Fieldtrip 9-11 Januari 2023 [ Jean 7F/15]
FIELD TRIP
Halo, perkenalkan saya Jeanette Nathania S. Kelas 7F nomor absen 15. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya field trip selama 3 hari bersama teman-teman dan bapak-ibu guru pendamping.
Sebelum memulai cerita, apakah kalian tahu apa itu field trip? Field trip adalah studi lapangan yang dilakukan oleh siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang terjadi atau dilaksanakan di luar sekolah. Metode field trip ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, pabrik kayu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, peternakan, perkebunan, lapangan bermain dan sebagainya.
Pada tanggal 9-11 Jan 2023, kami berkesempatan untuk melakukan field trip ke berbagai tempat yang telah dipilih oleh guru-guru yang menjadi panitia pada field trip kali ini. Pada tanggal 9, kami berkesempatan untuk dapat belajar membuat klepon dan bandeng presto di Dyriana/Bandeng Juwana. Tanggal 10, kami memiliki kesempatan yang sangat berarti untuk dapat berkunjung ke SMK St. Fransiskus untuk belajar membuat hiasan tata busana dan membuat batik. Hari terakhir field trip, yakni tanggal 11 kami bersama-sama berangkat menggunakan bis yang telah disediakan oleh sekolah untuk pergi ke PRPP ( Maerokoco) untuk melakukan beberapa eksperimen, membuat roket air, menaiki kereta mini, menaiki kapal, dan menanam mangrove.
Hari pertama field trip, 9 Januari 2023. Saya dan teman-teman kelas 7D (15-28), 7E, 7F dan 7G diminta untuk pergi ke Dryiana/Bandeng Juwana. Di Dryiana/Bandeng Juwana, kami memilik kesempatan untuk dapat bersama-sama membuat klepon dan membuat bandeng presto bersama kakak-kakak dan ibu-ibu pendamping. Saya datang ke Dryiana dengan menggunakan transportasi mandiri yang diantarkan oleh orang tua. Namun, banyak juga teman-teman yang datang bersama dengan teman lainnya.
Pada kegiatan pertama field trip hari pertama, kami di ajarkan untuk membuat klepon. Kelepon adalah makanan ringan dari bola kue beras manis yang diisi dengan gula aren cair dan dilapisi kelapa parut. Berasal dari Jawa, bola ketan berwarna hijau adalah salah satu kue tradisional yang populer dalam masakan Indonesia. Kue klepon diperkenalkan oleh imigran Indonesia kepada masyarakat Belanda sejak tahun 1950-an. Wajar saja, jika kita akan menemukan kue ini di beberapa restoran Cina, Belanda, dan Indonesia yang disebutkan dalam buku “Indisch Ieven in Netherland” yang ditulis oleh J. M. Meulenhoff. Berikut ini adalah langkah-langkah cara membuat klepon:
•Alat:
1. Mangkuk,
2. Piring kertas,
3. Spatula,
4. Panci,
5. Saringan.
•Bahan:
1. Tepung ketan,
2. Gula merah,
3. Pewarna makanan,
4. Air panas,
5.Gula pasir,
6. Parutan kelapa.
•Langkah- langkah:
1. Masukan tepung ketan dan gula pasir yang sudah disediakan kedalam mangkuk.
2. Masukan air panas ke dalam mangkuk yang berisi tepung ketan dan gula pasir, kemudian aduk menggunakan spatula.
3. Aduk adonan hingga tercampur dengan merata dan sudah kalis.
4. Masukkan pewarna makanan secukupnya, aduk hingga warna merata.
5. Setelah warna tercampur merata, ambil sedikit adonan lalu pipihkan membentuk bulat menggunakan kedua telapak tangan.
6. Kemudian, masukkan gula merah yang sudah di iris-iris di atas pipihan adonan.
7. Bulat-bulat adonan hingga isi dari klepon yakni gula merah sudah tidak terlihat.
8. Setelah membuat adonan klepon dengan cukup banyak, masukkan air kedalam panci dan tunggu hingga air mendidih.
9. Jika air sudah mendidih, masukkan adonan klepon ke dalam panci secara hati-hati agar klepon tidak pecah. Tunggu hingga 10-15 menit hingga matang.
10. Setelah matang, angkat klepon menggunakan saringan.
11. Kemudian taruh parutan kelapa yang sudah disiapkan sebelumnya diatas piring kertas.
12. Taruh secara perlahan adonan klepon kedalam piring kertas yang sudah diberi parutan kelapa. Baluri klepon dengan parutan kelapa.
13. Klepon sudah siap disajikan.
Pada kegiatan kedua field trip hari pertama, kami diajarkan untuk membuat bandeng presto. Ikan bandeng adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara dan Oseania. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae. Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dalam Bahasa Tagalog sebagai bangus, dan dalam bahasa Inggris sebagai milkfish. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat bandeng presto:
•Alat:
1.Pisau,
2. Talenan,
3. Piring,
4. Panci presto/autoclave.
•Bahan:
1. Ikan bandeng,
2. Garam,
3.Jahe,
4.Kunyit,
5. Air,
6. Bawang putih.
•Langkah-langkah:
1. Belah ikan bandeng menjadi 2, lalu baluri dengan bumbu-bumbu yang telah disiapkan.
2. Setelah membaluri ikan bandeng dengan bumbu-bumbu, siapkan panci presto/autoclave dan masukkan air kedalamnya.
3. Kemudian taruh ikan kedalam panci presto, hidupkan api lalu tutup.
4. Masak ikan bandeng sekitar 10-15 menit.
5.Buka tutup panci, biarkan uap keluar sampai habis. Angkat ikan. Hidangkan bandeng presto selagi hangat bersama nasi atau digoreng dahulu.
Hari kedua field trip, 10 Januari 2023. Pada tanggal 10 Januari 2023, atau lebih tepatnya hari Selasa, saya dan teman-teman melakukan field trip ke sekolah SMK St. Fransiskus. Hari kedua ini, kami diajarkan untuk membuat hiasan tata busana yakni gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel, jepitan rambut dan membatik. Namun kami di bagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok putra dan putri. Kelompok putra membuat hiasan kayu dan menyablon, kelompok putri membuat gantungan kunci, jepitan rambut dan membatik. Kegiatan pada hari kedua ini sangat seru dibandingkan dengan hari pertama. Pada hari kedua ini, banyak kakak-kakak pendamping yang bersekolah di SMK St. Fransiskus yang sangat baik dan sabar saat mendampingi kita membuat gantungan kunci, jepitan rambut dan membatik.
