RMS Jacob Imperator

RMS Jacob Imperator

Tino adalah anak yang pintar, baik, dan disukai teman – temannya. Dia duduk di kelas 8 di SMP Jalan Kebenaran. Ia memiliki hobi membaca.
Ketika pulang sekolah, Ia belum dijemput dan akhirnya menelepon ayahnya. Saat ditelepon, ayahnya menjawab “ Tunggu sebentar ya, Ayah sedang terjebak macet !” . Lalu jawab Tino kepada ayahnya, “ Baik Ayah, nanti jangan lupa saya ditelepon kalau Ayah sudah sampai”. “Oke Nak”, kata ayahnya.
Lalu Tino menuju ke kantin dan membeli minuman. Selah membeli minuman ia ke perpustakaan dan mambaca buku. Saat ia meletakkan buku yang ia baca, melihat buku yang menarik berwarna coklat. Buku itu kelihatan sudah usang dan berdebu. Buku itu berjudul RMS Jacob Imperator. Kata nya dalam hati, “Inikan kapal yang terkenal”.
Lalu handphonenya berbunyi. Ia menjawab telepon dari ayahnya, karena ayahnya sudah datang menjemputnya. Kemudian ia meminta izin kepada petugas perpustakaan untuk meminjam buku itu. Buku itu akan dia baca dirumah.
Sesampainya di rumah, Tino mengerjakan semua tugas dari sekolah terlebih dahulu. Setelah mengerjakan tugasnya, lalu Tino teringat akan buku yang dia pinjam dari perpustakaan tadi. Mulai dibukanya lembar demi lembar buku tersebut. Ditengah halaman buku tersebut, dia melihat ada gambar yang aneh. Tino mengamati gambar tersebut, dan lama kelamaan gambar tersebut bergerak dan membentuk sebuah lubang cacing. Tubuh Tino tersedot ke dalam buku tersebut sambil di iringi nyanyian dari suara yang misterius.
Tino tiba-tiba terbangun. Dan ternyata dia berada di dalam sebuah kapal yang sangat besar. Tino bertanya kepada orang didekatnya. Ternyata kapal itu adalah RMS Jacob Imperator, kapal dalam buku yang dia baca tadi.
Tino sangat terkejut karena dia ingat, dalam buku yang dia baca, kapal ini akan tenggelam karena mesin kapal mengalami kerusakan dan meledak. Tino segera mencari kapten kapal. Dia dilarang oleh kru kapal untuk bertemu kapten karena dianggap mengganggu. Tino berusaha meyakinkan bahwa informasi yang akan dia berikan sangat penting.
Akhirnya kru kapal mengijinkan Tino bertemu dengan kapten. Tino menceritakan kepada kapten bahwa ada kerusakan mesin pada kapal. Awalnya kapten tidak percaya. Tino berusaha meyakinkan. Dia bilang lebih baik mencegah daripada terlambat. Akhirnya kapten menyuruh anak buahnya untuk memeriksa mesin kapal.
Setelah diperiksa, ternyata pada mesin kapal terjadi kebocoran pada ketel uapnya. Kru kapal segera memperbaikinya. Kapten bertanya kepada Tino, darimana dia bisa tahu tentang kerusakan mesin.
Tino berusaha menutupi karena dia tahu kapten tidak akan percaya bahwa ia datang dari luar buku. Dia mengatakan bahwa mendengar ayahnya berbicara bahwa sepertinya mesin kapal berbunyi semestinya,
Tino meminta ijin untuk kembali ke kamarnya. Kapten mulai curiga, dan menyuruh anak buahnya memeriksa Tino naik ke kapal dengan siapa. Kru kapal melaporkan bahwa tidak ada penumpang bernama Tino. Kapten segera mencari Tino.
Tino yang ketakutan berusaha sembunyi dari pengejaran anak buah kapten. Ia berusaha melarikan diri supaya tidak tertangkap. Dia masuk ke setiap ruangan untuk mencari jalan keluar supaya dapat kembali ke masanya. Dia teringat pertama kali masuk ke dalam kapal melalui lubang cacing pada buku.
Tino berusaha mencari buku yang sama tempat dia dapat masuk ke kapal. Tino berkeliling dan berusaha mencari buku tersebut. Ketika putus asa, dia berdoa berharap menemukan buku tersebut supaya dapat segera kembali.
Tanpa sadar, Tino masuk ke ruangan kapten. Disana dia menemukan rak buku milik kapten. Tino berusaha mencari buku tentang kapal itu. Dia melihat ada buku yang mirip dengan buku yang dia baca. Dicarinya halaman buku yang terdapat gambar yang seperti dia lihat pertama kali.
Tino menemukannya. Tino segera berusaha melihat gambar tersebut untuk dapat menemukan lubang cacing tempat dia masuk. Sementara dluar terdengar suara langkah kaki orang mendekati kamar tersebut.
Tino mulai konsentrasi dan terus berusaha. Dan akhirnya terlihatlah lubang cacing tersebut. Tino kemudian tersedot kedalamnya. Saat Tino tersedot, tepat pintu kamar kapten terbuka. Dan kapten masuk kedalam ruangannya. Kapten tidak menemukan Tino. Dia hanya melihat ada buku yang terjatuh di lantai.
Tino terbangun dari pingsannya. Dia melihat sekitar ternyata dia ada di dalam kamarnya kembali. Tino sangat bahagia. Dia dapat kembali kerumahnya dan dapat menyelamatkan penumpang beserta kru kapal dari musibah kapal yang harusnya terjadi.
Tino tidak ingin pengalamannya terulang kepada orang lain. Dia menyobek halaman buku yang menciptakan lubang cacing itu kemudian membakarnya. Tino ingin semua kembali pada tempatnya. Dia tidak ingin ada lagi orang yang terjebak di masa lalu.

