Tak Ada Kegagalan, Jangan Menyerah

Tak Ada Kegagalan, Jangan Menyerah

Banyak sekali tokoh didunia ini yang bisa digemari. Tokoh tersebut bisa membuat kita terinspirasi. Kita bisa terinspirasi lewat hal yang terpuji dari tokoh tersebut. Seperti tokoh B. J Habibie.

B. J Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan, dan menjadi tokoh penting Indonesia. Sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia, beliau telah mencatatkan sejumlah karya besar yang mendapat pengakuan dunia, termasuk pesawat terbang N-250 Gatotkaca, pesawat pertama dari Indonesia yang sukses melakukan penerbangan perdananya pada 10 Agustus 1995. Namun pada awal pemerintahan B. J Habibie, ekonomi Indonesia semakin terpuruk dalam krisis. Kendati sukses membuat nilai rupiah stabil, tetapi tidak ada kemajuan apapun dalam bidang ekonomi nasional, terutama inflasi yang sangat tinggi.

Tetapi B. J Habibie tidak menyerah tentang masalah tersebut dan mengatasi nya dengan mudah. B. J Habibie berusaha menghapuskan praktik monopoli dan memberikan kesempatan yang adil bagi pelaku usaha. Ia juga memperbaiki bank yang bermasalah. Ia melakukan segala cara untuk membuat ekonomi Indonesia kembali membaik.

Usaha yang dilakukan oleh B. J Habibie tidak sia-sia. Ia berhasil memperbaiki ekonomi Indonesia. Keberhasilan tersebut membuat Indonesia sejahtera.

Kita harus menjadi orang yang tidak mudah menyerah. Belajarlah dari B. J Habibie yang selalu pantang menyerah. Ia selalu berusaha menemukan berbagai cara. Susah maupun mudah, ia selalu melewatinya.

Irwan Prasetiyo

Irwan Prasetiyo

Irwan prasetiyo

            Irwan Prasetiyo adalah pria asal Banyuwangi yang sukses dan sekara ini menjabat sebagai Senior Manager SCM Finance NAM Adidas Amerika Serikat. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Senior Manager di Jerman.

      Awal mula, ia berkuliah di universitas Petra Surabaya dengan jurusan Komputer pada tahun 2012. Namun, ia merasa salah jurusan. Ia memutuskan untuk berkuliah di Jerman dan memanfaatkan kuliah gratis di Jerman dengan jurusan bisnis di Hochschule Furtwangen University , Jerman pada tahun 2013-2017 dan pernah mengikuti pertukaran pelajar di Cina pada 2016. Baru saja 2 bulan di Jerman, ia tidak sengaja membakar apartemennya dan ia tahu bahwa kerugiannya mencapai 600 juta. Ia berhenti kuliah dan bekerja apa pun dari bekerja di pabrik hingga mencuci piring. Untungnya setelah 6 bulan, ia hanya membayat denda sebesar 6 juta.

      Setalah terbayarkan, ia melanjutkann kuliah dan pernah magang di Adidas. Atasannya puas dengan kinerja Irwan dan merekrutnya. Dalam 3 setengah tahun ia bisa promosi jabatan sebanyak 3 kali dan bisa menduduki jabatan senior manager. Pada Agustus 2016-September 2017, ia menjabat sebagai Specialist Group Functions Finance. Setelah itu, Irwan dipercaya menjadi Business Analyst Group Functions Finance pada Oktober 2017-Oktober 2018. Kariernya pun semakin meroket. Ia ditunjuk menjadi Senior Business Analyst GF Finance pada November 2018-Februari 2020. Selanjutnya, pada Maret 2020-Februari 2022, ia menjabat sebagai Senior Manager Group Functions Controlling.

