by Kay | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Ane dan Ana adalah sepasang sahabat. Mereka sudah bersahabat sejak SD kelas 1. Sekarang keduanya sudah SMP kelas 7. Pada hari Minggu, Ane dan Ana jalan-jalan di Taman Bunga Celosia. Mereka menikmati keindahan taman tersebut. Ane melihat ada bunga yang sangat cantik. Bunga itu berwarna ungu. Ane dan Ana ingin berfoto bersama di depan bunga tersebut. Saat akan berfoto tiba-tiba Ana menemukan kotak berwarna merah. Ana mengambilnya bersama Ane dan membuka isi kotak. Setelah kotak itu dibuka, tiba tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan mata dan membuat Ana dan Ane menutup makanya. Ketika membuka mata mereka berdua kaget karena berada di sebuah Kerajaan atau Istana. Tempatnya sangat megah dan besar. Di Istana itu Ana dan Ane disambut oleh gadis-gadis cantik yang berselendang. Ana dan Ane di antar ke sebuah ruangan yang besar. Di ruang itu ada meja makan dengan banyak sekali makanan “Silahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan,” kata salah satu Dayang “Terimakasih.” kata Ana dan Ane. Mereka berdua makan dengan sangat lahap, hingga tak terasa Matahari sudah mulai tenggalam. “Ana, lihatlah matahari sudah mulai tenggelam, kita harus segera pulang kata Ane “Betul, Ane. Kita harus segera keluar dari tempat ini.” Kata Ana “Benar, Ana. Ayo kita tanya dimana jalan keluarnya!” kata Ane. Tetapi ketika mereka ingin bertanya jalan keluarnya, istana yang megah itu sepi, seperti tak berpenghuni. Ana dan Ane panik, kesana kemari. Tiba-tiba di sebuah ruang, mereka melihat pintu yang pelan-pelan akan menutup Pintu itu adalah pintu keluar. “Ane, ayo cepat kita lari” kata Ana. Saat berlari, Ane sempat jatuh, dan di tengah rasa panik tersebut. Ana tetap menolong Ane. Tetapi karena Ane terjatuh, mereka terlambat mencapai pintu keluar tersebut dan terkunci didalam istana yang megah itu. Mereka pun semakin merasa takut. Tetapi mau tidak mau mereka harus tinggal di istana itu. Mereka pun mencari kamar yang bisa ditempati berdua. Mereka naik ke lantai 2 dan bertemu dengan pembantu istana. “Siapa kalian? Bagaimana bisa kalian berada disini?” tanya pembantu. “Kami pun tidak tahu mengapa kami bisa berada disini, awalnya kami hanya berjalan jalan di taman, lalu kami menemukan kotak berwarna merah dan kami membukanya, saat kami membuka kotak tersebut, tiba tiba ada cahaya yang sangat menyilaukan hingga kami menutup mata, tiba tiba kami sudah disini” jawab Ana. “Kami menemukan pintu keluar, tetapi kami terlambat mencapai pintu tersebut sehingga pintu itu menutup” tambah Ane. “Ooh, kalian jangan panik, banyak yang mencoba keluar dari istana ini melalui pintu tersebut, tetapi pintu tersebut akan langsung menutup jika ada orang baru yang akan keluar melalui pintu tersebut” kata pembantu. “Lalu bagaimana cari kami keluar dari sini?” tanya Ane. “Kalian harus menghadap ratu untuk bisa keluar dari sini, kalian harus melakukan itu besok. Lebih baik sekarang kalian tidur terlebih dahulu, saya akan mengantar kalian ke kamar” jawab pembantu. “baiklah, terimakasih” kata Ana dan Ane. Keesokkan harinya Ana dan Ane terbangun. Mereka pun langsung keluar kamar dan mencari pembantu yang kemarin malam mereka temui. Mereka tidak menemukan pembantu tersebut karena istana itu terlalu besar. Ana dan Ane malah bertemu Dayang yang kemarin mereka temui. Mereka bertanya kepada Dayang tersebut “Mengapa kita berada disini”, tetapi Dayang tersebut hanya terdiam dan tidak menjawab. Dayang tersebut mengantar Ana dan Ane ke meja makan, sama halnya seperti kemarin. Ana dan Ane pun makan dengan tenang. Selesai makan mereka mencoba berkeliling istana. Istana tersebut sudah mulai ramai semenjak mereka selesai makan. Mereka mencoba bertanya kepada orang, tetapi tidak ada satu pun yang menjawab. Mereka pun kembali ke kamar yang mereka tempati kemarin untuk mencari jalan keluar. Tetapi di kamar tersebut tidak ada ventilasi sama sekali. Usaha yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil dan hanya membuat mereka semakin panik. Karena Ana dan Ane adalah anak yang pantang menyerah, mereka pun mencoba untuk bertanya kepada orang lagi. Setelah hampir 1 jam mereka bertanya kepada orang, akhirnya ada yang menjawab. “Tahukah kamu dimana ratu?” tanya Ane. “Di lantai 5, kamu hanya perlu naik ke lantai 5 disana ada 1 ruangan, itu adalah ruangan ratu” jawab orang itu. “Terimakasih