Field Trip Kelas 7

Field Trip Kelas 7

Kami pada Semester II ini mengadakan Fieldtrip di 3 tempat pelaksanaan dilakukan pada hari Senin tanggal 9 Januari 2023 sampai pada tanggal 11 Januari 2023.

Adapun kelompok di bagi II yaitu :

Kelompok I : Kelas 7 A – 7 D ( No Absen 1-14 )

Kelompol II : Kelas 7 D ( No Absen 15-30 ) – 7 G

Kelompok I dan II bergantian di tempat pertama dan kedua dan tempat ketiga dilakuakn secara bersama.

Berikut rincian kegiatan kami:

I. Senin, 9 Januari 2023

Saya dan murid-murid kelas 7A-7D(Nomor urut 1-14) berkunjung ke SMK Santo Fransiskus Semarang.Guru pemandunya adalah Pak Frans, Pak Yus, dan Bu Dannis. Di sana kita praktek menyablon baju dan membuat gantungan kunci dari kayu.

II. Selasa, 10 Januari 2023

Kita berkunjung ke Dyriana Pamularsih/Bandeng Juwana. Pemandu kegiatannya adalah Pak Frans, Pak Yus,Dan Bu Dannis Jam 8,kita praktek membuat klepon dari tepung, lalu kita memasukkan gula ke tepungnya. Jam 10,kita praktek memberi bumbu pada bandeng. Lalu bandeng tersebut di presto, kemudian setelah selesai kita memakannya.

III.Rabu,11 Januari 2023

Seluruh murid-murid kelas 7 berkunjung ke Maerokoco. Pemandu kegiatannya adalah Pak Yus, Pak Frans, Bu Dannis, dan Bu Niken.Kita berangkat menggunakan bis dari sekolah, sesampainya di Maerokoco, kita disambut kakak- kakak yang ada di sana. Lalu kita menaiki perahu, di sana saya melihat bandeng yang melompat-lompat keluar air. Kemudian kita berkeliling seluruh area di Maerokoco menggunakan kereta. Setelah itu, kita berkumpul dengan kelompok pramuka untuk membuat roket air. Siangnya kita menanam tanaman mangrove. Itulah pengalaman fieldtrip saya. Saran saya adalah agar kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali dan lebih seru lagi.

Penulis:Jeff 7B/12

Field Trip kelas 7

Field Trip kelas 7

Kami pada Semester II ini mengadakan Fieldtrip di 3 tempat pelaksanaan dilakukan pada hari Senin tanggal 9 Januari 2023 sampai pada tanggal 11 Januari 2023. 

Adapun kelompok di bagi II yaitu :

Kelompok I : Kelas 7 A – 7 D ( No Absen 1-14 ) 

Kelompol II : Kelas 7 D ( No Absen 15-30 ) – 7 G

Kelompok I dan II bergantian di tempat pertama dan kedua dan tempat ketiga dilakuakn secara bersama. 

Berikut rincian kegiatan kami:

I. Senin, 9 Januari 2023

Saya dan murid-murid kelas 7A-7D(Nomor urut 1-14) berkunjung ke SMK Santo Fransiskus Semarang.Guru pemandunya adalah Pak Frans, Pak Yus, dan Bu Dannis. Di sana kita praktek menyablon baju dan membuat gantungan kunci dari kayu.

II. Selasa, 10 Januari 2023

Kita berkunjung ke Dyriana Pamularsih/Bandeng Juwana. Pemandu kegiatannya adalah Pak Frans, Pak Yus,Dan Bu Dannis Jam 8,kita praktek membuat klepon dari tepung, lalu kita memasukkan gula ke tepungnya. Jam 10,kita praktek memberi bumbu pada bandeng. Lalu bandeng tersebut di presto, kemudian setelah selesai kita memakannya.

