Taman Hiburan Negeri Ajaib

Taman Hiburan Negeri Ajaib

 Taman Hiburan Negeri Ajaib

 Suatu hari di SMP Xaveria, ada satu murid bernama Yoona. Yoona seorang yang pendiam dan sulit bersosialisasi di sekolahnya. Yoona seorang siswa SMP Xaveria di kota Braits. Yoona berumur 12 tahun, memiliki rambut Panjang lurus, berkacamata warna hitam. Yoona sulit bersosialisasi karena dia adalah seorang korban bullying di SDnya.

 Setelah menjalani sekolah yang melelahkan, ia sedang pulang ke rumahnya. Saat Yoona menuju rumahnya, di tanah kosong dekat rumahnya berubah seperti taman hiburan. Padahal kemarin tidak ada sama sekali taman hiburan tersebut. Tanah kosong yang awalnya sepi menjadi tempat taman hiburan yang bersih, indah, dan terlihat menyenangkan dan menarik. Tempat hiburan itu juga terlihat sangat berwarna.

 Tanpa pikir panjang, Yoona malahan langsung mendatangi taman hiburan tersebut. Awal Yoona masuk gerbang taman hiburan, ia mendengar sebuah lagu yang terdengar keras. Yoona mendatangi sumber suara dan ia terkejut. Dia melihat ada sekumpulan orang yang sedang bernyanyi di sebuah panggung. Yoona mendatangi dan mendengar mereka tampil. Mereka tampil dengan busana berwarna cerah yang sesuai dengan suasana taman hiburan.

 Seusai mereka tampil, mereka mendatangi Yoona. “Halo, selamat datang di taman Candela! Perkenalkan kita ABC . Aku Aiko, ini Brielle dan Chiko.” Kata Kairo. Yoona membalas,“Halo, aku Yoona!” Setelah berkenalan Brielle mengajak Yoona untuk pergi ke wahana Kereta Terbang. Brielle berkata,“Ayo naik wahana ini! Tidak usah takut ya, aman kok.” Yoona pun mengangguk dan mereka naik bersama.

 Setelah naik Kereta Terbang yang berbentuk seperti kereta uap berwarna biru dan merah dengan rel yang melayang mengelilingi taman Candela tersebut, Chiko gantian mengajak kita untuk foto-foto di taman Candela. Mereka foto bersama menggunakan telepon genggam milik Yoona. Banyak tempat foto disana. Lalu Chiko mengajak kita naik bersama yang lain ke bianglala yang sangat besar dan megah. “Waaahh besar sekali, segede gaban!” cakap Yoona yang tidak sabar untuk menaiki bianglala. Naiklah mereka ke Bianglala. Saat bianglala sampai ke puncak tertingginya, Yoona sangat takjub melihat pemandangan indah taman Candela dari atas.

 Sekarang Aiko mengajak Yoona ke komedi putar di taman itu. Di Komedi Putar itu, mereka bersenang-senang seperti anak SD bermain di taman hiburan. Komedi putar tersebut berwarna biru tua dengan garis-garis warna kuning, disinari lampu berwarna coklat muda sedikit perak, dan patung kuda yang berjumlah 10 dalam komedi putar ini. Setelah naik komedi putar, Aiko lalu mengajak kita makan gulali bersama di toko gulali dekat komedi putar. Anehnya sama sekali penjual disana, tapi dapat mengambil langsung gulalinya. Yoona mengambil permen gulali berbentuk bunga mawar yang rasanya stroberi. “Rasanya maknyuuusss.” Kata Yoona yang sedang memakan lahap gulali rasa stroberi.

 Yoona meminta untuk mereka untuk foto bersamanya sambil memakan gulali yang enak itu. Yoona juga foto suasana Taman Candela tersebut yang terlihat indah dan asri. “Aiko, kalau boleh tau, kenapa aku bisa kesini?” tanya Yoona yang akhirnya berani bertanya dengan rasa penasarannya. “Disini aslinya bukan ada di duniamu, disini adalah negeri Ajaib. Kamu termasuk orang yang beruntung karena negeri Ajaib hanya bisa terbuka ke duniamu setiap 3 tahun sekali dan tepat tahun ini bisa terbuka. Bukan itu saja orang yang dapat masuk disini harus keluar kurang dari 6 jam karena lebih dari 6 jam, kamu akan terjebak selamanya disini. Kita disini juga karena terjebak didunia ini, tetapi tidak apa kok kita memang sudah disini lama. Maka dari itu kita harus berpisah sekarang.” Jawab Aiko.

