Gadis Bulan

Gadis Bulan

Suatu saat ada seorang gadis bernama Sari dari sepasang suami istri yang merupakan seorang petani yang miskin. Banyak warga dan juga orang melihatnya sebagai monster dan juga manusia buruk rupa. Hal ini karena memang ia memiliki penyakit kulit yang membuat kulit wajahnya menjadi berwarna hitam dan juga kusam, dan karena ini tidak ada yang mau dekat dekat dengannya.
Sari sudah mencoba memakai berbagai macam obat yang ia dapatkan dari dokter desa tempat Sari tinggal, tetapi penyakit kulitnya tidak kunjung membaik justru semakin parah.
Para penduduk desa sangat takut dengan Sari karena rupanya yang buruk dan juga karena takut tertular penyakit aneh sang gadis. Dan ini membuat para penduduk mencemooh dan juga mengucilkan Sari karena wajahnya yang sangat buruk.
Setiap malam sebelum Sari tidur ia selalu menyempatkan waktu untuk menonton drama yang diperankan aktor bernama Rey atau memandangi fotonya. Rey merupakan aktor yang parasnya rupawan dan juga ramah. Ia sering terbayang-bayang akan tingkah laku dan juga paras Rey dan itu membuatnya memiliki harapan untuk bisa menikahinya. Dan karena saking bahagiannya dan harapannya yang tinggi membuat Sari menceritakan Rey kepada sang ibu.
Namun sang ibu merasa kalau Sari memang tidak pantas untuk Rey. Dan sang ibu pun menasehati sang putri supaya melupakan Rey karena itu adalah hal yang mustahil untuk menjadi nyata. Sang ibu mencoba memberikan pengertian kepada Sari kalau sang ibu tidak mau adanya harapan yang membuat Sari semakin merasa tersakiti.
Ia memberi pengertian dengan sayang dan tulus kepada anaknya sembari mengusap kepala sang anak. Setelah itu Sari pun ikut menyadari dan beranggapan bahwa ia sangat tidak pantas berjejer dengan Rey dan pastinya Rey akan takut setelah melihat parasnya.
Pada malam selanjutnya, Sari termenung di kamarnya sembari menatap langit yang indah lewat jendela kamarnya. Di langit ia melihat cantiknya taburan kelap-kelip bintang dan juga sang rembulan yang cantik dan bersinar terang. Ia pun mulai memikirkan andai saja ia memiliki paras yang cantik layaknya sang rembulan.
Setelah itu ia pun teringat dengan Dewi Bulan yang menghuni Bulan. Memang konon katanya sang Dewi Bulan memiliki paras yang cantik dan juga anggun. Dengan kecantikan sang dewi itulah yang membuat bulan bisa bersinar dengan terang. Dan setiap orang tua pasti juga mengharapkan putrinya bisa secantik sang dewi. Selain paras sang dewi yang cantik, sang dewi juga merupakan dewi yang kasih sayangnya tinggi.
Katanya kerap kali sang dewi turun ke bumi untuk membantu manusia yang sedang kesusahan. Ia pun mulai berharap supaya ia bisa bertemu dengan sang dewi dan meminta dewi menyembuhkan penyakitnya dan kembali menjadi cantik.
Namun ia juga sadar bahwa itu hanyalah dongeng belaka, Ia pun merasa sedih dan mengubur harapannya dalam-dalam untuk bisa menjadi cantik. Sesungguhnya Sari adalah seorang gadis yang penyabar, lembut, baik hati, dan juga suka menolong.
Namun warga desa tidak mau pekerjaan mereka dibantu oleh Sari, mereka beralasan bahwa takut tertular penyakit aneh Sari. Suatu hari ketika hari sedang sore menjelang petang, Sari diminta sang ibu untuk menjenguk tetangganya yang sakit yang merupakan nenek yang sudah tua.
Ia pun sebagai putri yang baik menuruti sang ibu, dan memberikan makanan serta merawat nenek tua yang sakit. Hingga tak terasa hari sudah mulai malam dan tidak ada penerangan, gelap dan ia pun bingung ketika mau pulang. Secara tiba-tiba ada kumpulan kunang-kunang yang menghampiri Sari, kunang-kunang tersebut menjadi penerang dan menuntun jalan Sari.
Namun kunang-kunang bukan menuju ke arah rumahnya melainkan hutan. Ia pun bingung dan menanyai sang kunang-kunang mau dibawa kemana dirinya, “Kunang-kunang ini Sari mau dibawa kemana?” Dan sang kunang-kunang pun menjawab, “Kami adalah utusan sang Dewi Bulan, kami akan membawa Sari untuk menemui sang dewi dan menyembuhkan menyakit Sari”.
Hingga sampailah Sari di tepi sebuah danau, dan di situ kunang-kunang yang meneranginya mulai pergi satu persatu hingga hanya menyisakan kegelapan. Hingga muncullah cahaya terang turun dari langit layaknya malaikat.
Dan dengan bayangan bulan pada cahaya tersebut, muncul sesosok wanita cantik dan anggun yang mengenakan jubah putih bersih. Sang wanita cantik berkata, “Aku adalah Dewi Bulan yang sangat ingin kamu temui, Sari. Aku akan menyembuhkan penyakitmu karena kamu adalah gadis yang baik”. Sang dewi pun mengusap wajah Sari dan meminta Sari untuk membasuh mukanya dengan air sungai didekatnya.
Setelah itu Sari membasuh wajahnya, beberapa saat setelahnya ia kehilangan kesadaran. Setelah ia sadar ia terkejut karena ia malah berada di dalam kamarnya sendiri, ia pun langsung menuju ke cermin untuk memastikan wajahnya.
Alangkah terkejutnya ia bahwa ia tidak hanya mimpi karena wajahnya kembali cantik dan bersinar bak sinar rembulan. Seketika ketika sang ibu melihat juga terkejut dan merasa bahagia, tidak menyangka putrinya bisa berubah secantik itu.
Sekarang Sari sudah menjadi gadis yang paling rupawan di desanya, namun ia tetap menjadi gadis yang baik dan juga suka menolong. Hingga akhirnya terdengar sampai ke telinga Rey bahwa ada gadis desa yang baik dan cantik.
Dan itupun menarik perhatian Rey, Rey kemudian menemui Sari dan ia pun jatuh cinta. Akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah dan memiliki anak rupawan namun dengan hati yang baik.

𝐏𝐞𝐫𝐢 𝐃𝐢 𝐇𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐋𝐞𝐛𝐚𝐭

𝐏𝐞𝐫𝐢 𝐃𝐢 𝐇𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐋𝐞𝐛𝐚𝐭

Di sebuah desa hiduplah sebuah anak perempuan yang sangat cantik. Angel Namanya. Ia sangat suka bermain di tepi hutan. Ayahnya selalu mengingatkannya agar tidak terlalu jauh masuk ke hutan . Penduduk desa itu percaya bahwa seseorang yang terlalu jauh masuk ke hutan, tak akan bisa keluar dari hutan tersebut. Bagian dalam hutan tersebut banyak pohon yang sangat lebat. Tak seorang pun dapat menemukan jalan pulang jika sudah tersesat. Angel selalu mengingat pesan ayahnya. Namun ia juga penasaran ingin mengetahui di dalam hutan yang dipenuhi pohon yang sangat lebat tersebut.

