by Jevan | Jan 13, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Halo teman-teman!!
Perkenalkan nama saya Jeevan dari kelas 7A nomor absen 19
Kali ini saya akan menceritakan tentang kegiatan fieldtrip kelas 7
SMP MARIA MEDIATRIX mengadakan kegiatan diluar sekolah agar kami dapat menambah ilmu pengetahuan kami dan juga menambah pengalaman kami. sekolah mengadakan fieldtrip ke berbagai tempat yaitu SMK.St.Fransiskus pada tanggal 9 januari 2022, Dyriana pada tanggal 10 januari 2022, dan ke Maerokoco pada tnggal 11 januari 2022.
Saya hanya pernah berkunjung ke dua tempat yaitu Dyriana dan Maerokoco
1.SMK.St.Fransiskus Senin, 9 januari 2022
Saat kami mengunjungi SMK.St.Fransiskus kami dipandu oleh kakak-kakak dari sekolah tersebut. Di SMK.St.Fransiskus saya banyak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan juga mendapatkan ilmu. Kamu mahu tahu?? Disana kami diajarkan bagaimana cara menyablon baju. Kami membawa baju polos untuk di sablon.Saya memilih di sablon dengan warna merah. Setelah di sablon jangan lupa dikeringkan menggunakan alat pengering dan setelah kitu bisa dipakai. Setelah menyablon kita lanjut ke bagian ke dua yaitu kriya kayu. Pada kriya kayu ini kita harus menghilangkan sebuah kertas tetapi tulisan tetap menempel pada gantungan kayu dengan cara digosok menggunakan jari yang sudah dibasahi oleh air. Saya gagal karena saya menggosok kertas terlalu kuat. Hal yang menarik di SMK.St.Fransiskus adalah saat menyablon karena kita bisa memilih warna dan menyablon sendiri.
2.Dyriana Selasa, 10 januari 2022
ketika kami mengunjungi Dyriana kami dipandu oleh tiga orang.Disana kita diajarkan bagaimana cara membuat klepon dan bagaimana cara memasak bandeng presto.Disana kami sendiri yang membentuk adonan klepon dan juga kami sendiri yang memasukan isian klepon yaitu gula jawa.Setelah membuat klepon sendiri kami diajarkan bagaimana cara memasak bandeng presto.kami juga mennyicipi bagaimana rasa bandeng presto. Yang membuat saya tertarik saat di Dyriana adalah saat membuat klepon karena kita bisa merasakan bagaimana cara membuat klepon sendiri.
3.Maerokoco Rabu, 11 januari 2022
Saat di Maerokoco kami di dampingi oleh kakak-kakak pemandu yaitu kak Clara,kak Elsa,kak Vincent,kak Arga dan banyak lagi. Di Maerokoco kami diajak berputar-putar utuk melihat ada apa saja di maerokoco menaiki mobil keliling.Setelah berputar-putar melihat sekitar kami lanjut menaiki perahu.Saat di perahu kami melihat banyak ikan bandeng berlompatan dan juga ada yang meloncat ke kapal kami.Setelah menaiki perahu kami lanjut bermain di taman bermain.Setelah bermain di taman bermain kami diajak untuk membuat sebuah roket air.Membuat roket air cukup mudah. Yang membuat saya tertarik saat di Maerokoco adalah saat menaiki perahu karna banyak bandeng yang berloncatan dan masuk ke perahu.
Sudah cukup sampai disini
Terima Kasih 🙂
by Natasha | Jan 12, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Saya dan teman – teman saya melakukan kegiatan Fieldtrip pada tanggal 9 – 11Januari 2023.
- Senin 9 Januari 2023
Pada kegiatan Fieldtrip hari pertama. saya dan teman – teman saya pergi ke Dyriana pamularsih No.70 Bongsari, Sebelumnya saya pernah berkunjung ke Dyriana pada saat saya TK.dulu saya dan teman – teman membuat kue chocolate dilapisi dengan meses.Tujuan kegiatan sekolah adalah untuk mengetahui cara pembuatan/proses dan hasil dari proses tersebut.yang menarik dari tempat tersebut adalah terjaga kebersihannya
Pembelajaran yang saya dapatkan dari Diryana adalah bisa mengetahui cara pembuatan klepon dan bandeng presto.