banyak” jawab Ane. Lalu tanpa berpikir panjang mereka langsung ke lantai 5 untuk menemui ratu. Setibanya di lantai 5, seperti yang dikatakan orang tadi bahwa hanya ada 1 ruangan. Mereka pun mengetuk pintu ruangan tersebut, tetapi tidak ada respon. Mereka mencoba mengetuk untuk kedua kalinya dan tidak ada respon juga. Akhirnya mereka mengetuk pintu itu dan langsung membuka pintunya. Mereka berdua langsung masuk ke ruangan tersebut. Tiba tiba ada orang didepan mereka. Mereka sangat kaget. Ternyata itu adalah ratu yang dari tadi mereka cari. “Ada perlu apa kalian kesini?” tanya ratu. “Kami hanya ingin keluar dari sini” jawab Ana. Ratu itu hanya tersenyum dan berjalan kebelakang untuk duduk. Ana dan Ane merasa bingung. Ana dan Ane hanya mengikuti ratu tersebut berjalan ke belakang. “Jika kalian berada disini, itu berarti kalian adalah orang terpilih yang bisa merasakan tinggal di istana ini walau hanya sebentar” jawab ratu itu. Ana dan Ane semakin bingung. “Kalian tidak perlu merasa takut, nikmati saja karena ini hanya sementara” tambah ratu. Ana dan Ane pun menjawab “kapan kami bisa pulang?”. “Sekitar 3-4 hari kedepan” jawab ratu. “baiklah, terimakasih ratu” jawab Ana dan Ane. Mereka pun menikmati kehidupan mereka di istana seperti apa yang telah dikatakan oleh ratu. Mereka mencoba berkeliling dari lantai 1 untuk melihat isi istana. Di lantai 1 ada kamar pembantu, kursi untuk raja dan ratu, dapur, dan masih banyak lagi. Setelah selesai berkeliling di lantai 1 mereka pun naik ke lantai 2. Saat Ana dan Ane berkeliling di lantai 2, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang anak yang seumuran dengan mereka. “Haii” sapa Ana kepada anak itu. Anak itu merasa bingung dan menjawab “hai, siapa kalian?”. “Saya Ana dan ini sahabat saya namanya Ane” jawab Ana dengan ramah. “Nama saya kay”jawab anak yang mereka temui di istana. “Bagaimana kamu bisa disini?” tanya Ane. “Saya sedang liburan bersama keluarga saya di hutan yang indah, kemudian saya tersesat dan saya menemuka istana ini”. “Hutan?” tanya Ane dengan wajah yang kebingungan. “Iya, saya menemukan istana ini di hutan, kemudian saya mencoba untuk masuk ke istana ini, sekarang saya kebingungan bagaimana cara untuk keluar dari istana ini, karena saat saya mencoba untuk keluar dari pintu yang terbuka, tiba-tiba pintu itu langsung menutup” jawab Kay. “Oohh, kamu tidak usah bingung, barusan kami menemui ratu dan katanya kita akan keluar 3-4 hari kedepan, kita hanya perlu menikmati kehidupan kita di istana ini karna ini hanya sementara” jawab Ane. “Tetapi orang tua saya pasti mencari dan mengkhawatirkan saya” jawab Kay. “Iya kami paham, orang tua kami pasti juga sedang mencari dan mengkhawatirkan kami, tapi apa yang bisa kami lakukan? kami saja tidak bisa keluar dari istana ini 3-4 hari kedepan” jawab Ane. “Benar kata Ane” tambah Ana. “Apa yang kalian katakan ada benarnya, baiklah saya akan mengikuti kata kalian” jawab Kay. “Sekarang apa yang akan kamu lakukan di istana ini 3-4 hari kedepan?” tanya Ana. “Saya juga tidak tahu” jawab Kay. “Bagaimana kalau kamu ikut dengan kami? Kami sedang berkeliling istana untuk lebih mengetahui istana ini” tanya Ane. “Baiklah” jawab Kay. Mereka bertiga pun berkeliling istana dari lantai 2. Mereka berkeliling istana sampai hari mulai sore, itupun mereka baru berkeliling sampai lantai 3. Tiba – tiba ada Dayang yang menghampiri mereka. Dayang itu mengantarkan mereka ke meja makan lagi, sama seperti kemarin. Mereka bertiga pun makan dengan lahap, karena mereka sangat kelelahan setelah mengelilingi istana itu. Setelah selesai makan, Ana bertanya kepada Kay “apakah kamu sudah mendapatkan kamar di istana ini?”. “Belum” jawab Kay. “Bagaimana kalau kamu beristirahat di kamar kami saja?” tanya Ana. “Boleh jika kalian tidak keberatan” jawab Kay. “Tidak, kami tidak keberatan, santai saja Kay” jawab Ana. “Baiklah, terimakasih” jawab Kay. Setelah itu mereka memutuskan untuk langsung kembali ke kamar untuk beristirahat. Tidak lama setelah itu, mereka bertiga pun tertidur dengan nyenyak. Keesokkan harinya mereka terbangun. “Ayo ke meja makan, kita harus makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan berkeliling istana ini” kata Ane. “Ayoo” jawab Ana dan Kay. Mereka pun langsung berlari ke meja makan. Selesai makan mereka langsung melanjutkan berkeliling istana. “Kemarin kita sudah berkeliling sampai lantai 3, ayo kita langsung berkeliling