Ketika Angel bermain di hutan, Angel selalu membawa bekal yaitu jus alpukat, sepotong kue, buah jeruk dan buah apel. Angel sering mengunjungi tempat perbatasan di hutan tersebut. Angel duduk di bawah pohon dan menikmati bekalnya di bawah hutan tersebut. Lalu setelah Angel selesai menikmati bekalnya itu, Angel melangkahkan kakinya ke dalam daerah yang berisi pohon yang sangat banyak dan lebat tersebut.

Seperti biasa Angel duduk dan menikmati bekalnya itu. Tiba tiba Angel seperti melihat ada seseorang di balik pohon. Namun Angel tidak menemukan siapa siapa. ‘’Hei! Siapa yang ada di balik pohon itu! Teriak Angel penasaran.

Mendengar teriakan Angel, peri pun memberanikan diri untuk muncul di depan Angel. Tampak ada dua peri di hadapan Angel. Tubuh mereka hanya separuh badan Angel. Di punggung peri tersebut ada sayap. Telinga mereka berujung lancip. Dengan takut takut mereka menghampiri Angel. Peri peri itu bernama Flo dan Fla. Kedua peri itu kakak beradik.

Sejak saat itu Angel dan kawan barunya tersebut sering makan bekal Bersama sama. Kadang mereka saling bertukar bekal. Suatu hari Angel bertanya kepada kawan barunya.

‘’Flo,Fla. Mengapa kalian berada di daerah hutan yang berisi pohon yang sangat banyak dan lebat ini ? Dan mengapa kalian tidak pernah kembali dari hutan ini? Tanya Angel karena penasaran. Mendengar pertanyaan dari Angel peri peri pun memberitahu mengenai rahasia hutan yang berisi pohon yang sangat banyak dan lebat tersebut yang hanya diketahui oleh Flo dan Fla.

‘’Para peri tinggal di balik hutan yang berisi pohon yang sangat banyak dan lebat itu agar tak seorang pun dapat memasuki daerah kami tanpa sepengetahuan kami dan tanpa izin. Kami berdua adalah penjaga daerah yang mempunyai pohon yang sangat banyak dan lebat ini. Jika ada seseorang yang masuk ke daerah kami, kami segera membuatnya tersesat’’ kata Flo dan Fla.

Mendengar kata Flo dan Fla, Angel terkagum kagum ‘’Apakah aku bisa datang ke daerah kalian untuk sementara waktu?’’ tanya Angel sambil berharap. Lalu kedua peri itu berkata ‘’ Baiklah. Kami akan mengizinkannya’’ kata kedua peri tersebut.

Tak lama kemudian Angel pergi Bersama kedua peri tersebut. Daerah tersebut dipenuhi berbagai pohon penyesat. Berbagai jalan terlihat sama. ‘’ Kita harus berhati hati di daerah ini jika tidak, kamu bisa tersesat di sini ‘’ kata kedua peri tersebut. Dengan bimbingan Flo dan Fla, Angel bisa sampai ke daerah peri. Angel melihat ada rumah yang sangat lucu, bentuknya pun terlihat unik. Ada rumah yang berbentuk tas ada juga yang berbentuk jamur. Pakaian mereka juga unik , ada yang seperti pakaian untuk pesta. Semua tampak riang gembira di daerah peri tersebut.

(TAMAT)

 

 

Ara dan Negri di Belakang Lemari

Ara dan Negri di Belakang Lemari

Apakah kalian tau ada kota terpencil di negara yang besar ini?, hmm…. mungkin bagi sebagian orang di negeri ini tidak tahu nama dan dimana letak kota ini tetapi perusahaan ayahku tentu tahu kota ini, dan inilah mengapa aku bisa tahu dan aku bisa tinggal di tempat ini. Apakah kalian penasaran dengan kisahku, baiklah aku akan menceritakan ceritaku.

Di suatu kota besar hiduplah anak bersama keluarganya. Anak ini bernama Aurora, tetapi biasa anak ini dipanggil Ara. Disuatu siang saat Ara sedang bermain, ayah pulang dengan sangat tergesa-gesa. Sambil berteriak memanggil Ara katanya :“Ara cepat pulang ayah ada kabar gembira untukmu nak”. Ara yang mendengar namanya dipanggil segera pulang dan menghampiri ayahnya : “Ada apa ayah, kok ayah memangilku sambil teriak teriak sih?” kata Ara sambil sedikit bergumam, “apakah kalian tahu, kita akan pindah kota mulai besok” kata ayah kegirangan “apa pindah kota?, ayah yang benar saja kita masa pindah pindah kota memulu sih, Ara capek ayah, dan ayah tahu kan Ara sebentar lagi naik kelas 6 SD, tinggal 2 bulan lagi” kata Ara sambil menunjukan wajah muramnya. Ayah menjawab : “Maaf ya nak, perusahaan ayah meminta ayah untuk pindah ke kota lain, jadi ayah terima saja karena ayah berpikir Ara senang kalau kita pindah ke kota lain” kata ayah sambil merasa bersalah. Dengan rasa berat Ara pun terpaksa menerima ajakan ayahnya untuk pindah kota. 

 

Tibalah saat keluarga Ara pindah ke kota lain yaitu kota Yomi. Saat perjalanan ke kota tujuan wajah Ara murung sehingga ayah pun membujuk Ara “Ara kenapa kamu murung terus?, Ara tahu tidak rumah kita yang baru besar loh, bahkan kamar Ara juga lebih besar dari kamar Ara yang dari rumah kita yang lama, ayah yakin di rumah kita yang baru ini pasti lebih mengasyikkan” kata ayah dengan tersenyum. “yang benar ayah?, ayah nanti bohong lagi” kata Ara sambil mengejek ayahnya. Setelah mendengar perkataan ayahnya tadi perasaan Ara menjadi lebih senang. Sesampainya di rumah baru Ara yang memasuki rumah, rumah itu tidak seperti bayangan Ara, rumah itu lembab, gelap, dan tidak terlalu besar. Ara berharap jika keadaan itu tidak termasuk dengan kamarnya. Ara berharap kamar barunya tidak mengecewakan seperti keadaan rumah yang baru saja dia lihat. Tetapi ternyata harapan Ara telah sirna setelah ia melihat kamar barunya. Kamar barunya tidak terlalu besar dari kamarnya yang dulu dan banyak atap yang basah karena air hujan. Tetapi yang membuat Ara heran mengapa ada lemari yang sangat besar. 

