by Monikasheryn | Feb 18, 2025 | Berita
SMP Maria Mediatrix pada bulan Januari 2025, sekolah mengadakan kegiatan Live in untuk kelas 7.Kegiatan itu dilaksanakan pada 22 Januari-24 Januari 2025 dan dilaksanakan di desa Kalipucung.
Ditempat live in kamu diajarkan untuk hidup mandiri , dan belajar peduli kepada orang dan hidup bersosialisasi dengan warga-warga desa.Ditempat live in suasananya sejuk dan asri banyak tanaman-tanaman hijau yang segar.
Karena cuacanya yang dingin ada beberapa anak yang tidak mandi ada juga beberapa yang mandi meski pakai air hangat.Cuacanya juga sejuk dan sering hujan.Saat ingin pulang dari desa Kalipucung juga cuacanya tidak menentu sehingga pulangnya agak telat.Queen juga mengatakan bahwa”tempatnya sejuk,asri,dan nyaman”karena tempat itu memang nyaman sekali.
by User roger | Feb 18, 2025 | Berita
Mobile legend permainan populer di SMP Maria Media trix Mobile legend dirilis pada tahun 2017.menurut Rayka mobile legend cocok untuk dimainkan oleh 5 orang. Rayka sudah bermain ml selama 1 tahun beberapa bulan.Mobile legend membuat banyak event skin seperti JJK. Menurut Moonton skin jjk dibuat pada pertengahan tahun 2023 dan seperti skin Valentine Granger.salah satu event fav saya adalah M6 yang dilaksanakan di Malaysia menurut Rayka.Recall yang populer di ml adalah sea anvil.Menurut Ryu rumput di ml hampir tersebar di semua map, ada rumput yang di lane gold, exp, mid, dan sekitar area Jungle. Pada saat M1 berlangsung Moonton merilis skin m1 Aldous yang katanya skin langka di ml dan tim yang memenangkan m1 adalah tim evos dengan dirilisnya skin harith Champions. Di ml ada salah satu hero yang susah dimainkan dan hero itu Fanny. Alasan Fanny sangat susah dimainkan adalah kabelnya yang harus lincah. Menurut Ryu skin fav nya ada KOF chou, skin KOF tidak hanya chou ada dyroth, valid, aurora, paquito. Ryu juga menyukai hero Alucard dan skin Alucard legend.
by atvertez | Feb 18, 2025 | Berita
Kegiatan Live In memang sangat berharga bagi siswa dan siswi. Dengan menginap di rumah keluarga di desa, mereka dapat belajar tentang kehidupan masyarakat pedesaan, berinteraksi dengan warga lokal, dan mengalami kegiatan yang tidak biasa mereka lakukan di kota.
Kegiatan seperti memegang hewan ternak, berjalan di lumpur, dan bermain permainan tradisional seperti egrang, bakiak, dan dakon dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan sosial, emosional, dan motorik mereka.
Selain itu, kegiatan Live In juga dapat membantu siswa memahami tentang kehidupan yang sederhana, menghargai alam, dan mengembangkan rasa empati dan toleransi terhadap orang lain.
Dengan demikian, kegiatan Live In memang harus dipertahankan dan dikembangkan agar dapat terus memberikan manfaat bagi siswa dan siswi.
by llaaa | Feb 18, 2025 | Berita
Berikut adalah versi yang lebih menarik dari teks tersebut:
Pengalaman Live In yang Tak Terlupakan!
Pada tanggal 22-24 Januari, kami, siswa-siswi, berkesempatan mengikuti kegiatan Live In di Desa. Kegiatan ini tidak hanya membantu kami mempelajari hal-hal baru, tetapi juga mengajarkan kami untuk berinteraksi dengan masyarakat dan menghadapi tantangan dengan berani.
Belajar dari Alam dan Masyarakat
Di desa, kami diajarkan untuk tidak takut kotor dan berani menghadapi situasi yang tidak biasa. Kami memegang hewan ternak, berjalan di lumpur, dan melakukan kegiatan lainnya yang memacu adrenalin kami.
Kesan dan Reaksi Masyarakat
Ketika kami tiba di desa, masyarakat setempat menyambut kami dengan hangat dan senyum. Mereka sangat senang atas kehadiran kami dan bersemangat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan kami.
Kegiatan yang Menghibur
Selama kegiatan Live In, kami juga berkesempatan menikmati berbagai permainan tradisional seperti egrang, bakiak, dakon, dam dam an, dan lainnya. Kegiatan ini tidak hanya menghibur kami, tetapi juga membantu kami memahami budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Pentingnya Kegiatan Live In
Kegiatan Live In adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kegiatan ini tidak hanya membantu kami mempelajari hal-hal baru, tetapi juga mengajarkan kami untuk berinteraksi dengan masyarakat, menghadapi tantangan, dan memahami budaya dan tradisi. Oleh karena itu, kegiatan Live In harus dipertahankan dan dikembangkan untuk generasi mendatang.
by Gracia_Laura | Feb 18, 2025 | Berita
Semarang, 22-24 Januari 2025 – Siswa-siswi kelas 7 SMP Maria Mediatrix baru-baru ini melakukan kegiatan live in di Dusun Kalipucung, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, kepekaan sosial, dan memperkenalkan adat istiadat setempat.
Selama tiga hari, siswa-siswi tersebut mengikuti berbagai kegiatan belajar mengenai adat istiadat di Kalipucung. Mereka juga berpartisipasi dalam acara-acara yang diselenggarakan di Aula Kalipucung.
Menurut Ellen, salah satu siswi yang mengikuti kegiatan live in, “Pengalaman live in ini sangat berharga dan memberikan banyak ilmu. Kami belajar tentang adat istiadat, kemandirian, dan kepekaan sosial.”
Kegiatan live in ini mendapat sambutan positif dari siswa-siswi. Mereka menyatakan sangat senang dan bersemangat dalam melakukan kegiatan ini.
Dusun Kalipucung telah menjadi objek wisata selama 10 tahun dan telah dipercaya oleh banyak orang sebagai tempat berlive in. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa-siswi terhadap adat istiadat dan budaya setempat.
by Audreyyyyyyy | Feb 18, 2025 | Berita
(3/2/25) Pada tanggal 22-24 januari,anak smp maria mediatrix kelas VII melakukan kegiatan live in di desa kalipucung.Di desa tersebut anak anak banyak melakukan berbagai hal.kegiatan live in juga sudah dirancang oleh pihak sekolah dan pihak dari desa juga sudah menyetujuinya.Kegiatan live in diadakan oleh pihak sekolah agar anak anak kelas VII bisa lebih mandiri dan disiplin.
Menurut siswa smp maria mediatrix kegiatan live in sangat menyenangkan karen abisa lebih mengetehui banyak hal yang dilakukan oleh warga desa.menurut salah satu warga smp maria mediatrix yaitu Isabel “kegiatan live in adalah kegiatan dimana kita menghidupi sesuatu tempat bernama kalipucung,tanpa pakai gadget”menurut Isabel sekolah mengadakan live in “supaya sekolah mengajarkan kita mandiri”.cara Isabel mendekatkan diri kepada keluarga disana adalah “biasanya ya cuma komunikasi biasa,kadang juga bisa diajak foto untuk kenang kenangan”.