Saat saya sampai di SMK Santo Fransiskus, saya disambut oleh kakak kelas yang bersekolah disitu. Kami semua berkumpul di aula sekolah itu dan dijelaskan kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan pertama yang saya dan kelompok saya lakukan adalah belajar menyablon. Kami semua diajarin menyablon disitu.
Setelah kami menyablon kami istirahat kami semua juga diberi nasi dengan ayam goreng dan juga diberi minuman es teh manis.
Setelah selesai istirahat kami melanjutkan dengan mengerjakan kegiatan kedua yaitu membuat gantungan kunci di ruang bengkel kayu banyak kayu yang sudah terpotong potong. Kami disana membuat gantungan kunci dengan menggunakan air minyak dan gantungan kunci.
2.Dyriana(Bandeng Presto Erlin)
Selasa, 10-Januari-2023
Saat kami sampai disana kami disambut oleh para guru dan dikelompokkan sesuai kelompok yang sudah dibagi oleh guru. Kami juga diberi tahu apa yang akan kami lakukan selama di dyriana kami akan membuat belajar membuat bandeng duri lunak.
Kami diajari membuat bandeng duri lunak dengan diajari bahan dasar dan bumbu bumbu dalam membuat bandeng duri lunak dengan di presto. Kami juga mencoba ikan bandeng yang dibuat. Sebelum membuat bandeng kami juga membuat klepon kami diajari cara membuat klepon lalu dibawa pulang.
3.Maerakaca(PRPP)
Rabu, 11-Januari-2023
Saat kami sampai disana kami disambut petugas disana lalu kami menuju loket masuk Maerakaca sebelum masuk kami semua foto satu kelas.
Saat kami sudah masuk kami berkumpul di satu ruangan yang mirip seperti aula kami dijelaskan kegiatan kegiatan yang akan kami lakukan. Kami akan naik kereta, kapal dan membuat roket air juga menanam mangrove
Kami naik kereta memutari Maerakaca dan naik perahu memutari sungai kecil yang ada disana.
Salah satu teman kami juga ada yang mendapat ikan bandeng. Ia mendapat ikan bandeng karena saat itu banyak ikan bandeng yang meloncat-loncat dan kebetulan masuk ke kapal teman kami.
Setelah kami naik kapal kami ke tempat bermain yang terdapat barang barang yang berhubungan dengan pengetahuan kami bermain disana hingga waktu istirahat pertama pun datang.
Setelah selesai istirahat kamimembuat roket air dengan bahan 2 botol dengan ukuran 1500 ml, plastisin, gunting, selotip, dan lakban.
Setelah selesai membuat roket air istirahat kedua pun tiba lalu kami diberi makanan berupa nasi goreng dan minuman berupa air putih.
Setelah istirahat selesai kami menanam mangrove di pinggir sungai.
Setelah itu kami diberi jam bebas, kami boleh melakukan apa saja setelah selesai jam bebas kami pun pulang.
Pada hari pertama (Senin, 9 Januari 2023) Kelas 7A – 7D (1-14) pergi ke SMK Fransiskus.
Saya dan teman-teman saya pergi untuk menyablon baju dengan tulisan “Field Trip Matrix 2023” dengan warna putih dan Oren saya membawa baju merah sedangkan yang lain membawa baju polos putih dan hitam
Lalu setelah sablonan baju sudah jadi kita pindah ke bengkel kayu untuk membuat gantungan kunci dari kayu dengan cara menggosok kayu yang sudah di sediakan (ada kertas di kayunya sehingga bisa membuat ada tulisannya.
Field Trip 2 - Dryiana
Pada hari kedua (Selasa, 10 Januari 2023) Kita pergi ke Dryiana
Saya dan teman-teman saya mencoba untuk membuat klepon dengan bahan-bahan: -Tepung -Pewarna Air -Gula jahe
Lalu ketika sudah jadi, kita akan mengumpulkan kleponya ke kakak pemiliknya untuk digodok.