Karena kelompok putri memiliki kegiatan untuk membuat hiasan tata busana yaitu gantungan kunci dan jepitan rambut. Maka pada kegiatan pertama pada kelompok putri adalah membuat hiasan tata busana. Membuat hiasan tata busana juga sangat berguna untuk mengisi waktu luang. Pada kegiatan membuat hiasan tata busana, saya memilih untuk membuat gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel yang dijahit dan diisi oleh dakron atau busa. Sebenarnya kita dapat membuat jepitan rambut juga, tetapi saya lebih memilih untuk menjadikannya sebagai gantungan kunci. Berikut ini langkah-langkah membuat gantungan kunci:
•Alat:
1.Jarum,
2.Lem tembak,
3.Gantungan kunci,
4. Gunting.
•Bahan:
1.Benang,
2.Kain flanel,
3.Dakron/busa,
4.Pernak-pernik.
•Langkah-langkah:
1.Pilih warna kain flanel yang ingin di pakai untuk membuat gantungan kunci.
2.Setelah memilih warna, pilih bentuk yang akan digunakan untuk membuat gantungan kunci.
3. Kemudian potong bentuk yang telah dipilih menggunakan gunting sebanyak 2 potongan yang sama besar.
4. Siapkan jarum dan benang. Masukkan benang ke dalam lubang jarum, setelah itu simpulkan ujung benang agar dapat terkunci dan tidak lepas saat sedang menjahit.
5. Satukan 2 kain flanel yang sudah dipotong, kemudian mulailah menjahit.
6.Setelah tersisa sedikit lubang yang belum dijahit, masukkan dakron atau busa ke dalamnya agar dapat lebih berisi.
7.Lanjutkan menjahit hingga lubang selesai di jahit semua dan tidak berlubang.
8.Pasang manik-manik/pernak-pernik yang ingin ditempelkan. Jika sudah, tempel menggunakan lem tembak.
9. Setelah memasang pernak-pernik, kemudian pasangkan gantungan kunci di atasnya dengan dijahit.
10.Gantungan kunci buatan sendiri sudah dapat digunakan.
Pada kegiatan kedua, kami diajak untuk membuat batik. Apakah kalian tahu batik berasal dari daerah mana? Batik adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Dan apakah kalian pernah berpikir bahwa membatik itu merupakan hal yang mudah? Nyatanya membatik adalah kegiatan yang cukup sulit, karena kita harus memperhatikan agar malam yang cair yang sudah dipanaskan tidak tumpah dan tidak menetes. Karena apabila malam cair yang panas itu menetes ke tangan, hal yang tidak diinginkan mungkin dapat terjadi. Salah satunya kulit tangan dapat melepuh. Maka saat membatik kita dihimbau untuk selalu berhati-hati saat ingin membatik, terlebih lagi saat pertama kali/sedang belajar membatik. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat batik:
•Alat:
1.Canting,
2.Kanvas yang sudah diberi gambar menggunakan pensil,
3.Kuas,
4.Wajan,
5.Botol plastik bekas,
6. Pemantik.
•Bahan:
1.Air,
2.Malam,
3.Cat.
•Langkah-langkah:
1.Siapkan wajan kecil yang biasanya digunakan untuk membuat batik, nyalakan api dengan pemantik dan tunggu hingga panas.
2.Setelah dirasa sudah cukup panas, masukkan malam diatas wajan kecil tersebut. Tunggu hingga malam mencair dan tidak bergumpal.
3.Jika malam sudah panas dan mencair, ambil canting dan posisikan lubang canting di atas terlebih dahulu. Lalu malam panas dari wajan tersebut diambil dengan canting seperti menyerok.
4. Mulailah membatik sesuai garis yang sudah digambar sebelumnya.
5.Setelah selesai memberikan malam cair panas di setiap garis. Tunggu kering sekitar 2 menit, lalu mulai mewarnai dengan cat yang sudah di beri air menggunakan kuas.
6.Tunggu hingga warna-warna sudah kering sekitar 1 hari/24 jam di bawah sinar matahari.
7.Setelah kering, batik sudah dapat di pajang atau dijadikan sebagai hiasan.
Hari ketiga field trip / hari terakhir, 11-Jan-2023. Hari di mana hari itu adalah hari terakhir kami field sekaligus hari yang paling seru dan menyenangkan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Seperti yang kalian baca di awal, pada hari terakhir ini kami field trip ke PRPP (Maerokoco). Di sana kami diajak untuk melakukan beberapa eksperimen, diajarkan membuat roket air, menaiki kereta mini, menaiki kapal air, dan menanam tanaman bakau.
Pada hari terakhir ini sangat menyenangkan karena kami semua berangkat menggunakan bis yang telah disediakan oleh sekolah. Mula-mula kami semua diminta untuk berkumpul disekolah jam 06.50, melakukan pembiasaan pagi di kelas masing-masing lalu berkumpul di teras kantin. Kami menunggu sekitar 10 menit, 10 menit tersebut kami dijelaskan apa yang akan kami lakukan di Maerokoco nanti. Kami juga menunggu giliran setiap kelas masuk ke dalam bis yang sudah di tentukan. Perjalanan sekitar 30 menit untuk menuju ke Maerokoco. Setelah sampai, kami di minta untuk baris terlebih dahulu untuk masuk ke area Maerokoco lalu berjalan menuju aula Maerokoco.