Pensil Ajaib dan Strange

Pensil Ajaib dan Strange

Ada seorang anak yang bernama Yato.  Yato adalah anak yang gampang sekali berubah pikiran. Di suatu pagi Yato sedang mandi Dan Ibunya mempersiapkan sarapannya Yato. Seusai mandi Yato langsung makan sarapan yang sudah di siapkan oleh Ibunya. Sambil mengunyah Yato berpikir bagaimana cara dia untuk bisa membanggakan Ibunya?

Seusai makan Yato menata bukunya Dan langsung berpamitan kepada Ibunya untuk pergi ke Sekolah. Di perjalanan Yato memanggil temannya untuk berangkat sekolah bareng. Yato bersama 2 orang temannya sedang berbincang bincang tentang tugas menggambarnya kemarin. Yato bertanya ke pada mereka,

“Eh, kalian udah selesai tugas menggambarnya belum?”

Temannya pun menjawab, “Aku sih udah.” dan temannya yang satu lagi juga menjawab hal yang Sama. Yato pun panik hanya dia yang belum membuat tugas menggambarnya karena pensil punyanya sudah tumpul.Yato pun menjawab balik,

“Aduh Aku belum ngerjain”.

Temannya pun bertanya, “Lha kenapa ga dikerjain?”

Yato pun menjawab dengan alasan agar dia tidak dikira anak yang miskin,

“Aku lupa ngerjain.”

Temannya pun membalas “Yaudah gapapa sekarang Kita berangkat ke Sekolah yuk! Dan besok lagi kamu jangan lupa ngerjain tugasmu.”

Yato pun membalas, “Hehe, iya.”

Sesampainya mereka di sekolah Yato dan 2 temannya langsung menuju kelasnya dan menaruh tas. Pada saat bel, Pak Guru mereka pun masuk ke kelas dan melakukan pembiasaan pagi. Seusai pembiasaan pagi Pak Guru pun menagih tugas kemarin dan hanya Yato yang ketika di tagih tugas malah menggelengkan kepalanya. Pak Guru pun mengetahui Hal tersebut dan Yato pun dihukum.

Sepulang sekolah Yato membeli jajan terlebih dahulu sebelum pulang dan mengajak 2 temannya untuk pulang bareng.

Di perjalanan Yato izin membuang sampah jajanannya dan Yato melihat ada pensil yang di buang. Yato pun mengambilnya dan segera pulang kerumah.Yato mulai menggambar gelas dan muncul gelas disitu. Yato pun langsung mengerti dan langsung menggambar uang yang banyak sekali. Yato pun langsung keluar rumah dan pergi ke minimarket untuk memborong semua yang dia mau.Yato pun kembali pulang ke rumah dan dia menggambar rumah agar dia dapat tinggal di rumah mewah.

