by Jeannatha | Jan 15, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
FIELD TRIP
Halo, perkenalkan saya Jeanette Nathania S. Kelas 7F nomor absen 15. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya field trip selama 3 hari bersama teman-teman dan bapak-ibu guru pendamping.
Sebelum memulai cerita, apakah kalian tahu apa itu field trip? Field trip adalah studi lapangan yang dilakukan oleh siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang terjadi atau dilaksanakan di luar sekolah. Metode field trip ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, pabrik kayu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, peternakan, perkebunan, lapangan bermain dan sebagainya.
Pada tanggal 9-11 Jan 2023, kami berkesempatan untuk melakukan field trip ke berbagai tempat yang telah dipilih oleh guru-guru yang menjadi panitia pada field trip kali ini. Pada tanggal 9, kami berkesempatan untuk dapat belajar membuat klepon dan bandeng presto di Dyriana/Bandeng Juwana. Tanggal 10, kami memiliki kesempatan yang sangat berarti untuk dapat berkunjung ke SMK St. Fransiskus untuk belajar membuat hiasan tata busana dan membuat batik. Hari terakhir field trip, yakni tanggal 11 kami bersama-sama berangkat menggunakan bis yang telah disediakan oleh sekolah untuk pergi ke PRPP ( Maerokoco) untuk melakukan beberapa eksperimen, membuat roket air, menaiki kereta mini, menaiki kapal, dan menanam mangrove.
Hari pertama field trip, 9 Januari 2023. Saya dan teman-teman kelas 7D (15-28), 7E, 7F dan 7G diminta untuk pergi ke Dryiana/Bandeng Juwana. Di Dryiana/Bandeng Juwana, kami memilik kesempatan untuk dapat bersama-sama membuat klepon dan membuat bandeng presto bersama kakak-kakak dan ibu-ibu pendamping. Saya datang ke Dryiana dengan menggunakan transportasi mandiri yang diantarkan oleh orang tua. Namun, banyak juga teman-teman yang datang bersama dengan teman lainnya.
Pada kegiatan pertama field trip hari pertama, kami di ajarkan untuk membuat klepon. Kelepon adalah makanan ringan dari bola kue beras manis yang diisi dengan gula aren cair dan dilapisi kelapa parut. Berasal dari Jawa, bola ketan berwarna hijau adalah salah satu kue tradisional yang populer dalam masakan Indonesia. Kue klepon diperkenalkan oleh imigran Indonesia kepada masyarakat Belanda sejak tahun 1950-an. Wajar saja, jika kita akan menemukan kue ini di beberapa restoran Cina, Belanda, dan Indonesia yang disebutkan dalam buku “Indisch Ieven in Netherland” yang ditulis oleh J. M. Meulenhoff. Berikut ini adalah langkah-langkah cara membuat klepon:
•Alat:
1. Mangkuk,
2. Piring kertas,
3. Spatula,
4. Panci,
5. Saringan.
•Bahan:
1. Tepung ketan,
2. Gula merah,
3. Pewarna makanan,
4. Air panas,
5.Gula pasir,
6. Parutan kelapa.
•Langkah- langkah:
1. Masukan tepung ketan dan gula pasir yang sudah disediakan kedalam mangkuk.
2. Masukan air panas ke dalam mangkuk yang berisi tepung ketan dan gula pasir, kemudian aduk menggunakan spatula.
3. Aduk adonan hingga tercampur dengan merata dan sudah kalis.
4. Masukkan pewarna makanan secukupnya, aduk hingga warna merata.
5. Setelah warna tercampur merata, ambil sedikit adonan lalu pipihkan membentuk bulat menggunakan kedua telapak tangan.
6. Kemudian, masukkan gula merah yang sudah di iris-iris di atas pipihan adonan.
7. Bulat-bulat adonan hingga isi dari klepon yakni gula merah sudah tidak terlihat.
8. Setelah membuat adonan klepon dengan cukup banyak, masukkan air kedalam panci dan tunggu hingga air mendidih.
9. Jika air sudah mendidih, masukkan adonan klepon ke dalam panci secara hati-hati agar klepon tidak pecah. Tunggu hingga 10-15 menit hingga matang.
10. Setelah matang, angkat klepon menggunakan saringan.
11. Kemudian taruh parutan kelapa yang sudah disiapkan sebelumnya diatas piring kertas.
12. Taruh secara perlahan adonan klepon kedalam piring kertas yang sudah diberi parutan kelapa. Baluri klepon dengan parutan kelapa.
13. Klepon sudah siap disajikan.
Pada kegiatan kedua field trip hari pertama, kami diajarkan untuk membuat bandeng presto. Ikan bandeng adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara dan Oseania. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae. Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dalam Bahasa Tagalog sebagai bangus, dan dalam bahasa Inggris sebagai milkfish. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat bandeng presto:
•Alat:
1.Pisau,
2. Talenan,
3. Piring,
4. Panci presto/autoclave.
•Bahan:
1. Ikan bandeng,
2. Garam,
3.Jahe,
4.Kunyit,
5. Air,
6. Bawang putih.
•Langkah-langkah:
1. Belah ikan bandeng menjadi 2, lalu baluri dengan bumbu-bumbu yang telah disiapkan.
2. Setelah membaluri ikan bandeng dengan bumbu-bumbu, siapkan panci presto/autoclave dan masukkan air kedalamnya.
3. Kemudian taruh ikan kedalam panci presto, hidupkan api lalu tutup.
4. Masak ikan bandeng sekitar 10-15 menit.
5.Buka tutup panci, biarkan uap keluar sampai habis. Angkat ikan. Hidangkan bandeng presto selagi hangat bersama nasi atau digoreng dahulu.