Selasa 10 Januari 2023
Kegiatan Fieldtrip hari kedua.kami pergi ke SMK Fransiskus waltermongen sidi No.22,Tujuan kegiatan Fieldtrip hari kedua adalah mengetahui cara proses membatik dan menjahit. Sebelumnya saya sudah pernah kesini saat saya masih kecil , saya kesini hanya untuk melihat karna penasaran.yang membuat saya tertarik pada tempat tersebut adalah luas dan besar.pelajaran yang saya dapatkan dari SMK Fransiskus adalah mengetahui pembuatan Batik dan menjahit.
Rabu 11 Januari 2023
Kegiatan Fieldtrip hari ketiga. Kami pergi ke Maerakaca, Tujuan kegiatan tersebut adalah bisa mengetahui dan membuat roket air bersama – sama. Sebelumnya saya tidak pernah pergi ke Maerakaca. yang membuat saya tertarik pada tempat tersebut adalah tempatnya sangat luas,ada tempat bermain, perahu,tempat untuk makan/Kantin. Pelajaran yang saya dapatkan dari Maerakaca adalah mengetahui pembuatan Rokef Air. Ada 4 experiment yang akan ditampilkan.
Experiment 1 : Mengetahui telur yang matang dan yang mentah dengan memutar telurnya, jika telur berputar lama berhengi artinya telur tersebut matang, jika telur tersebut cepat berputar cepat berhentinya maka artinya telur tersebut mentah.
Experiment 2 : Botol yang diisi air lalu dimasukkan ke pipet yang diberi mur maka jika botol dipencet, pipet akan turun ke bawah karena ada tekanan udara.
Experiment 3 : meniup balon dengan menggunakan soda api dan cuka dengan cara memasukkan soda api kedalam botol lalu kaitkan balon di ujung botol maka soda api akan masuk ke dalam botol yang berisi cuka otomatis balon akan tertiup karena dicampur dengan soda api akan menghasilkan karbon dioksida.
Experiment 4 : memasukkan Mentos ke dalam coca-cola Maka kalau coca-cola akan membentuk seperti air mancur.
Pengawas/Pendamping di Diryana :
•Pak Yus
•Pak Yohanes
•Bu Astuti
•Miss Niken
•Bapak/ibu pendamping Diryana
Pengawas/Pendamping di SMK Fransiskus :
• Pak Yus
•Pak Yohanes
•Bu Astuti
•Pam Damar
•guru-guru pendamping di SMK Fransiskus
•Kaka-kaka pendamping di SMK Fransiskus
Pengawas/Pendamping di Maerakaca :
•Pak Yohanes
•Pak Yus
•Pak Damar
•Pak Frans
•Bu Astuti
•Miss Niken
•Bu Dannis
•Bapak/Ibu pendamping di Maerakaca
by Christabel | Jan 12, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Field trip merupakan kunjungan wisata atau kunjungan yang dapat menunjang pengetahuan siswa melalui pembelajaran diluar kelas dengan mendatangi beberapa destinasi yang telah ditentukan.
Tujuan Fieldtrip Menurut saya adalah siswa dapat diajak untuk berpikir kreatif, memiliki pengalaman baru, serta dapat melihat dan mengetahui permasalahan secara langsung di lapangan.
Fieldtrip ini berlangsung pada Tanggal Senin,9 Januari 2023 sampai Rabu,11 Januari 2023.
Destinasi Fieldtrip kali ini adalah SMK Fransiskus, Bandeng Juwana/Dryiana, dan Maerakaca.
SMK Fransiskus
SMK Fransiskus terletak di Jl. Wolter Monginsidi No.22, Pedurungan Tengah, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah disana kami belajar banyak hal dari membatik dan menjahit.
Yang pertama kami diajari membatik dengan menggunakan canting. Disana sudah disediakan alat dan bahan oleh Kaka kak SMK, selain itu mereka juga mengajari kami cara membatiknya. Setelah itu, kami juga membuat gantungan kunci. Gantungan kunci yang kami buat berbahan dasar kain flanel. Disana sudah disediakan kain flanel yang sudah dibentuk sehingga kami tinggal menjahit dan menyusunnya. Kegiatan Fieldtrip disini sangat menyenangkan, bisa mendapat ilmu sambil bermain.
