by Grace Cindy | Feb 14, 2024 | Cerita Inspiratif
Astrid adalah seorang anak yang lahir dengan kondisi langka yang disebut Phocomelia. Kondisi ini menyebabkan tangan dan kaki Astrid lebih pendek dari seharusnya. Astrid mengalami banyak kesulitan akibat kondisinya ini. Walaupun begitu, orang tua Astrid menyayanginya dengan sepenuh hati. Mereka membesarkan Astrid dengan penuh kasih saying dan perhatian.
Lahir dengan Phocomelia menyebabkan Astrid kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kondisi fisiknya tidak memungkinkannya untuk beraktivitas dengan normal seperti orang-orang pada umumnya. Ia sering kali diejek dan dihina karena kekurangannya. Tentu saja Astrid merasa sedih dengan berbagai hinaan yang ia terima, maka ia bertekat untuk membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu yang lebih.
Astrid kemudian mulai belajar untuk melakukan aktivitas-aktivitas sehari-hari dengan metode yang bermacam-macam. Ia mulai belajar untuk bergerak dengan menggulingkan badannya, ia juga belajar untuk melepaskan bajunya sendiri. Suatu hari Astrid belajar untuk memegang dang menggunakan pensil dengan mulutnya. Ia berlatih keras untuk menulis dan ia berhasil menuslis namanya sendiri. Keberhasilannya kemudian menyadarkannya bahwa mulutnya dapat berfungsi dengan baik dan ia bisa saja menghasilkan sesuatu dengannya. Maka Astrid mulai belajar melukis dengan mulutnya.
Melukis dengan mulut bukanlah hal yang mudah. Ia cepat lelah dan sulit untuk mengontrol arah sapuan kuas. Namun Astrid tidak menyerah dan terus berusaha keras. Astrid mulai memamerkan karya lukisnya setelah menginjak usia remaja. Ia juga mulai aktif berpartisipasi dalam komunitas kesenian dan mendapat respon positif akan karyanya.
Banyak orang yang tertarik dengan lukisan-lukisannya dan fakta bahwa ia melukisnya menggunakan mulutnya. Mereka kagum akan kemampuan dan kegigihan Astrid. Kini lukisan-lukisannya telah banyak terjual laku dan Astrid berhasil membuktikan bahwa ia tetap dapat berkarya walaupun memiliki banyak kekurangan.
by Josephine | Feb 13, 2024 | Cerita Inspiratif
Lili merupakan seorang pelajar berusia 15 tahun. Ia adalah anak tunggal, ayahnya adalah seorang guru dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Lili merupakan gadis yang baik, pintar diberbagai hal, dan bertanggung jawab atas tugas-tugasnya.
Lili sangat berbakat dalam menyanyi, dan berkat bakatnya tersebut Lili dapat membantu ekonomi kedua orang tuanya sejak ia berusia 12 tahun. Saat ia berusia 12 tahun itu, Lili mendapatkan pekerjaan pertamanya. Ia diminta oleh salah satu orkestra ternama di kota Bandung. Ia diminta untuk bernyanyi di Bandung, tepatnya di The Gaia Hotel Bandung. Lili sangat senang saat ia mengetahui hal tersebut, karena Orkestra ternama tersebut dan The Gaia Hotel Bandung adalah 2 hal yang sangat besar pada saat itu. Namun, rasa senang yang dirasakan Liki tidak bertahan lama.
Lili sangat kaget ketika ia mengetahui bahwa ia harus membawakan 10 lagu menggunakan Bahasa Mandarin pada saat itu. Ditambah, pada saat itu ia sedang duduk di kelas 1 SMP yang pasti tugas sekolahnya semakin banyak dan ada ujian kenaikan kelas yang sedang menanti. Namun, karena rasa tanggung jawab Lili yang besar, ia pun berusaha untuk menaklukkan ke-10 lagu tersebut.
Lili sampai merelakan kesehatannya demi memberikan yang terbaik untuk pekerjaan pertamanya. Ia hingga rela menahan penyakit asam lambungnya karena merasa stres ketika mempelajari lagu-lagu tersebut.