III.Rabu,11 Januari 2023

Seluruh murid-murid kelas 7 berkunjung ke Maerokoco. Pemandu kegiatannya adalah Pak Yus, Pak Frans, Bu Dannis, dan Bu Niken.Kita berangkat menggunakan bis dari sekolah, sesampainya di Maerokoco, kita disambut kakak- kakak yang ada di sana. Lalu kita menaiki perahu, di sana saya melihat bandeng yang melompat-lompat keluar air. Kemudian kita berkeliling seluruh area di Maerokoco menggunakan kereta. Setelah itu, kita berkumpul dengan kelompok pramuka untuk membuat roket air. Siangnya kita menanam tanaman mangrove. Itulah pengalaman fieldtrip saya. Saran saya adalah agar kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali dan lebih seru lagi. 

Penulis:Jeff 7B/12

Kegiatan Fieldtrip Kelas 7

                   Kegiatan Fieldtrip Kelas 7

Kegiatan Fieldtrip untuk menambah ilmu pengetahuan dengan cara praktek . Kegiatan Fieldtrip ini dilakukan pada tanggal 9-11 Januari 2023.
9 Januari 2023
Pada hari pertama saya dan teman-teman serta guru-guru pergi ke SMK ST. Fransiskus di JL.Wolter Mongonsidi no 22, Semarang. Di sana saya belajar menyablon baju, belajar menyablon sangatlah menyenangkan kita dapat melihat cara menyetak tulisan di alat sablon dan memindah tulisan tersebut ke baju. Setelah itu saya pergi ke gudang kayu, disana kita diajarkan untuk menggosok kayu yang berisi tulisan. Disana saya menggosok kayu tersebut menggunakan air , disana saya hampir gagal tetapi disana kita diajarkan untuk sabar. Di SMK ST. FRANSISKUS, kakak-kakak disana berbakat dan kreatif. SMK ST. Fransiskus merupakan sekolah kejuruan dalam bidang multimedia, kriya kayu , dan tata busana.

 

10 Januari 2023
Pada hari kedua saya dan teman-teman serta guru-guru pergi ke Bandeng Juwana Elrina di  JL. Pamularsih Raya no 70, Semarang . Disana kami diajarkan membuat klepon. Membuat klepon sangatlah menyenangkan kita dapat membuat klepon dengan ukuran yang kita inginkan dan mengisinya dengan gula merah. Setelah itu kita diperlihatkan cara membuat bandeng presto, setelah itu kita dicobai bandeng presto tersebut yang rasanya sangat enak. Sebelumnya saya sudah pergi ke tempat tersebut.

 

11 Januari 2023
Pada hari ketiga saya dan teman-teman serta guru-guru pergi ke Maerokoco di sana kita belajar tentang ilmu sains, kita membuat roket, dan bermain di atas kapal dan mobil. Hal yang menarik menurut ku adalah kita dapat berkumpul dan belajar tentang ilmu-ilmu dan informasi yang ada di Maerokoco. Menurut hari itu sangatlah menyenangkan.

 

Sekian laporan saya terimakasih 
 

 

 

 
Laporan Fieldtrip Kelas 7

Laporan Fieldtrip Kelas 7

          Laporan Fieldtrip Kelas 7

        Kami murid kelas 7 diajak oleh sekolah ke 3 tempat untuk melakukan kegiatan luar sekolah agar dapat menambah kreativitas, kecerdasan dan juga ketrampilan.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2023 sampai tanggal 11 Januari 2023.

       3 Tempat yang akan kami kunjungi adalah 

  • SMK Fransiskus pada tanggal 9 Januari 2023
  • Dyriana Pamularsih pada tanggal 10 Januari 2023
  • Grand Mareokoco (PRPP) pada tanggal 11 Januari 2023).

Sebelumnya untuk pribadi saya pernah ke Grand Mareokoco dan itu sangat sering tetapi untuk ke SMK Fransiskus dan Dyriana saya tidak pernah.

          Di SMK Fransiskus kami diajak untuk membantik dan menjahit (bagi perempuan). Sedangkan bagi laki laki menyablon baju dan membuat gantungan kunci dari kayu. Di Driyana kami membuat jajanan tradisional yaitu klepon. Klepon tersebut kemudian diisi dengan gula merah atau gula Jawa. Kalau di Grand Mareokoco kamu membuat roket air menggunakan botol Coca cola.