 

Pada saat Ara ingin menata kamar ia ingin memindahkan lemari bersama ayahnya. Lemari itu terasa berat sekali dan terasa menempel dengan tanah. Ayah sudah mencoba menggeser berulang kali, bahkan ayah sudah mencoba dengan meminta bantuan orang lain, tetapi tetap saja tidak bisa. Ara menyuruh ayah untuk tidak melanjutkan memindahkan lemari “sudah ayah tidak usah dipindah lagi biar Ara saja yang mendesain ulang” kata Ara meyakinkan ayahnya “baiklah jika begitu Ara” kata ayah lega. Tetapi dibenak ara terpikir “hmm pasti ada sesuatu nih didalamnya. “Hahahaha kenapa Ara berpikir seperti itu?”. Kemudian ara melanjutkan menata kamarnya hingga terlihat rapi dan bersih. 

 

Setelah selesai menata kamar barunya, Ara merasa lapar, ia bergegas untuk menuju ke ruang makan untuk makan siang. Pada saat akan berjalan menuju ke ruang makan, ada salah satu laci dari sebuah meja di dekat ruang makan itu yang terbuka. Karena tergesa gesa Ara tidak sengaja menabrak pintu laci tersebut. Ara melihat ada yang aneh di dalam laci itu. Ada sebuah amplop berwarna coklat. Ara mengambil amplop itu lalu menyimpannya di kantong celananya. Setelah selesai makan Ara bergegas kembali lagi ke kamarnya. Setelah sampai di kamar ia duduk di sisi tempat tidurnya, kemudian ia membuka amplop coklat itu. Ternyata dalam amplop itu terdapat kertas yang berisi tulisan yang berupa teka teki. Ara berpikir keras untuk memecahkan teka teki tersebut. Teka teki itu berisi tulisan “Temukan negeri impianmu di tempat tidurmu”. Lama Ara berpikir dan mencoba mengartikan teka teki itu, dan tiba tiba ada sebuah cicak yang jatuh tepat di bawah kolong tempat tidur. Saat Ara menengok kea rah cicak itu, tak sengaja ia melihat sebuah kotak yang sudah tua. Ternyata setelah dibuka kotak itu berisi sebuah kunci. Ara bertanya dalam hatinya, “ini kunci untuk membuka apa?” Ia mencoba memasukan kunci itu ke lubang kunci di meja belajarnya tapi tidak cocok. Kemudian mencobanya lagi di pintu kamar mandi juga tidak cocok. Hanya ada satu benda lagi yang belum dicoba yaitu pintu lemari yang besar itu. Pelan pelan Ara memasukkan kunci itu pada lubang kunci lemari besar itu, dan ternyata cocok. Dengan sedikit kesulitan Ara membuka pintu lemari itu, pintu itu sudah seret karena pintu itu mungkin sudah lama tidak dibuka. Saat Ara membuka sedikit demi sedikit pintu lemari itu tiba tiba muncul cahaya yang sangat terang seterang cahaya matahari. Ara sangat heran karena ada seperti sebuah tempat yang sangat besar seperti lahan, Ara pun memasuki lemari dengan penasaran. 

Saat sudah Ara memasuki lemari itu, tiba tiba pintu lemari tertutup dengan sendirinya. Ada secarik kertas jatuh dari atas dan meluncur ke telapak tangan Ara. Ara pun mambaca kertas itu dan isi dari tulisan itu adalah “bantulah semua mahkluk di negeri ini dan buatlah negeri ini menjadi damai”. Guman Ara dalam hatinya : “hah apa??!!, huh yang benar saja, jika tahu akan seperti ini aku tidak akan masuk ke lamari ini. Huhuhuhu….. ayah Ara mau keluar dari sini” kata Ara sambil menangis dan menggerutu. Tiba tiba saat Ara berjalan ia bertemu dengan kurcaci. Kurcaci itu menyapanya : “Hai Ara, perkenalkan namaku Rachio” kata kurcaci itu kepada Ara. Ara terkejut dan seluruh badannya seperti membeku karena melihat ada kurcaci yang bisa berbicara. Karena sangking terkejutnya Ara pun sampai pingsan. 

Setelah bangun ia lebih terkejut lagi karena di sebelah ia berbaring ada putri yang sangat cantik dan beberapa kurcaci, lalu putri itu bertanya : “Ara kamu tidak apa apa?” kata putri itu dengan cemas. Ara pun berkata : “i-iya a-aku tidak apa apa” Ara menjawab dengan perasaan takut. Ara hendak berdiri dan ia ingin segera berlari dari tempat itu, tetapi putri itu melarang dan berkata kepada Ara : “Ara kamu jangan pergi dari sini. Ini adalah takdir yang membawamu ke tempat ini. Sudah tertulis akan ada manusia selain aku, yang akan menyelamatkan negeri ini dari kehancuran yang dibawa banyak penyihir dan monster dari negeri kegelapan” kata putri sambil menghentikan Ara. Ara pun terkejut dan berkata : “ Tunggu, negeri kegelapan, penyihir, monster dan siapa kalian ini, kenapa kalian bisa tahu namaku?” Ara masih merasa heran dan bingung. Putri itu mengajak Ara ke sebuah perpustakaan dan menunjukan sebuah buku yang tertulis “akan ada manusia selain putri Catie yang akan membuat negeri ini damai. Nama manusia itu adalah Ara” Ara terkejut dan berkata “hehe ini mimpi kan ayo Ara bangun ayo haha ini mimpi kan?” Ara masih tidak percaya. 

Lalu putri melanjutkan pembicaraannya “Ara ini bukan mimpi coba cubit pipimu dan kamu terasa sedang berdiri kan?” kata putri Catie kepada Ara. Lalu putri Catie memberikan jimat kata kepada Ara dan berkata “Ara jimat ini sudah ada sejak ibuku hidup dan itu sudah sangat lama. Ibuku juga yang membuat ramalan itu sebelum ia meninggal, jadi jagalah baik baik jimat ini. Jimat ini dapat membantu kamu mengalahkan semua penyihir dan para monster itu” kata putri Catie sambil memberikan jimat itu. Ara kebingungan kenapa bisa Ara yang diberikan jimat itu lalu bertanya “Putri Catie mengapa aku yang diberikan jimat ajaib ini?, aku tidak pantas menerima jimat ini” kata Ara tidak enak hati”. “Ara jimat ini memang dibuat untukmu, ibuku yang memberikannya kepadamu, dan jimat itu sangat pantas untukmu” kata putri Catie meyakinkan Ara. Ara pun menerima jimat pemberian putri Catie itu dan menyimpannya. 