Bandeng Juwana/Dryiana
Destinasi selanjutnya ialah bandeng Juwana/Dryiana, bandeng Juwana/Dryiana terletak di Jl. Pamularsih Raya No.70, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Disini, kami di beri kesempatan oleh bapak ibu untuk belajar membuat makanan khas Indonesia. Makanan khas yang kita pelajari hari itu adalah klepon dan bandeng presto. Saat membuat klepon sangat seru sekali, kami di ajari untuk resep adonan klepon seperti tepung ketan putih di campurkan pewarna hijau dan air lalu di uleni hingga kalis dan di bentuk menjadi bulat bulat lalu di pipihkan dan disii gula Jawa tutup adonan sampai bulat dan rebus tunggu sampai klepon mengapung, setelah matang di beri kelapa parut. Setelah itu kami diperbolehkan untuk mencicipi klepon yang sudah kami buat tadi, rasa nya enak dan puas sekali.
selanjutnya kami dijelaskan cara membuat bandeng presto kami di jelaskan dan melihat langsung bagaimana cara membuat bandeng presto. Mulai dari di jelaskan bagaimana bagaimana ciri ciri bandeng yang segar dan cara memilih bandeng segar. Setelah itu bandeng di bersihkan hingga bersih, lalu di beri bumbu seperti bawang putih garam di dal perut ikan sedangkan untuk luarnya di beri olesan kunyit. Sesudah itu di masukan ke panci presto selama 2-3 jam, lalu setelah matang kami di perbolehkan untuk mencicipi bandeng presto. Rasa nya enak sekali dan sangat gurih. Dari sini kami mendapat banyak ilmu juga, seperti mendapatkan resep, mengetahui cara mengolah makanan khas Indonesia dan banyak lainnya.
Maerakaca
Selanjutanya kami ke Maerakaca. Disana kami diberi waktu untuk mencoba berbagai wahana yang tersedia. Maerakaca terletak di Jl.Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Saya dan teman teman mencoba wahana seperti menaiki kereta mobil disana kita diajak untuk melihat-lihat bangunan-bangunan adat daerah masing masing dari Jawa Tengah. Setelah itu kita naik kapal untuk mengitari danau di Maerakaca di tengah tengah perjalanan saya melihat ikan ikan yang berlompatan. Lalu kami berjalan-jalan untuk melihat barang barang dan bermain di Taman. Lalu kami diberi waktu untuk istirahat. Kemudian kami di arahkan untuk menanam tanaman bersama-sama, kami di arahkan untuk masuk ke aula dan di ajari cara membuat roket air. Bahan yang sudah kita bawa ada 2 botol coca cola, 1 botol cola cola di potong di bagian leher botol lalu di beri plastisin dan tempel botol satunya menggunakan isolasi dan potong kardus (alfaboard) menjadi segitiga tempel di samping samping botol (4 alfaboard) hingga membentuk roket. Roket pun jadi dan siap di diluncurkan, setelah itu kami pulang.
saran saya adalah ditambah durasi waktu untuk setiap destinasi.
by Uyin_c18 | Jan 12, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Halo semuanyaa!! Perkenalkan namaku Maureen Nichele Lin 7c no absen 18. Aku akan menceritakan pengalamanku saat mengikuti fieldtrip di 3 tempat nih. Selamat membaca!!
Fieldtrip ini bukan hanya untuk bersenang-senang di luar sekolah akan tetapi juga sangat bermanfaat loh. Karena aku belajar banyak hal, seperti menanam, membatik, memasak, dll.
Aku mengikuti fieldtrip pada hari Senin, 9 Januari 2023 sampai Rabu, 11 Januari 2023. Pada hari pertama, aku mengunjungi SMK St Fransiskus. Hari kedua, aku mengunjungi Dyriana/Bandeng Juwana di Jalan Pamularsih. Hari terakhir, aku mengunjungi Grand Maerakaca.
Di SMK St Fransiskus, untuk perempuan diajari cara membatik dan menjahit. Sedangkan untuk laki-laki diajari cara menyablon dan membuat kerajinan kayu.