Ibunya pun kaget kenapa dia tiba-tiba berada di rumah yang sangat mewah dan banyak sekali uang dan jajanan yang berceceran. Ibunya pun langsung mengerti ini pasti ulahnya Yato.Ibunya pun masuk ke kamar Yato dan melihat dia sedang menggambar. Ibunya pun kaget kenapa mereka bisa jadi kaya raya.

Ibunya pun bertanya kepada Yato, “Nak ini kok bisa jadi kaya gini? Gimana ceritanya?”

Yato pun menjawab, “Jadi tadi Yato beli jajan di kantin trus Yato pulang,di perjalanan Yato membuang sampah jajanannya trus liat pensil ini, Yato bawa pulang, trus Yato mulai gambar gelas dan tiba-tiba muncul gelas di depan Yato, trus Yato gambar uang yang banyak Sama gambar rumah deh”

Ibunya pun mengerti dan menyuruh Yato menggambar bahan pokok yang dibutuhkan oleh mereka.

Yato pun bertanya, “Bu,Yato sekolah Kan buat daper ijazah,ijazah Kan buat kerja, kerja buat daper uang Kan Bu? Gimana kalo Yato gausah sekolah aja Bu?”

Ibunya pun menjawab, “ besok kamu gausah sekolah ya, tapi yang penting ngegambar terus ya”

Yato pun menjawab, “Iya Bu.”

Esok paginya Temannya ingin memanggil Yato tetapi mereka bingung dimana rumah Yato dan sejak kapan ada rumah yang sangat mewah ada di tempat rumahnya Yato?. Mereka pun langsung memanggil nama Yato dengan keras dan Yato pun keluar rumah dan menjelaskan apa yang telah terjadi.

Temannya pun bertanya, “Kita boleh pinjem pensilmu ga?”

Yato pun mengangguk. Temannya menggambar HP agar mereka bisa mabar Free Fire dengan HD. Yato pun bosan dan dia menggambar dia menjadi spiderman. Yato menunjukkannya kepada temannya kalau dia adalah spiderman. Yato selalu pamer kepada siapapun bahwa dia bisa mengeluarkan jaring laba-laba. Lama-kelamaan Yato mulai bosan dan Yato mulai menggambar kalau dia sedang berada di film spiderman.

Yato pun mencoba menggunakan jaring laba-labanya dengan mengalahkan musuh-musuh di kota itu. Yato pun bertemu Dr.Strange dia adalah orang yang bisa berpindah pindah universe. Yato pun mulai bosan Karna dia hanya melawan lawan yang lemah.

Dia mencoba melawan Dr.Strange. Dr.Strange membawa Yato ke dunia yang dibikin oleh dia sendiri, jadi dia bisa mengendalikan apapun. Yato pun kalah lalu Dr.strange pun ingin pindah ke universe aslinya dan meninggalkan Yato sendirian di dunianya. Yato pun langsung menarik batu dan Dr.Strange lalu Dr.Strange diikat di batu itu menggunakan jaringnya tangannya pun diikat agar tidak bisa menyerang. Yato mengambil cincin di jadi Dr.Strange dan kembali ke universenya. Dia bersenang senang karena mempunyai 2 kekuatan,tetapi setelah sekian lama bersenang-senang Yato mulai bosan. Yato kembali ke dunianya Dr.Strange dan mengembalikan cincinnya. Dr.strange pun menyita pensilnya dan membawa Yato ke universenya karena dia tau kalau Ibunya mencari Yato.

Berteman dengan Sosok Hantu

Berteman dengan Sosok Hantu

Pada suatu hari, ada seorang anak indigo bernama Feli. Feli mempunyai kekuatan untuk melihat dan berinteraksi dengan makhluk halus. Ketika Feli sedang mengikuti pelajaran seperti biasanya, dia melihat seseorang sedang terbang ke sana kemari di kelasnya. Perasaan Feli biasa saja, karena Feli sudah terbiasa.

Pada saat bel istirahat berbunyi, Budi Teman bermain Feli sedang tidak masuk karena sedang pergi ke luar kota selama 1 minggu.