Putri Catie mengajak Ara untuk berkeliling negeri ini karena Ara juga ingin cepat cepat menyelesaikan semua misinya dan kembali ke rumah Ara. Saat Ara sedang berjalan jalan tiba tiba jimat Ara bersinar, itu artinya akan ada penyihir dan monster. Putri Catie yang melihat hal itu menyuruh semua kurcaci dan elf masuk ke dalam rumah mereka : “para elf dan kurcaci masuklah ke dalam rumah kalian segera, penyihir dan monster akan segera datang!” kata putri Catie dengan lantang. Ara yang tidak tahu akan ada apa pun hanya diam termenung di tengah jalan. Melihat itu putri Catie pun menarik baju Ara dan segera dia dan putri Catie masuk ke dalam salah satu rumah kurcaci dan bersembunyi di dalam rumah itu. Dan benar saja ternyata ada satu penyihir dan asistennya yaitu monster yang sangat mengerikan. Monster itu bisa mencium bau manusia, putri Catie pun panik karena ia kawatir jika bau Ara tercium dan penyihir mengetahuinya. Melihat itu, putri Catie meminta parfum dari kurcaci agar bau Ara tidak tercium oleh monster. Ara menggunakan parfum itu dan berhasil, Ara tidak ketahuan. Sudah hampir 3 tiga hari Ara ada di situ dan pikir putri Catie untuk segera meminta bantuan Ara untuk mendamaikan negeri itu “Ara sudah hampir 3 hari kamu disini mungkin kamu ingin segera pulang ke rumahmu. Jadi sekarang saatnya kita sama sama mendamaikan negeri ini” kata putri Catie. Ara mengiyakan perkataan putri Catie dan merencanakan cara untuk mendamaikan kedua negeri itu. Muncullah ide dari Ara yaitu dengan cara menyatukan kerja semua kurcaci dan monter dengan cara itu kedua negeri itu akan damai. Untuk membuat negeri itu menjadi damai Putri Catie pun memberanikan diri untuk pergi ke hutan hitam dan menghampiri ratu penyihir untuk menyampaikan saran untuk membuat dua negeri itu menjadi damai.

Mendengar hal itu penyihir pun marah karena Putri Catie yang sangat lantang menyebutkan hal itu. Dengan itu mulailah terjadi peperangan. Para monster biasa langsung menghantam dan membakar banyak sekali rumah kurcaci. Kurcaci pun banyak yang berjatuhan dan meninggal. Melihat hal itu Putri Catie pun tidak terima dan ia pun mengajak ratu penyihir untuk berdamai. Bukannya ingin berdamai, ratu penyihir malah mengajak semua pasukan kurcaci untuk berperang dengan ajakan yang sangat tidak sopan. Lalu Putri Catie yang marah mengiyakan ajakan itu tanpa memberitahu kepada kurcaci dan juga kepada Ara. Akhirnya dengan berat hati Putri Catie mengatakan semuanya itu kepada para kurcaci. Mereka merasa takut untuk menghadapi semua monster-monster itu, tetapi mereka tidak akan menyerah karena ini demi kedamaian dua negeri itu, karena jika Putri Catie menang kerajaan itu akan damai selamanya tetapi jika putrinya dikalahkan, mereka semua akan dihabisi dan dijadikan budak oleh penyihir. 

Lalu mereka pun segera bersiap-siap membuat senjata dan juga menyiapkan diri mereka untuk berperang. Tibalah saat hari perang, mereka semua sangat bersemangat untuk melawan para monster itu. Kira kira jumlah mereka akan sama tetapi ternyata jumlah mereka sangat berbeda. Jumlah monster itu sangat banyak hampir dua kali dari para kurcaci. Tetapi para kurcaci tidak menyerah. Mereka berperang hingga banyak yang meninggal dan berjatuhan, tetapi mereka mengingat sesuatu saat mereka membaca buku di perpustakaan. Tiba tiba mereka melihat ada mantra yang bisa membuat jimat hidup dan bekerja. Ara terus mencoba untuk menghidupkan jimat itu selain untuk mengetahui keberadaan monster. Akhirnya Ara pun berhasil, ia mengumpulkan semua kekuatannya untuk mengalahkan semua monster dan akhirnya monster itu kalah. 

Semua kurcaci merasa senang dan bersyukur kepada Allah setelah apa yang mereka semua lakukan akhirnya mereka menang dan dua negeri itu damai. Setelah semua misi Ara selesai, ia akan meninggalkan negeri itu dengan berat hati. Ara sangat sangat sedih meninggalkan negeri itu dari awal Ara yang takut berada di negeri itu sekarang saat ingin meninggalkan negeri itu iya sangat sedih. Tetapi Ara juga merindukan keluarganya. Ia harus menerima keputusannya. Ketika itu tiba-tiba pintu lemari sudah terbuka dengan sendirinya dan cahaya terang muncul lagi. Ara pun terkejut karena ternyata dia sedang tidur dan berpikir semua itu mimpi, tetapi jimat itu masih ia pakai di lehernya. Ara masih belum paham, apakah itu mimpi atau kisah nyata.                                                         

Kupu-Kupu Ajaib

Kupu-Kupu Ajaib

                          Kupu – kupu Ajaib

Ditengah malam pada suatu hari pada saat aku tidur, aku bermimpi ada kupu kupu yang menghampiriku.Kupu – kupu itu berwarna biru, pada saat itu kupu – kupu itu membawa aku keluar rumah dan melihat ada cahaya pintu terang, kupu – kupu itu membawa aku masuk kedalam pintu itu dan aku bingung aku masuk dalam dunia apa ini,dan ternyata setelah aku melihat – lihat sekitar aku dibawa pergi ke luar negri oleh kupu – kupu itu. Ternyata itu ada lah negara dimana kakak ku tinggal sekarang yaitu  negara Jerman.Lalu kupu – kupu itu membawa aku ke kota Erlangen Jerman dan kupu – kupu itu membawa aku bertemu kakak ku dan disitu mulai lah kita berpetualangan bersama.setelah itu kakak ku memiliki rencana untuk menghabiskan waktu bersama untuk bercamping bersama kakak ku berkata,”Dek ayo kita pergi camping bersama besok.”dan aku pun menjawab ,”Oke siap kakkk…”’.Keesokan harinya aku dan kakak ku pergi untuk camping bersama di pegunungan. Setelah tiba kami berdua membangun tenda untuk beristirahat nanti.Sebelum hari menjelang sore,kami berfoto terlebih dahulu sebelum hari mulai gelap dan foto itu akan menjadi kenangan untuk kami.Setelah langit sudah gelap dan setelah kami selesai beristirahat, perut kami merasa lapar,untung saja kami sudah membawa makanan dan kakak saya,”Dek hari sudah gelap ayo cepat kita segera makan,perut kakak sudah lapar”. dan aku pun menjawab,”Iyaaa….kak”.Setelah kami makan lanjut kita bernyanyi bersama menggunakan gitar.Setelah hari sudah malam kakak ku pun berkata,”Dek ini sudah malam,ayo tidur besok kita bangun pagi untuk kembali pulang dan aku menjawab,”Siap laksanakan kakak ku”.Tibalah keesokan hari,pagi – pagi benar kami berdua bergegas untuk kembali pulang dan kami harus berangkat sebelum ada sinar terik matahari.

