by Maulin Tan | Mar 5, 2024 | Cerita Inspiratif
Cerita Roy Jadi Wisudawan Berprestasi, Pernah Ditolak Fakultas Kedokteran 13 Kali
Roy Novri Ramadhan sukses menyandang gelar baru pada Wisuda Universitas Airlangga periode 241. Bukan momen biasa, ia juga lulus dengan segudang prestasi.
Dalam wisuda tersebut, Roy juga menjadi perwakilan untuk membagikan kisahnya. Ia merasa semakin istimewa ketika mengenang perjalanan panjangnya.
Merantau di Usia 13 Tahun
Di usianya yang masih 13 tahun, Roy memilih untuk merantau dari tempat asalnya di Sulawesi Selatan, untuk memperjuangkan pendidikan.
Masih teringat jelas tatapan penuh senyum dan lambaian tangan dari ibunda saat melepaskan kepergiannya. Kendati demikian, ia tahu banyak perasaan yang bercampur aduk di balik senyum yang ibunya tampilkan.
«Senyuman yang menyembunyikan kesedihan karena harus berpisah dengan anaknya, namun ada doa dan harapan bahwa anaknya akan kembali ke rumah dengan kesuksesan,» ungkap Roy dalam laman Unair, Senin .
Perjuangan Seorang Dokter
Roy mengungkapkan jika sedari kecil ia bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Tetapi, perjalanan meraih cita-cita tak semulus yang dibayangkan.
Roy mengaku pernah 13 kali ditolak fakultas kedokteran . Pada masa itu, perasaan sedih, kecewa, dan ragu-ragu kerap kali membayangi langkahnya. Akan tetapi, ingatan bahwa ada orang tua yang rela berkorban untuknya menjadi penguat proses perjuangannya.
«Merekalah kedua orang tua saya, Bapak Tasrif Labandu dan Ibu Irma Penolia, orang tua yang sangat hebat dan sangat saya cintai. Perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat yang kalian berikan akan terus menjadi motivasi dan penuntun saya dalam melangkah ke depan,» ucapnya dengan penuh syukur.
Terbayar dengan Segudang Pencapaian
Roy akhirnya diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga . Selama kuliah, ia mendapatkan kesempatan untuk bisa mengembangkan potensi diri melalui program dan fasilitas yang tersedia.
Perjalanan panjangnya selama memperjuangkan pendidikan terbayar tuntas selama menempuh pendidikan. Selama berkuliah, banyak pencapaian yang ia dapatkan, baik nasional maupun internasional, hingga saat ini ia berhasil menjadi Wisudawan Berprestasi FK Unair.
Roy bercerita ia berkesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa ke Jepang, mengikuti penelitian dan perlombaan, hingga mendapatkan beasiswa.
«Saya juga berpartisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan hingga alhamdulillah hari ini saya bisa terpilih sebagai wisudawan berprestasi,» tutupnya.
Saya terinspirasi,Dari cerita Roy, saya bisa belajar bahwa tidak ada yang mustahil jika saya berani mengambil risiko, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah pada impian saya.
by Maulin Tan | Mar 5, 2024 | Cerita Inspiratif
- Maulin 9E/19
Cerita Roy Jadi Wisudawan Berprestasi, Pernah Ditolak Fakultas Kedokteran 13 Kali
Cerita Roy Jadi Wisudawan Berprestasi, Pernah Ditolak Fakultas Kedokteran 13 Kali
Roy Novri Ramadhan sukses menyandang gelar baru pada Wisuda Universitas Airlangga periode 241. Bukan momen biasa, ia juga lulus dengan segudang prestasi.
Dalam wisuda tersebut, Roy juga menjadi perwakilan untuk membagikan kisahnya. Ia merasa semakin istimewa ketika mengenang perjalanan panjangnya.
Merantau di Usia 13 Tahun
Di usianya yang masih 13 tahun, Roy memilih untuk merantau dari tempat asalnya di Sulawesi Selatan, untuk memperjuangkan pendidikan.
