Hutan yang Gelap

Hutan yang Gelap

Pada suatu malam di hutan, terlihat pemandangan langit yang sangat indah dipenuhi oleh bintang. Terdapat banyak pohon yang sangat tinggi dan kokoh.

Tumbuhan-tumbuhan yang berada di hutan ini sangat indah dan subur, di hutan ini tidak ada sampah sedikitpun, terdapat danau yang sangat luas di hutan ini. Danaunya sangat bersih, semua yang ada di hutan ini sangatlah indah.

Hutan ini sangat luas, orang-orang pasti akan sangat suka berada di hutan ini. Tiba tiba terdapat sebuah pohon yang berkata, “Tempat ini sangatlah indah, akan tetapi kena tidak berpenghuni.”

Lalu ada sebuah batu juga berkata, “Mungkin karena daerah hutan ini sangatlah jauh dari perkotaan”. Lalu pohon menjawab “Benar juga apa yang kau katakan batu”. Pohon dan batu pun melanjutkan percakapan mereka.

Di keesokan harinya terdapat seorang kelinci yang sangat lucu datang ke hutan tersebut, kelinci tersebut bernama Manyu. Kelinci berkata, “Wah, hutan ini indah sekali, hutan ini cocok untuk ku tinggali terdapat banyak tanaman dan tumbuhan yang tumbuh subur”. Pohon dan batu pun terbangun karena kaget, lalu pohon dan batu berkata “HAH, bagaimana bisa ada hewan yang datang kesini, padahal daerah hutan kita sangatlah terpencil dan tidak berpenghuni”. Sang kelinci pun menjawab “Aku sedang berpetualang, kemarin siang aku berangkat dari desaku untuk mencari tempat tinggal baru, lalu pada saat malam tiba-tiba aku melihat hutan ini, hutan ini sangatlah indah jadi akan ku jadikan tempat tinggal”. Pohon dan batu pun berkata, “Oh, yasudah sekarang kamu menjadi teman kami ya!”. Beberapa waktu berlalu mereka pun menjadi teman yg baik dan menghabiskan waktu bersama.

Suatu saat kelinci berkata pada pohon, “Tempat ini sangatlah sepi dan membosankan sekali, aku berharap ada seseorang yang datang”, pohon berkata “Iya, tempat ini sangatlah sepi.” Kelinci memutuskan untuk berolahraga dengan push up 20x, sit up 20x, dan memutari danau. Tiba-tiba saat kelinci sedang berolahraga, hujan turun dengan deras sang kelinci pun langsung berteduh dibawah pohon. Batu berkata “Hei, apakah kalian merasa bosan?” Kelinci dan pohon menjawab, “Iya, kami sangatlah bosan.” Tiba-tiba ada manusia yang datang manusia itu terkejut bagaimana bisa seorang kelinci, pohon, dan batu berbicara tetapi manusia menghiraukannya dan mengajak mereka mengobrol, manusia pun menjadi teman baik mereka, tiap hari mereka selalu bermain bersama, mereka sangatlah senang dan bahagia, kelinci, pohon, dan batu pun sudah tidak bosan dan kesepian lagi.

Setelah beberapa bulan berlalu, Manyu mengeluh dan berkata, “Tidak adakah binatang lain yang datang kesini, aku sangat bosan bermain bersama kalian!” Pohon dan batu pun kaget lalu berkata, “Dimana sopan santun mu, kami tidak akan bermain bersama mu lagi!”, Kelinci pun merasa bersalah.

Sudah 2 minggu kelinci kesepian dan tidak memiliki teman, akhirnya kelinci memutuskan untuk meminta maaf kepada pohon dan batu. Pohon dan batu kasihan dengan kelinci, mereka pun memaafkan kelinci dan mereka pun bermain bersama lagi.

Pada suatu malam seorang kelinci betina datang, kelinci itu bertemu dengan Manyu lalu manyu pun bertanya, “Siapa namamu?”, lalu kelinci betina itu menjawab, “Namaku gwen. Siapa namamu?”, lalu Manyu menjawab, “Namaku Manyu salam kenal ya.” Beberapa hari berlalu Manyu dan Gwen terus bermain bersama suatu saat Gwen berkata kepada Manyu, “Manyu, kamu sangat menggemaskan ya.” Lalu manyu pun tersipu malu dan berkata, “Kamu juga sangat lucu kok.” Mereka pun berjalan-jalan di hutan dan menghabiskan waktu bersama.

Suatu saat Gwen tersandung tetapi Manyu berhasil menangkap Gwen, Gwen pun tersipu malu dan berterima kasih kepada Manyu. Manyu menjadi bersemangat saat Gwen berada di dekatnya dan terkadang saat sedang tidur, Manyu memimpikan Gwen. Di pagi hari saat bertemu Gwen, Manyu berkata “Wahh, Gwen sangat cantik hari ini.” Gwen pun berkata “Hehe, terima kasih Manyu.” Lalu Gwen berkata “Kamu sudah makan hari ini Manyu?”, Manyu pun menjawab, “Belum.” Lalu Gwen membuatkan Manyu sebuah sop wortel dan mereka pun makan bersama.

Pada bulan-bulan berikutnya Manyu sangat menyayangi Gwen sebagai teman, begitu juga dengan Gwen. Manyu tidak ingin Gwen terkena suatu masalah, jadi Manyu selalu menjaga Gwen dan mereka pun bersahabat untuk selamanya.

Terima Kasih !

Persahabatan Yang Seru

Persahabatan Yang Seru

 Pada suatu hari di hutan yang gelap penuh dinosaurus yang bermacam-macam spesiesnya dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Melihat pemandangan tersebut kita bisa membayangkan jika kita tinggal di hutan tersebut.
 

Suatu saat ada seseorang ilmuwan bernama ilmuwan Albert berkunjung ke sana, ia sangat terkejut. Bagaimana tidak? Para dinosaurus itu bisa berbicara dengan bahasa manusia. Salah satu dinosaurus yang bernama dino menyapa sang ilmuwan “Halo manusia apa kabarmu?” Lalu ilmuwan Albert menjawab, “Aku sungguh baik keadaan hanya terkejut melihat dinosaurus yang besar ini.”