Petualangan di Negeri Asing

Petualangan di Negeri Asing

Seorang perempuan tampak baru saja terbangun dari tidurnya sambil merengangkan badannya.

“Hoamm… sudah jam berapa ini? HAH?! ADUHH AKU BISA TERLAMBAT KALAU SEPERTI INI!” Ia terkejut dan langsung beranjak dari tempat tidurnya. Ia pun langsung terburu-buru untuk mandi dan sarapan.

“Aku pergi sekolah dulu ya, Bu. Aku hampir terlambat!” Ujarnya dengan terburu-buru.

“Iya nak, hati-hati ya.” Ujar ibunya.

Perempuan tersebut bernama Ellie. Ellie adalah perempuan berumur 14 tahun, ia bersekolah di Starlla Junior High School. Ellie memiliki rambut panjang berwarna hitam kecoklatan yang lembut, tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek juga. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menyanyi. Akhir-akhir ini ia sering bangun terlambat, karena sering menyelesaikan tugasnya pada tengah malam yang menyebabkan kurang waktu untuk tidur.

Ellie pun segera berlari kencang dari rumah menuju sekolah karena ia takut terlambat. Sesampainya di sekolah ternyata bel masuk belum berbunyi, syukurlah Ellie tepat waktu. Ellie merasa lelah dan haus, ia langsung mengambil botol minumnya dan langsung meneguk air dari botolnya.

“Wahh segar sekali..” Katanya.

Saat jam pelajaran ke 4 di mulai, ia merasa sakit kepala. Ellie langsung berbicara kepada teman sebangku nya untuk mengantarkannya ke UKS.

“Antar aku ke UKS yuk, Belle. Kepala aku sakit nih.” Bisik Ellie.

“Yasudah ayo, Ellie. Sebaiknya izin dahulu ke Ms.Lily.” Ajak Belle.

“Saya izin ke UKS untuk mengantar Ellie ya, Ms.” Kata Belle.

“Lho, ada apa dengan Ellie?” Tanya Ms Lily.

“Kepala saya sakit ms.” Jawab Ellie sambil memegang kepalanya.

“Oh yasudah, istirahat ya agar cepat sembuh.” Jawab Ms Lily. Mereka berdua pun segera berjalan menuju UKS.

“Aku pergi dulu ya, Ellie. Nanti kalau badan kamu sudah lebih enak ke kelas ya..” Pesan Belle.

“Iya, Belle. Aku istirahat dulu ya.” Jawab Ellie. Belle pun meninggalkan Ellie di UKS dan menuju ruang kelas.

Ellie pun terbangun, ia tertidur selama kurang lebih 3 jam dan merasakan kepalanya sudah tidak sakit lagi. Saat hendak keluar dari UKS, Ellie merasa ada yang salah dengan keadaan dan suasananya. Ternyata, ia terbangun di sebuah rumah kecil yang sudah tidak ada penghuninya. Ellie pun keluar dari rumah tersebut dan mendapati bahwa orang-orang berbicara menggunakan bahasa yang sama sekali tidak ada di dalam kamus bahasa. Ellie yang baru saja mendengar bahasa itu terheran-heran. Ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah untuk melanjutkan istirahat nya. Setibanya di rumah Ellie mencari ibu, ayah, dan adiknya, tetapi tidak ada satupun orang dirumah.

“Tidak ada orang di rumah ya? Huhh..” Gumam Ellie.

Ia pun memasuki kamarnya dan berbaring di kasurnya. Sore harinya, Ellie memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan-jalan sambil menikmati suasana sore hari di kota asing tersebut. Kota tersebut memiliki kekayaan alam yang melimpah, tanah yang subur, rakyatnya makmur, serta memiliki teknologi yang maju. Jadi tak heran jika disana banyak ditemui robot canggih yang menyerupai manusia, gedung-gedung yang tinggi, dan mobil yang bisa terbang seperti pesawat.

Saat berada di jalan, Ellie terkagum karna ia baru saja melihat pemandangan baru ini. Kemudian, Ellie merasa lapar dan menemukan sebuah kedai yang terletak tak jauh dari rumahnya, ia pun langsung memasuki kedai dan memesan menu. Awalnya, ia tidak mengerti apa bahasa yang mereka gunakan, tapi perlahan-lahan ia mulai mengerti dan bisa mengajak orang disekitarnya untuk mengobrol.

Keesokan harinya, Ellie terbangun dan ingin pergi mencari sahabatnya yaitu Belle. Ellie ingin melihat apakah Belle berada di rumah dan merasakan keanehan seperti yang Ellie rasakan. Ellie kemudian sampai di rumah Belle dan segera mengetuk pintu.

TOK TOK TOK

“Permisii.. Ada orang dirumah??” Tanyanya. Ternyata Belle berada di rumah itu, ia juga sendirian seperti Ellie.

“Lho, kamu sendiri disini? Apakah ada orang di rumah selain kamu, Belle? Bagaimana kamu bisa sendiri seperti aku? Ayo ceritakan kepadaku!” Tanya Ellie dengan bersemangat.

“Disini tidak ada siapa-siapa, hanya aku saja. Jadi, kemarin malam saat aku hendak tidur, aku mendengar suara bising seperti suara gemuruh kota dari balik kamar mandi. Lalu aku memutuskan untuk mengecek bila terjadi sesuatu. Ternyata waktu aku masuk ke kamar mandi, aku melihat cahaya yang sangat terang lalu aku terseret ke dalam cahaya itu. Aku tak sadarkan diri, dan waktu aku terbangun, aku sudah berada kembali di kamarku. Namun anehnya, aku tidak mendengar suara ayah, ibu, dan adikku, jadi suasana rumahku sangat berbeda. Di depan rumahku juga banyak mobil yang bisa terbang.” Ungkap Belle.

“Hmm… apakah kamu merasa ada yang aneh dengan keadaannya?” Tanya Belle dengan bingung dan heran.

“Iya benar, aku merasa agak aneh. Orang-orang disini menggunakan bahasa yang asing, tetapi aku bisa mengerti. Apakah kamu juga mengerti apa yang orang-orang katakan, Belle?” Jawab Ellie.

“Aku juga sama seperti itu. Eh tadi waktu aku terbangun, aku menemukan sebuah surat berwarna coklat yang di dalamnya terdapat kertas bertuliskan bahasa asing yang digunakan disini. Isi surat tersebut kita harus pergi ke taman kota dan mencari bunga tulip, lalu menempelkan bunga tersebut ke lembaran kertas ini di bagian bawahnya.” Ujar Belle.

