by Vigoo | Feb 18, 2025 | Berita
- Pada hari Rabu, saat jam pelajaran Bahasa Indonesia, terjadi insiden perundungan di salah satu SMP swasta. Seorang siswa bernama Javier menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya, Nara, di dalam toilet sekolah.
Kejadian ini bermula ketika Javier sedang menggunakan toilet. Secara tiba-tiba, Nara melemparkan plastik tempat tisu ke arah Javier, mengganggu dan membuatnya merasa tidak nyaman.
Kasus seperti ini seharusnya tidak terjadi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, diharapkan para guru lebih memperhatikan perilaku siswa dan bersikap tegas dalam menegakkan disiplin. Dengan pengawasan yang lebih baik, insiden perundungan dapat dicegah demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
by Mimiiiii | Feb 13, 2025 | Berita
SMP Maria Mediatrix mengadakan kegiatan live in sebagai sarana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Projek ini berfungsi untuk melatih dan meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, dan kekreatifan anak. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dibuat bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan diri dan belajar dari lingkungan sekitar Projek ketiga ini mengharapkan para siswa untuk lebih menghargai para warga desa-desa kecil produk-produk lokal. Kegiatan live in diadakan dan dilaksanakan di Dusun Kalipucung.
“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dalam permbentukan karakter untuk menjadi pribadi yang mandiri. Kegiatan live-in ini juga sangat menarik bagi saya, karena saya bisa belajar tentang kehidupan di pedesaan dan kearifan lokal yang ada di daerah Jawa Tengah” ucap seorang siswa SMP Maria Mediatrix kelas 7G yang melaksanakan kegiatan live in. Kamis (13-2-2025)
Menurat gerbosari-kulonprogo.desa.id live in bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda, meningkatkan empati dan kepedulian sosial, serta mengembangkan ketrampilan hidup dan karakter positif.
by Nisel | Feb 13, 2025 | Berita
Kegiatan Live In
SMP Marsudirini Maria Mediatrix telah mengadakan live in di projek ke 3 nya. Alasan mengala live in dilakuakn agar siswa SMP Maria Mediatrix bisa lebih mandiri dan mengembangkan sifat masyarakat. Tentunya SMP Maria Mediatrix telah menentukan jadwal pemberangkatan yaitu pada tanggal 22 Januari pada tahun 2025. Kegiatan yang akan dilakukan selama live adalah memanen jagung, memanen salak, bermain permainan tradisional, dan masih banyak lainya. Lokasi tempat mereka live in berada di Dusun Kalipucung.
Kegiatan live in pengembangan Ciri yang memungkinkan seseorang berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda. Kegiatan ini dilakukan di daerah pedesaan. Pada kegiatan live in bisa sebagai wadah bagi siswa siswi.
Di kutip dari www.detinilah.com Live in memiliki tujuan untuk menjadi sarana merasakan kelangsungan kehidupan di pedesaan, budaya, dan tradisi masyarakat pedesaan.
” Kegiatan live in ini bisa menjadi wadah bagi saya untuk belajar tentang kehidupan bermasyarakat di daerah pedesaan, serta mengajarkan aku untuk belajar untuk lebih mandiri.” Ucap seorang siswa kelas 7G SMP Maria Mediatrix yang melaksanakan kegiatan live in, Kamis (13,2,2025)
by georgia cherisse lauw | Feb 13, 2025 | Berita
LIVE IN WITH MATRIX
Semarang – 22 Januari 2025 sampai 24 Januari 2025 angkatan kelas 7 dan guru-guru SMP Maria Mediatrix, Guru-gurunya
terdiri dari Pak Wawan, Bu Ana. Ms. Niken. Pak Adi. Pak Yandi. Bu Estu, dan Pak Mario. Kami melakukan kegiatan live-in di Desa Kalipucung Pabupaten Semarang. Kami semua. Murid kelas 7 dan guru-guru pendamping menuju desa dengan menaiki mobil elf. Sampai di Desa Kalipucung kami disambut dengan tari Jaranan, kami disana juga berladang dan kebun jagung, salak, bahkan labu siam. Saat berladang pun ada murid yang terjatuh. Suasana disana sangat menyenangkan, Aku mewawancarai Felix mengatakan suasana disana sangat sejuk waktu berladang banyak kejadian yang tidak ku sangka, ada yang terpeleset juga”. “katа ini pertama kalinya berladang jadi seru.” Kata Felix. Pada saat hari terakhir di Desa Kalipucung pasti ada suka dan duka
Sukanya.. seneng banget sih. Dukanya waktu pisah sama keluarga asuh.”. Kegiatan live-in tentunya seru dan banyak kenangannya
by marianalucia | Feb 13, 2025 | Berita
SMP Maria Mediatrix mengadakan kegiatan live-in untuk peserta didik kelas 7. Kegiatan live-in bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik melalui pola kehidupan di desa. Kegiatan live-in ini juga memiliki beberapa tujuan, salah satunya adalah mengenalkan peserta didik kepada budaya dan kebiasaan masyarakat lokal.