Dinosaurus itu menjawab,“Oh, aku juga baik.” dan kami berteman dekat .

Pada hari pertama kami sangat akrab seperti saudara sendiri, dan aku pun merasa bahagia memiliki sahabat seperti Dino yang sangat baik. Aku pun karena sangat lelah setelah mengelilingi hutan bersama dinosaurus yang baik. Aku pun membuat tenda lalu tidur dinosaurus itu tidur di tendaku. Lalu Dino membangunkanku, dia berkata,

“Teman, ayo bangun sudah pagi!” aku mencari udara yang segar, aku sarapan, dan Dino ternyata dia makan rumput yang berada di situ.
Kemudian aku melanjutkan petualangan berkeliling hutan bersama Si Dino. Menjelang malam tiba aku tidur dan keeesokan setiap harinya aku terbangun kesiangan, karena biasanya ada yang membangunkanku, tetapi sekarang tidak ada yang membangunkanku. Aku pun langsung mencari Dino buah itu dan ternyata Dino terluka karena menginjak pohon yang tajam, dan tanpa pengetahuanku, dia akan memberi kejutan memberiku terenak yang ada di hutan itu. Saya merasa bangga dan bangga karena sangat baik hati saya .Lalu sebagai teman yang terkejut sebagai balasannya aku membersihkan lukanya dan aku membalut dengan kain jaketku. Hingga akhirnya menjadi sembuh.  

 Aku pun menaiki Dino untuk mencari udara di hutan lagi. Lalu Si Dino mengambilkanku buah yang terenak waktu itu. Aku memakan lahap dan Dino memakan juga dengan lahap. Lalu aku melanjutkan perjalananku dan aku melihat danau yang sangat indah dan banyak pepohonan, banyak ikan berenang karena airnya yang jernih.


Saya lalu mengajak Dino bermain air di danau Dino dan saya sangat senang. Aku suka sekali saat bermain, Si Dino melakukan atraksi dengan meloncat ke air bersamaku.
 

Tiba-tiba aku dan Dino pada saat perjalanan, bertemu dengan teman-teman yang dipanggil Dino dengan nama Sevu. Aku pun berkenalan dengan Sevu. Sevu memanggilku Albert dan kami melanjutkan perjalanan.
  

Saat itu Dino dan Sevu melihat teman-temannya yang sifatnya jahat sekali. Teman mereka yang jahat melihat kami bertiga, dia bernama Siga, lalu Siga tiba-tiba melakukan penyerangan. Sevu dan Dino membantu menyerang Siga. Pada saat itu aku pun membantu Sevu dan Dino, dan akhirnya aku, Sevu, dan Dino mengalahkan Si Siga dengan menggunakan stategi kami bertiga. Tak lama kemudian Siga kalah dan menyesali perbuatannya, dia pun tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yang semena-mena sebagai makhluk yang lebih besar dan kuat dibandingkan mereka berdua. Lalu kami bertiga pergi mencari makan dan tidur. Saat pagi hari kami bertiga dan ilmuwan saat Dino berjalan Dino merasakan ada sebuah tanah yang beserta cukup keras. Ilmuwan juga merasakan juga jika ada tanah bergetar. Tak terasa tanah udah mulai tidak bergetar lagi.

Saat itu kami berempat menemukan kota kosong yang sangat menyeramkan dan kami mengelilingi kota tersebut. Kami berempat kami menemukan anak Dinosaurus yang lucu dan kecil. Kami merawat anak Dinosaurus itu sampai bisa memiliki badan yang besar dan kuat.

Dan itulah cerita dari Kami berempat sangat seru dan menyenangkan bukan

 Terima kasih!   

Complicated

Complicated

Seorang gadis cilik berjalan mengitari sebuah labirin luas. Gadis itu memiliki rambut hitam legam yang lurus serta bola mata berwarna ungu menyala, namanya Elisya. Ia ditemani seorang lelaki tua.

 

 

 “Aku seorang pemandu labirin ini. Jangan khawatir anak muda.” Ucap lelaki tua itu.

 

 

 Elisya sedikit ragu. Tetapi, Ia mau bagaimana lagi? Hanya ada dirinya dan lelaki tua itu. Lelaki tua itu bernama Eugene. Eugene memimpin Elisya menuju akhir labirin tersebut.

 

 

“Kek, apakah benar ini jalannya? Rasanya kita berkali-kali melewati jalan yang sama.” Tanya Elisya.

 

 

Eugene tidak menjawab. Ia hanya diam saja sembari memandang kedepan dengan tatapan kosong. Elisya hanya membiarkan hal itu.

 

 

Tak lama, Ia hampir tersandung karna ikatan tali sepatunya lepas. Ia membungkuk sembari mengikat kembali tali sepatunya. Elisya merasakan sesuatu yang aneh. Ia melirik lingkungan sekitarnya. Awalnya Ia merasa bahwa itu halusinasinya karena Ia kelelahan. Ia dan Eugene kembali melanjutkan perjalanannya.

 

 

20 menit sudah mereka berjalan. Elisya sadar, bahwa Eugene tidak memiliki kaki. Ia mendongak dan menatap mata Eugene layaknya mengatakan “bisa kau menjelaskan ini?”. Eugene terkekeh.

 

 

“ Kau sudah sadar anak muda? Huftt syukurlah. Aku tak perlu berpura-pura lagi. Kau tau? Ini sudah menjadi tugasku untuk merasuki dirimu. Sekarang, ucapkan selamat tinggal kepada Jiwa mu” Ucap Iblis itu.

 

 

Iblis itu mulai mengambil alih tubuh Elisya. Elisya ingin mengambil alih tubuhnya kembali. Tapi apa dayanya? Iblis itu jauh lebih kuat dari dirinya. Lucifer, sang Iblis, mulai membuat ulah dengan tubuh Elisya. Elisya menangis sejadi-jadinya guna melampiaskan emosinya.