Field Trip 3 - Maerokoco
Kita pergi menggunakan Bus lalu pergi ke maerokoco Ketika sudah sampai kita menunggu di barisan sambil kelas lain berfoto, lalu ketika sudah masuk kedalam maerokoco kita masuk kedalam bangunan untuk panduan apa yang harus dilakukan, kita pergi ke tempat-tempat yang ada di dalam maerokoco, mulai dari tempat bermain, menaiki kapal, dan menanam mangrove
Ketika sudah selesai menanam mangrove, kita akan membuat roket air sesuai dengan regu pramuka
Mau tau keseruan ku selama 3 hari field trip bersama teman-teman SMP MARIA MEDIATRIX? Ayo ikuti keseruanku (。•̀ᴗ-)✧.
Jadi gini, tanggal 9-11 Januari 2023 kemarin kita mengikuti kegiatan belajar di luar sekolah.
Yakni dipilihnya SMK ST. FRANSISKUS sebagai kunjungan sekolah. Kunjungan Dyriana Pamularsih dan Bandeng Juwana. Dan terakhir yang lebih seru yakni kunjungan wisata edukasi di Maerokoco, PRPP Semarang.
Kunjungan sekolah hari pertama atau istilah yang sering kita dengar yaitu Field Trip. Tanggal 9 Januari berkunjung ke SMK ST. FRANSISKUS. Beralamat di Jl. Wolter Monginsidi No. 22 Semarang. Disana kami terbagi beberapa kelompok. Kelompok Fransiskus (khusus anak laki-laki) dan kelompok Magdalena Daemen (khusus anak perempuan). Kegiatan kelompok Fransiskus yaitu membuat gantungan kunci dari kayu dan menyablon kaus. Kegiatan kelompok Magdalena Daemen yaitu membatik di kain dan membuat gantungan kunci dan jepit rambut yang berbahan dasar dari kain flanel. Yang menarik dari kunjungan ke SMK ST. FRANSISKUS adalah :
Bersama guru dan kakak-kakak OSIS dari SMK ST. FRANSISKUS yang sangat menyenangkan. Kami menjadi tahu bagaimana proses membatik di atas kain. Kita juga diberi pengetahuan bahan apa saja untuk membatik.
Dalam membuat gantungan kunci, kami diajarkan cara menjahit yang benar.
Kegiatan kunjungan luar sekolah ini bukan pertama kalinya yang dilakukan semenjak masa pandemi sempat terhenti. Baru tahun ini kita dapat mengikuti kunjungan luar sekolah ini. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan luar sekolah ini adalah :
Menambah pengalaman dan pengetahuan murid dengan dunia luar.
Mengajak murid untuk bersantai sejenak dengan kegiatan sekolah.ㅤ
ㅤㅤㅤ Nah… untuk kunjungan luar sekolah hari kedua di tanggal 10 Januari 2023. Pasti anak-anak suka… yakni kunjungan ke Dyriana Pamularsih dan Bandeng Juwana. Bertempat di Jl. Pamularsih Raya no 70 Bongsari Semarang. Kami diajarkan membuat Kue Klepon dari membuat adonan kue dari tepung ketan, pewarna makanan, air dan kemudian diaduk-aduk. lalu bentuk adonan menjadi bola-bola yang diisi gula Jawa kemudian direbus setelah itu digulingkan ke kelapa parut. Rasanya kenyal-kenyal dan legit dari gula Jawa. Selain itu kami juga mempelajari mengenai sejarah ikan bandeng dan proses pembuatan bandeng tanpa duri yang legendaris tentunya. Bandeng Juwana ini menjadi salah satu ikon Kuliner Kota Semarang. Yang saya suka kunjungan ini adalah tempatnya bersih, luas dan langsung praktek cara membuat kue klepon dan cara membuat bandeng tanpa duri bersama teman-teman.