 Yoona balik berkata,”Jika aku sudah keluar disini aku akan sangat rindu kalian disini.” Akhirnya grup ABC mengajak kita ke panggung awal pertama Yoona dan ABC bertemu. Grup ABC menampilkan lagu yang membuat Yoona meneteskan air matanya karena mereka harus berpisah. Setelah lagu itu selesai ditampilkan, Aiko, Brielle, dan Chiko mengantarkan Yoona ke gerbang awal Yoona masuk ke taman Candela. Pertemuan ini sekaligus perpisahan mereka. Walaupun kurang dari 6 jam hubungan mereka sudah seperti sahabat. “Sampai jumpa, Yoona!” kata Aiko, Brielle dan Chiko. Yoona lalu keluar gerbang tersebut.

 Sekejap, Yoona sudah ada di tanah kosong dekat rumahnya. Jam di handphonenya sudah menunjukan jam 5 sore. Padahal dia datang ke taman Candela sekitar jam 11 siang. Yoona bergegas pulang ke rumahnya. Sesampainya dirumah ia langsung membersihkan diri dan ke kamarnya. Di kamar, Yoona melihat foto-foto kenangan di taman Candela tadi lewat telpon genggam atau handphonenya. Waktu kurang dari 6 jam tadi digunakan Yoona untuk bersenang-senang. Kenangan tadi adalah pengalaman tak terlupakan baginya.

 Keesokan harinya, Yoona sekolah dan mulai berani Kembali untuk bersosialisasi. Yoona mulai memiliki teman yang mau menyemangati dan menemaninya saat dia sendirian. Temannya bernama Joe, dia orang yang sangat aktif apalagi dalam pembelajaran disekolah. Karena Joe, Yoona mau belajar dan mau bersosialisasi Kembali.

 3 tahun kemudian, mereka berpisah karena Joe pergi dari kota Braits dan melanjutkan SMA nya di luar negeri. Sedangkan, Yoona sekolah di SMA Haritson Jam dan memiliki banyak teman. Yoona di SMA tergolong murid yang aktif dan pintar di kelasnya. Yoona juga sering mengikuti lomba-lomba. Yoona juga tidak lupa dengan kenangannya 3 tahun lalu di taman Candela bersama grup ABC yaitu Aiko, Brielle dan Chiko. Yoona masih saja rindu dengan mereka bertiga dan gulali stroberi berbentuk mawar di taman Candela.

Sampai sesuatu hari, Yoona dalam sedang perjalanan pulang. Dia melihat sebuah taman hiburan yang sama persis seperti 3 tahun lalu di tanah kosong. Namun bedanya Yoona melihat taman Hiburan itu di lapangan bermain yang dulu pernah menjadi tempat bermain sewaktu SD bukan di tanah kosong yang ada di dekat rumahnya. Yoona lari dan langsung memasuki gerbang masuk taman itu. Yoona pergi ke panggung tempat biasa grup ABC tampil.

Di panggung terlihat ada Aiko, Brielle, dan Chiko. Yoona memanggilnya,”Aiko! Brielle! Chiko! Sini.” Grup ABC itu langsung lari menuruni panggung lalu mendatangi Yoona. “Sudah lama tidak bertemu, Yoona” kata Aiko. Aiko langsung memeluk Yoona disusul oleh Brielle dan Chiko juga memeluk Yoona. Mereka menghabiskan waktu selama 6 jam tersebut dengan mereka bermain wahana dan berfoto. Setelah mereka bertemu, sekarang setiap 3 tahun Yoona ke taman Candela. Cara yang ia lakukan adalah keliling kota Braits dan mencari taman hiburan yang sama seperti taman Candela. Ajaibnya, Yoona selalu menemukan taman hiburan itu. Walaupun ia berusaha keras untuk mencari pasti Yoona dapat menemukannya.