 

 

Setelah membuang mayat itu, Lucifer membiarkan Elisya mengambil alih tubuhnya. Setelah itu, Elisya menangis melihat mayat yang dibuang Iblis didalam tubuhnya. Polisi datang. Mereka melihat air mata Elisya mengalir deras. Mereka kira bahwa Elisya merupakan keluarga korban, maka dari itu mereka mewawancarai Elisya.

 

 

Elisya menjawab seadanya. Polisi yang ditugaskan segera mencatat jawaban Elisya. Tak ada yang aneh dari awal wawancara sampai sekarang. Sampai akhirnya, Elisya terkekeh sembari berkata dengan suara berat.

 

 

“Kau mempercayai gadis cilik ini? Cih, sudah kau pastikan bahwa tak ada bukti yang menunjukkan dia bersalah?” Tanya Lucifer.

 

 

“A-Apa maksutmu? Kami mempercayaimu, Nak. Dan juga, kenapa suaramu tiba-tiba berubah? Seperti lelaki tua.” Ucap Polisi itu tergagap.

 

 

Lucifer terkekeh dan menyeringai. Ia hanya melambaikan tangannya dan Elisya kembali.

Sungguh, Ia bersyukur karna Lucifer tidak melakukan apa-apa. Polisi itu terkejut. Ia bertanya kepada Elisya “siapa yang tadi berbicara denganku jika itu bukan kamu, Nak?”. Elisya hanya diam. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban.

 

 

Hari-hari berlalu seperti biasa tanpa kekacauan yang dibuat Lucifer. Pergi ke sekolah seperti biasa, bermain dengan temannya seperti biasa, berjalan -jalan setelah pulang sekolah dengan ketenangan seperti hidupnya yang lama. Sungguh menenangkan bagi Elisya.

 

 

Lucifer bahkan tidak mengatakan sepatah kata pun. Elisya bingung tetapi Ia menghiraukan itu. Ia senang hidupnya kembali seperti biasa. Sekarang, ia sedang berjalan kaki menuju rumahnya. Ia melewati sebuah pet shop yang ramai. Seekor anak anjing jenis Malamute Alaska terpampang jelas dibalik jendela besar nan mewah itu. Ia ingin membelinya tetapi Ia tidak membawa uang.

 

 

Ia berjalan melewati pet shop itu dan kembali melanjutkan perjalanannya. Ia berjalan cukup lama, hal itu dikarenakan jarak rumah dan sekolahnya yang jauh. Jika berjalan kaki, membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai.

 

 

Ia membuka pintu rumahnya dan berkata “Aku pulang, Yah.” Namun, orang yang dipanggil tidak segera menunjukkan batang hidungnya. Elisya berpikir bahwa Ayahnya belum pulang.

 

 

Dengan lesu, Ia melepas sepatunya lalu berjalan menuju kamarnya. Ia harus belajar untuk penilaian esok hari. Saat ingin mengambil buku pelajaran di rak bukunya, salah satu buku bersinar. Cahayanya sangat terang.

 

 

Dengan rasa penasaran yang tinggi, Elisya mengambil buku tersebut. Buku itu terbuka dengan sendirinya. Yang Ia dapati saat membaca salah satu halaman buku itu adalah.. Lucifer.

 

 

Disana tertulis bahwa Lucifer merupakan Iblis yang dulunya seorang malaikat tetapi karena Ia melakukan kesalahan besar, Tuhan mengirim dirinya menuju Neraka. Ia terjebak ditubuh seorang Manusia bernama Eugene.

 

 

Tak ada cara untuk mengusirnya. Cukup menyedihkan, pikirnya. Di pertengahan acara membacanya, buku itu kembali membuka salah satu halaman dengan sendirinya. Disitu terpampang jelas foto Lucifer dengan perawakan aslinya.

 

 

“Mengerikan” Gumamnya.

 

 

Ia kembali membaca buku itu. Ia membaca setiap halaman yang ada sampai Ia membaca satu halaman yang unik baginya. “Membangkitkan orang meninggal” itu judulnya. Ia membaca itu dengan penuh ketelitian. Setelah selesai membaca, Ia menutup buku itu dan mengembalikannya ke tempat buku itu berada sebelumnya. Dengan keseriusan tinggi, Elisya mempraktikkan ritual itu. Setelah selesai, Ia segera membacakan mantra aneh didepan lingkaran besar yang terlihat menyeramkan.

 

 

Lingkaran itu bersinar. Cahayanya berwarna merah darah. Ibu Elisya terbaring diatas lingkaran tersebut. Elisya sangat bahagia. Ia segera membangunkan Ibunya dan memeluknya sangat erat. Ibunya tersenyum dan memeluk Elisya. Ia bercerita kepada Ibunya bahwa Ia dirasuki Iblis. Ibu Elisya awalnya tidak percaya.

 

 

Tiba-tiba Lucifer muncul. Mengatakan “Hai Nyonya. Perkenalkan aku Lucifer. Iblis yang merasuki putri kecilmu ini. Hahahaha, maaf karna aku sudah membunuhmu. Aku sedang bercanda, Nyonya”. Ibu Elisya tidak mengatakan sepatah kata. Tatapannya bisa menjelaskan semuanya. Ia terkejut. Bagaimana tidak? Iblis yang selama ini Ia percaya tidak ada didunia ini, dalam sekejap bisa merasuki putri kecilnya.