Di Aula Maerokoco, kami membuka kegiatan dengan doa pembuka yang di pimpin oleh murid kelas 7D. Setelah melakukan doa pembukaan kegiatan, selanjutnya kami diajak oleh kakak-kakak pendamping untuk melakukan beberapa eksperimen. Terdapat 4 eksperimen, yaitu eksperimen terhadap telur, eksperimen botol yang memiliki tekanan udara, eksperimen coca cola, dan eksperimen balon. Eksperimen pertama yaitu eksperimen terhadap telur, eksperimen terhadap telur ini terdapat 2 jenis. Yang pertama untuk membedakan telur yang sudah matang karena di rebus dan yang belum matang/mentah, dengan cara memutarkan telur. Yang berputar lebih cepat dan durasi berputar relatif cukup lama maka itu adalah telur yang matang, dan jika yang berputar sedikit pelan dan durasi berputar relatif cepat maka itu adalah telur yang masih mentah. Lalu eksperimen terhadap telur yang kedua adalah membuat telur dapat melayang di air saat diberi garam. Telur dalam air dapat melayang saat diberi garam sebab massa jenis larutan garam dan air meningkat sehingga gaya angkat yang dialami telur dari berat air yang dipindahkan akan meningkat dan telur menjadi melayang.
Setelah melakukan beberapa eksperimen tersebut, kami melanjutkan untuk membuat roket air dari botol plastik bekas. Sistem kerja roket airnya adalah, botol akan meluncur apabila diberi tekanan udara yang tinggi berasal dari pompa dan di dalamnya telah diberi air sekitar seperempat sampai sepertiga dari isi botol untuk menghasilkan tenaga semburan yang lebih besar. Berikut ini langkah-langkah membuat roket air:
•Alat:
1.Cutter,
2.Gunting,
3.Solasi,
4.Penggaris.
•Bahan:
1.Plastisin,
2. 2 Botol Coca-Cola.
•Langkah-langkah:
1.Siapkan 2 botol Coca-Cola, ambil salah satu lalu potong menjadi 2. 1 botol lainnya disimpan.
2.Ambil potongan botol bagian tutup atau bagian atas botol.
3.Masukkan plastisin kira-kira sekitar 150 gram, padatkan.
4.Ambil botol yang masih utuh, tempel kan bagian potongan tutup botol atau atas botol yang sudah diberi plastisin tadi ke bawah botol yang masih utuh menggunakan solasi.
5 . Setelah digabungkan dengan solasi, buat 4 sayap lalu tempel kan di luar botol.
6. Roket air sudah siap diluncurkan.
Setelah membuat roket air, kemudian kelompok 7E, 7F dan 7G melanjutkan menaiki kereta mini untuk melihat-lihat rumah-rumah di setiap daerah. Setelah menaiki kereta mini, dilanjutkan dengan menaiki kapal air. Saat menaiki kapal air, banyak ikan-ikan yang loncat-loncat bahkan sampai loncat ke atas kapal kami. Di kapal, kami juga banyak menyapa kakak-kakak dan mungkin adik-adik sekolahan yang mungkin sedang field trip juga.
Lalu setelah turun dari kapal, kami diberi oleh guru-guru seperti rice bowl yang berisi nasi goreng. Kami diberi waktu istirahat sekitar 15 menit. Setelah istirahat, kami bersama-sama menuju ke suatu tempat bersama kakak-kakak pendamping untuk menanam tanaman bakau. Setelah menanam tanaman bakau, kami semua diminta untuk kembali ke Aula Maerokoco untuk melakukan doa penutup. Kemudian kami kembali ke tempat parkiran bis untuk melakukan perjalanan pulang. Perjalanan sekitar 30 menit, kami sampai ke sekolah pukul 14.00. Sekian cerita saya field trip selama 3 hari. Terimakasih.
Fieldtrip 9-11 Januari 2023 [ Jean 7F/15]
FIELD TRIP
Halo, perkenalkan saya Jeanette Nathania S. Kelas 7F nomor absen 15. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya field trip selama 3 hari bersama teman-teman dan bapak-ibu guru pendamping.
Sebelum memulai cerita, apakah kalian tahu apa itu field trip? Field trip adalah studi lapangan yang dilakukan oleh siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang terjadi atau dilaksanakan di luar sekolah. Metode field trip ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, pabrik kayu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, peternakan, perkebunan, lapangan bermain dan sebagainya.
Pada tanggal 9-11 Jan 2023, kami berkesempatan untuk melakukan field trip ke berbagai tempat yang telah dipilih oleh guru-guru yang menjadi panitia pada field trip kali ini. Pada tanggal 9, kami berkesempatan untuk dapat belajar membuat klepon dan bandeng presto di Dyriana/Bandeng Juwana. Tanggal 10, kami memiliki kesempatan yang sangat berarti untuk dapat berkunjung ke SMK St. Fransiskus untuk belajar membuat hiasan tata busana dan membuat batik. Hari terakhir field trip, yakni tanggal 11 kami bersama-sama berangkat menggunakan bis yang telah disediakan oleh sekolah untuk pergi ke PRPP ( Maerokoco) untuk melakukan beberapa eksperimen, membuat roket air, menaiki kereta mini, menaiki kapal, dan menanam mangrove.
Hari pertama field trip, 9 Januari 2023. Saya dan teman-teman kelas 7D (15-28), 7E, 7F dan 7G diminta untuk pergi ke Dryiana/Bandeng Juwana. Di Dryiana/Bandeng Juwana, kami memilik kesempatan untuk dapat bersama-sama membuat klepon dan membuat bandeng presto bersama kakak-kakak dan ibu-ibu pendamping. Saya datang ke Dryiana dengan menggunakan transportasi mandiri yang diantarkan oleh orang tua. Namun, banyak juga teman-teman yang datang bersama dengan teman lainnya.