Pertama-tama aku diajari cara menjahit gantungan kunci terlebih dahulu. Gantungan kunci nya dibuat menggunakan kain flanel. Teknik jahit yang digunakan yaitu jahit feston. Aku berhasil membuat 2 gantungan kunci. Hihi.
Guru dan kakak-kakak pendampingnya sangat ramah dan asik. Selain mengajari, aku diberikan jepit rambut yang dibuat kak natasha. Guru pendamping nya juga membantu kami menghias gantungan kunci/jepit rambut.
Setelah belajar menjahit, aku belajar membatik. Yang dibutuhkan ketika membatik yaitu kompor mini, malam, wajan mini, canting, cat, dan figura yang sudah digambar pola. Aku membatik berkelompok dengan Monic, Laura, Cherubin, dan Felisia.
Cara membuatnya yaitu, pertama panaskan malam dengan kompor mini. Lalu tebalkan pola dengan canting yang sudah diisi malam cair. Kemudian beri warna pada figura agar lebih berwarna.
Di Dyriana/Bandeng Juwana Pamularsih, aku diajari cara membuat kue klepon dan mempelajari tentang memasak bandeng. Aku membuat klepon bersama dengan kelompok yang sudah dibagi oleh bapak/ibu guru. Sebelum membuat klepon, aku diajak ice breaking oleh pendamping di Dyriana.
Di sesi pertama ini, kami diajari cara membuat klepon. Dalam kelompok, aku ditugaskan menjadi ketua kelompok. Sebagai ketua, aku bebas memilih anggota kelompok untuk maju ke depan apabila disuruh maju. Ketika menguleni adonan di depan, aku meminta anggotaku yaitu Michelle untuk maju.
Adonan nya berupa tepung kanji dicampur air lalu diuleni hingga lembut, baru setelah itu diberi pewarna. Adonan dibagi rata ke semua kelompok oleh koki yang mengajari kami cara membuat klepon. Lalu, adonan tersebut dibentuk bulatan dan diisi dengan gula jawa/merah. Tentu saja yang membuat seluruh anggota kelompok. Kemudian, adonan berisi gula merah itu diberikan pada koki untuk direbus. Setelah matang, baluri klepon dengan parutan kelapa agar lebih nikmat.
Saat klepon nya sudah siap, koki membagikan klepon masing-masing mendapat 4 potong. Karena ini pertama kali mencoba membuat, aku memakan beberapa klepon yang tidak ada isinya alias hambar.
Di sesi kedua, aku diajari cara memasak bandeng agar terasa enak. Aku dijelaskan tentang alat bahan membuat bandeng, cara memasaknya, dll. Kebetulan aku mendapat kesempatan untuk membumbui ikan bandeng.
Setelah itu aku dan teman-temanku diberi tebak-tebakan. Temanku yang berhasil menjawab mendapat hadiah bandeng presto. Enak banget yah. Hihi.
Aku juga diberi sample untuk mencicipi bandeng presto. Rasanya mantull, mantap betull!!
Lanjut ke hari terakhir ya! Di Grand Maerakaca ini, menurutku fieldtrip yang paling menarik. Soalnya disini paling banyak kegiatan seru dan diikuti oleh full kelas 7.
Sebelum menuju Maerakaca, aku berkumpul dulu di sekolah. Setelah mengikuti pembiasaan pagi dan mendengarkan penjelasan bapak/ibu guru, kami menaiki bis dan berangkat menuju Grand Maerakaca. Bisnya memang kurang memadai, tetapi setidaknya karena pintu dan jendela-jendela dibuka, suasananya menjadi sejuk dan seru. Karena di perjalanan kami saling bercanda dan menyanyi.
Saat sampai, kami berkumpul di aula dan ditunjukkan eksperimen-eksperimen sains seperti coca cola dicampur mentos, cara membedakan telur rebus dengan telur mentah, dll.
Setelah itu, aku diajak kakak pendamping mengunjungi anjungan Kab. Cilacap dan tempat outbound. Di anjungan Kab. Cilacap terdapat banyak eksperimen sains yang unik. Di tempat outbound gak kalah seru loh! Terdapat roda putar yang biasanya dipakai hamster akan tetapi yang kali ini untuk manusia. Ada juga, jaring-jaring untuk dilewati, dll.
