Hati-hati Saat Melewati Jalan Becek!

Hati-hati Saat Melewati Jalan Becek!

Sekelompok Siswa Uji Nyali Lewat Jalan Becek Lalu Terpeleset Hingga Jatuh Ke Lumpur Saat Live In

Rabu 5 Februari 2025

Semarang, Indonesia

Pada kegiatan Live In di Desa Kalipucung, terdapat banyak kejadian di luar nalar yang terjadi. Salah satunya adalah uji nyali, uji nyali tersebut menyebabkan sekelompok siswa terpeleset hingga jatuh ke lumpur. Salah satu korbannya bernama Kayleen menyatakan bahwa saat uji nyali, ia mencoba untuk berhati-hati dan berpegangan satu sama lainnya. 

Terdapat banyak cara agar tidak jatuh, seperti tidak berlari-lari di jalan yang licin, saling menolong, dan berhati-hati.    Menurut Kayleen, agar tidak jatuh bersamaan ia dan teman-temannya saling berpegangan satu sama lainnya. 

Uji nyali saat subuh-subuh di lingkungan yang baru itu sangat berbahaya, maka dari itu harus bersama dengan sebuah kelompok agar tidak kenapa-napa. Alasan Kayleen adalah karena diajak oleh temannya uji nyali ber-ramean jadi situasinya aman untuk uji nyali saat itu.

Orang-orang pada umumnya saat sudah hati-hati, masih ada bencana yang terjadi, seperti terpeleset, jatuh, kecelakaan, ataupun lainnya. Tapi, pada uji nyali itu banyak yang jatuh. Orang-orang yang terpeleset dan jatuh ada banyak, mereka adalah teman-teman korban. Maka sebaiknya tidak uji nyali saat subuh-subuh. 

Daerah-daerah yang tinggi berbahaya bagi siswa. Karena saat menaiki daerah yang tinggi, persentase kecelakaannya lebih tinggi, seperti jatuh, cedera, atau ubahkan kematian. Korban mengatakan bahwa ia terpeleset di pemukiman perumahan warga lokal desa, jadi lebih aman dibandingkan di gunung. 

Uji nyali di pemukiman yang becek justru lebih berbahaya dibandingkan di pemukiman yang kering apalagi saat subuh-subuh, jadi harus meningkatkan kewaspadaan. Korban uji nyali bersama teman-temannya saat pagi hari pada kegiatan hari kedua Live In. 

Perasaan orang-orang saat ia ataupun temannya  terjatuh itu umumnya mereka kaget dan panik. Tapi korban ini justru beda, perasaannya saat temannya jatuh justru malah senang dan mensyukuri temannya jatuh akibat tidak hati-hati. Sikap yang diperlukan dalam peristiwa ini adalah untuk tidak panik dan segera meminta bantuan atau menolong temannya jika terjatuh. 

Dengan demikian, informasi tentang peristiwa uji nyali sudah tertera dan menjadi peringatan bagi kita supaya berhati-hati saat melewati jalan yang becek. 

Pengalaman Live In Sachio

Pengalaman Live In Sachio

Ikut menyertai dalam projek ke-3 SMP Maria Mediatrix dan ingin menyampaikan pengalamannya waktu live in, orang itu adalah Sachio. Perasaan Sachio waktu melaksanakan kegiatan live in ini yaitu senang, sedih, dan kecewa, ia kecewa karena saat bermain sepakbola, rekan se tim Sachio melakukan hand ball. Sachio live in di Dusun Kalipucung yang terletak di Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Di malam kedua, Sachio dan teman teman sekelasnya tampil di malam keakraban dengan cukup memuaskan. Orang tua asuh Sachio bernama Bapak Sartono dan Ibu Fitri, Sachio cukup tertarik dengan kegiatan live in ini karena dapat membuat Sachio lebih patuh kepada orang dan lebih menghargai seseorang. Suasana di Dusun Kalipucung jika pagi menjelang siang sangat ramai karena banyak kegiatan, tetapi jika malam sangat sepi. (more…)

Live in di Desa Kalipucung

Live in di Desa Kalipucung

Live-in adalah kegiatan pembelajaran dengan cara menginap di rumah orang asing di desa-desa. Live-in bertujuan supaya murid kelas 7 di SMP Maria Mediatrix lebih bisa bersosialisasi dengan orang baru. Kegiatan ini adalah proyek ke-3 bagi kelas 7 di SMP Maria Mediatrix.

 

Tahun ini, SMP Maria Mediatrix melakukan Live-in untuk kelas 7 di Desa Kalipucung. Saat berada di sana, kegiatan yang disukai Wisnu adalah menanam jagung dan galak serta bermain tradisional. Wisnu saat Live-in tinggal bersama dengan Michio, Khalel, Tian, dan Nikolas. Orang tua asuh Wisnu dan teman-temannya adalah Pak Sudiyatno di rumah ke-69.

 

Kemarin, saat Live-in, Wisnu tinggal bersama teman teman dan melakukan banyak aktivitas bersama teman teman.

