by Eliora Serafine Halim | Feb 13, 2025 | Berita
Anak SMP Mempunyai Masalah Saat Kegiatan Live In
Semarang-Murid SMP Maria Mediatrix kelas VIIG melakukan kegiatan wawancara dan seseorang bernama Aurelia sebagai narasumber. Aurelia mengatakan bahwa ia “shock soat kejadian karena ada teman sekelas yang menangis dan juga ada anak dari kelas lain gang merasa tidak bersalah.”
Yang Aurelia ingat, kejadian tersebut terjadi di “Sekitar aula di Dusun Kalipucung pada tanggal 23 Januari, 2025 di siang hari.” Menurut Aurelia, peristiwa itu bisa terjadi “karena terjadinya kesalah pahaman dalam menangkap informasi” kata Aurelia. Saat Aurelia melihat kejadian tersebut ia merasa “kaget dan bingung karena peristiwa terjadi secara tiba-tiba”. Banyak yang terjadi saat peristiwa itu dilihat oleh Aurelia, mulai dari kesalah pahaman sampai penyelesaian masalah tersebut. Aurelia merasa heran karena banyak masalah yang ada dikelas VIIG. Saat peristiwa itu terjadi, banyak orang yang melihatnya dan bingung apa yang terjadi. Menurut Aurelia “Semua orang yang terlibat salah, karena ada yang salah menangkap informasi dan juga ada yang terlalu emosi” Akhirnya masalah tersebut bisa selesai karena diselesaikan dengan guru. Pada akhirnya, saat kegiatan live in kita harus siap dengan semua yang akan terjadi. Semua masalah harus kita jalani hingga selesai dengan sabar. Jika masalah sudah selesai, kegiatan live in berjalan seperti biasa dan lancar.
by Tan Brandon | Feb 13, 2025 | Berita
Latiao adalah sebuah camilan khas tiongkok yang terbuat dari kulit tahu tepung gandum, dan ada juga yang mengunakan tepung kacang. Camilan tersebut diberi campuran gula, garam, penyedap rasa, lada,Wijen, cumin, serta bubuk cabai.
Dikutip dari liputan6.com behuwajajonan Tiongke in sedong viral di digemari oleh banyak masyarakat, dan kini menjadi seratan setelah tepung adanya konta minasi bakteri yang bahaya. Para masyarakat menjadi khawatir setelah beredar nya sejumlah kasus keracunan latiao di berbagai daerah, termasuk Lampung, Sukabumi, Tanggerang Selatan, dan Riau.
Ternyata ada seorang siswa di SMP Maria Mediatrix semarang yang mengalami keracunan Latiao “Pada minggu pertama saya merasa sakit pada bagian perut setelah memahan latiao, setelah fitu pada minggu ke 2 ternyata masih sakit hingga muntah muntah dan akhirnya di cek ke dokter. tak lama kemudiansalya masih merasakan sakit terus menerus walaupun sudah diberi obat ucap Emily sebagai korban latiao, Selasa (1/2/2008)
Di kutip dari alodokter.com ada 5 cara sebagai langkah awal dalam mengatasi keracunan. Pertama mencukupi kebutuhan air yang ke dua mengonsumsi makanan yang tepat dan yang mudah dicerna yang ketiga hindari penggunaan obat tanpa resep dokter yang ke empat mengonsumsi jahe dan yang kelima penuhi waktu istirahat.
by Felix | Feb 13, 2025 | Berita
Alasan seseorang menjadi atlet renang adalah untuk mendapatkan banyak hal agar bisa membahagiakan kedua orang tua.
“Kenapa kamu ingin menjadi atlet renang?”
“Karena aku ingin berprestasi dan membahagiakan kedua orang tua”
Ucap seorang siswa SMP Maria Mediatrix bernama Vigo
“Apa usaha Vigo dalam menjadi atlet renang?”
“Usaha saya adalah latihan setiap sore jam 4-6 secara konsisten”
“Siapa yang memotivasi Vigo sebelum mulai lomba?”
“Yang memotivasi saya biasanya adalah pelatih, orang tua, dan teman-teman”,
“bagaimana rasanya latihan setiap hari untuk menjadi anak renang?”
“Rasanya adalah lelah dan capek, tetapi saya tetap konsisten dalam latihan”
“Dimana tempat vigo lomba?”, “saya biasanya lomba di kolam renang Jatidiri Semarang”.
by Nino | Feb 13, 2025 | Berita
Desa Kalipucung, Ambarawa – Siswa SMP Maria Mediatrix Mengikuti Kegiatan Live In di Desa Kalipucung
Kegiatan live in merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dilakukan dengan tinggal di pedesaan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa agar tidak bergantung pada orang lain serta mengembangkan kemandirian. Wisnu, salah seorang siswa, mengungkapkan bahwa live in merupakan kegiatan menginap di rumah penduduk setempat untuk melatih kemandirian.