Lalu, aku menaiki kapal di miniatur Laut Jawa dan diperbolehkan menangkap bandeng yang berlompatan disana. Aku cukup bangga karena salah satu temanku berhasil menangkap bandeng dan dibawa pulang.
Kemudian, aku dan teman-temanku menaiki kereta kelinci yang mengajak kami berkeliling Maerakaca. Aku duduk di kursi depan, jadi dapat melihat pemandangan dengan jelas.
Setelah selesai, aku kembali ke aula untuk membuat roket air bersama dengan regu pramuka ku. Hasilnya cukup memuaskan. Kegiatan ini menurutku kurang menarik karena terlalu gampang sehingga sulit bekerja sama dengan baik antarkelompok.
Pembuatan roket selesai, aku pun istirahat bersama dengan teman-temanku. Setelah istirahat, aku melanjutkan kegiatan di Maerakaca.
Kegiatan terakhir di Maerakaca yaitu, menanam bibit mangrove. Setiap anak diberikan 1 bibit untuk ditanam di tanah yang telah di gali. Kegiatan ini cukup mudah, sayangnya dilakukan saat sudah tengah hari, sehingga cuaca sangat panas.
Nah, setelah selesai melaksanakan kegiatan fieldtrip, aku diberikan jam bebas di Maerakaca selama sekitar 30 menit. Ada yang menyewa sepeda listrik, ada yang berkeliling, ada yang membeli jajan, dll.
Waktunya pulang, aku menaiki bis yang sama dengan yang kunaiki saat berangkat. Walaupun aku pernah mengunjungi Grand Maerakaca, tapi ini tetap menjadi fieldtrip yang sangat berkesan dan menyenangkan.
Saranku dalam fieldtrip kali ini yaitu :
•Kegiatan fieldtrip mungkin bisa berlangsung hingga sore.
•Menggunakan transportasi yang lebih memadai
•Mengunjungi tempat yang lebih unik
Yaudah sampai disini saja ya cerita pengalaman ku. Terimakasih telah membaca.
by Uyin_c18 | Jan 12, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Halo semuanyaa!! Perkenalkan namaku Maureen Nichele Lin 7c no absen 18. Aku akan menceritakan pengalamanku saat mengikuti fieldtrip di 3 tempat nih. Selamat membaca!!
Fieldtrip ini bukan hanya untuk bersenang-senang di luar sekolah akan tetapi juga sangat bermanfaat loh. Karena aku belajar banyak hal, seperti menanam, membatik, memasak, dll.
Aku mengikuti fieldtrip pada hari Senin, 9 Januari 2023 sampai Rabu, 11 Januari 2023. Pada hari pertama, aku mengunjungi SMK St Fransiskus. Hari kedua, aku mengunjungi Dyriana/Bandeng Juwana di Jalan Pamularsih. Hari terakhir, aku mengunjungi Grand Maerakaca.
Di SMK St Fransiskus, untuk perempuan diajari cara membatik dan menjahit. Sedangkan untuk laki-laki diajari cara menyablon dan membuat kerajinan kayu.
Pertama-tama aku diajari cara menjahit gantungan kunci terlebih dahulu. Gantungan kunci nya dibuat menggunakan kain flanel. Teknik jahit yang digunakan yaitu jahit feston. Aku berhasil membuat 2 gantungan kunci. Hihi.
Guru dan kakak-kakak pendampingnya sangat ramah dan asik. Selain mengajari, aku diberikan jepit rambut yang dibuat kak natasha. Guru pendamping nya juga membantu kami menghias gantungan kunci/jepit rambut.
Setelah belajar menjahit, aku belajar membatik. Yang dibutuhkan ketika membatik yaitu kompor mini, malam, wajan mini, canting, cat, dan figura yang sudah digambar pola. Aku membatik berkelompok dengan Monic, Laura, Cherubin, dan Felisia.
Cara membuatnya yaitu, pertama panaskan malam dengan kompor mini. Lalu tebalkan pola dengan canting yang sudah diisi malam cair. Kemudian beri warna pada figura agar lebih berwarna.