Feli pun merasa kesepian dan berkata dalam hati, “aku merasa bosan, apa yang harus ku lakukan?”

Makhluk yang ada di kelas tadi melihat Feli sedang sendirian dan tidak bermain dengan yang lain. Lalu dia melihat Feli pergi ke tempat yang sepi. Hantu itu pun mengikuti Feli karena penasaran

Ketika Feli sampai dia pun membalikan badan dan melihat ke hantu tersebut. Hantu pun kebingungan dan berbicara,

“Kenapa dia melihat ke arah ku? Apakah ada sesuatu?”

Feli pun mengatakan, “Kenapa kamu selalu mengganggu ku pada saat pelajaran?”

Hantu itu pun mengatakan, “Jadi selama ini kamu bisa melihat ku?”

Feli pun menjawab, “Iya aku melihat mu beterbangan di kelas ku. Mengapa kamu melakukan itu?” Tanya Feli.

Hantu itu pun menjawab, “Aku melakukan itu karena aku sedang bosan karena aku tidak mempunyai teman.”

Feli pun menjawab, “Apakah kamu tidak mencoba berteman dengan teman sekelas ku?”

Hantu itu pun menjawab, “Aku mencoba tetapi tidak ada yang bisa nelihatku dan mendengar ku, sampai aku pun melihat bahwa kamu bisa melihat ku.”

Feli pun termenung dan mengatakan dalam hati dan berbicara, “Budi juga sedang ke luar kota apakah aku berteman dengannya untuk sementara?”

“Benarkah? Kau mau berteman dengan ku?” Jawab hantu itu.

Feli mengatakan, “Apa? Aku tidak mengatakan apa apa? Apakah kamu bisa membaca pikiran?”

“Tentu saja bisa, semua hantu bisa membaca pikiran manusia. Jadi, apakah kamu mau berteman dengan ku?”

“Boleh, kalau kamu mau.” Hantu itu kegirangan.

Bel sekolah pun berbunyi dan mereka masuk ke kelas dengan buru buru. Feli baru ingat bahwa dirinya akan ulangan matematika. Dan dirinya lupa belajar matematika tadi malam karena tugas yang menumpuk. Hantu itu pun merasa kasihan dan mengatakan bahwa dia akan memberi tau jawaban kepada Feli. Berkat bantuan hantu tersebut, Feli bisa mengerjakan ulangannya dengan lancar dan berterimakasih kepada hantu itu. Bel pulang pun berbunyi dan Feli pergi ke rumah.

Hantu pun mengatakan, “Apakah aku boleh ikut?”

“Tentu saja boleh! Lagian orang tua ku sedang bekerja

di luar kota.” kata Feli.

Ketika sampai di rumah Feli pun mengajak kenalan dengan hantu itu. Ternyata hantu itu bernama vino dan dia berumur 19 tahun pada saat kematiannya. Feli bertanya bagaimana hantu itu meninggal. Hantu itu pun bercerita pada saat rumahnya kebakaran semua selamat kecuali dirinya karena dia menyelamatkan adiknya. Sayangnya, hantu itu lupa nama adiknya. Mereka berbincang bincang sampai malam dan Feli mengucapkan selamat tidur.

Ke esokan harinya. Feli siap siap berangkat sekolah dan belajar seperti biasanya. Ketika pulang sekolah. Feli melihat ada seorang ibu ibu sedang di copet. Feli bergegas mengejar pencopet itu dan Vino pun mengambil tasnya dan melemparkannya ke Feli. Feli berhasil menangkap tas itu dan memberikan kepada ibu ibu tersebut sedangkan Vino yang menyamar menjadi manusia sedang mengurus pencuri tersebut. Mereka pun mengetahui bahwa mereka dapat membasmi kejahatan dengan bekerja sama. Dari situ mereka akan mencari kejahatan tersebut setiap Feli pulang sekolah.

Satu minggu pun berlalu dan Budi pun kembali ke sekolah.

Budi bertemu dengan Feli dan mengatakan, “Feli! Gimana kabarnya?”

Feli pun menjawab, “Baik! Selama kamu pergi aku menemukan teman baru loh. Namanya vino.”