 

 

Ibu Elisya, Raven langsung mengajak Elisya menuju gereja St. Paulus. Setelah sampai, Raven segera menceritakan hal yang menimpa anaknya ke Romo Michael. Raven meminta Romo Michael melakukan ritual pengusiran Iblis secepatnya. Romo Michael berkata bahwa pengusiran Iblis tidak semudah itu. Membutuhkan waktu sekitar 1-2 Minggu. Raven bertanya “apakah tidak bisa dipercepat? Aku takut anakku melakukan tindakan kriminal karena ulah Iblis itu”. Romo Michael mengangguk untuk menjawab pertanyaan itu. Sebelum Ia melakukan ritual itu, Romo Michael bertanya “Siapa nama Iblis itu?” Raven menjawab “Lucifer. Ia berkata bahwa Ia mengendalikan tubuh anakku dan membunuh diriku”. Romo Michael menghela nafas. Lagi-lagi Iblis itu membuat masalah. Tak dapat dihitung dengan jari lagi. Sudah ratusan kali Ia menjumpai Iblis ini.

 

 

Tanpa basa-basi, Ia memulai ritual ini. Ia membacakan doa khusus untuk mengusir Iblis tersebut. Percobaan pertama tidak berhasil. Dilanjutkan dengan percobaan kedua sampai percobaan ke-empat. Keempat percobaan tersebut memakan waktu sekitar 6-7 hari. Melelahkan, namun Romo Michael tidak menyerah. Percobaan demi percobaan dilakukan. Sampai akhirnya, Lucifer berhasil keluar dari tubuh Elisya. Raven merasa lega. Putri kecilnya kembali seperti biasa tanpa sikap aneh.

 

 

Romo Michael mengunci Lucifer disuatu tempat. Dimana para manusia tidak dapat melihatnya. Ia lakukan semua hal itu supaya tidak ada yang celaka lagi. Cukup Elisya yang menjadi korban terakhirnya.

 

 

Tahun demi tahun Elisya dan Raven lewati. Ayahnya yang Elisya kira belum pulang ternyata meninggal dunia sebab kecelakaan tragis yang menimpa Ayahnya. Sekarang, Ia tinggal di Inggris. Ia menekuni dunia sihir di Carvandele, sekolah sihir terkenal di Inggris. Ia memiliki banyak teman. Temannya berasal dari berbagai negara. Ada yang merupakan penduduk asli Amerika Serikat, ada yang dari Jerman, Canada, Thailand, bahkan Singapore.

 

 

Di Carvandele, Ia terkenal dengan panggilan “Murid Teladan”. Nilai yang sangat memuaskan, Postur Tubuh yang bagus, bahkan wajahnya yang rupawan. Hidupnya sangat berbeda setelah Lucifer meninggalkan tubuhnya. Ia hidup dengan kebahagiaan.

 

 

“Huftt Hey, Elisya. Apakah kamu tidak merasa lelah? Mereka memberikan tugas yang banyak. Apalagi Bu Smith. Kita tidak dapat menghitung tugas yang Ia beri dalam jangka waktu singkat.” Ucap Evelyn. Gadis asal Jerman ini tidak menyukai guru bernama Lia Smith. Elisya hanya tertawa kecil. Tak lama, ada pemberi tahuan yang ditujukan untuk semua orang.

 

 

“Selamat Siang Anak-Anak. Dimohon untuk keluar dari wilayah sekolah ini secepatnya! Seekor Kerberos mengamuk di gedung utama. Kerberos ini menuju Gedung B dan dilanjutkan dengan Gedung C. Sekian terimakasih!”

 

 

Semua panik. Mereka berlari ke luar gedung guna menyelamatkan diri. Evelyne dan Elisya tenggelam dilautan manusia ini. Mereka tersesat. Elisya tidak memahami ruangan ini. Saat mereka pertama kali masuk, tidak ada ruangan seperti ini. Ia rasa.. Ini ruangan tersembunyi. Mereka berjalan bersama-sama dengan bantuan tongkat sihir Elisya. Mereka melihat seekor anjing dengan perawakan besar. Mereka berjalan mendekat sebab rasa perasaan yang ada. Mereka mencoba menaiki anjing itu dan hal itu membuat sang anjing terbangun. Anjing itu ternyata.. Kerberos mengamuk yang tadi diumumkan. Evelyn ketakutan. Ia menggenggam tangan Elisya guna menyalurkan rasa takutnya.

 

 

Elisya mencoba untuk mengontrol Kerberos itu. Sayangnya itu tidak berhasil. Ia tetap mencoba walaupun gagal. Pada akhirnya, Kerberos itu berhasil ditenangkan. Kerberos itu diikat dengan rantai besi yang tergeletak di Lantai. Mereka mencari jalan keluar. Setelah mereka menemukannya, mereka segera mencari teman-teman mereka. Mereka semua bahagia karena Elisya dan Evelyn selamat.

 

 

Mereka jalani hari mereka seperti biasa. Tanpa ada masalah yang mengganggu hidup mereka yang damai. Walau terkadang mereka bertengkar, mereka tetap bersahabat. Hingga tiba dimana Evelyn mengkhianati mereka. Evelyn bersekutu dengan Voldemort, Raja Kegelapan disana. Carvandele terletak didekat hutan gelap yang menyeramkan. Di sana lah Voldemort dan kawan-kawannya tinggal. Evelyn bersekutu dengan Voldemort sejak Ia berusia 17 tahun.

 

 

Penghianatan itu membuat teman-temannya murka, terkecuali Elisya. Gadis dengan hati yang baik itu menerima penghianatan itu.

‘Evelyn pasti memiliki alasan’ pikirnya.

 

 

Mereka semua mencoba untuk menerima tetapi tidak bisa. Mengingat betapa indahnya memori yang sudah mereka buat selama bertahun-tahun. Hari dimana mereka bercanda dan tertawa bersama. Dimana mereka bertengkar karena hal kecil, dan dimana mereka melewati kesulitan yang dialami. Sungguh indah jika diingat kembali bagi mereka.

 

 

Evelyn merasa tak enak hati. Ia meminta maaf kepada teman-temannya dan menjelaskan apa alasannya. Setelah mendengarkan penjelasannya, mereka semua mengerti. Evelyn menanyakan apakah mereka mau ikut berpartisipasi dalam rencana tersebut atau tidak, mereka menyetujui hal tersebut. Voldemort tersenyum sebab rencana yang Ia susun akan berhasil.