Di Dyriana/Bandeng Juwana Pamularsih, aku diajari cara membuat kue klepon dan mempelajari tentang memasak bandeng. Aku membuat klepon bersama dengan kelompok yang sudah dibagi oleh bapak/ibu guru. Sebelum membuat klepon, aku diajak ice breaking oleh pendamping di Dyriana.
Di sesi pertama ini, kami diajari cara membuat klepon. Dalam kelompok, aku ditugaskan menjadi ketua kelompok. Sebagai ketua, aku bebas memilih anggota kelompok untuk maju ke depan apabila disuruh maju. Ketika menguleni adonan di depan, aku meminta anggotaku yaitu Michelle untuk maju.
Adonan nya berupa tepung kanji dicampur air lalu diuleni hingga lembut, baru setelah itu diberi pewarna. Adonan dibagi rata ke semua kelompok oleh koki yang mengajari kami cara membuat klepon. Lalu, adonan tersebut dibentuk bulatan dan diisi dengan gula jawa/merah. Tentu saja yang membuat seluruh anggota kelompok. Kemudian, adonan berisi gula merah itu diberikan pada koki untuk direbus. Setelah matang, baluri klepon dengan parutan kelapa agar lebih nikmat.
Saat klepon nya sudah siap, koki membagikan klepon masing-masing mendapat 4 potong. Karena ini pertama kali mencoba membuat, aku memakan beberapa klepon yang tidak ada isinya alias hambar.
Di sesi kedua, aku diajari cara memasak bandeng agar terasa enak. Aku dijelaskan tentang alat bahan membuat bandeng, cara memasaknya, dll. Kebetulan aku mendapat kesempatan untuk membumbui ikan bandeng.
Setelah itu aku dan teman-temanku diberi tebak-tebakan. Temanku yang berhasil menjawab mendapat hadiah bandeng presto. Enak banget yah. Hihi.
Aku juga diberi sample untuk mencicipi bandeng presto. Rasanya mantull, mantap betull!!
Lanjut ke hari terakhir ya! Di Grand Maerakaca ini, menurutku fieldtrip yang paling menarik. Soalnya disini paling banyak kegiatan seru dan diikuti oleh full kelas 7.
Sebelum menuju Maerakaca, aku berkumpul dulu di sekolah. Setelah mengikuti pembiasaan pagi dan mendengarkan penjelasan bapak/ibu guru, kami menaiki bis dan berangkat menuju Grand Maerakaca. Bisnya memang kurang memadai, tetapi setidaknya karena pintu dan jendela-jendela dibuka, suasananya menjadi sejuk dan seru. Karena di perjalanan kami saling bercanda dan menyanyi.
Saat sampai, kami berkumpul di aula dan ditunjukkan eksperimen-eksperimen sains seperti coca cola dicampur mentos, cara membedakan telur rebus dengan telur mentah, dll.
Setelah itu, aku diajak kakak pendamping mengunjungi anjungan Kab. Cilacap dan tempat outbound. Di anjungan Kab. Cilacap terdapat banyak eksperimen sains yang unik. Di tempat outbound gak kalah seru loh! Terdapat roda putar yang biasanya dipakai hamster akan tetapi yang kali ini untuk manusia. Ada juga, jaring-jaring untuk dilewati, dll.
Lalu, aku menaiki kapal di miniatur Laut Jawa dan diperbolehkan menangkap bandeng yang berlompatan disana. Aku cukup bangga karena salah satu temanku berhasil menangkap bandeng dan dibawa pulang.
Kemudian, aku dan teman-temanku menaiki kereta kelinci yang mengajak kami berkeliling Maerakaca. Aku duduk di kursi depan, jadi dapat melihat pemandangan dengan jelas.
Setelah selesai, aku kembali ke aula untuk membuat roket air bersama dengan regu pramuka ku. Hasilnya cukup memuaskan. Kegiatan ini menurutku kurang menarik karena terlalu gampang sehingga sulit bekerja sama dengan baik antarkelompok.
Pembuatan roket selesai, aku pun istirahat bersama dengan teman-temanku. Setelah istirahat, aku melanjutkan kegiatan di Maerakaca.