Akhirnya, Lili berhasil untuk membagi waktu dan menguasai 10 lagu tersebut, terutama lagu Mandarin yang berjudul “Ni zenme shuo”. Walau tidak semua lagu ia dapat kuasai, tapi 8 lagu itu saja sudah cukup untuk pekerjaan pertamanya.
Karena lagu tersebut, banyak orang yang menjadi yakin untuk mengontrak Lili sampai sekarang hingga Lili dapat menghasilkan uang sendiri di usianya yang masih muda.
by Olivia Gurning | Feb 13, 2024 | Cerita Inspiratif
Niki Zefanya atau yang kerap di sapa Niki sangat menginspirasi saya. Yang kini sukses menjadi penyanyi di Amerika dengan segudang prestasi yang dimilikinya.
Pada awalnya Niki mulai bermain musik pada kelas 4 SD, sang Ibu yang juga seorang musisi membuat jiwa musiknya semakin terasah. Niki menyalurkan hobinya dengan mengcover beberapa lagu dan di upload di YouTube. Niki juga membuat lagu dan mengunggahnya di akun YouTube nya. Hal itu mengundang banyak perhatian warganet, masih diingat pada tahun 2018 Niki menjadi pembuka acara Taylor Swift di Jakarta. Ia juga menjadi tamu spesial pada tur dunia Hasley serta membuka tiga konser Rich Brian di Australia.
Awal mula kesuksesan Niki dimulai pada tahun 2017 ia hijrah ke Amerika untuk bersekolah dan bekerja. Tapi di Amerika Niki bertemu dengan seorang rapper muda yang bernama Rich Brian, Brian mengajak Niki bergabung dalah satu label yaitu 88rising. Perjalanan karir Niki dengan label nya berjalan dengan sangat baik, bahkan lagu mereka yang berjudul “VINTAGE” sukses masuk best of 2018 di Apple Music. Niki juga bersahabat dengan Lalisa Manoban, salah satu member dari girlband Korsel yang sangat terkenal.
Lagu Niki yang berjudul “Spell” sempat menjadi trending nomor satu di tangga Korsel berkat bantuan Lisa. Niki tidak pernah memikirkan tentang selera pasar yang tidak sama dengan genre musiknya, ia hanya ingin menyalurkan hobinya. Niki juga memberikan pesan bagi penyanyi tanah air “Jika ingin Go Internasional kita harus bisa menjadi diri sendiri dulu, memang hal itu sangat terdengar klise tapi kita harus memulai semuanya dari diri sendiri. Jika hal itu dilakukan sesuai passion kita maka akan membuat kita bertahan untuk terus berkarya.”
Olivia
IX-G/19
by Gracella Santosa | Feb 13, 2024 | Cerita Inspiratif
Ki Hajar Dewantara
Pada Hari Pendidikan tanggal 2 Mei kita perlu meneladani sikap Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara adalah tokoh yang berperan penting di balik Hari Pendidikan Nasional. Dibuktikan dengan ditetapkannya Hari Pendidikan Nasional sesuai tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara. Dengan segala perjuangan yang dilakukan, Ki Hajar Dewantara diberi gelar Bapak Pendidikan Nasional. Hingga di masa dewasanya, Ki Hajar Dewantara telah berhasil membawa pengaruh yang besar bagi berjalannya pendidikan di sekitarnya. Dan banyak sekali yang kita bisa teladani dari Ki Hajar Dewantara. Contohnya Ki Hajar Dewantara memikirkan hak banyak orang, mengapa hal tersebut perlu kita teladani? Karena dengan memikirkan hak orang lain, kita bisa mengurangi risiko memperlakukan orang lain dengan tidak baik. Sikap lain Ki Hajar Dewantara juga patut diteladani, Ki Hajar Dewantara tidak berhenti belajar meskipun di situasi yang sulit. Maka kita juga harus bisa meneladani hal tersebut, kita harus rajin belajar dan tidak membatasi diri meskipun kondisi sulit.
by Kevin chen | Feb 13, 2024 | Cerita Inspiratif
Pembalap F1 yang berasal dari monaco
Charles Lahir di Monaco, Leclerc sejak kecil sudah dikenalkan oleh keluarganya dengan dunia balapan Formula 1.