Pada kegiatan pertama field trip hari pertama, kami di ajarkan untuk membuat klepon. Kelepon adalah makanan ringan dari bola kue beras manis yang diisi dengan gula aren cair dan dilapisi kelapa parut. Berasal dari Jawa, bola ketan berwarna hijau adalah salah satu kue tradisional yang populer dalam masakan Indonesia. Kue klepon diperkenalkan oleh imigran Indonesia kepada masyarakat Belanda sejak tahun 1950-an. Wajar saja, jika kita akan menemukan kue ini di beberapa restoran Cina, Belanda, dan Indonesia yang disebutkan dalam buku “Indisch Ieven in Netherland” yang ditulis oleh J. M. Meulenhoff. Berikut ini adalah langkah-langkah cara membuat klepon:
•Alat:
1. Mangkuk,
2. Piring kertas,
3. Spatula,
4. Panci,
5. Saringan.
•Bahan:
1. Tepung ketan,
2. Gula merah,
3. Pewarna makanan,
4. Air panas,
5.Gula pasir,
6. Parutan kelapa.
•Langkah- langkah:
1. Masukan tepung ketan dan gula pasir yang sudah disediakan kedalam mangkuk.
2. Masukan air panas ke dalam mangkuk yang berisi tepung ketan dan gula pasir, kemudian aduk menggunakan spatula.
3. Aduk adonan hingga tercampur dengan merata dan sudah kalis.
4. Masukkan pewarna makanan secukupnya, aduk hingga warna merata.
5. Setelah warna tercampur merata, ambil sedikit adonan lalu pipihkan membentuk bulat menggunakan kedua telapak tangan.
6. Kemudian, masukkan gula merah yang sudah di iris-iris di atas pipihan adonan.
7. Bulat-bulat adonan hingga isi dari klepon yakni gula merah sudah tidak terlihat.
8. Setelah membuat adonan klepon dengan cukup banyak, masukkan air kedalam panci dan tunggu hingga air mendidih.
9. Jika air sudah mendidih, masukkan adonan klepon ke dalam panci secara hati-hati agar klepon tidak pecah. Tunggu hingga 10-15 menit hingga matang.
10. Setelah matang, angkat klepon menggunakan saringan.
11. Kemudian taruh parutan kelapa yang sudah disiapkan sebelumnya diatas piring kertas.
12. Taruh secara perlahan adonan klepon kedalam piring kertas yang sudah diberi parutan kelapa. Baluri klepon dengan parutan kelapa.
13. Klepon sudah siap disajikan.
Pada kegiatan kedua field trip hari pertama, kami diajarkan untuk membuat bandeng presto. Ikan bandeng adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara dan Oseania. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae. Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dalam Bahasa Tagalog sebagai bangus, dan dalam bahasa Inggris sebagai milkfish. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat bandeng presto:
•Alat:
1.Pisau,
2. Talenan,
3. Piring,
4. Panci presto/autoclave.
•Bahan:
1. Ikan bandeng,
2. Garam,
3.Jahe,
4.Kunyit,
5. Air,
6. Bawang putih.
•Langkah-langkah:
1. Belah ikan bandeng menjadi 2, lalu baluri dengan bumbu-bumbu yang telah disiapkan.
2. Setelah membaluri ikan bandeng dengan bumbu-bumbu, siapkan panci presto/autoclave dan masukkan air kedalamnya.
3. Kemudian taruh ikan kedalam panci presto, hidupkan api lalu tutup.
4. Masak ikan bandeng sekitar 10-15 menit.
5.Buka tutup panci, biarkan uap keluar sampai habis. Angkat ikan. Hidangkan bandeng presto selagi hangat bersama nasi atau digoreng dahulu.
Hari kedua field trip, 10 Januari 2023. Pada tanggal 10 Januari 2023, atau lebih tepatnya hari Selasa, saya dan teman-teman melakukan field trip ke sekolah SMK St. Fransiskus. Hari kedua ini, kami diajarkan untuk membuat hiasan tata busana yakni gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel, jepitan rambut dan membatik. Namun kami di bagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok putra dan putri. Kelompok putra membuat hiasan kayu dan menyablon, kelompok putri membuat gantungan kunci, jepitan rambut dan membatik. Kegiatan pada hari kedua ini sangat seru dibandingkan dengan hari pertama. Pada hari kedua ini, banyak kakak-kakak pendamping yang bersekolah di SMK St. Fransiskus yang sangat baik dan sabar saat mendampingi kita membuat gantungan kunci, jepitan rambut dan membatik.
Karena kelompok putri memiliki kegiatan untuk membuat hiasan tata busana yaitu gantungan kunci dan jepitan rambut. Maka pada kegiatan pertama pada kelompok putri adalah membuat hiasan tata busana. Membuat hiasan tata busana juga sangat berguna untuk mengisi waktu luang. Pada kegiatan membuat hiasan tata busana, saya memilih untuk membuat gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel yang dijahit dan diisi oleh dakron atau busa. Sebenarnya kita dapat membuat jepitan rambut juga, tetapi saya lebih memilih untuk menjadikannya sebagai gantungan kunci. Berikut ini langkah-langkah membuat gantungan kunci:
•Alat:
1.Jarum,
2.Lem tembak,
3.Gantungan kunci,
4. Gunting.
•Bahan:
1.Benang,
2.Kain flanel,
3.Dakron/busa,
4.Pernak-pernik.
•Langkah-langkah:
1.Pilih warna kain flanel yang ingin di pakai untuk membuat gantungan kunci.
2.Setelah memilih warna, pilih bentuk yang akan digunakan untuk membuat gantungan kunci.
3. Kemudian potong bentuk yang telah dipilih menggunakan gunting sebanyak 2 potongan yang sama besar.
4. Siapkan jarum dan benang. Masukkan benang ke dalam lubang jarum, setelah itu simpulkan ujung benang agar dapat terkunci dan tidak lepas saat sedang menjahit.
5. Satukan 2 kain flanel yang sudah dipotong, kemudian mulailah menjahit.
6.Setelah tersisa sedikit lubang yang belum dijahit, masukkan dakron atau busa ke dalamnya agar dapat lebih berisi.
7.Lanjutkan menjahit hingga lubang selesai di jahit semua dan tidak berlubang.
8.Pasang manik-manik/pernak-pernik yang ingin ditempelkan. Jika sudah, tempel menggunakan lem tembak.
9. Setelah memasang pernak-pernik, kemudian pasangkan gantungan kunci di atasnya dengan dijahit.
10.Gantungan kunci buatan sendiri sudah dapat digunakan.