 

 

6 Bulan Kemudian..

 

 

Rencana Voldemort berhasil. Carvandele mulai membongkar satu persatu rahasia yang mereka simpan. Itu yang mereka harapkan sejak 6 Bulan yang lalu. Polisi yang menerima pernyataan Carvandele pun segera menutup Carvandele University. Sang kepala sekolah dipenjara dan Dosen yang mengajar disana dipecat. Para Murid diberi perintah untuk mencari universitas baru. Banyak murid yang kecewa, tetapi ada juga yang bahagia karena tak perlu khawatir. Orang tua yang marah akan perbuatan universitas terbaik itu, meminta pemerintah menjatuhi hukuman yang lebih berat, alias dipenjara seumur hidup.

Kini saatnya Voldemort meninggalkan dunia ini. Ini bukan dunia dimana Ia berasal. Tugasnya sudah selesai, sudah seharusnya Ia meninggalkan dunia ini.

 

 

“Terimakasih atas bantuanmu, sudah saatnya aku meninggalkan dunia ini. Selamat Tinggal”

-Voldemort

 

Perjalanan di Negri Dongeng

Perjalanan di Negri Dongeng

Pada suatu hari di perkotaan. Hidup lah gadis kecil yang tinggal bersama orang tua nya… Gadis kecil itu bernama Maria. Di sekolah Maria adalah anak yang rajin, terampil dan memiliki banyak prestasi. Pada suatu hari Maria bertemu dengan teman nya yang beranama Albert. Maria dan Albert adalah sahabat sejak kecil, Maria dan Albert pergi ke sebuah museum yang tidak begitu jauh jarak nya dari sekolah mereka.  Sampai di museum Albert menemukan bilik untuk Foto bersama. Albert mengajak Maria untuk berfoto bersama nya karena sudah jarang bertemu. Albert pun memencet tombol yang dia kira adalah Tombol untul memfoto. Ternyata setelah tombol itu di pencet terdengar suara sirine dari bilik itu.. Mereka tidak tau apa yang terjadi. Setelah mereka cermati dengan baik baik itu ternyata Adalah Mesin waktu percobaan yang di ciptakan oleh Ilmuwan terkenal di kota itu. Mereka berdua panik. Orang orang di sektiar museum mencoba memberhentikan mesin waktu itu cuman tetap tidak bisa.

Maria dan Albert di bawa ke dalam negri dongeng. Di mana orang orang saat berpergian menggunakan kereta terbang. Rasa panik dan bingung Maria dan Albert bercampur campur.

Tetapi kata Maria, “Negri ini asri dan damai. Bukan kah begitu Albert?”

Albert pun mengiyakan pertanyaan dari Maria. Albert merasa bersalah karena telah membawa Maria ke dalam Negri ini karena ulah Albert. Maria dan Albert terus berjalan sampai bertemu dengan Orang yang paling terkenal di sana yang bernama Mr. Sahala, Mereka bertanya kepada Mr. Sahala cara supaya mereka bisa pulang ke Bumi kembali.. Mr Sahala menjawab,

“Kalian bisa pulang ke Bumi lagi tetapi harus ada 1 misi yang harus mereka lakukan yaitu. Menemukan Telur Naga emas. Mereka pun mau melakukan misi itu karena Maria dan Albert sangat ingin kembali ke bumi.

Albert bertanya kepada Mr. Sahala,”Dimana kita bisa menemukan telur tersebut tuan?”.

  1. Mr. Sahala menjawab, ” Kalian dapat menemukan telur itu Di Goa berlian yang jarak nya lumayan jauh. Kalian harus meninggalkan kota ini.. Dan kalian akan menyebrangi kota kota lain. Mereka akan di berikan alat transportasi Kereta Terbang. Waktu terus  berjalan. Setelah mereka menemukan Goa Berlian mereka terus masuk ke dalam goa tersebut. Setelah ber jam jam mereka mencari akhir nya mereka menemukan Telur Emas itu. Dan Untung nya telur itu tidak di jaga oleh Naga Emas yang memiliki telur itu. Mereka sangag bahagia karena misi mereka sudah selesai. Maria dan Albert langsung memutuskan untuk membawa telur itu ke Mr. Sahala, 1 hari berlalu akhir nya mereka sampai di kota Dongeng. Mereka memberikan Telur itu kepada Mr. Sahala , dan Mr sahala berkata,” Bawa lah telur emas ini ke dalam mesin waktu kalian, dan kalian bisa pulang ke Bumi lagi. ” Albert dan Maria sangat bahagia dan langsung membawa telur itu ke mesin waktu mereka. Dan dalam waku 1 jam mereka akhir nya kembali ke dalam bumi da sampai kembali di museum. Orang orang di museum sangat terkejut karena melihat Mereka berdua bisa pulang dengan selamat.
  2. Dan Mereka pun pulang ke Rumah mereka , Tetapi di dalam perjalanan Mereka berdua tiba tiba lupa jalan rumah mereka berdua, Mereka merasa masih di dunia lain, Orang orang melihat Maria dan Albert seperti orang bingung, lalu ada orang muda bertanya, “Kamu mengapa dek? kok seperti orang bingung?, Lalu Albert bertanya Kami seperti di pindahkan di dunia lain. Orang muda itu semakin binggung ,” HAH, Apa yang kamu maksut?” Tiba tiba Mereka tersadar bahwa mereka sudah di Bumi lagi. Dan Mereka berdua pulang meninggalkan Orang Muda itu. Dan Maria bertemu dengan Orang tua nya.Maria dan Orang tua nya pulang, Ayah Maria bertanya, “Kamu dari mana saja Maria? Sudah 5 hari kamu tidak pulang”.Maria pun berkata bahwa dia pergi ke museum bersama Albert dan Mengunjungi Mesin waktu, Dan mereka di bawa ke Dunia lain yang indah. lalu mereka merasa hanya 1 jam tetapi di Bumi sudah 5 hari, Akhir nya Mereka berdua pulang. Tama
Life is Complicated

Life is Complicated

Seorang gadis cilik berjalan mengitari sebuah labirin luas. Gadis itu memiliki rambut hitam legam yang lurus serta bola mata berwarna ungu menyala, namanya Elisya. Ia ditemani seorang lelaki tua.