ke lantai 4” kata Ane. Mereka langsung berlari naik tangga untuk naik ke lantai 4. Setelah sampai di lantai 4 “hufftt, baru naik tangga saja sudah sangat lelah” kata Ana. “Hahaha siapa suruh kau berlari” kata Kay. “Hahaha, langsung saja kita berkeliling” kata Ane. Mereka pun langsung berkeliling hingga akhirnya mereka mencapai lantai 5. “Kenapa di lantai 5 hanya ada 1 ruangan?” tanya Kay. “Itu adalah ruangan ratu” jawab Ane. “Oohh okeyy, berarti kita sudah selesai berkeliling istana ini?” tanya Kay. “Iya kita sudah selesai berkeliling” jawab Ane. “Akhirnyaa, istana ini sangat besar” kata Ana. “Benar, aku baru pertama kali menemui tempat sebesar ini” kata Kay. “Aku juga” jawab Ane. “Mari kita kembali ke kamar untuk beristirahat sebentar” kata Kay. “Ayooo” jawab Ana dan Ane. Mereka bertiga pun langsung menuju ke lantai 2 untuk kembali ke kamar. “Hufftt sangat melelahkan” kata Ane. “Benar ini sangat melelahkan, tetapi menyenangkan juga” jawab Kay. “Aku setuju dengan Kay, istana ini sangat bagus dan megah” tambah Ana. Sambil menunggu waktu untuk makan malam, mereka pun berbicara kehidupan mereka sebelum bertemu di istana tersebut. Tidak terasa waku berjalan sangat cepat. Sudah jam 18.00. Mereka pun keluar kamar untuk makan malam. Selesai makan malam mereka melanjutkan pembicaraan mereka. “Ahahaha sangat seru” kata Kay. “Hahaha iya benar Kay” jawab Ane. “Hahhahaha iya benar sangat seru, lebih baik sekarang kita tidur, sudah jam 21.00” tambah Ana. “Benar, ayo kita tidur” jawab Kay dan Ane. Mereka pun tertidur. Keesokan harinya, “hoammm, bangun Kay, Ana” kata Ane. “Hoamm” Kay dan Ana menguap. “Sudah pagi ayo bangun” kata Ane yang menceramahi mereka seakan – akan ibu mereka. “Iya Ane, kamu seperti ibu saya saja” kata Kay. “iya nih, Ane sudah seperti ibuku juga” Ane hanya tersenyum dan menatap sinis Ana dan Kay. “Hahaha bercanda Ane, ah kamu ini menakutkan aku saja” kata Ana. “Ahahaha, iya Ane kami hanya bercanda” tambah Kay. “Ahahaha baiklah, sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Ane. “Bagaimana kalau kita bermain petak umpet?” jawab Kay. “Ide yang bagus Kay, ayo bermain petak umpet” tambah Ana. “Baiklah ayo bermain petak umpet, siapa yang berhitung?” kata Ane. “Akuu” jawab Ana. “Oke, Ana yang berhitung, Aku dan Kay bersembunyi” kata Ane. “Okee, aku akan berhitung sampai 10, aku akan berhitung mulai dari sekarang” kata Ana. “Ayo bersembunyi Ane” kata Kay. Mereka berdua pun langsung bersembunyi. “6, 7, 8, 9, 10”. Ana sudah selesai berhitung lalu mencari Ane dan Kay. “Dimana kalian?” kata Beberapa menit kemudian, Ana menemukan Kay. “Ketemu” kata Ana. “Yahh aku ketahuan” jawab Kay. Ana pun tertawa sebentar, lalu ia berkata “Ayo mencari Ane bersama – sama” kata Ana. “Ayoo” jawab Kay. Mereka pun langsung bergegas untuk mencari Ane. Sekitar 10 menit kemudian, mereka pun tak kunjung menemukan Ane. “Ane dimana kamu? Aku sudah menyerah, keluarlah” teriak Ana. Ane pun keluar dari tempat persembunyiannya. “Astaga, kamu bersembunyi dimana?” tanya Ana. “Aku bersembunyi di toilet” jawab Ane. “Astaga, aku tidak bisa menemukanmu” kata Ana. “HAHAHA” tawa Ane yang menertawakan Ana. Mereka akhirnya menuju ke kamar untuk beristirahat karena mereka kelelahan setelah bermain petak umpet. “Tadi sangat seru ya” kata Kay. “Iya” jawab Ana dan Ane. Tidak lama kemudian mereka pun tertidur. Ketika Kay terbangun, ternyata hari sudah pagi. Ternyata Ana dan Ane belum bangun. Kay pun langsung membangunkan Ana dan Ane dengan lembut. “Ana, Ane ayo bangun, hari sudah pagi” Kay berkata dengan lembut. Ana dan Ane pun langsung terbangun dan menggosok mata. “Astaga, sudah pagi saja” kata Ana. Tiba – tiba ada Dayang yang menghampiri kamar mereka dan menyuruh mereka untuk makan. Mereka pun langsung turun menuju meja makan. Setalah selesai makan, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar dan bercerita tentang pengalaman hidup masing – masing. Setelah mereka selesai bercerita, tidak terasa hari sudah sore. “Sebentar lagi kita sudah kembali ke rumah masing – masing ya?” tanya Kay. “Iya Kay” jawab Ana dan Ane kompak. “Terimakasih ya Ana dan Ane sudah menemaniku sampai hari ini, kalian sangat seru dan baik” kata Kay. “Hahaha sama – sama Kay, kami sudah menganggapmu seperti adik kami” jawab Ane. Kay pun tersenyum. Mereka pun tertidur dan ketika mereka terbangun, tiba – tiba mereka sudah berada di rumah mereka masing – masing.