Hari kedua field trip, 10 Januari 2023. Pada tanggal 10 Januari 2023, atau lebih tepatnya hari Selasa, saya dan teman-teman melakukan field trip ke sekolah SMK St. Fransiskus. Hari kedua ini, kami diajarkan untuk membuat hiasan tata busana yakni gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel, jepitan rambut dan membatik. Namun kami di bagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok putra dan putri. Kelompok putra membuat hiasan kayu dan menyablon, kelompok putri membuat gantungan kunci, jepitan rambut dan membatik. Kegiatan pada hari kedua ini sangat seru dibandingkan dengan hari pertama. Pada hari kedua ini, banyak kakak-kakak pendamping yang bersekolah di SMK St. Fransiskus yang sangat baik dan sabar saat mendampingi kita membuat gantungan kunci, jepitan rambut dan membatik.
Karena kelompok putri memiliki kegiatan untuk membuat hiasan tata busana yaitu gantungan kunci dan jepitan rambut. Maka pada kegiatan pertama pada kelompok putri adalah membuat hiasan tata busana. Membuat hiasan tata busana juga sangat berguna untuk mengisi waktu luang. Pada kegiatan membuat hiasan tata busana, saya memilih untuk membuat gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel yang dijahit dan diisi oleh dakron atau busa. Sebenarnya kita dapat membuat jepitan rambut juga, tetapi saya lebih memilih untuk menjadikannya sebagai gantungan kunci. Berikut ini langkah-langkah membuat gantungan kunci:
•Alat:
1.Jarum,
2.Lem tembak,
3.Gantungan kunci,
4. Gunting.
•Bahan:
1.Benang,
2.Kain flanel,
3.Dakron/busa,
4.Pernak-pernik.
•Langkah-langkah:
1.Pilih warna kain flanel yang ingin di pakai untuk membuat gantungan kunci.
2.Setelah memilih warna, pilih bentuk yang akan digunakan untuk membuat gantungan kunci.
3. Kemudian potong bentuk yang telah dipilih menggunakan gunting sebanyak 2 potongan yang sama besar.
4. Siapkan jarum dan benang. Masukkan benang ke dalam lubang jarum, setelah itu simpulkan ujung benang agar dapat terkunci dan tidak lepas saat sedang menjahit.
5. Satukan 2 kain flanel yang sudah dipotong, kemudian mulailah menjahit.
6.Setelah tersisa sedikit lubang yang belum dijahit, masukkan dakron atau busa ke dalamnya agar dapat lebih berisi.
7.Lanjutkan menjahit hingga lubang selesai di jahit semua dan tidak berlubang.
8.Pasang manik-manik/pernak-pernik yang ingin ditempelkan. Jika sudah, tempel menggunakan lem tembak.
9. Setelah memasang pernak-pernik, kemudian pasangkan gantungan kunci di atasnya dengan dijahit.
10.Gantungan kunci buatan sendiri sudah dapat digunakan.
Pada kegiatan kedua, kami diajak untuk membuat batik. Apakah kalian tahu batik berasal dari daerah mana? Batik adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Dan apakah kalian pernah berpikir bahwa membatik itu merupakan hal yang mudah? Nyatanya membatik adalah kegiatan yang cukup sulit, karena kita harus memperhatikan agar malam yang cair yang sudah dipanaskan tidak tumpah dan tidak menetes. Karena apabila malam cair yang panas itu menetes ke tangan, hal yang tidak diinginkan mungkin dapat terjadi. Salah satunya kulit tangan dapat melepuh. Maka saat membatik kita dihimbau untuk selalu berhati-hati saat ingin membatik, terlebih lagi saat pertama kali/sedang belajar membatik. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat batik:
•Alat:
1.Canting,
2.Kanvas yang sudah diberi gambar menggunakan pensil,
3.Kuas,
4.Wajan,
5.Botol plastik bekas,
6. Pemantik.
•Bahan:
1.Air,
2.Malam,
3.Cat.
•Langkah-langkah:
1.Siapkan wajan kecil yang biasanya digunakan untuk membuat batik, nyalakan api dengan pemantik dan tunggu hingga panas.
2.Setelah dirasa sudah cukup panas, masukkan malam diatas wajan kecil tersebut. Tunggu hingga malam mencair dan tidak bergumpal.
3.Jika malam sudah panas dan mencair, ambil canting dan posisikan lubang canting di atas terlebih dahulu. Lalu malam panas dari wajan tersebut diambil dengan canting seperti menyerok.
4. Mulailah membatik sesuai garis yang sudah digambar sebelumnya.
5.Setelah selesai memberikan malam cair panas di setiap garis. Tunggu kering sekitar 2 menit, lalu mulai mewarnai dengan cat yang sudah di beri air menggunakan kuas.