“Yasudah, kalau begitu ayo kita ke taman kota sekarang juga!” Ucap Ellie dengan bersemangat.

Mereka bergegas datang ke taman kota dan mencari bunga tulip tersebut. Tak lama kemudian, Ellie menemukan bunga tulip yang di maksud oleh surat itu.

“Heii lihat, aku menemukannya!!” Ellie bersorak.

“Wahh, kalau begitu ayo cepat tempelkan! Aku sudah tidak sabar.” Belle menjawab dengan bersemangat.

Mereka segera menempelkan bunga tulip tersebut ke lembaran kertas yang di temui Belle di kamarnya. Mereka sangat terkejut karena lembaran kertas itu bersinar dan ada tulisan baru bertuliskan,

“Halo, selamat datang di negeri yang memang tidak pernah ada di peta, dan bahasa yang tidak berada di kamus. Kalian tau kalian berada dimana? Jadi kalian sekarang berada di negeri bernama Grizelle-land. Di negeri ini banyak sekali bunga-bunga yang cantik, jadi tugas kalian adalah mencari bunga yang bernama Eloise. Bunga Eloise terletak di perbukitan Azaeline, bunga itu hanya bisa terlihat pada sore hari dan pada malam hari akan menghilang. Selama di perjalanan kalian akan di pandu oleh kertas ini, apabila kertas hilang atau rusak parah maka kalian tidak akan bisa kembali ke bumi lagi. Jadi pastikan kertas ini tidak hilang ya! Selamat berpetualang.”

Mereka pun bersiap-siap dan langsung berjalan ke stasiun untuk menaiki kereta menuju ke bukit tersebut. Di kereta yang mereka naiki tidak ada orang selain mereka, hanya mereka berdua yang berada di gerbong kereta tersebut. Saat di perjalanan, tiba-tiba perut Ellie terasa lapar.

“Huhh.. aku lapar sekali, apakah ada makanan disini?” Tanya Ellie. Lalu, kertas tersebut mengeluarkan cahaya, dan ada tulisan bertuliskan :

“Hei, apakah kamu merasa lapar? Aku mempunyai makanan disini. Kamu bisa menulis apa yang ingin kamu makan, dan aku akan segera menyajikannya.”

Ellie pun senang dan langsung menulis semua makanan yang ia inginkan. Tak lama kemudian, makanan pun akhirnya tersaji. Ellie memesan pizza dengan keju mozzarella yang membuat pizza itu tampak lebih lezat dan menggugah selera, kentang goreng, roti dengan selai coklat, dan sup jamur yang hangat. Tak lupa, Ellie juga memesan minuman, ia memesan jus alpukat.

“Enak sekali makanannya, aku sangat menyukainya. Apakah kamu tidak ingin memesan makanan, Belle?” Tanya Ellie kepada Belle.

“Tidak, aku tidak sedang lapar.” Jawab Belle.

“Ohh, yasudah. Aku makan dulu ya hehe.” Ellie menjawab dan melanjutkan makan.

Hari mulai siang, Ellie dan Belle tertidur dalam kereta. Mereka tertidur sangat pulas, sampai kertas tersebut bersinar dan membuat keduanya terbangun.

“Aduhh, terang sekali. Apa ini? Ohh ternyata kertas ini yang mengeluarkan sinar…” Kata Belle. Di kertas tersebut bertuliskan :

“Hei kalian, bangunlah. Kita hampir sampai ke tujuan kita, kurang lebih 10 menit lagi. Persiapkan semuanya ya!”

Akhirnya setelah 10 menit perjalanan, mereka tiba di tujuan.

“Akhirnya, kita sampai tujuan.” Kata Ellie.

“Iya, benar. Setelah berada di perjalanan selama 3 jam.” Sahut Belle.

Kertas itu bersinar lagi dan mengeluarkan peta untuk menunjukkan arah dimana letak bunga Eloise tersebut. Sepanjang jalan, Ellie dan Belle berbicara mengenai apa yang akan terjadi jika mereka berhasil kembali ke asal mereka. Akhirnya mereka sampai ke perbukitan yang di maksud oleh kertas tersebut. Yaitu bukit Azaeline.

“Eh, Ellie. Aku melihat ada taman bunga disebelah sana, mungkin kita bisa menemukan bunga Eloise disana!” Kata Belle.

“Yasudah, ayo kita kesana!” Sahut Ellie. Mereka bergegas datang ke taman bunga yang ditunjuk oleh Belle. Hari menjelang sore, mereka pun sampai di taman tersebut.

“Seharusnya, bunga Eloise sudah bisa terlihat karena ini sudah menjelang sore.” Kata Ellie.

“Iya, benar. Mari kita cari!” Sahut Belle.

Setelah mencari kurang lebih 20 menit mencari, akhirnya mereka menemukan bunga Eloise yang sangat cantik. Bunga Eloise mempunyai kelopak berwarna ungu dengan gradasi biru, tangkainya  panjang dan terdapat duri pada tangkai tersebut, bunga ini hanya bisa terlihat saat sudah menjelang sore karena adanya cahaya matahari yang menyinarinya tepat di depan bunga tersebut.

“Akhirnya, kita menemukan bunga Eloise ini!. Lalu apa yang harus kita lakukan setelah ini?” Tanya Ellie.

“Sebentar ya, aku akan mencari di kertas ini.” Sahut Belle.

Lalu, Belle menemukan tulisan berisikan:

“Apakah kalian sudah menemukan Bunga Eloise? Jika kalian sudah menemukan bunga tersebut, kalian diminta untuk memetik Bunga Eloise, lalu melepas satu per satu kelopak bunga tersebut dan tempelkan menggunakan getah dari pohon di kertas ini bagian bawah. Ingat ya! kelopak bunga harus utuh, tidak boleh tersobek sedikit pun. Jadi kalian harus berhati-hati untuk melepasnya. Kalau tidak, kalian bias selamanya terperangkap di dunia ini dan tak akan bisa keluar!”

Mereka pun segera melepas kelopak bunga tersebut satu per satu dengan hati-hati seperti pesan yang telah di sampaikan oleh kertas itu agar tidak ada yang sobek. Setelah selesai melepas kelopak bunga tersebut, mereka menempelkan satu per satu kelopak bunga di bagian bawah kertas tersebut dengan menggunakan getah pohon.

“Hati-hati melepasnya ya, Ellie. Kalau rusak kita tidak bisa kembali, dan jumlah bunga ini hanya satu.” Ucap Belle.

“Iya, aku berhati-hati kok, tenang saja…” Ujar Ellie untuk menenangkan Belle.

“Akhirnya, selesai juga tugas kita. Sekarang kita hanya akan menunggu kertas itu umtuk bersinar dan membawa kita kembali.” Kata Ellie.