Pada kegiatan kedua, kami diajak untuk membuat batik. Apakah kalian tahu batik berasal dari daerah mana? Batik adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Dan apakah kalian pernah berpikir bahwa membatik itu merupakan hal yang mudah? Nyatanya membatik adalah kegiatan yang cukup sulit, karena kita harus memperhatikan agar malam yang cair yang sudah dipanaskan tidak tumpah dan tidak menetes. Karena apabila malam cair yang panas itu menetes ke tangan, hal yang tidak diinginkan mungkin dapat terjadi. Salah satunya kulit tangan dapat melepuh. Maka saat membatik kita dihimbau untuk selalu berhati-hati saat ingin membatik, terlebih lagi saat pertama kali/sedang belajar membatik. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat batik:
•Alat:
1.Canting,
2.Kanvas yang sudah diberi gambar menggunakan pensil,
3.Kuas,
4.Wajan,
5.Botol plastik bekas,
6. Pemantik.
•Bahan:
1.Air,
2.Malam,
3.Cat.
•Langkah-langkah:
1.Siapkan wajan kecil yang biasanya digunakan untuk membuat batik, nyalakan api dengan pemantik dan tunggu hingga panas.
2.Setelah dirasa sudah cukup panas, masukkan malam diatas wajan kecil tersebut. Tunggu hingga malam mencair dan tidak bergumpal.
3.Jika malam sudah panas dan mencair, ambil canting dan posisikan lubang canting di atas terlebih dahulu. Lalu malam panas dari wajan tersebut diambil dengan canting seperti menyerok.
4. Mulailah membatik sesuai garis yang sudah digambar sebelumnya.
5.Setelah selesai memberikan malam cair panas di setiap garis. Tunggu kering sekitar 2 menit, lalu mulai mewarnai dengan cat yang sudah di beri air menggunakan kuas.
6.Tunggu hingga warna-warna sudah kering sekitar 1 hari/24 jam di bawah sinar matahari.
7.Setelah kering, batik sudah dapat di pajang atau dijadikan sebagai hiasan.
Hari ketiga field trip / hari terakhir, 11-Jan-2023. Hari di mana hari itu adalah hari terakhir kami field sekaligus hari yang paling seru dan menyenangkan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Seperti yang kalian baca di awal, pada hari terakhir ini kami field trip ke PRPP (Maerokoco). Di sana kami diajak untuk melakukan beberapa eksperimen, diajarkan membuat roket air, menaiki kereta mini, menaiki kapal air, dan menanam tanaman bakau.
Pada hari terakhir ini sangat menyenangkan karena kami semua berangkat menggunakan bis yang telah disediakan oleh sekolah. Mula-mula kami semua diminta untuk berkumpul disekolah jam 06.50, melakukan pembiasaan pagi di kelas masing-masing lalu berkumpul di teras kantin. Kami menunggu sekitar 10 menit, 10 menit tersebut kami dijelaskan apa yang akan kami lakukan di Maerokoco nanti. Kami juga menunggu giliran setiap kelas masuk ke dalam bis yang sudah di tentukan. Perjalanan sekitar 30 menit untuk menuju ke Maerokoco. Setelah sampai, kami di minta untuk baris terlebih dahulu untuk masuk ke area Maerokoco lalu berjalan menuju aula Maerokoco.
Di Aula Maerokoco, kami membuka kegiatan dengan doa pembuka yang di pimpin oleh murid kelas 7D. Setelah melakukan doa pembukaan kegiatan, selanjutnya kami diajak oleh kakak-kakak pendamping untuk melakukan beberapa eksperimen. Terdapat 4 eksperimen, yaitu eksperimen terhadap telur, eksperimen botol yang memiliki tekanan udara, eksperimen coca cola, dan eksperimen balon. Eksperimen pertama yaitu eksperimen terhadap telur, eksperimen terhadap telur ini terdapat 2 jenis. Yang pertama untuk membedakan telur yang sudah matang karena di rebus dan yang belum matang/mentah, dengan cara memutarkan telur. Yang berputar lebih cepat dan durasi berputar relatif cukup lama maka itu adalah telur yang matang, dan jika yang berputar sedikit pelan dan durasi berputar relatif cepat maka itu adalah telur yang masih mentah. Lalu eksperimen terhadap telur yang kedua adalah membuat telur dapat melayang di air saat diberi garam. Telur dalam air dapat melayang saat diberi garam sebab massa jenis larutan garam dan air meningkat sehingga gaya angkat yang dialami telur dari berat air yang dipindahkan akan meningkat dan telur menjadi melayang.
Setelah melakukan beberapa eksperimen tersebut, kami melanjutkan untuk membuat roket air dari botol plastik bekas. Sistem kerja roket airnya adalah, botol akan meluncur apabila diberi tekanan udara yang tinggi berasal dari pompa dan di dalamnya telah diberi air sekitar seperempat sampai sepertiga dari isi botol untuk menghasilkan tenaga semburan yang lebih besar. Berikut ini langkah-langkah membuat roket air:
•Alat:
1.Cutter,
2.Gunting,
3.Solasi,
4.Penggaris.
•Bahan:
1.Plastisin,
2. 2 Botol Coca-Cola.
•Langkah-langkah:
1.Siapkan 2 botol Coca-Cola, ambil salah satu lalu potong menjadi 2. 1 botol lainnya disimpan.
2.Ambil potongan botol bagian tutup atau bagian atas botol.
3.Masukkan plastisin kira-kira sekitar 150 gram, padatkan.
4.Ambil botol yang masih utuh, tempel kan bagian potongan tutup botol atau atas botol yang sudah diberi plastisin tadi ke bawah botol yang masih utuh menggunakan solasi.
5 . Setelah digabungkan dengan solasi, buat 4 sayap lalu tempel kan di luar botol.
6. Roket air sudah siap diluncurkan.
Setelah membuat roket air, kemudian kelompok 7E, 7F dan 7G melanjutkan menaiki kereta mini untuk melihat-lihat rumah-rumah di setiap daerah. Setelah menaiki kereta mini, dilanjutkan dengan menaiki kapal air. Saat menaiki kapal air, banyak ikan-ikan yang loncat-loncat bahkan sampai loncat ke atas kapal kami. Di kapal, kami juga banyak menyapa kakak-kakak dan mungkin adik-adik sekolahan yang mungkin sedang field trip juga.