      Saya di SMK Fransiskus saya dipandu oleh salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut dan ketika di Driyana saya dipandu oleh salah satu karyawan yang bekerja di Driyana (Maaf nggak tau namanya) dan juga ketika di Mareokoco saya dan teman teman saya dipandu oleh Kak Vincent yang sangat lucu dan sedikit gemuk.

        Ketika saya berkunjung ke tiga tempat tersebut saya merasa senang. Ketika di SMK Fransiskus saya mendapatkan teman yang lebih tua dan juga cantik yaitu kakak-kakak yang mengajarkan ku menjahit dan membatik. Ketika di Dyriana saya merasa senang sekali karena bisa membuat dan memakan klepon. Kalau di Grand Mareokoco saya merasa sangat bahagia dan merasakan sangat seru disana kami naik kereta, naik kapal dan beberapa permainan lainnya. 

        Setelah melakukan kegiatan luar sekolah saya merasa lebih kreatif,bisa berbaur dengan alam dan juga berbaur dengan teman. Lebih dekat dengan teman atau pun lebih akrab dengan teman sekelas. 

         Untuk keseluruhan nya kegiatan luar sekolah ini sangat lah seru dan menyenangkan. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.

                    Sekian…. Terimakasih….

                                       -Valerie 7B/1

Fieldtrip

Fieldtrip

Haii semuanya!!

Perkenalkan nama saya Veronica Ines, saya dari kelas 7c, nomer presensi 26. Hari ini saya ingin bercerita tentang pengalaman ku saat menjalani fieldtrip selama 3 hari. Penasaran sama keseruannya? Ayo kita simak bacaan berikut ini.

1. Tujuan saya mengikuti fieldtrip/pembelajaran di luar sekolah adalah supaya dapat mengetahui pengetahuan yang sangat luas.

2. Saya melaksanakan pada tanggal 9 Januari 2023 – 11 Januari 2023

3. Tempat yang saya kunjungi adalah: 

   – Hari ke-1: SMK St. Fransiskus

   – Hari ke-2: Dyriana dan     Bandeng Juwana

   – Hari ke-3: Grand Maerakaca 

4. SMK St. Fransiskus: belum Dyriana dan Bandeng Juwana: belum Grand Maerakaca: belum

5. Pemandu h-1: OSIS SMK St. Fransiskus, guru-guru smk fransiskus                              Pemandu h-2: Karyawan yang ada di Dyriana dan Banden Juwana  Pemandu h-3: Karyawan Maerakaca

6 – SMK St. Fransiskus saya belajar tata busana membuat gantungan kunci dari kain flanel yang sudah di siapkan dan dijahit dan diberi sisa untuk memasukkan dakron kemudian dijahit kembali.

     Saya juga membuat jepit rambut dari kain flanel juga dan dibentuk sesuai keinginan ada juga yang sudah terbentuk saya memilih yang berbentuk bunga dan diberi hiasan/ printilan.

       Saya juga membuat batik dari lilin/ malam, mengerjakannya juga secara berkelompok sehingga cepat selesai dan kami memberikan warna yang sangat cantik dan indah.

   – Dyriana dan Bandeng Juwana saya diajarkan bagaimana cara klepon, kami  juga membuatnya secara kelompok, semua kelompok diberi adonan yang sudah dibuat, saya membentuknya menjadi bulat dan diisi dengan gula Jawa/ gula merah.

     Kemudian kami juga mencoba bagaimana memberikan bumbu diikan bandeng secara merata, kemudian kami diberi ikan bandeng yang sudah jadi untuk dicicipi, saya suka dengan rasanya yang sangat enak dan gurih.

  – Grand Maerakaca saya diajak untuk melihat beberapa eksperimen, setelah itu kami diajak untuk bermain yang berada di taman dan juga ada yang berada di dekat taman, kami juga mengelilingi tempat wisata tersebut dengan menggunakan kereta mini/ kereta kelinci, setelah mengelilingi kami juga diajak untuk mengelilingi ikan bandeng, jika ada yang mendapatkan ikan bandeng boleh dibawa pulang, kemudian kami masuk kembali ke aula untuk melihat dan membuat bagaimana cara membuat roket air, setelah semuanya selesai kami istirahat dan makan,minum yang sudah diberi bapak/ibu guru, kemudian kami diajak untuk menanam pohon mangrove, setelah menanam kami diperbolehkan bermain lagi sampai hingga pulang, kemudian kami pulang dan kembali ke sekolah.