Kemudian, keluar cahaya dari dalam kertas tersebut. Tulisan itu bertuliskan :

“Selamat untuk kalian berdua. Kalian telah menyelesaikan misi untuk kembali! Lihatlah ke sebelah kanan kalian, disana akan ada portal. Masuklah ke portal itu maka kalian akan kembali”

Ellie dan Belle segera menoleh ke kanan, mereka pun menemukan portal untuk mereka kembali. Setelah itu, mereka berdua bergegas untuk memasuki portal tersebut. Mereka pun akhirnya sampai di tempat asal mereka dengan selamat.

“Wah, seru sekali petualangan kita ini.” Ucap Belle.

“Benar, ini adalah petualangan paling seru di hidupku!” Sahut Ellie.

Mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Setelah sampai di rumah, orangtua dan adik Ellie menanyakan kabar dan kenapa Ellie bisa menghilang selama dua hari.

“Nak, kamu kemana saja? Kenapa kamu menghilang selama dua hari? Ayo ceritakan kepada kami!” Tanya Ibunya.

“Ceritanya panjang, Bu hehe. Nanti aku ceritakan setelah berganti pakaian ya.”

Pendingin ruangan ajaib

Pendingin ruangan ajaib

Disebuah desa hiduplah seorang anak Bernama Ahmad. Ahmad berusia 10 Tahun. Kini ahmad duduk di bangku SD. Di sekolah Ahmad adalah anak yang nakal, ia selalu mengganggu dan menghina teman-temannya. Tak jarang juga Ahmad ditegur guru karna selalu membuat masalah. Ahmad tinggal dengan kedua orangtuanya di rumah kecil yang sangat panas. Kedua orangtua Ahmad bekerja sebagai petani yang penghasilannya tidak seberapa, bahkan untuk biaya hidup sehari – hari saja mereka sering kekurangan.

Pada hari minggu ketika Ahmad libur sekolah, ia sedang tidur siang. Hari itu cuaca sangat panas. Karna merasa kegerahan, timbulah di hati Ahmad keinginan untuk mempunyai pendingin ruangan. Lalu Ahmad minta kepada orangtuanya untuk dibelikan pendingin ruangan. Tetapi orangtua Ahmad tidak memiliki uang. Bagaimana bisa membeli pendingin ruangan untuk makan saja mereka kesusahan. Ahmad terus meminta kepada orangtuanya. Hingga pada akhirnya orangtua ahmad mau membelikan pendingin ruangan tetapi dengan satu syarat yaitu nilai ulangan Ahmad harus di atas delapan puluh.

Besoknya Ahmad berangkat sekolah seperti biasa. Hari ini ada ulangan matematika, Ahmad berharap bisa mendapat nilai diatas delapan puluh sehingga orangtuanya mau membelikan pendingin ruangan. Tapi Ahmad tidak belajar hingga ketika pembagian hasil ulangan Ahmad hanya mendapat nilai empat puluh. Ahmad sangat marah dan kecewa. Ia terus berpikir bagaimana caranya supaya dia bisa mendapatkan pendingin ruangan. Sesampainya di rumah Ahmad marah kepada orangtuanya dan tetap memaksa untuk dibelikan pendingin ruangan. Ahmad juga menghina orangtuanya dengan kata kata kasar. Hingga pada akhirnya orangtua Ahmad mengalah dan pergi membelikan pendingin ruangan. Tetapi pendingin ruangan yang di beli orangtuanya bukan yang diinginkan oleh Ahmad. Ahmad menginginkan pendingin ruangan yang mahal, sedangkan orangtuanya hanya mampu membelikan yang murah.

Pada malam hari Ahmad menyelinap keluar dari rumah untuk pergi ke sebuah toko pendingin ruangan didekat rumahnya. Ahmad berusaha mencari cara supaya bisa masuk kedalam toko itu. Akhirnya Ahmad berhasil masuk ke toko itu dengan cara memecahkan kaca jendela. secara diam – diam Ahmad mengambil pendingin ruangan di toko itu dan dibawa pulang. Begitu sampai di rumah Ahmad langsung masuk kamar. Dikamar Ahmad menyalakan pendingin ruangan itu lalu pergi tidur.

saat Ahmad tertidur pendingin ruangan tersebut tiba – tiba melahap ahmad dan seisi kamarnya lalu dibawa ke Dunia lain. Ahmad terbangun di kamarnya, saat keluar dari kamarnya Ahmad mendapati dirinya sedang berada di dunia lain. Di dunia itu sangat gelap gulita, tidak ada suara apapun dan tidak ada siapapun. Ahmad sangat ketakutan, Lalu ia berteriak memanggil kedua orangtuanya tetapi sama sekali tidak ada jawaban. Setelah beberapa lama Ahmad mencari pertolongan datanglah pendingin ruangan yang di curi Ahmad. Terntara pendingin ruangan itu bisa berbicara dan berjalan. Pendingin ruangan itu juga memiliki mulut dan gigi yang sangat tajam. Ahmad semakin ketakutan tetapi tidak ada siapa – siapa disana. Pendingin tersebut terus mengejar Ahmad. Ahmad merasa bersalah karna sudah mencuri pendingin ruangan “tolong selamatkan saya, saya mengaku saya salah, Ibu…. Bapak…. Tolong selamatkan Ahmad. Ahmad janji jika ahmad selamat Ahmad akan mengembalikan pendingin ruangan ini dan Ahmad jadi anak yang baik” teriak Ahmad. “ Ahmad tidak akan menhina ibu bapak dan teman – teman Ahmad lagi” lanjutnya. Di dunia nyata ibu ahmad juga sedang kebingungan mencari Ahmad. “ pak… pakkk…. Ini gimana kok kamar Anak kita hilang. Padahal Ahmad sedang tidur disana. ”Kata ibu Ahmad sambil menangis. Saat Ahmad sedang berlari Ahmad melihat ruangan kamar tidur nya tetapi pintunya tertutup. Lalu Ahmad berlari ke arah pintu kamarnya tiba tiba pintunya terbuka dan ada yang menarik Ahmad ke tempat lain.. Ternyata yang menarik Ahmad adalah seorang bapak yang Bernama pak Joko.

Pak Joko dulu nya juga seperti Ahmad yaitu anak yang durhaka dan sering menghina teman teman nya. Pak Joko memberi tau cara keluar dari tempat itu yaitu dengan mengumpulkan tiga bahan Ajaib yaitu permata berwarna merah, biru, dan hijau. Lalu Ahmad bertanya “bagaimana cara mendapatkan ke 3 permata tersebut ?” tanya Ahmad. Lalu bapak Joko menjawab “ cara mendapatkannya kamu harus mencarinya, di tengah hutan yang gelap ada permata biru, di padang gurun ada permata hijau dan di atas gunung ada permata berwarna merah” kata pak Joko. Lalu pak Joko menekan tombol tersembunyi yang ada di kamar tidur Ahmad untuk memindahkan kamar nya ke kota yang Bernama Kazarus.Orang tua Ahmad saat itu sudah meminta bantuan kepada polisi dan membuat surat izin dengan alasan yang tidak jelas.