Budi pun terkejut dan tergingat kejadian pada saat kakak nya yang bernama Vino rela mati demi keselamatannya

TO BE CONTINUED…

Petualangan di Dunia Mimpi

Petualangan di Dunia Mimpi

Pada suatu hari di sebuah desa hiduplah seorang anak yang bernama Adit.  Adit mempunyai teman yang bernama Dennis dan rafa, mereka tinggal satu desa dengan Adit. Adit tinggal di keluarga dan rumah yang sederhana. Suatu malam ketika Adit sedang tidur, tiba-tiba datang cahaya yang sangat menyilaukan yang mengangkat dia naik ke atas ke sebuah pesawat luar angkasa. Adit sangat takut dan berkata, “Aku mau dibawa ke mana?“ kata Adit sambil menangis.

Tiba-tiba datanglah sesosok mahkluk luar angkasa yang bernama Bobi. Bobi berkata, ” Jangan takut, namaku Bobi dari planet Zipper, aku hanya ingin minta tolong kepada kamu karena planet ku sedang diserang musuh.”

Adit menjawab dengan takut, “Maaf Bobi aku tidak bisa membantu karena aku tidak memiliki kemampuan apapun.” Bobi menjawab, ” Tenang aja Adit kamu tidak sendiri, aku juga membawa temanmu si Rafa dan Dennis untuk membantumu, kalian juga akan memperoleh alat untuk melawan musuh.” kata Bobi. Adit menjawab “

Aku akan membantu semampuku, sekarang dimana teman-temanku ?” Bobi menjawab ,” Ayo ikuti aku,” Adit berjalan mengikuti Bobi, kemudian Bobi membuka suatu ruangan, disitu terlihat Dennis dan Rafa. Adit sangat senang bertemu dengan teman-temannya. Dennis berkata kepada Adit ,“Kamu  ada disini juga ?”Adit menjawab,” Iya, tadi tiba-tiba aku disini.” Rafa ikut menjawab,” aku juga tadi aku dibawa kesini oleh Bobi.”

Kemudian mereka bertiga berbincang- bincang. Lalu Bobi datang dan berkata,” Gimana kabar kalian, saya minta maaf kepada kalian karena membawa dan melibatkan kalian dalam masalah ini.” Adit menjawab,” iya tidak apa-apa, apa yang dapat kami lakukan untuk membantumu Bobi ?”

Bobi menjawab,” Saya minta bantuan kalian untuk membebaskan planet Zipper dari jajahan kerajaan Boro planet merah.” Baiklah kami akan membantu, tapi bagaimana caranya kami melawan kerajaan Boro sedangkan kami tidak memiliki senjata untuk melawan mereka.” kata Adit.

Bobi menjawab,” Aku akan memberi kalian senjata laser dan baju yang kebal terhadap senjata apapun dan tujuan kalian adalah mengambil pedang yang ada  di rumah  penyihir bonaponi, itulah senjata yang bisa melawan raja boro dan membebaskan planet zipper dari jajahan kerajaan Boro planet merah dan di sana kalian akan melewati rintangan-rintangan yang berbahaya.”

Kemudian Rafa bertanya,” bagaimana kami bisa sampai ke sana ?”

Bobi berkata,” aku akan mengantar kalian ke sana.”

 Setelah itu Adit, Dennis dan Rafa dengan diantar oleh Bobi pergi menuju rumah penyihir Bonaponi. Setelah beberapa lama kemudian sampailah mereka didekat rumah penyihir Bonaponi. Ketika Adit mau melangkah Bobi menghentikannya, sambil memberi isyarat menunjuk pada semak semak  yang akan dilalui oleh adit, Bobi melempar batu ke semak semak tersebut dan semak-semak tersebut ambles dan didalamnya ada lubang yang dalam ,ternyata semak-semak itu adalah jebakan yang dibuat oleh penyihir Bonaponi. Setelah itu mereka berjalan kembali tiba-tiba Bobi berhenti. Adit berkata kepada Bobi “ Kenapa kamu berhenti ?”

Bobi menjawab “ lihat didepan, itu rumah penyihir  Bonaponi, rumahnya begitu besar dan terlihat sudah jarang dipakai dan kelihatan sangat angker, maaf aku hanya bisa mengantar kalian sampai disini saja karena penyihir Bonaponi akan tau keberadaan kita kalau aku bersama kalian, selanjutnya kalian harus pergi ke sana sendiri tanpa aku, pesanku kepada kalian supaya berhati-hati dengan rintangan-rintangan yang akan kalian temui dan hadapi.”