Masih teringat jelas tatapan penuh senyum dan lambaian tangan dari ibunda saat melepaskan kepergiannya. Kendati demikian, ia tahu banyak perasaan yang bercampur aduk di balik senyum yang ibunya tampilkan.
«Senyuman yang menyembunyikan kesedihan karena harus berpisah dengan anaknya, namun ada doa dan harapan bahwa anaknya akan kembali ke rumah dengan kesuksesan,» ungkap Roy dalam laman Unair, Senin .
Perjuangan Seorang Dokter
Roy mengungkapkan jika sedari kecil ia bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Tetapi, perjalanan meraih cita-cita tak semulus yang dibayangkan.
Roy mengaku pernah 13 kali ditolak fakultas kedokteran . Pada masa itu, perasaan sedih, kecewa, dan ragu-ragu kerap kali membayangi langkahnya. Akan tetapi, ingatan bahwa ada orang tua yang rela berkorban untuknya menjadi penguat proses perjuangannya.
«Merekalah kedua orang tua saya, Bapak Tasrif Labandu dan Ibu Irma Penolia, orang tua yang sangat hebat dan sangat saya cintai. Perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat yang kalian berikan akan terus menjadi motivasi dan penuntun saya dalam melangkah ke depan,» ucapnya dengan penuh syukur.
Terbayar dengan Segudang Pencapaian
Roy akhirnya diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga . Selama kuliah, ia mendapatkan kesempatan untuk bisa mengembangkan potensi diri melalui program dan fasilitas yang tersedia.
Perjalanan panjangnya selama memperjuangkan pendidikan terbayar tuntas selama menempuh pendidikan. Selama berkuliah, banyak pencapaian yang ia dapatkan, baik nasional maupun internasional, hingga saat ini ia berhasil menjadi Wisudawan Berprestasi FK Unair.
Roy bercerita ia berkesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa ke Jepang, mengikuti penelitian dan perlombaan, hingga mendapatkan beasiswa.
«Saya juga berpartisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan hingga alhamdulillah hari ini saya bisa terpilih sebagai wisudawan berprestasi,» tutupnya.
Saya terinspirasi,Dari cerita Roy, saya bisa belajar bahwa tidak ada yang mustahil jika saya berani mengambil risiko, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah pada impian saya.
by Gitta | Mar 5, 2024 | Cerita Inspiratif
When We Were Young
Tidak ada yang menyadari bahwa masa muda berlalu dengan cepat. Seperti di kisah ini, 4 orang sahabat yang bertemu dimasa SMA nya. Semua berpisah saat mereka sudah menentukan pilihan untuk kedepan nya. Liza, Luca, Gemma, dan Milo mereka merupakan kelompok sahabat yang menarik. Liza dan Gemma sama-sama suka 5SOS yang merupakan grub band. Milo sangat suka olahraga basket dan menjadi salah satu anggota tim basket di sekolahnya. Luca dan Liza adalah teman kecil, mereka sudah bertetangga sejak SD. Mereka berempat sering kali menghabiskan waktunya bersama sama dalam masa susah dan senang.
Karena sudah sangat dekat saat ada salah satu mereka yang tidak masuk pasti mereka pada bertanya tanya. Sahabat dengan berbeda gender merupakan hal yang sedikit susah untuk tidak melibatkan perasaan. Liza sempat ketahuan karena ia mempunyai perasaan pada Milo sehingga saat mereka berpapasan Liza sangat canggung.
Latar belakang keluarga mereka sangat berbeda seperti Gemma yang mempunyai keluarga yang bisa dibilang berantakan, orang tua nya sangat tidak peduli dengan semua tentang anaknya. Maka dari itu mereka menutupi permasalahan keluarganya dengan bercanda dan tertawa sangat keras.
Berisiknya rumah membuat mereka tidak tahan akan hal itu, jadi.. tujuan mereka sekarang adalah keluar dari rumah yang membuat mereka tidak nyaman. Liza tahu akan ada hal perpisahan di dalam hidup maka dari situ Liza akan siap menerima semua opini teman temannya yang lain dan tetap akan menyimpan kenangan bersama dalam buku memori.