by People | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Suatu hari di sebuah gurun yang jauh terdapat kerajaan Voresham, di kerajaan tersebut terdapat seorang pangeran bernama Jones Lee yang berumur 16 Tahun.Di sebrang kerajaan Voresham terdapat kerajaan bernama Bloomming di kerajaan itu terdapat Putri yang bernama Ashmita.
Pada suatu hari terdapat perang antara kerajaan Voresham dan kerajaan Bloomming pangeran dan putri pergi dari perang itu mereka pergi ke Hutan untuk pengobatan diri. Mereka bertemu satu sama lain, merekapun kenalan satu sama lain,
“Kau siapa?” tanya pangeran.
“Aku putri Ashmita dari kerajaan Bloomming, dan kau siapa?” jawab Putri.
“Aku pangeran Jones Lee.” jawab pangeran. Akhirnyapun mereka mencari tempat untuk berlindung di saat kerajaan sedang mereka malah asik bermain, di tengah perjalanan mereka menemukan rumah kosong,”Bagaimana kita menginap di sni untuk sementara? “tanya Putri,”boleh saja” jawab pangeran merekapun segera ke dalam rumah itu, rumah itu sangat bersih barang-barangnya pun tapi mereka tercengang “Waw rumahnya sangat bersih dan rapi.”Kata Putri “Ya kau benar” kata pangeran merekapun menjelajahi rumah itu, sementara perang sudah selesai,raja dan ratu kerajaan Voresham dan Blooming bertanya-tanya di mana anak mereka raja dan ratu kerajaan Bloomming menyuruh penjaga kerajaan untuk mencari anaknya,begitupun juga raja dan ratu kerajaan Voresham. Namun mereka tidak menemukan anak mereka raja dan ratu kerajaan Bloomming dan Voresham sangat sedih. Pangeran dan putri menjalankan Hari mereka dengan bahagia. Namun mereka tidak menemukan anak mereka raja dan ratu kerajaan Bloomming dan Voresham sangat sedih. Pangeran dan putri menjalankan Hari mereka dengan bahagia.Namun mereka tidak menemukan anak mereka raja dan ratu kerajaan Bloomming dan Voresham sangat sedih. Pangeran dan putri menjalankan Hari mereka dengan bahagia.
pada suatu hari mereka berencana untuk menikah dan meminta izin kepada raja dan ratu, akhirnya mereka pulang ke kerajaan untuk meminta izin.
Setelah pangeran dan putri tiba di kerajaan masing-masing, Raja dan Ratu sangat terkejut akhirnya anakny yang hilang telah kembali “anakku kemana saja kamu”tanya sang Raja “itu tidak penting Ayah, sekarang bolehkah aku meminta izin untuk menikah dengan pangeran Jones Lee?” tanya Putri Ashmita “APA???!!?!PANGERAN DARI KERAJAAN VORSHAM???” tanya sang Raja dan Ratu terkejut “iyaa Ayah bolehkan?” tanya Putri” Tidak boleh”jawab sang Raja “Tapi kenapa???”tanya sang putri “sudahlah masuk ke kamarmu saja dan istirahatlah” Jawab sang Raja “Huh…Baiklah” Keluh Sang Putri
Di dalam kamar sang putri “Kenapa ya aku tidak boleh menikah dengan pangeran Jones Lee” Tanya sang putri kebingungan “Ah…sudahlah lebih baik aku tidur saja” Ujar sang putri kelelahan
Di kerajaan Voresham “Ayahh Ibu aku pulang” Ujar sang pangeran kegirangan “Anakku?kamu dari mana saja?” Tanya sang Ratu “tidak perlu di butuhkan Ayah dari mana,aku ingin bertanya bolehkah aku menikah dengan putri kerajaan Bloomming Ayah Ibu?” Tanya sang pangeran “APA?PUTRI DARI KERAJAAN BLOOMMING??” Kata sang Raja terkejut “Iyaa Ayah boleh kan?” tanya sang pangeran lagi “tidak boleh” larang sang Raja “Tapi kenapa?????” tanya sang pangeran “sudahlah” Nak lebih baik kamu membantah apa kata ayahmu”Ujar sang Ratu “Huh….baiklah Bu” kata sang Pangeran lesu di dalam kamar pangeran
“Sudah lebih baik tidur saja” ujar sang pangeran
Seiringnya waktu mereka saling melupakan satu sama lain dan tidak pernah bertemu lagi.