“ baiklah” kata  mereka.

Adit, Dennis dan Rafa  melanjutkan perjalanan tanpa Bobi, ternyata benar apa yang dikatakan oleh Bobi banyak sekali rintangan-rintangan yang berbahaya menuju rumah penyihir Bonaponi.  Setelah mereka bisa masuk ke rumah penyihir tersebut, mereka bergegas untuk mengambil pedang yang dimaksud  oleh Boni, akan tetapi tanpa sengaja si Dennis menyenggol gelas dan membuat gelas itu jatuh dan pecah sehingga membuat  penyihir  terbangun dari tidurnya. Penyihir Bonaponi  kaget dan berkata “siapa kalian yang berani –beraninya datang ke rumahku !” Kemudian penyihir Bonaponi menyerang mereka dengan kekuatan sihirnya.

Ketiganya terpental. Kemudian penyihir Bonaponi kembali akan menyerang Adit dan Dennis, sementara itu Rafa yang melihat hal tersebut langsung bergegas bangun dan mengambil kayu yang ada didekatnya dan memukulkannya ke tengkuk si penyihir. Penyihir tersebut langsung pingsan, mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk bergegas mengambil pedang yang dimaksud oleh Bobi. Mereka langsung keluar dari rumah tersebut sebelum penyihir Bonaponi terbangun.

Saat mereka keluar dari rumah penyihir tersebut Boni menyambut mereka dengan pesawat luar angkasa sambil berkata “ kalian semua hebat bisa mengalahkan penyihir Bonaponi, ayo sekarang kita menuju ke kerajaan Boro.”

Saat di dalam pesawat mereka mengatur strategi untuk melawan kerajaan Boro. Saat sampai kerajaan Boro mereka disambut oleh pasukan kerajaan Boro yang sangat banyak, tetapi mereka berhasil mengalahkan semua pasukan Boro dengan pedang, senjata laser dan pakaian anti kebal senjata apapun yang mereka miliki. Akhirnya mereka berhadapan dengan raja boro yang sangat kejam dan kuat.

Adit dengan pedang yang diambil dari rumah penyihir Bonaponi menghampiri raja Boro dan berkata ,”bebaskan rakyat zipper dan pergilah dari negeri ini kalau tidak saya akan menghabisi mu dengan pedang ini.”

Raja Boro sangat marah. “Hei bocah jangan bermain-main dengan aku.”

Akhirnya ada pertarungan yang sangat sengit antara Adit dan raja Boro. Kekuatan Adit tidak cukup kuat melawan raja Boro. Saat Adit ingin putus asa tiba-tiba pedang itu bersinar sangat cerah, pedang itu bersinar karena tekad yang kuat Adit untuk membantu warga zipper, raja Boro terkejut melihat pedang tersebut bersinar, pada kesempatan itulah Adit langsung menusukkan pedang itu ke dada raja Boro dan raja Boro langsung lenyap seketika.

Akhirnya para pasukan kerajaan Boro yang melihat itu langsung kabur dan pergi planet asalnya yaitu planet merah. Sementara itu Adit, Dennis dan Rafa bertemu dengan Bobi, Bobi sangat berterima kasih kepada mereka karena telah membebaskan rakyat dan kerajaannya dari penjajahan kerajaan Boro.  Keesokan harinya di hadapan rakyat zipper mereka dipuji. Mereka terlalu senang mereka melompat-lompat kegirangan, Bruk!!, Adit kaget dan merasakan badannya sakit semua lalu ia membuka mata dan berkata “ oh, aku hanya mimpi.”

Ternyata tadi hanyalah mimpi Adit. TAMAT. TERIMA KASIH.

Petualangan Luar Angkasa

Petualangan Luar Angkasa

Pada suatu hari Di Negara Indoma, ada suatu maskapai pesawat yang bernama Javi Air.

Pada hari senin ada jadwal penerbangan pesawat dari Kota Lolan menuju Kota Moli. pesawat yang digunakan adalah pesawat boing 531.

Pilot dari pesawat tersebut bernama Asep,dan co-pilot yang bernama Andre.