Lalu setelah turun dari kapal, kami diberi oleh guru-guru seperti rice bowl yang berisi nasi goreng. Kami diberi waktu istirahat sekitar 15 menit. Setelah istirahat, kami bersama-sama menuju ke suatu tempat bersama kakak-kakak pendamping untuk menanam tanaman bakau. Setelah menanam tanaman bakau, kami semua diminta untuk kembali ke Aula Maerokoco untuk melakukan doa penutup. Kemudian kami kembali ke tempat parkiran bis untuk melakukan perjalanan pulang. Perjalanan sekitar 30 menit, kami sampai ke sekolah pukul 14.00. Sekian cerita saya field trip selama 3 hari. Terimakasih.
Petualangan di Kota Sihir
Di pagi hari yang cerah, aku terbangun dari tidurku karena mendengar ayam peliharaanku berkokok. Aku pun segera bangun dan beranjak dari tempat tidurku untuk mengambil segelas air minum di dapur. Saat aku ingin menuju ke dapur, aku melihat dan mendengar anjing peliharaanku menggonggong ke arah kamar belajarku yang pintunya sudah terbuka. Anjing ku menggonggong ke arah meja belajarku. Aku pun melihat ke arah meja belajarku dan alangkah terkejutnya aku melihat buku-bukuku yang kemarin malam sudah aku rapihkan sekarang sudah jatuh berserakan di lantai. Saat aku ingin merapikan buku-buku ku, aku melihat ada salah satu buku yang terdapat tulisan di halaman paling belakang. Tulisan tersebut tertulis dengan tinta berwarna merah.
Aku hanya melihat sekejap mata karena tiba-tiba mamah memanggilku, “Alicia, kenapa kok kamu disini pagi-pagi, ada tugas yang belum kamu kerjain ya?’’
Aku pun menjawab, “Engga mah, semua tugas udah Alicia kerjain. Alicia tadi kesini gara-gara tadi Molly berisik banget gonggongin kamar belajarku, Alicia kan kaget terus bingung kok bisa ya pintu kamar belajar Alicia bisa kebuka padahal kemarin malem udah Alicia tutup rapat.’’
Mamahku pun menjawab dengan heran, ‘‘Mungkin aja itu gara-gara ada angin yang kencang, udahlah ayo bantu mamah bikin makanan untuk sarapan.’’
Aku pun hanya diam terheran-heran, karena mana mungkin ada angin yang dapat membuka pintu kamar belajar ku yang tertutup dengan rapat dan menjatuhkan buku ku, karena buku ku sangat berat dan sudah ku taruh dengan rapih diatas meja belajarku. Sekitar pukul satu siang aku terbangun dari tidur siang ku, karena aku mulai penasaran kembali dengan buku ku yang terdapat tulisan dengan tinta merah tersebut. Aku berjalan menuju ke kamar belajar ku dan membuka halaman belakang buku ku. Tulisan tersebut ternyata berisi bahasa asing yang tidak ku kenali. Karena aku penasaran dengan arti kata tersebut, aku membawa buku ku dan menanyakan kepada orang tua ku mengenai arti dari tulisan dengan bahasa asing tersebut.
Alangkah terkejutnya, orang tua ku berkata kepada ku, ‘‘Tulisan? Kamu lagi ngigau ya? Gak ada satu pun tulisan disitu Alicia.’’
Aku menjawab dengan terheran-heran, ‘‘Itu tulisan pake bahasa asing di halaman belakang buku ku.’’
Orang tua ku menjawab dengan sedikit tertawa, ‘‘Udahlah Alicia, gak ada satu pun tulisan di situ, mending kamu balik tidur siang aja sana.’’
Aku sedikit kesal karena orang tua ku tidak mau melihat lebih teliti lagi, padahal aku sangat yakin disitu pasti terdapat tulisan dengan bahasa asing itu. Aku kembali pergi ke kamar tidur ku untuk tidur siang dengan perasaan khawatir bercampur dengan penasaran saat mengingat tentang tulisan tersebut. Tiba-tiba aku terbangun karena mendengar suara yang sangat keras. Suara itu seperti mengarahkanku untuk pergi ke arah buku ku, saat aku membuka halaman belakang buku ku ternyata sudah terdapat tulisan baru lagi dengan bahasa yang dapat ku kenali sekarang.
Tulisan itu masih menggunakan tinta berwarna merah, isi tulisan itu menyuruh ku untuk pergi ke sebuah rumah tua yang berada cukup jauh dari rumah ku. Karena aku penasaran, aku ingin pergi ke rumah tua itu untuk mencari tau tentang maksud tulisan yang ada di buku ku. Aku menyiapkan segala keperluan ku seperti makanan, minuman, senter, dan buku ku yang terdapat tulisan di halaman belakangnya karena aku tau pasti aku akan melewati perjalanan yang sangat panjang.
Di keesokan hari nya pukul delapan pagi, aku sudah bertekad untuk pergi ke rumah tua itu, aku meminta ijin dari orang tua ku dengan alasan ingin kerja kelompok di rumah teman ku yang bernama Feli karena dari rumah nya hanya sekitar seratus meter untuk jalan kaki ke rumah tua itu.
‘‘Mah, Pah, Alicia ijin pergi ke kerumah Feli buat kerja kelompok ya!’’ Ucapku sambil berteriak di depan pagar rumah.
‘‘Iya Alicia, jangan pulang kesorean ya!’’ Jawab orang tua ku sambil berteriak dari dalam rumah.
Aku pergi menggunakan ojek online. Sesampainya di rumah Feli, aku melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke rumah tua itu. Setelah melewati perjalanan yang panjang, aku akhirnya sampai di rumah tua itu. Dinding rumah itu terbuat dari kayu seperti model rumah adat joglo.
Saat aku mulai masuk ke rumah tua itu, aku merasakan hawa-hawa menyeramkan yang membuat bulu kudukku berdiri. Rumah itu sangat gelap dan dingin, aku seperti merasakan ada orang yang meniup dan berbisik pelan di telingaku. Tiba-tiba pandanganku kabur dan perlahan menjadi gelap. Aku terbangun di sebuah goa yang sangat gelap, lembab dan dingin. Aku bangun dan berjalan untuk melihat sekitar dengan membawa senter, aku melihat sebuah cahaya yang sangat terang. Aku berjalan menuju ke arah cahaya itu, ternyata itu adalah jalan keluar dari goa tersebut. Aku berjalan keluar dengan sedikit takut, karena aku tidak tahu sekarang aku sedang berada dimana.