Setelah pak Joko menekan tombol tersembunyi yang ada di kamar Ahmad, pak Joko menyuruh Ahmad untuk keluar dari kamarnya tetapi Ahmad di berikan barang-barang untuk mendapatkan permata pertama yaitu permata biru yang ada di atas gunung. Lalu pak Joko bilang ke pada Ahmad “ saat sudah sampai di gunung Saikum carilah sarang burung yang sangat besar lalu kamu masuk ke dalam nya dan mengambil permata tersebut, setelah mengambil permata tersebut saya akan langsung menjemput kamu. ”Peralatan yang di berikan pak Joko adalah kacamata yang di gunakan untuk berpindah tempat dari 1 tempat ke tempat yang lain. Lalu ada energy bar 5 batang saat Ahmad sedang lapar Ahmad bisa memakannya dan langsung kenyang. Lalu ada peta dengan 3 gambar berbeda yang di gunakan untuk mencari letak ke 3 permata. Lalu pak Joko juga memberikan ransel yang dapat menyimpan barang barang yang di berikan, selain itu pak Joko juga memberikan pistol perlambat gerakan untuk melambatkan Gerakan sang musuh. Setelah itu ahmad keluar dari kamar nya dan berjalan jalan di kota Kazarus

di situ Ahmad sangat ketakutan karena Ahmad sendirian apalagi bentuk orang yang ada di kota itu sangat aneh, ada yang tubuh nya terbelah tetapi tetap hidup ada juga yang tidak mempunyai beberapa anggota tubuh seperti pria yang berjalan tetapi tidak memiliki wajah, ada juga yang tidak memiliki tangan. Ahmad sempat bertanya kepada makhluk yang ada di kota tersebut tetapi makhluk tersebut menjawabnya dengan Bahasa yang tidak jelas. Ahmad lupa kalau dia memiliki kacamata yang di berikan oleh pak Joko. Lalu Ahmad mengenakan kacamata tersebut. ketika Ahmad mengenakan kacamata itu tiba – tiba dia sudah berasa di tengah hutan. “mungkin ini adalah hutan gelap gulita yg pak Joko maksud.” lalu tanpa berpikir panjang Ahmad langsung berkeliling mencari permata biru yg harus ia temukan untuk bisa selamat dari dunia itu. setelah lama berkeliling akhirnya Ahmad menemukan cahaya berwarna biru biru tapi tampak sangat jauh dari tempat ia berdiri. Ahmad terus berjalan ke arah cahaya itu. disekeliling Ahmad banyak sekali binatang buas yang siap menerkamnya, tapi Ahmad tau kalau dia di beri pistol pelambat gerakan musuh oleh pak Joko. Ahmad menggunakan pistol itu untuk memperlambat gerakan binatang buas di sekelilingnya sedang ahmad terus berlari sekencang mungkin. hingga Ahmad berhasil mendapatkan permata biru itu. segera ia masukkan permata biru itu ke dalam tas ranselnya dan melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu ke Gurun. Ahmad melepas dan memakai kacamatanya lagi. Ahmad tiba – tiba saja Ahmad sudah berdiri di tengah gurun yang sangat panas dan sepi

sekali. di Gurun tersebut sama sekali tidak ada mahkluk hidup lain selain Ahmad. Ahmad juga tidak tau harus berjalan ke arah mana. lalu ia ingat bahwa ia memiliki peta pemberian pak Joko. Ahmad mengeluarkan peta tersebut lalu melihat melihatnya dengan seksama. Ahmad terus berpikir ke arah mana ia harus berjalan, lalu tanpa sadar Peta itu bersuara “kanan 900 langkah” kata peta itu. “JAUH SEKALIIII” teriak Ahmad protes. meski sudah kelelahan dan emosi Ahmad tetap mengikuti perintah peta itu karna itu adalah satu – satunya cara agar Ahmad bisa kembali ke dunia nyata. setelah berjalan sangat jauh Ahmad merasa sangat lapar, lalu Ia memakan energy bar yang diberi pak Joko dan terus melanjutkan perjalanan. setelah berjalan lebih jauh akhirnya Ahmad menemukan cahaya hijau di bawah kakinya. ternyata itu adalah permata hijau yang terkubur di dalam pasir. Ahmad menggali pasir itu dan menemukan permata hijau yang ia cari. Ahmad memasukkan peta ajaib itu kedalam ransel, dan kembali melepas dan memakai kacamata itu. kacamata itu membawa Ahmad ke lereng gunung yang sangat tinggi. Ahmad tau betul ia harus mendaki gunung itu untuk mencari sarang burung dan menemukan permata merah. meskipun sudah kelelahan Ahmad tetap mendaki gunung itu. ditengah jalan Ahmad kembali merasa lapar, lalu ia mengambil energy bar yg terisa 2 saja di ranselnya dan memakannya dengan lahap. Ahmad terus berjalan lebih semangat hingga sampai ke puncak gunung itu Ahmad melihat sebuah pohon dengan sarang burung yang sangat besar di atasnya. pohon itu tidak besar, bahkan sangkar burung yang diatasnya jauh lebih besar. aneh memang pohon sekecil itu kiat menahan sangkar burung yang sangat besar. Ahmad tidak mau membuang – buang waktu lagi. ia langsung naik ke pohon itu dan mengambil permata terakhir yang harus ia kumpulkan yaitu permata merah. Ahmad berhasil mengumpulkan tiga permata yang diminta pak Joko. lalu Ahmad melepas kacamatanya dan memakai nya lagi tiba – tiba dia sudah berada diditempat ia pertama kali bertemu pak Joko.

“gimana Ahmad? perjalanan yang melelahkan bukan?” tanya pak Joko. “Saya berhasil membawa 3 permata yang bapak minta, sekarang kembalikan saya kedunia nyata” kata Ahmad. “sekarang kamu lepaskan semua ransel dan bekal yang saya berikan lalu pergi tidur. setelah terbangun nanti kamu akan kembali berada di dunia nyata, tapi Ahmad setelah kembali ke dunia nyata kamu harus berjanji untuk tidak lagi mencuri, menghina atau memaksakan kemauanmu. jadilah anak yang baikbaik.” kata pak Joko. “siap pak” saut Ahmad sambil mengangguk lemas. Ahmad tertidur dan benar ketika terbangun Ahmad keluar dari kamarnya tiba – tiba Ahmad sudah berada di dunia nyata. di rumahnya Ahmad melihat orangtua Ahmad sedang berbicara kepada polisi sambil menangis. lalu Ahmad berlari memeluk ibunya dan meminta maaf. Ahmad menceritakan kejadian yang di alaminya kepada orangtuanya dan polisi yang saat itu berada di situ lalu Ahmad mengambalikan pendingin ruangan yang ia curi dan hidup sebagai anak yang baik.