 

Desa Kalipucung adalah desa edukasi sekaligus tempat wisata yang memberikan banyak pengalaman untuk anak-anak kelas 7 di SMP Maria Mediatrix. Desa Kalipucung juga mengajari anak-anak supaya mengingat budaya Indonesia serta banyak lainnya.

 

Saat Live-in, juga jangan khawatir, ada pemandu anak, panitia yang membantu jika kesusahan. Ayo Live-in seperti SMP Maria Mediatrix!

Atlit renang yang menang lomba

Atlit renang yang menang lomba

.


Seorang siswa SMP Maria Mediatrix, Vigo, berhasil meraih medali perunggu dalam lomba renang Danlanal. Vigo mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai renang karena menurutnya, olahraga ini sangat seru dan menyenangkan.

Tentu saja, untuk menjadi atlet renang yang sukses, Vigo tak lepas dari dukungan banyak orang. Selama ini, ia mendapatkan dukungan penuh dari pelatih, orang tua, dan teman-temannya yang selalu mendampinginya dalam setiap latihan dan kompetisi.

Vigo merasa sangat bangga dengan pencapaiannya kali ini. Mendapatkan medali perunggu di lomba renang tersebut menjadi bukti kerja keras dan semangat yang selama ini ia curahkan. Semoga pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus berprestasi di dunia olahraga renang.


Bagaimana? Semoga terasa lebih hidup dan mengalir!

Dengan mengirim pesan ke ChatGPT berarti Anda menyetujui Persyaratan dan telah membaca Kebijakan Privasi kami.
Jangan bagikan info sensitif. Obrolan mungkin akan ditinjau dan digunakan untuk melatih model kami. Pelajari selengkapnya
window.__oai_logHTML?window.__oai_logHTML():window.__oai_SSR_HTML=window.__oai_SSR_HTML||Date.now();requestAnimationFrame((function(){window.__oai_logTTI?window.__oai_logTTI():window.__oai_SSR_TTI=window.__oai_SSR_TTI||Date.now()}))

Menalar

ChatGPT dapat memb
Pengalaman Live In

Pengalaman Live In

  • Pengalaman Live In

Semarang- Seorang siswi dari SMP Maria Mediatrix bernama Caca menceritakan pengalamannya saat kegiatan Live In. Ia mengatakan bahwa terdapat banyak kegiatan yang menyenangkan saat live in. “Ada bermain permainan tradisional, bersosialisasi dengan keluarga asuh, dan membuat kerajinan tradisional,” kata Caca.

Di lokasi live in, Caca tinggal di rumah asuh bersama Bapak Jiman, Ibu Sulasih, Airin, Gofarin, Aurel, Ana, dan Stefi. “Keluarga asuh saya bernama Pak Jiman dan Bu Sulasih yang memiliki cucu bernama Airin dan Gofarin. Saya juga tinggal dengan teman sekelas saya yang bernama Aurel, Ana, dan Stefi,” jelasnya.

Kegiatan Live In berlangsung pada tanggal 22 Januari 2025 sampai dengan 24 Januari 2025, atau sekitar 3 hari. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Kalipucung. “Di Dusun Kalipucung, lumayan jauh, sekitar 1 1/2 jam,” kata Caca.

Kegiatan live in berlangsung dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan siswa. Kegiatan live in tentunya memerlukan persiapan, seperti baju, buku, alat tulis, alat mandi, dan kebutuhan pribadi. Pada akhirnya, kegiatan live in berjalan lancar dan menyenangkan. “Senang banget karena bisa bertemu bersama teman-teman dan bermain bersama,” kata Caca.

Murid-murid kelas 7 dapat belajar banyak hal dari kegiatan live in. “Untuk meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian,” kata Caca. Tentunya Caca merasa senang saat kegiatan Live in. “Senang banget karena bisa bertemu bersama teman-teman dan bermain bersama,” ulangnya.

Teks Berita Mewawancarai Adrianus Vigo Angelo

Teks Berita Mewawancarai Adrianus Vigo Angelo

Menjadi Atlet Butuh Usaha yang Keras

Semarang, Jawa Tengah – Pada tanggal 1 Februari 2025, Adrianus Vigo Angelo berhasil meraih juara 3 dalam lomba renang 4x50m gaya bebas estafet putra di acara DANLANAL. Kemenangan kejuaraan ini tentu menjadi kebanggaan orang tuanya.

Vigo mengungkapkan, “Tentu saya merasa senang karena berhasil meraih juara 3″. Menjadi atlet memang membutuhkan perhatian terhadap banyak hal, mulai dari pola makan, pola tidur, hingga konsistensi dalam berlatih.”

Vigo juga menambahkan, “Saya bisa mencapai ini berkat latihan yang keras serta motivasi dari diri sendiri dan dukungan orang lain.” Menurut Vigo, untuk menjadi atlet yang sukses, seseorang harus berusaha melampaui target yang telah ditetapkan.