Perpisahan bukan berarti melupakan kenangan yang telah terukir di hati dan pikiran, walaupun perpisahan terasa sangat berat tetapi jika perpisahan tersebut membuat diri kita lebih baik kita juga akan merasakan bahagia. Persahabatan membuat kita nyaman karena banyak hal receh yang dapat kita ceritakan kepada mereka, maka dari situ alangkah baiknya kita mencari sahabat sebanyak banyaknya agar kita tidak menyesal dikemudian hari.
Brigitta Ananda P.A
9D 04
by Josephine | Mar 5, 2024 | Cerita Inspiratif
“Habis Gelap Terbitlah Terang”
Buku ini menceritakan Raden Ajeng Kartini yang lahir pada 21 April 1879. Dia adalah anak seorang anak Bupati Jepara, Raden Mas Adipati Sosroningrat. Serta cucu dari Bupati Demak, Pangeran Ario Tjondronegoro.
Pada zaman itu, tidak semua orang dapat Sekolah, hanya orang-orang kaya atau konglomerat yang dapat bersekolah. Anak perempuan juga dianggap tidak perlu sekolah tinggi. Begitu juga dengan R.A. Kartini yang hanya dapat sekolah sampai kelas 2. Saat sampai di kelas 2,perempuan diwajibkan untuk melakukan tradisi yang biasa disebut masa pingitan, dimana semua wanita tidak boleh keluar rumah hingga waktunya untuk menikah .
Pada masa pingitan, R.A. Kartini selalu membaca buku agar tidak kesepian. Ada 1 buku yang dia sangat suka, yaitu buku “Minnebrieven” karya Multatuli. Melalui buku itu Kartini jadi mengetahui kejamnya penjajahan Belanda. Setelah mengetahui keadaan di luar. Kartini bercita-cita untuk mendirikan sekolah sekaligus mengajar anak-anak perempuan supaya memiliki martabat yang sama dengan kaum pria. Dia memperjuangkan supaya wanita tidak ditindas dan boleh menentukan masa depannya sendiri.
Setelah menjalani masa pingitan, Kartini menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat, lalu Kartini mengandung tapi dalam kondisi yang tidak sehat, karena dia mengalami penyakit ginjal. 4 hari setelah kelahiran putranya, Kartini pun wafat pada 17 September 1904, pada usianya yang ke 25 tahun. R.A. Kartini pun menjadi seorang tokoh pejuang emansipasi wanita. Serta bukunya yang terkenal adalah “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Buku ini sangat menginspirasi saya, karena buku ini memiliki pesan kita sebagai wanita tidak boleh dianggap rendah oleh pria. Serta kita juga harus memperjuangkan martabar wanita supaya sederajat dengan pria.
Josephine S. R
9D – 18
by Keenan | Mar 5, 2024 | Cerita Inspiratif
Siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik Berhasil Ciptakan Mesin Pendingin Ikan Bertenaga Surya
Sebuah gebrakan mengagumkan datang dari siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik, Jawa Timur, yang berhasil menciptakan mesin pendingin ikan yang bertenaga surya. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Gresik, Mukromin Latif, menyatakan bahwa inovasi siswanya merupakan bukti nyata dari pemanfaatan teknologi secara tepat guna. Mesin pendingin yang mereka ciptakan bukan hanya sekedar alat, tetapi juga solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama para nelayan di wilayah tersebut.
Mesin pendingin ini, yang diberi nama “Freezmut”, telah didaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI), membuka peluang lebih luas dalam pemasarannya. Langkah ini menunjukkan keseriusan sekolah dalam mengembangkan potensi inovatif siswanya.
Latar belakang terciptanya mesin pendingin ini tidak lepas dari kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di Gresik, yang memiliki potensi kelautan yang tinggi. Sebagian besar penduduk di sana menggantungkan hidupnya sebagai nelayan, namun mereka menghadapi kendala dalam mengawetkan hasil tangkapan ikan.