Lalu para Co-pilot dan Pilot tersebut melakukan pengechekan terhadap pesawat yang akan mereka tumpangi tersebut, lalu saat pesawat tersebut sudah siap untuk mereka tumpangi pilot tersebut pun langsung menerbangkan pesawatnya.

Pada saat awal perjalanan perjalanan mereka terasa baik-baik saja, tetapi ketika di tengah perjalanan ada cahaya berwarna emas yang berkilau dengan sangat terang.

Saat pesawat tersebut mendekati cahaya tersebut pesawat tersebut ada suara .

“Boomm….” Pesawat mereka pun berpindah Ke Luar Angkasa.

Pada saat pesawat tersebut menyusuri Luar Angkasa mereka melihat suatu U.F.O. mereka pun mengikutinya hingga mereka turun di planet yang bernama Sutrinus. Pada saat pilot,dan co-pilot, serta semua orang yang berada di pesawat turun.

ada suatu mahluk aneh yang keluar dari U.F.O mahluk aneh tersebut adalah Unio, ternyata mereka masuk ke dalam dimensi lain.

Tugas Unio adalah memandu mereka untuk ke dimensi yang asli.

Petualangan pun di mulai Unio menuntun para penumpang pesawat menyusuri planet Sutrinus pada saat di tengah perjalanan ada goa, goa tersebut bernama Goa Mematikan .

Unio pun menuntun para penumpang pesawat memasuki Goa Mematikan,saat di tengah goa terdapat suatu tempelan kertas yang bertuliskan.

“Kamu harus melewati rintangan-rintangan di dalam Goa Mematikan ini untuk kembali ke dalam dimensi asli.”

Ada 3 rintangan yang harus mereka lewati. Masing-masing rintangan memiliki nama-nama khusus yaitu ada Netheris yang didalamnya memiliki rintangan berisi lava dan jebakan- jebakan.

Yang kedua ada rintangan yang bernama Rockral didalam rintangan tersebut berisi rintangan dari batu-batu.

Dan rintangan yang ke tiga bernama Sandy rintangan ini berisi pasir – pasir dan juga rintangan ini memiliki pasir hisap.Uino pun menuntun para co- pilot,pilot,dan para penumpang untuk melewati rintangan – rintangan tersebut.Pada saat di rintangan Netheris ada seseorang yang bernama Cindy yang hampir saja jatuh ke dalam rintangan lava namun Cindy berhasil untuk diselamatkan oleh orang yang bernama Alexa.

Akhirnya semua orang berhasil melewati rintangan tersebut. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju rintangan yang ke 2 yaitu adalah Rockral rintangan ini memiliki kesulitan yang sedang pada rintangan ini semua orang merasa kesusahan tetapi mereka semua pun saling membantu satu dengan yang lainnya yang membuat mereka bisa melewati rintangan ke 2 ini.

Lanjut ke rintangan yang ke 3, rintangan yang ke 3 ini memeiliki kesusahan yang bisa dibilang sulit, ada 5 peserta yang tumbang di dalam rintangan ini karena terhisap di pasir hisap yang membuat peserta tersebut tidak bisa bernafas lalu meninggal, dari total semua penumpang yang berjumlah 35 lalu berkurang menjadi 30 penumpang.

Setelah melewati rintangan- rintangan tersebut 30 penumpang, pilot, dan co-pilot pun berhasil keluar dari Goa Mematikan tersebut, tidak sampai disitu ternyata masih ada 2 tempat yang harus ia kunjungi yaitu adalah Lubang Harimau dan Goa Beracun.

Lalu Unio pun membantu mereka untuk menuju ke tempat yang ke 2 yaitu lubang harimau di Lubang Harimau hanya ada 2 rintangan.

Rintangan tersebut memiliki nama khusus yaitu Tigerring dan Whitehole, rintangan Tigerring adalah rintangan yang berbentuk terowongan yang di samping kanan

dan kiri nya berisi harimau-harimau yang ganas, sedangkan rintangan whitehole adalah rintangan yang berisi ruangan yang putih dan berlubang rintangan ini adalah rintangan yang berisi tipuan-tipuan.

Di rintangan pertama yaitu Tigerring para peserta berhasil lolos melewati rintangan tersebut tanpa mengalami kendala.

Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju rintangan ke 2 yaitu Whitehole di rintangan ke 2 ada 2 peserta yang tidak berhasil melewati rintangan, karena terjatuh ke dalam tipuan, yang mengakibatkan peserta tersebut menjadi 28 orang.

Unio pun membantu para penumpang pesawat menuju ke tempat terakhir yaitu di Goa Beracun.

Di goa beracun ada 2 rintangan lagi yaitu Poison Spider yang terdiri dari dari laba-laba beracun, dan Poison Fish yang terdiri dari pantai dan ikan-ikan beracun, dan para peserta harus menyebrangi pantai tersebut untuk menuju ke pulau di sebrangnya dengan barang yang disediakan yaitu kapal pelampung dan dayung.

Lalu para peserta pun menjalani rintangan ke 1 yaitu Poison Spider para peserta pun bisa melewati rintangan tersebut dengan aman. Lalu mereka lun menuju ke rintangan ke 2 yang di tuntun oleh Unio.

Di rintangan kedua yaitu Poison Fish ada 3 peserta yang tidak lolos dalam melewati rintangan ini karena tenggelam saat di tengah perjalanan.

Setelah melewati semua rintangan tersebut para penumpang,pilot,dan co-pilot pun di bawa oleh Unio untuk kembali ke pesawat,setelah berpisah dengan unio sang pilot pun melakukan penerbangan dan .

“Bomm…”. Mereka kembali ke dalam dimensi asli.

Setelah itu mereka pun menuju ke Kota Moli di hari Minggu.

Mereka pun sudah sampai ke tempat
tujuan dan hidup damai dam tentram.

Semenjak adanya petualangan luar angkasa ini orang- orang tersebut pun mendapatkan teman baru dan mendapatkan sahabat baru.

Kejutan Untuk Ibu

Kejutan Untuk Ibu

Suatu hari di Desa Eunoia. Terdapat satu keluarga yang sangat tentram. Di keluarga itu terdapat Ayah, Ibu, dan 3 anak yang bernama Haiden, Jovita, dan Xynavia. Mereka tumbuh besar dengan gembira. Mereka tidak pernah bertengkar satu kalipun. Tetapi di malam hati, Haiden anak pertama pergi diam-diam tanpa ijin kepada kedua orangtuanya dan 2 adiknya. Yang membuat orangtuanya curiga, Haiden membawa 2 tas besar dan meletakkan sebuah surat di atas kasurnya. Ibu yang terkejut langsung membaca isi surat itu “Yah, Bu. Haiden pergi ke suatu tempat dan akan pulang sekitar 1 bulan.” isi surat itu. Ibu khawatir kalau Haiden kenapa-kenapa. Ayah menelpon polisi, dan Xynavia menenangkan Ibu yang sedang khawatir dan hanya melihat suratnya. Tetapi yang bikin anehnya lagi, Jovita hanya melihat ponselnya tanpa rasa cemas. Ayah yang terlihat bingung dan berkata “Jovita? Kenapa kamu terlihat biasa saja? Sedangkan kita semua khawatir dengan kakak mu itu”. Jovita yang mendengar omongan Ayah, langsung berkata “Untuk apa khawatir? Kak Haiden juga akan pulang satu bulan lagi”.  Terdengar jawaban Jovita, Ayah terkejut dan curiga.

Selama satu bulan, yang awal terkenal dengan keluarga yang tentram menjadi keluarga yang tidak bahagia. Ibu masih khawatir karena sudah satu bulan, tetapi Haiden belum pulang. Di sisi lain, Haiden juga pernah berjanji akan merayakan ulang tahun Ibu, dengan hadiah yang sangat istimewa. Hari ulang tahun Ibu telah tiba, Ibu tetap sedih karena Haiden tidak kembali dan mengingkar janjinya.

Beberapa saat, ada yang mengetuk pintu rumah. Ternyata… Haiden pulang dan membawa hadiah istimewa berupa pesawat terbang pribadi. Karena Haiden tau jika Ibunya ingin pergi ke luar negeri bersama mereka, maka Haiden memberikan pesawat pribadi. Ternyata Jovita dan Haiden bekerja sama memberi kejutan. Ibu menangis dengan gembira tidak menyangka. Keluarga itu pun menjadi tentram kembali.

(more…)