 “Aku seorang pemandu labirin ini. Jangan khawatir anak muda.” Ucap lelaki tua itu.

 Elisya sedikit ragu. Tetapi, Ia mau bagaimana lagi? Hanya ada dirinya dan lelaki tua itu. Lelaki tua itu bernama Eugene. Eugene memimpin Elisya menuju akhir labirin tersebut.

“Kek, apakah benar ini jalannya? Rasanya kita berkali-kali melewati jalan yang sama.” Tanya Elisya.

Eugene tidak menjawab. Ia hanya diam saja sembari memandang kedepan dengan tatapan kosong. Elisya hanya membiarkan hal itu.

Tak lama, Ia hampir tersandung karna ikatan tali sepatunya lepas. Ia membungkuk sembari mengikat kembali tali sepatunya. Elisya merasakan sesuatu yang aneh. Ia melirik lingkungan sekitarnya. Awalnya Ia merasa bahwa itu halusinasinya karena Ia kelelahan. Ia dan Eugene kembali melanjutkan perjalanannya.

20 menit sudah mereka berjalan. Elisya sadar, bahwa Eugene tidak memiliki kaki. Ia mendongak dan menatap mata Eugene layaknya mengatakan “bisa kau menjelaskan ini?”. Eugene terkekeh.

“ Kau sudah sadar anak muda? Huftt syukurlah. Aku tak perlu berpura-pura lagi. Kau tau? Ini sudah menjadi tugasku untuk merasuki dirimu. Sekarang, ucapkan selamat tinggal kepada Jiwa mu” Ucap Iblis itu.

Iblis itu mulai mengambil alih tubuh Elisya. Elisya ingin mengambil alih tubuhnya kembali. Tapi apa dayanya? Iblis itu jauh lebih kuat dari dirinya. Lucifer, sang Iblis, mulai membuat ulah dengan tubuh Elisya. Elisya menangis sejadi-jadinya guna melampiaskan emosinya.

Setelah membuang mayat itu, Lucifer membiarkan Elisya mengambil alih tubuhnya. Setelah itu, Elisya menangis melihat mayat yang dibuang Iblis didalam tubuhnya. Polisi datang. Mereka melihat air mata Elisya mengalir deras. Mereka kira bahwa Elisya merupakan keluarga korban, maka dari itu mereka mewawancarai Elisya.

Elisya menjawab seadanya. Polisi yang ditugaskan segera mencatat jawaban Elisya. Tak ada yang aneh dari awal wawancara sampai sekarang. Sampai akhirnya, Elisya terkekeh sembari berkata dengan suara berat.

“Kau mempercayai gadis cilik ini? Cih, sudah kau pastikan bahwa tak ada bukti yang menunjukkan dia bersalah?” Tanya Lucifer.

“A-Apa maksutmu? Kami mempercayaimu, Nak. Dan juga, kenapa suaramu tiba-tiba berubah? Seperti lelaki tua.” Ucap Polisi itu tergagap.

Lucifer terkekeh dan menyeringai. Ia hanya melambaikan tangannya dan Elisya kembali.

Sungguh, Ia bersyukur karna Lucifer tidak melakukan apa-apa. Polisi itu terkejut. Ia bertanya kepada Elisya “siapa yang tadi berbicara denganku jika itu bukan kamu, Nak?”. Elisya hanya diam. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban.

Hari-hari berlalu seperti biasa tanpa kekacauan yang dibuat Lucifer. Pergi ke sekolah seperti biasa, bermain dengan temannya seperti biasa, berjalan -jalan setelah pulang sekolah dengan ketenangan seperti hidupnya yang lama. Sungguh menenangkan bagi Elisya.

Lucifer bahkan tidak mengatakan sepatah kata pun. Elisya bingung tetapi Ia menghiraukan itu. Ia senang hidupnya kembali seperti biasa. Sekarang, ia sedang berjalan kaki menuju rumahnya. Ia melewati sebuah pet shop yang ramai. Seekor anak anjing jenis Malamute Alaska terpampang jelas dibalik jendela besar nan mewah itu. Ia ingin membelinya tetapi Ia tidak membawa uang.

Ia berjalan melewati pet shop itu dan kembali melanjutkan perjalanannya. Ia berjalan cukup lama, hal itu dikarenakan jarak rumah dan sekolahnya yang jauh. Jika berjalan kaki, membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai.

Ia membuka pintu rumahnya dan berkata “Aku pulang, Yah.” Namun, orang yang dipanggil tidak segera menunjukkan batang hidungnya. Elisya berpikir bahwa Ayahnya belum pulang.

Dengan lesu, Ia melepas sepatunya lalu berjalan menuju kamarnya. Ia harus belajar untuk penilaian esok hari. Saat ingin mengambil buku pelajaran di rak bukunya, salah satu buku bersinar. Cahayanya sangat terang.

Dengan rasa penasaran yang tinggi, Elisya mengambil buku tersebut. Buku itu terbuka dengan sendirinya. Yang Ia dapati saat membaca salah satu halaman buku itu adalah.. Lucifer.

Disana tertulis bahwa Lucifer merupakan Iblis yang dulunya seorang malaikat tetapi karena Ia melakukan kesalahan besar, Tuhan mengirim dirinya menuju Neraka. Ia terjebak ditubuh seorang Manusia bernama Eugene.

Tak ada cara untuk mengusirnya. Cukup menyedihkan, pikirnya. Di pertengahan acara membacanya, buku itu kembali membuka salah satu halaman dengan sendirinya. Disitu terpampang jelas foto Lucifer dengan perawakan aslinya.

“Mengerikan” Gumamnya.