6.Tunggu hingga warna-warna sudah kering sekitar 1 hari/24 jam di bawah sinar matahari.
7.Setelah kering, batik sudah dapat di pajang atau dijadikan sebagai hiasan.
Hari ketiga field trip / hari terakhir, 11-Jan-2023. Hari di mana hari itu adalah hari terakhir kami field sekaligus hari yang paling seru dan menyenangkan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Seperti yang kalian baca di awal, pada hari terakhir ini kami field trip ke PRPP (Maerokoco). Di sana kami diajak untuk melakukan beberapa eksperimen, diajarkan membuat roket air, menaiki kereta mini, menaiki kapal air, dan menanam tanaman bakau.
Pada hari terakhir ini sangat menyenangkan karena kami semua berangkat menggunakan bis yang telah disediakan oleh sekolah. Mula-mula kami semua diminta untuk berkumpul disekolah jam 06.50, melakukan pembiasaan pagi di kelas masing-masing lalu berkumpul di teras kantin. Kami menunggu sekitar 10 menit, 10 menit tersebut kami dijelaskan apa yang akan kami lakukan di Maerokoco nanti. Kami juga menunggu giliran setiap kelas masuk ke dalam bis yang sudah di tentukan. Perjalanan sekitar 30 menit untuk menuju ke Maerokoco. Setelah sampai, kami di minta untuk baris terlebih dahulu untuk masuk ke area Maerokoco lalu berjalan menuju aula Maerokoco.
Di Aula Maerokoco, kami membuka kegiatan dengan doa pembuka yang di pimpin oleh murid kelas 7D. Setelah melakukan doa pembukaan kegiatan, selanjutnya kami diajak oleh kakak-kakak pendamping untuk melakukan beberapa eksperimen. Terdapat 4 eksperimen, yaitu eksperimen terhadap telur, eksperimen botol yang memiliki tekanan udara, eksperimen coca cola, dan eksperimen balon. Eksperimen pertama yaitu eksperimen terhadap telur, eksperimen terhadap telur ini terdapat 2 jenis. Yang pertama untuk membedakan telur yang sudah matang karena di rebus dan yang belum matang/mentah, dengan cara memutarkan telur. Yang berputar lebih cepat dan durasi berputar relatif cukup lama maka itu adalah telur yang matang, dan jika yang berputar sedikit pelan dan durasi berputar relatif cepat maka itu adalah telur yang masih mentah. Lalu eksperimen terhadap telur yang kedua adalah membuat telur dapat melayang di air saat diberi garam. Telur dalam air dapat melayang saat diberi garam sebab massa jenis larutan garam dan air meningkat sehingga gaya angkat yang dialami telur dari berat air yang dipindahkan akan meningkat dan telur menjadi melayang.
Setelah melakukan beberapa eksperimen tersebut, kami melanjutkan untuk membuat roket air dari botol plastik bekas. Sistem kerja roket airnya adalah, botol akan meluncur apabila diberi tekanan udara yang tinggi berasal dari pompa dan di dalamnya telah diberi air sekitar seperempat sampai sepertiga dari isi botol untuk menghasilkan tenaga semburan yang lebih besar. Berikut ini langkah-langkah membuat roket air:
•Alat:
1.Cutter,
2.Gunting,
3.Solasi,
4.Penggaris.
•Bahan:
1.Plastisin,
2. 2 Botol Coca-Cola.
•Langkah-langkah:
1.Siapkan 2 botol Coca-Cola, ambil salah satu lalu potong menjadi 2. 1 botol lainnya disimpan.
2.Ambil potongan botol bagian tutup atau bagian atas botol.
3.Masukkan plastisin kira-kira sekitar 150 gram, padatkan.
4.Ambil botol yang masih utuh, tempel kan bagian potongan tutup botol atau atas botol yang sudah diberi plastisin tadi ke bawah botol yang masih utuh menggunakan solasi.
5 . Setelah digabungkan dengan solasi, buat 4 sayap lalu tempel kan di luar botol.
6. Roket air sudah siap diluncurkan.
Setelah membuat roket air, kemudian kelompok 7E, 7F dan 7G melanjutkan menaiki kereta mini untuk melihat-lihat rumah-rumah di setiap daerah. Setelah menaiki kereta mini, dilanjutkan dengan menaiki kapal air. Saat menaiki kapal air, banyak ikan-ikan yang loncat-loncat bahkan sampai loncat ke atas kapal kami. Di kapal, kami juga banyak menyapa kakak-kakak dan mungkin adik-adik sekolahan yang mungkin sedang field trip juga.
Lalu setelah turun dari kapal, kami diberi oleh guru-guru seperti rice bowl yang berisi nasi goreng. Kami diberi waktu istirahat sekitar 15 menit. Setelah istirahat, kami bersama-sama menuju ke suatu tempat bersama kakak-kakak pendamping untuk menanam tanaman bakau. Setelah menanam tanaman bakau, kami semua diminta untuk kembali ke Aula Maerokoco untuk melakukan doa penutup. Kemudian kami kembali ke tempat parkiran bis untuk melakukan perjalanan pulang. Perjalanan sekitar 30 menit, kami sampai ke sekolah pukul 14.00. Sekian cerita saya field trip selama 3 hari. Terimakasih.
by Justine | Jan 15, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
ALASAN ATAU LATAR BELAKANG PELAKSANAAN KEGIATAN.