~TAMAT~
by Eldritch | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Pada sebuah desa, tinggal seorang anak bernama Ivory. Ia sudah tidak memiliki kedua orang tuanya, dia hanya hidup berdua dengan neneknya.Meski begitu hidupnya terasa sangat menyenangkan karena neneknya serba bisa. Neneknya pandai memasak,bisa membuatku tertawa, dan bahagia selain itu nenekku bijaksana dan dikagumi oleh warga desa.Setiap ingin tidur neneknya tidak lupa menceritakan dongeng untuknya. Ivory mendengarkan dengan khidmat dan imajinasinya pun menari-nari dengan gembira.
Suatu hari, Ivory bertemu dengan paman Ben. Ia berkata kepada Ivory bahwa neneknya 0bukan orang biasa. Ia pemegang kunci menuju ke sebuah negeri beda dimensi di mana semua keajaiban bisa terjadi. Ivory tertawa sangat kencang mendengar hal tersebut dan mengatakan neneknya hanya sekedar pendongeng. Paman Ben bersikeras Ivory salah dan semua dongeng yang dikisahkan nenek Ivory padanya adalah hal nyata.Jika Ivory percaya, ia pun bisa masuk ke negeri tersebut. Mendengarkan perkataan Paman Ben, Ivory masih tersenyum mengejeknya.Menurutnya Paman Ben sedikit tidak waras.
Malam pun tiba, Ivory teringat perkataan Paman Ben. Walau tak percaya tetapi ia juga penasaran. Maka ia pun meminta neneknya mendongeng seperti biasa. Nenek mengiyakan lalu dongeng tentang negeri ajaib itu dimulai. Tanpa disadari, Ivory tertidur. Lalu keesokan harinya ia terbangun di tempat berbeda. Ia panik melihat sekitarnya yang tidak ia kenali sama sekali. Ivory melihat orang-orang bersayap, terbang ke sana ke mari. Pepohonan lebat ada dimana-mana, buah-buah segar begitu banyak. Namun segala keindahan itu tidak membuat Ivory senang dan tenang. Ia merasa sendirian dan sedih sebab terjebak di tempat yang tidak ia kenali.
Saat Ivory sedih, tiba-tiba Ivory didatangi seekor kucing raksasa bersayap putih yang bernama Drederick. Ivory tampak terkejut. Ia mengenali kucing tersebut sebab nenek sering menceritakannya. Drederick bertanya dengan heran, mengapa Ivory bisa berada di hutan tersebut? Ivory juga sama herannya, tak menyangka bisa melihat Si Drederick secara langsung. Drederick berkata “Ini hanya mimpi Ivory. Pulanglah, tempatmu bukan di sini!”
Mendengarkan perkataan Drederick.
Ivory berkata “Tapi aku tak tahu caranya. Bolehkah kamu menolongku?”. Drederick pun mengiyakannya. Ia meminta Ivory naik ke punggungnya. Ivory menuruti perkataan Si Drederick. Mereka terbang tinggi lalu Si Drederick menjatuhkan Ivory ke jurang. Ivory kaget dan menggenggam sayap Si kucing dengan sekuat tenaga. Namun Drederick tersebut mengepakkan sayapnya dan membuat Ivory terjatuh ke dalam jurang.
Ivory tidak mati. Ia terbangun dengan terengah-engah dan keringat dingin keluar deras di keningnya dan membasahi tengkuknya. Syukurlah aku hanya bermimpi saja, pikirnya. Ini akibat ia terlalu mendengar omongan tidak masuk akal Paman Ben. Lalu Ivory melanjutkan tidurnya. Keesokan harinya, Ivory bangun lebih pagi. Ia tak sengaja mendapati bulu putih di genggamannya. Ia ingat, saat jatuh ke jurang ia menggenggam sayap Si Drederick. Bulunya masih Ivory genggam. Ia tak bermimpi, negeri aneh itu benar-benar ada.
Napas Ivory kembali terengah-engah dan keringat dinginnya memenuhi tengkuknya.
by Vi tondo | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Tino adalah anak yang pintar, baik, dan disukai teman – temannya. Dia duduk di kelas 8 di SMP Jalan Kebenaran. Ia memiliki hobi membaca.
Ketika pulang sekolah, Ia belum dijemput dan akhirnya menelepon ayahnya. Saat ditelepon, ayahnya menjawab “ Tunggu sebentar ya, Ayah sedang terjebak macet !” . Lalu jawab Tino kepada ayahnya, “ Baik Ayah, nanti jangan lupa saya ditelepon kalau Ayah sudah sampai”. “Oke Nak”, kata ayahnya.
Lalu Tino menuju ke kantin dan membeli minuman. Selah membeli minuman ia ke perpustakaan dan mambaca buku. Saat ia meletakkan buku yang ia baca, melihat buku yang menarik berwarna coklat. Buku itu kelihatan sudah usang dan berdebu. Buku itu berjudul RMS Jacob Imperator. Kata nya dalam hati, “Inikan kapal yang terkenal”.
Lalu handphonenya berbunyi. Ia menjawab telepon dari ayahnya, karena ayahnya sudah datang menjemputnya. Kemudian ia meminta izin kepada petugas perpustakaan untuk meminjam buku itu. Buku itu akan dia baca dirumah.