Ia kembali membaca buku itu. Ia membaca setiap halaman yang ada sampai Ia membaca satu halaman yang unik baginya. “Membangkitkan orang meninggal” itu judulnya. Ia membaca itu dengan penuh ketelitian. Setelah selesai membaca, Ia menutup buku itu dan mengembalikannya ke tempat buku itu berada sebelumnya. Dengan keseriusan tinggi, Elisya mempraktikkan ritual itu. Setelah selesai, Ia segera membacakan mantra aneh didepan lingkaran besar yang terlihat menyeramkan.

Lingkaran itu bersinar. Cahayanya berwarna merah darah. Ibu Elisya terbaring diatas lingkaran tersebut. Elisya sangat bahagia. Ia segera membangunkan Ibunya dan memeluknya sangat erat. Ibunya tersenyum dan memeluk Elisya. Ia bercerita kepada Ibunya bahwa Ia dirasuki Iblis. Ibu Elisya awalnya tidak percaya.

Tiba-tiba Lucifer muncul. Mengatakan “Hai Nyonya. Perkenalkan aku Lucifer. Iblis yang merasuki putri kecilmu ini. Hahahaha, maaf karna aku sudah membunuhmu. Aku sedang bercanda, Nyonya”. Ibu Elisya tidak mengatakan sepatah kata. Tatapannya bisa menjelaskan semuanya. Ia terkejut. Bagaimana tidak? Iblis yang selama ini Ia percaya tidak ada didunia ini, dalam sekejap bisa merasuki putri kecilnya.

Ibu Elisya, Raven langsung mengajak Elisya menuju gereja St. Paulus. Setelah sampai, Raven segera menceritakan hal yang menimpa anaknya ke Romo Michael. Raven meminta Romo Michael melakukan ritual pengusiran Iblis secepatnya. Romo Michael berkata bahwa pengusiran Iblis tidak semudah itu. Membutuhkan waktu sekitar 1-2 Minggu. Raven bertanya “apakah tidak bisa dipercepat? Aku takut anakku melakukan tindakan kriminal karena ulah Iblis itu”. Romo Michael mengangguk untuk menjawab pertanyaan itu. Sebelum Ia melakukan ritual itu, Romo Michael bertanya “Siapa nama Iblis itu?” Raven menjawab “Lucifer. Ia berkata bahwa Ia mengendalikan tubuh anakku dan membunuh diriku”. Romo Michael menghela nafas. Lagi-lagi Iblis itu membuat masalah. Tak dapat dihitung dengan jari lagi. Sudah ratusan kali Ia menjumpai Iblis ini.

Tanpa basa-basi, Ia memulai ritual ini. Ia membacakan doa khusus untuk mengusir Iblis tersebut. Percobaan pertama tidak berhasil. Dilanjutkan dengan percobaan kedua sampai percobaan ke-empat. Keempat percobaan tersebut memakan waktu sekitar 6-7 hari. Melelahkan, namun Romo Michael tidak menyerah. Percobaan demi percobaan dilakukan. Sampai akhirnya, Lucifer berhasil keluar dari tubuh Elisya. Raven merasa lega. Putri kecilnya kembali seperti biasa tanpa sikap aneh.

Romo Michael mengunci Lucifer disuatu tempat. Dimana para manusia tidak dapat melihatnya. Ia lakukan semua hal itu supaya tidak ada yang celaka lagi. Cukup Elisya yang menjadi korban terakhirnya.

Tahun demi tahun Elisya dan Raven lewati. Ayahnya yang Elisya kira belum pulang ternyata meninggal dunia sebab kecelakaan tragis yang menimpa Ayahnya. Sekarang, Ia tinggal di Inggris. Ia menekuni dunia sihir di Carvandele, sekolah sihir terkenal di Inggris. Ia memiliki banyak teman. Temannya berasal dari berbagai negara. Ada yang merupakan penduduk asli Amerika Serikat, ada yang dari Jerman, Canada, Thailand, bahkan Singapore.

Di Carvandele, Ia terkenal dengan panggilan “Murid Teladan”. Nilai yang sangat memuaskan, Postur Tubuh yang bagus, bahkan wajahnya yang rupawan. Hidupnya sangat berbeda setelah Lucifer meninggalkan tubuhnya. Ia hidup dengan kebahagiaan.

“Huftt Hey, Elisya. Apakah kamu tidak merasa lelah? Mereka memberikan tugas yang banyak. Apalagi Bu Smith. Kita tidak dapat menghitung tugas yang Ia beri dalam jangka waktu singkat.” Ucap Evelyn. Gadis asal Jerman ini tidak menyukai guru bernama Lia Smith. Elisya hanya tertawa kecil. Tak lama, ada pemberi tahuan yang ditujukan untuk semua orang.

“Selamat Siang Anak-Anak. Dimohon untuk keluar dari wilayah sekolah ini secepatnya! Seekor Kerberos mengamuk di gedung utama. Kerberos ini menuju Gedung B dan dilanjutkan dengan Gedung C. Sekian terimakasih!”

Semua panik. Mereka berlari ke luar gedung guna menyelamatkan diri. Evelyne dan Elisya tenggelam dilautan manusia ini. Mereka tersesat. Elisya tidak memahami ruangan ini. Saat mereka pertama kali masuk, tidak ada ruangan seperti ini. Ia rasa.. Ini ruangan tersembunyi. Mereka berjalan bersama-sama dengan bantuan tongkat sihir Elisya. Mereka melihat seekor anjing dengan perawakan besar. Mereka berjalan mendekat sebab rasa perasaan yang ada. Mereka mencoba menaiki anjing itu dan hal itu membuat sang anjing terbangun. Anjing itu ternyata.. Kerberos mengamuk yang tadi diumumkan. Evelyn ketakutan. Ia menggenggam tangan Elisya guna menyalurkan rasa takutnya.

Elisya mencoba untuk mengontrol Kerberos itu. Sayangnya itu tidak berhasil. Ia tetap mencoba walaupun gagal. Pada akhirnya, Kerberos itu berhasil ditenangkan. Kerberos itu diikat dengan rantai besi yang tergeletak di Lantai. Mereka mencari jalan keluar. Setelah mereka menemukannya, mereka segera mencari teman-teman mereka. Mereka semua bahagia karena Elisya dan Evelyn selamat.