 

 

 

Peri Hutan Chrystal

Peri Hutan Chrystal

Peri Hutan Crystal   

 

Pada suatu hari di siang hari di siang yang cerah ada hutan yang dalamnya bersinar cerah.Lalu saat siang itu ada seseorang melewati hutan itu dan ia pun melihat hutan itu saat bersinar. Orang itu pun tertarik untuk mendatangi hutan tersebut. Saat dia memasuki hutan dia melihat banyak sekali bunga, tetapi semua bunganya bersinar dan semua berbentuk Crystal. Saat dia masuk lebih dalam, ia melihat peri sedang duduk di pohon. Lalu peri itu melihat orang itu dan dia tiba tiba turun dan ia berkata, “hai wahai manusia mengapa engkau masuk ke hutan ku tanpa seizinku?” kata si Peri.orang itu pun menjawab,”aku tidak mengerti aku hanya melangkah dan ya aku bisa masuk.”Si peri yang mendengar kata orang itu langsung marah dan mendatangi prajuritnya,” hei kau! Mengapa engkau mengijinkan manusia masuk ke dalam hutan ku! “prajurit kaget dan ketakutan saat mendengar kemarahan sang peri,”ha..ha..ampun peri, dia bilang di dipanggil peri untuk memijat peri..” kata hati si peri, “kurang ajar manusia itu!!”peri pun langsung terbang cepat untuk ke tempat manusia tadi. Sesaat sudah sampai Peri pun langsung meneriaki manusia itu,” hai manusia!!! Akan ku keluarkan kekuatan ku!!,hiaaa sihir pemusnah cing cing cing (duar). “manusia itu pun terkena sihir dari peri dan langsung terjatuh,dan akhirnya manusia itu meninggal.manusia ini menjadi manusia pertama yang musnah di hutan Crystal.

Peri di Hutan

Peri di Hutan

Hai semuanya! Perkenalkan namaku Charlotté Phibertha. Aku mempunyai teman Bernama Gladys Gottlieb. Panggil saja Gladys! Kata Gladys, arti nama dia itu.. Gladys cinta Tuhan. Katanya Gladys arti kata ‘Gottlieb’ itu cinta Tuhan. Menarik ya? Aku juga ada beberapa teman. Namanya Arumi dan Nizu. 

 

Aku punya cerita yang tidak bisa aku lupakan. Ini juga pengalaman sekali dalam seumur hidupku yang mungkin tidak bisa terulang kembali. Aku akan menceritakannya ke kalian semua

 

 

20.00 WIB

“Kakak.. kakak udah pulang?” Tanya mamaku. Omong-omong aku anak tunggal tapi aku memang dipanggil ‘Kakak’ karena mamaku dulu ingin punya adik. Tapi, papaku sudah meninggalkanku dan mamaku sejak aku berumur 2 tahun. Aku hanya tinggal berdua dengan mamaku di rumah yang bisa dibilang sederhana

Niki dan Alam Peri

Niki dan Alam Peri

       Niki adalah seorang anak berusia 12 tahun yang jenius, juga dari keturunan dari keluarga dengan otak kriminal tingkat tinggi. Dia tidak pernah benar-benar percaya dengan dunia peri dan sihir yang diceritakan Ayahnya, sampai suatu saat ayahnya menghilang dan cerita itu menjadi nyata.

 

             Suatu hari, Niki sedang bersantai duduk-duduk di sofa ruang tamu. Ayahnya datang dan menghampiri Niki, lalu bercerita tentang dunia peri. Niki hanya mendengarkannya tetapi tidak benar-benar percaya. Sampai suatu saat, pagi hari Niki mencari Ayahnya keliling rumah tetapi akhirnya tetap tidak ketemu. Sampai siang hari, Niki menghiraukan dan berfikir bahwa Ayahnya sedang bekerja. Malam hari tiba, Niki mulai kebingungan dan mencoba menghubungi Ayahnya lewat telepon. Niki mendengar suara handphone berdering dan ternyata Ayahnya tidak membawa handphonenya.