Sesampainya di rumah, Tino mengerjakan semua tugas dari sekolah terlebih dahulu. Setelah mengerjakan tugasnya, lalu Tino teringat akan buku yang dia pinjam dari perpustakaan tadi. Mulai dibukanya lembar demi lembar buku tersebut. Ditengah halaman buku tersebut, dia melihat ada gambar yang aneh. Tino mengamati gambar tersebut, dan lama kelamaan gambar tersebut bergerak dan membentuk sebuah lubang cacing. Tubuh Tino tersedot ke dalam buku tersebut sambil di iringi nyanyian dari suara yang misterius.
Tino tiba-tiba terbangun. Dan ternyata dia berada di dalam sebuah kapal yang sangat besar. Tino bertanya kepada orang didekatnya. Ternyata kapal itu adalah RMS Jacob Imperator, kapal dalam buku yang dia baca tadi.
Tino sangat terkejut karena dia ingat, dalam buku yang dia baca, kapal ini akan tenggelam karena mesin kapal mengalami kerusakan dan meledak. Tino segera mencari kapten kapal. Dia dilarang oleh kru kapal untuk bertemu kapten karena dianggap mengganggu. Tino berusaha meyakinkan bahwa informasi yang akan dia berikan sangat penting.
Akhirnya kru kapal mengijinkan Tino bertemu dengan kapten. Tino menceritakan kepada kapten bahwa ada kerusakan mesin pada kapal. Awalnya kapten tidak percaya. Tino berusaha meyakinkan. Dia bilang lebih baik mencegah daripada terlambat. Akhirnya kapten menyuruh anak buahnya untuk memeriksa mesin kapal.
Setelah diperiksa, ternyata pada mesin kapal terjadi kebocoran pada ketel uapnya. Kru kapal segera memperbaikinya. Kapten bertanya kepada Tino, darimana dia bisa tahu tentang kerusakan mesin.
Tino berusaha menutupi karena dia tahu kapten tidak akan percaya bahwa ia datang dari luar buku. Dia mengatakan bahwa mendengar ayahnya berbicara bahwa sepertinya mesin kapal berbunyi semestinya,
Tino meminta ijin untuk kembali ke kamarnya. Kapten mulai curiga, dan menyuruh anak buahnya memeriksa Tino naik ke kapal dengan siapa. Kru kapal melaporkan bahwa tidak ada penumpang bernama Tino. Kapten segera mencari Tino.
Tino yang ketakutan berusaha sembunyi dari pengejaran anak buah kapten. Ia berusaha melarikan diri supaya tidak tertangkap. Dia masuk ke setiap ruangan untuk mencari jalan keluar supaya dapat kembali ke masanya. Dia teringat pertama kali masuk ke dalam kapal melalui lubang cacing pada buku.
Tino berusaha mencari buku yang sama tempat dia dapat masuk ke kapal. Tino berkeliling dan berusaha mencari buku tersebut. Ketika putus asa, dia berdoa berharap menemukan buku tersebut supaya dapat segera kembali.
Tanpa sadar, Tino masuk ke ruangan kapten. Disana dia menemukan rak buku milik kapten. Tino berusaha mencari buku tentang kapal itu. Dia melihat ada buku yang mirip dengan buku yang dia baca. Dicarinya halaman buku yang terdapat gambar yang seperti dia lihat pertama kali.
Tino menemukannya. Tino segera berusaha melihat gambar tersebut untuk dapat menemukan lubang cacing tempat dia masuk. Sementara dluar terdengar suara langkah kaki orang mendekati kamar tersebut.
Tino mulai konsentrasi dan terus berusaha. Dan akhirnya terlihatlah lubang cacing tersebut. Tino kemudian tersedot kedalamnya. Saat Tino tersedot, tepat pintu kamar kapten terbuka. Dan kapten masuk kedalam ruangannya. Kapten tidak menemukan Tino. Dia hanya melihat ada buku yang terjatuh di lantai.
Tino terbangun dari pingsannya. Dia melihat sekitar ternyata dia ada di dalam kamarnya kembali. Tino sangat bahagia. Dia dapat kembali kerumahnya dan dapat menyelamatkan penumpang beserta kru kapal dari musibah kapal yang harusnya terjadi.
Tino tidak ingin pengalamannya terulang kepada orang lain. Dia menyobek halaman buku yang menciptakan lubang cacing itu kemudian membakarnya. Tino ingin semua kembali pada tempatnya. Dia tidak ingin ada lagi orang yang terjebak di masa lalu.
by Fedrin | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Ada seorang anak yang bernama Yato. Yato adalah anak yang gampang sekali berubah pikiran. Di suatu pagi Yato sedang mandi Dan Ibunya mempersiapkan sarapannya Yato. Seusai mandi Yato langsung makan sarapan yang sudah di siapkan oleh Ibunya. Sambil mengunyah Yato berpikir bagaimana cara dia untuk bisa membanggakan Ibunya?
Seusai makan Yato menata bukunya Dan langsung berpamitan kepada Ibunya untuk pergi ke Sekolah. Di perjalanan Yato memanggil temannya untuk berangkat sekolah bareng. Yato bersama 2 orang temannya sedang berbincang bincang tentang tugas menggambarnya kemarin. Yato bertanya ke pada mereka,
“Eh, kalian udah selesai tugas menggambarnya belum?”