       Setelah 10 tahun bekerja di Jerman, ia memutuskan untuk pindah dan bekerja di Adidas Amerika. Ia kerap membagikan pemgalaman hidupnya di Jerman dan Amerika di media sosial. Walaupun gajinya diatas 100 juta, ia tidak boros dan mengivestasikan uangnya hingga memiliki 3 apartemen di Jerman dan tabungan miliaran rupiah. Dari perjalanan hidup Irwan Prasetiyo kita belajar bahwa karier yang dibangun tidak akan semulus yang dibayangkan, kita harus berani bertanggung jawab, tidak boleh menyerah dengan apa yang kita alami, berusaha dan bekerja keras dan jangan takut.

 

-Adelia/9D/26

Kesuksesan seorang drummer

Kesuksesan seorang drummer

Kesuksesan seorang drummer

By Evan 9E 05

Wade Nixon merupakan seorang drummer swasta dan YouTuber. Ia berawal menunggah konten tentang iPod, namun ia juga membuat konten tentang headphone dan apapun yang berkaitan dengan audio.

Ia juga memiliki channel lain, yaitu Garbage Time, Dankmus, dan The Drum Thing. Dimana Garbage Time berisi vlog tentang permobilan, Dankmus berisi musik yang ia dulu pernah remix, dan The Drum Thing yang berisi tentang perdruman.

Pada suatu hari ketika ia masih berumur 9 tahun, ia pernah menyampurkan beton sebagai uang saku. Saat remaja, ia mendapat lisensi forklift dan skid steer.

Ia berada di tempat yang terpencil, dan ia harus berkendara selama 45 menit. Ia ditawarkan oleh suatu sekolah untuk bermain drum dalam sebuah band. Pada saat itu, ia hanya mengandalkan iPod sebagai iringan untuk ia iringi dengan drum, dan iPod tersebut tidak pernah mengecewakannya. Ia pun digelar dengan gelar genre Jazz. Guru dia pun meminta dia untuk masuk universitas, namun ia tidak minat masuk universitas.

Dia pun mengaudisi sebagai musisi Jazz, dan ia pun diterima. Namun ia sudah tidak bisa berkendara pergi – pulang dari rumahnya terus menerus. Ia pun berniat untuk pindah. Ia pun membawa iPod dan HPnya, dan ia pun berpindah rumah. Ia pun sudah berkomitmen penuh terhadap pilihan karirnya. Ia pun berlatih hingga ia terlalu lelah.

Ia pun sekarang sudah menjadi drummer, ia sudah touring dimana – mana. Namun ia pun susah mendapatkan uang yang dia seharusnya ia dapatkan, ada yang masih belum membayarkan jasanya.

Pada tahun 2016, Ia meremix film The Simpsons dan ia tambahkan dengan instrumental sendiri, kemudian ia upload ke YouTube. Kemudian channelnya pun mulai naik daun, namun tiba tiba didemonetized.

Kemudian tiba tiba kakeknya meninggal, dan kakeknya mewariskan uang kepadanya.

Pada saat itu, ia menginvestkan uang tersebut pada komputer yang bisa ia gunakan untuk belajar mengedit.

Tiba tiba, di tahun 2020, terdapat sebuah pandemi yang melanda, dan ia pun mulai memutar otak dan memikirkan ide.

Ia pun mengambil iPodnya dan ia pun memperbaiki iPodnya, hingga ia menyadari bahwa iPod sudah menjadi barang yang “tidak berharga.” Ia pun memperbaiki iPod dan menjualnya.

Penjualan tersebut ia investasikan untuk 4 iPod yang rusak dan 4 SD Card untuk memperbaiki iPod tersebut. Temannya pun merekomendasikannya untuk mengunggah video memperbaiki iPod. Ia pun membuat channel DankPods dan ia mulai mengunggah video memperbaiki iPod, dan ia pun mulai mengexpand channelnya.

Ia pun sukses, dan bahkan yang dulunya ia mengadakan Patreon, sekarang sudah dinonaktifkan.