ㅤ And the lasttt kunjungan luar sekolah Wisata Edukasi ke Maerokoco, PRPP Semarang. Berangkat bersama-sama teman menggunakan bis. Kali ini kunjungan sangat menyenangkan. Diawali dengan sambutan dari pihak Pengelola Maerokoco kemudian demo sains/pertunjukan sains yang menarik. Kemudian membuat Roket Air yang berbahan dasar botol bekas minuman soda, dengan dilengkapi beberapa material. Namun sedikit kecewa, karena roket tidak diluncurkan seperti yang kami bayangkan dari rumah. Tapi tenang, untuk mengobati rasa kecewa kami diberi kesempatan untuk keliling area menggunakan kereta kelinci keliling dan keliling ke tempat Miniatur Laut Jawa dengan menggunakan Perahu. Wah… pengalaman yang mengasikkan bukan! Selanjutnya kami berkunjung ke alat peraga sains di Kabupaten Cilacap. Disini kami dapat bereksplorasi mencoba peraga sains, dan tentunya dapat menambah pengetahuan.
ㅤㅤApakah keseruanku berakhir cukup disini?? Tentu tidak, kegiatan selanjutnya adalah gerakan penghijauan penanaman bibit Mangrove di sekitar pesisir Miniatur Laut Jawa. Nah… gerakan penanaman tanaman mangrove ini patut diacungi jempol, selain untuk mendidik generasi muda untuk lebih peduli pada lingkungan. Sekitar hal ini bermanfaat mencegah terjadinya erosi lahan yang berdampak pada lingkungan kita. Misalnya kejadian yang ada pada akhir-akhir ini yaitu banjir di Kota Semarang. Untuk itu apa yang bisa kita lakukan untuk kelestarian alam, Mari kita lakukan bersama-sama.
Mengenai saran-saran yang dapat saya berikan adalah:
Obyek wisata dan edukasi terlalu banyak sebaiknya di fokuskan ke 1 tempat objek saja.
Transportasi belum memadai.
•Evangeline Gwen Hebertson 7C/8• (◕દ◕)
ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤ
Kegiatan di SMK ST. FRANSISKUS Membuat kleponn (*˘︶˘*)Di dalam bis kelas 7C ~Pas pembukaan nihhAlat peraga sains di Kabupaten Cilacap ~Naik perahu~ Menanam bibit mangrove ✧◝(⁰▿⁰)◜✧ kelompok ku ( ˘ ³˘)♥7C!Proses pembuatan roket air ✧
Kegiatan fieldtrip adalah salah satu cara siswa belajar di luar kelas. Kali ini kegiatan belajar di luar kelas dilakukan di Maerokaca, Semarang. Dengan fieldtrip diharapkan siswa menjadi aktif, hidup mandiri, menyegarkan pikiran. Kali ini penulis melakukan fieldtrip dari 9Januari-11 januari 2023.
Diawali dengan mengunjungi SMK Fransiskus, Dyriana Bakery, dan Maerokaca.
B. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulis menyusun laporan ini adalah
1. Membagikan pengalaman yang penulis peroleh dalam kegiatan belajar di luar kelas
2. Membagikan pengalaman penulis.
C. METODE PENULISAN
Penyusunan laporan ini penulis lakukan dengan mengumpulkan data-data melalui :
1. Wawancara dengan pemandu wisata
2. Pengamatan
D. KEGUNAAN PENULISAN
Laporan studi wisata ini sangat bermanfaat bagi :