Temannya pun menjawab, “Aku sih udah.” dan temannya yang satu lagi juga menjawab hal yang Sama. Yato pun panik hanya dia yang belum membuat tugas menggambarnya karena pensil punyanya sudah tumpul.Yato pun menjawab balik,
“Aduh Aku belum ngerjain”.
Temannya pun bertanya, “Lha kenapa ga dikerjain?”
Yato pun menjawab dengan alasan agar dia tidak dikira anak yang miskin,
“Aku lupa ngerjain.”
Temannya pun membalas “Yaudah gapapa sekarang Kita berangkat ke Sekolah yuk! Dan besok lagi kamu jangan lupa ngerjain tugasmu.”
Yato pun membalas, “Hehe, iya.”
Sesampainya mereka di sekolah Yato dan 2 temannya langsung menuju kelasnya dan menaruh tas. Pada saat bel, Pak Guru mereka pun masuk ke kelas dan melakukan pembiasaan pagi. Seusai pembiasaan pagi Pak Guru pun menagih tugas kemarin dan hanya Yato yang ketika di tagih tugas malah menggelengkan kepalanya. Pak Guru pun mengetahui Hal tersebut dan Yato pun dihukum.
Sepulang sekolah Yato membeli jajan terlebih dahulu sebelum pulang dan mengajak 2 temannya untuk pulang bareng.
Di perjalanan Yato izin membuang sampah jajanannya dan Yato melihat ada pensil yang di buang. Yato pun mengambilnya dan segera pulang kerumah.Yato mulai menggambar gelas dan muncul gelas disitu. Yato pun langsung mengerti dan langsung menggambar uang yang banyak sekali. Yato pun langsung keluar rumah dan pergi ke minimarket untuk memborong semua yang dia mau.Yato pun kembali pulang ke rumah dan dia menggambar rumah agar dia dapat tinggal di rumah mewah.
Ibunya pun kaget kenapa dia tiba-tiba berada di rumah yang sangat mewah dan banyak sekali uang dan jajanan yang berceceran. Ibunya pun langsung mengerti ini pasti ulahnya Yato.Ibunya pun masuk ke kamar Yato dan melihat dia sedang menggambar. Ibunya pun kaget kenapa mereka bisa jadi kaya raya.
Ibunya pun bertanya kepada Yato, “Nak ini kok bisa jadi kaya gini? Gimana ceritanya?”
Yato pun menjawab, “Jadi tadi Yato beli jajan di kantin trus Yato pulang,di perjalanan Yato membuang sampah jajanannya trus liat pensil ini, Yato bawa pulang, trus Yato mulai gambar gelas dan tiba-tiba muncul gelas di depan Yato, trus Yato gambar uang yang banyak Sama gambar rumah deh”
Ibunya pun mengerti dan menyuruh Yato menggambar bahan pokok yang dibutuhkan oleh mereka.
Yato pun bertanya, “Bu,Yato sekolah Kan buat daper ijazah,ijazah Kan buat kerja, kerja buat daper uang Kan Bu? Gimana kalo Yato gausah sekolah aja Bu?”
Ibunya pun menjawab, “ besok kamu gausah sekolah ya, tapi yang penting ngegambar terus ya”
Yato pun menjawab, “Iya Bu.”
Esok paginya Temannya ingin memanggil Yato tetapi mereka bingung dimana rumah Yato dan sejak kapan ada rumah yang sangat mewah ada di tempat rumahnya Yato?. Mereka pun langsung memanggil nama Yato dengan keras dan Yato pun keluar rumah dan menjelaskan apa yang telah terjadi.
Temannya pun bertanya, “Kita boleh pinjem pensilmu ga?”
Yato pun mengangguk. Temannya menggambar HP agar mereka bisa mabar Free Fire dengan HD. Yato pun bosan dan dia menggambar dia menjadi spiderman. Yato menunjukkannya kepada temannya kalau dia adalah spiderman. Yato selalu pamer kepada siapapun bahwa dia bisa mengeluarkan jaring laba-laba. Lama-kelamaan Yato mulai bosan dan Yato mulai menggambar kalau dia sedang berada di film spiderman.
Yato pun mencoba menggunakan jaring laba-labanya dengan mengalahkan musuh-musuh di kota itu. Yato pun bertemu Dr.Strange dia adalah orang yang bisa berpindah pindah universe. Yato pun mulai bosan Karna dia hanya melawan lawan yang lemah.