 

           Posisi Ayah, ternyata Ayah di pagi hari memburu hewan di hutan, tetapi Ayahnya melihat sosok peri pergi ke suatu tempat. Ayahnya penasaran dan mengikuti peri tersebut. Tanpa disadari, Ayah sudah berada di alam lain yaitu Alam Peri. Peri tersebut mulai sadar ternyata ada manusia yang mengikutinya, sampai akhirnya Peri itu bertanya kepada Ayah Niki, mengapa Ia mengikutinya. Ayah Niki hanya menjawab “karena penasaran.” Suatu ketika, Niki di teleport-kan oleh Peri ke Alamnya dan bertemu Peri-Peri serta Ayahnya. Akhirnya karena Niki sudah melihat alam Peri, Ia pun percaya apa yang diceritakan Ayahnya.

 

          Ternyata di Alam Peri, ada Ratu Peri yang tidak setuju karena Kerajaannya didatangi tanpa izin. Ratu Peri marah dan ingin mengusir Niki dan Ayah Niki. Tetapi Peri yang Ayah Niki ikuti tadi baik dan membantu Ayah Niki dan Niki agar tidak terkena sihir Ratu. Ratu mulai mengeluarkan sihirnya dan menyerang Ayah Niki dan Niki. Peri baik tadi maju dan Ia yang terkena sihir Ratu. Lalu Ratu mulai kesal karena Peri tadi malah membantu dua manusia itu dan tidak berpihak kepada Ratu. Ratu tidak peduli akan apa yang terjadi pada Peri tadi dan tetap menyerang Peri tadi dengan sihirnya. Penyerangan Sihir pun dimulai.

 

         Peri tadi terus mengeluarkan sihirnya untuk membantu Ayah Niki dan Niki agar tidak terkena sihir Ratu. Teman teman Peri pun mulai muncul satu per satu dan mulai membantu Periaik tersebut. Ratu tidak menduga mereka semua tidak berpihak kepadanya. Teman teman Peri dan Peri tersebut akhirnya menang dan akan mengalihkan posisi Ratu Peri. Ratu Peri tadi berniat jahat ingin menguasai Alam Peri dan Peri-Peri akan dijadikan budak. Maka pengalihan Ratu Peri dialihkan kepada Peri baik tadi yang sudah membantu para Peri dan manusia selama ini. Peri baik tadi mulai memusnahkan mantan Ratu Peri yang tadi dengan tongkat sihirnya. 

 

      Semua Peri bersorak damai dan mulai membanggakan Peri baik yang tadi sebagai Ratu Peri baru. Peri baik tadi bertanya kepada Ayah Niki dan Niki apakah mereka baik baik saja. Ayah Niki dan Niki menjawab tidak apa apa dan berterimakasih karena sudah membantu mereka serta mengucapkan selamat karena Peri baik tadi sudah menjadi Ratu Peri yang baru. 

 

     Ayah Niki dan Niki diajak untuk berkeliling Alam Peri. Niki sangat senang karena Peri-Peri di sana baik baik sekali. Tetapi Ayah Niki menolak karena Ia lupa Ia memiliki dunia sendiri yaitu dunia manusia, dan pekerjaan yang ditinggalkannya. Niki sedikit kecewa karena Ia harus meninggalkan alam Peri tersebut. Ratu Peri yang baik berkata, “Tidak apa-apa, kalian bisa ke sini lagi kalau kalian mau.” Lalu Peri itu memberikan batu permata yang berisi portal. 

 

    Ayah Niki dan Niki senang karena mereka bisa ke Alam Peri dilain waktu. Ayah Niki dan Niki berterimakasih kepada semua Peri atas segala kejadian yang terjadi tadi. Ayah Niki dan Niki pamit kepada semua Para Peri dan mulai masuk portal untuk kembali ke dunia manusia. Tak disadari, hari sudah berganti menjadi pagi dan Niki harus segera pergi ke sekolah.

 

    Sekarang, Ayah Niki dan Niki mulai diawasi oleh Ratu Peri jika ada bahaya maka Ratu Peri akan bertindak. Para Peri di sana sudah mengganggap Ayah Niki dan Niki sebagai keluarga walau berbeda alam. Peri-Peri di sana sangat bersyukur telah bertemu Ayah Niki dan Niki karena mereka adalah manusia yang benar-benar percaya kepada Alam Peri dan bersikap baik terhadap Para Peri selama di Alam Peri.