Janganlah menyerah

Janganlah menyerah

Janganlah menyerah

Di tempat SD Kristen Kalam Kudus Sentani ada seorang siswa bernama Vincent Valentino Vonska yang biasa di panggil Vincent. Pada suatu hari ada pengumuman bahwa akan diadakan lomba fashion show disekolah. Vincent pun mengikuti lomba tersebut.

Saat di rumah Vincent mengatakan kepada orang tua nya bahwa Dia ingin untuk mengikuti lomba fashion show yang bertemakan Chinese New Year. Mereka pun setuju untuk mengikuti kan Vincent. Vincent dan orang tua nya pun mencari pakaian untuk dipakai di lomba tersebut. Setelah mencari sampai malam mereka pun masih belum bisa menemukan pakaian yang cocok buat Vincent dan akhirnya orang tua Vincent memutuskan untuk pulang kerumah dan mencari keesokan harinya.

Pada keesokan harinya Vincent dan orang tua nya pun pergi mencari pakaian untuk Vincent lagi sampai akhirnya orang tua Vincent di kabari untuk datang ke tempat toko temannya dan akan dipinjamkan pakaian oleh teman nya. Setelah mendapatkan baju tersebut mereka pun pulang kerumah. Saat dirumah Vincent pun sakit karena kecapekan mencari pakaian tersebut namun Vincent tetap berjuang untuk masuk sekolah besok.

saat keesokan harinya Vincent masuk ke sekolah dengan menggunakan pakaian tersebut dan dengan yakin melakukan lomba tersebut dan pada akhirnya Vincent menjadi juara harapan yang ke 3.

Pesan inspiratif yang bisa didapatkan dari Vincent adalah untuk jangan pernah menyerah dalam melakukan sesuatu yang diinginkan.

Cerita Inspiratif

Cerita Inspiratif

Cerita Inspiratif 

 

Tugas B.indo Jonathan Farrel 9H-26

Kisah R.A Kartini

R.A Kartini, lahir di Jepara pada 21 April 1879, adalah pahlawan nasional Indonesia. Dia terkenal sebagai tokoh perintis perjuangan untuk kesetaraan dan pendidikan perempuan. Kartini menulis surat-surat yang kemudian dikenal sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang,” di mana ia menyuarakan hak-hak perempuan dan pentingnya pendidikan. Meskipun meninggal muda, warisannya terus mengilhami perjuangan kesetaraan gender di Indonesia.

Kisah Ki Hajar Dewantara 

Ki Hajar Dewantara, nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, lahir 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Setelah terlibat dalam perjuangan nasionalis dan dipenjara pada 1912, Ki Hajar Dewantara beralih ke pendidikan. Pendiri Taman Siswa pada 1922, ia menerapkan prinsip “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” dengan fokus pada kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab. Dedikasinya menciptakan sistem pendidikan yang inklusif membuatnya dihormati sebagai pemimpin pendidikan Indonesia, dianugerahi gelar kehormatan “Ki” oleh pemerintah. Warisannya tetap kuat dalam pendidikan Indonesia.

Rangkuman R.A KARTINI 

R.A Kartini, lahir 21 April 1879 di Jepara, pahlawan nasional Indonesia perjuang kesetaraan dan pendidikan perempuan. Surat-surat “Habis Gelap Terbitlah Terang” menyuarakan hak-hak perempuan, warisannya terus menginspirasi perjuangan di Indonesia.

Rangkuman Ki Hajar Dewantara

Ki  Hajar Dewantara, lahir 2 Mei 1889 di Yogyakarta, terlibat perjuangan nasionalis, dipenjara 1912. Pendiri Taman Siswa 1922, menerapkan prinsip “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.” Fokus pada kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab dalam pendidikan. Diakui sebagai pemimpin, gelar kehormatan “Ki” diterima. Warisannya kuat dalam pendidikan Indonesia.

