Projek Gaya hidup Berkelanjutan

Projek Gaya hidup Berkelanjutan

Pada projek kedua ini yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, kami diajari berbagai macam cara untuk mengurangi sampah yang ada di dunia ini. Pada minggu pertama, kami mengenal lebih dalam tentang mendaur ulang sampah, terutama sampah plastik. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok oleh wali kelas kami masing-masing. Masing-masing kelompok harus mendiskusikan karya yang akan dibuat. Kelompok saya memiliki ide untuk membuat rumah pohon yang akan diisi tanaman, kami memilihnya karena kebanyakan anggota kami memiliki bahan utamanya, yaitu kardus. Sebelum proses pembuatan produk, kami harus mempresentasikan produk yang akan kita buat, kami dibantu oleh beberapa guru yang menjadi pendamping selama projek ini. Pada hari pembuatan produk, bahan-bahan yang diperlukan harus sudah ada, dan semuanya siap membuat produk dalam kelompok masing-masing. Ternyata, cukup susah membuat produk kami, tidak semua sesuai dengan ekspektasi kami. Namun, dengan kerja sama yang baik, kami bisa menjalankannya dengan baik. Kami diberi 3 hari untuk menyelesaikan produk kami, dan sekitar 1-2 hari untuk membuat kemasan untuknya. Walaupun kami sangat lelah, entah itu memikirkan ide, membangun rumah, atau masalah lainnya, kami bisa mencapai tujuan di akhir, yaitu bisa mendaur ulang barang yang sudah tidak digunakan, menjadi barang yang memiliki nilai jual. Kami sangat senang dapat mencapai tujuan kami secara bersamaan. Projek ini ternyata bisa meningkatkan kerja sama antar siswa, meningkatkan ketingkatan kesabaran, dan kreatifitas. 

Laporan Fieldtrip Kelas 7

Laporan Fieldtrip Kelas 7

Kami melaksanakan kegiatan fieldtrip kami pada tanggal 9-11 Januari 2023. Fieldtrip ini dilaksanakan untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi mengenai berbagai hal di sekitar kita. Pada hari pertama (9 Januari  2023), kami pergi ke SMK St. Fransiskus. Di sana, kami melakukan kegiatan membatik dan tata busana (menjahit).  Menurut saya, aktivitas tata busana cukup menarik karena proses pembuatannya cukup seru. Pada saat itu, kami membuat gantungan kunci dan jepit rambut. Kami dipandu oleh guru-guru disana dan beberapa kakak. Pada hari kedua (10  Januari 2023), kami pergi ke Dyriana (Pamularsih). Di sana, kami dipandu oleh guru SMP Maria Mediatrix dan juga bapak/ibu di sana untuk membuat kue klepon bersama kelompok kami masing-masing. Kami juga bisa melihat proses pembuatan Bandeng. Pada hari terakhir (11 Januari 2023), kami berkumpul di lapangan sekolah untuk mengunjungi Maerokoco (PRPP) menggunakan transportasi bis. Sesampainya di sana, kami berkumpul di aula. Kelas kami memulai aktivitas dengan menaiki perahu keliling area miniatur laut. Lalu, kami menaiki kereta kelinci keliling area Jawa Tengah di sana. Kami juga mengunjungi Kab Cilacap di sana untuk melihat berbagai macam alat peraga sains. Kami beristirahat sebentar, dan melanjutkannya dengan membuat roket air bersama kelompok. Kami juga sempat menanam bibit Mangrove di sana bersama teman-teman . Aktivitas di sana yang saya sukai adalah ketika melihat berbagai macam alat peraga sains dan saat menaiki perahu. Saya sangat senang, karena saya belum pernah berkunjung ke tempat-tempat yang telah dikunjungi pada kegiatan fieldtrip ini. Saya belajar bahwa kita harus selalu mengikuti perintah-perintah yang diberikan dan belajar untuk mencoba hal baru, seperti membatik, menjahit, membuat kue, dan lain-lain. Saran saya ketika mengikuti kegiatan luar sekolah adalah bahwa kita harus selalu mengikuti perintah dari guru atau pemandu.

Teresa Lavenia Wibowo 7B/26