Dikutip dari sman 2 tambunutara.sch.id live-in merupakan program pembelajaran untuk mengenal sebuah lingkungan penduduk, dengan mengikuti semua kegiatan mereka baik dirumah maupun saat aktivitas diluar rumah. Pada program ini juga bisa menjadi wadah pembelajaran bagi para siswa.
“Menurut saya live-in sangat menunjang pembelajaran saya. Di kegiatan live-in ini saya bisa belajar untuk lebih mandiri, apa arti kehidupan, serta mengenal kebudayaan yang ada di daerah provinsi Jawa Tengah”. Ucap siswa SMP Maria Mediatrix kelas 7G yang melaksanakan kegiatan live-in, Kamis (13/02/2025)
by Kennard | Feb 13, 2025 | Berita
Awal tahun 2025 menjadi momen spesial bagi siswa kelas 7 SMP Maria Mediatrix, Semarang. Untuk pertama kalinya, sekolah mengadakan kegiatan LIVE-IN, sebuah program yang mengajak siswa merasakan langsung kehidupan di pedesaan. Antusiasme begitu terasa di antara para siswa yang tak sabar menanti hari keberangkatan pada Rabu, 22 Januari 2025.
Di pagi hari sebelum berangkat, seluruh peserta dikumpulkan untuk briefing. Setelah mendapatkan arahan, mereka langsung menuju mobil elf yang sudah disiapkan berdasarkan pembagian kelas masing-masing. Dengan penuh semangat, mereka berangkat menuju lokasi LIVE-IN yang terletak di Dusun Kalipucung, Kabupaten Semarang.
Salah satu peserta, Daffin, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat senang karena ini pengalaman pertama saya mencoba LIVE-IN,” ujarnya saat diwawancarai. Ia juga terkesan dengan lingkungan di sana. “Alamnya sangat asri, pohonnya hijau, tumbuhannya tumbuh dengan baik,” tambahnya. Selama LIVE-IN, setiap siswa tinggal bersama orang tua asuh yang telah ditentukan. Daffin, misalnya, tinggal di rumah Pak Sakiman. Selama tiga hari dua malam, ia menjalani kehidupan layaknya penduduk desa, mengikuti aktivitas sehari-hari mereka, dan belajar banyak hal baru.
Ketika ditanya alasan mengikuti LIVE-IN, Daffin menjawab dengan jujur, “Karena ini proyek dari sekolah.” Meskipun awalnya merupakan program wajib, nyatanya ia menikmati setiap momen yang ada.
LIVE-IN bukan hanya sekadar program sekolah, tapi juga pengalaman berharga yang membentuk kemandirian siswa. Mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami kehidupan masyarakat desa, dan tentu saja, membawa pulang banyak cerita seru. Bagi SMP Maria Mediatrix, ini adalah langkah awal dari tradisi baru yang diharapkan bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Semoga generasi berikutnya bisa merasakan pengalaman seru seperti yang dialami Daffin dan teman-temannya!