Aku berjalan sekitar 15 menit dan aku mulai kelelahan, aku memutuskan untuk memakan bekal yang sudah ku siapkan. Seusai aku mengisi energi ku, aku melanjutkan perjalananku. Setelah berjalan 10 menit, aku sampai di sebuah kota yang sangat asing bagi ku. Dibandingkan dengan kehidupan di kota ku yang sekarang, kota tersebut jauh lebih canggih dan modern. Kendaraan-kendaraan yang ada di kota itu sangat menakjubkan, kendaraan-kendaraan tersebut seperti gelembung yang dapat berjalan. Dan aku melihat di kota tersebut terdapat kendaraan motor yang seperti di gantikan dengan sapu lidi yang dapat terbang dan melaju dengan kencang. Aku berjalan menuju ke arah salah satu restoran yang ada di situ, setelah itu aku memesan teh.
‘‘Emm… Kak, saya boleh liat daftar menu nya? Saya mau pesan minuman.” Tanyaku kepada pelayan yang ada di kasir.
‘‘Ya. ” Jawab pelayan tersebut kepadaku dengan cuek.
Tetapi aneh nya tidak ada orang lain yang ada di restoran itu. Aku menunggu sekitar 5 menit, kemudian pesananku datang dan aku mencoba teh itu. Sebenarnya tidak ada yang aneh dari rasa teh tersebut, namun yang membuatku heran adalah nama teh tersebut yang ada di daftar menu. Nama teh tersebut adalah ‘‘Teh Mizo’’ menurut sepengetahuan ku, itu adalah nama teh yang terdapat suatu sihir disuatu cerita yang ada buku yang pernah ku baca. Setelah aku selesai menghabiskan teh ku, aku membayar dan melanjutkan mencari ada apa saja di kota ini. Tiba tiba aku mendengar suara yang sangat keras seperti kemarin siang, suara itu seperti berasal dari buku ku yang menandakan akan ada tulisan baru yang ada di halaman paling belakang.
Setelah aku membuka dan melihat di halaman paling belakang buku ku, ternyata benar sudah terdapat tulisan baru lagi, namun kali ini terdapat sebuah peta kecil. Tulisan tersebut menyuruhku untuk pergi ke sebuah pabrik tua. Aku pun segera berjalan ke arah pabrik tua itu sesuai dengan arahan peta kecil yang ada di buku ku. Aku ingin pergi ke arah pabrik tua itu menggunakan sebuah bis, namun aku tidak tau dimana telak halte terdekat yang ada di kota misterius ini. Tiba-tiba ada sebuah suara yang sangat kencang kembali. Aku segera membuka tas ku dan mengambil buku ku. Ternyata sudah ada sebuah petunjuk tentang letak-letak halte yang ada di kota misterius ini. Aku segera menuju ke halte yang terdekat dari posisi ku.
Sesampainya di halte tersebut, aku segera masuk ke bis yang sudah menunggu para penumpang. Di pertengahan jalan, aku tersadar bahwa aku tidak ada cukup uang lagi untuk membayar supir bis. Maka dengan berat hati, aku meminta supir bis tersebut berhenti dan menurunkan ku di pinggir jalan, karena sudah sekitar 5 menit lagi aku sudah akan sampai di pabrik tua itu.
Aku pun berkata kepada supir bis tersebut, ‘‘Pak, saya minta tolong turunkan saya disini saja ya pak.’’
Aku berjalan kaki menuju ke pabrik tua tersebut sambil membaca peta di buku ku. Sesampainya di pabrik tua itu, aku melihat seorang laki-laki yang memakai jubah hitam dan sepertinya dia seumuran denganku. Aku pun segera masuk ke dalam dan mengajak berkenalan dengan laki-laki itu.
‘‘Eeee… Hai, nama kamu siapa? Kenalin nama aku Alicia,” tanyaku kepada laki-laki yang ada di pabrik itu.
‘‘Hm? Oh… Hai, kenalin namaku Steven, kamu kenapa kok ada disini?’’ Jawab laki-laki tersebut sambil membalikkan badannya.
Aku pun menceritakan mengapa aku berada disini kepada Steven. Tak ku sangka, ternyata dia adalah laki-laki yang sangat baik hati dan ramah. Namanya Steven, dia berumur 16 tahun… Ohh ternyata dia satu tahun lebih tua di bandingkan denganku. Setelah berkenalan, aku pun bertanya tentang asal diri nya dan mengapa dia ada di pabrik tua ini, sebaliknya Steven juga menanyakan balik tentang hal tersebut.
Ternyata Steven adalah warga dari kota misterius ini, Ia berada disini karena ingin menyelidiki mengapa pabrik ini di tinggalkan dan menjadi pabrik tua terbengkalai seperti ini. Aku pun bertanya tentang kota misterius ini, ternyata nama dari kota misterius ini adalah ‘‘Kota Ottery.’’ Steven menjelaskan bahwa kota ini adalah kota sihir yang dahulunya adalah desa yang sangat tentram dan rukun, namun ada salah satu nenek moyangnya yang bernama Belle Potter datang dan mengubah total kehidupan di desa yang sekarang menjadi kota sihir yang sangat menakjubkan dan canggih. Steven bertanya kepadaku tentang asal ku dan mengapa aku berada di pabrik tua ini, aku pun menjelaskan apa yang aku alami selama ini. Steven pun hanya terdiam dan memberitahu hal yang sebenarnya, Ia berkata bahwa sebenarnya ada salah satu misteri di kota sihir ini. Misteri tersebut adalah tentang empat batu sihir yang tersembunyi di kota sihir ini, batu sihir itu dapat berguna untuk membuka portal untuk menuju ke dunia tempat tinggalku yang sebenarnya.
Aku hanya terdiam dan berkata dalam hati, ‘‘Kok Steven bisa tau dunia tempat tinggal asliku ya…?’’
Steven pun lanjut bercerita perihal portal tersebut, ternyata portal tersebut berada tepat di bawah pabrik tua ini. Setelah aku mendengarkan cerita tentang portal tersebut, aku pun meminta bantuan Steven agar dapat membantuku kembali ke dunia asli ku dengan cara mencari empat batu sihir tersebut.