Dia mencoba melawan Dr.Strange. Dr.Strange membawa Yato ke dunia yang dibikin oleh dia sendiri, jadi dia bisa mengendalikan apapun. Yato pun kalah lalu Dr.strange pun ingin pindah ke universe aslinya dan meninggalkan Yato sendirian di dunianya. Yato pun langsung menarik batu dan Dr.Strange lalu Dr.Strange diikat di batu itu menggunakan jaringnya tangannya pun diikat agar tidak bisa menyerang. Yato mengambil cincin di jadi Dr.Strange dan kembali ke universenya. Dia bersenang senang karena mempunyai 2 kekuatan,tetapi setelah sekian lama bersenang-senang Yato mulai bosan. Yato kembali ke dunianya Dr.Strange dan mengembalikan cincinnya. Dr.strange pun menyita pensilnya dan membawa Yato ke universenya karena dia tau kalau Ibunya mencari Yato.
by lolph dundgren | Oct 13, 2022 | Cerita Fantasi
Pada suatu hari, ada seorang anak indigo bernama Feli. Feli mempunyai kekuatan untuk melihat dan berinteraksi dengan makhluk halus. Ketika Feli sedang mengikuti pelajaran seperti biasanya, dia melihat seseorang sedang terbang ke sana kemari di kelasnya. Perasaan Feli biasa saja, karena Feli sudah terbiasa.
Pada saat bel istirahat berbunyi, Budi Teman bermain Feli sedang tidak masuk karena sedang pergi ke luar kota selama 1 minggu.
Feli pun merasa kesepian dan berkata dalam hati, “aku merasa bosan, apa yang harus ku lakukan?”
Makhluk yang ada di kelas tadi melihat Feli sedang sendirian dan tidak bermain dengan yang lain. Lalu dia melihat Feli pergi ke tempat yang sepi. Hantu itu pun mengikuti Feli karena penasaran
Ketika Feli sampai dia pun membalikan badan dan melihat ke hantu tersebut. Hantu pun kebingungan dan berbicara,
“Kenapa dia melihat ke arah ku? Apakah ada sesuatu?”
Feli pun mengatakan, “Kenapa kamu selalu mengganggu ku pada saat pelajaran?”
Hantu itu pun mengatakan, “Jadi selama ini kamu bisa melihat ku?”
Feli pun menjawab, “Iya aku melihat mu beterbangan di kelas ku. Mengapa kamu melakukan itu?” Tanya Feli.
Hantu itu pun menjawab, “Aku melakukan itu karena aku sedang bosan karena aku tidak mempunyai teman.”
Feli pun menjawab, “Apakah kamu tidak mencoba berteman dengan teman sekelas ku?”
Hantu itu pun menjawab, “Aku mencoba tetapi tidak ada yang bisa nelihatku dan mendengar ku, sampai aku pun melihat bahwa kamu bisa melihat ku.”
Feli pun termenung dan mengatakan dalam hati dan berbicara, “Budi juga sedang ke luar kota apakah aku berteman dengannya untuk sementara?”
“Benarkah? Kau mau berteman dengan ku?” Jawab hantu itu.
Feli mengatakan, “Apa? Aku tidak mengatakan apa apa? Apakah kamu bisa membaca pikiran?”
“Tentu saja bisa, semua hantu bisa membaca pikiran manusia. Jadi, apakah kamu mau berteman dengan ku?”
“Boleh, kalau kamu mau.” Hantu itu kegirangan.
Bel sekolah pun berbunyi dan mereka masuk ke kelas dengan buru buru. Feli baru ingat bahwa dirinya akan ulangan matematika. Dan dirinya lupa belajar matematika tadi malam karena tugas yang menumpuk. Hantu itu pun merasa kasihan dan mengatakan bahwa dia akan memberi tau jawaban kepada Feli. Berkat bantuan hantu tersebut, Feli bisa mengerjakan ulangannya dengan lancar dan berterimakasih kepada hantu itu. Bel pulang pun berbunyi dan Feli pergi ke rumah.
Hantu pun mengatakan, “Apakah aku boleh ikut?”
“Tentu saja boleh! Lagian orang tua ku sedang bekerja
di luar kota.” kata Feli.
Ketika sampai di rumah Feli pun mengajak kenalan dengan hantu itu. Ternyata hantu itu bernama vino dan dia berumur 19 tahun pada saat kematiannya. Feli bertanya bagaimana hantu itu meninggal. Hantu itu pun bercerita pada saat rumahnya kebakaran semua selamat kecuali dirinya karena dia menyelamatkan adiknya. Sayangnya, hantu itu lupa nama adiknya. Mereka berbincang bincang sampai malam dan Feli mengucapkan selamat tidur.
Ke esokan harinya. Feli siap siap berangkat sekolah dan belajar seperti biasanya. Ketika pulang sekolah. Feli melihat ada seorang ibu ibu sedang di copet. Feli bergegas mengejar pencopet itu dan Vino pun mengambil tasnya dan melemparkannya ke Feli. Feli berhasil menangkap tas itu dan memberikan kepada ibu ibu tersebut sedangkan Vino yang menyamar menjadi manusia sedang mengurus pencuri tersebut. Mereka pun mengetahui bahwa mereka dapat membasmi kejahatan dengan bekerja sama. Dari situ mereka akan mencari kejahatan tersebut setiap Feli pulang sekolah.
Satu minggu pun berlalu dan Budi pun kembali ke sekolah.
Budi bertemu dengan Feli dan mengatakan, “Feli! Gimana kabarnya?”
Feli pun menjawab, “Baik! Selama kamu pergi aku menemukan teman baru loh. Namanya vino.”
Budi pun terkejut dan tergingat kejadian pada saat kakak nya yang bernama Vino rela mati demi keselamatannya
TO BE CONTINUED…