7. SMK St. Fransiskus: membatik

     Dyriana dan Bandeng Juwana: membuat klepon 

Grand Maerakaca: mengelilingi memakai perahu dan bermain

8. Saya tertarik karena aktivitas yang sangat menyenangkan dan bisa mendapatkan pengetahuan, dan dari aktivitas ini tidak ada yang lebih spesial semuanya sama saja, sama-sama menyenangkan.

9. Pembelajaran yang saya dapatkan, saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat seperti: bisa mempelajari bagaimana cara menjahit dan membatik.

10. Menyenangkan dan menambah wawasan

KEGIATAN FIELDTRIP KELAS 7 SMP MARIA MEDIATRIX

Hai semuaaa…saat ini, saya akan berbagi cerita kepada teman – teman semua tentang pengalamanku selama mengikuti kegiatan fieldtrip yang diadakan oleh sekolah mulai tanggal 9 – 11 Januari 2023. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan dan pengalaman kami sebagai peserta didik.

 

Di hari pertama, tanggal 9 Januari, kami mengunjungi Dyriana dan Bandeng Juana yang ada di Jalan Pamularsih no 70. Ini adalah pertama kalinya saya ke sana, dan baru mengetahuinya. Disana kami belajar membuat kue tradisional klepon, dan kami dipandu oleh Pak Wawan, Kak Vanessa, dan Kak Evi. Ternyata tidak sulit untuk membuat kue klepon dan bahan – bahannyapun sangat mudah didapat, yaitu tepung ketan, pewarna makanan, gula jawa, dan parutan kelapa. Cara membuatnya pun sangat mudah; pertama kami membuat adonan dari tepung ketan dan diberi pewarna makanan sedikit, lalu dimasukkan gula jawa secukupnya atau sesuai selera dan setelah itu adonan dibentuk bulat seperti bola dan direbus dalam air hangat. Terakhir baru ditaburi dengan parutan kelapa. Mudah banget lho cara membuat kue klepon.. Selama ini saya hanya tahu yang namanya kue klepon; tapi sekarang saya bahkan tahu cara membuat kue klepon.

Setelah membuat kue klepon, selanjutnya kami belajar membuat bandeng presto. Pertama, bandeng dicuci dulu sampai bersih dan dibuang bagian organnya, setelah itu diolesi bumbu bawang putih dan garam sampai merata, ditambah bumbu kunyit yang sudah dilarutkan ke dalam air, tujuannya agar bandeng terlihat cantik dan berwarna kuning. Setelah dioles merata, lalu bandeng dimasak dengan menggunakan alat yang disebut Autoclave atau sejenis panci presto yang berukuran besar, selama 2,5 jam dan tidak lupa diberi jahe untuk menghilangkan bau amisnya.

Sekarang saya jadi tahu bagaimana cara membuat bandeng presto; dan ternyata tidak begitu sulit juga.

 

 

Hari kedua, tanggal 10 Januari, kami berkunjung ke SMK St. Fransiskus di jalan Wolter Monginsidi no 22. Ini juga adalah pertama kalinya saya berkunjung kesana. Disana kami belajar bagaimana cara menyablon dan mengukir kayu , dan kami dipandu oleh Ibu Fani. Yang pertama kami pelajari adalah mengukir kayu. Setelah mendapatkan penjelasan dari Bu Fani, kami diberi sebuah gantungan kunci, dimana diatas gantungan kunci itu ada selembar kertas yang menempel, dan kami diminta untuk mengolesinya dengan air sedikit lalu digosok secara lembut sampai kertasnya mengelupas lalu dibiarkan kering terlebih dahulu. Setelah kering, lalu gantungan kunci tersebut di beri nama dan terakhir di beri cat pylox. Maka jadilah gantungan kunci bertuliskan SMK St. Fransiskus dan ada nama saya dibaliknya..