1. Orang tua, agar lebih memahami pentingnya belajar di luar kelas
2. Para siswa, agar lebih bisa mengembangkan potensi diri dalam belajar
3. SMP Maria Mediatrix, agar lebih memberikan program belajar di luar kelas yang baik.
BAB II ISI LAPORAN/PEMBAHASAN
A. OBJEK WISATA YANG DIKUNJUNGI 1. Senin, 9 Januari 2023 penulis berangkat menuju SMK Fransiskus, Jl. Woltermonginsidi, Semarang. Ketika tiba di SMK Fransiskus, penulis diarahkan menuju aula oleh kakak pemandu. Kegiatan diawali dengan doa. Penulis mendapat grup Magdalena II. Masing kelompok diarahkan oleh kakak pemandu menuju ke ruangan sesuai grup. Grup kami mulai belajar tata busana, kami diajarkan untuk menjahit gantungan kunci dan jepit rambut. Setelah itu, waktu istirahat , kami diberi makanan. Sesi berikutnya kami diajarkan membatik, tak lupa memakai celemek agar baju tidak kotor. Motif sketsa brtgambar bunga dibuatkan oleh kakak pemandu dengan pensil, kami menebali menggunakan malam atau lilin yang dipanaskan di kompor lalu diwarna menggunakan pewarna. Setelah selesai, kami melakukan foto bersama, doa pulang. 2. Selasa, 10 Januari 2023, penulis menuju ke Dyriana Bakery dan Bandeng Juwana pukul 8.00. Kegiatan diawali dengan doa, dilanjut dengan senam ringan, kemudian kami duduk per kelompok.Beberapa siswa maju untuk membuat adonan tepung untuk membuat klepon. Kemudian masing kelompok diberi adonan yang sudah dibuat, lalu kami membuat adonan bulat-bulat, lalu dipencet bagian tengah, untuk diisi gula jawa yang sudah di serut, kemudian tutup dengan dibulat-bulatkan kembali. Bulatan klepon direbus, lalu disaring, kemudian dibalur dengan kelapa parut. Setelah selesai, kami istirahat, dan diberi snack dari Dyriana Bakery. Kami juga diajarkan sejarah dari bandeng presto, dan diizinkan mencicipi bandeng presto. Pukul 11.00, kami boleh pulang. 3. Rabu, 11 Januari 2023 kami berangkat dari sekolah pukul 08.00 menggunakan bus. Bus dibagi per kelas. Kami tiba di Maerokaca, lalu foto bersama per kelas. Kami masuk ke aula Maerokaca. Kegiatan diawali dengan doa, kami diajak berkeliling. Setelah itu, kami berkeliling menggunakan kapal untuk menangkap ikan bandeng. Kemudian kembali lagi ke aula, untuk membuat roket air. Setelah roket air jadi, kami diajak naik kereta odong-odong berkeliling Maerokaca. Lalu kami istirahat untuk makan siang. Lalu setelah makan siang, kami diajak menanam pohon bakau. Kegiatan diakhiri dengan doa penutup, dan kami kembali ke sekolah menggunakan bus yang sama.
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Demikian kegiatan fieldtrip kami siswa kelas VII SMP Maria Mediatrix, dari Senin 9 Januari 2023-Rabu 11 Januari 2023. Dengan adanya filedtrip ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kami, dapat menambah wawasan kami.
Kegiatan field trip ini dilaksanakan dari Senin 9 Januari sampai rabu 11 Januari, kegiatan field trip ini dilaksanakan di 3 tempat yang berbeda dan di hari yang berbeda yaitu hari pertama di SMK St. Fransiskus lalu hari kedua di Dyriana Jl. Pamularsih dan hari ketiga di Maerokoco. Kami di pandu oleh pak Wawan yaitu wali kelas kami selama 3 hari dan dengan guru guru lainnya. Sebelumnya saya sudah pernah ke Maerokoco saat SD.
Tujuan kami melakukan field trip adalah untuk menambah ilmu baru yang diluar sekolah dan untuk melakukan kegiatan edukasi. Hal yang menarik perhatian saya adalah saat di Maerokoco yaitu saat saya melihat rumah rumah tradisional dari Indonesia saya tertarik pada itu karena mereka benar benar mewarisi harta harta tradisional dari Indonesia. Banyak pembelajaran yang saya dapat dari field trip tersebut seperti menyablon baju, menanam tanaman, membuat klepon, dan lain lain.
Saran saya adalah mendatangi tempat tepat yang lebih unik dan menarik yang belum pernah kami kunjungi.