Kegiatan luar sekolah khususnya kunjungan ke Dyriana/ Bandeng Juwana, SMK Santo Fransiskus dan Maerokoco (PRPP) Semarang adalah untuk menambah ilmu, menambah pengetahuan, pengalaman tentang suatu obyek wisaya, sekolah yang akan kami tempuh setelah kami lulus SMP Maria Mediatrix dan mengetahui proses pembuatan suatu makanan tradisional di Semarang yaitu bandeng presto dan klepon.
Selain itu kunjungan ke Maerokoco juga bermanfaat untuk menambah rasa cinta terhadap budaya daerah di Indonesia yang terdiri dari rumah adat, sains dan makanan khas nya.
DESKRIPSI KEGIATAN
DYRIANA/ BANDENG JUWANA (Pamularsih)
Kunjungan dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2023. Dyriana adalah salah satu toko roti/ bakery di Semarang yang berdiri pada tanggal 21 April 1986 dan bertempat untuk pertama kali di Jalan Pandanaran No. 11, Semarang. Dyrana ini berdiri atas ide dari Bp. Daniel Nugroho Setiabudhi bersama istrinya almarhumah Dra. Ida Nursanti yang terinspirasi oleh salah satu toko roti di Jakarta yang sempat dia kunjungi dan dia menilai konsep yang diasung oleh toko roti tersebut bagis yaitu roti “Fresh From The Oven”.
Di Dyriana, kami melakukan pembuatan bandeng presto dan kleom. Kami dipandu oleh Bapak dan Ibu guru dari sekolah dan pemandu dari Dyriana. Dari sekolah ada Pak Damar, Pak Yus, Bu Astuti, Miss Niken sedangkan dari Dyriana ada Kak Wawan, Kak Stefani dan Bu Isti.
Setelah mendengarkan kakak pemandu, kami diajak untuk kegiatan senam sebentar dan kemudian kita mendengarkan materi dari Kak Wawan tentang cara pembuatan klepon dengan bahan tepung ketan, pewarna makanan hijau dan gula jawa. Sesudah pembuatan klepon selesai, kami memakan klepon tersebut sambil beristirahat.
Setelah istirahat, kami diajarkan kembali cara/ proses pembuatan bandeng presto dengan bahan yang digunakan bandeng, bawang, garam dan kunyit. Sesudan bandeng presto matang, kami boleh mencicipnya. Sesudah makan, kita berfoto bersama teman – teman untuk dokumentasi lalu diperbolehkan pulang oleh Bapak/ Ibu Guru.
SMK SANTO FRANSISKUS (Wolter Monginsidi)
Kunjungan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2023. Disini kita juga dibagi kelompok. Setelah semua kelompok terbentuk, kita mendengarkan kata pembukaan dari Ibu Stefani dan juga doa pembukaan. Lalu dilanjutkan dengan berbagai penjelasan mengenai SMK Santo Fransiskus. Selanjutnya dimulai kegiatan untuk masing – masing kelompok. Kelompok siswa putra kegiatannya sablon dan kayu, sedangkan kelompok putri tata busana dan batik.
Kegiatan kelompok kami yang pertama adalah kayu. Kita dijelaskan oleh pak arif tentang usaha dan hasil – hasil apa saja dari pengolahan kayu. Kemudian kita diajarkan cara mengusap kertas lalu ditempelkan ke gantungan kunci juga memberi nama dibelakang gantungan kunci. Setelah itu kita diberi waktu untuk istirahat dan berkeliling di SMK Santo Fransiskus.
Usai istirahat kita melanjutkan kegiatan yang kedua yaitu menyablon baju dengan memberi tulisan/ gambar menggunakan cat pada kaos yang dibawa oleh masing – masing anak. Karena jam pulang sudah tiba, maka kita melakukan foto bersama dan ditutup dengan doa penutup.
MAEROKOCO (PRPP)
Kunjungan dilaksanakan apda tanggal 11 Januari 2023. Kunjungan ke Maerokoco adalah kunjungan terakhir dari kegiatan luar sekolah. Kami bersama – sama berangkat naik bus dengan berkumpul di sekolah terlebih dahulu.
Puri Maerokoco diresmikan pada tahun 1980 oleh Gurbenur Jateng Bp Ir. Ismail. Nama Maerokoco diambil dari salah satu bagian Epos (cerita ejarah) Mahabarata yang mengisahkan tentang keinginan salah seorang dewi memiliki 1000 bangunan hanya dalam waktu semalam.
Puri Maerokoco dikenal sebagai Taman Mini Jawa Tengah dimana di dalamnya terdapat berbagai rumah adat dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Masing – masing rumah adat tersebut diisi berbagai macam budaya dan industri/ kerajinan khas daerah/
Saya sangat senang di Maerokoco karena saya dapat mengetahui cara membuat roket air dari bahan botol bekas, plastisin (malam) dan infraboard dengan dipandu oleh Kak Vincent, Kak Nico, Kak Clara, Kak Fira, Kak Elsa, Kak Avadan Kak Yudi.