“Seingatku waktu itu aku berumur empat tahun. Aku dan keluarga menghabiskan siang dengan teman-teman ketika Grand Prix Monaco. Kami duduk di teras rumah mereka, yang terletak di atas exit tikungan pertama, Sainte Devote,” ingat Leclerc di laman resmi Sauber F1.
Leclerc kecil dan kawan-kawan sepermainannya bermain mobil-mobilan dan mendengar bisingnya suara mesin mobil F1 kala itu.
“Kalian pasti punya kenangan masa kecil, yang tertanam sangat dalam di memori kalian. Ini adalah salah satu memori pertamaku dan yang paling jelas,” kata Leclerc.
Di umur itu pula Leclerc pertama kali menjajal mobil karting ketika diajak ayahnya bermain ke sirkuit milik temannya, Phillippe Bianchi
Setelah sesi tamasya ke sirkuit karting itu, balapan bukan hanya menjadi kegiatan pulang sekolah, tapi berubah menjadi suatu ambisi bagi Leclerc.
Pada kejuaraan Formula Renault 2.0 tahun 2014 Leclerc keluar sebagai runner-up dan pebalap rookie terbaik kemudian tahun berikutnya di Formula 3 Eropa dia finis di peringkat empat.
Karirnya di dunia balap melaju pesat dengan memenangi GP3 pada 2016. Pada tahun itu juga Leclerc bergabung di Akademi Balap Ferrari dan menjuarai GP3 bersama ART Grand Prix sebelum mendominasi musim 2017 balapan Formula bersama tim Prema
Di mata Leclerc, Jules Bianchi adalah pebalap panutan, teman sekaligus keluarga. Bianchi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Leclerc.
“Aku menghabiskan sebagian besar hidupku membalap dengan Jules. Kami menghabiskan hampir setiap akhir pekan di trek milik ayahnya. Aku paling sering membalap dengan dia daripada dengan orang lain,” kata Leclerc.
Namun, pada 2014 Bianchi mengalami kecelakaan tragis ketika balapan F1 di GP Jepang dan sempat dirawat intensif sebelum meninggal dunia pada 15 Juli 2015.
Kemudian di umur 19 tahun, Leclerc kembali harus tegar ketika kehilangan ayahnya, Herve Leclerc, yang meninggal pada 2017.
Sejak saat itu dia ingin membanggakan ayah nya dia berkata jika “Sejak hari itu aku mulai berkompetisi melawan yang lain, aku di sana untuk menang untuk membanggakan ayah ku” kata dia.
by NadiaPutriAtmaja._ | Feb 13, 2024 | Cerita Inspiratif
Kegagalan adalah Kunci dari Kesuksesan
Kalian semua pastinya sudah tidak asing dengan pemain basket bernama Michael Jordan. Sejak kecil, Michael Jordan memang memiliki hobi bermain basket. Kecintaannya pada bola basket membuat Michael ingin bergabung pada tim basket SMA Laney di Wilmington.
Namun sangat disayangkan, Michael tidak lolos dalam daftar pemain utama di tim basket sekolahnya. Michael tidak lolos karena tingginya yang tidak mencukupi persyaratan untuk masuk kedalam tim basket. Hal ini tentu membuat hati Michael sedih.
Michael pernah gagal 9.000 kali untuk mencetak angka, dan kalah sekitar 300 pertandingan. Kegagalan tersebut sempat membuat Michael menangis. Ibunya yang mengetahui hal ini, kerap menyemangati dan mendukung anaknya dengan sepenuh hati. Namun, setelah berkali kali gagal, semangat berlatih michael mulai mengendur dan yakin bahwa dia tidak bisa menjadi atlit basket. Apalagi tidak ada darah atlit didalam keluarganya.
Setelah sekian tahun berlatih, hasil kerja Michael Jordan mulai nampak. Ia berhasil meraih rekor rata rata poin tertinggi dalam sejarah NBA. Ia juga sukses besar dalam dunia perbasketan. Hingga sampai saat ini, kita mengenal tokoh ternama yaitu Michael Jordan.
Pengalaman kegagalan dari Michael Jordan tidak membuatnya menyerah, melainkan menjadikan sebagai dorongan untuk berkembang. Hingga pada akhirnya, Michael Jordan bisa meraih prestasi yang luar biasa.
Nadia 9E 20