‘‘Emm… Steven, aku boleh minta tolong sama kamu ga buat bantuin aku nyari 4 batu sihir itu? Aku pingin balik ke dunia asliku, aku takut papah dan mamah aku nyariin aku karena ga pulang-pulang.” Tanya ku dengan sedikit ragu-ragu kepada Steven.
Steven pun menjawab dengan santai, ‘‘Boleh dong, sebenernya aku memang punya keinginan buat bantu orang untuk mencari empat batu sihir tersebut. Karena aku tahu perjalanan untuk mencari batu sihir tersebut sangat panjang namun seru.’’
‘‘Terimakasih ya… Kamu orang yang sangat baik, aku akan membalas kebaikanmu di suatu hari nanti.’’ Jawabku.
Tiba-tiba buku ku kembali berbunyi dengan sangat keras. Saat aku membuka buku ku, aku mendapati bahwa buku ku sudah terdapat tulisan baru lagi. Tulisan tersebut adalah mengenai empat batu sihir yang diceritakan oleh Steven. Tiba-tiba muncul kembali sebuah gambar yang menunjukkan dimana letak-letak keempat batu sihir tersebut. Karena aku tidak paham mengenai letak-letak tempat di kota ini, aku memberikan buku ku kepada Steven. Steven pun memahami letak keempat batu sihir tersebut.
Setelah Steven memahami letak dari keempat batu sihir tersebut, Steven pun mengajak ku untuk pergi ke rumah neneknya terlebih dahulu. Aku pun bertanya kepada Steven mengapa kita harus pergi ke rumah neneknya terlebih dahulu sebelum pergi untuk mencari keempat batu sihir tersebut.
‘‘Steven, kok kita harus ke rumah nenek kamu dulu?’’ Tanya ku kepada Steven.
Steven pun menjawab pertanyaan ku, ‘‘Nenek ku tau lebih dalam mengenai batu sihir itu. Aku ingin menanyakan tentang keempat batu sihir itu, kemudian aku meminta izin untuk mencari batu sihir itu dan membuka portal menuju dunia aslimu.’’
Kemudian aku dan Steven menuju ke rumah nenek Steven dengan menggunakan sapu lidi yang dapat terbang dan melaju dengan kencang. Selama perjalanan aku hanya diam sambil terpesona melihat indahnya kota sihir ini. Aku pun mulai mengajak Steven berbicara karena sudah mulai bosan.
‘‘Steven, kalo misalnya aku gabisa pulang dari sini gimana ya? Apa aku bakal terjebak disini selamanya? Tanya ku kepada Steven.
Steven pun menjawab pertanyaanku, ‘‘Jangan pikirkan hal yang tidak-tidak Alicia, aku yakin kamu akan kembali ke dunia asli mu dengan selamat.’’
Sesampainya di rumah nenek Steven, aku dan Steven segera masuk dan bertemu dengan nenek Steven. Kemudian Steven memperkenalkan ku kepada nenek nya.
‘‘Nek, kenalin ini Alicia. Dia teman baru ku.’’ Kata Steven kepada neneknya.
Nenek Steven pun menjawab perkataan Steven, ‘‘Halo Alicia, perkenalkan nama saya Anna. Kamu bisa panggil saya Nenek Anna.’’
‘‘Iya Nek.’’ Jawabku kepada nenek Anna.
Kemudian Steven bercerita kepada nenek Anna tentang alasan dia mengajak aku pergi ke rumah nenek Anna. Setelah menceritakan tentang asal tempat tinggalku dan alasan mengapa aku berada disini, nenek Anna mengajak Steven untuk pergi ke kamar nenek Anna terlebih dahulu. Setelah selesai dari kamar nenek Anna, lalu Steven pamit dan meminta izin untuk membantu ku pergi mencari keempat batu sihir tersebut.
‘‘Nek, Steven sama Alicia izin pergi nyari batu sihir nya ya. Do’ain Steven bisa bantuin Alicia balik ke dunia aslinya.’’ Kata Steven kepada Nenek Anna.
‘‘Iya Steven, bantuin Alicia kembali ke dunia aslinya ya. Semangat !!!’’ Jawab nenek Anna.
Aku dan Steven pun segera bergegas untuk mencari keempat batu sihir tersebut. Saat perjalanan aku mengajak berbicara kepada Steven.
‘‘Sekali lagi terimakasih ya Steven, kamu sudah mau bantuin aku kembali ke dunia asliku dengan membantu mencari keempat batu sihir itu. Walaupun sebenarnya kita belum pernah bertemu sebelumnya, namun kamu tetap mau membantuku. Maaf karena aku telah merepotkan mu…’’ Aku pun mengatakan hal tersebut kepada Steven dengan sedikit terharu.
‘‘Hei… Untuk apa kamu berterimakasih? Aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu, karena dengan aku membantu mu mencari keempat batu sihir itu. Aku akan memiliki pengalaman yang sangat menyenangkan dan menakjubkan. Tentang perihal mengapa aku ingin sekali membantu mu padahal sebelumnya kita belum pernah bertemu, itu karena kamu adalah satu-satunya orang yang mau mengajak ku berkenalan pertama kali nya seumur hidupku. Aku dari kecil tidak mempunyai teman atau mungkin apabila aku mempunyai teman pun hanya sedikit dan biasanya pertemanan ku tidak bertahan lama. Itulah mengapa aku juga sangat berterimakasih kepadamu Alicia, aku sangat bersyukur karena dapat berkenalan denganmu.’’ Jawab Steven.
Tanpa tersadar, saat aku sedang mendengar jawaban dari Steven. Aku meneteskan air mataku. Tiba-tiba saat aku ingin mengelap mataku, aku seperti mendengar suara seseorang yang tidak asing bagiku dari kejauhan. Saat aku ingin membuka mataku, ternyata semua kejadian yang selama ini aku alami itu adalah mimpi. Aku terbangun dari tidurku dengan keadaan menangis. Dan suara orang aku dengar dari mimpi ku itu adalah mamahku yang membangunkan ku dari tidur ku semalam.
-Tamat-