Puri Maerokoco juga menghadirkan pesona keindahan alam hutan mangrove. Saya dan teman – teman berkeliling melihat hutan tersebut lebih dekat dan menanam mangrove/ bakau dengan tujuan untuk menahan erosi laut atau danau sehingga tidak banjir.
KESAN DAN PESAN.
Kesan
Menyenangkan karena mendapat pengalaman baru cara membuat klepon dan bandeng presto, menyablon baju, pemanfaatan limbah kayu dan cara membuat roket air.
Mengenal tempat – tempat yang belum pernah dikunjungi.
Memperoleh pembelajaran yang sangat bermanfaat dari kegiatan luar sekolah ini.
Pesan
Agar kegiatan luar sekolah tetap dilaksanakan setiap tahunnya.
Justine 7F/17
by Helsa Ashera | Jan 14, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Laporan Fieldtrip kelas 7
Haloo semuaa nya!! perkenalkan aku Helsa Ashera dari kelas 7B no absen 11. Sekolah kami mengada Fieldtrip untuk kelas 7 sangat lah seru dan menyenangkan ada beberapa tempat yang kita kunjungin tempat bagus – bagus dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan sekolah ini, kita mendapat banyak ilmu – ilmu pengetahuan yang lebih luas dan mendapat pengalaman yang baru.
Kegiatan luar sekolah di laksanakan mulai tanggal 9 Januari 2023 sampai dengan 11 Januari 2023. Ada beberapa tempat yang kita kunjungi.
• pada tanggal 9 Januari 2023 : SMK St. Fransiskus
• pada tanggal 10 Januari 2023 : Dyriana
• pada tanggal 11 Januari 2023 : PRPP ( Maerokoco ).
Disana sangatlah seru dan menyenangkan lohh!! kita bisa mengetahui banyak hal yang di sampaikan oleh kakak – kakak, dan juga bisa bertemu kakak – kakak yang sangat baik dan menyenangkan.
Sebelum itu aku dan keluarga ku sudah pernah pergi ke PRPP ( Maerokoco ) disana aku mencoba beberapa permainan yang sangat lah asik, disana kita bersenang – senang bersama.
Ada juga kakak – kakak pendamping yang sangat lah seru, untuk mendampingi kita selama kegiatan luar sekolah berlangsung.
• lokasi pertama : Salah satu guru yang ada di sekolah SMK St. Fransiskus.
• lokasi kedua : Salah satu kariawan yang bekerja di Dyriana.
• lokasi ketiga : kak Vincent
Pada hari pertama kita di ajak untuk ke SMK St. Fransiskus kit a di sana di ajak untuk menjahit, membuat jepitan rambut, membuat gantungan kunci dan di ajak untuk membatik, di sana kita di dampingin oleh kakak – kakak yang cantik lohh! mereka mengajarkan banyak sekali ilmu – ilmu dari mulai membatik, membuat gantungan kunci, dll. Pada hari ke dua kita di ajak untuk ke Dyriana, kita di sana di ajarkan membuat kelepon dan juga pembuatan bandeng duri lunak, sebelum itu kita di ajak senam bersama – sama oleh kakak pendamping seruu bangett lohh!! berikut ini cara pembuatan klepon :
• pertama – tama kita haru mencuci tangan terlebih dahulu agar tangan kita bersih dan jauh dari kuman.
• kemudian masukan tepung ke dalam wadah.
• siapkan air yang sudah di beri perdana makanan.
• kedua bahan apa bila sudah disiapkan akan segera di campurkan.
• masukan air ke dalam tepung yang sudah di buat tadi sampai menjadi kalis.
• lalu mulai membuat adonan bulat – bulat, jangan terlalu besar dan juga jangan terlalu kecil.
• masukan gula Jawa yang sudah dipotong kecil – kecil kedalam adonan yang sudah di bulat – bulat kan tadi.
• bila sudah jadi kelepon akan segera akan segera di rebus dengan air mendidih, sampai kelepon mengapung.
• apa bila sudah selesai di rebus, klepon di baluri dengan parutan kelapa, dan siap di hidangkan.
Alat dan bahan pembuatan klepon :
• timbangan merk Harnic
• panci
• kukusan merk Jawa
• baskom plastik
• piring
• sendok makan
• sendok teh
• gelas
Dan juga kira di ajarkan untuk membuat bandeng duri lunak, berikut ini cara membuat bandeng duri lunak :
• bandeng di belah menjadi dua ( tidak putus ) sisi dalem bandeng di beri bumbu penyedap rasa
• kemudian dioles dengan bumbu pewarna yang sudah di tata
• bandeng pada di panci besi pemisah itu berlapis – lapis, agar alat tersebut bisa memasak banyak bandeng dan pada saat memasak bandeng tidak saling tertindihan.
• setelah tersusun rapi bandeng nya tutup auto klave dengan penutup dan kunci agar aman.
• di bagian bawah alat masak di beri air dan masukan jahe, agar uap yang di hasilkan ada aroma jahenya. Dan bandeng pun siap di hidang kan.