Sebelumnya, nelayan bergantung pada es batu untuk mengawetkan ikan, namun metode ini memiliki kelemahan seperti masa pengawetan yang singkat dan keterbatasan akses. Mesin pendingin “Freezmut” hadir sebagai solusi yang ramah lingkungan dan efisien untuk menyimpan ikan dengan lebih baik.
Para siswa yang terlibat dalam proyek ini berasal dari berbagai jurusan, mulai dari Teknik Pendingin dan Tata Udara hingga Teknik Elektronika Industri, Broadcasting, dan Akuntansi. Kolaborasi mereka menghasilkan mesin pendingin yang memadukan teknologi terbarukan dengan perangkat canggih yang dapat dikontrol melalui ponsel pintar.
Harapan besar tersemat dalam inovasi ini, yaitu meningkatkan efisiensi dan kualitas produk perikanan, serta mendukung keberlanjutan usaha para nelayan lokal. Mesin pendingin “Freezmut” diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan kualitas ikan yang dihasilkan tanpa khawatir akan kemungkinan ikan membusuk.
Pesanan untuk mesin pendingin ini telah datang dari berbagai pihak, menunjukkan minat dan kebutuhan akan solusi yang diciptakan siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik. Harga jual yang bervariatif memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses teknologi ini, dari yang bertenaga listrik hingga hybrid, sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas.
Dengan prestasi ini, siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik tidak hanya mengukir namanya dalam dunia inovasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mereka adalah teladan inspiratif bagi generasi muda lainnya dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama.
by Yuri S. | Mar 5, 2024 | Cerita Inspiratif
Buku berjudul “Si Anak Spesial” karangan Tere Liye ini berkisah tentang seorang anak dari 4 bersaudara yang bernama Burlian. Pada buku ini, kisah yang disajikan akan diceritakan oleh Burlian sendiri.
Kisah ini diawali dengan cerita pengantar tidur dari mamak yang terkesan horor. Cerita mamak berkisah tentang masa Mamak ketika mengandung Burlian. Mamak berkata Bahwa Burlian sebenarnya sudah spesial sejak di dalam kandungan. Mamak bercerita, pada suatu malam, terdengar suara burung yang sangat mengganggu. Awalnya, mamak mengabaikan semua itu. Namun lama-kelamaan mamak juga merasa sebal hingga akhirnya Mamak memilih untuk melempar burung-burung itu dengan bara.
Pada akhirnya, burung-burung itu memang berhasil diusir. Namun, yang membuat horor bukan hanya karena suara burung yang mengganggu. Namun karena burung yang memngganggu itu adalah burung yang sering dijadikan patokan kematian seseorang.
Karena cerita mamak itu, mereka berempat menjadi ketakutan dan langsung memposisikan diri untuk tidur. Mereka bahkan tidak berani mematikan lampu yang biasa mereka gunakan.
Selain itu, juga diceritakan bagaimana kehidupan sekolah Burlian. Mulai dari susahnya akses, hingga bagaimana sedihnya ia kehilangan teman, serta bangunan sekolahnya. Selain itu, diceritakan pula bagaimana akhir kehidupan Burlian.
Burlian berakhir mengunjungi Jepang, sampai ia berhasil mewujudkan impiannya untuk berkeliling dunia.
Yang menarik dalam buku ini adalah pada setiap bab-nya memiliki pesan moral yang berbeda. Selain itu, disertakan banyak masalah yang mungkin saja jauh dari kita, namun dekat bagi orang-orang yang masih hidup di pelosok dengan berbagai macam kekurangan.
Cerita ini juga mengajarkan kita bahwa hidup itu tidak selalu indah. Pasti ada banyak masalah yang akan melanda. Memang tidak langsung, tetapi akan ada jeda waktu dari masalah itu.
Pada akhir cerita, kesuksesan Burlian menggambarkan bahwa semua masalah yang kita hadapi dengan lapang dada, jelas akan menghasilkan akhir yang bahagia menurut kita sendiri.
~Sekar 9d 11