  

Dunia Cermin

Namaku Soraya. Tapi Teman-teman lebih akrab memanggilku Aya. Aku tinggal hanya bersama dengan ibuku, Ketika Ayahku meninggal dalam kecelakaan 2 tahun lalu.
Semenjak Ayah meninggal, Aku kerap mengalami kejadian-kejadian aneh yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Seperti Melihat Mayat hidup, terlempar ke dunia lain, dan sebagainya. Awalnya, Aku mengira itu hanya bagian dari khayalanku. Namun belakangan, Aku sadar bahwa itu bukan sekedar dari khayalan semata.
Pagi ini, Aku berangkat ke sekolah seperti biasa bersama temanku. Firdza. Aku hampir terbiasa mendengarkan celotehan dia tiap pagi mengenai pelajaran, pekerjaan rumah, bahkan keluhan tentang fasilitas sekolah yang kurang nyaman.
“… Eh pas Aku duduk, kursinya patah jadi dua.” Firdza mengakhiri ceritanya.
“Ay, Aya! Kamu denger gak sih Aku ngomong Apa?!.” teriak Firdza.
“Hmm..” jawabku singkat.
“Mmm.. Kamu denger gak cerita tentang Cermin yang di halaman belakang?.” Tanya Firdza.
“nggak. kenapa emang?.”
“Kemarin Tata cerita, katanya Cermin itu pintu penghubung antara dunia kita sama dunia lain loh.” bisik Firdza.
“Ah ngaco Kamu. udah deh gak usah ngarang cerita kaya gituan. Aku gak percaya. mending sekarang kita percepat jalan biar gak telat sampe sekokah.” Ujarku mendahului langkah Firdza.
“Yeeh.. nih anak emang gak bisa diajak Kompromi deh.” gumam Firdza pelan.
Sesampainya di sekolah, Aku dan Firdza langsung masuk kelas tanpa banyak bicara. ‘mungkin dia marah.’ gumamku dalam hati. Bahkan sampai Bel istirahat berbunyi pun Firdza sama sekali tidak menegurku.
“Ta, liat Firdza gak?.” tanyaku pada Tata. tapi Tata tidak meresponku. Pandangan matanya kosong dan sesekali rambutnya berkibar tertiup angin. kucoba bertanya pada teman yang lain. Namun respon mereka tidak jauh berbeda seperti yang kudapat dari Tata. ‘Ini aneh.’ batinku.
Saat Bel pulang berbunyi, Aku mencoba mendekati Firdza yang langsung bergegas pergi. Entah mengapa nalarku menuntun untuk mengikuti Firdza. Akhirnya diam-diam, Aku mengikuti Firdza sampai ke suatu tempat yang tak lain dan tak bukan adalah halaman belakang sekolah. ‘Mau Apa anak itu ke sini?.’ batinku.
Setelah 10 menit berlalu dan Firdza tak kunjung bergeming, Aku baru sadar bahwa dia berdiri menghadap Cermin. Tapi tidak melakukan gerakan apapun layaknya orang bercermin. Penasaran, Kudekati Dia sambil mengulurkan tanganku hendak Memegang bahunya. Alangkah terkejutnya Aku Ketika tak sengaja Melihat Cermin, dan sama sekali tidak menemukan pantulan bayangan Firdza di Cermin itu. dalam sekejap kakiku bergetar dan mulutku terbungkam tanpa bisa bersuara sedikitpun. Tubuhku Kaku, Mataku tak bisa lepas dari Cermin itu. Padahal jelas-jelas di depanku berdiri sosok Firdza. Tapi di Cermin hanya memperlihatkan bayangan diriku.
“Aya.. Kamu kenapa diem aja?. Ayo kita pulang.” Kata Firdza sambil Membalikan Tubuhnya. Semakin terkejut Aku Saat Melihat wajah Firdza Penuh dengan Darah, Mulutnya yang Menganga dengan lebar dan Matanya yang kosong tanpa bola mata. Di tangan kirinya Memegang Kedua bola matanya. dan Di tangan kanannya Memegang sebilah pisau yang mengkilat terkena pantulan cahaya. ‘bukan. dia bukan Firdza. Dia Hantu.’ batinku dalam hati.
Saat Hantu Firdza perlahan mendekatiku, Aku hanya bisa mendengar detak jantungku yang Semakin cepat. dan tanpa bisa Menghindar, Tubuhku seolah merosot ke lantai.
Saat Sadar, Aku Melihat diriku tidak lagi di halaman belakang sekolah. melainkan di UKS. sejarak 2 meter, berdiri sosok yang sangat kukenal. Firdza.
“Aya! Kamu Gak papa kan?.” Ujar Firdza dengan panik sambil menghampiri ranjangku.
“Emang Aku kenapa?.” tanyaku bingung.
“Ka-Kamu.. Kamu pingsan dari tadi pagi.” Kata Firdza
Sesaat Aku teringat peristiwa yang kualami dan mulai menceritakannya pada Firdza. Dengan Ekspresi wajah yang ketakutan, Firdza mendengarkankan Ceritaku sambil sesekali menarik napas panjang.
“Tuh kan. Kamu sih gak mau dengerin cerita Aku tadi pagi.” kata Firdza seusai Aku bercerita
“Emang kenapa sih?.” tanyaku Penasaran
“Begini.. Dulu, ada Siswi sekolah ini yang namanya Mila. dia Itu primadona sekolah. Wajahnya cantik, senyumnya manis, Matanya cerah, bulu matanya lentik. pokonya sempurna deh. Anak laki-laki banyak yang tertarik sama dia. tapi anak perempuannya malah Pada benci sama Mila. salah satunya Luna. Dia anak dari kepala sekolah ini pada masanya. singkat cerita, Luna Mulai Nyusun rencana buat bunuh Mila. Akhirnya dia nemuin tempat yang tepat yaitu halaman belakang sekolah. Cara dia bunuh Mila bener-bener sadis. Di depan Cermin itulah Mila dibunuh. Wajahnya Ditusuk berulang kali pakai paku, matanya dia Congkel, mulutnya disobek Sampai Telinga. Setelah puas, Luna ninggalin mayat Mila gitu aja. sampai Pihak kepolisian yang Nyelidiki kasus Mila menangkap Luna dan dengan tragis, Luna Sengaja Bunuh diri Di kamarnya.” Firdza Mengakhiri ceritanya
Aku hanya terdiam. ingat Saat tadi pagi dia berjalan sendirian di halaman belakang sekolah dan disitulah dia masuk ke Dunia Cermin. kemudian merenungkan kembali Apa yang akan Hantu Firdza lakukan jika ia sedikit lebih lama berada dalam Dunia Cermin Itu.