Alat dan bahan pembuatan bandeng duri lunak :
• auto klave ( dimodevikasi )
waktu memasak : 2,5 – 3 jam
bumbu : bawang putih, garam, kunyit, dan jahe
Pada saat pembuat sangattt lahh seruu. Pada hari ke tiga kita di ajak ke PRPP ( Maerokoco ) kita berangkat menggunakan bus yang sudah di siapkan dari sekolah di bus sangattlah seruu ngobrol bersama teman dari saling tukar cerita dan menyanyi. Setelah sampai di sana kita semua baris agar rapi untuk menuju aula yang ada di sana, sebelum itu kita juga berfoto sekelas seru bangett lohh!! lanjutt perjalanan menunju ke aula pada hari itu cuaca sangat lah panas, setelah sampai ke aula berdoa terlebih dulu dan ada sedikit sambutan dari kakak – kakak yang ada di sana, setelah itu kita naik kapal bersama – sama banyak ikan yang loncat – loncat, setelah selesai naik kapal lanjutt bermain kerata mengelilingi tempat – tempat dan pergi ke tempat bermain, sudah cukup lelah kita bermain kita di beri waktu istirahat dan lanjutt makan laperr bangett!! selesai waktu istirahat lanjut untuk membuat roket di bagi setiap kelompok membawa alat dan bahan yang sudah di tentukan kelompok dan aku bersama kelompok – kelompok ku bekerja sama untuk membuat roket.
Berikut ini alat dan bahan untuk membuat
roket :
• botol cocacola 1500ml x 2
• plastisin 150gr (3x3x5cm)
• isolasi/lakban bening lebar 2cm
• cutter besar
• gunting
• penggaris
• Double tape 1 rol
langkah – langkah membuat roket air :
• potong botol ( 1/3 ).
• masukan plastisin ke bagian mulut botol nya kemudian rapikan .
• gunting impraboard secara diagonal, menjadi dua bagian berbentuk segitiga.
• letakan kepala botol ke bagian bawah botol yang masih utuh dan rekatkan menggunakan lakban.
• belah garis yang ada jaring kotak – kotak.
• tempelkan impraboard di bagian samping badan roket.
• rekatkan ujung impraboard dengan lakban.
dan ada beberapa kegiatan yaitu :
• membedakan telur rebus dan mentah di putar.
• menambah garam ke air.
• percobaan mengetahui tekanan air.
• meniup balon menggunakan mulut botol.
• soda di beri mentos, botol tidak di tutup dan air keluar seperti air mancur. seruu bangett lohh!!
setelah berhasil membuat roket kita di berikan waktu bebas, aku di ajak teman ku untuk berfoto – foto aku pergi ke beberapa tempat untuk berfoto bersama teman ku, kemudian jam bebas pun selesai dan kita doa pulang bersama dan kita pun pulang.
Beberapa tempat yang telah kami kunjungi sangat lah membuat menarik. Pada saat di SMK St. Fransiskus banyak sekali yang menarik pada sekolahan nya belajar membatik yang sangat menyenangkan. Pada saat ke Dyriana juga sangat menyenangkan aku dapat mengerti tentang bagamain cara membuat klepon dan bandeng duri lunak, bandeng nya enak lohh hehe. Pada saat ke PRPP ( Maerokoco ) juga tidak kalah seru kita di ajak untuk keliling dan menikmati wahana yang telah di siapkan.
Banyak sekali pembelajaran dan pengalaman kegiatan luar sekolah kali ini, pembelajarannya ilmu – ilmu pengetahuan yang sangat luas, pengalaman dapat suasa baru dan pengalaman baru.
Saran – saran untuk kegiatan luar sekolah ini, anak – anak lebih teratur dan memotivasi anak agar lebih mandiri, kreativ dan mencintai alam.
Inilah cerita Fieldtrip dari saya terimakasih.
by Black Demon | Jan 14, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Halo teman – teman saya akan menceritakan pengalaman menarik saya saat kegiatan fieldtrip
1. Pada saat berada di Dyriana /bandeng Juwana JL. Pamularsi Raya no. 70, Bongsari di tempat ini saya diajarkan cara membuat klepo dan mencicipi ikan bandeng
bahan – bahan membuat klepon :
– gula Jawa
– pewarna makanan
– tepung ketan
– parutan kelapa
– baskom
Pendamping saat membuat klepon :
– kak Wawan
– Kak Vanessa
Bahan bahan ikan bandeng :
– jahe
– pengurus
-pengukus yang sudah di modifikasi
Pendamping saat membuat ikan bandeng :
– Ibu Veronika Yaniati
– Ibu Eva Putri
2. SMK St. fransiskus JL. Wolter Monginsidi no. 22, Pedurungan tengah di tempat ini saya diajarkan cara mensablon dan membuat gantungan kunci dari kayu
Bahan – bahan mensablon :
– screen
– busa kecil
– kaca seukuran screen
– penyambut screen
Pendamping saat mensablon :
– Pak Subotili
Pada saat berada di bengkel kita tidak diperbolehkan memegang atau menggunakan alat – alat besar disana yang boleh memegang atau menggunakan alat – alat besar disana adalah SMK kelas 10
Pendamping saat di bengkel :
– Pak Arief