Mereka jalani hari mereka seperti biasa. Tanpa ada masalah yang mengganggu hidup mereka yang damai. Walau terkadang mereka bertengkar, mereka tetap bersahabat. Hingga tiba dimana Evelyn mengkhianati mereka. Evelyn bersekutu dengan Voldemort, Raja Kegelapan disana. Carvandele terletak didekat hutan gelap yang menyeramkan. Di sana lah Voldemort dan kawan-kawannya tinggal. Evelyn bersekutu dengan Voldemort sejak Ia berusia 17 tahun.

Penghianatan itu membuat teman-temannya murka, terkecuali Elisya. Gadis dengan hati yang baik itu menerima penghianatan itu.

‘Evelyn pasti memiliki alasan’ pikirnya.

Mereka semua mencoba untuk menerima tetapi tidak bisa. Mengingat betapa indahnya memori yang sudah mereka buat selama bertahun-tahun. Hari dimana mereka bercanda dan tertawa bersama. Dimana mereka bertengkar karena hal kecil, dan dimana mereka melewati kesulitan yang dialami. Sungguh indah jika diingat kembali bagi mereka.

Evelyn merasa tak enak hati. Ia meminta maaf kepada teman-temannya dan menjelaskan apa alasannya. Setelah mendengarkan penjelasannya, mereka semua mengerti. Evelyn menanyakan apakah mereka mau ikut berpartisipasi dalam rencana tersebut atau tidak, mereka menyetujui hal tersebut. Voldemort tersenyum sebab rencana yang Ia susun akan berhasil.

6 Bulan Kemudian..

Rencana Voldemort berhasil. Carvandele mulai membongkar satu persatu rahasia yang mereka simpan. Itu yang mereka harapkan sejak 6 Bulan yang lalu. Kehidupan berjalan dengan lancar. Menemukan pasangan hidupnya. Lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, dan menikahi pasangan yang mereka miliki. Menjalani hidup yang aman dan damai serta dikaruniai seorang putra atau putri pertamanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan di Negri Dongeng

Perjalanan di Negri Dongeng

 

 

 

 

Halaman1. 

 

Pada suatu hari diperkotaan. Hidup lah gadis kecil yang tinggal bersama orang tua nya… Gadis kecil itu bernama Maria. Di sekolah Maria adalah anak yang rajin , trampil dan memiliki banyak prestasi.. Pada suatu hari Maria bertemu dengan teman nya yang beranama Albert. Maria dan Albert adalah sahabat sejak kecil, Maria dan Albert pergi ke sebuah museum yang tidak begitu jauh jarak nya dari sekolah mereka. Dan sampai di museum Albert menemukan bilik untuk Foto bersama. Dan Albert mengajak Maria untuk berfoto bersama nya karena sudah jarang bertemu. Dan Albert pun memencet tombol yang dia kira adalah Tombol untul memfoto. Ternyata setelah tombol itu di pencet terdengar suara sirine dari bilik itu.. Mereka tidak tau apa yang terjadi. Setelah mereka cermati dengan baik baik itu ternyata Adalah Mesin waktu percobaan yang di ciptakan oleh Ilmuwan terkenal di kota itu. Mereka berdua panik. Orang orang di sektiar museum mencoba memberhentikan mesin waktu itu cuman tetap tidak bisa. 

 

Halaman 2. 

Maria dan Albert di bawa ke dalam negri dongeng. Dimana orang orang saat berpergian menggunakan kereta terbang. Rasa panik dan bingung Maria dan Albert bercampur campur. Tetapi kata Maria ” Negri ini asri dan damai. Bukan kah begitu Albert?”. Albert pun meng iyakan pertanyaan dari Maria. Albert merasa bersalah karena telah membawa Maria ke dalam Negri ini karena ulah Albert. Maria dan Albert terus berjalan sampai bertemu dengan Orang yang paling terkenal di sana yang bernama Mr. Sahala, Mereka bertanya kepada Mr. Sahala cara supaya mereka bisa pulang ke Bumi kembali.. Mr Sahala menjawab “Kalian bisa pulang ke Bumi lagi tetapi harus ada 1 misi yang harus mereka lakukan yaitu. Menemukan Telur Naga emas. Mereka pun mau melakukan misi itu karena Maria dan Albert sangat ingin kembali ke bumi. Dan Albert bertanya kepada Mr. Sahala ” Dimana kita bisa menemukan telur tersebut tuan?”. Mr. Sahala menjawab ” Kalian dapat menemukan telur itu Di Goa berlian yang jarak nya lumayan jauh. Kalian harus meninggalkan kota ini.. Dan kalian akan menyebrangi kota kota lain. Mereka akan di berikan alat transportasi Kereta Terbang. Waktu terus tak berjalan. Setelah mereka menemukan Goa Berlian mereka terus masuk ke dalam goa tersebut. Setelah ber jam jam mereka mencari akhir nya mereka menemukan Telur Emas itu. Dan Untung nya telur itu tidak di jaga oleh Naga Emas yang memiliki telur itu. Mereka sangag bahagia karena misi mereka sudah selesai. Maria dan Albert langsung memutuskan untuk membawa telur itu ke Mr. Sahala, 1 hari berlalu akhir nya mereka sampai di kota Dongeng. Mereka memberikan Telur itu kepada Mr. Sahala , dan Mr sahala berkata ” Bawa lah telur emas ini ke dalam mesin waktu kalian, dan kalian bisa pulang ke Bumi lagi. ” Albert dan Maria sangat bahagia dan langsung membawa telur itu ke mesin waktu mereka. Dan dalam waku 1 jam mereka akhir nya kembali ke dalam bumi da sampai kembali di museum. Orang orang di museum sangat terkejut karena melihat Mereka berdua bisa pulang dengan selamat. 

Dan Mereka pun pulang ke Rumah mereka masing masing. Tamat..

(more…)