Spider Graham

Spider Graham

 

New York, Amerika, 1917, seorang tentara bernama Graham Parker berjalan ke rumah orangtuanya setelah berperang di Eropa melawan Jerman di Perang Dunia 1. Ia pulang dari perang karena tangan kirinya diamputasi dan tidak bisa bekerja lagi di militer. Rumah orangtuanya berada di Manhattan dan malam ini mereka akan merayakan usainya perang. Saat berada di bar ia bertemu dengan ilmuwan penemu telepon yaitu Alexander Graham Bell. Graham Bell berkata pada Parker bahwa Parker mempunyai DNA yang mirip dengan DNA laba-laba. Parker bertanya kepada Bell “Kenapa anda tiba-tiba bilang bahwa saya mempunyai DNA laba-laba?” “Kamu harus mengalahkan kriminal bernama Chickenman” Bell menjawab dengan nada sangat serius. Lalu Parker tertawa terbahak-bahak mendengar kata Bell. Lalu Bell menyuntik Parker dengan DNA laba-laba agar Parker menjadi lebih kuat dalam mengalahkan Chickenman. Saat Bell menyuntik Parker dengan DNA laba-laba Parker berteriak dengan keras lebih keras dari Michael Jackson, seketika itu tiba-tiba seluruh bar yang asalnya sangat ramai menjadi diam dan hening, tidak ada suara terdengar sama sekali. Salah satu teman Parker bertanya “Parker tidak apa-apa?” Parker menjawab dengan wajah kesakitan “Saya tidak apa-apa…..”Lalu suasana bar kembali ramai. Mengambil kesempatan ini,Parker pergi mencari Bell. Setelah beberapa saat kemudian ia bertemu dengan Bell, Parker bertanya “Mengapa kamu lakukan itu?” Bell menjawab “Kamu harus mengalahkan Chickenman karena ia berencana untuk menanam bom seismik di Manhattan, bom itu bisa menghancurkan seluruh Manhattan, dan hanya kamu yang bisa mengalahkannya karena kekuatan yang telah kamu dapatkan”. Lalu Parker bertanya “Hanya saya?” Bell menjawab “Iya,hanya kamu yang mempunyai DNA laba-laba dan mempunyai kekuatan luar biasa yang bisa mengalahkan Chickenman” Akhirnya, setelah beberapa bujukan dari Garaham Bell, Parker mengerti bahwa ia harus mengalahkan Chickenman untuk menyelamatkan Manhattan.