3. PRPP (maerokoco) JL. Anjar moro Raya, Tawing sari ditempat ini saya diajarkan membuat roket air dan berkeliling dan melihat – lihat miniatur di setiap kebupaten yang ada di Jawa Tengah, menaiki bus kecil, menaiki kapal dan menanam tanaman mangrove dan kita juga diajak untuk melihat alat peraga sains
Bahan – bahan membuat roket air :
– botol coca cola 1500 ml X 2
– plastisin 50 gr (3X3X5cm)
– isolasi/lakban dengan lebar 2 cm
– cutter besar
– penggaris
– gunting
– double tape 1 rol
Pendamping saat di PRPP (maerokoco) :
– kak Clara
– kak Elsa
– dll
by gekigaming | Jan 14, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Senin 9 januari 2023
Untuk hari pertama. Kita pergi ke bandung juwana disana kita belajar membuat klepon
Alat dan bahan membuat klepon
-tepung ketan
-air hangat
-baskom
-piutang kelapa
-kompor gas
-gula jawa
Di sesi ke dua kitamelihat cara membuat bandeng dengan di dampungi bu Efa Putri dan bu Feronika naiarti
Alat dan bahan membuat ikan bandung
-pengukus
-jahe
-penutup yang sudah di modifikasi
Hari ke dua pada hari selasa 10 januari 2023 kita pergi ke smk frasiskus di JL wortel mongin sidi No 22 disana na kita di ajarkan untuk menya blon baju dengan Alat alat khusus untuk menyablon kita juga disuruh membawa baju untuk latihan salon setelah itu kita makan menggunakan ayam dan esteh yang sudah di siapkan
Disisi ke dua kita diajarkan untuk mengolah kayu tetapi untuk menggu nakan Alat Alat di ruangan kita memerlukan usia setara kelas 10 smk kita hanya di perolehan membuat gantungan kunci oleh pak arif
Dihari ketiga dan juga hari terahir filtrip
Kita pergi ke maerokaca kita pergi maerakaca menggunakan bus kita disana sebelum memasuki tempatnya kita berfoto dulu sebelum masuk kita akan di beri sebuah gelang itu di perlukan untuk memasuki maerakaca sesudah kita memasuki kita di ajak ke tempat perkumpulan disana kita mencoba experimen sain
setelah itu kita keluar dan sedikit berjalan jalan dan setelah berjalan jalan
kita menunggu untuk menaiki sebuah bus mini untuk mengelilingi maerakaca kita di bapandu oleh kak clara dan kan elsa
setelah perpustakaan putar kita menunggu untuk menaiki kapal di tengah jalan ada beberapa ikan bandeng yang meolpat lompat dan ada salah satu ikan melompat ke dalam kapal dan di tangkap oleh pak wawan salatsatu guru yang menemani kita filtrip
setelah itu kita kembali untuk membuat roket air yang terbuat dari botol cocacola bekas setelah membuat
Setelah membuat itu kita pun mengikuti acara untuk menghijaukan tempat itu
Kira menanam tanaman mangruf dan setelah menanam kita kembali ke tempat mengumpulkan
Sekitar jam 13.45 kita pun kembali kebisingan untuk kembali kesekolah dan filtrip smp maria maderiatrix remi selesai
by Rahel | Jan 14, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Halo! Namaku Gweneal Felice, panggil aja Gwen. Di sini aku bakal nyeritain beberapa kegiatan field trip, yang kelas 7 lakuin ditanggal 9, 10, dan 11 Januari 2023. Jadi kita juga dibuat beberapa kelompok dan dipisah sama beberapa kelas untuk pergantian tempat.
Tapi kalian tau ngga sih, apa yang dimaksud field trip? Dan apa sih manfaatnya? Jadi, field trip ini adalah kegiatan luar sekolah yang dilakukan untuk mendorong mahasiswa mengenal lingkungan lebih baik. Melatih untuk bersikap objektif dan terbuka terhadap lingkungan. Memperluas wawasan dan informasi. Meningkatkan kemampuan hidup bermasyarakat serta memberikan pengalaman nyata.
Nah, jadi di tanggal 9. Kelas 7G pergi ke Bandeng Juwana & Dyriana. Terletak di Jalan Raya Pamularsih, Semarang. Yang pertama, kita belajar membuat klepon dengan dibulat bulat adonannya dan di isi dengan gula merah. Adonannya di warnai dengan pewarna makanan warna hijau. Untuk mewarnai adonannya kita tidak boleh sembarangan memakai pewarna karena bisa teracuni. Jadi kita memakai pewarna makanan.
Jika sudah jadi semua, di rebus di dalam panci yang berisi air hangat dengan api sedang. Jika klepon sudah naik ke atas, itu artinya klepon sudah matang. Tapi kalau masih di bawah, itu artinya belum matang dan harus ditunggu sampai naik ke atas. Jika sudah matang semua, klepon diberi kelapa parut yang sudah di sediakan. Jika sudah jadi semua, klepon siap disajikan dan dimakan.
Yang kedua, kita melihat proses pembuatan bandeng duri lunak. Bandeng dibelah menjadi dua dan dioleskan dengan bumbu. Di oles dengan pewarna memakai bumbu kuning. Lalu ditutup dengan pelat besi yang berlubang. Lalu di masak sampai matang. Bandeng siap disajikan.