Kegiatan terakhir di Maerakaca yaitu, menanam bibit mangrove. Setiap anak diberikan 1 bibit untuk ditanam di tanah yang telah di gali. Kegiatan ini cukup mudah, sayangnya dilakukan saat sudah tengah hari, sehingga cuaca sangat panas.
Nah, setelah selesai melaksanakan kegiatan fieldtrip, aku diberikan jam bebas di Maerakaca selama sekitar 30 menit. Ada yang menyewa sepeda listrik, ada yang berkeliling, ada yang membeli jajan, dll.
Waktunya pulang, aku menaiki bis yang sama dengan yang kunaiki saat berangkat. Walaupun aku pernah mengunjungi Grand Maerakaca, tapi ini tetap menjadi fieldtrip yang sangat berkesan dan menyenangkan.
Saranku dalam fieldtrip kali ini yaitu :
•Kegiatan fieldtrip mungkin bisa berlangsung hingga sore.
•Menggunakan transportasi yang lebih memadai
•Mengunjungi tempat yang lebih unik
Yaudah sampai disini saja ya cerita pengalaman ku. Terimakasih telah membaca.
by Uyin_c18 | Jan 12, 2023 | Kegiatan Luar Sekolah
Halo semuanyaa!! Perkenalkan namaku Maureen Nichele Lin 7c no absen 18. Aku akan menceritakan pengalamanku saat mengikuti fieldtrip di 3 tempat nih. Selamat membaca!!
Fieldtrip ini bukan hanya untuk bersenang-senang di luar sekolah akan tetapi juga sangat bermanfaat loh. Karena aku belajar banyak hal, seperti menanam, membatik, memasak, dll.
Aku mengikuti fieldtrip pada hari Senin, 9 Januari 2023 sampai Rabu, 11 Januari 2023. Pada hari pertama, aku mengunjungi SMK St Fransiskus. Hari kedua, aku mengunjungi Dyriana/Bandeng Juwana di Jalan Pamularsih. Hari terakhir, aku mengunjungi Grand Maerakaca.
Di SMK St Fransiskus, untuk perempuan diajari cara membatik dan menjahit. Sedangkan untuk laki-laki diajari cara menyablon dan membuat kerajinan kayu.
Pertama-tama aku diajari cara menjahit gantungan kunci terlebih dahulu. Gantungan kunci nya dibuat menggunakan kain flanel. Teknik jahit yang digunakan yaitu jahit feston. Aku berhasil membuat 2 gantungan kunci. Hihi.
Guru dan kakak-kakak pendampingnya sangat ramah dan asik. Selain mengajari, aku diberikan jepit rambut yang dibuat kak natasha. Guru pendamping nya juga membantu kami menghias gantungan kunci/jepit rambut.
Setelah belajar menjahit, aku belajar membatik. Yang dibutuhkan ketika membatik yaitu kompor mini, malam, wajan mini, canting, cat, dan figura yang sudah digambar pola. Aku membatik berkelompok dengan Monic, Laura, Cherubin, dan Felisia.
Cara membuatnya yaitu, pertama panaskan malam dengan kompor mini. Lalu tebalkan pola dengan canting yang sudah diisi malam cair. Kemudian beri warna pada figura agar lebih berwarna.
Di Dyriana/Bandeng Juwana Pamularsih, aku diajari cara membuat kue klepon dan mempelajari tentang memasak bandeng. Aku membuat klepon bersama dengan kelompok yang sudah dibagi oleh bapak/ibu guru. Sebelum membuat klepon, aku diajak ice breaking oleh pendamping di Dyriana.
Di sesi pertama ini, kami diajari cara membuat klepon. Dalam kelompok, aku ditugaskan menjadi ketua kelompok. Sebagai ketua, aku bebas memilih anggota kelompok untuk maju ke depan apabila disuruh maju. Ketika menguleni adonan di depan, aku meminta anggotaku yaitu Michelle untuk maju.
Adonan nya berupa tepung kanji dicampur air lalu diuleni hingga lembut, baru setelah itu diberi pewarna. Adonan dibagi rata ke semua kelompok oleh koki yang mengajari kami cara membuat klepon. Lalu, adonan tersebut dibentuk bulatan dan diisi dengan gula jawa/merah. Tentu saja yang membuat seluruh anggota kelompok. Kemudian, adonan berisi gula merah itu diberikan pada koki untuk direbus. Setelah matang, baluri klepon dengan parutan kelapa agar lebih nikmat.