CERITA INSPIRATIF

Di ujung abad ke-19 Kartini dan Ki Hajar Dewantara memimpin perjalanan kesetaraan dan pendidikan di Indonesia. Kartini, lahir di Jepara, menjadi perintis hak perempuan melalui surat-surat “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Ki Hajar Dewantara, lahir di Yogyakarta, terlibat dalam perjuangan nasionalis dan mendirikan Taman Siswa dengan prinsip kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab.

Meski menghadapi rintangan, Kartini dan Ki Hajar Dewantara teguh dalam misi mereka. Kartini berhadapan dengan norma sosial konservatif, sedangkan Ki Hajar Dewantara melalui perjuangan politik saat mendirikan Taman Siswa.

Dedikasi keduanya membawa perubahan positif. Warisan Kartini memotivasi perjuangan kesetaraan gender, dan Taman Siswa Ki Hajar Dewantara menjadi fondasi pendidikan inklusif di Indonesia.

Keduanya mewariskan inspirasi, mendorong generasi penerus untuk mengejar mimpi, menyuarakan hak mereka, dan bersatu dalam keberagaman. Kartini dan Ki Hajar Dewantara membuktikan bahwa semangat pahlawan tak pernah pudar, dan setiap langkah kecil menuju kesetaraan dan pendidikan memiliki dampak besar.

Demi Jejak Ilmu Pengetahuan

Demi Jejak Ilmu Pengetahuan

Di tengah hiruk pikuk suatu kota, di langit mana yang dipenuhi kendaraan terbang dan bangunan menjulang tinggi, hiduplah seorang ilmuwan muda yang berbakat bernama Brian. Terinspirasi oleh kisah Marie Curie, Brian memiliki mimpi besar untuk mengungkap misteri yang telah lama membingungkan dunia ilmu pengetahuan, yaitu penyatuan teori relativitas dan mekanika. Dengan semangat yang dipicu oleh pencapaian Marie Curie, Brian penyelamatan untuk meninggalkan jejak dalam dunia ilmu pengetahuan.

Perjalanan Brian tidak mudah. Dia menghabiskan hari-harinya di laboratorium, disertai rumus-rumus dan eksperimen yang tak terhitung banyaknya, namun sering kali hanya menghadapi kegagalan. Komunitas ilmiah skeptis terhadap kemampuannya, dan banyak yang bertanya-tanya bahwa teka-teki yang dia kejar bisa memecahkannya. Rasa kecewa dan kesepian seringkali menghantui Brian, mendorongnya hingga ambang keputusasaan. Namun, kenangan akan perjuangan Marie Curie melawan rintangan memberinya kekuatan untuk terus maju.

Tantangan terbesar datang ketika Brian menghadapi kegagalan yang tampaknya menghancurkan segalanya. Sebuah eksperimen yang telah dia kerjakan selama berbulan-bulan berakhir dengan bencana, menghancurkan sebagian besar penelitiannya. Kritik dan keraguan dari sekitarnya semakin keras, dan Brian mulai meragukan dirinya sendiri.

Dalam keputusasaan, Brian kembali ke dasar-dasar ilmu yang dia cintai, mengingat kembali mengapa dia memulai perjalanan ini. Dengan tekad baru, dia mengambil pendekatan yang berbeda terhadap penelitiannya, memanfaatkan kegagalan sebagai pelajaran daripada tantangan. Lambat laun, dia mulai melihat kemajuan, dan akhirnya, dia berhasil menemukan jawaban yang dia cari, membuktikan teorinya dan menyatukan dua bidang fisika yang telah lama terpisah.

Kisah Brian adalah pengingat bahwa dalam setiap usaha besar, akan selalu ada rintangan dan kegagalan. Namun, dengan ketekunan, dedikasi, dan keberanian untuk menghadapi ancaman, tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk dikejar. Brian tidak hanya berhasil mengikuti jejak Marie Curie dalam membuat terobosan ilmiah tetapi juga menginspirasi generasi berikutnya untuk tidak pernah menyerah pada wawasan pengetahuan, tidak peduli seberapa sulit jalan yang saya hadapi.