Ditanggal 10, kita lanjut ke SMK St. Fransiskus yang terletak di jalan Wolter Monginsidi no 22. Di sana kita pertama kumpul dulu di aula dan melihat pembukaan dari kakak kelas SMK kita itu menunjukkan penampilan dance. Pembukaannya aja jujur udah keren banget, temenku sampe terpana loh hehee. Oke, skip ya basa basinya.
Kegiatan laki laki dan perempuan berbeda maka kita lakukan secara terpisah. Di situ perempuan 7G, pertama tama melakukan menjahit dan membuat gantungan kunci, jepit rambut, dsb.
Nah, pas udah mau mulai.. aku bingung, gimana si cara ngejahitnya? Soalnya aku pake teknik aku yang dulu, malah salah. Nah ternyata emang teknik menjahit itu emang banyak dan beda beda. Tapi di sana, aku ngikutin kakanya aja yang ngajarin. Nah akhirnya tanpa banyak ngomong, aku selesai duluan daripada temen temen yang lain ehehe.
Setelah selesai semua, kita istirahat di dalam ruangan yang tadi buat kita menjahit. Kita dikasi ayam goreng & teh manis buat ngisi perut. Jujur ga penting si, tapi cuma mau basa basi biar ga serius serius amat. Ayam aku mencelat gais. WKWK, oke oke. Skip ajh yu.
Setelah kita menjahit, kita bergantian dengan kelompok lain. Sekarang kita akan membatik. Satu gambar di kerjakan oleh 1 kelompok yang berisi 5 anggota. Kita dapet bagiannya masing masing, dan kita juga harus berhati hati banget karena lilinnya yang buat membatik itu panas. Tapi, sesuai ekspektasi ga si? Iya, lilinnya kena tanganku. Tapi dikit aja, jadi gapapa. Nah pas udah selesai kita lanjut ngewarnain batiknya.
Waktu ngewarnain itu seruu, soalnya satisfying hihihi. Tapii! Warnanya bener bener random banget, jadi semua warna hampir di campurin. Tapi yaa oke lah, hasilnya standar.
Setelah selesai berkegiatan, aku & beberapa temanku foto foto dan keliling keliling SMK itu. Kita juga foto sama Pak Damar, azekk. Nah, pas kita jalan jalan ke bagiannya cowo yang lagi pada nyablon bajuu.. kita di fotoin sama kaka nya yang pegang kamera. Nahh akhirnya kita mirror selfie deh sama 2 abang kita di SMK itu HEHEHE.
Okee lanjut aja. Hari terakhir kita field trip ditanggal 11 Januari 2023. Di situ kita pergi ke Maerokoco yang terletak di Jl. Puri Anjasmoro, Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat. Kita di sini lumayan seruu. Jadi yang pertama kita kumpul dulu di dalam Maerokoco ada ruangan.
Kita berkelompok sesuai regu pramuka dan membuat roket air dari 2 botol coca cola yang besar (1,5 liter). Sebelum ini, disekolah MM. Tepatnya dikelas, coca colanya masih utuh dan kita sekelompok coba buat habisin cola nya. Dibantu juga sama beberapa temen dikelas. Kita sekelompok mabuk cola wkwk.
Nah, setelah buat roket air.. kita jalan jalan kelilingin tempat itu bersama kakak pendamping. Ngga lama, kita istirahat dan dikasi makanan dari sekolah. Lalu setelah istirahat, kita diajak naik perahu. Aku, Anne, Magno, duduk diperahu paling depan. Aku dan Anne lumayan menikmati suasana. Tapi magno mabok coca cola. Di tengah tengah perjalanan, kami melihat ada beberapa ikan berloncatan naik ke atas. Tanpa diduga, ada ikan yang masuk ke dalam perahu. Aku dan Anne mikir kalo perahunya rusak dan ada orang yang jatuh karena dibelakang banyak yang teriak teriak. Kalo ga salah itu suaranya Jopin hehehe. Di situ aku sama Anne bener bener senam jantung. Aku ada di posisi paling depan sama Anne, waktu perahunya berlayar dengan cepat.. banyak air yang masuk ke dalam perahu dan di situ kita langsung angkat kaki.
Setelah itu kita melakukan kegiatan bebas selama beberapa menit. Lalu dilanjut dengan naik kereta untuk mengelilingi daerah Maerokoco tersebut untuk melihat lihat beberapa tempat yang ada di dalamnya. Setelah berkeliling menggunakan kereta, kita beristirahat. Kita mulai kumpul lagi dan ada beberapa anak 7G yang bilang kalau disuruh lepas sepatu. Di situ rata rata, anak anak 7G lepas sepatu. Ternyata waktu udah jalan, kelas lain masih pake sepatu semua. Di situ beberapa anak yang lepas sepatuu, termasuk aku. Kita loncat loncat kepanasan jadi kaya ikan menggelepar. Kita mulai baris dan menanam tanaman bakau, tapi ada beberapa yang dititipin temen lain karena kepanasan ngga pake sepatu. Ada juga yang kakinya sampe kena kotoran angsa dll.
Setelah itu kegiatan selesai dan istirahat, aku & Magno mengisi waktu dengan main sepeda listrik keliling keliling tempat itu. Kita hampir tersesat, tapi untung bisa nemuin jalan keluarnya hehehe. Kira kira begitu lah field trip kita kali ini. Sekian, maaf kalo ada salah kata & terimakasihh.