisnis Bandeng Juwana yang turun menurun ke keluarganya. Bandeng Juwana dibentuk pada tahun 1880an di depan rumah dr. Daniel.
Itu dia beberapa hal yang aku dapatkan ketika di jelaskan oleh ke-2 kakaknya! Seru banget dengerin ceritanya penuh dengan perjuangan dan semangat!
Hari ke-3 dan akhir dari Fieldtrip : Pergi ke Maerokoco naik bus India

Jalan – jalan ke negara Laos
ketemu ikan Arwana
Pergi ke maerokoco naik bus
eh naiknya bus India
Ya, pantun tersebut merupakan perasaan bebek ketika naik bus. Jujur panas banget di dalem, mending kedinginan dari pada kepanasan.
Ketika sudah sampai di Maerokoco, kita di minta untuk berbaris sesuai kelas masing – masing lalu pergi masuk ke maerokoco dari area parkiran. Ketika sudah sampai di depan, kita berfoto – foto lalu masuk ke dalam Maerokoco.
Di dalam aku dan yang lain belajar banyak hal seperti membuat roket air, menanam pohon mangroove, dsb. Aku dan yang lain juga keliling – keliling melihat berbagai daerah dan naik kereta dan perahu.
Ada banyak hal yang aku lakukan dengan teman – temanku selama 3 hari fieldtrip, aku seneng banget bisa melakukan kegiatan di luar sekolah bersama. Sekian kesan-ku tetang 3 hari fieldtrip, terima kasih banyak! Bye – byee~
Emmanuelle Beatrice .S / 7c / 07