Pada kegiatan live in kali ini, siswa kelas 7 SMP Maria Mediatrix mengunjungi Desa Kalipucung, Ambarawa. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 6 guru pendamping yang membantu memandu siswa selama kegiatan berlangsung. “Guru yang mendampingi ada banyak, yaitu Pak Wawan, Pak Mario, Bu Anna, Miss Niken, Bu Angel, Pak Mul, Pak Adi, Bu Estu, dan Pak Yandi,” kata Wisnu.
Selama mengikuti kegiatan live in, siswa melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti berladang, berkumpul bersama keluarga asuh, bermain permainan tradisional, dan lainnya. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah memanen salak jagung, seperti yang disampaikan oleh Wisnu.
Setelah tiga hari dua malam tinggal bersama keluarga asuh, para siswa SMP Maria Mediatrix kembali ke sekolah pada tanggal 24 Januari. Banyak di antara mereka yang merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarga asuh yang telah menemani mereka selama kegiatan tersebut. Wisnu mengungkapkan, meskipun merasa sedih, ia juga merasa senang karena dapat bertemu dengan keluarga asuhnya setelah beberapa hari.
by Prasetya Wisnu wicaksono | Feb 13, 2025 | Berita
Siswa SMP Maria Mediatrix Tingkatkan Keterampilan Melalui Kegiatan Live In di Kalipucung
Ambarawa – Siswa kelas 7 SMP Maria Mediatrix baru saja menyelesaikan kegiatan live in yang berkesan di desa Kalipucung, Ambarawa. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Januari, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dengan didampingi oleh enam guru, antara lain Bu Ana, Miss Niken, Pak Adi, Pak Yandi, Bu Estu, dan Pak Mario.
Live in merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa di berbagai bidang. Selama di Kalipucung, para siswa tidak hanya menginap di rumah-rumah penduduk, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan.
“Selama live in di desa Kalipucung, kami melakukan banyak kegiatan menarik, seperti memanen salak dan jagung. Selain itu, kami juga bermain permainan tradisional yang sangat seru dan keren,” ungkap Nino, salah satu siswa kelas 7 yang mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan live in ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang kehidupan di desa, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kemandirian siswa.
Meskipun banyak siswa yang merasa sedih harus meninggalkan keluarga angkat mereka di Kalipucung, namun mereka juga senang karena bisa kembali bertemu dengan keluarga di rumah. Nino pun merasakan hal yang sama.
“Saya merasa senang dan sedih secara bersamaan. Senang karena bisa bertemu keluarga lagi setelah tiga hari, tapi juga sedih karena harus meninggalkan orang tua asuh yang sudah menemani kami selama di sana,” ujar Nino.
Kegiatan live in di desa Kalipucung ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para siswa SMP Maria Mediatrix. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa Kalipucung.
by Darren_234 | Feb 13, 2025 | Berita
Apa itu Live in?
Live in adalah saat seseorang tinggal dan Meneras se caracteriza sementara. Di Smp Maria Medriatrix para kelas 7 akan melakukan kegiatan Live in Di desa Kali pucung pada tanggal 22 Januari 2025 hingga tanggal 24 januari 2025
Salah satu peserta kelas 7 yang mengikuti adalah Nikolas atau Lie Nikolas Alden Handoyo. Is sangat senang pada saat Live in.
Nikolas mengatakan : ,*sangat seru dan saya sangat bahagia*
Ia mengatakan bahwa sangat suma dengan tempat Live in.
Nikolas mengatakan : ,*ya kondisinya sangat basis masih astí juga*
Para siswa Smp María Medriatrix kelas 7 menginap du Salah satu rumah warga. Serían rumah warga terdapat 4 hingga 6 siswa. Salah satu siswa yang menginap adalah Nikolas. Nikolas menginap Di Salah satu rumah warga yang bernama pak Sudianto, Bersama 3 temannya
- Nikolas mengatakan : ,*wisnu, michio, kelas 7f Tian
Pasa Hari kedua para siswa akan memanen beberapa Bush seperti salak, jagung, dll, Lalu pada Malan harinya para siswa kelas 7 akan melakukan pensi.
Dan pada Hari ke 3 para siswa kelas 7 melakukan jelajah Alam, pada sing harinya melakukan beres-beres lalu pulang. Merensky Horus menunggu antrian kelas untuk ke mobil elf.