 Setelah beberapa hari persiapan untuk menghadapi Chickenman, akhirnya Graham Bell dapat menemukan lokasi Chickenman. Parker berangkat menuju lokasi Chickenman. Parker sekarang dapat melompat setinggi 8m, ia juga mendapat tangan prostetik dari Graham Bell untuk tangan kirinya, saat ia keluar melakukan misi, ia memakai mantel dan topi tinggi dia juga menutupi mukanya dengan topeng. Senjata utama dia adalah rapier pedang yang sangat lancip dan tipis, digunakan untuk menusuk lawan dengan serangan sangat cepat, diujung pedang itu, Parker memberi racun yang membuat musuhnya menjadi tidak punya daya berpikir agar mereka tidak bisa merencanakan hal-hal jahat lagi, racun itu bukan racun mematikan. Graham Bell juga membuatkan Parker sebuah mesin di tangan prostetiknya yang bisa membuat Parker mengayun dengan cepat antar gedung menggunakan tali yang sangat kuat. Setelah beberapa menit mengayun ke lokasi Chickenman dia telah sampai. Tempat itu adalah sekolah SMP yang sudah tidak terpakai. Seketika ia sampai, ia bertemu dengan Chickenman, dia sedang menanam bom seismiknya. Chickenman adalah sebuah figur dengan tubuh rata-rata sekitar 1. 7m dia mempunyai kaki dan kepala seperti ayam tetapi mempunyai tubuh seperti manusia, tangannya juga seperti tangan manusia. Dia memakai mantel kulit dan memakai penutup mata. Dia menggunakan senjata pistol. Asalnya Chickenman adalah eksperimen yang gagal, karena itu ia keluar dari laboratorium dan menjadi kriminal. Chickenman berkata kepada Parker “Mengapa kamu disini? Dan kamu siapa?!” Dengan nada marah. Parker menjawab “Aku Spider Graham, aku datang untuk mengalahkanmu agar kamu tidak menanam bom itu” Dengan nada pelan dan serius. Chickenman lalu menjawab “ Coba saja Spider Graham! Coba kalahkan aku!”. Setelah itu Chickenman menembak pistolnya tetapi Parker cepat melompat ke atasnya dan mengeluarkan pedangnya. Pertarungan telah dimulai, Chickenman lalu menembak kedua kalinya tetapi Parker juga menghindar tembakan itu, Parker mencoba menyerang Chickenman tetapi dia hanya merobek mantel Chickenman. Spider Graham dan Chickenman lalu bertarung dengan sengit, lalu setelah beberapa jam bertarung yang melelahkan, akhirnya Spider Graham menusukkan pedangnya ke tangan Chickenman. Efek racun itu mulai menyebar dan Chickenman telah terkalahkan. Spider Graham lalu mengikat Chickenman dan lari dari lokasi itu. Tak lama kemudian polisi datang dan memasukkan Chickenman ke penjara. Spider Graham lalu bekerja menjadi dokter, tetapi saat malam hari Spider Graham masih mengalahkan kejahatan-kejahatan di Manhattan.

-TAMAT-