Selanjutnya, kami belajar bagaimana cara menyablon kaos. Seperti tadi; kami juga diberi penjelasan terlebih dahulu bagaimana cara menyablon. Setelah mendengarkan penjelasan, kami berbaris dan diberi sebuah kayu yang berfungsi sebagai tatakan untuk kaos, kemudian kami mulai menyablon kaos kami masing – masing dibantu oleh seorang kakak pemandu yang ada disana, dan kami melihat bagaimana cara menggunakan alat screen sablon dan Rakel. Rakel adalah alat yang digunakan untuk mendorong serta menekan cat berwarna merah pada kaos kami. Setelah itu kaos yang sudah disablon dikeringkan dengan kipas angin atau hair dryer. Dan setelah kering, kami semua diajak untuk berfoto bersama dengan memegang atau mamakai kaos dengan hasil sablon tadi..yang bertuliskan “ Fieldtrip Matrix 2023 “ Keren deh pokoknya…

 

Hari ketiga , tanggal 11 Januari. Hari ini kami berkunjung ke Maerakaca – PRPP.

Disana kami banyak melakukan hal – hal yang menyenangkan dan seru. Hal pertama yang kami lakukan dalah membuat roket air. Bahan – bahan yang digunakan adalah 2 buah botol coca cola berukuran 1500ml, plastisin 150gr ( 3x3x5 cm ), cutter besar, isolasi  / lakban bening lebar 2 cm, gunting, penggaris, dan double tape 1 roll. Adapun cara membuatnya adalah; pertama kita potong bagian atas botol coca cola, setelah itu diisi dengan plastisin. Lalu ambil botol coca cola baru, dan tempelkan potongan bagian atas botol coca cola tadi dibawah botol coca cola baru dengan solasi. Setelah itu kita tempelkan 4  sirip roket pada bagian bawah botol. Maka..jadilah roket airnya…. 

Setelah selesai membuat roket air, kami diajak berkeliling danau menggunakan perahu sambil mencari ikan. Sungguh menyenangkan rasanya berkeliling danau menggunakan perahu; dan jujur saya belum pernah naik perahu.. Diatas perahu saya melihat – lihat keindahan alam di sekitar danau sambil menikmati udara segar yang agak panas. Tidak sampai disitu..selanjutnya kami diajak brkeliling lagi melalui jalur darat dengan menggunakan kereta kelinci; berisik sih memang suaranya..tapi sangat menyenangkan. Kami berkeliling daerah Maerakaca tanpa harus berjalan kaki.

Setelah puas naik kereta kelinci, kami beristirahat sebentar untuk makan bekal kami dan minum, lalu kami melanjutkan kegiatan kami yang terakhir yaitu menanam mangrove di dekat danau. Tanaman mangrove ini berfungsi untuk menyerap semua kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun kapal yang berlayar di laut, sehingga kualitas air menjadi lebih bersih. Dengan demikian kami ikut melestarikan lingkungan dan ikut menjaga kebersihan di sekitar daerah laut.

Selesai menanam mangrove, kamipun kembali ke aula untuk bersiap pulang.

 

Nah teman – teman…itu tadi sedikit cerita saya tentang pengalaman saya mengikuti kegitan fieldtrip sekolah. Selain saya senang bisa belajar di luar sekolah, saya juga bisa refreshing sejenak dan menambah pengetahuan saya. Saya sangat berterimakasih kepada Bapak dan Ibu Guru semua, khususnya Pak Yohanes sebagai Wali Kelas saya, yang sudah dengan penuh kesabaran mendampingi kami semua selama kegiatan fieldtrip ini. Saya juga berharap bahwa kegiatan fieldtrip atau belajar di luar sekolah lebih sering dilakukan, supaya kami tidak hanya mendapatkan ilmu secara teori, tetapi juga secara praktek langsung di lapangan.

Terimakasih.                                                                           By : Christian Evan 7G / 5