Saat klepon nya sudah siap, koki membagikan klepon masing-masing mendapat 4 potong. Karena ini pertama kali mencoba membuat, aku memakan beberapa klepon yang tidak ada isinya alias hambar.
Di sesi kedua, aku diajari cara memasak bandeng agar terasa enak. Aku dijelaskan tentang alat bahan membuat bandeng, cara memasaknya, dll. Kebetulan aku mendapat kesempatan untuk membumbui ikan bandeng.
Setelah itu aku dan teman-temanku diberi tebak-tebakan. Temanku yang berhasil menjawab mendapat hadiah bandeng presto. Enak banget yah. Hihi.
Aku juga diberi sample untuk mencicipi bandeng presto. Rasanya mantull, mantap betull!!
Lanjut ke hari terakhir ya! Di Grand Maerakaca ini, menurutku fieldtrip yang paling menarik. Soalnya disini paling banyak kegiatan seru dan diikuti oleh full kelas 7.
Sebelum menuju Maerakaca, aku berkumpul dulu di sekolah. Setelah mengikuti pembiasaan pagi dan mendengarkan penjelasan bapak/ibu guru, kami menaiki bis dan berangkat menuju Grand Maerakaca. Bisnya memang kurang memadai, tetapi setidaknya karena pintu dan jendela-jendela dibuka, suasananya menjadi sejuk dan seru. Karena di perjalanan kami saling bercanda dan menyanyi.
Saat sampai, kami berkumpul di aula dan ditunjukkan eksperimen-eksperimen sains seperti coca cola dicampur mentos, cara membedakan telur rebus dengan telur mentah, dll.
Setelah itu, aku diajak kakak pendamping mengunjungi anjungan Kab. Cilacap dan tempat outbound. Di anjungan Kab. Cilacap terdapat banyak eksperimen sains yang unik. Di tempat outbound gak kalah seru loh! Terdapat roda putar yang biasanya dipakai hamster akan tetapi yang kali ini untuk manusia. Ada juga, jaring-jaring untuk dilewati, dll.
Lalu, aku menaiki kapal di miniatur Laut Jawa dan diperbolehkan menangkap bandeng yang berlompatan disana. Aku cukup bangga karena salah satu temanku berhasil menangkap bandeng dan dibawa pulang.
Kemudian, aku dan teman-temanku menaiki kereta kelinci yang mengajak kami berkeliling Maerakaca. Aku duduk di kursi depan, jadi dapat melihat pemandangan dengan jelas.
Setelah selesai, aku kembali ke aula untuk membuat roket air bersama dengan regu pramuka ku. Hasilnya cukup memuaskan. Kegiatan ini menurutku kurang menarik karena terlalu gampang sehingga sulit bekerja sama dengan baik antarkelompok.
Pembuatan roket selesai, aku pun istirahat bersama dengan teman-temanku. Setelah istirahat, aku melanjutkan kegiatan di Maerakaca.
Kegiatan terakhir di Maerakaca yaitu, menanam bibit mangrove. Setiap anak diberikan 1 bibit untuk ditanam di tanah yang telah di gali. Kegiatan ini cukup mudah, sayangnya dilakukan saat sudah tengah hari, sehingga cuaca sangat panas.
Nah, setelah selesai melaksanakan kegiatan fieldtrip, aku diberikan jam bebas di Maerakaca selama sekitar 30 menit. Ada yang menyewa sepeda listrik, ada yang berkeliling, ada yang membeli jajan, dll.
Waktunya pulang, aku menaiki bis yang sama dengan yang kunaiki saat berangkat. Walaupun aku pernah mengunjungi Grand Maerakaca, tapi ini tetap menjadi fieldtrip yang sangat berkesan dan menyenangkan.
Saranku dalam fieldtrip kali ini yaitu :
•Kegiatan fieldtrip mungkin bisa berlangsung hingga sore.
•Menggunakan transportasi yang lebih memadai
•Mengunjungi tempat yang lebih unik
Yaudah sampai disini saja ya cerita pengalaman ku. Terimakasih telah membaca.